Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KMP 1.4-1.7

Total questions: 41

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Program MFK terdiri kegiatan apa saja (7)..(K.1.4.1)

a)

MKKF, manajemen B3 dan limbah B3, manajemen KB, manajemen PK,  manajemen Alkes, manajemen sistem utilitas, dan pendidikan MFK

b)

Manajemen kedaruratan dan bencana, manajemen pengamanan  kebakaran,  manajemen  alat kesehatan, manajemen sistem utilitas, dan pendidikan MFK

c)

Manajemen pengamanan  kebakaran,  manajemen  alat kesehatan, manajemen sistem utilitas, dan pendidikan MFK

d)

Manajemen kedaruratan dan bencana, manajemen pengamanan  kebakaran,  manajemen  alat kesehatan, manajemen sistem utilitas, dan pendidikan MFK

2.

1.MK&KF, Keselamatan fasilitas adalah suatu keadaan tertentu  pd bangunan, halaman, prasarana, peralatan yg tdk menimbulkan bahaya/risiko bagi pengguna layanan, brp perlindungan thd..(K.1.4.1)

a)

Perlindungan terhadap penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

b)

Perlindungan terhadap, kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

c)

Perlindungan terhadap, pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

d)

Perlindungan terhadap kehilangan, pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

3.

2.Manajemen B3 dan limbah B3 meliputi (8) kegiatan apa saja..(K.1.4.1)

a)

Penetapan jenis & area/lokasi penyimpanan B3; Pengelolaan, penyimpanan & penggunaan B3, Labelisasi, Pendokumentasian & perizinan, Penanganan tumpahan, Sistem pelaporan & investigasi jk tjd tumpahan, Pembuangan limbah B3, Penggunaan APD

b)

Perlindungan terhadap, kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

c)

Perlindungan terhadap, pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

d)

Perlindungan terhadap kehilangan, pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang

4.

3.Manajemen kedaruratan dan bencana (7) kegiatan apa saja..(K.1.4.1)

a)

Penetapan jenis & area/lokasi penyimpanan B3; Pengelolaan, penyimpanan & penggunaan B3, Labelisasi, Pendokumentasian & perizinan, Penanganan tumpahan, Sistem pelaporan & investigasi jk tjd tumpahan, Pembuangan limbah B3, Penggunaan APD

b)

dentifikasi peran & TJ pegawai serta manajemen konflik; Peran PKM dlm tim terkoordinasi dg SDMasy

c)

Strategi komunikasi; Manajemen SD; penyediaan pelayanan & alternatifnya; I

d)

Identifikasi jenis, kemungkinan dg HVA; Menentukan peran PKM;

5.

4.Manajemen pengamanan kebakaran, mengamankan properti dan penghuni dari kebakaran dan asap. Kegiatan secara umum apa saja..(K.1.4.1)

a)

Pencegahan terjadinya kebakaran dg melakukan identifikasi area berisiko bahaya kebakaran & ledakan, penyimpanan & pengelolaan bahan2 yg mudah terbakar, penyediaan proteksi kebakaran aktif & pasif

b)

Identifikasi peran & TJ pegawai serta manajemen konflik; Peran PKM dlm tim terkoordinasi dg SDMasy

c)

Strategi komunikasi; Manajemen SD; penyediaan pelayanan & alternatifnya;

d)

Identifikasi jenis, kemungkinan dg HVA; Menentukan peran PKM;

6.

4.Manajemen pengamanan kebakaran berisi kegiatan apa saja (4)..(K.1.4.1)

a)

Pencegahan terjadinya kebakaran dg melakukan identifikasi area berisiko bahaya kebakaran & ledakan, penyimpanan & pengelolaan bahan2 yg mudah terbakar, penyediaan proteksi kebakaran aktif & pasif

b)

Edukasi kepada staf terkait sistem proteksi dan cara evakuasi pengguna layanan yang efektif pada situasi kebakaran.

c)

Jalur evakuasi yang aman dari api, asap dan bebas hambatan; proses pengujian sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran dilakukan selama kurun waktu 12 bulan

d)

Frekuensi inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran secara periodik sesuai peraturan yang berlaku,

7.

5.Manajemen alat kesehatan (Alkes) berisi kegiatan apa saja (2)..(K.1.4.1)

a)

Pencegahan terjadinya kebakaran dg melakukan identifikasi area berisiko bahaya kebakaran

b)

Mengurangi risiko ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat kesehatan.

c)

mengevakuasi yang aman dari api, asap dan bebas hambatan; proses pengujian sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran dilakukan selama kurun waktu 12 bulan

d)

Frekuensi inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran secara periodik sesuai peraturan yang berlaku,

8.

6.Manajemen sistem utilitas berisi kegiatan apa saja (3)..(K.1.4.1)

a)

sistem listrik, sistem air, sistem gas medik, dan  sistem pendukung lainnya

b)

Seperti generator (genset), serta perpipaan air. 

c)

Sistem utilitas  dipelihara untuk meminimalkan risiko kegagalan pengoperasian dan harus dipastikan  tersedia selama 7 hari 24 jam

d)

Frekuensi inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran secara periodik sesuai peraturan yang berlaku,

9.

Program MFK perlu dievaluasi minimal per triwulan untuk memastikan bahwa Puskesmas  telah melakukan upaya penyediaan lingkungan yang aman, berapa lama..(K.1.4.1)

a)

Setiap bulan

b)

Setiap tahun

c)

Setiap enam bulan

d)

Setiap triwulan

10.

Manajemen keselamatan dan keamanan fasilitas dirancang untuk mencegah terjadinya cedera pada pengguna layanan, pengunjung, petugas dan masyarakat, berupa..(K.1.4.2)

a)

Penculikan bayi, pencurian, dan kekerasan pada petugas.

b)

Penculikan bayi, pencurian, tertusuk jarum, tertimpa bangunan

c)

Gedung roboh, dan tersengat listrik

d)

Tertusuk jarum, tertimpa bangunan atau gedung roboh, dan tersengat listrik

11.

Manajemen keselamatan dan keamanan fasilitas dengan menyediakan lingkungan fisik yang aman bagi pasien, petugas, dan pengunjung, perlu direncanakan untuk mencegah terjadinya kejadian kekerasan fisik maupun cedera akibat lingkungan fisik yang tidak aman seperti..(K.1.4.2)

a)

Penculikan bayi, pencurian, dan kekerasan pada petugas.

b)

Penculikan bayi, pencurian, tertusuk jarum, tertimpa bangunan

c)

Gedung roboh, dan tersengat listrik

d)

Tertusuk jarum, tertimpa bangunan atau gedung roboh, dan tersengat listrik

12.

World Health Organization (WHO) telah mengidentifikasi B3 serta limbahnya dengan kategori sebagai berikut (9)..(K.1.4.3)

a)

PA, farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

b)

Farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

c)

Infeksius, PA, farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

d)

Farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

13.

Puskesmas perlu menginventarisasi B3 yang meliputi..(K.1.4.3)

a)

Jenis, dan jumlah B3 serta limbahnya yang disimpan

b)

Lokasi, jenis, dan jumlah B3 serta limbahnya yang disimpan

c)

Infeksius, PA, farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

d)

Farmasi, bahan kimia, logam berat, kontainer bertekanan, benda tajam, genotoksik/sitotoksik, radioaktif

14.

Pengelolaan limbah B3 sesuai standar, mencakup..(K.1.4.3)

a)

pewadahan dan penyimpanan/tempat penampungan sementara, transportasi serta pengolahan akhir

b)

Penyimpanan/tempat penampungan sementara, transportasi serta pengolahan akhir

c)

Pemilahan, pewadahan dan penyimpanan/tempat penampungan sementara, transportasi serta pengolahan akhir

d)

Transportasi serta pengolahan akhir

15.

Puskesmas dalam program manajemen kegawatdarutan dan bencana berupa..(K.1.4.4)

a)

Menyusun, memelihara, melaksanakan, dan mengevaluasi manajemen kedaruratan dan bencana

b)

Memelihara, melaksanakan, dan mengevaluasi manajemen kedaruratan dan bencana

c)

Melaksanakan, dan mengevaluasi manajemen kedaruratan dan bencana

d)

Mengevaluasi manajemen kedaruratan dan bencana

16.

Strategi untuk menghadapi bencana perlu disusun sesuai dengan..(K.1.4.4)

a)

Menyusun, memelihara, melaksanakan, dan mengevaluasi manajemen kedaruratan dan bencana

b)

Manajemen kedaruratan

c)

Manajemen Risiko

d)

Potensi bencana yang mungkin terjadi berdasarkan hasil penilaian kerentanan bahaya (HVA)

17.

Reviu yang dilakukan setelah simulasi bersama peserta simulasi dan observer yangbertujuan untuk menindaklanjuti hasil dari simulasi, definisi dari..(K.1.4.4)

a)

Simulasi

b)

Debriefing

c)

Review

d)

Demonstrasi

18.

Puskesmas dalam melakukan manajemen kebakaran berupa..(K.1.4.5)

a)

Melakukan evaluasi manajemen pengamanan kebakaran termasuk sarana evakuasi

b)

Melaksanakan, dan melakukan evaluasi manajemen pengamanan kebakaran termasuk sarana evakuasi

c)

Memelihara, melaksanakan, dan melakukan evaluasi manajemen pengamanan kebakaran termasuk sarana evakuasi

d)

Menyusun, memelihara, melaksanakan, dan melakukan evaluasi manajemen pengamanan kebakaran termasuk sarana evakuasi

19.

Proteksi kebakaran secara aktif, contohnya...(K.1.4.5)

a)

Jalur evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, dan tempat titik kumpul aman

b)

APAR, sprinkler, detektor panas, dan detektor asap,

c)

Tempat titik kumpul aman

d)

Tangga darura

20.

Proteksi kebakaran secara pasif, contohnya...(K.1.4.5)

a)

Jalur evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, dan tempat titik kumpul aman

b)

APAR, sprinkler, detektor panas, dan detektor asap,

c)

Tempat titik kumpul aman

d)

Tangga darura

21.

Puskesmas melakukan manajemen kalibrasi berupa..(K.1.4.6)

a)

Melaksanakan pengelolaan program untuk memastikan semua peralatan kesehatan berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat Kesehatan

b)

Mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat Kesehatan

c)

Menyusun dan melaksanakan pengelolaan program untuk memastikan semua peralatan kesehatan berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat Kesehatan

d)

Pengelolaan program untuk memastikan semua peralatan kesehatan berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat Kesehatan

22.

Kepala Puskesmas dan  penanggung  jawab  mutu secara periodik melakukan pertemuan tinjauan manajemen untuk membahas..(K.1.4.6)

a)

Umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal, hasil penilaian kinerja, perubahan proses penyelenggaraan upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas,

b)

Perubahan kebijakan mutu jika diperlukan, dan membahas hasil pertemuan tinjauan manajemen sebelumnya,

c)

Serta rekomendasi untuk perbaikan.

d)

Pengelolaan program untuk memastikan semua peralatan kesehatan berfungsi & mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alkes

23.

Manajemen alat kesehatan ditujukan untuk (3)..(K.1.4.6)

a)

Memastikan bahwa semua alat kesehatan tersedia  dan dilakukan kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi secara berkala agar semua alat kesehatan berfungsi dengan baik

b)

Memastikan bahwa individu yang melakukan pengelolaan alat kesehatan memiliki kualifikasi yang sesuai dan kompeten; dan

c)

Menyusun dan melaksanakan pengelolaan program untuk memastikan semua peralatan kesehatan berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan dan kegagalan fungsi alat Kesehatan

d)

memastikan operator yang mengoperasikan alat kesehatan tertentu telah terlatih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

24.

Manajemen alat kesehatan yang dimaksud meliputi kegiatan..(K.1.4.6)

a)

Memastikan bahwa semua alat kesehatan tersedia  dan dilakukan kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi secara berkala agar semua alat kesehatan berfungsi dengan baik

b)

Memastikan bahwa individu yang melakukan pengelolaan alat kesehatan memiliki kualifikasi yang sesuai dan kompeten; dan

c)

Pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan

d)

memastikan operator yang mengoperasikan alat kesehatan tertentu telah terlatih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

25.

Pemeriksaan alat kesehatan yang dilakukan petugas meliputi..(K.1.4.6)

a)

Memastikan bahwa semua alat kesehatan tersedia  dan dilakukan kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi secara berkala agar semua alat kesehatan berfungsi dengan baik

b)

Kondisi alat, ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat.

c)

Pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan

d)

memastikan operator yang mengoperasikan alat kesehatan tertentu telah terlatih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

26.

Penggunaan gas medik dan vakum medik di fasiltas pelayanan kesehatan dilakukan melalui..(K.1.4.7)

a)

Sistem gas medis, Tabung gas medis, dan Oksigen konsentrator portable

b)

Kondisi alat, ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat.

c)

Pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan

d)

Memastikan operator yang mengoperasikan alat kesehatan tertentu telah terlatih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

27.

Air bersih perlu dilakukan pemeriksaan seperti,..(K.1.4.7)

a)

Uji kuantitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

b)

Kondisi alat, ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat.

c)

Pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan

d)

Uji kualitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

28.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan dalam pelaksanaan manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK), dapat berupa..(K.1.4.8)

a)

Uji kuantitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

b)

Kondisi alat, ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat.

c)

Edukasi, pelatihan, dan in house training/workshop/lokakarya.

d)

Uji kualitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

29.

Agar pengelolaan anggaran dapat dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, maka perlu..(K.1.5.1)

a)

Daftar laporan keuangan

b)

SK, SOP

c)

Neraca aktiva dan pasiva

d)

Panduan, dan dokumen pengelolaan keuangan

30.

Pengawasan, pengendalian, & penilaian terhadap kinerja PKM dilakukan dg menggunakan...yg jelas utk memudahkan dlm melakukan perbaikan kinerja penyelenggaraan pelayanan & perencanaan pd periode berikutnya..(K.1.6.1)

a)

Indikator kinerja (Menilai cakupan kegiatan dan Manajemen Puskesmas)

b)

Prestasi kinerja

c)

Indikator Nasional Mutu

d)

Indikator Nasional Mutu Prioritas

31.

Pengawasan, pengendalian, dan penilaian terhadap kinerja Puskesmas dapat berupa..(K.1.6.1)

a)

Evaluasi, supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan pertemuan tinjauan manajemen

b)

Lokakarya mini, audit internal, dan pertemuan tinjauan manajemen

c)

Pemantauan dan evaluasi, supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan pertemuan tinjauan manajemen

d)

Supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan pertemuan tinjauan manajemen

32.

Indikator-indikator kinerja tersebut meliputi..(K.1.6.1)

a)

Indikator kinerja manajemen Puskesmas,

b)

Indikator kinerja cakupan pelayanan UKM yang mengacu pada indikator nasional seperti program prioritas nasional, indikator yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerah provinsi dan indikator yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerahkabupaten/kota,

c)

Indikator kinerja cakupan pelayanan UKP, laboratorium, dan kefarmasian.

d)

Supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan pertemuan tinjauan manajemen

33.

Menyusun indikator-indikator kinerja Puskesmas mengacu pada..(K.1.6.1)

a)

SPM Kabupaten/Kota

b)

Kebijakan/pedoman dari Kementerian Kesehatan

c)

Kebijakan/pedoman dari dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota.

d)

Renstra Kesehatan Kabupaten/Kota

34.

Dilakukan pengukuran dan analisis terhadap capaian indikator kinerja dengan membandingkan terhadap..(K.1.6.1)

a)

Target yang ditetapkan, capaian dari waktu ke waktu, dan dengan melakukan kaji banding capaian kinerja Puskesmas yang lain

b)

Kebijakan/pedoman dari Kementerian Kesehatan

c)

Kebijakan/pedoman dari dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota.

d)

Renstra Kesehatan Kabupaten/Kota

35.

Lokakarya mini bulanan digunakan untuk..(K.1.6.2)

a)

Menggalang kerja sama dan keterpaduan serta meningkatkan motivasi petugas

b)

Kebijakan/pedoman dari Kementerian Kesehatan

c)

Kebijakan/pedoman dari dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota.

d)

Menyusun lebih terinci kegiatan2 yg akan dilaksanakan selama 1 bulan mendatang, khususnya dlm waktu, tempat, sasaran, pelaksana kegiatan, dukungan (LP,LS) yg diperlukan, srt metode & teknologi yg digunakan

36.

Lokakarya mini triwulanan digunakan untuk..(K.1.6.2)

a)

Menetapkan secara konkret dukungan lintas sektor yang akan dilakukan selama 3 bulan mendatang, melalui sinkronisasi/harmonisasi RPK antarsektor (antarinstansi) dan kesatupaduan tujuan

b)

Menggalang kerja sama, komitmen, dan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan

c)

Meningkatkan motivasi dan rasa kebersamaan dalam melaksanakan pembangunan masyarakat kecamatan

d)

Menyusun lebih terinci kegiatan2 yg akan dilaksanakan selama 1 bulan mendatang, khususnya dlm waktu, tempat, sasaran, pelaksana kegiatan, dukungan (LP,LS) yg diperlukan, srt metode & teknologi yg digunakan

37.

Audit internal adalah..(K.1.6.3)

a)

Pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara sistematis oleh tim audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

b)

Salah satu mekanisme pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara sistematis oleh tim audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

c)

Pengendalian yang dilakukan secara sistematis oleh tim audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

d)

Audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

38.

Kepala Puskesmas dan penanggung jawab mutu secara periodik melakukan pertemuan tinjauan manajemen untuk membahas..(K.1.6.3)

a)

Umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal, hasil penilaian kinerja,

b)

Perubahan proses penyelenggaraan upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas,

c)

Perubahan kebijakan mutu jika diperlukan, dan membahas hasil pertemuan tinjauan manajemen sebelumnya, serta rekomendasi perbaikan.

d)

Audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

39.

Pembinaan yang dilakukan oleh dinas  kesehatan daerah kabupaten/kota sebagai TPCB dalam hal penyelenggaraan Puskesmas mulai dari..(K.1.7.1)

a)

Perencanaan, pelaksaaan, dan evaluasi

b)

Input, proses, output

c)

Income, proses, Outcome

d)

Audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

40.

Pembinaan oleh TPCB meliputi pembinaan dalam rangkan..(K.1.7.1)

a)

Perencanaan, pelaksaaan, dan evaluasi

b)

Input, proses, output

c)

Pencapaian target PIS PK, target SPM, PPN, dan pemenuhan standar pelayanan

d)

Audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.

41.

Dalam melaksanakan tugasnya, TPCB mengacu pada pedoman, termasuk..(K.1.7.1)

a)

Pendampingan penyusunan PPS, pemantauan pengukuran dan pelaporan INM serta pemantauan pelaporan IKP

b)

Input, proses, output

c)

Pencapaian target PIS PK, target SPM, PPN, dan pemenuhan standar pelayanan

d)

Audit internal yang dibentuk oleh kepala Puskesmas.