WorksheetsPAS KELAS 8 B.INDONESIA SEMESTER 2
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
Santai
Seram
Haru
Tegang
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
tempat
waktu
suasana
tempa, waktu, suasana
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pembual
pemarah
sombong
pemberani
Peristiwa mulai terjadinya permasalahan antartokoh sampai pada puncaknya disebut bagian....dalam alur drama.
komplikasi
klimaks
resolusi
amanat
Kapan saudara membeli mobil itu ?
Kata saudara dalam kalimat tersebut menunjukkan
kata sapaan
kata ganti
kata benda
kata turunan
Ayah : Bagaimana mungkin aku bisa istirahat, kalau setiap aku pulang kerja kalian selalu bermain dan bermain terus di dalam rumah! Rumah kotor berantakan membuat kepala jadi pusing!
Ibu : Biarlah, Yah dari pada mereka main di rumah tetangga.
Ayah : Kamu juga tidak bisa memimpin anak-anak!(sambil melepas tas kerjannya)
Nenek : Ada apa? Baru pulang sudah ribut!
Bukti ayah berwatak keras terlihat pada dialog....
nenek dan ibu
ayah dan ibu
ayah dan nenek
ayah, ibu, dan nenek
Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.
Anak : Cita-cita yang mana, Bu?
Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?
Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?
Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan kelaparan …”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui ….
Ciri-ciri fisik tokoh
Lingkungan sekitar tokoh
Perbincangan tokoh lain
reaksi tokoh-tokoh lain
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
menjengkelkan
mengelisahkan
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Karakter/watak tokoh dalam cerita disebut ....
tokoh
penokohan
tema
latar
Cara penulis/pengerang menempatkan dirinya di dalam cerita disebut ....
alur
tema
sudut pandang
gaya bahasa
Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui cerita disebut ....
petuah
amanat
sudut pandang
gaya bahasa
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "Dino" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut pandang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami. Sudut pandang yang digunakan yang digunakan pada cerpen di atas adalah ....
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga serba tahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Setelah sarapan dengan pakaian sebagus-bagusnya, saya pergi sembahyang hari raya ke masjid Sultan. Waktu itu, saya masih muda, jadi rupa saya belum seburuk sekarang. Tidak banyak tetapi ada juga tampang raja-raja. Saya dapati orang-orang sudah banyak di sana dengan pakaiannya yang bagus-bagus dan bau-bauan yang semerbak.
Latar dari penggalan cerpen di atas adalah ....
pagi
siang
sore
malam
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....
Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!
Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!
Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!
Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!
Tiba-tiba aku muak. Aku ingin muntah. Aku merasa jijik melihatnya. Aku benci perasaan yang tak pernah timbul kini begitu tajamnya mencekam hatiku. Dan aku memegang kasar tangannya yang meraba bahuku. Niat hendak mengenyahkannya. Tapi dia memegang lenganku kuat-kuat. Aku harus lepas! Aku mau melepaskan diriku. Dan aku menolehkan mukaku menghindari ciumannya.
Darahku tersirap. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan di atas adalah ....
Orang yang keras kepala dan sombong.
Orang yang berusaha melawan kekuatan laki-laki.
Orang yang berusaha menjaga harga dirinya.
Orang yang ingin menunjukkan kemampuan membela diri
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun larik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
Prosa
Karya sastra
Puisi
Cerita pendek
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Politik
Pahlawan
Keagamaan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
gadis yang selalu tersenyum
seorang gadis pengemis
Pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya disebut ...
Imaji
Tema
Tipografi
Diksi
Dibawah ini yang termasuk unsur-unsur Intrinsik, kecuali .....
Diksi
Unsur Biografi
Unsur fisik
Unsur bathin
unsur puisi yang berupa pesan di dalam sebuah puisi disebut.....
Amanat
Tema
Diksi
Kata konkret
Unsur-unsur ekstrinsik dalam puisi diantaranya......
Unsur bathin
Unsur fisik
Unsur nilai
Tipografi
Sempit lautan tuduh
Tempat ku mandi,
mencuci lumut pada diri
Tempat ku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian
kemudian ditanya tentang pahlawan
Nama ku yang ku sebut paling dahulu
Lantaran ku tahu Engkau ibu dan aku anak mu.
Isi puisi di atas menggambarkan sebuah perasaan yakni…
Kesedihan seorang anak karena ketiadaan ibunya
Kegelisahan hati seorang anak atas kehadiran ibunya
Perasaan rindu seorang anak pada ibunya
Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya sendiri
Bacalah puisi di bawah ini!
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Guruku...
Tanpamu apa jadinya aku
Aku dapat membaca, menulis,
Dan mendapat segala pengetahuan darimu
Dari dulu hingga sekarang
Engkaulah yang mengajariku
Aku membuatmu marah
Engkau memaafkanku
Aku berterimakasih padamu
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Jasamu akan kukenang
Sampai akhir hayat nanti
Makna dari puisi di atas adalah...
Guru mengajarkan kesabaran
Guru mengajarkan pengetahuan
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bagi muridnya
Pahlawan Indonesia adalah guru
Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah...
Irama
Ekspresi
Pelafalan
Intonasi
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar biasa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....
A. tetap berjuang tanpa kenal putus asa
B. berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
C. pasrah pada keadaan yang menyulitkan
D. hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang senantiasa bertambang
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestapa
Seorang tiada hingganya
Tema puisi tersebut adalah …
Perang menimbulkan hutang
Perang menumbuhkan dendam
Kedamaian tumbuh setelah perang
Perang mengakibatkan kesengsaraan
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
Bacalah puisi berikut!
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas....
Metafora
Litotes
Personifikasi
Eufemisme
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
1). Kutulis surat ini
2). Kala hujan gerimis
3). Dan angin bertiup
4). Mengelus daun cemara
Larik yang bermajas pada puisi tersebut terdapat pada nomor . . . .
1
2
3
4
Hal yang menonjol dalam sebuah teks puisi yaitu....
keindahan kata-kata
keabsurdan kata-kata
perasaan dan pikiran
ketepatan kata yang digunakan
bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya merupakan ciri bahasa.....
kata berlambang
majas
kata konotasi
irama
alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang pada teks puisi termasuk pada ciri bahasa....
kata berlambang
kata konotasi
irama
majas
Meski kini
Mampu aku berdiri, berjalan sendiri
Tetapi aku anakmu, butuh kasihmu
Ibu...
Pernyataan yang merupakan isi puisi tersebut adalah...
Sesukses apapun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang ibu.
Meskipun bisa berdiri dan berjalan, seorang anak tetap membutuhkan ibunya.
Kasih sayang ibu mampu membuat anaknya berdiri dan berjalan.
Seorang ibu tetap membutuhkan kasih sayang dari anaknya.
"Pria itu segera cuci tangan dalam kasus ini" frasa yang bermakna konotasi dalam kutipan tersebut adalah..
pria itu
cuci tangan
dalam kasus
kasus ini
"ibu kota dan ibu jari" termasuk jenis kata dengan makna....
konotasi
denotasi
berlambang
bersimbol
- Bagian unsur yang merupakan kata/susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi seperti penglihatan, pendengaran, perasaan adalah...
Tema
imaji/citraan
amanat
tipografi
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
Penglihatan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Samudera
Diri manusia adalah samudera
dalam dan luas
malaikat dan setan membunyikan
genderang perang
berkejaran di atas ombak-ombak
terpental ke pantai lantas
menggapai langit
dengan jemari dan kuku-kukunya
satu kalah
satu menang
(Tengsoe Tjahjono)
Kata yang memiliki makna kiasan dalam puisi di atas adalah ....
samudera
manusia
kalah
langit
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Buka matamu dan bangunlah
Dahului matahari dan sinarnya
Bangun dan basuh mukamu dengan wudu
Uraian sajadahmu
Jika tidak, kelak azan kan menamparmu
Karena telinga tulimu
Majas personifikasi terdapat pada baris ....
baris 6
baris 5
baris 4
baris 3
