Font size
WorksheetsFinal Exam Grade 12
Total questions: 40
Worksheet time: 36mins
Berikut ini adalah potongan puisi dari W.S. Rendra yang berjudul "Sajak Sebatang Lisong" ...
...
(2)
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
(3)
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
(4)
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
(5)
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
(6)
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
(7)
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
(8)
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
(9)
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
(10)
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
(11)
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.
(Disampaikan pada 19 Agustus 1977 di ITB, Bandung.
Sumber: Potret Pembangunan dalam Puisi)
---
Cermati potongan bait puisi berikut!
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Pertanyaan 4: Menurutmu, apa maksud larik-larik dalam potongan bait puisi tersebut?
Keputusan untuk mengambil langkah
Keinginan untuk terus bertahan
Kemauan untuk bekerja keras
Keputusasaan terhadap keadaan
Ketidakinginan untuk berubah
Bacalah dengan cermat puisi yang berjudul “Di Negeri Amplop” di bawah ini!
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(Sumber: https://tinewss.com/puisi-gus-mus-di-negeri-amplop)
Pertanyaan 3: 31. Apa gagasan yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut?
Kritik terhadap praktik penggunaan uang sebagai cara mempermudah proses.
Kritik terhadap penguasa yang tidak peka terhadap derita rakyat.
Protes terhadap aturan yang mengekang masyarakat.
Protes mengenai larangan memberikan uang kepada pengemis.
Kritik terhadap penguasa yang suka menghambur-hamburkan uang rakyat.
Bacalah dengan cermat puisi yang berjudul “Di Negeri Amplop” di bawah ini!
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(Sumber: https://tinewss.com/puisi-gus-mus-di-negeri-amplop)
Pertanyaan 2: Dalam puisi tersebut, terdapat banyak kata "amplop" yang digunakan secara berulang. Makna dari kata "amplop" yang dimaksudkan oleh penulis adalah ...
Amplop pesan
Sumbangan
Hadiah
Surat
Uang suap/uang sogok
Bacalah dengan cermat puisi yang berjudul “Di Negeri Amplop” di bawah ini!
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(Sumber: https://tinewss.com/puisi-gus-mus-di-negeri-amplop)
Pertanyaan 1: Setelah membaca puisi Di Negeri Amplop, bagaimana suasana hati yang digambarkan oleh penulis?
Marah
Bahagia
Sedih
Syahdu
Optimis
Geronimo: Pejuang Suku Apache
Geronimo atau Gooyale (berarti "orang yang menguap") adalah seorang pemimpin sekaligus dukun dari kelompok Bedonkohe, Suku Apache. Dia dikenal karena memimpin pengikutnya dalam mempertahankan wilayah mereka melawan kampanye militer Meksiko dan Amerika Serikat (AS) di Negara Bagian Chiricahua serta Sonora.
Di masa tuanya, Geronimo menjadi selebriti. Namun, dia meninggal dalam keadaan sebagai tahanan perang dan tak diizinkan kembali ke kampung halamannya.
Namanya menjadi terkenal, dan digunakan antara lain Resimen Infantri Parasut ke-51 AS, serta teriakan 'Geronimo' untuk mengusir rasa takut. Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pria yang disebut sebagai pejuang terakhir Suku Apache tersebut.
1. Masa Kecil
Geronimo diyakini lahir pada Juni 1829 di Arizpe, Sonora, dekat anak Sungai Turkey, lokasi yang kini masuk ke dalam wilayah Meksiko. Kakeknya, Mahko, merupakan kepala kelompok Bedonkohe Apache. Sejak kecil, Geronimo dibesarkan berdasarkan tata cara dan nilai-nilai Apache.
Dia merupakan anggota dari kelompok terkecil. Dengan jumlah 8.000 orang, suku Apache tidak hanya menerima ancaman dari AS maupun Meksiko, tetapi juga suku Navajo dan Comanches.
Setelah ayahnya meninggal, ibunya membawa Geronimo untuk hidup bersama kelompok Tchihende, dan pada umur 17 tahun, Geronimo menikah dengan perempuan bernama Alope.
Saat itu Geronimo sedang melakukan perjalanan dan berdagang, Sementara itu, pada tanggal 5 Maret 1858, 400 tentara Meksiko menyerang perkampungannya dekat Jonas (Kas-ki-yeh), di bawah pimpinan Kolonel Jose Maria Carrasco.
Petaka pun terjadi, istri, tiga anak, serta ibunya terbunuh dan tewas saat penyerangan. Kehilangan orang-orang yang disayanginya, telah membuat Geronimo berubah. Ia menjadi bersikap membenci orang Meksiko hingga akhir hayatnya.
Bersama pengikutnya, Geronimo sering menyerang dan melakukan balas dendam kepada setiap orang Meksiko yang mereka temui. Geronimo selalu mengingat insiden pedih yang membuatnya keluarganya terbunuh, sehingga jika ada upaya perdamaian menjadi selalu sia-sia.
Kepala suku Tchihende, Mangas Coloradas segera mengirim Geronimo ke kelompok menantunya, Cochise, untuk membantunya membalas dendam dan memperjuangkan hak suku aslinya terhadap Meksiko. Nama Geronimo pun muncul karena di tengah desingan peluru saat pertempuran, dia selalu berani dan pantang menyerah untuk tetap menerjang dan menyerang pasukan Meksiko hanya dengan menggunakan senjata pisau.
2. Kampanye Geronimo
Pada akhir abad 17, serangan yang dilakukan suku Apache terhadap Meksiko pun masih terjadi. Pada 1820-1835, perlawanan suku Apache di bawah pimpinann Geronimo berhasil menewaskan 5.000 orang Meksiko yang menjadi musuh suku Apache saat itu.
Pembantaian pun masih terjadi di Kas-ki-yeh, Geronimo mengumpulkan 200 orang dan kembali memburu pasukan Carrasco yang telah membunuh keluarganya. Perburuan itu memakan waktu 10 tahun. Selama masa itu, Geronimo tetap menentang pemerintah Meksiko yang pernah menewaskan keluarganya dan menindas hak dan kehidupan suku Apache.
Pada awal 1850-an, musuh yang harus dihadapi Geronimo berubah, seiring mulai berakhirnya Perang anatara Amerika Serikat dan Meksiko pada tahun 1848. Washington mengambil alih teritori Meksiko, termasuk area atau wilayah yang telah dikuasai Apache.
Wilayah yang didiami suku Apache mulai terancam dengan kedatangan penambang serta warga Amerika Serikat. Pasalnya, di kawasan Southwest ternyata ditemukan tambang emas. Suku Apache pun kembali melakukan penyerangan dan penyergapan brutal kereta kuda migran
Amerika Serikat.
Cochise, mertua Geronimo merasakan kekecewaan mendalam setelah menyerukan penghentian serangan, dan sepakat membuat syarat untuk melindungi hak milik Apache. Tetapi, perjanjian itu hanya berlangsung beberapa tahun. Setelah Cochise, meninggal, pemerintah federal AS kembali mengingkari janjinya. Pemerintah AS memindahkan Chiricahua ke utara sehingga warga AS bisa mendiami tanah mereka yang dahulu.
Keputusan dan situasi itu membuat marah Geronimo. Dia memberikan perlawanan agresif untuk membela suku Apache dan mempertahankan wilayahnya. Namun, militer AS berhasil menangkapnya pada 1877, dan Geronimo dibawa ke reservasi Apache, San Carlo.
Selama empat tahun, Geronimo berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya sebelum akhirnya dapat meloloskan diri pada September 1881.
Sekali lagi, dia memimpin sekelompok kecil Chiricahua untuk tetap melawan AS. Selama lima tahun, Geronimo dan pengikutnya berjuang dalam masa penyerangan yang disebut-sebut perang Indian terakhir dengan AS.
Persepsi orang tentang Geronimo nyaris serumit orangnya. Bagi suku pendukungnya, dia dianggap sebagai ksatria dan pemimpin, pembela masyarakat suku asli Amerika. Namun, bagi Apache lainnya, Geronimo dipandang sebagai pria keras kepala yang memiliki naluri membalas dendam yang akhirnya membahayakan banyak nyawa lain yang tidak bersalah.
Bersama bawahan setianya, Geronimo bergerilya di Southwest, dan membuat sosoknya berubah dari pemimpin mistis menjadi legenda. Dalam suatu waktu dikatakan, hampir seperempat tentara militer AS, yaitu sebanyak 5.000 personel, telah dikerahkan hanya untuk memburu dan menangkap Geronimo.
Puncaknya pada musim panas 1886, Geronimo sepakat menyerah setelah lokasinya ditemukan pasukan AS di bawah pimpinan Jenderal George Crook.
3. Jadi Tahanan Perang dan Kematian
Geronimo bersama orang Apache lain, termasuk yang menjadi pemandu pasukan AS, diperlakukan sebagai tahanan dan dikirim ke Fort Sam Houston di Sant Antonio, Texas. Militer menahan mereka selama enam pekan sebelum dipindahkan ke Fort Pickens di Pensacola, Florida.
Keluarga Geronimo ditempatkan di Fort Marion. Pemindahan itu dilakukan guna menghindari manuver pemerintah sipil Arizona yang berniat mengadili mereka atas kejahatan membunuh orang Amerika selama perang.
Ketika Geronimo di tahanan, para pengusaha kemudian mempunyai ide untuk menjadikan pahlawan Apache itu sebagai atraksi wisata. Kurang dari 10 tahun setelah dia menyerah, Geronimo diperlakukan bak selebriti. Pada 1905, Geronimo pun menerbitkan autobiografinya.
Pada tahun yang sama, Geronimo mempunyai kesempatan bertemu Presiden Theodore Roosevelt dan mendesaknya untuk membiarkan rakyat Apache kembali ke Arizona, tetapi pemikiran dan usahanya pun gagal.
Kematian Geronimo diduga terjadi pada Februari 1909. Saat itu, dia terlempar ketika berkuda dan tidak mendapat pertolongan serta menghabiskan malam di udara dingin. Ketika seorang teman menemukannya keesokan paginya, kondisi Geronimo sudah mengkhawatirkan. Dia meninggal akibat penyakit pneumonia yang juga dideritanya pada 17 Februari 1909 dalam usia 79 tahun.
Sumber: https://bangka.tribunnews.com/2019/03/26/biografi-tokoh-dunia-geronimo-pejuang-suku-apache-yang-sempat-jadi-tahanan-perang.
Apakah yang menjadi penyebab kematian Geronimo menurut cerita biografi tersebut?
Kecelakaan saat berkuda dan derita sakit.
Kesulitan hidup di penjara.
Serangan militer AS.
Peperangan saat menumpaskan dendam.
Tewas dalam peperangan terakhir suku Indian.
Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pantun adalah ....
Tiap baris terdiri atas lima baris
Setiap baris terdiri atas 12-15 suku kata
Memiliki sampiran dan isi
Memiliki rima a-b-c-d
Tempat terjadinya peristiwa disebut ....
Latar
Amanat
Tokoh
Penokohan
Menentukan informasi tersurat pada sebuah teks yaitu dengan membuat pertanyaan yang mengandung kata tanya ....
4W+1H
5W+1H
4W+2H
5W+2H
Teks yang menceritakan tentang sebuah peristiwa berdasarkan fakta yang terjadi pada masa lalu adalah ....
Teks narasi sejarah
Teks berita
Teks laporan
Teks hasil wawancara
Durian runtuh jatuh ke dahan
Bertiup angin dari Tanggul Pinang
Tunduk patuh pada Tuhan
Hati teduh jiwa pun tenang
Pantun di atas merupakan pantun ....
Jenaka
Teka-teki
Nasihat
Agama
Tokoh yang digambarkan sebagai sosok yang jahat, licik, dan tidak patut dijadikan teladan adalah tokoh ....
Utama
Pendukung
Antagonis
Protagonis
Cerita yang diciptakan masyarakat yang berhubungan dengan kondisi alam atau nama suatu daerah disebut ....
Legenda
Fabel
Mite
Sage
Judul cerita yang sesuai dengan gambar di atas adalah ....
Ayo kerja bakti
Ayo bermain air
Ayo mencari pasir
Ayo berlatih berenang
Judul yang tepat untuk gambar di atas adalah ....
Sentuhan Emas
Kadal Bermain Suling
Kisah Dua Sahabat
Asal Mulai Sungai Kawat
Gambar di bawah ini yang merupakan dongeng fabel adalah ....
Eceng gondok adalah salah satu jenis …. yang hidup di perairan. Eceng gondok adalah tanaman parasit. Pertumbuhannya yang pesat membuat ekosistem air terganggu.
Istilah yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
gulma
(tumbuhan pengganggu)
huma
(ladang padi di tanah kering)
mulsa
(bahan seperti jerami)
hibrida
(hasil perkawinan dua jenis yang berlainan)
Bacalah cerita berikut!
Musim kemarau tiba. Persediaan air di hutan tidak banyak. Hanya ada sebuah danau yang airnya tinggal sedikit. Semua binatang pun harus mengantre untuk mengambilnya. Siapa yang datang lebih dulu, boleh minum dan mengambil air. Kuri si kura-kura, datang paling awal diikuti binatang-binatang kecil lainnya. Ia menunduk hendak minum air. Tiba-tiba, Bodi si badak mengangkat tubuh Kuri.
“Aku dulu, aku haus sekali!” Bodi membentak dengan mata melotot.
“Tapi, aku juga haus dan antre lebih dulu!” jawab Kuri tak mau kalah.
Bodi tidak peduli. Ia tetap menyerobot antrean. Kejadian tersebut membuat antrean berantakan. Borang si beruang, Dunil si kudanil, dan Gori si gorila mengikuti cara Bodi.
Perhatikan watak cerita berikut!
(1) acuh
(2) kasar
(3) egois
(4) malas
(5) sombong
Watak tokoh Bodi pada cerita tersebut ditunjukkan nomor ….
1 dan 3
1 dan 5
2 dan 3
4 dan 5
Teks 1
Permainan bola kasti adalah salah satu olahraga yang dilakukan di lapangan secara berkelompok. Tiap kelompok berisi 12 orang. Permainan bola kasti termasuk ke dalam permainan bola kecil. Permainan ini dilakukan dengan cara melempar, memukul, dan menangkap bola kasti.
Teks 2
Golf merupakan salah satu cabang olahraga dari permainan bola kecil. Golf dimainkan secara perorangan atau tim. Permainan golf membutuhkan lapangan yang sangat luas. Tiap orang atau tim lomba memasukkan bola ke dalam lubang-lubang yang ada di lapangan. Bola dipukul dengan menggunakan satu set tongkat pemukul yang disebut klab (stik golf).
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
(1) ukuran bola
(2) jumlah pemain
(3) teknik permainan
(4) arena permainan
Persamaan kedua teks tersebut adalah …
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 3
2 dan 4
Bacalah paragraf berikut!
Penggunaan gawai tanpa pendampingan orang tua akan berdampak negatif. Anak akan menggunakan gawai tanpa batasan waktu sehingga berpotensi ketagihan bermain games. Ketagihan bermain games menjadi salah satu akibat dari kebebasan penggunaan gawai di rumah. Hal tersebut menyebabkan anak melalaikan waktu untuk belajar sehingga menghambat keberhasilan belajar.
Kesimpulan paragraf tersebut adalah …
Penggunaan gawai tanpa batasan akan menghambat keberhasilan belajar anak.
Ketagihan games menjadi satu-satunya akibat dari kebebasan penggunaan gawai
Ketiadaan pendampingan orang tua menyebabkan anak lupa waktu untuk belajar.
Anak yang ketagihan akan lupa waktu sehingga menghambat keberhasilan belajar.
Bacalah paragraf berikut!
Ketidaknormalan iklim dan cuaca disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah La Nina. La Nina ditandai dengan turunnya suhu permukaan air Samudra Pasifik di bawah normal. Faktor tersebut juga dapat menyebabkan perubahan iklim.
Makna kata yang tercetak tebal pada paragraf tersebut adalah ...
Keadaan udara pada satu tempat tertentu dengan jangka waktu terbatas.
Keadaan hawa dalam jangka waktu yang agak lama di suatu daerah.
Hal yang ikut menyebabkan terjadinya perubahan suhu udara.
Ukuran kuantitatif terhadap temperatur diukur dengan termometer
Bacalah paragraf berikut!
Hampir semua industri menggunakan plastik untuk mengemas produknya. Botol deterjen, kantong belanja, dan kemasan minum saset semua menggunakan plastik. Padahal, plastik mengandung toksik yang berbahaya bagi kesehatan. Resiko terserang kanker menjadi semakin besar akibat zat karsinogenik pada sampah plastik.
Perhatikan kata-kata berikut!
(1) deterjen
(2) saset
(3) toksik
(4) resiko
(5) kanker
Kesalahan penggunaan kata baku pada paragraf tersebut ditunjukkan oleh nomor ….
1 dan 2
1 dan 4
2 dan 4
3 dan 5
Bacalah paragraf berikut!
Salah satu fenomena matahari yang menakjubkan adalah gerhana matahari total. Gerhana matahari ini merupakan fenomena yang jarang terjadi dibanding gerhana bulan. Ketika gerhana matahari total terjadi, semua bagian matahari akan terlihat gelap. Hal ini terjadi karena matahari tertutup bayangan bulan. Dalam beberapa menit, sebagian Bumi gelap gulita.
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Salah satu fenomena yang menakjubkan adalah gerhana matahari.
(2) Saat matahari tertutup bayangan bulan, terjadi gerhana matahari.
(3) Gerhana matahari total terjadi dalam beberapa menit.
(4) Saat matahari tertutup bayangan bulan, terjadi gerakan bulan.
(5) Fenomena yang jarang terjadi adalah gerhana matahari total.
Pernyataan yang sesuai dengan teks ditunjukkan oleh nomor ….
1-2-4
1-3-5
2-3-5
3-4-5
Hasna anak yang rajin membaca buku. Setiap bulan Hasna selalu membeli buku baru untuk dibaca. Dia menyisihkan uang jajannya untuk membeli buku. Semua buku yang dia miliki sudah dibaca. Kebiasaan Hasna membaca buku membuahkan hasil. Ia berhasil menjadi … dengan nilai terbaik di kelasnya.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah bintang ….
film
tamu
kelas
lapangan
Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)
Liburan semester ini, Riga berlibur ke rumah Kakek di Sibolga, Sumatera Utara. Kakek senang sekali bercerita. Begitu banyak legenda yang Kakek ceritakan padanya. Kali ini, Kakek bercerita tentang Putri Lopian, seorang penyayang binatang yang memiliki banyak sahabat hewan.
Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.
Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.
Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.
Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, “Ikan! Banyak ikan di pantai!”
Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!
Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.
Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.
Sumber:
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/Putri-Lopian-2.pdf dengan perubahan
Mengapa gambar sudah tepat mewakili isi teks pada awal cerita sebelum gelombang dahsyat terjadi?
Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda centang (√)!
Jawaban benar lebih dari satu.
Suasananya di pinggir pantai bersama para binatang.
Kura-kura sudah berbaur dengan hewan-hewan lainnya.
Tempat tinggal Putri Lopian diceritakan berbatasan dengan laut.
Terlihat latar tempat di sekitar halaman istana.
Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)
Liburan semester ini, Riga berlibur ke rumah Kakek di Sibolga, Sumatera Utara. Kakek senang sekali bercerita. Begitu banyak legenda yang Kakek ceritakan padanya. Kali ini, Kakek bercerita tentang Putri Lopian, seorang penyayang binatang yang memiliki banyak sahabat hewan.
Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.
Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.
Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.
Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, “Ikan! Banyak ikan di pantai!”
Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!
Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.
Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.
Sumber:
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/Putri-Lopian-2.pdf dengan perubahan
Berdasarkan gambar dan isi cerita tersebut, apa yang membuat Putri Lopian selamat dari gelombang dahsyat?
Kepandaian Putri Lopian berenang karena istananya dekat pantai.
Persahabatan Putri Lopian dengan binatang yang selalu mengikutinya.
Kekuatan yang dimiliki oleh Putri Lopian yang didapat dari teman-temannya.
Dataran tinggi sebagai tujuan Putri Lopian untuk menghindari gelombang.
Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)
Liburan semester ini, Riga berlibur ke rumah Kakek di Sibolga, Sumatera Utara. Kakek senang sekali bercerita. Begitu banyak legenda yang Kakek ceritakan padanya. Kali ini, Kakek bercerita tentang Putri Lopian, seorang penyayang binatang yang memiliki banyak sahabat hewan.
Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.
Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.
Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.
Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, “Ikan! Banyak ikan di pantai!”
Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!
Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.
Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.
Sumber:
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/Putri-Lopian-2.pdf dengan perubahan
Apa yang dilakukan kura-kura dan Putri Lopian setelah gempa besar terjadi?
Kura-kura menarik Putri Lopian untuk menjauhi pantai.
Kura-kura dan Putri Lopian bergegas berlari menuju ke hutan.
Putri Lopian mengajak kura-kura berlari ke laut mencari orang tuanya.
Putri Lopian berpegangan pada tempurung kura-kura.
Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)
Liburan semester ini, Riga berlibur ke rumah Kakek di Sibolga, Sumatera Utara. Kakek senang sekali bercerita. Begitu banyak legenda yang Kakek ceritakan padanya. Kali ini, Kakek bercerita tentang Putri Lopian, seorang penyayang binatang yang memiliki banyak sahabat hewan.
Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.
Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.
Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.
Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, “Ikan! Banyak ikan di pantai!”
Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!
Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.
Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.
Sumber:
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/Putri-Lopian-2.pdf dengan perubahan
Siapa sahabat Putri Lopian yang mendatangi dan menarik-narik kainnya?
Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda centang (√)!
Jawaban benar lebih dari satu.
Kelinci
Rusa
Kura-kura
Ikan
Berada di puncak gunung merupakan momen pas untuk menyaksikan matahari terbit. Begitu pun saat berada di Gunung Prau, matahari terbit bisa dilihat dengan indah. Pemandangan langit pagi, perpindahan bumi dari gelap ke terang. Banyak awan yang menghiasi langit seiring naiknya matahari. Banyak orang yang mengabadikan momen tersebut. Banyak orang yang memasak makanan, misalnya mie atau menggoreng sosis. Sehingga hal ini mungkin menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Pernyataan yang salah mengenai pemandangan di Gunung Prau ketika matahari terbit?
Banyak awan yang menghiasi langit
Banyak orang menggoreng sosis
Banyak orang yang membuang mie
Perpindahan bumi dari gelap ke terang
Berada di puncak gunung merupakan momen pas untuk menyaksikan matahari terbit. Begitu pun saat berada di Gunung Prau, matahari terbit bisa dilihat dengan indah. Pemandangan langit pagi, perpindahan bumi dari gelap ke terang. Banyak awan yang menghiasi langit seiring naiknya matahari. Banyak orang yang mengabadikan momen tersebut. Banyak orang yang memasak makanan, misalnya mie atau menggoreng sosis. Sehingga hal ini mungkin menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Dimanakah merupakan momen yang paling pas melihat matahari terbit?
Di puncak bukit
Di Gunung Tangkuban Perahu
Di Puncak gunug
Di setiap lembah
Di sebuah hutan, hiduplah 2 orang anak kembar yatim piatu yang bernama Safira dan Safria. Mereka tinggal di sebuah gubuk dan keseharian mereka selalu berburu binatang untuk dimakan. Setelah beberapa lama kemudian, kedua anak tersebut ditemukan oleh saudagar kaya yang kebetulan sedang ingin berburu juga. Safira dan Safria pun dibawa ke rumah sang saudagar dan dijadikan sebagai anak angkatnya.
Dimanakah Safira dan Safria tinggal sebelum ditemukan saudagar kaya?
Di istana
Di rumah
Di sungai
Di gubuk
Di sebuah hutan, hiduplah 2 orang anak kembar yatim piatu yang bernama Safira dan Safria. Mereka tinggal di sebuah gubuk dan keseharian mereka selalu berburu binatang untuk dimakan. Setelah beberapa lama kemudian, kedua anak tersebut ditemukan oleh saudagar kaya yang kebetulan sedang ingin berburu juga. Safira dan Safria pun dibawa ke rumah sang saudagar dan dijadikan sebagai anak angkatnya.
Bagaimana saudagar kaya menemukan Safira dan Safria?
Sedang jalan-jalan di hutan
Saudagar sedang mencari harta karun
Saudagar sedang berburu di hutan
Saudagar sedang mengunjungi kerabat
'Perempuan – perempuan perkasa'
karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan – perempuan perkasa
Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum
peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
kemanakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa
akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
( Hartoyo Andangjaya, 1963 )
(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Apa perbedaan latar yang terdapat dalam puisi tersebut?
(a)
'Perempuan – perempuan perkasa'
karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan – perempuan perkasa
Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum
peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
kemanakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa
akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
( Hartoyo Andangjaya, 1963 )
(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
kerja keras.
Hemat.
Rajin
.Santai
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Lalu terjadi badai besar, lautan menjadi gelap hingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya jadi terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena bobot tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilo dan panjangnya 10 m.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar, itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi, mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih pada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Perubahan apa yang dialami oleh Pishi pada akhir cerita?
Pishi membentur kapal nelayan sehingga perutnya terluka.
Semua ikan berpencar menyelamatkan diri ketika kapal nelayan datang.
Ikan-ikan kecil membersihkan luka di perut Pishi sampai lukanya sembuh.
Terjadi badai besar yang membuat lautan menjadi gelap dan Pishi kehilangan arah.
Rumah untuk Lek Tini
Suatu hari penduduk kampung di Gunungkidul dikagetkan dengan musibah kebakaran yang menimpa rumah yang ditinggali oleh keluarga Lek Tini. Tanpa pikir panjang, Lek Tini yang terkejut atas peristiwa itu berupaya lari keluar rumah sambil minta tolong diikuti anggota keluarganya. Kakinya terasa berat untuk digerakkan, tetapi tetap terus berupaya sebisanya. Bahkan, hanya diserat saja hingga akhirnya mencapai pohon asem depan rumah. Badannya menggigil duduk tersimpuh lemas tak berdaya sambil memandangi rumahnya dilalap si Jago Merah tanpa henti. Terbayang olehnya, diri dan keluarganya akan tidur tanpa atap.
Masyarakat yang mengetahui peristiwa itu langsung datang dan menyingsingkan lengan baju. Ada yang menyelamatkan benda-benda di rumah yang terbakar, memadamkan api dan ada yang menggalang dana. Dalam waktu singkat terkumpul berbagai sumbangan untuk keluarga Lek Tini.
Tidak berhenti sampai di situ saja. Masyarakat bersama pemerintah desa menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap korban kebakaran. Mereka berharap Lek Tini secepatnya mendapat tempat tinggal yang layak dan dapat beraktivitas seperti semula.
Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong membangun rumah sementara untuk keluarga Lek Tini. Lebih dari 50 orang berpartisipasi dalam pembangunan rumah yang dimulai sejak pagi hari. Itu sebabnya, pada sore hari, rumah sementara ini telah selesai dibangun dan siap untuk ditinggali oleh keluarga Lek Tini.
Klik pada beberapa pilihan jawaban yang benar!
Apa faktor pendukung rumah sementara Lek Tini sudah dapat dihuni hanya dalam waktu 12 jam?
Penduduk peduli terhadap semua warga korban kebakaran.
Penduduk bergotong-royong dengan berbagi tugas.
Masyarakat bersama pemerintah desa menggalang dana.
Banyak orang kaya yang bersedia menjadi donatur tetap.
Rumah yang terbakar hanya rumah Lek Tini.
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana gambaran ayah tokoh "Aku"?
Pria berusia 47 tahun. Pria itu ingin menjadi juragan pantai. Pekerjaannya adalah buruh tambang.Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.
Pria berusia 47 tahun.
Pria itu ingin menjadi juragan pantai.
Pekerjaannya adalah buruh tambang.
Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak.
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Robot Pemadam Kebakaran
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sekarang memiliki robot canggih. Robot itu disebut Dok-Ing MVF-3. Bentuknya seperti mobil. Fungsinya memudahkan pekerjaan para petugas pemadam kebakaran. Robot ini telah diuji coba di Pusdiklatsar Ciracas, Jakarta pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.
Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Cara tersebut memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya. Kebakaran yang terjadi di area pabrik, SPBU, atau tempat-tempat berbahan kimia lainnya dapat diminimalisasi dengan robot Dok-Ing MVF-3. Dengan robot Dok-Ing MVF-3, api akan lebih mudah dipadamkan dan potensi ledakan yang dihasilkan dari bahan-bahan kimia dapat diminimalisasi.
Robot canggih ini dilengkapi dengan GPS dan kamera. Kamera yang digunakan adalah kamera anti air dan kuat dalam berbagai kondisi. Sang operator dapat memantau keberadaan robot tersebut dengan menggunakan GPS dan melihat kawasan yang sedang dipadamkan melalui kamera.
Robot ini sangat kuat. Dia dapat menampung 2500 liter air dan 500 liter busa. Robot ini juga bisa menyemprotkan air sejauh 55 meter dan dapat menyemprotkan busa sejauh 45 meter. Beban yang dapat ditariknya adalah 6 ton, beban yang dapat didorong mencapai 10 ton.
(https://bobo.grid.id/read/082022410/dki-jakarta-punya-robot-pemadam-kebakaran-yang-canggih-ini-dia-keunggulannya?page=3)
Apa saja dampak positif penggunaan robot pemadam kebakaran?
mengurangi risiko bahaya untuk korban dan petugas pemadam kebakaran.
menambah jumlah petugas yang harus menangani kebakaran.
menurunkan kerugian ekonomi.
meningkatkan potensi ledakan pada kebakaran di SPBU.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Pembuktian Lintang sebagai seorang anak yang bersemangat dalam menuntut ilmu adalah…
Lintang tak pernah bolos sekali pun meski banyak rintangan yang menghadangnya untuk pergi ke sekolahnya.
Lintang tak pernah bolos sekali pun karena tak banyak rintangan yang menghadangnya untuk pergi ke sekolahnya.
Lintang tak pernah bolos sekali pun karena tak banyak rintangan yang menghadangnya untuk pergi ke sekolahnya.
Lintang selalu bolos karena banyak rintangan yang menghadangnya untuk pergi ke sekolahnya.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di
Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di
Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di
Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di
Samudra Atlantik.
