NEW
Font size
WorksheetsPOST TEST MANAJEMEN RISIKO PEMERINTAH DAERAH
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Risiko yang mungkin terjadinya keuntungan ataupun kerugian merupakan risiko
Keuangan
Murni
Operasional
Spekulatif
Perbedaan tujuan organisasi yang ingin dicapai dengan adanya pengendalian intern antara definisi menurut COSO dengan PP No 60 Tahun 2008 yaitu
Laporan Keuangan yang dapat diandalkan
Ketaatan terhadap Peraturan Perundang – Undangan
Kegiatan efektif dan efisien
Pengamanan Aset Negara
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait Pengelolaan Risiko Pada Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah
Peraturan Bupati Tangerang Nomor 61 Tahun 2020
Peraturan Bupati Tangerang Nomor 66 Tahun 2021
Peraturan Bupati Tangerang Nomor 66 Tahun 2020
Peraturan Bupati Tangerang Nomor 63 Tahun 2020
Kerangka Manajemen/Pengelolaan Risiko Pemerintah Daerah menurut SPIP meliputi
Tata Kelola dan Budaya, Strategi dan Penetapan Tujuan, serta Kinerja
Prinsip, Kerangka Kerja dan Proses
Budaya, Sistem dan Proses
Budaya, Struktur dan Sistem
Sebagian kecil pegawai terkait pengelolaan risiko memiliki pengetahuan terkait manajemen risiko. Pernyataan tersebut merupakan kualitas SDM pada Level
Level 4
Level 3
Level 2
Level 1
Unit Kepatuhan dalam struktur Manajemen Risiko Pada Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah
Kepala OPD
Sekretaris Daerah
Kepala Daerah
Asisten Daerah
Konteks Pengelolaan risiko menurut Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah
Risiko Strategis Pemda, Risiko Strategis OPD dan Risiko Operasional OPD
Risiko Pemda dan Risiko OPD
Risiko Operasional pemda dan Risiko Operasional OPD
Risiko Strategis Pemda, Risiko Operasional Pemda, Risiko Strategis OPD dan Risiko Operasional OPD
Kebijakan Manajemen Risiko mencerminkan sikap Instansi Pemerintah Daerah terhadap risiko. Yang tidak diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah
Penetapan kriteria penilaian risiko serta risk appetite dan risk tolerance
Sumber Daya Manusia
Struktur dan Kepemilikan Risiko
Kerangka dan Proses Manajemen Risiko yang diadopsi oleh Pemerintah
Fokus Penilaian dalam Proses Manajemen Risiko adalah
Integrasi, reviu atas Proses Manajemen Risiko, Lingkup Manajemen Risiko dan Kualitas Proses Manajemen Risiko
Reviu atas Proses Manajemen Risiko, Lingkup Manajemen Risiko, Kesesuaian Proses Manajaemen Risiko dengan Kebijakan dan Kualitas Proses Manajemen Risiko
a. Integrasi, Lingkup Manajemen Risiko, Kesesuaian Proses Manajemen Risiko dengan Kebijakan dan Kualitas Proses Manajemen Risiko
Integrasi, Reviu atas Proses Manajemen Risiko, Lingkup Manajemen Risiko, Kesesuaian Proses Manajemen Risiko dengan Kebijakan dan Kualitas Proses Manajemen Risiko
Yang tidak termasuk area penilaian infrastruktur Manajemen Risiko adalah
Kebijakan
Outcome
Sumber Daya Manusia
Kepemimpinan
Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan terkait Manajemen Risiko serta telah dikomunikasikan, diimplementasikan dan manajemen organisasi juga telah menetapkan selera risiko. Pernyataan tersebut merupakan karakteristik pada level
Repeatable (2,00 – 2,99)
Ad Hoc (0,00 – 1,99)
Defined (3,00 – 3,99)
Managed (4,00 – 4,99)
Berikut ini adalah rangkaian dari proses Manajemen Risiko Pemerintah Daerah, kecuali
Identifikasi Kelemahan Lingkungan Pengendalian Intern
Analisis Risiko
Kategori Risiko
Identifikasi Risiko
Dengan menggunakan sudut pandang kerangka SPIP, proses Manajemen risiko dapat diadaptasi ke dalam unsur SPIP yaitu
Penilaian Risiko, Kegiatan Pengedalian, Informasi dan Pemantauan
Informsi dan Komunikasi
Kegiatan Pengendalian
Penilaian Risiko
Suatu Kejadian yang mungkin terjadi dan apabila terjadi akan memberikan dampak negative pada pencapaian tujuan instansi pemerintah adalah pengertian dari
Internal Control
Risiko
Probabilitas
Manajemen Risiko
Suatu tingkatan dari sekelompok risiko dimana organisasi akan menerima dan dapat mengelola dalam suatu periode tertentu disebut
Risk Tolerance
Risk Appetite
Risk Management
Opportunities
Batas pengambilan risiko yang dapat diterima dari variasi relative pada pencapaian tujuan dalam tingkat toleransi yang diperkenalkan dalam konteks organisasi secara keseluruhan disebut dengan
Risk Tolerance
Risk Appetite
Tolerable Misstatement
Opportunities
BPBD Kabupaten Tangerang dalam menangani risiko kebakaran menerapkan upaya pemasangan alat pemadam kebakaran dan memasang petunjuk evakuasi saat kebakaran. Tindakan ini merupakan bentuk opsi penanganan risiko
Mengurangi Frekuensi risiko
Mengurangi Konsekuensi risiko
Membagi risiko
Menerima risiko
Masing – masing tahap Manajemen Risiko harus didokumentasikan secara layak. Contoh dokumentasi risiko pada tahap penetapan konteks
Kriteria Evaluasi Risiko
Daftar Hasil Identifikasi Risiko
Matrik Analisis Risiko
Asumsi, Metode dan Sumber Data yang digunakan
Mengidentifikasi dan menganalisis organisasi sebagai lingkungan tempat Manajemen Risiko akan diterapkan merupakan tujuan dari salah satu elemen Manajamen risiko
Evaluasi Risiko
Penetapan Konteks
Identifikasi Risiko
Analisis Risiko
Adanya Kewajiban menerapkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi Instansi Pemerintah merupakan perwujudan Karakteristik New Public Management (NPM) terkait dengan
Lebih ditekankan pada Pengendalian hasil/keluaran
Pembagian tugas ke dalam unit-unit yang dibawah
Adanya standar dan ukuran kinerja yang jelas
Ditumbuhkannya persaingan di sector publik
