Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Diagnosis Kerusakan Sistem Pengisian Konvensional

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Sistem pengisian pada kendaraan berfungsi ….

a)

membutuhkan energi listrik supaya bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik pada baterai tetap stabil.

b)

menghasilkan energi gerak supaya bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik pada baterai tetap stabil

c)

menghasilkan energi listrik supaya bisa mengisi dan mempertahankan kondisi suplai listrik pada baterai tetap stabil

d)

menyalurkan sejumlah elektron untuk digunakan instrument kelistrikan

e)

menghemat pengeluaran energi listrik dari baterai

2.

Komponen stator coil pada alternator kendaraan berfungsi ….

a)

membangkitkan gaya magnet rotor yang akan memotong stator koil selama berputar hingga menghasilkan arus listrik

b)

pengaturan tegangan arus yang masuk ke baterai

c)

jalur masuk dan keluarnya arus listrik eksitasi (pemicu) menuju rotor koil

d)

menghasilkan gaya magnet yang kuat dan terkonsentrasi

e)

sebagai medium terjadinya pembangkitan arus listrik didalam alternator

3.

Komponen pengisian yang mengatur besaran tegangan listrik yang masuk ke rotor coil walaupun putarannya berubah-ubah adalah ….

a)

stator

b)

rectifier

c)

regulator

d)

dioda

e)

resistor

4.

Agar putaran rotor alternator dapat berputar dengan lembut, baiknya …

a)

Poros rotor dibalancing

b)

Poros rotor diberi grease

c)

Poros rotor diberi bearing

d)

Poros rotor diperkeras

e)

Poros rotor pelumas

5.

Kipas (fan) pendingin pada alternator perlu diperiksa dari keretakan. Hal ini dilakukan .…

a)

agar pendinginan alternator dapat maksimal

b)

agar poros rotor berputar stabil

c)

agar poros rotor seimbang

d)

agar dapat membuang debu dari dalam alternator

e)

agar rotor tidak mengenai alternator case

6.

Bila tegangan output terminal B pada alternator 12 volt, maka tegangan terminal N sebesar …

a)

3 volt

b)

6 volt

c)

9 volt

d)

12 volt

e)

15 volt

7.

Lampu indicator pengisian yang tidak mau mati, hal ini dapat menyebabkan …

a)

tidak ada pengisian

b)

pengisian kecil

c)

pengisian yang berlebihan

d)

terbakarnya stator coil

e)

terbakarnya rotor coil

8.

Komponen alternator yang berfungsi menyearahkan tegangan yang dihasilkan adalah …

a)

Pulley

b)

Fan

c)

Rotor coil

d)

Stator coil

e)

Rectifier

9.

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur output tegangan alternator adalah …

a)

Amperemeter

b)

Voltmeter

c)

Ohmmeter

d)

Tachometer

e)

Hydrometer

10.

Pengujian nilai resistensi atau hambatan pada motor stater dan alternator menggunakan alat ukur, yaitu ….

a)

Amperemeter

b)

Voltmeter

c)

Ohmmeter

d)

Tachometer

e)

Hydrometer

11.

Dibawah ini ciri-ciri keuntungan alternator tipe IC regulator adalah sebagai berikut, kecuali …

a)

Ukuran kecil

b)

Output-nya tinggi

c)

Tidak diperlukan penyetelan

d)

Mempunyai sifat kompensasi temperature

e)

Arus yang dihasilkan tinggi

12.

Persyaratan sistem pengisian yang baik adalah sebagai berikut, kecuali ....

a)

harus bisa mengisi listrik dengan baik.

b)

harus bisa menyuplai listrik dengan baik.

c)

harus mampu mengatur tegangan listrik yang dihasilkan.

d)

tidak boleh memiliki jumlah tegangan yang berlebih.

e)

harus bisa menambah tegangan listrik.

13.

Tegangan output alternator yang dikatakan overcharge untuk pengisian baterai sebesar …

a)

12,5 V - 13,5 V

b)

12,8 V - 13,8 V

c)

13,5 V - 14,5 V

d)

13,8 V - 14,8 V

e)

15,8 V - 17,8 V

14.

Pada saat putaran mesin stasioner, lampu pengisian menyala berkedap-kedip. Hal tersebut dapat disebabkan oleh ....

a)

tegangan aki menurun

b)

putaran mesin terlalu rendah

c)

setelan regulator tidak sesuai spesifikasi pabrik

d)

putaran mesin terlalu tinggi

e)

tegangan output alternator terlalu tinggi

15.

Tidak timbulnya medan magnet pada rotor coil dapat disebabkan sebagai berikut, kecuali ....

a)

brush sudah habis

b)

kumparan rotor terputus

c)

bocornya rotor coil ke massa

d)

terminal F dan E pada regulator terputus

e)

terputusnya kabel terminal B pada alternator

16.

Tali v-belt pada alternator yang terlalu kencang dapat menyebabkan ....

a)

pengisian terlalu besar

b)

v-belt mudah putus

c)

timbulnya suara gesekan dari puli alternator

d)

brush alternator cepat habis

e)

tidak adanya pengisian

17.

Beban komponen kelistrikan yang terlalu besar sehingga suplai tidak dapat dipenuhi oleh baterai maupun alternator dapat menyebabkan ....

a)

Baterai tekor

b)

Baterai melembung

c)

Kabel baterai menjadi terbakar

d)

Overcharge

e)

Putaran mesin meningkat

18.

Rusaknya bearing pada poros rotor alternator dapat dikenali dengan gejala mula ....

a)

v-belt menjadi terlalu kencang

b)

pendinginan alternator tidak maksimal

c)

pengisian terlalu besar

d)

suara besi bergesekan

e)

putaran mesin terlalu berat

19.

Rusaknya rectifier pada alternator dapat dikenali dengan gejala ....

a)

tidak adanya pengisian

b)

tidak adanya medan magnet di rotor

c)

tegangan terminal N menjadi sama dengan terminal B

d)

alternator menjadi terlalu panas

e)

pengisian terlalu tinggi

20.

Terlalu besarnya tegangan yang dihasilkan alternator dapat dipicu oleh ....

a)

rusaknya regulator

b)

tipisnya brush

c)

rusaknya rectifier

d)

putusnya sekering pengisian

e)

putaran mesin terlalu tinggi