Font size
WorksheetsTry Quiziz
Total questions: 21
Worksheet time: 2hrs 40mins
Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan corak agama
Kristen
Islam
Hindu
Buddha
Pada tahun 1829 Yohanes van den Bosch (1780–1844) mengajukan proposal yang akan menjadi konsep cultuurstelsel (Sistem budidaya, kadang kurang tepat disebut sistem budaya). Raja menerima proposal tersebut, dan pada Januari 1830 van den Bosch tiba di Jawa sebagai Gubernur Jenderal yang baru (1830–3). Pemikiran Van den Bosch tentang cultuurstelsel tidak pernah secara eksplisit dirumuskan, tetapi tampaknya didasarkan pada prinsip umum yang sederhana yaitu desa-desa di Jawa berutang pajak tanah (‘Land Rent’) kepada pemerintah, biasanya dihitung sebagai 40 persen dari hasil panen utama desa (biasanya beras). Kenyataannya, penilaian sebenarnya seringkali di atas angka ini, dan pemungutan pajak (sebagian besar harus dibayar tunai) seringkali sulit karena sumber daya administrasi yang tidak memadai dan belum maksimalnya penerapan mata uang. Dasar pemikiran van Den Bosch dalam mengusulkan konsep ini terletak pada?
Peningkatan keuntungan dari penjualan rempah-rempah telah berkurang drastis karena korupsi yang dilakukan oleh Administratur Belanda di Nusantara
Konsep ini telah berhasil sebelumnya, ketika diterapkan pada daerah koloni Belanda di Amerika Selatan
Dalam estimasi Den Bosch pemerintah akan memperoleh produk tropis dengan sangat murah dari pada bergantung kepada keuntungan pajak yang tak pasti
Kesulitan keuangan yang dialami Belana setelah Perang Napoleon di Eropa mengharuskan sebuah terobosan dalam mengeruk keuntungan dari alam Nusantara
Secara teori, setiap orang mendapat manfaat dari sistem cultuurstelsel. Desa memiliki keleluasan dengan lebih banyak tanah untuk digunakan sendiri dan akan memperoleh pendapatan tunai terutama bila berhasil melebihi target.
Dalam praktiknya, konsep ini tidak berjalan sama sekali. Penerapan gagasan van den Bosch sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain di Jawa. Konsepnya tentang mendapatkan manfaat untuk semua pihak berubah menjadi salah satu episode sejarah kolonial yang lebih eksploitatif. Mengapa demikian?
Karena rakyat dipaksa menanam tumbuhan yang mereka tidak ingin tanam
Para pejabat baik Belanda maupun pribumi yang kemudian menetapkan besaran pajak tanah dan tingkat produksi tanaman ekspor. Bila pembayaran hasil panen meningkat, para pejabat menggunakan ini sebagai pembenaran untuk meningkatkan penilaian pajak tanah, sehingga sebagian besar kelebihan pembayaran hasil panen dibawa kembali ke tangan pemerintah.
Karena rakyat menanam tumbuhan yang mereka tidak terbiasa untuk membudidayakannya sehingga terjadi kegagalan panen sehingga hasil bumi lainnya harus diserahkan karena gagal memenuhi target
Karena jika desa mendapatkan lebih banyak dari penjualan tanaman kepada pemerintah daripada kewajiban pajak tanahnya, kelebihan pembayaran akan tetap ada; Namun bila kurang, tetap harus membayar selisihnya dari sumber lain.
Struktur administrasi cultuurstelsel sejalan dengan konservatisme baru Belanda setelah tahun 1830. Eksperimen sebelumnya adalah menitikberatkan hubungan dengan petani individu, dan kemudian menetapkan desa menjadi unit dasar administrasi.
Kepala desa adalah penghubung antara petani dan pejabat pribumi yang lebih tinggi yaitu bangsawan yang diangkat sebagai bupati (disebut regent oleh Belanda). Bupati bertanggung jawab kepada pemerintahan kolonial Belanda, tetapi pejabat Belanda juga terlibat di tingkat yang lebih rendah. Untuk pertama kalinya kemunculan perwira-perwira Eropa di tingkat desa menunjukkan kepada orang Jawa biasa bahwa kehidupan mereka berada di bawah kekuasaan kolonial. Para pejabat, baik Belanda maupun pribumi, yang ditugaskan untuk menerapkan skema baru ini dibayar berdasarkan persentase pengiriman hasil panen.
Apa hikmah terbaik dari penjelasan ini?
Masih ada sebagian orang pribumi yang tunduk kepada kolonial dan kemudian memanfaatkan keadaan untuk keuntungannya sendiri
Sistem ini memulai peran penting desa sebagai unit otonom yang kemudian berdampak kepada kemudahan administrasi dan manajemen sumber daya
Sistem cultuurstelsel ini membuka kesempatan bagi masyarakat pribumi bangsawan untuk berkarir sebagai pegawai kolonial
Sistem sebelumnya dinilai tidak efektif karena memfokuskan kepada petani pembudidaya yang sifatnya sangat tidak konsisten untuk mendapatkan keuntungan tetap
Desentralisasi pengelolaan cultuurstelsel yang bertumpu kepada pejabat di tingkat bawah menyebabkan penyimpangan-penyimpangan. Sehingga, korupsi dan penyalahgunaan wewenang merajalela. Hasil panen diremehkan, perdagangan pribadi tanaman pemerintah tumbuh, dan kesepakatan curang menjamur di antara administrator pribumi, pejabat Belanda, dan pengusaha Cina. Pemerintah kolonial di Batavia tidak mampu sepenuhnya untuk memantau dan mengontrol pelaksanaan arahannya. Apa dampak yang dialami oleh rakyat kecil pribumi oleh kebijakan ini?
Rakyat pribumi dipaksa menanam tumbuhan yang mereka tidak ingin menanamnya
Tuntutan yang berlebihan kepada desa-desa oleh administratur kolonial menyebabkan penderitaan bagi para petani
Sebagian besar rakyat pribumi kemudian harus menyerahkan lahannya kepada pemerintah kolonial bahkan besarannya terkadang melebihi keharusan
Pemufakatan jahat yang dilakukan oleh pihak-pihak korup menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial
Bagi elit aristokrat pibumi di seluruh Jawa, masa penerapan cultuurstelsel ini adalah waktu yang nyata-nyata menguntungkan bagi mereka. Posisi mereka menjadi lebih aman, dan suksesi turun-temurun ke jabatan resmi menjadi norma terutama setelah Peraturan Konstitusi 1854.
Apa hikmah yang bisa diambil dari pernyataan ini?
Kaum priyayi menegaskan posisi mereka dalam kelas sosial semasa kolonialisme Belanda
Bibit-bibit nepotisme dalam karakter administrasi di Indonesia dimulai sejak lama
Masih ada pribumi yang mendapatkan keuntungan di tengah penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil
Suksesi jabatan-jabatan administrasi kolonial diwariskan berdasarkan garis keturunan
Perubahan konstitusi 1854 memberikan previledge bagi kelompok Priyayi
Untuk elit bangsawan di seluruh Jawa masa cultuurstelsel memberikan keuntungan yang nyata. Mereka sering mendapat untung besar dari persentase yang dibayarkan untuk pengiriman hasil panen. Namun, mereka secara langsung bergantung pada pemerintahan Belanda untuk posisi dan pendapatan mereka, dan harus mengorganisir paksaan yang terbukti diperlukan agar cultuurstelsel berfungsi. Mereka semakin tunduk pada pengawasan atau campur tangan dari pejabat Belanda. Mereka dipisahkan dari masyarakat mereka sendiri, dibebaskan dari tekanan dari sanksi adat sebelumnya atas penyalahgunaan kekuasaan, dan tidak didorong untuk memodernisasi dengan cara apa pun.
Mengapa kelompok aristokrasi diistimewakan oleh Belanda?
Sebagian besar bangsawan telah mendapat didikan melalui sekolah-sekolah formal Belanda di nusantara
Kelompok priyayi lebih loyal kepada Pemerintah Kolonial Belanda
Belanda memanfaatkan prestise aristokrasi 'tradisional' demi administrasi yang murah.
Para bangsawan relatif lebih terdidik dibandingkan dengan rakyat pribumi biasa
Mereka yang berada pada posisi terbaik untuk memanfaatkan keuntungan dari cultuurstelsel adalah elit desa dan supra desa melalui penguasaan mereka atas tanah dan otoritas lokal, pengusaha non-pribumi (terutama Cina, tetapi juga beberapa orang Arab) melalui kontrol mereka atas modal dan pajak. pertanian (terutama pertanian opium), dan pejabat Eropa dan pengusaha melalui kontrol mereka atas modal dan pengaruh atas mesin pemerintah. Kepentingan bersama sering menghubungkan ketiga kelompok ini dalam pengaturan hukum.
Apa akibat sosiologis dari struktur sosial masa cultuurstelsel ini?
Para penduduk kecil pribumi hilang dari peredaran sosial di masa cultuurstelsel
Tatanan sosial menjadi kurang egaliter, lebih terstratifikasi, karena para elit menangkap peluang untuk meningkatkan kepemilikan tanah dan pendapatan mereka sementara lebih banyak rekan mereka menjadi buruh tani.
Terjadinya mobilitas vertikal kaum pribumi sebagai salah satu kelompok sosial yang berpengaruh dan setara dengan para non-pribumi asia, dan eropa
Interaksi sosial antara kelompok-kelompok sosial ini mempengaruhi kebijakan serta hukum yang berlaku di Hindia Belanda contohnya pada kebijakan Konstitusional Kolonial Hindia Belanda Tahun 1854
Di wilayah pesisir barat Sumatera, Minangkabau, ekspansionisme Belanda berbenturan hebat dengan gerakan kebangkitan Islam besar pertama di Indonesia. Minangkabau telah menjadi pusat perubahan sosial, agama, dan politik sejak akhir abad ke-18, dan akibatnya memiliki arti penting bagi wilayah Indonesia lainnya yang lebih besar daripada banyak wilayah lain di pulau-pulau selain Jawa.
Setelah sekitar tahun 1803–4, gerakan ini dikenal sebagai gerakan Padri karena kepemimpinan orang Pidari, ‘orang Pedir’ yang menunaikan ibadah haji ke Mekkah melalui pelabuhan Pedir di Aceh. Gerakan reformasi mulai tumbuh dari Agam dan Limapuluh Kota, dari wilayah perbukitan, dari desa-desa Bodi Caniago, dan dari para pedagang yang mencari perlindungan dalam revitalisasi hukum Islam dari kekerasan dan ketidakamanan yang mengancam aktivitas mereka, barang-barang mereka, dan orang-orang mereka.
Belanda cenderung melihat konflik ini dalam hal Islam versus adat (hukum adat), atau tuanku (pemimpin agama) dengan penghulu (kepala klan, pemimpin adat atau 'sekuler'). Asumsi ini kemudian menjadi prinsip pemerintahan Belanda di sini maupun di tempat lain di Indonesia.
Apa kesimpulan yang dapat diambil dari kutipan di atas?
Orang-orang Paderi terinspirasi dengan gerakan revivalisme Islam yang mulai marak di timur tengah
Kelompok Paderi bermula dari para agamawan yang berguru ke daerah Padir di Aceh
Belanda berupaya memadamkan gejolak dengan memanfaatkan segelintir pihak yang dapat dimanipulasi demi kepentingan Belanda
Gerakan Islam sering menjadi awal gejolak dan perlawanan terhadap kolonialisme
Perbedaan antara budayawan dan agamawan sering dimanfaatkan oleh Belanda untuk melemahkan persatuan masyarakat pribumi
Gerakan Padri menentang perjudian, sabung ayam, aspek-aspek hukum adat matriarki (khususnya mengenai warisan), penggunaan opium, minuman keras, tembakau, serta menentang kepatuhan yang umumnya longgar terhadap kewajiban ritual formal Islam (Sholat dan puasa). Namun, mereka tidak seperti semua puritanisme gerakan Wahhabi di Arab, karena mereka tidak menentang penghormatan terhadap orang suci (wali) atau tempat suci (jiarah).
Kesimpulan yang dapat diambil dari kutipan tulisan di atas adalah?
Gerakan Paderi memiliki karakteristik tersendiri karena pola gerakannya berbeda dengan kelompok puritan di Arab
Gerakan Paderi merupakan perpanjangan Wahhabi di Nusantara
Pengaruh wahhabi dalam ideologi gerakan Paderi sangat kental dan merupakan bagian dari gerakan trans nasional Wahhabi dunia
Gerakan Paderi sepenuhnya menentang semua maksiat yang dilakukan oleh masyarakat
Pada tahun 1848, sebuah konstitusi liberal disahkan oleh parlemen Belanda (Negara-Jenderal), hal ini kemudian berpengaruh dalam urusan kolonial. Di parlemen, oposisi bersatu atas kepentingan kelas menengah Belanda yang mendapatkan keuntungan dari cultuurstelsel. Mereka mendesak reformasi ‘liberal’: pengurangan drastis peran pemerintah dalam ekonomi kolonial, pembebasan pembatasan perusahaan swasta di Jawa, dan diakhirinya kerja paksa dan penindasan terhadap orang Jawa dan Sunda.
Pada tahun 1860 seorang mantan pejabat kolonial, Eduard Douwes Dekker (1820–1887), menerbitkan sebuah novel berjudul Max Havelaar dengan nama samaran 'Multatuli'. Buku ini mengungkapkan penindasan, korupsi, dan penderitaan pribumi kecil di Jawa. Buku ini menjadi senjata ampuh melawan rezim kolonial abad ke-19 di Jawa. Akan tetapi, kaum liberal menghadapi dilema, karena mereka ingin menyingkirkan cultuurstelsel tetapi bukan dari keuntungan yang diperoleh Belanda dari Jawa. Hasil dari perdebatan politik di Belanda ini adalah penghapusan cultuurstelsel secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.
Apa hikmah terbaik dari tulisan di atas?
Meskipun kelompok liberal menuntut perubahan tata kelola kolonial namun mereka masih khawatir kehilangan keuntungan
Perubahan kebijakan kolonialisme Belanda didorong oleh kelompok liberal yang memperjuangkan kebebasan swasta dalam pengelolaan ekonomi
Tidak semua orang Belanda menyetujui kolonialisme dan masih ada yang bersimpati terhadap penderitaan rakyat pribumi
Buku Max Havelaar menjadi awal perubahan kebijakan kolonial Belanda di Nusantara
Selama perang saudara yang tumbuh dari upaya reformasi, Kaum Padri menghadapi perlawanan terbesar di Tanah Datar dan di dataran rendah, yaitu di daerah yang paling sedikit terlibat dalam revolusi perdagangan. Tetapi para reformis meraih kemenangan demi kemenangan. Pengaruh Padri menyebar ke Tapanuli Selatan dan memulai Islamisasi kaum pagan Batak di sana. Tetapi keberhasilan militer kaum Padri segera terancam oleh kembalinya Belanda (setelah peralihan pemerintahan Inggris) ke Padang pada tahun 1819. Penghulu anti-Padri dan sisa-sisa keluarga kerajaan meminta dukungan Belanda. Pada bulan Februari 1821 mereka menandatangani perjanjian penyerahan Minangkabau, di mana mereka tidak lagi memegang kekuasaan nyata, dan memberikan konsesi kedaulatan Belanda. Serangan pertama Belanda terhadap kaum Padri menyusul tidak lama kemudian, dan Perang Padri (1821–38) dimulai.
Pasukan kolonial menemukan fakta bahwa mereka menghadapi musuh yang tangguh. Kemenangan mereka bercampur dengan berbagai kekalahan, termasuk kekalahan serius di Lintau pada tahun 1823. Selama Perang Jawa (1825–30) Belanda tidak dapat bertindak tegas, tetapi bala bantuan kemudian tersedia setelah Perang Jawa berkahir. Pada saat itu Imam Bonjol mendapat dukungan orang Aceh. Belanda memberlakukan blokade ekonomi perlawanan Paderi Minangkabau secara progresif dengan menutup pantai barat dan kemudian pantai timur bagi perdagangan Minangkabau. Pada tahun 1837 Bonjol akhirnya direbut. Tuanku Imam Bonjol melarikan diri tetapi kemudian menyerah. Pertama dia diasingkan ke Priangan, kemudian ke Ambon, dan akhirnya ke Manado, di mana dia meninggal pada tahun 1864. Perang Padri berakhir dengan kemenangan kolonial terakhir di Daludalu (Rokan Hulu) pada akhir tahun 1838.
Apa hikmah yang dapat diambil dari kutipan tulisan di atas?
Perselisihan seharusnya diselesaikan dengan kompromi dan bukan dengan jalur peperangan
Perlawanan Paderi merupakan salah satu bentuk perlawanan terberat yang dihadapi oleh Kolonial Belanda di Nusantara
Perang hanya menimbulkan kesengsaraan bagi semua pihak yang terlibat
Jangan membawa pihak asing dalam urusan internal
Kegigihan kaum Paderi untuk tidak tunduk terhadap penjajahan Belanda merupakan teladan sebuah perjuangan
Kekuasaan Belanda kemudian diberlakukan di seluruh Minangkabau. Pemerintah kolonial mengandalkan para ‘pemimpin adat’ (penghulus) untuk menangkal apa yang dilihatnya sebagai fanatisme Islam (kelompok Paderi). Dengan demikian Belanda secara artifisial memanfaatkan perbedaan antara hukum adat (adat) dan Islam dalam masyarakat Minangkabau, namun hal ini menurunkan pamor Penghulu. Pemerintah kolonial tidak mengizinkan bangsawan Minangkabau untuk mendapatkan kembali kekuasaan otonom, tetapi memperlakukan mereka sebagai Bupati, sesuai dengan model Jawa.
Apa hikmah yang dapat diambil dalam kutipan tulisan di atas?
Tujuan Belanda adalah untuk memanfaatkan kelompok aristokrat sebagai kaki tangan mereka
Belanda memanfaatkan perselisihan di antara masyarakat pribumi untuk kemudian memperoleh kekuasaan mutlak
Jangan mengundang maling untuk bertamu ke rumah anda
Fanatisme kelompok Paderi dianggap cikal bakal perlawanan terhadap kolonialisme Belanda
Undang-undang Agraria tahun 1870 membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Kebebasan dan keamanan disediakan untuk pengusaha. Para investor diizinkan untuk menyewa tanah dari pemerintah hingga 75 tahun atau dari pemilik asli untuk jangka waktu maksimal antara 5 dan 20 tahun (tergantung kondisi kepemilikan). Pertanian perkebunan swasta sekarang dapat berkembang di Jawa dan juga pulau-pulau lainnya. Pembukaan Terusan Suez pada tahun 1869 dan pengembangan mesin uap (setelah revolusi Industri pertama di Inggris) dari waktu yang hampir bersamaan semakin mendorong pengembangan swasta dengan meningkatkan komunikasi dengan Eropa. Secara umum, dapat dikatakan bahwa harapan para reformis liberal terhadap pengaturan ekonomi baru dapat menguntungkan masyarakat pribumi dan terus mengekstraksi surplus pertanian dari Jawa untuk kepentingan ekonomi Belanda dan swasta.
Apa hikmah terbaik dari kutipan tulisan di atas?
Perusahaan swasta mendapatkan keuntungan yang besar dengan hak kelola yang sangat lama, bahkan terhitung sampai sumber daya alam tempat yang disewa habis, contohnya sektor pertambangan
Perubahan kebijakan kolonial sebagian besar didorong oleh motif ekonomi meskipun ada motif kemanusiaan
Perkembangan sistem ekonomi liberal pada masa kolonial berpengaruh terhadap ektentifikasi dan intensifikasi agrikultur di nusantara
Industrialisasi dunia menjadi salah satu faktor pendorong perubahan kebijakan kolonial Hindia Belanda
Selama cultuurstelsel, bupati dan elit administrasi yang lebih tinggi mendapat untung besar baik dari segi pendapatan maupun keamanan. Tetapi pelanggaran mereka dalam periode tanam paksa telah menghasilkan permusuhan dari masyarakat mereka sendiri (rakyat kecil) dan kritik yang meningkat dari majikan Belanda mereka. Dari tahun 1860-an dan seterusnya, Belanda mengambil langkah-langkah untuk mereformasi struktur administrasi yang serampangan dan menciptakan pemerintahan pribumi yang lebih teratur agar sejalan dengan pemerintahan Belanda. Namun, karena cultuurstelsel secara bertahap dihapuskan, pendapatan mereka dari sumber ini menurun. Pada tahun 1882 semua pejabat pribumi kehilangan hak atas pelayanan pribadi dari bawahannya.
Apa makna yang diambil dari kutipan tulisan tersebut?
Penyelewangan kekuasaan oleh para elit pribumi dihapuskan oleh kebijakan liberalisme Hindia Belanda
Pengaruh para bupati dan para elit aristokrasi mulai terkikis oleh kebijakan liberalisme Hindia Belanda
Reformasi kebijakan liberalisme Hindia Belanda berusaha meningkatkan efektivitas administrasi dan manajerial dari kolonialisme Belanda
Para bupati dan para elit pribumi kehilangan kewibawaan oleh rakyat pribumi akibat dari penyalahgunaan wewenang mereka selama periode tanam paksa
Elit aristokrat yang lebih tinggi juga mendapati dirinya ditantang oleh sekelompok pejabat baru yang terus bertambah. Kelas atas administratif di Jawa secara kolektif disebut priyayi, dan kelompok baru ini dapat secara longgar disebut priyayi ‘baru’ atau ‘lebih kecil’.
Priyayi baru berbeda dari elit aristokrat lama, mereka muncul bukan karena asal-usul sosial mereka melainkan berdasarkan status mereka. Priyayi baru mencapai kedudukan mereka melalui bakat individu, sedangkan priyayi lama memperoleh status karena kelahiran mereka.
Apa peran yang kemudian dimainkan oleh kelompok priyayi baru ini?
Priyayi baru berkontribusi dalam meningkatkan taraf sosial dan ekonomi masyarakat pribumi
Priyayi baru yang berpaling dari pelayanan kepada pemerintah kolonial, kemudian memimpin gerakan anti-kolonial dan memulai ide-ide kemerdekaan
Priyayi baru yang tetap berada di birokrasi menjadi tulang punggung pemerintahan Belanda, kemudian Jepang, kemudian Indonesia.
Priyayi baru merubah tatanan sosial pada masyarakat pribumi yang telah lama mendapatkan penindasan dari saudaranya sendiri dan kolonisasi Belanda
Priyayi baru ini berhasil menyaingi dominasi para pedagang dan pengusaha non-pribumi
Pada tahun 1867 para Bupati dan elit aristokrat dicabut hak istimewanya dan sebagai gantinya diberi gaji, yang sering mereka keluhkan tidak memadai. Kekayaan dan peluang para bupati untuk melakukan kesewenang-wenangan juga terkikis. Elit aristokrat Jawa pada tahun 1900 berada pada titik rendah dalam prestise, otoritas, dan kepercayaan diri. Tentu saja ada pengecualian individu, seperti bupati Majakerta yang pada tahun 1896 memberikan dana untuk meminjamkan benih padi tanpa bunga kepada petani, menggunakan dana masjid sebagai pembiayaan.
Mulai tahun 1878 Hoofdenscholen (sekolah kepala) didirikan untuk putra-putra aristokrat yang lebih tinggi. Sejak sekitar tahun 1893, demoralisasi dalam keluarga bupati sudah sedemikian rupa sehingga banyak anak laki-laki tidak ingin menggantikan posisi ayah mereka dengan mengikuti pendidikan di Hoofdenscholen. Semakin lama, pemerintah kolonial harus mengisi jabatan-jabatan administratif tinggi dengan putra-putra pejabat rendahan atau bahkan dari luar jajaran bangsawan pribumi.
Semua bupati dan elit aristokrat tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil pribumi dan hanya memperkaya dirinya sendiri
Terkikisnya feudalisme di tengah masyarakat pribumi
Anak dari pegawai rendahan dapat mendapatkan pendidikan. Sebagai contoh Soekarno yang merupakan anak pegawai rendahan tapi mampu menjadi tokoh nasional
Sekolah yang didirikan Belanda awalnya hanya ekslusif bagi kelompok tertentu saja
Sementara itu, kelompok kepemimpinan baru perlahan muncul di kalangan Islam. Gerakan Pan-Islamisme memainkan peran utama di abad ke-20. Apa penyebab utama hadirnya gerakan Pan-Islamisme dalam pergerakan nasional di Nusantara?
Revolusi di Hejjaz dan Najd setelah Perang Dunia I membawa angin segar perubahan dan kemerdekaan di negara-negara muslim yang terjajah
Kontribusi para haji yang bersentuhan dengan gerakan Pan-Islamisme dan revivalisme Islam
Semakin banyak bangsa yang mayoritas muslim ingin bangkit dan bersatu dari ketertinggalan oleh bangsa barat
Dibukanya terusan Suez yang memudahkan pelayaran dari nusantara ke Timur Tengah
Pada tahun 1857 negosiasi Belanda dengan Siak dilanjutkan dan menghasilkan perjanjian pada tahun 1858 dimana Siak menjadi wilayah Belanda. Pasal kedua dari perjanjian ini mendefinisikan batas-batas Siak dengan cara yang dilebih-lebihkan, mencapai sejauh utara hingga Alas dan Langkat dan dengan demikian termasuk pelabuhan lada yang berada di bawah yurisdiksi Aceh dan penting bagi perdagangan Inggris. Inggris keberatan dan pada tahun 1863–5 mengirim kapal perang ke pelabuhan lada ini. Beberapa negara bagian Sumatera, terutama Aceh, menyimpulkan bahwa Inggris (mitra dagang utama mereka) bersedia membela mereka dari Belanda.
Kebijakan liberalisme Belanda telah tumbuh sejak tahun 1848, dan menjelang akhir tahun 1860-an tampaknya tidak lagi penting bagi Inggris untuk melindungi kemerdekaan Aceh. Ketika kompetisi antara bangsa Eropa untuk membangun daerah koloni semakin cepat, London memutuskan bahwa lebih baik membiarkan Aceh diambil oleh Belanda daripada oleh kekuatan yang lebih kuat seperti Prancis atau Amerika. Hasilnya adalah Perjanjian Inggris-Belanda pada November 1871 perjanjian ini mareupakan salah satu trade-off (barter) terbesar dari zaman imperialis. Belanda menyerahkan Gold Coast di Afrika kepada Inggris, Inggris mengizinkan pengiriman pekerja kontrak India ke Suriname Belanda di Amerika Selatan, Belanda diberikan kebebasan sepenuhnya di Sumatera dengan persetujuan Inggris, dan perdagangan Inggris dan Belanda dilakukan dengan hak yang sama dari Siak ke utara.
Apa kesimpulan politik yang dapat anda ambil dari kutipan tulisan di atas?
Belanda bukan merupakan rival utama dari Inggris sehingga Inggris mau berkompromi dengan Belanda
Era imperialisme bangsa Barat menunjukkan hasrat mereka dalam menguasai seluruh dunia di mana negara-negara kecil tidak terlindungi dari kekuasaan adidaya
Aceh sangat bergantung oleh dukungan kekuatan global dalam mempertahankan kekuasaanya
Belanda rela memberikan konsesi daerah yang sangat strategis di Afrika selatan demi memperoleh kekuasaan atas Sumatera dan nusantara pada umumnya
Belanda pada bulan Maret 1873 ibu kota Aceh Banda Aceh (Kutaraja) dan pada bulan April mereka mendaratkan 3000 pasukan. Tapi mereka salah menilai lawan; pasukan mereka dipukul mundur oleh orang Aceh dengan kehilangan jenderal dan 80 orangnya. Belanda sekarang melakukan blokade dan orang Aceh berkumpul untuk berperang; perkiraan jumlah mereka bervariasi dari 10.000 hingga 100.000. Kolonial Belanda menemukan lawannya yang paling kaya, paling gigih, paling terorganisir, bersenjata paling baik, dan paling mandiri.
Ekspedisi kedua Belanda dikirim pada akhir tahun 1873. Ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah mereka kumpulkan di nusantara: 8500 tentara, 4300 pelayan dan kuli, dengan cadangan 1500 tentara segera ditambahkan. Baik pasukan kolonial maupun rakyat Aceh sangat menderita karena kolera dan penyakit lainnya. Antara November 1873 dan April 1874 sebanyak 1400 orang tewas dalam tentara kolonial. Orang Aceh memutuskan untuk meninggalkan Banda Aceh, dan Belanda pindah pada bulan Januari 1874, percaya bahwa dengan demikian mereka telah memenangkan perang. Mereka mengumumkan bahwa Aceh dianeksasi dan Kesultanan dihapuskan. Meskipun hal ini cukup untuk mencegah campur tangan kekuatan asing lainnya, hal itu tidak mengurangi perlawanan rakyat Aceh. Sultan Mahmud dan para pengikutnya mundur ke perbukitan.
Perlawanan Kesultanan dan Aceh berlanjut selama beberapa dekade setelah aneksasi Belanda. Pasukan kolonial sebenarnya sedang dikepung di Banda Aceh, kehilangan sekitar 150 orang setiap bulan akibat kolera. Penguasa pelabuhan Aceh dengan cepat membuat penyerahan nominal kepada Belanda untuk dibebaskan dari blokade, tetapi kemudian menggunakan pendapatan mereka untuk mendukung kekuatan perlawanan gerilya di pedalaman.
Apa hikmah yang dapat anda ambil dari kutipan tulisan di atas?
Aceh merupakan lawan terberat yang dihadapi Belanda selama bercokol di Hindia Belanda
Belanda berusaha menaklukkan Aceh agar tidak direbut oleh kekuatan imperialisme lainnya seperti Inggris, Amerika, dan Prancis
Perang Aceh menimbulkan korban yang besar baik dari pihak Aceh maupun Belanda
Resiliensi rakyat Aceh dalam melawan Belanda tidak surut meskipun harus bergerilya di hutan perbukitan
Perlawanan rakyat Aceh menginspirasi Gerakan Aceh Merdeka untuk terus bertahan bergerilya selama era Nasional Indonesia
Apa dampak positif dari ekspansi kolonial Belanda terhadap pembentukan bangsa Indonesia?
Belanda berhasil menguasai Indonesia sepenuhnya dengan korban jiwa yang besar, kerugian materi, merenggut ketentraman sosial, dan kebebasan dari rakyat nusantara
Belanda secara tidak langsung telah membangun fondasi kekuatan nasionalis yang dengan menundukkan kerajaan-kerajaan di nusantara
Kekuatan Belanda hanya sedikit tetapi terbantu oleh perpecahan dan upaya saling menjatuhkan dari rakyat Indonesia
Banyak hal positif dari kolonialisme yang tak boleh juga dilupakan
