WorksheetsSumatif Mobil, Kontrol Emisi Gas Buang
Total questions: 21
Worksheet time: 2mins
Name
Class
Date
1.
Nama Lengkap
4 lines
2.
Bagaimana prinsip kerja sistem EGR dalam mengurangi emisi NOx?
a)
(a) Mencampurkan kembali sebagian gas buang ke dalam campuran udara-bahan bakar
b)
(b) Menginjeksikan larutan urea ke dalam gas buang
c)
(c) Membakar partikel jelaga dalam filter khusus
d)
(d) Mengubah gas buang menjadi energi listrik
3.
Komponen manakah dalam sistem kontrol emisi yang berfungsi mengubah gas buang berbahaya menjadi gas yang lebih ramah lingkungan?
a)
(a) Exhaust manifold
b)
(b) Katalis konverter
c)
(c) Sensor oksigen
d)
(d) Filter udara
4.
Jenis sistem kontrol emisi apa yang umum digunakan pada kendaraan bensin modern?
a)
(a) Sistem EGR (Exhaust Gas Recirculation)
b)
(b) Sistem SCR (Selective Catalytic Reduction)
c)
(c) Sistem DPF (Diesel Particulate Filter)
d)
(d) Sistem AdBlue
5.
Berapakah standar emisi Euro yang paling ketat untuk kendaraan ringan bensin di Indonesia?
a)
(a) Euro 2
b)
(b) Euro 3
c)
(c) Euro 4
d)
(d) Euro 5
6.
Apa fungsi utama dari sensor oksigen dalam sistem kontrol emisi?
a)
(a) Mengukur kadar oksigen dalam gas buang
b)
(b) Mengontrol aliran udara ke mesin
c)
(c) Mengatur suhu katalis konverter
d)
(d) Menyalakan lampu indikator malfungsi
7.
Komponen utama dalam sistem kontrol emisi kendaraan ringan yang bertanggung jawab untuk mengukur jumlah oksigen dalam gas buang adalah:
a)
(a) Sensor oksigen
b)
(b) Konverter katalitik
c)
(c) Exhaust Gas Recirculation (EGR) valve
d)
(d) Catalytic converter
8.
Fungsi utama dari konverter katalitik dalam sistem kontrol emisi kendaraan ringan adalah:
a)
(a) Mengurangi emisi gas buang berbahaya
b)
(b) Meningkatkan performa mesin
c)
(c) Menghemat bahan bakar
d)
(d) Semua jawaban benar
9.
Tanda-tanda bahwa sistem kontrol emisi pada kendaraan ringan mengalami masalah adalah:
a)
(a) Lampu indikator mesin menyala
b)
(b) Asap knalpot berwarna hitam atau biru
c)
(b) Penurunan performa mesin
d)
(d) Semua jawaban benar
10.
Penting untuk melakukan pemeriksaan berkala pada sistem kontrol emisi kendaraan ringan untuk:
a)
(a) Menjaga performa mesin
b)
(b) Mengurangi emisi gas buang berbahaya
c)
(c) Menghemat bahan bakar
d)
(d) Semua jawaban benar
11.
Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) dalam kendaraan ringan bekerja dengan cara :
a)
(a) Mengalirkan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar
b)
(b) Membakar gas buang secara langsung
c)
(c) Mengubah gas buang menjadi bahan bakar
d)
(d) Mendinginkan gas buang
12.
Gas buang kendaraan yang dihasilkan dari pembakaran sempurna adalah:
a)
A. Hidrokarbon (HC)
b)
B. Karbon monoksida (CO)
c)
C. Nitrogen oksida (NOx)
d)
D. Karbon dioksida (CO2)
e)
E. Hidro monoksida
13.
Fungsi utama dari catalytic converter pada sistem kontrol emisi adalah:
a)
A. Mengurangi emisi hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO)
b)
B. Meningkatkan emisi nitrogen oksida (NOx)
c)
C. Mempercepat proses pembakaran bahan bakar
d)
D. Memperpanjang umur mesin kendaraan
e)
E. Meningkatkan performa kendaraan
14.
Sensor oksigen (O2 sensor) pada sistem kontrol emisi berfungsi untuk:
a)
A. Mengukur kadar oksigen dalam gas buang
b)
B. Mengatur aliran udara ke dalam mesin
c)
C. Mengontrol waktu pengapian
d)
D. Menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar
e)
E. Mendinginkan mesin kendaraan
15.
Emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan manusia adalah:
a)
A. Karbon dioksida (CO2)
b)
B. Nitrogen oksida (NOx)
c)
C. Karbon monoksida (CO)
d)
D. Asam Sulfat (H2SO4)
e)
E. Uap air (H2O)
16.
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan emisi gas buang NOx pada kendaraan adalah:
a)
A. Penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi
b)
B. Perawatan mesin kendaraan secara berkala
c)
C. Penggunaan catalytic converter yang efisien
d)
D. Suhu pembakaran yang tinggi
e)
E. Penggunaan oli mesin yang tepat
17.
Charcoal canister pada sistem kontrol emisi kendaraan ringan sistem injeksi berfungsi untuk:
a)
A. Menyimpan uap bahan bakar yang menguap dari tangki bahan bakar.
b)
B. Mengubah uap bahan bakar menjadi gas buang yang ramah lingkungan.
c)
C. Menangkap dan menyimpan partikel polutan dari gas buang.
d)
D. Membantu meningkatkan performa mesin kendaraan.
e)
E. Mencegah kebocoran bahan bakar dari tangki bahan bakar.
18.
Di mana charcoal canister biasanya dipasang pada kendaraan ringan sistem injeksi?
a)
A. Di dalam tangki bahan bakar.
b)
B. Di dekat intake manifold mesin.
c)
C. Di dekat exhaust manifold mesin.
d)
D. Di dalam catalytic converter.
e)
E. Di dalam air cleaner.
19.
Apa saja tanda-tanda bahwa charcoal canister pada kendaraan ringan sistem injeksi mungkin bermasalah?
a)
A. Mesin sulit dihidupkan.
b)
B. Performa mesin menurun.
c)
C. Terjadi kebocoran bahan bakar.
d)
D. Tercium bau bahan bakar yang menyengat.
e)
E. Lampu indikator malfungsi (check engine) menyala.
20.
Nilai lambda ideal pada sistem kontrol emisi kendaraan ringan sistem injeksi adalah:
a)
(A) 0.5
b)
(B) 1.0
c)
(C) 1.5
d)
(D) 2.0
e)
(E) 2.5
21.
Bagaimana cara merawat charcoal canister pada kendaraan ringan sistem injeksi?
a)
A. Mengisi ulang canister dengan karbon aktif secara berkala.
b)
B. Membersihkan canister dengan air sabun secara berkala.
c)
C. Memeriksa kondisi canister secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran.
d)
D. Mengganti canister dengan yang baru setiap 50.000 km.
e)
E. Mengganti oli mesin secara berkala.
100 %
