NEW
Font size
WorksheetsTK.MRP
Total questions: 58
Worksheet time: 15hrs 30mins
Manajemen risiko dapat dijabarkan dalam beberapa kata-kata kunci antara lain : (Modul Hal. 26-27)
Manajemen Risiko dilaksanakan cukup sekali
Manajemen Risiko ditentukan oleh Auiditor Intern
Strategi yang telah dipilih diaplikasikan dalam kegiatan operasional untuk bagian/unit organisasi yang memiliki risiko tinggi
Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal
Secara sederhana, level risiko dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Level risiko = Kemungkinan : Dampak
Level risiko = Kemungkinan : Dampak
Level risiko = Kemungkinan x Dampak (Modul Hal. 37)
Level risiko = kemungkinan - Dampak
Apabila skala risiko yang digunakan adalah skala 4, untuk skala dampak risiko “sangat rendah “ maka pengaruh terhadap capaian tujuan adalah : (Modul Hal. 38-39)
Sangat besar
Besar
Rendah
Sangat rendah
Menentukan jenis penanganan yang efektif dan efisien untuk suatu risiko merupakan tujuan : (Modul Hal. 31-32)
Antisipasi risiko
Penanganan risiko
Tindak lanjut risiko
Identifikasi risiko
Memutuskan untuk tidak melakukan langkah imitigasi resiko, merupakan salah satu opsi penanganan resiko, yaitu : (Modul Hal. 42)
Menghindari resiko
Menerima resiko
Mengurangi konsekwensi resiko
Membagi resiko
Melibatkan pihak lain atau mengalihkan sebagian resiko kepada pihak lain dengan suatu hubungan timbal balik yang disepakati, merupakan salah satu penanganan resiko yaitu :
Mengurangi konsekuensi resiko
Membagi resiko
Mengurangi frekewensi resikoa
Menghindari resiko
Tujuan SPIP adalah memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi, antara lain melalui :
Kegiatan yang terencana
Pengawasan Internal
Pengamanan tujuan organisasi
Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
Lima unsur utama pengendalian Intern adalah :
Lingkungan organisasi, penilaian risiko, aktifitas pengendalian, informasi dan komunikasi,pemantauan
Lingkungan pengendalian, penilaian risiko,aktifitas pelaksanaan, informasi dan komunikasi,pemantauan
Lingkungan pengendalian, penilaian risiko,aktifitas pengendalian, informasi dan komunikasi,pemantauan
Lingkungan pengendalian, penilaian risiko,aktifitas pengendalian, informasi dan komunikasi,evaluasi
Penilaian risiko terdiri atas beberapa sub unsur, yaitu :
Penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan,identifikasi risiko,analisis risiko
Penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan,identifikasi risiko,analisis risiko, pemantauan risiko
Penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan,identifikasi resiko,analisis risiko,penanganan risiko
Penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan,identifikasi risiko,analisis risiko,evaluasi risiko
Informasi yang berkwalitas harus memenuhi syarat sebagai berikut : (Modul Hal. 60)
Sesuai kebutuhan,tepat waktu,mutakhir,akurat,dan dikomunikasikan
Sesuai kebutuhan,tepat waktu,mutakhir,akurat,dan dapat diakses
Sesuai kebutuhan,tepat waktu,mutakhir, rinci dan dikomunikasikan
Sesuai kebutuhan,tepat waktu,lengkap,akurat dan dapat diakses
Penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar pengukuran yang ada atau yang telah disepakati merupakan : (Modul Hal. 64)
Evaluasi yang terpisah
Pemantauan yang berkelanjutan
Evaluasi rutin
Pemantauan melekat
Fokus pemantauan pengendalian Intern pada tingkat pimpinan eksekutif adalah :
Untuk memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya
Pemantauan dilakukan atas seluruh kegiatan dibawah kendalinya, untuk memastikan seluruh pegawai melaksanakan kewajibannya masing-masing
Untuk menilai apakah sistim pengendalian telah berfungsi pada masing-masing unit organisasi
Pemantauan apakah tujuan organisasi telah tercapai (Modul Hal. 63)
Menegakkan Akuntabilitas merupakan salah satu prinsip dari komponen pengendalian Internal yaitu :
Lingkungan pengendalian
Penilaian risiko
Kegiatan pengendalian
Informasi dan komunikasi
Melakukan evaluasi berkelanjutan atau terpisah merupakan salah satu prinsip dari komponen pengendalian internal yaitu:
Lingkungan pengendalian
Informasi dan komunikasi
Pemantauan Pengendalian intern
Penilaian risiko
Untuk mencapai tujuan reformasi diperlukan peran APIP secara efektif, antara lain dalam wujud :
Memberikan opini atas laporan keuangan pemerintah
Memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah
Memberikan pendampingan pengadaan barang dan jasa
Melakukan pendampingan penyusunan Laporan keuangan pemerintah
Kegiatan yang independen dan objektif dalam bentuk pemberian keyakinan dan konsultasi yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasional sebuah organisasi merupakan definisi : (Modul Hal. 77)
Evaluasi
Audit Intern
Reviu
Audit Ekstern
Prosedur penilaian yang secara Deskriptip dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan atau mengukur pengaruh dari kegiatan yang sedang berjalan tanpa mempertanyakan hubungan Kausalitas penyebab adalah :
Audit
Evaluasi
Pemantauan
Reviu
Terdapat beberapa elemen yang dinilai terhadap tata kelola organisasi menurut model IA-CM, yaitu :
Peran dan layanan, jumlah auditor,praktek profesional,akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi serta struktur tata kelola
Peran dan layanan,pengelolaan SDM,praktik Profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi, serta struktru organisasi
Peran dan layanan,pengelolaan SDM,praktik Profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja,hubungan Internal dan Eksternal, serta struktur tata kelola
Peran dan layanan,pengelolaan SDM,praktik Profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja,budaya dan hubungan organisasi,serta struktur tata kelola
Pendekatan Control Self Assesment terbagi atas beberapa pendekatan yaitu :
Workshop, Quiesioner, dan analisis manajemen
Workshop,survei dan flow chart
Workshop,survei dan analisis manajemen
Workshop,survei,konfirmasi dan analisis manajemen
Tiga pilar Good Govermance yang penting adalah :
Kepentingan umum,proses pengambilan keputusan,dan tata laksana pelaksanaan kebijakan
Kesejehteraan rakyat,keterbukaan,dan tata laksana pelaksanaan kebijakan
Kesejahteraan rakyat,proses pengambilan keputusan,dan tata laksana pelaksanaan kebijakan
Kesejahteraan rakyat,proses pengambilan keputusan dan taat hukum
Terdapat jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan kesempatan yang sama dalam menjalankan kehidupannya, merupakan salah satu prinsip, good gavermance yaitu:
Akuntabilitas
Kesetaraan
Transparansi
Partisipasi
Salah satu sasaran penciptaan tata pemerintahan yang baik adalah: (Modul Hal. 16)
Tersedianya fasilitas umum yang cukup
Terjaminnya pendidikan dan kesehatan
Terjaminnya konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah
Keadilan sosial bagi seluruh bangsa indonesia
Tujuan karekteristik new public management antara lain adalah:
Lebih menekankan pada proses
Lebih menekankan diterapkannya gaya manajemen sektor publik
Pembagian tugas kedalam unit-unit yang dibawah
Ditumbuhkan persaingan di sektor privat
Suatu kejadian yang mungkin terjadi, dan apabila terjadi akan memberikan dampak negatif pada pencapaian tujuan, merupakan definisi:
Kerugian
Risiko
Bahaya
Masalah
Suatu tingkatan dari sekelompok risiko, dimana organisasi akan menerima dan dapat mengelola dalam suatu priode tertentu, disebut sebagai:
Toleransi risiko
Selera risiko (risk appetite)
Kadar risiko
Pengelolaan risiko
Terjadi kebakaran hebat di pusat perdagangan tekstil kota ABC api cepat membesar karena kios berisi tekstil yang mudah terbakar, dan kejadian kebakaran adalah malam hari pasar sudah tutup dan pedagang sudah pulang. Kebakaran menghanguskan banyak kios dan kerugian ditaksir puluhan miliar rupiah, kebakaran tersebut merupakan:
Risiko
Masalah
Kemungkinan
Kelalaian
Batas pengambilan risiko yang dapat diterima dari variasi relatif pada pencapaian tujuan dalam tingkat toleransi yang dperkenankan dalam konteks organisasi secara keseluruhan merupakan:
Toleransi
Kadar risiko
Tingkat risiko
Batas risiko
Kepala kantor XYZ melarang seluruh karyawannya mengunakan peralatan atau benda material yang menimbulkan percikan api atau mengunakan api di lingkungan kantor, risk appatite kantor XYZ terhadap risiko adalah:
Risk taker
Risk avoidance
Risk tolerance
Risk
Risiko yang tidak saja memungkinkan terjadinya kerugian, tetapi juga memungkinkan terjadinya keuntungan disebut :
Risiko keuangan
Risiko operasional
Risiko murni
Risiko spekulatif
Tuntutan perubahan dan peningkatan kapabilitas organisasi dapat memunculkan risiko (risk) sekaligus peluang (opportunities) bagi organisasi manajemen resiko menjadi kebutuhan yang startegis serta sangat di perlukan untuk
Menontrol perubahan di lingkungan ekstrem
Mengendalikan pembagian tugas dalam organisasi
Mengontrol penggunaan anggaran organisasi
Mengoptimalkan pengunaan sumber daya terbatas yang dimiliki organisasi
Suatu tingkatan dari kelompok resiko yang dapat diterima organisasi dan dapat dikelola dalam periode tertentu disebut
Toleransi risiko
Ambang risiko
Selera risiko
Selera risiko
Batas pengambilan risiko yang dapat diterima dari variasi relative atas pencapain tujuan dengan tingkat toleransi yang diperkenankan dalam konteks organisasi secara keseluruhan disebut
Risk tolerance
Klasifikasi risiko
Risk appatite
Risk avoidance
Intansi A lebih banyak memasang alat pemadam kebakaran lidingkungan kantornya, memasang petunjuk evakuasi dan slalu mengecek kesiapan alat damkarnya, adalah salah satu dari selera risikoberupa
Risk avoidance
Risktaker
v Risk tolerance
Klasifikasi risiko
Dilihat dari sudut pandang penyebab terjadinya risiko dibedakan atas
Risiko murni dan risiko spekulatif
Risiko eksternal dan risiko internal
Risiko keuangan dan risiko operasional
Risiko stategis dan risiko operasional
Dilihat dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi risiko dibedakan atas
Risiko keuangan dan risiko operasional
Risiko stategis risiko program, risiko proyek dan risiko operasional
Risiko murni dan risikospekulatif
Risiko strategis, risiko operasional, risiko pelaporan dan resiko ketaatan
Bedasarkan dua definisi menurut AS/NZ standart 4360:2004 dan COSO definisi manajemen risiko dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata-kata kunci yang dimiliki manajemen resiko ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi untuk lingkungan institusi pemerintahan, manajemen resiko dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi yang bersangkutan ini merupakan definisi manajemen resiko bedasarkan kata kunci
On going process
Effected by people
Applied in strategy setting
Provid reasonable assurance
Manajemen resiko organisasi mengakui kapabilitas, persepsi, dan tujuan pihak eksternal dan internal yang dapat mendukung/menghambat pencapaian tujuan organisasi peryataan tersebut adalah salah satu prinsip dasar dari manajemen risiko yang efektif yaitu
Memperhitungkan factor manusia dan budaya
Bersifat transfaran dan inklusif
Dibuat sesuai kebutuhan
Bagian intergral proses dalam organisasi
Manajemen resiko berkontribusi terhadap pencapaian nyata obyektif dan peningkatan antara lain kepatuhan terhadap hokum dan peraturan penerimaan public tata kelola dan reputasi perusahaan ,peryataan tersebut adalah salah satu prinsif dasar dari manajemen resiko yang efektif yaitu
Bagian intergral proses dalam organisasi
Menciptakan nilai tambah
Bagian dari pengambilan keputusan
Bedasarkan informasi terbaik yang tersedia
Manajemen resiko diselaraskan dengan konteks eksternal dan internal organisasi serta profil risikonya, peryataan tersebut adalah salah satu prinsip dasar dari manajemen risikoyang efektif yaitu
Bedasarkan informasi terbaik yang tersedia
Secara eksplisit menangani ketidakpastian
Solvabilitas
Dibuat sesuai kebutuhan
Elemen manajemen resiko yang bertujuan untuk mengetahui profil dan peta dari risiko-risiko yang ada di organisasi dan akan digunakan dalam proses evaluasi dan stategi penanganan resiko adalah
Identifikasi resiko
Penetapan konteks
Analisis risiko
Penanganan resiko
Elemen manajemen resiko yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis organisasi sebagai lingkup tempat manajemen risiko akan diterapkan adalah
Komunikasi dan kosultasi
Identifikasi risiko
Analisis resiko
Penetapan konteks
Elemen manajemen risiko yang bertujuan untuk menetapkan prioritas risiko yang telah diidentifikasi dan dianalisis adalah
Penanganan resiko
Evaluasi risiko
Penetapan konteks
Monitoring dan reviu
Pengendalian intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris suatu entitas, manajemen dan personil lainya dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkaitan dengan capaian tujuan dalam berbagai kategori efektifitas kegiatan, keandalan pelaporan keuangan dan ketaatan pada peraturandan ketentuan yang berlaku. Merupakan definisi pengendalian interen menurut
INTOSAI 2004
IIA (Institute of internal auditors)
Peraturan pemerintah no. 60 tahun 2008
GAO (General Accounting Office) 1999
Perbedaan tujuan organisasi yang ingin dicapai dengan adanya pengendalian intern antara definisi menurut COSO dengan PP no 60 tahun 2008 yaitu
Kegiatan efektif dan efisien
Laporan keuangan yang dapat diandalkan
Pengamanan asset Negara
Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
Hubungan tata kelola system pengendalian intern (SPI) dan resiko (penilaian resiko) sesuai PP No. 60 tahun 2008 adalah sebagai berikut
Risiko merupakan bagian dari SPI dan SPI merupakan bagian integral dari tata kelola organisasi
SPI merupakan bagian intergral dari risiko dan tata kelola organisasi
SPI merupakan bagian dari resiko dan resiko merupakan bagian intergral dari tata kelola organisasi
Risiko merupakan bagian dari tata kelola organisasi dan tata kelola merupakan bagian integral dari SPI
Menurut institute of internal auditors (IIA)audit internal harus dapat memberikan “value” bagi stakeholders tiga elemen penting dari value yang di berikan audit intern bagi organisasi adalah
Assurance , insight, and analyses
Assurance, abjektivity and governance
Assurance, abjektivity and governance
Catalyst, analyses and assessment
Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh manajemen dan pegawai lain yang di tunjuk atas pelaksanaan tugas sebagai penilaian terhadap kualitas dan efektifitas system pengendalian intern disebut dengan
Evaluasi pengendalian intern
Pemantauan pengendalian intern
Reviu pengendalian intern
Penilaian pengendalian interen
Control self assessment (CSA) adalah suatu proses penilaian didi sendiri tentang efektivitas pengendalian yang ada untuk member keyakinan bahwa tujuan/sasaran organisasi akan tercapai pendekatan yang sangat disarankan oleh IIA adalah
Metode workshop
Metode survey
Analisis manajemen
Gabungan kegiatan metode
Menurut C.Hood terdapat tujuh karakteristik new public managemen antara lain
Pelaksanaan tugas manajemen pemerintahaan dipegang pegawai pemerintah
Adanya standard an ukuran kinerja yang jelas
Lebih ditekankan pada pengendalian proses pelaksanaan
Kurangnya persaingan di sector public
Berbagai kewenangan seperti kewenangan politik,ekonomi,dan administrasi berinteraksi satu dengan yang lainya yang mencakup hubungan komplek antara kewenangan pada semua level pemerintahan dalam bentuk mekanisme proses dan pembentukan institusi yang memungkinkan masyarakat atau kelompok masyarakat dapat menyampaikan meininan mengatur berbagai perbedaan dan juga mendapatkan jaminan hokum (dan pengaturan nya) disebut
Governance
Regulations
Government
Accountability
Proses pembuatan keputusan (decision making pocess) yang memfasilitasi aktivitas ekonomi di dalam negeri dan interaksi diantara penyelenggara ekonomi disebut
Administrative governance
Political governance
Economic govermance
Decision governance
System implementasi proses kebijakan sector public secara efisien, tidak memihak akuntabel dan terbuka di sebut
Economic govermance
Decision govermance
Political govermance
Administrative govermance
Sesuai konsep tata kelola menurut IIA, terdapat dua area penting dari tata kelola yaitu
Economic govermance dan administrative governance
Strategic direction dan governance oversight
Strategic direction dan administrative govermance
Economic govermance dan govermance oversight
Good govermance merupakan cara kekuasaan yang digunakan dalam pengelolaan sebagai sumber daya social dan ekonomi untuk mengembangkan masyarakat adalah definisi good govermance menurut
Bank dunia (world bank)
UNDP (United nations development programme)
IIA (the institute of internal auditors
GAO (general accounting office)
Prinsip good govermance yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan kepemerintahan semua institusi dan proses yang dilaksanakan pemerintah harus melayani semua stakeholders secara tepat baik dan dalam waktu yang tepat(tanggap terhadap kemauan masyarakat ) disebut
Participation
Transparaency
Strategic vision
Responsiveness
Prinsip good govermance yang menyatakan bahwa para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut disebut
Strategic vision
Participation
Consensus orientation
Prinsip good governance yang menyatakan bahwa semua pihak (pemerintah swasta dan masyarakat) harus mampu memberikan pertanggungjawaban atas mandate yang diberikan kepadanya disebut
Participation
Accountability
Transparency
v Equity
Risiko adalah suatu kejadian yang memungkinkan terjadi dan apabila terjadi akan memberikan dampak negative pada pencapaian tujuan instansi pemerintah peryataan tersebut merupakan definisi risiko menurut
Badan sertifikasi manajemen resiko
Badan sertifikasi manajemen resiko
Pp no. 60 tahun 2008
