WorksheetsSBSN
Total questions: 63
Worksheet time: 21mins
Name
Class
Date
1.
Undang-Undang yang mengatur tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Indonesia adalah:
a)
A. UU No. 19 Tahun 2008
b)
B. UU No. 21 Tahun 2008
c)
C. UU No. 25 Tahun 2007
d)
D. UU No. 24 Tahun 2008
2.
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk:
a)
A. Mengurangi hutang luar negeri
b)
B. Mendanai proyek-proyek infrastruktur
c)
C. Membayar gaji pegawai negeri
d)
D. Mengatasi defisit anggaran belanja negara
3.
Yang bertanggung jawab atas penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah:
a)
A. Bank Indonesia
b)
B. Otoritas Jasa Keuangan
c)
C. Kementerian Keuangan
d)
D. Majelis Ulama Indonesia
4.
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pertama kali diterbitkan di Indonesia pada tahun:
a)
A. 2005
b)
B. 2007
c)
C. 2008
d)
D. 2010
5.
UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) bertujuan untuk:
a)
A. Menarik investasi asing
b)
B. Meningkatkan cadangan devisa
c)
C. Meningkatkan likuiditas pasar modal syariah
d)
D. Mengatur pelaksanaan penerbitan dan pengelolaan SBSN
6.
Dalam UU No. 19 Tahun 2008, SBSN dapat diterbitkan dalam bentuk:
a)
A. Obligasi dan sukuk
b)
B. Sukuk dan saham
c)
C. Obligasi dan saham
d)
D. Saham dan deposito
7.
Penerbitan SBSN bertujuan untuk membiayai proyek-proyek yang berlandaskan prinsip:
a)
A. Konvensional
b)
B. Syariah
c)
C. Asuransi
d)
D. Investasi
8.
UU No. 19 Tahun 2008 menetapkan bahwa SBSN harus:
a)
A. Dijamin oleh pemerintah
b)
B. Dijamin oleh bank syariah
c)
C. Dijamin oleh pihak swasta
d)
D. Tidak memerlukan jaminan
9.
Penggunaan dana dari hasil penerbitan SBSN harus sesuai dengan prinsip:
a)
A. Ekonomi konvensional
b)
B. Ekonomi liberal
c)
C. Ekonomi syariah
d)
D. Ekonomi kapitalis
10.
SBSN bisa diterbitkan dalam mata uang:
a)
A. Rupiah saja
b)
B. Dollar AS saja
c)
C. Yen Jepang
d)
D. Rupiah dan mata uang asing
11.
Fatwa yang mengatur tentang ketentuan dan mekanisme penerbitan SBSN dikeluarkan oleh:
a)
A. MUI (Majelis Ulama Indonesia)
b)
B. OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
c)
C. BI (Bank Indonesia)
d)
D. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
12.
Menurut Fatwa DSN-MUI, akad yang digunakan dalam penerbitan Sukuk Negara adalah:
a)
A. Murabahah
b)
B. Ijarah
c)
C. Mudharabah
d)
D. Salam
13.
Fatwa DSN-MUI No. 69/DSN-MUI/VI/2008 mengatur tentang:
a)
A. Obligasi Syariah
b)
B. Sukuk Negara
c)
C. Deposito Syariah
d)
D. Asuransi Syariah
14.
Dalam penerbitan SBSN, fatwa DSN-MUI bertujuan untuk memastikan:
a)
A. Keuntungan maksimal
b)
B. Kepatuhan pada syariah
c)
C. Likuiditas tinggi
d)
D. Pengelolaan risiko
15.
Fatwa DSN-MUI juga mengatur bahwa dana dari penerbitan SBSN harus digunakan untuk:
a)
A. Proyek-proyek yang mematuhi ketentuan syariah
b)
B. Pembayaran hutang negara
c)
C. Investasi di luar negeri
d)
D. Pengembangan teknologi
16.
Fatwa DSN-MUI No. 70/DSN-MUI/VI/2008 mengatur tentang:
a)
A. Sukuk Mudharabah
b)
B. Sukuk Ijarah
c)
C. Sukuk Musyarakah
d)
D. Sukuk Istishna
17.
Menurut fatwa DSN-MUI, salah satu akad yang tidak digunakan dalam SBSN adalah:
a)
A. Akad Ijarah
b)
B. Akad Mudharabah
c)
C. Akad Salam
d)
D. Akad Musyarakah
18.
Fatwa DSN-MUI No. 71/DSN-MUI/VI/2008 mengatur tentang:
a)
A. Obligasi Syariah
b)
B. Pengelolaan dana haji
c)
C. Pengelolaan dana zakat
d)
D. Sukuk Negara Ritel
19.
Menurut fatwa DSN-MUI, penerbitan SBSN harus diawasi oleh:
a)
A. salah semua
b)
B. Otoritas Jasa Keuangan
c)
C. Dewan Pengawas Syariah
d)
D. Kementerian Keuangan
e)
e. Semua benar
20.
Fatwa DSN-MUI mengharuskan bahwa hasil penerbitan SBSN tidak boleh digunakan untuk:
a)
A. Membangun rumah sakit
b)
B. Mendanai proyek infrastruktur
c)
C. Mendanai proyek yang tidak sesuai syariah
d)
D. Meningkatkan cadangan devisa
21.
Akad ijarah dalam penerbitan SBSN berarti:
a)
A. Jual beli barang dengan penangguhan pembayaran
b)
B. Kerjasama dalam usaha dengan pembagian keuntungan
c)
C. Sewa menyewa aset untuk jangka waktu tertentu
d)
D. Pemberian pinjaman tanpa bunga
22.
Salah satu jenis akad yang digunakan dalam penerbitan Sukuk Negara adalah:
a)
A. Akad Salam
b)
B. Akad Mudharabah
c)
C. Akad Istishna
d)
D. Akad Wakalah
23.
Akad mudharabah dalam penerbitan SBSN adalah bentuk:
a)
A. Kerjasama antara pemodal dan pengelola usaha
b)
B. Penjualan aset dengan cicilan
c)
C. Pembiayaan tanpa jaminan
d)
D. Penyewaan aset
24.
Akad musyarakah dalam penerbitan SBSN melibatkan:
a)
A. Kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam usaha
b)
B. Pembelian barang secara kredit
c)
C. Penjualan barang pesanan
d)
D. Penitipan dana
25.
Dalam akad istishna, SBSN diterbitkan untuk:
a)
A. Pembiayaan proyek konstruksi atau manufaktur
b)
B. Penyewaan aset tetap
c)
C. Kerjasama bagi hasil
d)
D. Penjualan barang secara cicilan
26.
Akad wakalah dalam penerbitan SBSN berarti:
a)
A. Penitipan dana untuk diinvestasikan
b)
B. Penyerahan mandat kepada pihak lain untuk bertindak atas nama pemilik
c)
C. Pembelian barang dengan pembayaran ditangguhkan
d)
D. Penjualan aset dengan cicilan
27.
Dalam akad ijarah, aset yang disewakan harus:
a)
A. Dimiliki oleh penyewa
b)
B. Dimiliki oleh pemilik sukuk
c)
C. Dimiliki oleh pemerintah
d)
D. Dimiliki oleh pihak ketiga
28.
Akad salam dalam SBSN adalah untuk:
a)
A. Pembiayaan proyek pertanian atau manufaktur
b)
B. Penyewaan aset tetap
c)
C. Kerjasama bagi hasil
d)
D. Penjualan barang pesanan
e)
E. akad salam tidak lazim digunakan
29.
Dalam penerbitan SBSN, akad yang melibatkan penjualan barang secara cicilan adalah:
a)
A. Akad Salam
b)
B. Akad Ijarah
c)
C. Akad Murabahah
d)
D. Akad Wakalah
30.
Akad musyarakah melibatkan:
a)
A. Kerjasama bagi hasil antara dua pihak atau lebih
b)
B. Pembiayaan tanpa bunga
c)
C. Penjualan aset dengan cicilan
d)
D. Penyewaan aset tetap
31.
Penerbitan SBSN dilakukan melalui proses:
a)
A. Penawaran umum (initial public offering)
b)
B. Lelang atau penunjukan langsung
c)
C. Pembelian langsung oleh masyarakat
d)
D. Penjualan di pasar sekunder
32.
Salah satu tujuan dari penerbitan SBSN adalah:
a)
A. Mengurangi pengangguran
b)
B. Meningkatkan cadangan devisa
c)
C. Membiayai proyek-proyek pembangunan pemerintah
d)
D. Mengurangi inflasi
33.
Pihak yang bertanggung jawab mengelola dan mengawasi penerbitan SBSN di Indonesia adalah:
a)
A. Kementerian Keuangan
b)
B. Bank Indonesia
c)
C. Otoritas Jasa Keuangan
d)
D. Bursa Efek Indonesia
34.
Dalam mekanisme penerbitan SBSN, peran SPV (Special Purpose Vehicle) adalah untuk:
a)
A. Menjamin pembayaran sukuk
b)
B. Mengelola aset yang dijadikan dasar penerbitan sukuk
c)
C. Mencari investor asing
d)
D. Mengatur kebijakan moneter
35.
Penerbitan SBSN di pasar domestik dilakukan melalui:
a)
A. Bank Indonesia
b)
B. Bursa Efek Indonesia
c)
C. Kantor Perbendaharaan Negara
d)
D. Kementerian Keuangan
e)
E. Perusahaan Penerbit SBSN, dengan cara Private Placement
36.
Mekanisme lelang dalam penerbitan SBSN bertujuan untuk:
a)
A. Meningkatkan daya saing
b)
B. Menentukan harga pasar
c)
C. Mengurangi risiko
d)
D. Meningkatkan likuiditas
37.
SBSN yang ditawarkan kepada investor ritel dikenal dengan istilah:
a)
A. Sukuk Negara Ritel
b)
B. Sukuk Korporasi
c)
C. Obligasi Syariah
d)
D. Sukuk Musyarakah
38.
Proses penerbitan SBSN biasanya melibatkan penjamin emisi yang bertugas untuk:
a)
A. Menjamin pembayaran kupon
b)
B. Mengelola aset
c)
C. Memasarkan SBSN kepada investor
d)
D. Mengatur kebijakan penerbitan
39.
Lembaga yang mengawasi kepatuhan syariah dalam penerbitan SBSN adalah:
a)
A. Dewan Pengawas Syariah
b)
B. Otoritas Jasa Keuangan
c)
C. Bank Indonesia
d)
D. Kementerian Keuangan
e)
E. Komite Dewan Pengawas Syariah yang dibentuk oleh lembaga atau badan yang menerbitkan SBSN
40.
SBSN dapat diperdagangkan di:
a)
A. Pasar uang
b)
B. Pasar modal
c)
C. Pasar valuta asing
d)
D. Pasar barang
41.
Tujuan utama penerbitan SBSN oleh pemerintah adalah:
a)
A. Meningkatkan pendapatan negara
b)
B. Meningkatkan cadangan devisa
c)
C. Membiayai proyek infrastruktur dan lain-lain yang sesuai dengan syariah
d)
D. Mengurangi defisit anggaran
42.
Penawaran Sukuk Negara dilakukan melalui mekanisme:
a)
A. Pasar perdana
b)
B. Pasar sekunder
c)
C. Pasar komoditas
d)
D. Pasar valuta asing
43.
Investor dalam SBSN berhak atas:
a)
A. Bagi hasil atau imbal hasil sesuai dengan akad yang digunakan
b)
B. Dividen dari keuntungan pemerintah
c)
C. Saham dalam perusahaan
d)
D. Hak atas tanah
44.
Salah satu keuntungan berinvestasi dalam SBSN adalah:
a)
A. Tingkat keuntungan yang tidak pasti
b)
B. Imbal hasil yang kompetitif dan sesuai dengan prinsip syariah
c)
C. Bebas dari risiko
d)
D. Tidak perlu membayar pajak
45.
Untuk menarik minat investor, SBSN biasanya disertai dengan:
a)
A. Jaminan pemerintah
b)
B. Jaminan bank swasta
c)
C. Jaminan perusahaan asuransi
d)
D. Jaminan pihak ketiga
46.
Penerbitan SBSN di pasar internasional dikenal dengan istilah:
a)
A. Sukuk Internasional
b)
B. Global Sukuk
c)
C. Sukuk Ekspor
d)
D. Sukuk Multinasional
47.
SBSN yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia termasuk dalam kategori:
a)
A. Obligasi korporasi
b)
B. Obligasi negara
c)
C. Obligasi daerah
d)
D. Obligasi internasional
48.
Dalam penerbitan SBSN, hasil dari lelang digunakan untuk:
a)
A. Pembayaran bunga utang luar negeri
b)
B. Pembiayaan proyek-proyek syariah pemerintah
c)
C. Pembayaran subsidi energi
d)
D. Pembelian emas
49.
Salah satu syarat utama dalam penerbitan SBSN adalah:
a)
A. Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah
b)
B. Keuntungan yang tinggi bagi investor
c)
C. Likuiditas yang tinggi
d)
D. Risiko yang minimal
50.
Proses penerbitan SBSN harus melibatkan:
a)
A. Ahli keuangan konvensional
b)
B. Ahli keuangan syariah dan Dewan Pengawas Syariah
c)
C. Perusahaan asuransi
d)
D. Investor asing
51.
Proyek yang dibiayai dengan dana hasil penerbitan SBSN harus:
a)
A. Memiliki tingkat pengembalian yang tinggi
b)
B. Sesuai dengan prinsip syariah
c)
C. Berada di luar negeri
d)
D. Melibatkan perusahaan multinasional
52.
Lembaga yang mengatur dan mengawasi pasar modal syariah di Indonesia adalah:
a)
A. Bank Indonesia
b)
B. Kementerian Keuangan
c)
C. Otoritas Jasa Keuangan
d)
D. Bursa Efek Indonesia
53.
SBSN yang diterbitkan dengan akad ijarah memiliki sifat:
a)
A. Sewa menyewa
b)
B. Jual beli
c)
C. Bagi hasil
d)
D. Penitipan dana
54.
Investor dalam SBSN ritel diharapkan terdiri dari:
a)
A. Perusahaan besar
b)
B. Individu dan rumah tangga
c)
C. Lembaga keuangan internasional
d)
D. Bank komersial
55.
SBSN yang diperdagangkan di pasar sekunder memiliki karakteristik:
a)
A. Tidak dapat dipindahtangankan
b)
B. Dapat diperdagangkan di bursa efek
c)
C. Hanya dapat dibeli oleh investor asing
d)
D. Tidak memiliki jangka waktu
56.
Salah satu perbedaan utama antara SBSN dan obligasi konvensional adalah:
a)
A. SBSN dijamin oleh bank
b)
B. SBSN menggunakan prinsip syariah (underlying asset)
c)
C. SBSN diterbitkan oleh swasta
d)
D. SBSN tidak memberikan imbal hasil
57.
Dana dari hasil penerbitan SBSN tidak boleh digunakan untuk:
a)
A. Pembiayaan proyek infrastruktur
b)
B. Pembelian saham
c)
C. Pembiayaan proyek yang melanggar prinsip syariah
d)
D. Pembelian tanah
58.
Penerbitan SBSN memerlukan persetujuan dari:
a)
A. Otoritas Jasa Keuangan
b)
B. Bank Indonesia
c)
C. Dewan Pengawas Syariah
d)
D. Kementerian Keuangan
59.
Dalam akad wakalah, pihak yang ditunjuk untuk bertindak atas nama pemilik adalah:
a)
A. Wakil
b)
B. Mudharib
c)
C. Musyarik
d)
D. Mustashni
60.
SBSN yang diterbitkan dengan akad musyarakah berarti:
a)
A. Kerjasama bagi hasil
b)
B. Sewa menyewa
c)
C. Jual beli
d)
D. Penitipan dana
61.
Salah satu bentuk SBSN yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder adalah:
a)
A. Sukuk ijarah
b)
B. Sukuk wakalah
c)
C. Sukuk mudharabah
d)
D. Sukuk musyarakah
62.
Dalam mekanisme penerbitan SBSN, SPV berfungsi untuk:
a)
A. Mengelola aset yang dijadikan dasar penerbitan sukuk
b)
B. Menjual sukuk
c)
kepada investor
63.
Penerbitan SBSN oleh pemerintah memerlukan:
a)
A. Penjaminan oleh lembaga internasional
b)
B. Persetujuan dari Dewan Syariah Nasional
c)
C. Penjaminan oleh bank swasta
d)
D. Persetujuan dari investor ritel
100 %
