WorksheetsSOAL ALTEM NEW 2024
Total questions: 27
Worksheet time: 54mins
Pernyataan di bawah ini sesuai pada pasien dengan gagal napas: Salah satu penyebab gagal napas tipe II (hiperkapnia) paling sering adalah gangguan difusi Gagal napas tipe II hiperkapnia ditandai dengan paCO2 > 35 mmHg Gagal napas akibat shunting akan cepat membaik dengan pemberian suplementasi O2 V/Q mismatch merupakan salah satu penyebab gagal napas tipe hipoksemia/Tipe I Gagal napas tipe I (hipoksemia) ditandai dengan PaO2 < 100 mmHg dengan udara kamar
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan karakteristik pasien dengan hypoventilation alveolar? Desaturasi Peningkatan CO2 Peningkatan gradien alveolar-arterial PO2 Penurunan PO2 arterial Gangguan asidosis respiratorik
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan penyebab gagal napas tipe II (hiperkapnia)? Gangguan system saraf pusat seperti pada trauma kepala Fraktur servikal Gangguan neuromuscular Pnemonia Meningkatnya work of breathing seperti pada pasien asidosis berat
Kondisi di bawah ini memerlukan O2 konsentrasi tinggi, dengan target SpO2 > 98% Stroke Infark miokard akut PPOK Intoksikasi carbonmonoksida ARDS
Pada kondisi dengan kesulitan face mask ventilasi, berikut di bawah ini manakah manuver yang bukan merupakan upaya optimalisasi face mask ventilasi? Ventilasi menggunakan 2 tangan Pemasangan orofaringeal tube Posisi sniffing Pemberian sedasi dan analgetika yang adekuat Melakukan BURP manuver
Kondisi di bawah ini, manakah yang menjadi indikasi kuat penggunaan Non Invasive Ventilation (NIV)? Acute hypercapnic respiratory failure karena gangguan neuromuskular Cardiogenic pulmonary edema ARDS Asthma serangan derajat berat Pasien dengan obstruksi jalan napas atas
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan prediksi kesulitan LMA (Laryngeal Mask Airway) ? Pasien dengan obese Pasien dengan malampati IV Pasien dengan kesulitan membuka mulut Distorsi jalan napas Pasien dengan resistensi paru yang meningkat
Berikut pernyataan di bawah ini, manakah pernyataan yang sesuai untuk teknik intubasi dengan crash airway? Diindikasikan pada pasien dengan kenaikan tekanan intracranial Intubasi yang dilakukan pada pasien dengan henti jantung Intubasi yang dilakukan pada pasien dengan resiko aspirasi Teknik intubasi pada pasien dengan hipereaktif airway Teknik intubasi secara sadar
Kondisi di bawah ini, manakah kondisi yang merupakan indikasi dilakukannya awake intubation? Pasien dengan trauma brain injury Pasien dengan prediksi sulit intubasi dan sulit ventilasi Pasien dengan kondisi asidosis metabolic berat Pasien dengan hipoksemia refrakter Pasien dengan kondisi hemodinamik tidak stabil
Berikut di bawah ini yang sesuai untuk Rapid Sequence Intubation adalah? Teknik intubasi pada pasien dengan kesulitan jalan napas Teknik intubasi pada pasien dengan lambung penuh Intubasi secara crash airway, tanpa menggunakan obat-obatan untuk fasilitasi intubasi Teknik intubasi secara sadar (awake) Teknik intubasi pada pasien dengan hemodinamik tidak stabil
Berikut di bawah ini yang sesuai dengan sellick maneuver pada teknik intubasi adalah: Suatu teknik manipulasi untuk mempermudah visualisasi dari laring Suatu teknik manipulasi cincin krikoid untuk mencegah regurgitasi isi lambung Manuver fleksi leher untuk memaksimalkan aksis teknik intubasi Disebut juga dengan BURP maneuver (backward, upward, right pressure) Manuver ekstensi atlanto oksipital untuk memaksimalkan aksis teknik intubasi
Berikut pernyataan mengenai BURP manuver (Backward Uppward Right Pressure) pada Teknik intubasi, manakah pernyataan di bawah ini yang tepat? Teknik untuk memudahkan visualisasi laring Teknik untuk memposisikan aksis kepala optimal dalam melakukan intubasi Teknik dilakukan tekanan pada cincin cricoid Teknik ini diindikasikan pada pasien dengan resiko aspirasi Teknik untuk menilai secara cepat akses surgical airway
Berikut pernyataan mengenai sniffing position pada saat intubasi endotrakheal, manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai? Posisi untuk mengoptimalkan akses oral, laryng dan faring Dilakukan dengan posisi semi duduk Disebut juga dengan posisi ramping Teknik dilakukan dengan fleksi ekstensi dan fleksi atlantooksipital Teknik ini ditujukan untuk meningkatkan preoksigenasi terutama pada pasien obese
Berikut di bawah ini pernyataan yang tidak tepat tentang ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) Onset: Akut, dalam 72 jam - 7 hari dengan faktor risiko diketahui Imaging: Opasitas difus bilateral dengan edema pulmo pada X-ray atau CT-scan thorax Edema Pulmo: Edema non-hidrostatik; belum dijelaskan dengan sempurna penyebab gagal jantung atau overload cairan. Klasifikasi berat apabila PaO2/FiO2 > 300 Lung protective ventilator support strategy dengan volume tidal 6 ml/kg
Kondisi di bawah ini, manakah yang tidak terjadi gangguan pada cardiac output pasien ? Syok hipovolemik Syok kardiogenik Syok obstruktif Syok histotoksik Takiaritmia ekstrim
Berikut di bawah ini, pernyataan manakah yang tidak sesuai untuk setting ventilator dengan Mode Assist-Control (AC)?
Laki-laki 60 tahun, dengan suhu 39 derajat C, 78/45 mm Hg, dengan nadi 130x/menit , penurunan kesadaran dan dengan bukti terdapat infeksi di saluran kencing. Setelah memastikan kecukupan cairan, tekanan darah masih rendah, obat vasoaktif yang tepat pada pasien ini adalah?
Dobutamine
Dopamine
Epinephrine
Milrinone
Norepinefrine
Obat vasoaktif dengan inotropic dan aktivitas kronotropik, dengan aksi meningkatkan vaskonstrisi sistemik pada dosis yang besar adalah dengan ?
Dopamine
Dobutamine
Epinephrine
Norepinephrine
Vasopressin
Kondisi di bawah ini yang menyeabkan terjadinya metabolic asidosis dengan normal anion gap adalah?
Renal failure
Pemberian cairan salin yang berlebih
Lactic acidosis
Intoksikasi Methanol
Diabetic ketoacidosis
Di bawah ini, manakah yang bukan merupakan komponen utama dalam rumus Delivery Oksigen?
Hb
SaO2
Cardiac Output
CO2
PaO2
Laki-laki 35 tahun, mengalami kecelakaan kerja, kaki kanan terkena mesin gergaji dengan perdarahan massif. Pasien datang ke IGD dengan tekanan darah 84/50 dan laju jantung 150 kali/menit. Pasien termasuk dalam kelas syok perdarahan?
Class 1 shock
Class 2 shock
Class 3 shock
Class 4 shock
Class 5 shock
Pasien di IGD mendapatkan suplementasi oksigen 60% dengan sungkup muka, pada kondisi paru normal, berapa nilai PaO2 yang diperkirakan?
100 mm Hg
150 mm Hg
200 mm Hg
300 mm Hg
400 mm Hg
Wanita 56 tahun dengan gagal ginjal kronik, datang ke IGD dengan keluhan kelemahan, letargi dan hasil serum potassium adalah 7.6 mEq/L. Di bawah ini yang mempunyai aksi melalui shifting kalium dari ruang ekstraseluler ke ruang intraseluler adalah?
Calcium gluconate
Furosemide
Hemodialysis
Insulin
Sodium polystyrene sulfonate
Pemberian amiodaron sesuai rekomendasi AHA 2020 pada saat Resusitasi jantung dan paru:
Digunakan seawal mungkin saat terjadi irama PEA atau asistole
Tidak diindikasikan pada irama VT atau VF
Dosis awal diberikan 100 mg
Digunakan pada saat defibrilasi berulang tidak menimbulkan respon efektif
Tidak digunakan lagi pada situasi henti jantung dan paru
Simultan dengan tindakan CPR harus dilakukan pencarian penyebab henti jantung yang reversible dengan 5 H dan 5 T, berikut di bawah yang termasuk 5 H kecuali:
Hidrogen Ion
Hiperkapnia
Hiperkalemia
Hipoksia
Hipovolemia
Pasien 32 tahun, dengan diabetes mellitus tipe 1, mengalami penurunan kesadaran dan pernapasan kussmaul. Berapakah nilai anion gap pada pasien di atas?
24mmol/L
20mmol/L
26mmol/L
15 mmol/L
8mmol/L
Pasien dengan diabetic ketoasidosis berat, dengan ph 6.8. Kadar kalium serum yang diukur adalah 3.7 mEq/L (nilai normal 3.5 to 5.0 mEq/L). manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kondisi di atas?
Total kalium tubuh adalah tinggi, sehingga memerlukan koreksi.
Total kalium tubuh tinggi, tetapi tidak memerlukan koreksi dikarenakan secara klinis tidak signifikan.
Total kalium tubuh adalah rendah, tetapi tidak memerlukan koreksi dikarenakan secara klinis tidak signifikan.
Total kalium tubuh adalah rendah , dan harus dilakukan koreksi saat pH dikoreksi.
Total kalium tubuh normal, diindikasikan oleh kadar pemeriksaan kalium yang normal.
