WorksheetsPenyesuaian, penyusutan
Total questions: 56
Worksheet time: 19mins
Tujuan Utama Penaksiran Piutang adalah
Menilai Keuntungan Perusahaan
Menghitung Beban/Cadangan Kerugian Piutang
Membantu Menyusun Laporan Keuangan
Memperkecil Kerugian Piutang
Salah satu penyebab piutang tak tertagih
Pelanggan Melunasi Piutang Lebih Cepat
Pembebasan Piutang Oleh Perusahaan
Usaha Pelanggan Bankrut
Terjadi Retur Penjualan/Pendapatan
Piutang pelanggan dihapus saat dipastikan tak tertagihnya adalah metode
Langsung
Laba/Rugi
Umur Piutang
Cadangan
Piutang tak tertagih akan berpengaruh pada
Utang
Jurnal Umum
Saham
Laba/Rugi
Upaya untuk memperkecil risiko piutang tak tertagih adalah
Memnunggu waktu jatuh tempo
Penagihan secara continue
Memberikan kemudahan pinjaman kembali
memberikan diskon
Penentuan penaksiran piutang berdasarkan saldo piutang saldo adalah pendekatan
Umur Piutang
Aset
Laba/Rugi
Neraca
Pada neraca tanggal 31 Desember 2019 terdapat piutang jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2020, maka kategorinya
30 Hari
Belum Jatuh Tempo
90 Hari
60 Hari
Pendekatan penaksiran piutang tak tertagih antara lain
Laba/Rugi
Neraca
Aset
Umur Piutang
Piutang tak tertagih dapat ditagih kembali apabila
Piutang Lunas Sebelum Jatuh Tempo
Pelanggan Melunasi Setelah Jatuh Tempo
Perusahaan Menutup Kerugian Piutang
Perusahaan Pelanggan Pailit
Diketahui penaksiran kerugian piutang tak tertagih sebesar Rp500.000, maka jurnalnya
Beban Kerugian Piutang pada Piutang
Cadangan Kerugian Piutang pada Kas
Kas pada Piutang
Beban Kerugian Piutang pada Cadangan Kerugian Piutang
suatu perusahaan menghapus piutang dengan metode langsung . pada tanggal 5 mei 2014, piutang sangkutan membayar Rp. 1.300.000 dihapuskan . pada tanggal 20 juli 2014, debitur yang bersangkutan membayar Rp. 700.000 . dari data tersebut, jurnal untuk mencatat transaksi tanggal 20 juli 2014
debit akun kas ,kredit akun piutang Rp. 700.000
debit akun kas ,kredit akun beban penghapusan piutang Rp. 700.000
debit akun kas ,kredit akun beban penghapusan piutang Rp. 600.000
debit akun beban penghapusan piutang ,kredit piutang Rp. 700.000
debit akun piutang ,kredit akun beban penghapusan piutang Rp. 700.000
Jurnal untuk mencatat penerimaan piutang yang telah dihapuskan metode langsung adalah…
Kas (D), piutang dagang (K)
Cadangan kerugian piutang (D), piutang dagang (K)
Kas (D), Beban kerugian piutang (K)
Cad. kerugian piutang (D), kas (K)
Kas (D), cad. kerugian piutang (K)
Metode pencatatan kerugian piutang tak tertagih menggunakan rekening cadangan kerugian piutang (Allowance for doubfull debt) disebut...
Metode langsung
Metode cadangan
Metode rata - rata
Metode Penghapusan piutang
Metode Penilaian piutang
Jurnal yang dibuat ketika ada pernyataan kesanggupan debitur untuk membayar atas cadangan piutang yang sudah dihapuskan menggunakan metode cadangan adalah...
Piutang dagang dan cadangan kerugian piutang
Piutang dagang dan beban kerugian piutang
Kas dan Piutang
Piutang dan Kas
Cadangan kerugian piutang dan kas
Jurnal yang dibuat ketika terjadi penghapusan piutang menggunakan metode langsung adalah....
Beban kerugian piutang dan cadangan kerugian piutang
Beban kerugian piutang dan piutang
Piutang dan beban kerugian piutang
Beban kerugian piutang dan kas
Kas dan beban kerugian piutang
Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang dagang Rp 1.000.000 . Berdasarkan data tersebut maka besarnya cadangan kerugian piutang adalah sebesar…
Rp 20.000
Rp 200.000
Rp 220.000
Rp 980.000
Rp 1.000.000
kalimat - kalimat dibawah ini yang menunjukkan salah satu ciri penghapusan piutang metode langsung adalah
beban penghapusan piutang di akui pada saat terjadi penghapusan piutang
kerugian dari piutang dibebankan kepada penyisihan piutang tak tertagih
jumlah piutang bruto disajikan dalam neraca akhir periode berjalan
beban piutang tak tertagih dihubungkan dengan panghasilan
kerugian dari piutang tak tertagih dicatat tiap akhir periode
Jurnal penyesuaian dibuat oleh perusahaan pada….
Setiap Saat
Per Triwulan
Awal Periode
Akhir Periode
Setiap Transaksi
Berikut ini yang bukan termasuk dari fungsi jurnal penyesuaian adalah….
Untuk dapat memastikan bahwa adanya mixed account.
Mencatat transaksi yang sudah terjadi, namun belum dicatat.
Mencatat transaksi yang berkaitan dengan penjualan barang dagang.
Menetapkan saldo catatan akun buku besar perkiraan harta dan kewajiban menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
Mencatat transaksi yang telah dicatat, namun memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Dalam jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan dagang, terdapat akun-akun yang perlu disesuaikan untuk mendapatkan saldo sesungguhnya. Komponen akun-akun tersebut, kecuali….
Perlengkapan
Piutang Tak Tertagih
Penyusutan Aktiva Tetap
Pelunasan Utang Dagang
Persediaan Barang Dagang
Pada jurnal penyesuaian, nilai perlengkapan yang akan dicatat adalah sebesar….
Nilai perlengkapan yang terdapat di gudang.
Pembelian perlengkapan selama satu periode akuntansi.
Nilai perlengkapan yang siap dipakai selama periode akuntansi.
Nilai perlengkapan yang telah terpakai selama periode akuntansi.
Nilai sisa perlengkapan yang belum terpakai di akhir periode akuntansi.
Pendapatan yang diterima oleh perusahaan terlebih dahulu atas pembayaran transaksi yang belum dilakukan merupakan pengertian dari….
Piutang Tak Tertagih
Beban Dibayar di Muka
Pendapatan Diterima di Muka
Beban yang Masih harus Dibayar
Pendapatan yang Masih harus Diterima
Beban-beban yang masih harus dikeluarkan oleh perusahaan pada akhir periode sehingga akan menambah beban pada periode berikutnya merupakan pengertian….
Piutang Tak Tertagih
Beban Dibayar di Muka
Pendapatan Diterima di Muka
Beban yang Masih harus Dibayar
Pendapatan yang Masih harus Diterima
Beban Dibayar di Muka dapat dicatat dengan dua metode pendekataan, yaitu….
Harta dan Beban
Harta dan Ekuitas
Beban dan Ekuitas
Harta dan Kewajiban
Beban dan Kewajiban
Berikut ini yang bukan termasuk dari metode penyusutan aktiva tetap adalah….
Penyusutan Garis Lurus
Penyusutan Jumlah Angka Ganda
Penyusutan Satuan Hasil Produksi
Penyusutan Saldo Menurun Ganda
Penyusutan Saldo Menurun Tunggal
Berikut ini yang termasuk dalam akun aktiva tetap yang perlu dilakukan penyusutan, kecuali….
Mesin
Tanah
Gedung
Peralatan
Kendaraan
Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari pencatatan piutang tak tertagih dengan metode langsung adalah….
Piutang tak tertagih yang jumlahnya ditaksir dulu dan diakui menjadi biaya di periode penjualan.
Kerugian dicatat dalam periode penerimaan piutang yang sesuai dengan jumlah piutang yang dihapuskan.
Taksiran kerugian piutang dicatat dalam rekening kerugian piutang pada bagian debet serta cadangan piutang pada sisi kredit.
Taksiran kerugian mesti dicatat dengan mendebat rugi piutang serta mengkreditkan cadangan kerugian piutang dalam jurnal penyesuaian.
Piutang tidak bisa ditagih mesti dicatat dengan mendebit rekening cadangan kerugian serta mengkredit rekening piutang usaha ketika piutang dihapus dari pembukuan.
Saldo akun perlengkapan PT AXI selama bulan Desember 2017 berjumlah Rp 15.000.000. Kemudian diketahui sisa perlengkapan pada akhir Desember 2017 yang tersisa hanya sebesar Rp 8.250.000. Maka nilai perlengkapan yang dicatat dalam jurnal penyesuaian adalah sebesar….
Rp 6.570.000
Rp 6.750.000
Rp 8.250.000
Rp 8.520.000
Rp 15.000.000
Pada tanggal 1 Mei 2017, PT DAKA menyewa sebuah gedung dengan harga Rp. 90.000.000 untuk masa satu tahun dan dicatat dengan pendekatan harta. Jurnal Penyesuaian yang tepat untuk 31 Desember 2017 adalah…
Pada tanggal 1 Juli 2015, PT MONI membayar premi asuransi dengan harga Rp. 19.200.000 untuk masa dua tahun dan dicatat dengan pendekatan beban. Jurnal Penyesuaian yang tepat untuk 31 Desember 2015 adalah…
PT KIN memprediksi bahwa piutang dari PT CEN sebesar Rp 34.000.000 tidak dapat ditagihkan karena PT CEN mengalami kebangkrutan. PT KIN telah menetapkan sejumlah 75% piutang tidak tertagih dari jumlah total tunggakan piutang tersebut dan akan menghapus piutang tak tertagih dengan menggunakan metode cadangan. PT KIN akan membuat jurnal penyesuaian pada akhir periode. Jurnal penyesuaian berikut yang benar adalah…
Jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan akun agar menunjukkan keadaan sebenarnya disebut dengan…
Jurnal Umum
Jurnal Khusus
Jurnal Penutup
Jurnal Pembalik
Jurnal Penyesuaian
Kerugian dicatat pada periode penerimaan piutang berdasarkan jumlah piutang yang dihapus merupakan salah satu ciri-ciri metode penghapusan piutang yang dinamakan
(a)
Perusahaan MONI pada tahun 2019 melakukan penjualan secara kredit sebesar Rp 75.500.000,00 perusahaan mentaksir adanya risiko piutang tak tertagih sebanyak 7% , perusahaan mempunyai pinjaman ke bank dengan bunga 12% pertahun . Maka jumlah biaya piutang tak tertagih perusahaan MONI adalah
Rp 75.500.000,00
Rp 9.060.000,00
Rp 5.285.000,00
Rp 14.345.000,00
Rp 3.775.000,00
Pilihlah 3 pernyataan yang tidak benar mengenai mengidentifikasi data mutasi piutang
Menghitung data mutasi piutang yang mana piutang pelanggan akan didebet dikolom mutasi
Menghitung data mutasi piutang pada kartu piutang yang mana saldo normal piutang adalah kredit
Masing-masing piutang dipindahkan ke kartu piutang sesuai dengan nama pelanggan
Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pihak debitur agar segera diperiksa oleh akuntan publik
Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pihak kreditur agar segera diperiksa oleh akuntan publik
Pada Neraca awal PT. Maju Jaya terdapat saldo Piutang sebesar Rp 25.000.000 dengan rincian, Toko Mega Surya sebesar Rp 10.000.000 dan Toko Nusantara sebesar 15.000.000.
Pada tanggal 21 April 2017 Herlina pemilik Toko Mega Surya meninggal dumia, diputuskan untuk menghapuskan saldo piutang kepadanya. Jurnal yang tepat dibawah ini untuk mencatat kerugian piutang menggunakan metode cadangan adalah…
a. Kas (D) Rp 20.000.000
Piutang Dagang (K) Rp 20.000.000
a. Cadangan Kerugian Piutang Dagang (D) Rp 10.000.000
Piutang Dagang (K) Rp 10.000.000
a. Cadangan Kerugian Piutang Dagang (D) Rp 15.000.000
Piutang Dagang (K) Rp 15.000.000
a. Kas (D) Rp 20.000.000
Cadangan Kerugian Piutang Dagang (K) Rp 20.000.000
a. Cadangan Kerugian Piutang Dagang (D) Rp 15.000.000
Kas (K) Rp 15.000.000
Pada akhir periode, diketahui piutang tidak tertagih PT Jaya mencapai 35% dari piutang yang telah diberikan. Cara yang paling tepat untuk menekan risiko piutang tidak tertagih PT Jaya untuk periode berikutnya adalah …..
Perusahaan melakukan penjualan secara tunai
Perusahaan melakukan analisis terhadap kemampuan debitur dalam mengembalikan piutang
Perusahaan memberikan piutang kepada debitur – debitur lama
Perusahaan menambah penjualan kredit pada pelanggan lama
Perusahaan memberikan fasilitas pembiayaan tunai pada seluruh debiturnya
Pada tanggal 10 Mei 2018, PD Rosa memutuskan untuk menghapus piutang usaha CV Lina sebesar Rp 2.115.000,00. Pada tanggal 10 Agustus 2018, CV Lina mengembalikan piutang usahanya yang telah dihapus sebesar Rp 2.115.000,00. Jurnal untuk mencatat kembali piutang usaha yang telah dihapus menggunakan metode langsung adalah …..
Beban kerugian piutang (D) Rp 2.115.000,00 dan Piutang Usaha (D) Rp 2.115.000,00
Piutang Usaha (D) Rp 2.115.000,00 dan Cadangan kerugian piutang (K) Rp 2.115.000,00
Piutang usaha (D) Rp 2.115.000,00 dan Beban kerugian piutang (K) Rp 2.115.000,00
Kas (D) Rp 2.115.000,00 dan piutang usaha (K) Rp 2.115.000,00
Piutang usaha (D) Rp 2.115.000,00 dan Kas (K) Rp 2.115.000,00
Piutang usaha Toko Makmur sebesar Rp 2.300.000,00 telah dihapus oleh PD Kiki pada tanggal 25 Maret 2018. Ternyata pada tanggal 15 Juni 2018 PD Kiki menerima kabar bahwa Toko Makmur sanggup membayar seluruh piutang usahanya. Jurnal tanggal 15 Juni 2018 untuk PD Kiki apabila melakukan pencatatan dengan metode cadangan adalah …..
Kas (D) Rp 2.300.000,00 dan Beban Kerugian Piutang (K) Rp 2.300.000,00
Beban kerugian piutang (D) Rp 2.300.000,00 dan Cadangan Kerugian Piutang (K) Rp 2.300.000,00
Cadangan kerugian piutang (D) Rp 2.300.000,00 dan Beban kerugian piutang (K) Rp 2.300.000,00
Piutang usaha (D) Rp 2.300.000,00 dan Cadangan kerugian piutang (K) Rp 2.300.000,00
Kas (D) Rp 2.300.000,00 dan Cadangan kerugian piutang (K) Rp 2.300.000,00
Seorang debitur yang mempunyai utang Rp 11.500.000,00 pada Toko Augerah. Ia menyerahkan peralatan kantor seharga Rp 8.750.000,00 untuk membayar utang tersebut dan sisanya disetujui untuk dihapuskan. Jika penghapusan piutang dicatat menggunakan metode cadangan, jurnal yang dibuat Toko Anugrah untuk mencatat transaksi tersebut …..
Peralatan kantor (D) Rp 8.750.000,00 ; Beban kerugian piutang (D) Rp 2.750.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 11.500.000,00
Peralatan kantor (D) Rp 8.750.000,00 ; Cadangan Kerugian piutang (D) Rp 2.750.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 11.500.000,00
Cadangan kerugian piutang (D) Rp 2.750.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 2.750.000,00
Peralatan kantor (D) Rp 8.750.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 8.750.000,00
Peralatan kantor (D) Rp 11.500.000,00 ; Cadangan kerugian piutang (K) Rp 2.750.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 8.750.000,00
Tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat terjadinya penjualan barang atau jasa secara kredit, pada umumnya berjangka waktu kurang dari 1 tahun dicatat dalam akun …..
Account Receivable
Notes Receivable
Other Account Receivable
Purchase Payment
Advance to Employes
Jika pada periode yang telah ditetapkan perusahaan, piutang yang dimiliki oleh debitur tidak dapat dilunasi maka perusahaan harus melakukan …..
Penarikan pajak
Pengenaan denda
Penyitaan barang
Pelunasan piutang
Penghapusan piutang
Pada buku besar PD berseri tanggal 31 Agustus 2017 terdapat akun, sebagai berikut :
112 Piutang dagang Rp 200.000.000,00
112.1 Cadangan kerugian piutang, saldo kredit Rp 2.000.000,00
Taksian kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang 31 Agustus 2017. Berdasarkan data tersebut, maka besarnya cadangan kerugian piutang adalah …..
Rp 202.000.000,00
Rp 200.000.000,00
Rp 198.000.000,00
Rp 6.000.000,00
Rp 2.000.000,00
Pada tanggal 10 Agustus 2017, UD Pinus melakukan penjualan secara kredit kepada pelanggannya sebesar Rp 1.000.000,00. Berdasarkan data tersebut, pada tanggal 17 Agustus 2017 PD Pinus menerima pelunasan piutang sebesar Rp 1.000.000,00, jurnal yang dicatat adalah …..
Penjualan (D) Rp 1.000.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 1.000.000,00
Piutang dagang (D) Rp 1.000.000,00 dan Penjualan (K) Rp 1.000.000,00
Kas (D) Rp 1.000.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 1.000.000,00
Retur penjualan (D) Rp 1.000.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 1.000.000,00
Kas (D) Rp 1.000.000,00 dan Penjualan (K) Rp 1.000.000,00
Pada buku besar PD Sri Rejeki tanggal 31 Agustus 2017 terdapat akun, sebagai berikut :
Piutang dagang Rp 125.000.000,00
Cadangan kerugian piutang (K) Rp 2.000.000,00
Penjualan Rp 900.000.000,00
Kerugian piutang ditetapkan 0,5% dari penjualan. Jurnal yang tepat menggunakan metode cadangan adalah …..
Kerugian piutang (D) Rp 4.500.000,00 dan Cadangan kerugian piutang (K) Rp 4.500.000,00
Cadangan kerugian piutang (D) Rp 4.500.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 4.500.000,00
Piutang dagang (D) Rp 4.500.000,00 dan Kerugian Piutang (K) Rp 4.500.000,00
Kas (D) Rp 4.500.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 4.500.000,00
Kas (D) Rp 4.500.000,00 dan Cadangan Kerugian piutang (K) Rp 4.500.000,00
PD Maria melakukan penjualan kepada UD John pada tanggal 1 Agustus 2017. Adapun besarnya penjualan tersebut Rp 10.000.000,00. PD Maria pada tanggal 15 September 2017 mengirimkan memo kepada bagian akuntansi untuk menghapuskan piutang UD John sebesar Rp 10.000.000,00. Adapun alasan penghapusan piutang karena UD John dinyatakan pailit.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka jurnal penghapusan piutang yang dibuat PD Maria adalah …..
Beban kerugian piutang (D) Rp 10.000.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 10.000.000,00
Piutang dagang (D) Rp 10.000.000,00 dan Penjualan (K) Rp 10.000.000,00
Piutang dagang (D) Rp 10.000.000,00 dan Beban kerugian piutang (K) Rp 10.000.000,00
Kas (D) Rp 10.000.000,00 dan Piutang dagang (K) Rp 10.000.000,00
Kas (D) Rp 10.000.000,00 dan Beban kerugian Piutang (K) Rp 10.000.000,00
Aset tetap yang tidak mengalami penyusutan yaitu
Building
Equipment
Vehicle
Land
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, taksiran nilai sisa (residu) sebesar Rp40.000,00 dan umurnya ditaksir 4 tahun. Depresiasi tiap tahun dihitung dengan rumus
Depresiasi = (HP+NR) / n
Depresiasi = (HP-NR) x n
Depresiasi = (HP-NR) + n
Depresiasi = (HP-NR) / n
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, taksiran nilai sisa (residu) sebesar Rp50.000,00 dan umurnya ditaksir 5 tahun. Depresiasi tiap tahun dengan metode garis lurus yaitu:
Rp110.000
Rp120.000
Rp130.000
Rp140.000
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, taksiran nilai sisa (residu) sebesar Rp50.000,00 dan dapat digunakan selama 1.000 jam. Berapa depresiasi per jam ?
Rp500
Rp550
Rp600
Rp650
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, taksiran nilai sisa (residu) sebesar Rp50.000,00 dan selama umur penggunaan akan menghasilkan 5.000 unit produk. Berapa Depresiasi per unit ?
Rp100
RP105
Rp110
Rp120
Mesin yang harga perolehannya Rp100.000,00., residu Rp20.000,00, ditaksir umur ekonomisnya 4 tahun. Berapa Depresiasi mesin pada tahun pertama jika menggunakan metode jumlah angka tahun?
Rp32.000
Rp20.000
Rp40.000
Rp50.000
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, dan umurnya ditaksir 5 tahun. Depresiasi tahun pertama dengan metode saldo menurun berganda adalah
Rp120.000
Rp160.000
Rp200.000
Rp240.000
Mesin dengan harga perolehan Rp600.000,00, dan umurnya ditaksir 5 tahun. Depresiasi tahun kedua dengan metode saldo menurun berganda adalah
Rp72.000
Rp120.000
Rp144.000
Rp240.000
Tanah yang mengandung hasil tambang dibeli dengan harga Rp20.000.000,00. Taksiran isinya sebesar 100.000 ton. Tanah tersebut setelah dieksploitasi ditaksir bernilai Rp2.000.000,00. berapa deplesi per ton ?
Rp120
Rp140
Rp160
Rp180
diketahui depresiasi per unit Rp110. jika pada tahun 2020 memproduksi 1.000 unit dan pada tahun 2021 memproduksi 500 unit, maka total depresiasi pada kedua tahun tersebut adalah
Rp45.000
Rp55.000
Rp110.000
Rp165.000
