wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Supervisi Pendidikan Islam

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan supervisi pendidikan Islam?

a)

Supervisi pendidikan Islam adalah kegiatan bimbingan tanpa pengawasan.

b)

Supervisi pendidikan Islam adalah kegiatan pengawasan tanpa bimbingan.

c)

Supervisi pendidikan Islam adalah kegiatan pengawasan dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam..

d)

Supervisi pendidikan Islam adalah kegiatan yang tidak berhubungan dengan meningkatkan kualitas pendidikan Islam.

2.

Apa tujuan dari supervisi pendidikan Islam?

a)

Mengabaikan prinsip-prinsip Islam dalam pembelajaran

b)

Memastikan proses pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, meningkatkan kualitas pendidikan Islam, memberikan bimbingan dan dukungan kepada pendidik.

c)

Mengurangi kualitas pendidikan Islam

d)

Tidak memberikan bimbingan kepada pendidik

3.

Sebutkan metode-metode supervisi pendidikan Islam yang biasa digunakan!

a)

Metode penilaian

b)

Metode inspeksi, metode supervisi klinis, metode supervisi kelompok, metode supervisi mandiri.

c)

Metode observasi

d)

Metode penelitian

e)

Metode evaluasi

4.

Apa peran supervisor dalam pendidikan Islam?

a)

Pengawas dan pembimbing dalam proses pembelajaran siswa.

b)

Pembuat kurikulum dan materi pelajaran

c)

Pengajar dan penilai kinerja guru

d)

Petugas administrasi sekolah

5.

Apa saja tantangan yang sering dihadapi dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam?

a)

Kurangnya dukungan dari pemerintah

b)

Ketidakmampuan supervisor dalam memberikan umpan balik yang konstruktif

c)

Kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip supervisi, resistensi dari pihak yang disupervisi, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya keterampilan komunikasi antara supervisor dan yang disupervisi.

d)

Kurangnya minat dari pihak yang disupervisi

6.

Bagaimana supervisi pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas pendidikan?

a)

Dengan memastikan implementasi kurikulum yang sesuai, memberikan bimbingan kepada guru dalam pengembangan metode pengajaran yang efektif, serta memantau dan mengevaluasi proses pembelajaran secara berkala.

b)

Mengabaikan kebutuhan guru dan siswa

c)

Tidak memberikan bimbingan kepada guru

d)

Tidak melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran

7.

Mengapa penting untuk melibatkan supervisor dalam pendidikan Islam?

a)

Supervisor involvement provides guidance, mentorship, and oversight..

b)

Supervisor involvement hinders personal growth and development.

c)

Supervisor involvement leads to conflicts and misunderstandings.

d)

Supervisor involvement is unnecessary and irrelevant.

8.

Apa yang menjadi fokus utama dalam supervisi pendidikan Islam?

a)

Meningkatkan kualitas pendidikan Islam

b)

Meningkatkan kualitas pendidikan umum

c)

Mengubah kurikulum sekolah

d)

Mengurangi jumlah siswa dalam kelas

9.

Bagaimana cara mengevaluasi efektivitas supervisi pendidikan Islam?

a)

Mengevaluasi efektivitas supervisi pendidikan Islam melalui langkah-langkah yang terstruktur dan terukur.

b)

Mengevaluasi efektivitas supervisi pendidikan Islam hanya berdasarkan asumsi tanpa data yang valid.

c)

Mengevaluasi efektivitas supervisi pendidikan Islam tanpa memperhatikan hasilnya.

d)

Mengevaluasi efektivitas supervisi pendidikan Islam dengan cara acak dan tidak terstruktur.

10.

Apakah supervisi pendidikan Islam hanya dilakukan oleh satu orang supervisor?

a)

Tidak.

b)

Tergantung

c)

Ya

d)

Mungkin

11.

Apa yang harus dilakukan jika terdapat ketidaksesuaian antara supervisor dan guru dalam supervisi pendidikan Islam?

a)

Adakan pertemuan untuk berdiskusi, mendengarkan pandangan masing-masing pihak, mencari titik temu, dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.

b)

Memilih untuk tidak berkomunikasi dan membiarkan konflik berlarut-larut

c)

Mengabaikan perbedaan dan melanjutkan supervisi tanpa penyelesaian

d)

Menyalahkan pihak lain tanpa mencari solusi bersama

12.

Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam?

a)

Menyalahkan orang lain atas hambatan

b)

Menyembunyikan hambatan

c)

Tidak melakukan evaluasi hasil supervisi

d)

Identifikasi hambatan, penyusunan rencana tindak lanjut, pelaksanaan supervisi secara berkala, evaluasi hasil supervisi, dan pembahasan bersama untuk mencari solusi.

13.

Apakah supervisi pendidikan Islam hanya berfokus pada aspek akademis?

a)

Tergantung situasi

b)

Ya

c)

Hanya pada aspek spiritual

d)

Tidak

14.

Bagaimana hubungan antara supervisi pendidikan Islam dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik?

a)

Supervisi pendidikan Islam tidak berpengaruh terhadap kualitas tenaga pendidik

b)

Supervisi pendidikan Islam berperan dalam memberikan arahan, bimbingan, dan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik, sehingga dapat meningkatkan kualitas mereka.

c)

Peningkatan kualitas tenaga pendidik tidak memerlukan supervisi pendidikan Islam

d)

Supervisi pendidikan Islam hanya membuat tenaga pendidik merasa tertekan dan tidak berkembang

15.

Apakah supervisi pendidikan Islam dapat dilakukan secara online?

a)

Tidak, supervisi pendidikan Islam hanya bisa dilakukan secara tatap muka.

b)

Ya, supervisi pendidikan Islam dapat dilakukan secara online..

c)

Supervisi pendidikan Islam tidak perlu dilakukan sama sekali.

d)

Supervisi pendidikan Islam hanya bisa dilakukan melalui telepon.

16.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan supervisi pendidikan Islam?

a)

Menggunakan indikator keberhasilan yang ambigu

b)

Menetapkan indikator keberhasilan yang jelas dan terukur, serta melakukan evaluasi secara berkala dan komprehensif.

c)

Mengandalkan asumsi tanpa data yang valid

d)

Tidak melakukan evaluasi sama sekali

17.

Apakah supervisi pendidikan Islam berbeda dengan supervisi pendidikan umum?

a)

Ya, supervisi pendidikan Islam berbeda dengan supervisi pendidikan umum..

b)

Supervisi pendidikan Islam lebih buruk daripada supervisi pendidikan umum.

c)

Supervisi pendidikan Islam tidak relevan dengan supervisi pendidikan umum.

d)

Tidak, supervisi pendidikan Islam sama dengan supervisi pendidikan umum.

18.

Apakah supervisi pendidikan Islam hanya berlaku untuk sekolah-sekolah Islam?

a)

Tidak, supervisi pendidikan Islam dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan Islam.

b)

Supervisi pendidikan Islam tidak diperlukan di lembaga pendidikan.

c)

Supervisi pendidikan Islam hanya berlaku untuk pendidikan formal.

d)

Ya, supervisi pendidikan Islam hanya berlaku untuk sekolah-sekolah Islam.

19.

Bagaimana cara memotivasi guru untuk menerima supervisi pendidikan Islam?

a)

Memberikan hadiah kepada guru yang tidak menerima supervisi

b)

Motivasi guru dengan memberikan insentif, pelatihan, dukungan, melibatkan guru dalam perencanaan, dan memberikan umpan balik konstruktif.

c)

Mengancam guru yang menolak supervisi

d)

Mengabaikan guru yang tidak mau menerima supervisi

20.

Apakah supervisi pendidikan Islam dapat membantu meningkatkan kualitas kurikulum?

a)

Ya, supervisi pendidikan Islam dapat membantu meningkatkan kualitas kurikulum.

b)

Supervisi pendidikan Islam tidak relevan dengan peningkatan kualitas kurikulum.

c)

Tidak, supervisi pendidikan Islam tidak berpengaruh terhadap kualitas kurikulum.

d)

Supervisi pendidikan Islam hanya akan mempersulit proses pengembangan kurikulum.

21.

Setiap kegiatan supervisi haru selalu berpedoman pada?

a)

Undang-Undang

b)

Pancasila

c)

Pemerintah

d)

Kepala sekolah

22.

Dalam supervisi pendidikan terdapat prinsip praktis terbagi menjadi 2 yaitu?

a)

Prinsip baik dan buruk

b)

Prinsip positif dan negatif

c)

Prinsip kolaboratif dan invatif

d)

Prinsip aktif dan fasif

23.

Bagaimana yang dimaksud dengan prinsip supervisi yang positif?

a)

Supervisi harus kreatif dan konstruktif supervisi diharapkan dapat mendorong inisiatif guru dan mendorong mereka untuk aktif mengembangkan bakat atau keterampilannya

b)

Supervisor harus mampu mengembangkan keterampilan kepemimpinan hakikat bimbingan adalah membina, jadi tujuannya adalah menggunakan pembinaan untuk mengembangkan keterampilan dan bakat seseorang, bukan untuk terus-menerus mengoreksi kelemahan guru.

c)

Supervisi harus didasarkan pada profesional bukan pada hubungan pribadisupervisor dan guru harus menghormati status profesional masing-masing.Mereka harus bekerja sama atas dasar kesetaraan, bukan atas dasar persahabatan pribadi.

d)

Benar semua

24.

Supervisi harus kreatif dan konstruktif supervisi diharapkan dapat mendorong inisiatif guru dan mendorong mereka untuk aktif mengembangkan bakat atau keterampilannya, berikut prinsip supervisi yang bagaimana?

a)

Prinsif negatif

b)

Prinsif positif

c)

Prinsif kereatif

25.

Supervisor hendaknya tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil dalam gaya mengajar Guru, Berikut di atas termasuk prinsif supervisi yang bagaimana?

a)

PPrinsif negatif

b)

Prinsif positif

c)

Perinsif umum

d)

Prinsif keretif

26.

Darimanakah pengawasan itu bermulanya?

a)

Orang lain, menerima koreksi dari orang lain tentang kesalahan diri.

b)

Orang tua, mendidik anak dan memberi arahan kepadanya.

c)

Teman-teman yang menunjukkan rasa simpati dan upaya mengingatkan.

d)

Dari diri sendiri, melihat kesalahan sendiri, dan berupaya untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan ke hati-hatian..

27.

Sikap supervisi yang cenderung korektif dalam supervisi pendidikan bertujuan untuk?

a)

Mengurangi jumlah guru

b)

Menutup sekolah

c)

Memberikan hadiah kepada guru

d)

Meningkatkan kualitas pendidikan

28.

Apa yang dimaksud dengan sikap supervisor yang preventif dalam supervisi pendidikan?

a)

Memberikan hadiah guru

b)

Menghukum guru

c)

Mencegah masalah sebelum terjadi..

d)

Mengabaikan guru

29.

Perilaku supervisor yang direktif dalam proses supervisi pendidikan cenderung?

a)

Memberikan instruksi yang jelas dan mengendalikan aktivitas guru..

b)

memberikan Kebebasan penuh kepada guru

c)

Tidak peduli dengan guru

d)

Tidak memberikan umpan balik

30.

Perilaku supervisor yang kolaboratif dalam proses supervisi pendidikan menekankan?

a)

Pengendalian penuh atas atas guru.

b)

Kerjasama ,dialog dan partisipasi aktif..

c)

Pemberian instruksi yang ketat.

d)

Tidak melibatkan guru.

31.

Perilaku supervisor yang non directice dalam proses supervisi pendidikan memberikan?

a)

Tidak memberikan umpan balik.

b)

Pengawasan yang ketat.

c)

Instruksi yang jelas dan ketat.

d)

Kebebasan dan otonomi kepada guru..

32.

Apa yang dimaksud dengan sikap supervisor yang korektif dalam supervisi pendidikan?

a)

Memberikan umpan balik yang konstruktif..

b)

Memberikan hadiah kepada guru.

c)

Mencegah masalah sebelum terjadi.

d)

Menghukum guru.

33.

Apa yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian dan praktik pendidikan?

a)

Peran murid dalam proses supervisi pendidikan.

b)

Peran pemerintah dalam dalam proses pendidikan.

c)

Peran supervisor dalam proses supervisi pendidikan..

d)

Peran orang tua dalam proses supervisi pendidikan.

34.

Apa peran supervisor pendidikan dalam pengembangan pendidikan?

a)

Menjadi guru pengajar.

b)

Mengelola keuangan sekolah.

c)

Mendukung pengembangan pendidikan yang efektif..

d)

Menyusun kurikulum sekolah.

35.

Mengapa pengetahuan tentang proses kerja sangat diperlukan bagi seorang supervisor?

a)

Supervisor tidak perlu memahami proses kerja karena tugasnya hanya mengawasi tim.

b)

Supervisor perlu memahami memahami proses kerja agar dapat memberikan bimbingan yang efektif kepada tim dan mengidentifikasi masalah potensial..

c)

Supervisor seharusnya fokus pada tugas fokus pada tugas administratif daripada memahami proses kerja.

d)

Pengetahuan tentang proses kerja tidak proses kerja tidak berpengaruh kinerja seorang supervisor.

36.

Bagaimana cara seorang supervisor memberikan umpan balik yang efektif kepada timnya?

a)

Memberikan umpan balik secara acak tanpa persiapan.

b)

Memberikan umpan secara terbuka di depan seluruh tim.

c)

Memberikan umpan balik secara kasar dan tidak sopan.

d)

Dengan memberikan umpan balik umpan balik secara, jelas, fokus pada perilaku yang dapat diperbaiki, bersifat konstruktif dan diberikan secara pribadi..

37.

Mengapa kemampuan mengelola konflik merupakan hal penting bagi seorang supervisor?

a)

Konflik tidak perlu diatasi, biarkan tim menyelesaikan sendiri.

b)

Supervisor perlu mengelola konflik agar dapat mempertahankan produktivitas tim dan hubungan kerja yang baik..

c)

Mengelola konflik hanya hanya akan membuat supervisor menjadi tidak disukai oleh tim.

d)

Supervisor tidak mengelola mengelola konflik itu bukan tanggung jawabnya.

38.

Apa yang dapat dilakukan supervisor untuk mencegah konflik antar anggota tim?

a)

Mengadakan pertemuan reguler, memfasilitasi komunikasi terbuka, menetapkan aturan yang jelas, dan mempromosikan kerjasama diantara anggota..

b)

Membiarkan anggota tim menyelesaikan konflik sendiri tanpa campur tangan.

c)

Memberikan hadiah kepada anggota tim yang paling produktif

d)

Mengabaikan konflik yang yang terjadi di antara anggota tim.

39.

Kenapa seorang supervisor harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang tugas dan tanggung jawab anggota tim?

a)

Supervisor yang memiliki pengetahuan yang dangkal lebih efektif dalam memberikan arahan.

b)

Supervisor harus memiliki pengetahuan yang mendalam agar dapat memberikan bimbingan, arahan, dan evaluasi yang efektif kepada anggota tim..

c)

Pengetahuan yang mendalam tidak diperlukan untuk memberikan bimbingan.

d)

Supervisor tidak perlu memiliki pengetahuan yang mendalam.

40.

Bagaimana seorang supervisor dapat memastikan bahwa komunikasi di antara anggota tim berjalan lancar?

a)

Dengan memberikan umpan balik tidak jelas.

b)

Dengan mengurangi jumlah pertemuan.

c)

Dengan mengadakan pertemuan reguler, memfasilitasi komunikasi terbuka, memberikan umpan balik secara teratur dan anggota merasa di dengar..

d)

Dengan mengabaikan perasaan anggota.

41.

Apa yang menjadi pondasi utama dalam pembangunan masyarakat yang berkualitas?

a)

Pendidikan

b)

Ekonomi

c)

Budaya

d)

Teknologi

42.

Apa yang menjadi tujuan utama supervisi inovatif dalam profesionalisme guru?

a)

Menghukum guru

b)

Mengurangi peran guru

c)

Menilai kinerja guru

d)

Meningkatkan kualitas pengajaran.

43.

Apa yang menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan?

a)

Kolaborasi guru dan pengawas.

b)

Otoriter dalam pengawasan

c)

Kurangnya sumber daya

d)

Supervisi konvensional

44.

Apa yang menjadi manfaat dari integrasi teknologi dalam supervisi pendidikan?

a)

Menyulitkan komunikasi antara guru dan pengawas.

b)

Menghambat pengembangan profesional guru.

c)

Meningkatkan efisiensi proses pengawasan..

d)

Mengurangi akses guru terhadap sumber daya.

45.

Apa yang menjadi salah satu cara mengintegrasikan teknologi dalam supervisi pendidikan?

a)

Menggunakan teknologi video untuk merekam kegiatan guru..

b)

Mengurangi akses guru terhadap sumber daya

c)

Menghambat komunikasi guru dan pengawas.

46.

Apa yang menjadi saran untuk meningkatkan efektivitas proses pengawasan?

a)

Mendorong penggunaan teknologi dalam supervisi pendidikan..

b)

Mengurangi kolaborasi antara guru dan pengawas.

c)

Menghukum guru yang tidak mematuhi aturan.

d)

Mengabaikan penggunaan teknologi.

47.

Apa yang menjadi tujuan utama pengembangan model-model supervisi inovatif?

a)

Mengurangi akses guru terhadap sumber daya.

b)

Mengurangi kualitas pengajaran.

c)

Menghukum guruguru.

d)

Meningkatkan profesional guru..

48.

Observasi kelas secara sederhana bisa diartikan......dan memperhatikan secara teliti terhadap gejala yang nampak.

a)

Melihat

b)

Mendengar

c)

Melakukan

d)

Mewawancara

49.

Metode dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas pendidikan guna ........tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri.

a)

Menampilkan

b)

Merumuskan

c)

Menambahkan

d)

Mengoreksi

50.

supervisi manajerial adalah usaha pemberian bantuan yang diberikan oleh supervisor kepada pendidik dan..................dalam rangka pembmaan, penilaian dan bimbingan mulai dari rencana program, proses, sampai dengan evaluasi, hasil dan laporan kegiatan.

a)

Tenaga kerja

b)

Tenaga administrasi

c)

Tata usaha

d)

Tenaga kependidikan