wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

literasi membaca 2 paket C

Total questions: 37

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Hari Istimewa Suwidak Loro

Ada undangan pesta di istana.
Suwidak Loro ingin datang dan membawa makanan istimewa.
Nama makanan itu botok.

 Suwidak Loro sudah menyiapkan bahannya.
Ada cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Ada juga garam dan gula merah.
Semua bahan dihaluskan.

Suwidak Loro harus memarut kelapa dan mengiris tempe.
Semua bahan dicampur dan dibungkus daun pisang.

Setelah itu botok dimasak dengan cara dikukus.
Setelah matang botok akan dibawa ke istana.

Sekarang Suwidak Loro sudah ada di istana.
Namun Suwidak Loro takut tuan putri tidak menyukai botoknya.

Ternyata tuan putri suka sekali dengan botok Suwidak Loro.
Tuan Putri juga menawarkan pada anak yang lain.
Suwidak Loro senang sekali.

Apa saja bahan yang dibutuhkan dalam membuat botok?

a)
ayam, daging sapi, ikan, udang, kerang, cumi
b)
cabai, bawang merah, bawang putih, garam, gula merah, kelapa, tempe, daun pisang
c)
susu, telur, mentega, tepung, gula pasir, cokelat
d)
wortel, kentang, brokoli, buncis, jagung
2.

Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)

Liburan semester ini, Riga berlibur ke rumah Kakek di Sibolga, Sumatera Utara. Kakek senang sekali bercerita. Begitu banyak legenda yang Kakek ceritakan padanya. Kali ini, Kakek bercerita tentang Putri Lopian, seorang penyayang binatang yang memiliki banyak sahabat hewan.

Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.

Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.

Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.

Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, “Ikan! Banyak ikan di pantai!” 

Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!

Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.

Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.

Sumber: 

https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/Putri-Lopian-2.pdf dengan perubahan

Siapa sahabat Putri Lopian yang mendatangi dan menarik-narik kainnya? 

a)
Kelinci
b)
Rusa
c)
Ikan
d)
Kura-kura
3.

Botol bekas dari beling jangan dibuang. Botol-botol ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan alat musik. Botol harus diisi air, nanti akan bisa menghasilkan suara.

Siapkan botolnya. Mulai isi dengan air. Usahakan tinggi air pada setiap botol berbeda. Setelah itu jejerkan botol-botol yang sudah diisi air.

Botol bisa bersuara dengan cara ditiup. Bisa juga dengan cara dipukul menggunakan sendok. Jika tidak ada sendok, bisa menggunakan alat pemukul lain. Pukullah di bagian yang terisi air. Jangan terlalu kencang memukulnya. Nanti botol bisa pecah. Cobalah pelan-pelan.  Dengarkan suara yang muncul ketika botol itu diketuk.

Botol bisa berbunyi berbeda tergantung banyaknya udara di dalam botol. Jika air lebih banyak artinya udara yang ada lebih sedikit. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih lambat. Sehingga menghasilkan suara  lebih rendah. Dengan botol ini kamu bisa mengadakan konser musik bersama teman-temanmu.

 

Sumber: https://bobo.grid.id/read/081622356/eksperimen-sederhana-membuat-musik-menggunakan-gelas-berisi-air?page=all dengan pengubahan seperlunya.

Bagaimana cara yang dilakukan agar botol-botol berisi air tersebut dapat mengeluarkan bunyi?

a)
Botol harus diisi dengan minyak agar bisa menghasilkan suara
b)
Botol bisa bersuara dengan cara digoyangkan
c)
Botol bisa berbunyi dengan cara ditekan
d)
Botol harus diisi air agar bisa menghasilkan suara, kemudian botol bisa bersuara dengan cara ditiup atau dipukul.
4.

Kulkas Alam

Distrik Sugapa terletak di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sugapa terletak di dataran tinggi, yaitu 1.600-2.500 meter di atas permukaan laut. Kabut tebal selalu menyelimuti daerah ini. Bisa dibayangkan,  udara di Sugapa sangat dingin. Namun, anak-anak Sugapa sudah terbiasa. Mereka tidak pernah merasa kedinginan.

Air sungai yang dingin di Sugapa bisa berguna seperti kulkas. Jangan bayangkan air sungai yang kotor dan penuh sampah, ya! Air sungai di Sugapa masih jernih dan bersih. Makanya, orang-orang Sugapa biasa mengawetkan daging hasil buruan mereka di sungai. Daging yang diawetkan di sungai bisa tahan sampai beberapa minggu, lho! Hebat, kan?

Proses pengawetan daging itu dibantu dengan daun pandan hutan. Aroma daun pandan yang wangi akan menyerap bau tak sedap. Selain itu, zat flavonoid dan saponin dalam daun pandan juga menghambat pertumbuhan bakteri. Zat flavonoid dan saponin ini adalah senyawa-senyawa kimia yang bisa ditemukan dalam berbagai tumbuhan.

Kamu ingin mengetahui bagaimana cara masyarakat Sugapa mengawetkan daging? Kamu dapat memperhatikan gambar berikut.

Ilustrasi: Bambang Irawan

(a)  

5.

Apa langkah pertama masyarakat Sugapa dalam mengawetkan daging?

a)

Daging yang telah dibungkus daun pandan direndam di air.

b)

Bungkusan daging ditindih dengan batu besar agar tidak hanyut.

c)

Daging dibungkus daun pandan yang telah dibersihkan durinya.

d)
Menggunakan daun jeruk nipis
6.

Berapa jumlah permainan tradisional yang dimiliki Kabupaten Bandung dan tercatat di rekor MURI?

a)

205

b)

1.800

c)

2600

d)

100

7.

Di manakah lokasi kapal pemecah es Snow berada ketika terdengar panggilan darurat?

a)

Pos Juniper.

b)

Teluk Bothnia.

c)

Gumuk Savin.

d)

Teluk Finlandia.

8.

Berdasarkan informasi tersebut, hal yang menyebabkan teman-teman akrab W menjauh ketika W dirundung adalah .…

a)

mereka tidak ikut memainkan video game milik J

b)


tidak ingin menjadi bahan olok-olokan teman-temannya

c)


takut mendapat hukuman dari kakak pembina seperti W

d)

menganggap masalah itu tidak terlalu serius

9.

Hobi Autograf

  Pemuda  ini menekuni hobi yang dikenal dengan nama autograf. Hobi ini  memiliki kegiatan  berupa berburu dan mengumpulkan foto dan tanda-tangan tokoh terkenal, terutama negarawan dan politisi dunia. Berawal dari kegemarannya berkirim surat melalui pos sejak kecil. Beranjak dewasa, ia mulai mencoba mengirimkan surat kepada sejumlah tokoh nasional maupun dunia, beberapa diantaranya ada yang merespons. Koleksi  dan tanda tangan negarawan dunia pertama yang dimilikinya adalah mantan Presiden B.J. Habibie didapatkannya tahun  2003 dikirim langsung dari Jerman.

        Pada   tahun   2008, ia bertambah semangat melakukan hobinya setelah membaca buku Autograph Collector karya Debby Loekito. Ia  tambah  rajin mengirim surat lewat surat elektronik  atau melalui pos. Ia lebih suka mengirim lewat pos karena kesan yang ditimbulkan lebih dalam dan berbeda. Ia lebih senang mengumpulkan foto dan tanda tangan  tokoh politik, misalnya presiden, perdana menteri, raja, menteri, walikota, gubernur,  kepala kepolisian, kepala angkatan bersenjata,  dan tokoh negarawan lainnya.

        Sampai saat ini, koleksinya sudah  155  buah dari tokoh dalam dan luar negeri. Ia pernah masuk koran Norwegia ketika meminta tanda tangan walikota di sana. Ia diwawancarai secara daring oleh wartawan dari Norwegia.  Atlet dan selebriti dunia pun tidak luput dari ragam koleksinya, bahkan  maestro keroncong Indonesia, mendiang Gesang yang ditandatangani tiga tahun sebelum Gesang wafat.

       Dari koleksinya itu, ia mengidolakan foto dan tanda tangan dua tokoh nasional, yakni B.J. Habibie dan TS, Wapres di era Presiden Soeharto. Ia berjuang keras untuk mendapat  foto dan tanda tangan TS tersebut lantaran berbagai upaya sudah dilakukannya termasuk mengirimkan belasan surat permohonan sejak 1998 dan mendatangi kediaman TS. Sayang, usahanya  tidak kunjung membuahkan hasil. Hingga suatu ketika apa yang diimpikannya tercapai. Ia berkesempatan bertemu dengan TS, ia pun memberi Wapres di era Presiden Soeharto tersebut buku karyanya berjudul “Semua Tentang Mereka“ yang berisi pengalamannya sebagai autograf dan profil dari berbagai tokoh dunia yang foto dan tanda tangannya sudah ia miliki. Ia sangat bersyukur  dapat bertemu dan menunjukkan koleksi negarawan dunia yang ia miliki kepada TS.

Sumber:

https://www.mensobsession.com/article/detail2/644/andi-istiabudi-berburu-autograph-picture-negarawan-dunia

Sumber foto: 

https://www.mensobsession.com/article/detail2/644/andi-istiabudi-berburu-autograph-picture-negarawan-dunia

Kita akan mencari tahu lebih banyak tentang autograf melalui mesin pencari di internet. Manakah kata kunci yang dapat digunakan?

a)

Kebiasaan mengirim surat ke teman yang baru dikenal.

b)

Hobi mengumpulkan foto dan tanda-tangan tokoh terkenal.

c)

Kebiasaan mengoleksi perangko dan tanda tangan.

d)

Hobi membaca buku dan mengoleksi perangko.

10.

Memberi Tanpa Mengingat, Menerima Tanpa Melupakan

Alkisah hiduplah sebatang pohon.

Pohon itu menyayangi seorang anak laki-laki.

Anak laki-laki itu kemudian memanjat batang si pohon.

Berayun dari dahan-dahannya dan memakan apelnya.

Anak laki-laki itu menyayangi si pohon dengan amat sangat.

Dan pohon pun bahagia.

 

Waktu pun berlalu …

Anak laki-laki itu semakin tumbuh besar.

Pohon seringkali sendirian.

Ia ingat bagaimana si anak laki-laki bisa membuatnya merasa bahagia.

Suatu hari, anak laki-laki itu datang kepada pohon.

Pohon pun berkata, “Sini, Nak. Kemarilah dan panjat batangku. Bermainlah di bawah naunganku dan berbahagialah.”

 “Aku ingin uang. Bisakah kau memberiku uang?”

“Maafkan aku, aku hanya mempunyai daun dan apel. Ambillah apelku lalu juallah di kota. Nanti kau akan punya uang dan merasa bahagia.”

Anak laki-laki itu pun menuruti ucapan si pohon. Ia mengambil banyak apel dan menjualnya ke kota. Pohon pun bahagia bisa memberi dan membuat anak laki-laki itu bahagia.

Hingga suatu hari anak laki-laki itu datang lagi.

“Aku tidak punya rumah,” kata anak laki-laki.

“Kau bisa memotong dahan-dahanku dan membuat rumah darinya,” kata pohon.

Anak laki-laki itu pun melakukannya. Memotong semua dahan si pohon dan membawanya pergi untuk membangun rumah.

Pohon pun bahagia.

Waktu pun kembali berlalu.

Tak ada kabar dari anak laki-laki yang disayangi oleh si pohon.

Suatu ketika, anak laki-laki itu datang dengan keriput telah merambati wajahnya yang renta.

“Aku ingin sebuah perahu yang akan membawaku pergi jauh dari sini,” katanya.

Maka anak laki-laki itu memotong batang si pohon, membuat perahu dan berlayar.

Kali ini si pohon tidak terlalu bahagia.

Suatu kali, anak laki-laki yang semakin renta itu kembali datang.

Si pohon mengajaknya untuk bermain, tapi anak laki-laki itu menjawab, “Aku tidak membutuhkan banyak hal sekarang. Hanya tempat tenang untuk duduk.”

“Sebuah tunggul tua jelas bagus untuk diduduki dan dijadikan tempat beristirahat. Kemarilah, Nak. Duduklah dan beristirahatlah.”

 Kemudian anak laki-laki itu melakukannya. Dan pohon pun kembali bahagia.

Sumber: 

Diadaptasi dari The Giving Tree oleh Shel Silverstein.

Diadaptasi oleh Dyah Prameswarie

Apa saja yang dilakukan oleh anak laki-laki tersebut terhadap si pohon di awal cerita?

a)
Anak laki-laki tersebut menjual pohon ke kota, memotongnya menjadi potongan kecil, dan membakarnya
b)

Anak laki-laki tersebut memanjat batang pohon, berayun dari dahan pohon, dan memakan apel pohon.

c)
Anak laki-laki tersebut membangun rumah untuk pohon, memberinya makanan, dan memberinya uang
d)
Anak laki-laki tersebut menanam pohon, merawatnya, dan memetik hasilnya
11.

Mengapa tokoh Aku tiba-tiba teringat laut ketika mandi?

a)

Fenomena ajaib yang ia tonton membuatnya teringat akan laut.

b)

Teringat saat ia pergi berlibur ke pantai.

c)

Ketakjubannya akan garis batas laut dengan langit.

d)

Laut berwarna biru yang merupakan warna kesukaannya.

12.

Wayang Ental: Wayang Kontemporer yang Terinspirasi Wayang Jepang

Wayang dikenal sebagai salah satu kebudayaan khas Indonesia yang telah eksis sejak beberapa abad lalu. Setiap daerah bahkan memiliki jenis wayang yang berbeda-beda, seperti wayang kulit dari Yogyakarta, wayang golek dari Jawa Barat, hingga wayang orang dari Jawa Tengah. Namun, dari beberapa jenis wayang di Indonesia, muncul satu wayang kontemporer baru yang cukup unik dari Bali yaitu wayang ental. Bisa dibilang wayang ental merupakan inovasi terbaru dalam dunia pewayangan. Dari segi pembuatan, wayang ental berbeda dari wayang pada umumnya, yakni terbuat dari daun lontar. Sedangkan dari segi bentuk, wayang ental memiliki bentuk tiga dimensi dan memiliki jenis pagelaran tersendiri.

Wayang ental didesain khusus menampilkan badan wayang secara utuh, mulai tangan, kaki, hingga kepala yang semuanya dapat digerakkan. Sangat berbeda dengan wayang pada umumnya yang hanya menampilkan bayangan. Selain bentuknya tiga dimensi, wayang ental juga dibuat berukuran jauh lebih tinggi dibandingkan wayang pada umumnya. Biasanya wayang ental memiliki tinggi 1 meter dengan lebar 30 cm. Salah satu keunikan dari wayang ental terdapat pada ekspresi wajah dari setiap tokoh pewayangan.

Wayang ental lahir dari pemikiran kreatif I Gusti Made Dharma Putra pada 2016. Wayang ental pertama kali dibuat dalam rangka tugas akhir kelulusannya di Institut Seni Indonesia Bali. Awal pembuatannya, wayang ental tidak langsung berbentuk tiga dimensi, namun dua dimensi. Barulah pada 2018 wayang ental berubah bentuk menjadi tiga dimensi. I Gusti Made Dharma Putra mengaku bahwa pembuatan wayang ental terinspirasi dari teknik permainan bunraku (sandiwara boneka tradisional) dari Jepang. Kemudian teknik tersebut dikombinasikan dengan gaya wayang tradisional Bali, tetikesan (bagaimana seorang dalang dapat menggerakkan wayang, agar sesuai dengan karakter masing-masing tokoh wayang).

Secara desain, wayang ental dibuat dengan menyerupai manusia, yang menggabungkan teknik ulatan sumpe (ulatan yang dirajut sambung menyambung digunakan sebagai dasar) dan ulatan Jepang dalam pembuatannya. Ulatan adalah ekspresi wajah yang digunakan dalam membentuk wayang. Selain itu, perbedaan antara bunraku dan wayang ental terletak pada bahan bakunya. Jika bunraku menggunakan tiga helai daun lontar, wayang ental hanya menggunakan dua helai saja. Keunikan dari wayang ental terdapat pada ekspresi wajah dari setiap tokoh pewayangan.

 

Sumber referensi:

https://download.isi-dps.ac.id/index.php/en/category/43-tasenipedalangan?download=2105:artikel-karya-seni-wayang-ental

https://kemenparekraf.go.id/berita/Wayang-Ental%3A-Wayang-Kontemporer-yang-Terinspirasi-Wayang-Jepang

Apa yang menginspirasi I Gusti Made Dharma Putra membuat wayang ental?

a)
Kerajinan tangan dari Bali
b)
Seni lukis tradisional Bali
c)
Tari tradisional Bali
d)

Teknik Bunraku dari Jepang

13.

Hobi Unik Menulis Jurnal Kreatif

Gambar 1. Ilustrasi Membuat Jurnal Kreatif

Sumber: Jawa Pos

Jurnal kreatif memang terdengar cukup asing di telinga masyarakat Indonesia, tapi jika yang digunakan adalah istilah menulis buku diari, tentu semua orang pasti akan mengetahuinya. Apabila selama ini kalian masih menganggap menulis jurnal merupakan hobi sederhana, sebaiknya pikir-pikir lagi. Sebab, untuk membuat jurnal yang menarik butuh pernak-pernik serta perlengkapan yang banyak. Semakin menarik hiasan yang ada dalam jurnal, maka akan membuat penulis semakin bersemangat untuk mengisinya. Sebab, sebagian orang yang menyukai keindahan visual namun hidupnya tidak estetik, menghias jurnal akan memberikan kepuasan tersendiri. Semakin cantik jurnalnya, semakin penulis bersemangat untuk menghias dan mengisinya.

Peralatan yang dibutuhkan untuk menulis jurnal harus menggunakan buku yang memiliki kertas cukup tebal dan serat yang rapat sehingga saat menulis menggunakan spidol, tidak akan tembus ke halaman selanjutnya. Untuk keperluan menulis, biasanya pegiat jurnal kreatif menggunakan pulpen yang harganya hampir Rp20.000,00 untuk satu pulpen. Selain itu, jurnal kreatif memiliki ciri khas, yaitu penggunaan ornamen-ornamen untuk mempercantik halaman buku. Penggunaan ornamen pun tidak sembarangan. Harus benar-benar dipikirkan bagaimana tema dan paduan warna yang akan digunakan dalam jurnal. Sebenarnya, untuk urusan menghias memang sangat didasarkan pada kreativitas masing-masing individu. Jika ingin warna-warni dan tema yang campur aduk pun tidak masalah. Toh itu masalah selera dan bisa disesuaikan dengan perlengkapan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Kebanyakan para peminatnya cenderung memiliki stok untuk ornamen-ornamen hiasan pada jurnal mereka. Hal ini tentu cocok dilakukan apabila kalian memang bisa secara rutin menulis serta menghias jurnal karena akan lebih hemat dibanding jika harus membeli barang baru tiap akan melakukan journaling. Meskipun terkesan hobi yang sederhana, jurnal kreatif memiliki manfaat sebagai terapi untuk melepas penat dan sarana mengasah kreativitas. Dengan terbiasa menulis jurnal, jadwal dan rencana kita akan lebih tertata, dan bagi orang yang sering lupa dengan hal-hal yang akan dikerjakan, jurnal ini akan bermanfaat sebagai alat pengingat sehingga tidak ada pekerjaan yang terlewat.

https://mojok.co/terminal/journaling-hobi-mahal-yang-dianggap-remeh/

https://www.jawapos.com/hobi-kesenangan/07/09/2019/hobi-unik-creative-journaling-sampai-berburu-pernik-dari-jepang/

Apa saja peralatan yang digunakan untuk menulis jurnal kreatif?

a)
Buku dengan kertas tebal dan rapat, pensil seharga Rp10.000,00, tanpa hiasan
b)
Buku dengan kertas bergambar, spidol seharga Rp15.000,00, ornamen-ornamen hiasan
c)
Buku dengan kertas tipis dan longgar, pulpen seharga Rp5.000,00, stiker-ornamen hiasan
d)
Buku dengan kertas tebal dan rapat, pulpen seharga Rp20.000,00, ornamen-ornamen hiasan
14.

Lenong Betawi

 

Lenong adalah kesenian teater tradisional rakyat Betawi. Lenong Betawi sudah berkembang sejak awal abad ke-20, tepatnya tahun 1920an di tengah masyarakat Jakarta atau yang kala itu masih disebut Batavia. Pada dasarnya, kesenian ini berfungsi sebagai sarana mengomunikasikan pesan terkait hal-hal yang terjadi di masyarakat. Pada tahun 1940, Lenong menjadi alat perjuangan di masa kolonialisme Belanda. Namun, Pada 1960an, kesenian Betawi ini sempat mengalami penurunan peminat. Lenong Betawi berbeda dengan teater lainnya. Apabila kesenian teater memiliki naskah sebagai acuan, Lenong Betawi tidak memiliki alur cerita yang pasti, sehingga sering dimainkan semalam suntuk. Kesenian ini berlangsung dengan diiringi oleh alat musik gambang kromong. Jumlah pemain dalam pertunjukkan ini pun tidak terbatas, tergantung kebutuhan cerita.

Isi cerita lenong umumnya mengandung pesan moral, seperti kisah si kuat menolong yang lemah atau gambaran kerakusan dan perbuatan tercela yang harus dihindari. Cerita lenong dibagi menjadi dua jenis, yaitu lenong dines dan lenong preman. Lenong dines membawakan cerita raja-raja zaman dahulu seperti seorang raja yang memimpin rakyatnya dengan bijaksana. Nama dines berkembang dari kostum yang dipakai pemainnya, yaitu pakaian dinas atau baju kebesaran seperti pakaian sultan. Di sisi lain, lenong preman membawakan lakon cerita rumah tangga dengan kostum seperti orang Betawi dalam kehidupan sehari-hari, seperti seorang anak yang rajin dan patuh kepada orang tua. Setiap cerita yang dimainkan tidak pernah lepas dari muatan humor. Biasanya, lenong dines menggunakan bahasa yang halus (bahasa Melayu tinggi), sedangkan lenong preman menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.

Lenong mengalami masa kejayaan di tahun 1970an. Pada tahun 2014, kesenian ini sempat tayang di stasiun televisi sebagai program rutin. Di dalamnya terdapat interaksi antara pemain dan penonton di studio. Selain itu, terdapat juga lenong bocah yang menjadi wadah generasi penerus melestarikan kesenian tradisional ini, mengingat kesenian lenong semakin hari semakin sepi peminat karena begitu banyak pilihan hiburan yang kini dapat ditemukan di media. Pengalaman jatuh bangun dan berbagai transformasi senantiasa mengiringi hingga kesenian ini tetap eksis di zaman sekarang. Tidak mudah memang bersaing di tengah munculnya bermacam pilihan hiburan modern. Namun, secercah cahaya akan terus bersinar untuk lenong Betawi seiring banyaknya warga yang masih selalu menantinya.

 

Sumber:

https://www.kompas.id/baca/riset/2020/06/24/lenong-betawi-selalu-dinanti

status=sukses_login&status_login=login (dengan pengubahan)

https://jakarta.dpd.go.id/index.php/public/news/detail/lenong-betawi (dengan pengubahan)

https://www.senibudayabetawi.com/5161/sejarah-lenong-berawal-dari-obrolan-pedagang-di-pasar.html

Apa nama alat musik yang digunakan untuk mengiringi kesenian Lenong Betawi?

a)
Sasando
b)
Angklung
c)
Gambang kromong
d)
Bonang
15.

Bulus Raksasa Berwajah Katak

Gambar 1. Ilustrasi Bulus Raksasa Berwajah Katak

Sumber: Chey Kuolang

Bulus raksasa merupakan salah satu spesies kura-kura air tawar yang berukuran besar. Spesies ini tersebar di Asia Barat Daya dan Asia Tenggara. Habitat utama bulus raksasa berada di sekitar danau, pantai laut, atau muara sungai besar. Itulah mengapa bulus raksasa merupakan salah satu spesies yang teridentifikasi dalam publikasi kura-kura Semenanjung Kampar yang disusun oleh tim Restorasi Ekosistem Riau (RER). Bulus raksasa juga merupakan satu dari 101 spesies reptil dan amfibi yang teridentifikasi di wilayah RER.

Bulus raksasa dapat tumbuh hingga mencapai panjang tempurung antara 60 hingga 100 cm dengan berat mencapai 50 kg. Tempurungnya berbentuk gepeng, cenderung lembek, dan mulus tanpa sisik luar cangkang yang biasa terlihat pada kura-kura dengan tempurung keras berwarna abu-abu kehijauan tanpa pola-pola tertentu. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih, kemerahan atau kekuningan. Kepalanya cukup lebar dengan leher panjang, terdapat beberapa benjolan kecil di sekitar lehernya. Hidungnya menyerupai belalai pendek. Sekilas, wajahnya menyerupai katak. Itulah mengapa ia disebut sebagai bulus raksasa berwajah katak. Bulus raksasa jantan dan betina dapat dibedakan melalui bentuk ekornya, di mana yang jantan memiliki ekor yang lebih panjang dibanding betina.

Bulus raksasa juga tergolong sebagai omnivora, yaitu pemakan segala (tumbuhan dan hewan). Ketika berburu, bulus raksasa akan mengeluarkan kepalanya dengan cepat dari tempurungnya sambil membuka mulutnya untuk menangkap mangsa. Ketika merasa terancam, ia dapat melakukan serangan ‘pukulan tanpa gigitan’ dengan kepalanya. Bulus raksasa dapat bertelur tiga kali dalam setahun. Bulus raksasa akan mengubur telur-telurnya di sebuah kantung telur di dalam pasir. Satu kantung telur rata-rata berisi 24 hingga 70 telur, sedangkan rata-rata periode inkubasi telurnya adalah sekitar 60 hari.

Populasi bulus raksasa di alam liar mengalami penyusutan yang cukup drastis karena kerusakan yang terjadi pada habitat alami mereka serta maraknya perburuan liar. Di wilayah Semenanjung Kampar, tim RER fokus dan konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat lokal untuk melakukan metode penangkapan ikan yang lestari termasuk dengan menjaga spesies kura-kura.

https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/hidupan-liar-rer-bulus-raksasa/

https://www.idntimes.com/science/discovery/shandy-pradana/hewan-unik-terancam-punah-c1c2/full/4

Mengapa Bulus Raksasa menjadi salah satu spesies yang teridentifikasi dalam publikasi Kura-Kura Semenanjung Kampar?

a)
Habitat utama bulus raksasa berada di sekitar danau, pantai laut, atau muara sungai besar di wilayah Semenanjung Kampar.
b)
Bulus raksasa dapat terbang dan hidup di pepohonan.
c)
Habitat utama bulus raksasa berada di gurun pasir.
d)
Bulus raksasa merupakan spesies kura-kura air tawar yang berukuran kecil.
16.

Kisah Kelo dan Mang

Di lautan luas itu hiduplah kakak beradik kepiting pertapa bernama Kelo dan Mang. Mereka berdua tidak pernah terpisah dan saling membantu. Suatu hari Kelo merasa lapar.

“Mang, aku lapar… Cari makan, yuk!”

“Yuk… Tapi tidak di sekitar sini, belum ada bangkai yang dapat dimakan!” ujar Mang.

“Kita berenang dulu saja di dekat-dekat sini, semoga ada bangkai yang bisa kita makan,” ajak Kelo, dan Mang setuju. Mereka berenang tidak jauh dari tempat awal mereka, namun sudah beberapa waktu mencari mereka belum menemukan makanan. Tiba-tiba Mang mencium aroma makanan yang sangat menggiurkan. Dia segera memberitahu Kelo yang dengan sigap menggunakan indra penciumannya untuk mencari dari mana asal aroma itu.

“Ayo, kita kesana!” ajak Mang.

“Tunggu Mang, kamu yakin itu makanan kita? Aku takut, jangan-jangan itu hanya sampah plastik yang baunya sama seperti bangkai yang merupakan makanan kita?”

Mang berpikir dan teringat dengan perkataan Ayah untuk hati-hati mencari makanan, karena sekarang banyak sampah plastik yang baunya menyerupai makanan mereka. Kata Ayah, sampah plastik mengandung senyawa oleamide yang memiliki molekul sama seperti hewan yang sudah membusuk, sehingga banyak kepiting pertapa tertipu.

“Jangan sampai kita sudah berenang jauh dan hanya menemukan sampah plastik!” tambah Kelo.

“Iya betul, tapi bagaimana ini aku lapar dan bisa saja benar itu makanan?” tanya Mang.

“Iya, tapi kalau bukan bagaimana?”

“Ya sudah kita pulang, semoga ada makanan pada saat kita pulang nanti!”

Mereka akhirnya sepakat untuk berenang mendekati aroma tersebut. Jarak yang ditempuh cukup jauh, membuat mereka lelah dan rasa lapar semakin tidak dapat ditahan. Namun setelah berenang cukup jauh, yang mereka temukan hanya sampah plastik yang menumpuk.

“Yah, benarkan?” Kelo merasa kesal.

“Maafkan aku!” Mang merasa bersalah.

“Sudahlah Mang, tidak apa-apa, ayo kita pulang. Semoga kita menemukan makanan selama perjalanan kita!”

Mereka akhirnya pulang dengan perasaan sedih dan perut yang semakin lapar.

Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/02/183300623/polusi-sampah-mikroplastik-bikin-kelomang-kesulitan-cari-rumah-terbaik?page=all

Di akhir cerita, mengapa Kelo merasa kesal?

a)

Karena mereka menemukan makanan enak setelah berenang jauh.

b)

Karena mereka senang menemukan sampah plastik sebagai pengganti makanan.

c)

Karena setelah berenang jauh mengikuti bau yang memikat, mereka hanya menemukan tumpukan sampah plastik, bukan makanan.

d)

Karena mereka sama sekali tidak lapar.

17.

Wayang Ental: Wayang Kontemporer yang Terinspirasi Wayang Jepang

Wayang dikenal sebagai salah satu kebudayaan khas Indonesia yang telah eksis sejak beberapa abad lalu. Setiap daerah bahkan memiliki jenis wayang yang berbeda-beda, seperti wayang kulit dari Yogyakarta, wayang golek dari Jawa Barat, hingga wayang orang dari Jawa Tengah. Namun, dari beberapa jenis wayang di Indonesia, muncul satu wayang kontemporer baru yang cukup unik dari Bali yaitu wayang ental. Bisa dibilang wayang ental merupakan inovasi terbaru dalam dunia pewayangan. Dari segi pembuatan, wayang ental berbeda dari wayang pada umumnya, yakni terbuat dari daun lontar. Sedangkan dari segi bentuk, wayang ental memiliki bentuk tiga dimensi dan memiliki jenis pagelaran tersendiri.

Wayang ental didesain khusus menampilkan badan wayang secara utuh, mulai tangan, kaki, hingga kepala yang semuanya dapat digerakkan. Sangat berbeda dengan wayang pada umumnya yang hanya menampilkan bayangan. Selain bentuknya tiga dimensi, wayang ental juga dibuat berukuran jauh lebih tinggi dibandingkan wayang pada umumnya. Biasanya wayang ental memiliki tinggi 1 meter dengan lebar 30 cm. Salah satu keunikan dari wayang ental terdapat pada ekspresi wajah dari setiap tokoh pewayangan.

Wayang ental lahir dari pemikiran kreatif I Gusti Made Dharma Putra pada 2016. Wayang ental pertama kali dibuat dalam rangka tugas akhir kelulusannya di Institut Seni Indonesia Bali. Awal pembuatannya, wayang ental tidak langsung berbentuk tiga dimensi, namun dua dimensi. Barulah pada 2018 wayang ental berubah bentuk menjadi tiga dimensi. I Gusti Made Dharma Putra mengaku bahwa pembuatan wayang ental terinspirasi dari teknik permainan bunraku (sandiwara boneka tradisional) dari Jepang. Kemudian teknik tersebut dikombinasikan dengan gaya wayang tradisional Bali, tetikesan (bagaimana seorang dalang dapat menggerakkan wayang, agar sesuai dengan karakter masing-masing tokoh wayang).

Secara desain, wayang ental dibuat dengan menyerupai manusia, yang menggabungkan teknik ulatan sumpe (ulatan yang dirajut sambung menyambung digunakan sebagai dasar) dan ulatan Jepang dalam pembuatannya. Ulatan adalah ekspresi wajah yang digunakan dalam membentuk wayang. Selain itu, perbedaan antara bunraku dan wayang ental terletak pada bahan bakunya. Jika bunraku menggunakan tiga helai daun lontar, wayang ental hanya menggunakan dua helai saja. Keunikan dari wayang ental terdapat pada ekspresi wajah dari setiap tokoh pewayangan.

 

Sumber referensi:

https://download.isi-dps.ac.id/index.php/en/category/43-tasenipedalangan?download=2105:artikel-karya-seni-wayang-ental

https://kemenparekraf.go.id/berita/Wayang-Ental%3A-Wayang-Kontemporer-yang-Terinspirasi-Wayang-Jepang

Mengapa informasi tentang wayang ental seperti pada wacana layak untuk disebarkan kepada masyarakat?

a)

Sumber yang digunakan dalam teks berasal dari instansi pemerintah yang dapat dipercaya.

b)

Informasi yang disajikan dalam teks merupakan pengetahuan umum yang harus diketahui masyarakat.

c)

Teks menyajikan informasi mengenai wayang ental yang belum banyak diketahui oleh banyak orang.

d)
Informasi tentang wayang ental layak disebarkan kepada masyarakat karena merupakan inovasi terbaru dalam dunia pewayangan yang menggabungkan teknik tradisional Bali dengan inspirasi dari Jepang, serta memiliki keunikan dalam bentuk tiga dimensi dan ekspresi wajah setiap tokoh pewayangan.
18.

Hobi Unik Menulis Jurnal Kreatif

Gambar 1. Ilustrasi Membuat Jurnal Kreatif

Sumber: Jawa Pos

Jurnal kreatif memang terdengar cukup asing di telinga masyarakat Indonesia, tapi jika yang digunakan adalah istilah menulis buku diari, tentu semua orang pasti akan mengetahuinya. Apabila selama ini kalian masih menganggap menulis jurnal merupakan hobi sederhana, sebaiknya pikir-pikir lagi. Sebab, untuk membuat jurnal yang menarik butuh pernak-pernik serta perlengkapan yang banyak. Semakin menarik hiasan yang ada dalam jurnal, maka akan membuat penulis semakin bersemangat untuk mengisinya. Sebab, sebagian orang yang menyukai keindahan visual namun hidupnya tidak estetik, menghias jurnal akan memberikan kepuasan tersendiri. Semakin cantik jurnalnya, semakin penulis bersemangat untuk menghias dan mengisinya.

Peralatan yang dibutuhkan untuk menulis jurnal harus menggunakan buku yang memiliki kertas cukup tebal dan serat yang rapat sehingga saat menulis menggunakan spidol, tidak akan tembus ke halaman selanjutnya. Untuk keperluan menulis, biasanya pegiat jurnal kreatif menggunakan pulpen yang harganya hampir Rp20.000,00 untuk satu pulpen. Selain itu, jurnal kreatif memiliki ciri khas, yaitu penggunaan ornamen-ornamen untuk mempercantik halaman buku. Penggunaan ornamen pun tidak sembarangan. Harus benar-benar dipikirkan bagaimana tema dan paduan warna yang akan digunakan dalam jurnal. Sebenarnya, untuk urusan menghias memang sangat didasarkan pada kreativitas masing-masing individu. Jika ingin warna-warni dan tema yang campur aduk pun tidak masalah. Toh itu masalah selera dan bisa disesuaikan dengan perlengkapan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Kebanyakan para peminatnya cenderung memiliki stok untuk ornamen-ornamen hiasan pada jurnal mereka. Hal ini tentu cocok dilakukan apabila kalian memang bisa secara rutin menulis serta menghias jurnal karena akan lebih hemat dibanding jika harus membeli barang baru tiap akan melakukan journaling. Meskipun terkesan hobi yang sederhana, jurnal kreatif memiliki manfaat sebagai terapi untuk melepas penat dan sarana mengasah kreativitas. Dengan terbiasa menulis jurnal, jadwal dan rencana kita akan lebih tertata, dan bagi orang yang sering lupa dengan hal-hal yang akan dikerjakan, jurnal ini akan bermanfaat sebagai alat pengingat sehingga tidak ada pekerjaan yang terlewat.

https://mojok.co/terminal/journaling-hobi-mahal-yang-dianggap-remeh/

https://www.jawapos.com/hobi-kesenangan/07/09/2019/hobi-unik-creative-journaling-sampai-berburu-pernik-dari-jepang/



Apa saja informasi mengenai menulis jurnal kreatif yang dapat diperoleh dari wacana tersebut?

a)
Menulis jurnal kreatif tidak memerlukan pernak-pernik dan perlengkapan khusus
b)
Jurnal kreatif hanya digunakan sebagai alat pengingat jadwal dan rencana
c)
Ornamen hiasan pada jurnal kreatif tidak perlu dipikirkan tema dan paduan warnanya
d)
Perlengkapan yang dibutuhkan, seperti buku dengan kertas tebal, pulpen, ornamen hiasan, serta manfaat dari menulis jurnal kreatif sebagai terapi untuk melepas penat dan sarana mengasah kreativitas.
19.

Lenong Betawi

 

Lenong adalah kesenian teater tradisional rakyat Betawi. Lenong Betawi sudah berkembang sejak awal abad ke-20, tepatnya tahun 1920an di tengah masyarakat Jakarta atau yang kala itu masih disebut Batavia. Pada dasarnya, kesenian ini berfungsi sebagai sarana mengomunikasikan pesan terkait hal-hal yang terjadi di masyarakat. Pada tahun 1940, Lenong menjadi alat perjuangan di masa kolonialisme Belanda. Namun, Pada 1960an, kesenian Betawi ini sempat mengalami penurunan peminat. Lenong Betawi berbeda dengan teater lainnya. Apabila kesenian teater memiliki naskah sebagai acuan, Lenong Betawi tidak memiliki alur cerita yang pasti, sehingga sering dimainkan semalam suntuk. Kesenian ini berlangsung dengan diiringi oleh alat musik gambang kromong. Jumlah pemain dalam pertunjukkan ini pun tidak terbatas, tergantung kebutuhan cerita.

Isi cerita lenong umumnya mengandung pesan moral, seperti kisah si kuat menolong yang lemah atau gambaran kerakusan dan perbuatan tercela yang harus dihindari. Cerita lenong dibagi menjadi dua jenis, yaitu lenong dines dan lenong preman. Lenong dines membawakan cerita raja-raja zaman dahulu seperti seorang raja yang memimpin rakyatnya dengan bijaksana. Nama dines berkembang dari kostum yang dipakai pemainnya, yaitu pakaian dinas atau baju kebesaran seperti pakaian sultan. Di sisi lain, lenong preman membawakan lakon cerita rumah tangga dengan kostum seperti orang Betawi dalam kehidupan sehari-hari, seperti seorang anak yang rajin dan patuh kepada orang tua. Setiap cerita yang dimainkan tidak pernah lepas dari muatan humor. Biasanya, lenong dines menggunakan bahasa yang halus (bahasa Melayu tinggi), sedangkan lenong preman menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.

Lenong mengalami masa kejayaan di tahun 1970an. Pada tahun 2014, kesenian ini sempat tayang di stasiun televisi sebagai program rutin. Di dalamnya terdapat interaksi antara pemain dan penonton di studio. Selain itu, terdapat juga lenong bocah yang menjadi wadah generasi penerus melestarikan kesenian tradisional ini, mengingat kesenian lenong semakin hari semakin sepi peminat karena begitu banyak pilihan hiburan yang kini dapat ditemukan di media. Pengalaman jatuh bangun dan berbagai transformasi senantiasa mengiringi hingga kesenian ini tetap eksis di zaman sekarang. Tidak mudah memang bersaing di tengah munculnya bermacam pilihan hiburan modern. Namun, secercah cahaya akan terus bersinar untuk lenong Betawi seiring banyaknya warga yang masih selalu menantinya.

 

Sumber:

https://www.kompas.id/baca/riset/2020/06/24/lenong-betawi-selalu-dinanti

status=sukses_login&status_login=login (dengan pengubahan)

https://jakarta.dpd.go.id/index.php/public/news/detail/lenong-betawi (dengan pengubahan)

https://www.senibudayabetawi.com/5161/sejarah-lenong-berawal-dari-obrolan-pedagang-di-pasar.html

Mengapa Kesenian Lenong Betawi semakin hari semakin kehilangan peminat?

a)
Kesenian Lenong Betawi tidak memiliki pesan moral yang kuat
b)
Lenong Betawi tidak memiliki hubungan dengan sejarah Jakarta
c)
Pemain Lenong Betawi tidak menggunakan alat musik gambang kromong
d)
Banyaknya pilihan hiburan modern yang dapat ditemukan di media.
20.

Botol bekas dari beling jangan dibuang. Botol-botol ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan alat musik. Botol harus diisi air, nanti akan bisa menghasilkan suara.

Siapkan botolnya. Mulai isi dengan air. Usahakan tinggi air pada setiap botol berbeda. Setelah itu jejerkan botol-botol yang sudah diisi air.

Botol bisa bersuara dengan cara ditiup. Bisa juga dengan cara dipukul menggunakan sendok. Jika tidak ada sendok, bisa menggunakan alat pemukul lain. Pukullah di bagian yang terisi air. Jangan terlalu kencang memukulnya. Nanti botol bisa pecah. Cobalah pelan-pelan.  Dengarkan suara yang muncul ketika botol itu diketuk.

Botol bisa berbunyi berbeda tergantung banyaknya udara di dalam botol. Jika air lebih banyak artinya udara yang ada lebih sedikit. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih lambat. Sehingga menghasilkan suara  lebih rendah. Dengan botol ini kamu bisa mengadakan konser musik bersama teman-temanmu.

 

Sumber: https://bobo.grid.id/read/081622356/eksperimen-sederhana-membuat-musik-menggunakan-gelas-berisi-air?page=all dengan pengubahan seperlunya.

Bagaimana perbedaan suara masing-masing botol?

a)
Suara masing-masing botol berbeda tergantung pada banyaknya udara di dalamnya. Botol dengan air lebih banyak akan menghasilkan suara lebih rendah.
b)
Botol bersuara karena terdapat kucing di dalamnya
c)
Botol bersuara karena terdapat lampu di dalamnya
d)
Botol bersuara karena terdapat magnet di dalamnya
21.

Mengikat Warna

Yogyakarta memiliki banyak kampung batik. Salah satu kampung batik yang unik terletak di Karangkajen. Kerajinan tangan ini dikerjakan kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas). Produk yang dihasilkan diberi sebuah merek yang menunjukkan ciri khas bagaimana kerajinan tangan itu dibuat. Kini hasil produksi kelompok ibu rumah tangga itu telah menembus pasar ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Australia.

Keistimewaan pengerjaan kerajinan tangan tersebut adalah ecoprint. Teknik ini  memanfaatkan berbagai dedaunan, bunga, dan ranting-ranting pohon yang disebarkan begitu saja secara acak atau ditata rapi di atas kain. Bahan-bahan itu digunakan untuk menggantikan cap atau cetak layaknya batik pada umumnya.

Setelah proses penataan, kain digulung dan direbus beberapa waktu hingga saat dibuka kembali sudah terbentuk gambar daun, bunga, dan ranting. Selanjutnya  kain diangin-anginkan dan difiksasi dengan air tawas agar warna lebih awet.

Keunggulan ecoprint ini banyak sekali, di antaranya adalah desain yang tidak massal sehingga menjadikannya eksklusif. Teknik ini dapat diterapkan pada media selain kain, yang penting adalah media dapat menyerap warna alami daun dan bunga. Ecoprint juga mendukung gerakan menyelamatkan bumi karena bahan alami yang digunakannya. Selain itu jenis kerajinan tangan ini menjadi salah satu alternatif mengurangi limbah kimia dari pabrik tekstil.

Belum banyak yang mengambil segmen ini karena prosesnya yang rumit dan membutuhkan ketelatenan, sehingga masih terbuka sebagai peluang bisnis. Perhitungan modalnya pun tidak begitu tinggi, sehingga dapat diterapkan di kalangan ekonomi bawah.

Kelompok perajin Karangkajen ini menggunakan teknik ecoprint yang menonjolkan karakteristik dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah telah mendongkrak omset per bulannya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Selain memproduksi kain ecoprint dan aneka kerajinan tangan berbahan kain, kelompok perajin ini juga memanfaatkan potensi kampungnya menjadi destinasi wisata. Para wisatawan dapat melihat langsung proses produksi ecoprint sambil berbelanja produk unik yang harganya berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Program ecoprint yang dimulai tahun 2017 ini telah memberdayakan para ibu rumah tangga untuk melakukan kegiatan positif dan memiliki penghasilan.

Keterangan:

Tawas : Kristal garam transparan yang larut dalam air, disebut aluminium kalium sulfat.

Sumber:

https://travel.tempo.co/read/1247957/istimewanya-batik-ecoprint-di-kampung-brontokusuman-yogyakarta

https://fitinline.com/article/read/eksplorasi-teknik-eco-printin-manfaat-dan-aplikasinya-dalam-desain-fashion/

https://bobo.grid.id/amp/08885019/yuk-coba-ecoprint-kegiatan-kreatif-yang-menghasilkan-produk-unik

manakah dari pernyataan-pernyataan berikut menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan batik ecoprint dibanding batik cap atau cetak pada umumnya.  

a)
Desain tidak massal, hanya dapat diterapkan pada kain, tidak mendukung gerakan menyelamatkan bumi, tidak mengurangi limbah kimia dari pabrik tekstil
b)
Desain eksklusif, hanya dapat diterapkan pada kain, tidak mendukung gerakan menyelamatkan bumi, tidak mengurangi limbah kimia dari pabrik tekstil
c)
Desain massal, hanya dapat diterapkan pada kain, tidak mendukung gerakan menyelamatkan bumi, tidak mengurangi limbah kimia dari pabrik tekstil
d)
Desain tidak massal, dapat diterapkan pada media selain kain, mendukung gerakan menyelamatkan bumi, mengurangi limbah kimia dari pabrik tekstil
22.

Bulus Raksasa Berwajah Katak

Gambar 1. Ilustrasi Bulus Raksasa Berwajah Katak

Sumber: Chey Kuolang

Bulus raksasa merupakan salah satu spesies kura-kura air tawar yang berukuran besar. Spesies ini tersebar di Asia Barat Daya dan Asia Tenggara. Habitat utama bulus raksasa berada di sekitar danau, pantai laut, atau muara sungai besar. Itulah mengapa bulus raksasa merupakan salah satu spesies yang teridentifikasi dalam publikasi kura-kura Semenanjung Kampar yang disusun oleh tim Restorasi Ekosistem Riau (RER). Bulus raksasa juga merupakan satu dari 101 spesies reptil dan amfibi yang teridentifikasi di wilayah RER.

Bulus raksasa dapat tumbuh hingga mencapai panjang tempurung antara 60 hingga 100 cm dengan berat mencapai 50 kg. Tempurungnya berbentuk gepeng, cenderung lembek, dan mulus tanpa sisik luar cangkang yang biasa terlihat pada kura-kura dengan tempurung keras berwarna abu-abu kehijauan tanpa pola-pola tertentu. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih, kemerahan atau kekuningan. Kepalanya cukup lebar dengan leher panjang, terdapat beberapa benjolan kecil di sekitar lehernya. Hidungnya menyerupai belalai pendek. Sekilas, wajahnya menyerupai katak. Itulah mengapa ia disebut sebagai bulus raksasa berwajah katak. Bulus raksasa jantan dan betina dapat dibedakan melalui bentuk ekornya, di mana yang jantan memiliki ekor yang lebih panjang dibanding betina.

Bulus raksasa juga tergolong sebagai omnivora, yaitu pemakan segala (tumbuhan dan hewan). Ketika berburu, bulus raksasa akan mengeluarkan kepalanya dengan cepat dari tempurungnya sambil membuka mulutnya untuk menangkap mangsa. Ketika merasa terancam, ia dapat melakukan serangan ‘pukulan tanpa gigitan’ dengan kepalanya. Bulus raksasa dapat bertelur tiga kali dalam setahun. Bulus raksasa akan mengubur telur-telurnya di sebuah kantung telur di dalam pasir. Satu kantung telur rata-rata berisi 24 hingga 70 telur, sedangkan rata-rata periode inkubasi telurnya adalah sekitar 60 hari.

Populasi bulus raksasa di alam liar mengalami penyusutan yang cukup drastis karena kerusakan yang terjadi pada habitat alami mereka serta maraknya perburuan liar. Di wilayah Semenanjung Kampar, tim RER fokus dan konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat lokal untuk melakukan metode penangkapan ikan yang lestari termasuk dengan menjaga spesies kura-kura.

https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/hidupan-liar-rer-bulus-raksasa/

https://www.idntimes.com/science/discovery/shandy-pradana/hewan-unik-terancam-punah-c1c2/full/4

Bagaimanakah perilaku bulus raksasa ketika berburu dan terancam?

a)
Ketika berburu, bulus raksasa akan bersembunyi di dalam tempurungnya sambil menunggu mangsa datang
b)
Ketika merasa terancam, bulus raksasa akan melompat ke air untuk melarikan diri
c)
Bulus raksasa tidak memiliki cara khusus dalam berburu atau menghadapi ancaman
d)
Ketika berburu, bulus raksasa akan mengeluarkan kepalanya dengan cepat dari tempurungnya sambil membuka mulutnya untuk menangkap mangsa. Ketika merasa terancam, ia dapat melakukan serangan 'pukulan tanpa gigitan' dengan kepalanya.
23.

Dalam informasi tersebut dijelaskan bahwa tidak ada satu pun yang berusaha menolong korban perundungan. Bahkan seorang kakak pembina yang lain mengetahui hal tersebut, tetapi tidak melakukan hal apa pun dan justru berpura-pura sibuk dengan aktivitasnya. Jika dikaitkan dengan infografis lingkaran perundungan, kakak pembina yang dimaksud dikategorikan ke dalam …

a)


pembela pasif karena meski tidak menyukai perundungan akan tetapi tidak berusaha untuk menindak tegas perundungan.

b)


perundung pasif karena kemungkinan juga melakukan perundungan secara tidak langsung.

c)


perundung ragu-ragu karena merasa menjadi bagian pelaku perundungan tetapi tidak melakukan perundungan secara langsung.

d)


pengamat yang tidak peduli karena tidak merasa melakukan perundungan kepada korban.

24.

Pilihlah pernyataan yang tepat untuk mendeskripsikan ciri dari limbah B3 berdasarkan ilustrasi gambar yang digunakan dalam teks!

a)

Limbah B3 memiliki sifat reaktif menyebabkan mudah menyala.

b)

Limbah B3 berasal dari berbagai zat sehingga mudah menginfeksi.

c)

Limbah B3 memiliki bau yang menyengat sehingga beracun.

d)

Limbah B3 bersifat korosif sehingga berbahaya bagi lingkungan.

25.

Botol bekas dari beling jangan dibuang. Botol-botol ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan alat musik. Botol harus diisi air, nanti akan bisa menghasilkan suara.

Siapkan botolnya. Mulai isi dengan air. Usahakan tinggi air pada setiap botol berbeda. Setelah itu jejerkan botol-botol yang sudah diisi air.

Botol bisa bersuara dengan cara ditiup. Bisa juga dengan cara dipukul menggunakan sendok. Jika tidak ada sendok, bisa menggunakan alat pemukul lain. Pukullah di bagian yang terisi air. Jangan terlalu kencang memukulnya. Nanti botol bisa pecah. Cobalah pelan-pelan.  Dengarkan suara yang muncul ketika botol itu diketuk.

Botol bisa berbunyi berbeda tergantung banyaknya udara di dalam botol. Jika air lebih banyak artinya udara yang ada lebih sedikit. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih lambat. Sehingga menghasilkan suara  lebih rendah. Dengan botol ini kamu bisa mengadakan konser musik bersama teman-temanmu.

 

Sumber: https://bobo.grid.id/read/081622356/eksperimen-sederhana-membuat-musik-menggunakan-gelas-berisi-air?page=all dengan pengubahan seperlunya.

Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya bunyi yang dihasilkan oleh botol beling bekas saat dipukul adalah ....

a)
Warna botol
b)

jenis alat pukul

c)


volume air dalam botol

d)

ukuran alat pukul

26.

Misi di Teluk Finlandia

Kapal pemecah es Snow bersandar dekat kapal pemecah es Steel, kakaknya, di Pos Juniper, tempat semua kapal pemecah es berlabuh. Alunan musik merdu dari radio membuat mereka terkantuk-kantuk. Kakaknya bahkan sudah tertidur lelap sambil mendengkur.  

Tiba-tiba saja musik terhenti dan terdengar laporan darurat di radio.  

“Kabar darurat. Cuaca ekstrim akibat pemanasan global menerjang Teluk Finlandia dan sekitarnya. Beberapa pulau, batu karang dan gumuk pasir di laut di Teluk Finlandia telah membeku. Apungan es pun mulai terbentuk di laut lepas. Angin kencang telah membawanya ke jalur berlayarnya kapal. Dilaporkan suhu di Teluk Bothnia juga terus menurun memacu terbentuknya es hingga menjebak beberapa kapal yang sedang berlayar di sana. Diperkirakan cuaca ekstrem ini akan terus berlangsung sepanjang musim dingin.”

“Kak, bangun! Ada kapal yang terperangkap es,” seru Snow. Tapi Kepala kapal pemecah es, Atlas, menugaskan Castor dan Pollux. Mereka sudah berangkat untuk menolong kapal-kapal itu.

“Lagi-lagi Castor dan Pollux yang berangkat! Kenapa selalu mereka?” keluh Snow sambil membangunkan kakaknya.

“Aduh, aku lagi asyik tidur.  Nanti juga kita dipanggil jika diperlukan!” Kakaknya mengomel.

“Iya tapi aku bosan. Aku enggak mau hanya jadi tontonan wisatawan,” kata Snow kesal.

 Snow memeriksa kembali semua peralatannya. Baling-baling haluan depan kapal dan pendorong buritannya berputar dengan baik. Mesin-mesinnya sudah diservis. Radar dan pemancar radio yang baru sudah dipasang di anjungan menggantikan yang lama. Semua sudah siap. 

Mayday! Mayday! Tiba-tiba terdengar panggilan darurat dari sebuah kapal.  “Ini kapal dagang Nou Nou dari Panama. Daun kemudiku rusak dan tidak bisa dikendalikan. Aku akan terseret ke Gumuk Savin. Adakah yang bisa mendengarku?”

Sejenak semuanya terdiam. Lalu Atlas berkata, “Snow, giliranmu bertugas. Cepat tolong kapal Nou Nou!”

Snow menyalakan mesin-mesinnya dengan semangat. Lampu biru di menaranya, khas kapal pemecah es, menyala kelap kelip. Lalu ia menanggapi panggilan darurat Nou Nou.

“Kapal dagang Nou Nou, ini kapal pemecah es Finlandia Snow. Bisa mendengarku?”

“Ya, aku mendengarmu. Es mulai menekan semua sisi badan kapalku. Entah berapa lama lagi aku bisa bertahan. Lambung kapalku akan rusak jika terseret ke arah gumuk. TOLONG!” teriak kapal dagang Nou-Nou.

Untungnya, radar Snow bekerja dengan sempurna. Titik hijau di layar monitornya menunjukkan lokasi kapal Nou Nou. Mesin alat penariknya serta kabel penariknya yang setebal kaki beruang, sudah siap di buritan kapal. Snow mundur dengan hati-hati supaya alat penariknya di buritan ada di posisi yang tepat dengan haluan Nou Nou. Pengait kabel pun akhirnya terpasang. Snow menggerakkan Nou Nou dengan perlahan. Kabel penarik yang tebal berderit keras saat Snow menariknya. Kapal-kapal tersebut berbelok, pelan tapi pasti, meninggalkan gumuk itu menuju pos. Snow lelah tapi sangat puas ia bisa menolong kapal Nou Nou. Sepertinya, ia akan sangat sibuk musim dingin ini.

Catatan: 

Gumuk    : bukit pasir di tepi laut

Teluk Finlandia    : sebuah bagian dari Laut Baltik yang dibatasi oleh Finlandia di utara dan Estonia di selatan. Teluk ini mencapai kota Saint Petersburg, Rusia di bagian timur di mana Sungai Neva berakhir. Kota-kota besar lainnya di pesisir Teluk Finlandia adalah Helsinki dan Tallinn.

Sumber:

Disadur dari buku “Icebreaker Snow and The Mission on the Gulf of Finland” ditulis oleh Teemu Leppala dan Petri Kantoniemi. Diterbitkan oleh POB production Ltd, Finlandia, 2013 

https://www.livescience.com/37057-global-warming-effects.html

https://ambon.antaranews.com/berita/15272/teluk-finlandia-membeku-lebih-dari-120-kapal-terjebak https://www.foxnews.com/world/dozens-of-ships-trapped-in-ice-in-gulf-of-finland

Setelah terdengar panggilan darurat dari sebuah kapal, Snow mendapatkan giliran bertugas.   Bagaimana perasaan dan sifat yang ditunjukkan Snow ketika mendapat kesempatan tugas tersebut?

a)

Snow menunjukkan semangat, tekad, dan tanggung jawab ketika diberi tugas untuk menyelamatkan kapal dalam kesulitan.

b)

Snow menunjukkan kemarahan, ketidaksabaran, dan keegoisan ketika diberi tugas untuk menyelamatkan kapal dalam kesulitan.

c)

Snow menunjukkan kebingungan, ketidakmampuan, dan kecerobohan ketika diberi tugas untuk menyelamatkan kapal dalam kesulitan.

d)

Snow menunjukkan ketakutan, kemalasan, dan ketidakpedulian ketika diberi tugas untuk menyelamatkan kapal dalam kesulitan.

27.

Bagaimana perkembangan angka perundungan yang ada di Indonesia?

a)

Pelaku perundungan tahun 2015 lebih banyak jika dibandingkan dengan pelaku perundungan tahun 2014.

b)

Korban perundungan tahun 2013 lebih sedikit daripada korban perundungan tahun 2016.

c)

Tahun 2012 korban perundungan lebih sedikit dibandingkan dengan korban perundungan tahun 2014.

28.

Bunga Matahari dan Pertemuannya dengan Hangat

Ayahku sering dipanggil Pak Kebun. Ia orang yang ulet dan sabar. Terutama ketika merawatku. Ia sering bercerita mengenai bagaimana aku tumbuh. Suatu pagi, ia pernah menceritakan bagaimana aku lahir dari biji yang kecil. Kepalaku yang runcing ditancapkan di satu wadah yang bernama polybag. Di pagi yang lain, ia menceritakan bagaimana ia menungguku berkecambah hingga 10 senti atau memunculkan 4 helai daun. Selanjutnya aku dipindahkan ke tanah yang lebih luas.

Pernah suatu siang dia mengeluh sedikit mengenai susahnya aku diberi makan. Katanya aku harus disiram setiap hari. Rentan terhadap hama seperti fungi, serangga, dan bekicot. Aku harus ada dalam tanah campuran pupuk kandang. Perbandingannya yaitu 70% tanah, 30% pupuk kandang, dan tanah harus bekisar pH 6,0-7,5. Ribet deh katanya. Namun, ayah tetap sabar merawat dan menyayangiku tanpa kenal lelah.

Pengalaman berkesan adalah ketika ayah memperkenalkanku pada hangat. Pengalaman yang paling kuingat.

Kata ayahku, hangat adalah suatu hal yang patut disyukuri keberadaannya. Hangat merupakan kata yang muncul di doa-doanya setiap pagi. Kata ayah, aku akan mati jika hangat berubah menjadi panas maupun dingin. Tanpa hangat, aku tidak bisa hidup. Aku bertanya-tanya mengapa aku harus ada bersama hangat minimal 6-8 jam sehari. Ayah hanya tersenyum sambil memberi pupuk dan sedikit air untuk makan siang.

“Suatu saat nanti kamu akan mengerti. Untuk saat ini, sebut saja ia matahari,” begitu katanya.

Matahari, aku menyadari ada yang tumbuh dalam diriku setiap kamu datang memberi hangat. Menembus tanah dan daun basah, memberi makan. Mengangkat tunas-tunas, memekarkan bunga. Betapa senangnya aku.

Matahari, kamu baik hati. Hari-hari berlalu bagai angin. Selama itu pula kamu selalu ada bagaikan sahabat. Kamu mendengarkan aku menyerocos setiap hari. Tentang ini, tentang itu, tentang begini, begitu. Tak pernah sekalipun keberadaanmu ingin aku lewatkan. Aku selalu ingin mendekat. Ayah kadang tertawa melihatku mengikutimu kemanapun engkau pergi. Sedikit-sedikit menengok, melihat kanan-kiri, seakan aku bisa kehilanganmu sewaktu-waktu. Betapa dekatnya kita. Walau engkau di atas nun jauh di sana.

Matahari, terima kasih sudah menjagaku agar tetap ada. Tak terasa seratus hari lebih sudah kita lewati bersama. Kini aku sudah 160 cm, hampir setinggi ayahku. Daun-daunku berwarna hijau. Wajahku besar dihiasi mahkota kuning, mirip dengan warna hangat yang rutin kamu beri. Terima kasih sudah menemaniku dengan sabar selama ini. Mungkin di atas sana terasa sepi. Namun, aku harap kamu tahu bahwa di sini, aku dan teman-temanku mengucap syukur atas keberadaanmu setiap hari. Kami berlomba-lomba untuk mendapat kesempatan memandangmu sedikit lebih dekat. Terima kasih Matahari. Terima kasih Tuhan atas berkah yang diberikan pada kami, makhluk ciptaan-Mu.

Sumber:

https://www.hipwee.com/tips/7-langkah-mudah-menanam-bunga-matahari-lumayan-buat-spot-selfie-di-halaman-sendiri/

https://gdm.id/cara-menanam-bunga-matahari/

https://www.bulirjeruk.com/2015/10/belajar-dari-bunga-matahari.html

https://kutanam.com/cara-menanam-bunga-matahari/

Bagaimana Pak Kebun menceritakan proses tumbuhnya Bunga Matahari?

a)
Pak Kebun menceritakan proses tumbuhnya Bunga Matahari dari biji kecil, langsung tumbuh besar tanpa berkecambah, dan ditanam di tanah kering.
b)
Pak Kebun menceritakan proses tumbuhnya Bunga Matahari dari biji besar, berkecambah hingga 5 senti dengan 2 helai daun, dan dipindahkan ke tanah biasa.
c)
Pak Kebun menceritakan proses tumbuhnya Bunga Matahari dari biji kecil, berkecambah hingga 10 senti dengan 4 helai daun, dan dipindahkan ke tanah campuran pupuk kandang.
d)
Pak Kebun menceritakan proses tumbuhnya Bunga Matahari dari biji besar, langsung tumbuh tanpa daun, dan dipindahkan ke tanah tanpa pupuk.
29.

Erau: Sukacita Masa Panen Masyarakat Kutai

Gambar: Festival Erau

Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) adalah salah satu bukti dari kekayaan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Festival ini merepresentasikan Indonesia lewat kearifan lokal serta antusiasme masyarakat terhadap budaya yang dimilikinya. Erau merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas melimpahnya hasil panen di Kalimantan Timur khususnya di Tenggarong. Tradisi Erau ini juga biasanya dilakukan sekali dalam setahun pada bulan Juni. Tujuan dilaksanakannya upacara ini sebagai bentuk rasa syukur mereka dengan hasil panen yang berlimpah. Istilah "erau" berasal dari kata "eroh" yang dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong bermakna riuh, ribut, penuh sukacita, dan keramaian pesta ria, secara umum dapat dimaknai sebagai pesta rakyat. Dahulu perhelatan ini berlangsung selama 40 hari 40 malam dan diikuti oleh segenap lapisan masyarakat, tetapi sekarang hanya dilakukan sehari saja dengan menyeberangi sungai Mahakam menuju Ibukota Kesultanan yang kini menjadi Pulau Kumala. Dalam prosesi mengulur naga ini dua ekor replika naga yaitu naga laki dan naga bini dibawa menyusuri sungai Mahakam dan berakhir di Kutai Lama, Anggana.

Gambar: Proses Mengulur Naga di Sungai Mahakam

Bebarengan dengan prosesi tersebut di depan museum Mulawarman beberapa ritual kebudayaan dilaksanakan seperti beumban yaitu Sultan dibaringkan di atas sebuah kasur (tilam) berbungkus kain kuning. Tubuh Sultan kemudian diselimuti dengan sehelai kain kuning. Kepala Sultan menghadap ke arah utara dan kakinya berada di selatan. Di atas tilam tersebut, diletakkan beberapa perlengkapan ritual, antara lain bantal, guling, peduduk (paket sesajian yang merepresentasikan manusia secara utuh), dan lilin yang menyala di masing-masing sudut tilam. Ritual ini berlangsung di Ruang Stinggil (Siti Hinggil), Keraton Kutai.

Gambar Proses Beumban

Gambar Proses Begorok

Gambar Proses Rangga Titi

Seorang sesepuh dari kalangan kerabat Kesultanan akan memimpin ritual ini. Ia akan mengambil bunga pinang dan mengusapkannya ke atas kain kuning yang dibentangkan oleh empat orang kerabat lainnya. Bunga pinang diusapkan dari kepala ke lutut sebanyak satu kali. Hal ini diulangi sebanyak dua kali dengan posisi Sultan menghadap ke kanan (barat) dan ke kiri (timur). Selanjutnya, Sultan akan kembali telentang lalu duduk menghadap ke timur.

Setelah itu, dilanjutkan dengan begorok yaitu Sultan duduk di atas balai bambu kuning (haur kuning) yang memiliki 41 tiang. Posisi Sultan menghadap ke timur. Di atas kepala Sultan, dibentangkan kain kirab tuhing yang kemudian akan dibolak-balikkan oleh dua orang pangkon (abdi dalem) sebanyak dua kali. Dewa (wanita pengabdi ritual) dan belian (pria pengabdi ritual) akan mengucapkan mantra (memang) lalu melakukan ritual tepong tawar kepada Sultan. Mereka memercikkan air keramat ke beberapa anggota tubuh Sultan dan Sultan akan mengerik kening serta alisnya dengan uang logam.

Kemudian dilaksanakan rangga titi yaitu Sultan dengan diiringi rombongan Keraton menuju ke dermaga. Prosesi ini kemudian dilanjutkan seperti rangkaian pada begorok. Sultan duduk di atas balai bambu, diapit oleh tujuh pangkon laki dan bini. Dewa dan belian mengucapkan mantra dan melakukan ritual tepong tawar. Sultan lalu memasukkan bunga pohon pinang ke dalam guci (molo) berisi air Kutai Lama yang dibawa dari iring-iringan ngulur naga, kemudian memercikkan air tersebut ke empat penjuru mata angin yang dilanjutkan dengan memercikkan air dengan tangannya kepada para kerabat serta hadirin. Percikan air kepada para hadirin tersebut, menjadi tanda dimulainya acara belimbur. Dulu warga menggunakan air dan akan turun ke sungai Mahakam, namun kini panitia Festival Erau membuat aturan bahwa air yang digunakan untuk ‘belimbur’ haruslah air bersih. Belimbur hakikatnya adalah membersihkan diri dari pengaruh jahat sehingga kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah.

Gambar Proses Berlimbur

Sumber bacaan:

https://rapafm.pakpakbharatkab.go.id/

https://indonesiakaya.com

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-samarinda/baca-berita/15573/FESTIVAL-ERAU-ADAT-KUTAI.html

 

Sumber gambar:

https://www.adira.co.id/sahabatlokal/article_short/metalink/festival-erau

https://ayojalanjalan.com/kemeriahan-adat-erau-dan-eifaf-yang-mendunia/

https://id.wikipedia.org/wiki/Erau

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/beumban-begorok-dan-rangga-titi/

https://klikkaltim.com/category/kutai-kartanegara/erau-ditutup-dengan-belimbur-bupati-rita-malah-gembira-disiram-air-oleh-warga

Artikel mengenai berbagai upacara adat di tiap daerah banyak ditemukan di internet. Jika dibandingkan dengan artikel-artikel yang sudah kalian baca, bagaimana kelengkapan informasi yang disajikan untuk menguraikan proses upacara Erau di Kalimantan Timur?

a)

Tujuan diadakannya festival Erau di Kalimantan Timur tidak dijelaskan dalam teks padahal itu merupakan informasi penting.

b)

Tidak menyertakan informasi mengenai makna setiap proses beumban, begorok, dan juga rangga titi yang dilalui oleh sultan.

c)

Warna-warna yang dominan seperti warna kuning tidak dijelaskan detail penggunaannya seperti makna dan lambang dalam upacara.

30.

Burung-burung yang Menghilang dari Kampung Kami

Dalam keadaan terbaring lemas dengan suhu tubuh yang panas, kakek masih menyuruhku membuat olahan getah perekat untuk menangkap burung. Napasnya berat dan dalam. Suaranya serak dan sangat lirih, ia hanya bisa bicara sambil terpejam.

”Ambil getah pohon karet atau pohon nangka atau pohon benda. Rebus dengan oli bekas hingga mendidih, lalu dinginkan sampai kental dan likat. Tunggu burung cendet itu berbunyi di samping dapur. Jika sudah terdengar, oleskan getah itu pada sepotong ranting yang di bagian ujungnya terikat serangga. Biarkan burung itu datang bertengger. Kakinya akan lekat meski sekuat apa pun ia meronta.”

Nenek tiba-tiba melinangkan air mata. Tangannya mencelupkan selembar kain ke dalam gelas berisi air perasan pucuk asam. Lalu ia angkat dan dikompreskan ke dahi kakek. Sedang ibu yang duduk di samping kakek terus mengaji. Sesekali meniup ubun-ubun kakek dengan serapal doa. Tak lama, setelah ruang kami hanya dilanda isak dan lantunan ayat suci, kakek kembali mengulangi kata-katanya; menyuruhku membuat lem perekat dari getah untuk menangkap burung cendet.  

”Coba kau lepas burung-burung itu, Mid. Siapa tahu sakit kakekmu karena tulah burung itu,” pinta nenek kepadaku. Aku cemas hendak menjawab apa, mengingat burung-burung itu bernilai ratusan juta rupiah dan tentu saja kakek masih menyayanginya.

 

***

Sekitar sebulan sebelum kakek sakit, nenek sering mengomel. Nenek minta kami berhenti menangkap burung karena dari beberapa burung yang kami tangkap termasuk burung yang sudah langka di pulau kami.

”Burung kepodang, cendet, dan burung jalak sudah jarang kita lihat di ladang dan di jalan-jalan. Burung-burung itu kini sudah langka. Mestinya Aki tidak menangkapnya,” ucap nenek kesekian kalinya.

”Justru karena langka aku menangkapnya, karena harganya semakin mahal, Ni!” jawab kakek.

”Pikiranmu kok terbalik sih, Ki? Kalau langka mestinya jangan ditangkap, biar bisa berkembang biak, biar banyak lagi, biar keturunan kita bisa menikmati bunyinya sepanjang zaman.”

”Lho? Pikiranmu yang kebalik. Kelangkaan ini mestinya kita manfaatkan biar burung yang tinggal sedikit itu hanya jadi milik kita. Kita akan kaya raya nanti, hahaha.” jawab kakek sambil tertawa.

Aku hanya bisa mendengar perang mulut keduanya sambil terus mengaduk getah dari pelepah daun siwalan.

”Hai, Ki! Ingat ya! Menangkap burung langka itu membahayakan hidupmu, Ki?”

”Jika itu seekor indukan, kasihan anak-anaknya yang tak bisa makan dan pasti mati. Kamu yang dosa,” suara nenek lebih keras.

”Dan jika itu termasuk burung yang dilindungi. Kamu bisa dipenjara, Ki!” nenek berkacak pinggang. ”Apa pun yang terjadi, pokoknya burung-burung dengan kicau emasnya itu harus kutangkap,” ungkapnya.

”Mid! Sebaiknya kamu berhenti ikut kakekmu menangkap burung, biar tidak tertular dosanya,” pesan nenek.

”Jangan dengar apa kata nenekmu. Tidak akan terjadi apa-apa. Di lereng Hutan Rongkorong aku masih sempat melihat burung jalak dan burung cendet,” kata kakek.

 

Glosarium:

aki       : biasa disingkat “Ki” adalah nama sebutan/panggilan untuk kakek.

benda  : terap atau tekalong (Artocarpus elasticus) adalah sejenis pohon buah yang masih satu genus dengan nangka (Artocarpus). Buahnya mirip dengan buah timbul atau kulur, dengan tonjolan-tonjolan serupa duri lunak panjang dan pendek, agak melengket.

Nini     : biasa disingkat “Ni” adalah sebutan/panggilan untuk nenek.

rapal    : bacaan atau ucapan (biasanya untuk doa atau mantra khusus).

Rongkorong    : salah satu bukit di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

tulah    : kemalangan yang disebabkan oleh kutuk, karena perbuatan yang kurang baik terhadap orang tua (orang suci dan sebagainya), atau karena perbuatan melanggar larangan; kualat.

 

Tulisan diadaptasi dari cerpen A. Warits Rovi dengan judul yang sama. Tersaji dalam  https://www.kompas.id/baca/cerpen-hiburan/2022/04/21/burung-burung-yang-menghilang-dari-kampung-kami yang dipublikasikan pada 22 April 2022 pukul 22:23 WIB

Bagaimanakah perbedaan karakter para tokoh Kakek dan Nenek dalam cerita tersebut?

a)
Perbedaan karakter Kakek dan Nenek terletak pada sikap terhadap penangkapan burung langka, di mana Kakek lebih memperhatikan nilai ekonomis dan Nenek lebih memperhatikan keberlangsungan hidup burung-burung tersebut.
b)
Perbedaan karakter Kakek dan Nenek terletak pada sikap terhadap penangkapan burung langka, di mana Kakek lebih memperhatikan keberlangsungan hidup burung-burung tersebut dan Nenek lebih memperhatikan nilai ekonomis.
c)
Perbedaan karakter Kakek dan Nenek terletak pada sikap terhadap penangkapan burung langka, di mana Kakek lebih memperhatikan nilai ekonomis dan Nenek lebih memperhatikan keberlangsungan hidup manusia.
d)
Perbedaan karakter Kakek dan Nenek terletak pada sikap terhadap penangkapan burung langka, di mana Kakek lebih memperhatikan keberlangsungan hidup manusia dan Nenek lebih memperhatikan nilai ekonomis.
31.

Salju Gurun

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apalagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lanskap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, kaktus akan terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi, karena kau berani beku dalam panas, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.

Disadur dari Buku Filosofi Kopi, Dewi Lestari

Disadur oleh: Ruri Irawati

 

Mengapa "engkau" tidak perlu menjadi sebuah kaktus di lingkungan gurun yang serba serupa?

a)

Tidak ada yang akan menangis rindu jika kaktus tersebut mati layu.

b)

Tidak akan ada yang bersedih saat terkena badai.

c)

Tidak akan diketahui jika pergi melayang hilang.

d)

Warnanya belum tersebar di setiap sudut gurun.

e)

Akan ada banyak yang menyamai warnanya.

32.

Salju Gurun

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apalagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lanskap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, kaktus akan terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi, karena kau berani beku dalam panas, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.

Disadur dari Buku Filosofi Kopi, Dewi Lestari

Disadur oleh: Ruri Irawati

 

Mengapa "engkau" tidak perlu menjadi sebuah kaktus di lingkungan gurun yang serba serupa?

a)

Tidak ada yang akan menangis rindu jika kaktus tersebut mati layu.

b)

Tidak akan ada yang bersedih saat terkena badai.

c)

Tidak akan diketahui jika pergi melayang hilang.

d)

Warnanya belum tersebar di setiap sudut gurun.

e)

Akan ada banyak yang menyamai warnanya.

33.

Panic Buying sebagai Gejala Sosial

Gejala sosial adalah fenomena yang menandai munculnya permasalahan sosial di masyarakat.  Permasalahan ini memengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di dalam lingkungan hidupnya. Pengertian umum ini diadopsi dari ilmu alam untuk diterapkan dalam ilmu sosial, khususnya Sosiologi. Emile Durkheim adalah tokoh sosiologi klasik yang mempopulerkan gejala sosial sebagai objek kajian sosiologi.

Munculnya gejala sosial diawali dari perubahan-perubahan sosial yang ada di masyarakat. Contoh perubahan tersebut adalah perubahan kondisi ekonomi, kondisi pemerintahan, kondisi lingkungan alam, dan kondisi sosial dalam komunitas masyarakat. Misalnya saja perubahan sosial yang terjadi di masa pandemi virus corona pada tahun 2020. Merebaknya virus corona ke beberapa negara pada tahun tersebut menyebabkan banyak terjadi gejala sosial baru. Kepanikan sosial melanda di banyak sudut dunia. Salah satu gejala sosial yang melanda beberapa negara akhir-akhir ini adalah panic buying.

Panic buying merupakan fenomena ketika masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu. Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan masker. Hal ini terjadi karena kepanikan masyarakat akan kelangkaan barang yang menyebabkan melambungnya harga.

Memahami gejala sosial, seperti panic buying, sangat penting untuk mencegah munculnya permasalahan sosial yang lebih besar. Tindakan mengobati gejala sosial dapat mengurangi risiko bencana sosial ke depan. Dengan memahami dan menemukan solusi atas munculnya gejala sosial ini, diharapkan efek negatif ke depan bisa diantisipasi.

 

Sumber: https://www.merdeka.com/jatim/gejala-sosial-panic-buying-apa-penyebabnya-dan-bagaimana-mengatasinya-kln.html dan http://sosiologis.com/gejala-sosial

Berdasarkan teks wacana tersebut, apa efek negatif panic buying bagi negara?

a)

Panic buying mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi

b)

Panic buying mengakibatkan berkurangnya permintaan akan barang-barang penting

c)

Panic buying menyebabkan peningkatan kohesi sosial dan dukungan masyarakat

d)

Panic buying dapat menyebabkan kelangkaan barang-barang penting, inflasi harga, dan gangguan rantai pasokan.

e)

meningkatkan daya saing dan kualitas

34.

Zoom Out

Tak disangsikan, jika di-zoom out (perkecil), kampung kami adalah kampung terkaya di Indonesia. Inilah kampung tambang yang menghasilkan timah dengan harga segenggam lebih mahal puluhan kali lipat dibanding segantang padi. Triliunan rupiah aset tertanam di sana, miliaran rupiah uang berputar sangat cepat seperti putaran mesin parut, dan miliaran dolar devisa mengalir deras seperti kawanan tikus terpanggil pemain seruling ajaib Der Rattenfanger von Hameln. Namun, jika di-zoom in (perbesar), kekayaan itu terperangkap di satu tempat, ia tertimbun di dalam batas tembok-tembok tinggi gedong.

Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran tembok gedong tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh, tapi tak keliru jika diumpamakan kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industri. Di luar tembok feodal tadi berdirilah rumah-rumah kami, beberapa sekolah negeri, dan satu sekolah kampong. Tak ada orang kaya di sana, yang ada hanya kerumunan toko miskin di pasar tradisional dan rumah-rumah panggung yang rendah dalam berbagai ukuran. Rumah-rumah asli Melayu ini sudah ditinggalkan zaman keemasannya. Pemiliknya tak ingin merubuhkannya karena tak ingin berpisah dengan kenangan masa jaya, atau karena tak punya uang.

Jalan raya di kampung ini panas menggelegak dan ingar-bingar oleh suara logam yang saling beradu ketika truk-truk reyot terlihat lalu-lalang membawa berbagai peralatan teknik eksplorasi timah. Kawasan kampung ini dapat disebut sebagai urban atau perkotaan. Umumnya 7 macam profesi tumpang-tindih di sini: kuli PN Timah sebagai mayoritas (termasuk pekerjaan ayahku), penjaga toko, pegawai negeri, pengangguran, pegawai kantor desa, pedagang, dan pensiunan. Sepanjang waktu mereka hilir mudik dengan sepeda. Para penduduk, kambing, ayam, dan seluruh bangunan itu tampak berdebu, tak teratur, tak berseni, dan kusam.

Keseharian orang pinggiran ini amat monoton. Pagi yang sunyi senyap mendadak sontak berantakan ketika kantor pusat PN Timah membunyikan sirine pukul 6.50. Sirine itu memekakkan telinga dalam radius puluhan kilometer seperti peringatan serangan Jepang dalam pengeboman Pearl Harbour.

Demi mendengar sirine itu, dari rumah-rumah panggung, jalan-jalan kecil, sudut-sudut kampong, rumah-rumah dinas permanen berdinding papan, dan gang-gang sempit bermunculanlah para kuli PN bertopi kuning membanjiri jalan raya. Mereka akan terburu-buru mengayuh sepeda dalam rombongan besar atau berjalan kaki karena 10 menit lagi jam kerja dimulai. Jumlah mereka ribuan.

Kekuatan ekonomi pulau kami dipimpin oleh orang staf PN Timah dan para cukong swasta yang mengerjakan setiap konsesi eksploitasi timah. Mereka menempati strata tertinggi dalam lapisan yang sangat tipis.  Kelas menengah tak ada, atau mungkin juga ada, yaitu para camat, para kepala dinas, pejabat-pejabat publik yang korupsi kecil-kecilan, dan aparat penegak hukum yang mendapat uang dari menggertaki cukong-cukong itu.

Sisanya berada di lapisan terendah, jumlahnya banyak, dan perbedaannya amat mencolok dibanding kelas di atasnya. Mereka adalah para pegawai kantor desa, karyawan rendahan PN, pencari madu dan nira, para pemain organ tunggal, orang yang hidup di pesisir, para tenaga honorer Pemda, dan semua guru dan kepala sekolah baik sekolah negeri maupun sekolah kampung, kecuali guru dan kepala sekolah PN.

Glosarium:

Segantang: satuan ukuran isi atau takaran, sama dengan 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dan sebagainya.

Cukong:  orang yang mempunyai uang banyak yang menyediakan dana atau modal yang diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain.

Konsesi: izin untuk membuka tambang, menebang hutan, dan sebagainya.

Hirata, Andrea. 2017. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang Pustaka

“Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran tembok gedong tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi.”


Bagaimana keadaan di luar tembok gedong berdasarkan kutipan teks tersebut?
Berilah tanda centang (√) pada setiap pernyataan yang benar!

a)

Adanya toko miskin di pasar tradisional.

b)

Adanya rumah panggung yang rendah dengan berbagai ukuran.

c)

Adanya perkampungan tambang timah yang kaya.

d)

Adanya daerah yang bisa dikatakan kumuh.

e)

Adanya tembok-tembok tinggi gedung dan aset triliunan.

35.

Mengatasi Dampak Perubahan Iklim: Mampukah?

Perubahan iklim telah melanda dunia sejak berjuta tahun yang lalu. Perubahan iklim dapat berupa peningkatan suhu permukaan bumi atau juga penurunan suhu permukaan bumi. Namun, pada masa sekarang, perubahan iklim lebih pada peningkatan suhu permukaan bumi atau sering disebut dengan pemanasan global.

Perubahan iklim dapat terjadi karena faktor alam atau faktor manusia. Perubahan iklim karena faktor alam dapat berupa interaksi komponen-komponen alam, seperti erupsi vulkanik, perubahan curah hujan atau pola angin, dan variasi sinar matahari. Sementara itu, perubahan iklim karena manusia, misalnya perusakan hutan, penggunaan gas chlorofluorocarbon (CFC) atau gas freon yang tidak terkontrol, penggunaan bahan bakar fosil, efek gas rumah kaca, pembuangan gas industri, dan lain-lain.

Upaya mengatasi dampak perubahan iklim dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara tersebut antara lain sebagai berikut.

Sumber: 

Infografis 1: https://mediacenter.slemankab.go.id/hari-meteorologi-dunia-bmkg-ajak-masyarakat-mitigasi-perubahan-iklim/infografis-i/

Infografis 2: https://hijauku.com/2019/03/23/bmkg-ajak-masyarakat-mitigasi-perubahan-iklim/

Perubahan iklim telah melanda dunia sejak berjuta tahun yang lalu. Perubahan iklim dapat berupa peningkatan suhu permukaan bumi atau juga penurunan suhu permukaan bumi. Namun, pada masa sekarang, perubahan iklim lebih pada peningkatan suhu permukaan bumi atau sering disebut dengan pemanasan global.

Jika ingin mencari informasi lebih lanjut tentang hal tersebut melalui penelusuran internet, kata kunci yang efektif adalah ….

a)

peningkatan suhu bumi, permukaan bumi, dan iklim dunia

b)

perubahan iklim, pemanasan global, dan peningkatan suhu bumi

c)

penurunan suhu bumi, peningkatan suhu bumi, dan permukaan bumi

d)

permukaan bumi, penurunan suhu bumi, dan iklim dunia

e)

pemanasan global, perubahan iklim dunia, dan iklim dunia sekarang

36.

Perjuangan Belum Usai

Aku terlahir dari keluarga miskin, sangat miskin. Namun, hal itu tak sedikit pun menyurutkan niatku untuk terus belajar dan bersekolah setinggi mungkin agar impianku menjadi kenyataan.

Beberapa tahun yang lalu, saat aku hendak memasuki jenjang pendidikan menengah atas. Aku dan kedua orangtuaku sempat berdebat hebat. Lagi-lagi masalah ekonomi. Masuk SMA adalah barang mewah buat kami yang demi mengisi perut saja kami merasa kewalahan.

Satu yang harus kusyukuri, Tuhan telah menitipkan kecerdasan padaku, sehingga dengan kondisi ekonomiku yang seperti ini aku masih memiliki peluang masuk SMA dengan beasiswa. Tuhan memang maha Adil, di balik kesulitan selalu ada kemudahan.

“Mas, kamu tetap ingin melanjutkan ke SMA?” Ibu masih sibuk menggoreng di dapur kecil kami.

“Iya, Bu, doakan Dimas mendapat beasiswa, supaya tidak perlu biaya.”

“Halah Mas, jangan mimpi di siang bolong. Anak pemulung seperti kamu sudah cukuplah sampai SMP, nggak usah neko-neko?” Kalimat Bapak benar-benar menjadi anak panah yang dengan cepat bersarang di relung hatiku. Kalau dipikir dengan logika memang ucapan Bapak benar.

Lagi-lagi Tuhan memang selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Berkat kerja kerasku, akhirnya aku berhasil duduk di bangku SMA Favorit di Jakarta.  Sayangnya, tak lama setelah aku bersekolah di tempat itu, Bapak pergi meninggalkan aku, Ibu, dan Adikku untuk selamanya. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan Bapak untuk selamanya. Aku ingin Bapak bangga melihat keberhasilanku. Tanpa kusadari tangisanku pecah, tumpah-ruah.

Hari terus berganti. Aku harus kembali ke sekolah dan kembali kepada keseharianku yang melelahkan. Tak terasa sudah hampir dua tahun aku menimba ilmu di sekolah ini. Aku bertekad untuk lulus dengan nilai terbaik supaya aku dapat dengan mudah meraih beasiswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Rupanya, harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Dan impian tak selalu senada kehidupan. Perjalananku ketika menimba ilmu di sini tidak semudah yang ada dipikiranku. Banyak rintangan yang harus aku hadapi, Ibu yang menyusul Bapak membuatku harus membagi waktu untuk menanggung hidup kedua Adikku.

“Dimas, mengapa belakangan ini prestasi belajarmu menurun?” Aku hanya menunduk, menggurat-gurat lantai keramik dengan sepatu dekilku.

“Kalau prestasimu menurun seperti ini terus sepertinya saya terpaksa harus mencabut beasiswa pendidikanmu!” Entah berapa kali ancaman itu kudengar. Dan aku harus merelakan satu tahun terakhir membiayai sekolahku sendiri.

Hingga tiba saatnya hari kelulusan. Dengan perjuangan yang keras, aku sangat bersyukur dapat lulus dari sekolah ini dengan predikat siswa terbaik. Tak hanya itu, impianku untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi pun berhasil kuraih.
Aku telah berhasil melewati serangkaian tikungan, turunan dan tanjakan yang Tuhan berikan kepadaku. Tujuan utamaku adalah menjadi pahlawan pendidikan yang akan mencerdaskan jutaan anak bangsa yang hidup diambang garis takdir yang memilukan.

Perjuanganku kembali dimulai saat aku mulai merintis “Lembaga Pendidikan Anak Pinggiran”. Sekolah yang bangunannya sangat sederhana itu kudirikan bersama beberapa teman untuk menampung anak-anak kurang beruntung. Inilah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.

Disadur dari cerpen karya Nazri Tsani Sarassanti

http://cerpenmu.com/cerpen-pendidikan/perjuangan-belum-usai.html,

Mengapa Dimas harus membagi waktu untuk menanggung hidup kedua adiknya?

a)

Karena dia ingin fokus pada pendidikannya sendiri

b)

Karena Bapak dan Ibu Dimas telah meninggal dunia.

c)

Karena dia terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler

d)

Karena orang tuanya menyewa pengasuh untuk saudara-saudaranya

e)

Karena saudara-saudaranya sudah cukup umur untuk mengurus diri mereka sendiri

37.

Wacana I

Lalat: Pesawat Jet Tempur Pengangkut Penyakit

Tahukah kamu, mengapa lalat susah ditangkap? Apa sajakah keunikan dari seekor lalat? Pertanyaan ini barangkali adalah satu dari sekian banyak misteri yang sempat menjadi teka-teki umat manusia selama ribuan tahun. Pada tahun 2014, para ilmuwan telah mengantongi jawaban atas pertanyaan itu. Para ilmuwan menyebut bahwa lalat memiliki sayap yang dapat merespons ancaman secepat jet tempur. Inilah kenapa kita sulit menangkapnya dan lalat tampak melesat sangat cepat.

Lalat memanfaatkan kekuatan aerodinamis dalam satu atau dua kepakan untuk mengubah arah dengan sangat cepat. Menurut para ilmuwan, gerakan lalat itu terjadi begitu cepat, hanya kurang dari seperseratus detik. Ahli menemukan bahwa saat lalat buah (Drosophila hydei) melarikan diri, mereka terbang berputar 90 derajat atau lebih, kadang-kadang terbang hampir terbalik tapi sangat terkontrol dan spesifik. Seekor lalat buah mengepakkan sayapnya 200 kali per detik selama penerbangan normal dan lebih cepat saat melarikan diri. Perbedaan kecil pada hentakan sayap menghasilkan gaya yang dibutuhkan lalat untuk melesat cepat.

Lalu apakah yang lalat lakukan saat hinggap pada makanan? Kamu tentu pernah melihat serangga yang memiliki sepasang antena dan mata majemuk itu seperti sedang memuntahkan sesuatu di makananmu. Pada saat itu, kemungkinan besar lalat sedang meludahi makananmu atau mengeluarkan makanan yang telah dicernanya sendiri. The Conversation pernah mempublikasikan bahwa sebagian besar lebih dari 110.000 spesies lalat yang diketahui ternyata tidak memiliki gigi. Jadi, lalat tidak dapat mengunyah makanan padat. Mulut lalat lebih berfungsi seperti sedotan spons. Begitu mendarat di makananmu, lalat-lalat perlu melepaskan cairan pencernaan untuk mencairkannya menjadi sup yang mudah dicerna dan bisa mereka telan. Untuk memasukkan lebih banyak makanan ke dalam perut, beberapa lalat mencoba mengurangi cairan yang telah mereka makan. Mereka memuntahkan makanan ke dalam gelembung muntah untuk mengeringkannya sedikit. Setelah air menguap, mereka dapat menelan makanan yang lebih pekat ini.

Hal menarik lainnya dari lalat, hewan ini dapat mencicipi makanan tanpa menggunakan mulutnya. Begitu mendarat di makanan, lalat dapat menggunakan reseptor di kakinya untuk memutuskan apakah makanan ini adalah sesuatu yang bergizi. Kamu mungkin pernah memperhatikan seekor lalat menggosok-gosokkan kakinya, seperti pelanggan yang lapar bersiap-siap untuk melahap makanan. Ini disebut kegiatan perawatan karena pada dasarnya lalat sering membersihkan dirinya sendiri. Selain itu, juga untuk membersihkan sensor rasa pada rambut halus di kakinya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apa yang ada dalam makanan yang ditumpanginya.

Pertanyaan pentingnya, apakah makanan kita yang telah dihinggapi lalat tidak lagi layak untuk kita makan? Faktanya, satu ekor lalat bisa membawa sekitar lebih dari 300 jenis virus, bakteri, dan parasit yang dapat membahayakan kesehatan. Lalat sering duduk di benda-benda kotor yang penuh dengan mikroba, seperti tempat sampah atau makanan yang membusuk. Kuman dapat menumpang pada kaki lalat. Jika lalat tetap tinggal cukup lama pada makanan, kuman tersebut dapat naik ke makanan. Hal ini jauh lebih berbahaya daripada air liur lalat karena beberapa mikroba yang menumpang pada lalat dapat menyebabkan penyakit, seperti kolera dan tipus. Namun demikian, jika lalat tidak terlalu lama hinggap pada makanan, kemungkinan perpindahan mikroba rendah, dan makanan mungkin baik-baik saja. Namun, kamu harus waspada apalagi jika kamu hidup di kota. Berdasarkan hasil penelitian, lalat di perkotaan lebih banyak mengangkut bakteri dibanding lalat yang hidup di alam bebas. Lalat menjadi angkutan udara bagi bakteri karena mereka sering menumpang pada sayap dan kaki lalat.

Lalu mengapa lalat sering hinggap pada sampah, feses, atau kotoran? Sesuatu yang menjijikkan itu justru menjadi salah satu sumber makanannya. Oleh sebab itulah, secara alamiah lalat sering menghinggapinya. Lalat menganggap feses atau kotoran itu lezat. Patogen mamalia yang ada pada feses tidak akan menginfeksi invertebrata, seperti lalat. Jadi, feses manusia tidak menimbulkan risiko bagi lalat. Sebaliknya, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh lalat dari feses tersebut.

Feses sangat bermanfat bagi lalat. Feses merupakan sumber nutrisi bagi lalat. Feses manusia terdiri atas bakteri, protein, lemak, karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mineral, dan nutrisi lain dalam jumlah kecil. Singkatnya, kotoran adalah makanan padat nutrisi untuk lalat. Alasan berikutnya adalah karena mereka suka bertelur di tempat yang kaya nutrisi namun tidak higienis itu. Lalat menyukai kehangatan dan kelembapan feses. Sampah basah, bangkai, kotoran, atau benda apa saja yang lembap, organik, dan kaya nutrisi, menjadi tempat bagi lalat untuk bertelur. Lalat melakukannya sekaligus untuk menyediakan makanan untuk larva atau belatung muda mereka setelah menetas. Dengan makanan bergizi di sekitar mereka, serangga muda ini dapat tumbuh menjadi lalat dewasa yang berfungsi penuh dengan mudah. Itulah beberapa fenomena menarik dari seekor lalat.

 

Sumber:

Gloria Setyvani Putri. 2020. "Serba-serbi Hewan: Kenapa Lalat Susah Ditangkap?" tersaji dalam  https://www.kompas.com/sains/read/2020/12/07/080300523/serba-serbi-hewan--kenapa-lalat-susah-ditangkap-?page=all.

Utomo Priyambodo. 2021. “Apa yang Sebenarnya Lalat Lakukan Saat Hinggap di Makanan Kita?” tersaji dalam https://nationalgeographic.grid.id/read/132983716/apa-yang-sebenarnya-lalat-lakukan-saat-hinggap-di-makanan-kita?page=all

Utomo Priyambodo. 2022. “Dunia Hewan: Mengapa Lalat Suka Makan Tahi, tapi Tidak Sakit?” tersaji dalam https://nationalgeographic.grid.id/read/133518796/dunia-hewan-mengapa-lalat-suka-makan-tahi-tapi-tidak-sakit?page=all

Pada paragraf kelima wacana I, dijelaskan fakta tentang kelayakan makanan yang telah dihinggapi seekor lalat. Menurut pendapatmu, pernyataan yang mendukung fakta tersebut adalah ....

a)

Lalat tidak memiliki kemampuan untuk menyebarkan penyakit melalui makanan.

b)

Lalat hanya membawa satu jenis virus yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

c)

Lalat tidak pernah membawa virus atau bakteri yang membahayakan kesehatan.

d)

Lalat bisa membawa lebih dari 300 jenis virus, bakteri, dan parasit yang dapat membahayakan kesehatan.

e)

Lalat tidak memiliki hubungan dengan penyebaran penyakit pada manusia.