WorksheetsSoal Sumatif Perdagangan Internasional
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Name
Class
Date
1.
1. Indonesia mengimpor beras dari Thailand meskipun merupakan negara penghasil beras. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras secara nasional. Berdasarkan kasus di atas, apa yang menjadi faktor utama yang mendorong Indonesia untuk mengimpor beras dari Thailand?
a)
a. Perbedaan penguasaan teknologi
b)
b. Penghematan biaya produksi
c)
c. Pemenuhan kebutuhan nasional
d)
d. Perbedaan sumber daya alam
2.
2. Sebuah perusahaan teknologi di Indonesia memutuskan untuk menjual produk elektroniknya ke luar negeri dengan menggunakan Letter of Credit (L/C) sebagai metode pembayaran. Mengapa perusahaan tersebut memilih menggunakan Letter of Credit dalam transaksi perdagangan internasional?
a)
a. Untuk mendapatkan harga barang lebih murah
b)
b. Untuk menjamin pembayaran dari importir
c)
c. Untuk menghindari risiko perubahan nilai mata uang
d)
d. Untuk mempermudah proses pengiriman barang
3.
3. Sebuah negara mengalami kesulitan dalam menjual produknya ke negara lain karena adanya kebijakan tarif yang tinggi. Apa dampak dari kebijakan tarif tinggi terhadap perdagangan internasional bagi negara yang menerapkan kebijakan tersebut?
a)
a. Meningkatkan kuota impor barang
b)
b. Menurunkan devisa negara
c)
c. Melindungi produk dalam negeri
d)
d. Mempermudah proses ekspor
4.
4. Amerika Serikat membatasi kuota tekstil dari Indonesia untuk melindungi produsen tekstil dalam negeri mereka. Apa alasan utama Amerika Serikat menerapkan kebijakan kuota dalam perdagangan internasional?
a)
a. Untuk meningkatkan hubungan diplomatik
b)
b. Untuk menurunkan harga barang impor
c)
c. Untuk melindungi produsen lokal
d)
d. Untuk mengurangi jumlah eksportir
5.
5. Jepang memiliki keunggulan dalam teknologi dan menjual produk elektronik yang canggih ke berbagai negara termasuk Indonesia. Mengapa Jepang memiliki keunggulan dalam menjual produk elektronik ke negara lain?
a)
a. Karena memiliki sumber daya alam yang melimpah
b)
b. Karena mampu memproduksi barang yang tidak bisa diproduksi negara lain
c)
c. Karena lebih menghemat biaya produksi
d)
d. Karena memiliki kebijakan proteksi yang ketat
6.
6. Perusahaan tekstil di Indonesia mengalami penurunan penjualan karena masuknya kain impor dari China dengan harga lebih murah. Analisis langkah yang bisa diambil oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi industri tekstil dalam negeri dari produk impor yang lebih murah.
a)
a. Menurunkan bea masuk untuk produk tekstil
b)
b. Menerapkan kebijakan dumping
c)
c. Menerapkan proteksi melalui tarif tinggi
d)
d. Menambah kuota impor tekstil
7.
7. Seorang eksportir di Indonesia mengalami kesulitan dalam menjual produk kayu lapis ke luar negeri karena adanya perbedaan mata uang. Bagaimana eksportir dapat mengatasi hambatan perdagangan internasional akibat perbedaan mata uang?
a)
a. Menggunakan barter sebagai metode pembayaran
b)
b. Menetapkan pembayaran dalam mata uang domestik
c)
c. Menggunakan mata uang asing yang stabil
d)
d. Menurunkan harga produk ekspor
8.
8. Perusahaan di Indonesia memproduksi karet yang kemudian diekspor ke negara lain. Ekspor ini dilakukan untuk meningkatkan devisa negara. Mengapa ekspor karet penting bagi perekonomian Indonesia?
a)
a. Untuk mengurangi biaya produksi dalam negeri
b)
b. Untuk meningkatkan pendapatan negara melalui devisa
c)
c. Untuk memenuhi kebutuhan nasional
d)
d. Untuk meningkatkan teknologi produksi
9.
9. Perusahaan mobil di Indonesia membeli komponen mesin dari Jepang karena biayanya lebih murah daripada memproduksi sendiri. Mengapa perusahaan mobil tersebut memilih untuk mengimpor komponen mesin dari Jepang?
a)
a. Untuk menghemat biaya produksi
b)
b. Untuk meningkatkan hubungan diplomatik
c)
c. Untuk memenuhi kebutuhan nasional
d)
d. Untuk melindungi produsen lokal
10.
10. Indonesia berupaya untuk memperluas pasar ekspor produk kelapa sawit ke Eropa namun menghadapi hambatan proteksi dari negara-negara Eropa. Analisis dampak dari proteksi negara-negara Eropa terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia.
a)
a. Meningkatkan volume ekspor
b)
b. Menurunkan pendapatan devisa negara
c)
c. Mempermudah proses ekspor
d)
d. Meningkatkan kuota impor produk lain
100 %
