Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

.........Quiz Bulan Mei 2024 ........

Total questions: 10

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.
  1. 1. Untuk memastikan inflasi tetap terkendali maka dilakukan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024, berapa suku bunga yang BI tetapkan?

a)

A. BI-Rate sebesar 6.25%, Deposit Facility sebesar 5.00%, dan Lending Facility sebesar 7.00%

b)

B. BI-Rate sebesar 6.25%, Deposit Facility sebesar 5.05%, dan Lending Facility sebesar 7.00%

c)

C. BI-Rate sebesar 6.25%, Deposit Facility sebesar 5.50%, dan Lending Facility sebesar 700%

d)

D. BI-Rate sebesar 6.25%, Deposit Facility sebesar 5.50%, dan Lending Facility sebesar 7.00%

2.

2. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Dalam hal meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, yang bukan merupakan penguatan strategi operasi moneter pro-market adalah?

a)

A. Memperkuat struktur suku bunga di pasar uang Rupiah untuk menjaga daya tarik imbal hasil

b)

B. Mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan melalui perluasan cakupan sektor prioritas

c)

C. Mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI)

d)

D. Meningkatkan aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik

3.

3. Penyempurnaan kebijakan makroprudensial kontrasiklikal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) untuk penguatan pengelolaan pendanaan luar negeri bank sesuai kebutuhan perekonomian berlaku sejak 1 Agustus 2024. Adapun tambahan yang tercantum dalam RPLN yang terkini

a)
  1. A. Giro, tabungan, dan deposito milik bukan penduduk yang ditempatkan di kantor cabang luar negeri Bank yang berkantor pusat di Indonesia dan digunakan untuk penyaluran kredit/pembiayaan kepada penduduk

b)
  1. B. ULN Bank jangka pendek yang dijamin atau memiliki agunan berupa surat berharga valuta asing yang diterbitkan oleh Pemerintah dan/atau Bank Indonesia

c)
  1. C. Kewajiban Bank luar negeri jangka pendek yang timbul kepada Penduduk akibat transaksi repo dengan instrumen valuta asing yang diterbitkan oleh Pemerintah dan/atau Bank Indonesia

d)

D. Semua jawaban benar

4.

4. Tujuan dari transparansi asesmen SBDK adalah untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia. Melalui transparansi, masyarakat dan dunia usaha dapat memperoleh informasi terkait perkembangan suku bunga dasar kredit perbankan dan suku bunga kredit yang ditawarkan oleh perbankan. Faktor apa saja yang memengaruhi pembentukan suku bunga dasar kredit yang bersifat spesifik untuk tiap bank?

a)

A. Biaya overhead, margin keuntungan, dan harga pokok dana untuk kredit

b)

B. External Benchmark Rate, Loan Prime Rate, dan Base Rate

c)

C. Transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder

d)

D. Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers’ Index (PMI)

5.

5. Pertumbuhan kredit yang tetap tinggi dimana tumbuh sebesar 12.15% (yoy) pada Mei 2024 hal ini didorong oleh pertumbuhan kredit pada beberapa sektor seperti perdagangan, industri, dan jasa. Dari pilihan di bawah ini mana yang merupakan sisi permintaan yang memengaruhi pertumbuhan kredit?

a)
  1. Meningkatnya dana pihak ketiga yang menjaga minat penyaluran kredit

b)

B. Realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan

c)

C. Menumbuhnya penjualan dan modal perusahaan yang mendorong kebutuhan pembiayaan modal kerja dan investasi

d)

D. Penerapan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial

6.

6. Pengaturan batas maksimum pendanaan luar negeri jangka pendek terhadap modal bank adalah sebesar 30% dengan parameter kontrasiklikal yang ditetapkan berdasarkan asesmen forward looking sebesar?

a)
  1. 0% atau ± 2.5%

b)

B. 0% atau 4%

c)

C. 0% atau ± 5%

d)

D. 0% atau ± 6%

7.

7. Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Apa salah satu faktor yang berdampak negatif terhadap pasar keuangan Indonesia?

a)

A. Depresiasi nilai tukar dolar AS

b)

B. Meningkatnya aliran masuk modal asing dalam negeri

c)

C. Meningkatnya imbal hasil obligasi AS

d)

D. Inflasi AS yang terus menurun

8.

8. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah melalui stimulus fiskal dan kebijakan makroprudensial guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, hal ini didukung oleh BKBI. Salah satu contoh implementasi nyata dari pernyataan tersebut yaitu?

a)

A. Investasi bangunan yang meningkat

b)

B. Ekspor barang dan jasa yang melandai

c)

C. Konsumsi masyarakat yang menurun

d)

D. Impor barang dan jasa yang menguat

9.

9. Inflasi yang cenderung menurun dan masih tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2.5%±1% merupakan hasil dari sinergitas kebijakan dari Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat serta Daerah. Hal tersebut dipengaruhi oleh core inflation dan administered prices inflation adapun volatile food inflation serta imported inflation. Dari pilihan dibawah ini yang termasuk volatile food inflation adalah?

a)

A. Kenaikan harga BBM yang mengakibatkan naiknya biaya produksi barang dan jasa

b)

B. Defisit dalam pembiayaan anggaran belanja negara sehingga pemerintah mencetak uang baru sebagai solusinya

c)

C. Ketegangan geopolitik menyebabkan pasokan energi dan pangan dari negara mitra tidak stabil

d)

D. Kemarau panjang berdampak pada kurangnya pasokan bawang merah di pasar

10.

10. Salah satu bauran kebijakan Bank Indonesia adalah dengan memperpanjang kebijakan tarif SKNBI dan juga KK. Pernyatan yang benar di bawah ini adalah?

a)

A. Kebijakan batas minimum pembayaran oleh pemegang KK 5% dari total tagihan dan kebijakan nilai denda keterlambatan sebesar minimum 1% dari total tagihan serta tidak melebihi Rp100,000

b)

B. Kebijakan batas maksimum pembayaran oleh pemegang KK 5% dari total tagihan dan kebijakan nilai denda keterlambatan sebesar minimum 1% dari total tagihan serta tidak melebihi Rp100,000

c)

C. Tarif SKNBI sebesar Rp1 dari BI ke bank dan tarif SKNBI maksimum Rp2,900 dari bank ke nasabah

d)

D. Tarif SKNBI sebesar Rp1 dari BI ke bank dan tarif SKNBI maksimum Rp2,900 dari BI ke nasabah