NEW
Font size
WorksheetsUH Bahasa Indonesia
Total questions: 20
Worksheet time: 1hrs 5mins
Puisi lama adalah...
Karya sastra yang lahir dalam masyarakat lama
Karya sastra yang lahir dalam masyarakat baru
Karya sastra yang lahir dalam masyarakat desa
Karya sastra yang lahir dalam masyarakat kota
Berikut merupakan salah satu ciri-ciri puisi lama, yaitu..
Terikat oleh kebiasaan dan adat masyarakat
Bersifat fakta
Memiliki kelebihan dan kekurangan
Terdapat kepala surat
Pengertian pantun adalah ...
Seni tulis
Ungkapan perasaan
Puisi lama yang terdiri dari empat baris dimana baris satu dua sebagai sampiran dan tiga empat sebagai isi
Karangan fiksi buatan manusia
Pantun memiliki baris berjumlahh …
3
5
4
6
Baris pertama dan kedua dalam pantun dinamakan…
Sampiran
Isi
Syair
Sajak
Pantun memiliki sajak ...
b – a – a – b
a – b – a – b
a – a – b – b
a – b – b – a
Perhatian pantun berikut ini!
Kalau piknik di tepi pantai
Pulanglah sebelum hari senja
.....................
.....................
Isi untuk melengkapi pantun di atas adalah ...
Kalau adik ingin pandai
Belajarlah sambil berdoa
Berkawanlah jangan bertengkar
Agar kita banyak uangnya
Mari kawan hidup santai
Hidup kita pasti kan senang
Kalau kamu ingin pandai
Jangan lupa belajar
Jumlah suku kata tiap baris pada pantun adalah ...
10 - 12
8 - 10
6 - 10
8 - 12
Cari makan ke arah dapur
Ada nasi tinggal sedikit
Pola makan harus diatur
Agar tubuh tidak mudah sakit
Amanat dari pantun di atas adalah …
Makan nasi dapat menghilangkan lapar walau sedikit
Mengatur pola makan itu penting agar tubuh tidak mudah sakit
Makan nasi bisa mencegah sakit
Agar tubuh tidak mudah sakit maka pola makan harus dengan nasi
Baris ketiga dan keempat dalam pantun adalah
Sampiran
Isi
Penutup
Pembuka
Cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia, disebut...
Fabel
Teks prosedur
Mitos
Legenda
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Fabel termasuk cerita jenis ....
fiksi
nonfiksi
alkitab
biografi
Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu
Judul - Komplikasi - Klimaks - Penyelesaian dan Amanat - Perkenalan
Perkenalan - Judul - Komplikasi - Klimaks - Penyelesaian dan Amanat
Judul - Perkenalan - Komplikasi - Klimaks - Penyelesaian dan Amanat
Judul - Klimaks - Penyelesaian dan Amanat - Perkenalan - Komplikasi
Pada suatu ketika, selama bertahun-tahun, hujan tidak kunjung turun. Sungai mengering. Udara sangat panas. Orang-orang tidak dapat bercocok tanam karena tak ada air. Pepohonan menjadai kering. Binatang ternak mati karena kelaparan dan kehausan. Kelaparan yang paling dahsyat itu membuat oranag sampai harus memakan anjing dan kucing. Tidak sedikit dari mereka yang mati kelapran dan kehausan.
Cuplikan dongeng tersebut lebih banyak mengungkapkan unsur ....
Tema
Latar
Penokohan
Alur
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Perkenalan
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Jenis fabel yang memiliki semua unsur fabel tetapi memiliki tema yang lebih rumit dan khusus disebut jenis fabel
Hiburan
Modern
Tradisional
Fiksi Ilmiah
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok.
Makna kata tabiat pada kutipan fabel tersebut adalah
Tingkah laku
Cara makan
Cara berjalan
Cara berbusana
