wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MPD TAHAP 1

Total questions: 133

Worksheet time: 1hrs 7mins

Name
Class
Date
1.

Proses menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan,

denganmemperhitungkan sumber daya yang tersedia disebut :

a)

Penganggaran

b)

Perencanaan

c)

Pelaksanaan

d)

Akuntabilitas

2.

Pemerintahan yang modern tidak hanya mencakup efisiensi dan peningkatan

keekonomisan, tetapi juga berakuntabilitas dengan warga negaranya. warga Negara

tidak diperlakukan hanya sebagai konsumen tapi juga memiliki hak untuk mendapatkan

jaminan atas kebutuhan dasar dan menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas

berbagai kebijakan yang dilakukan. Pandangan ini dikenal dengan sebutan :

a)

Government

b)

Governance

c)

Accountability

d)

Administrative Authority

3.

Karakteristik Good Governance yang dirumuskan dalam Deklarasi Manila adalah :

a)

Transparan, merata, Akuntabel, Wajar, Adil, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

b)

Transparan, Akuntabel, Wajar, sederhana, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

c)

Transparan, Akuntabel, Wajar, Adil, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

d)

Transparan, Proposional, Akuntabel, Wajar, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

4.

Siklus Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah

a)

Perencanaan strategi, Pelaporan kinerja, Pengukuran kinerja, Pemanfaatan informasi

kinerja

b)

Perencanaan strategi, Pengukuran kinerja, Pelaporan kinerja, Pemanfaatan informasi

kinerja

c)

Pengukuran kinerja, Perencanaan strategi, Pemanfaatan informasi kinerja, Pelaporan

kinerja

d)

Perencanaan strategi, Pemanfaatan laporan kinerja, Pengukuran kinerja, Pelaporan

kinerja

5.

Setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat

dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi

negara sesuai dengan ketentuan perundang‐undangan yang berlakumerupakan asas :

a)

Profesionalisme

b)

Tertib penyelenggaraan Negara

c)

Keterbukaan

d)

Akuntabilitas

6.

Peraturan yang mendefenisiskan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP)

sebagai pertanggungjawaban keberhasilan atau kegagalan misi dan visi instansi

pemerintah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui

seperangkat indikator kinerja, adalah :

a)

Inpres Nomor 7 Tahun 1999

b)

UU Nomor 17 Tahun 2005

c)

UU Nomor 1 Tahun 2004

d)

UU Nomor 25 Tahun 2004

7.

Penyusunan RKA‐SKPD berdasarkan prestasi kerja harus memerhatikan hal-hal berikut:

a)

Indikator Kinerja, Capaian atau Target Kinerja, Analisis Standar Belanja, Standar

Satuan Harga, Standar Pelayanan Minimal

b)

Indikator Kinerja, Capaian atau Target Kinerja, Jumlah Dana Tersedia, Standar

Satuan Harga, Standar Pelayanan Minimal

c)

Indikator Kinerja, Jumlah SDM, Jumlah Dana Tersedia, Standar Satuan Harga,

Standar Pelayanan Minimal

d)

Indikator Kinerja, Capaian atau Target Kinerja, Pagu Anggaran, Standar Satuan

Harga, Standar Pelayanan Minimal

8.

Anggaran berbasis kinerja memungkinkan pemerintah daerah untuk melakukan

pengukuran efisiensi penggunaan sumber daya keuangan suatu program/kegiatan

dengan menghitung rasio efisiensi dana dengan cara :

a)

Mengalikan input dana dengan output program/kegiatan

b)

Menambah input dana dengan output program/kegiatan

c)

Mengurangi input dana dengan output program/kegiatan

d)

Membagi input dana dengan output program/kegiatan

9.

“Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan

uang dan segala sesuatu berupa uang dan barang yang dapat dijadikan milik daerah

yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut” hal ini merupakan

defenisi keuangan daerah sesuai dengan :

a)

UU Nomor 17 Tahun 2005

b)

UU Nomor 1 Tahun 2004

c)

UU Nomor 32 Tahun 2004

d)

UU Nomor 25 Tahun 2005

10.

Hak daerah dalam rangka keuangan daerah adalah segala hak yang melekat pada

daerah sesuai dengan peraturan perundang‐undangan yang digunakan dalam usaha

pemerintah daerah mengisi kas daerah yang meliputi :

a)

Hak menarik pajak dan retribusi daerah, hak mengadakan pinjaman, hak untuk

memperoleh dana perimbangan dari pusat

b)

Hak menyusun anggaran, hak mengadakan pinjaman, hak untuk memperoleh dana

perimbangan dari pusat

c)

Hak menarik pajak dan retribusi daerah, hak membangun daerah, hak untuk

memperoleh dana perimbangan dari pusat

d)

Hak menarik pajak dan retribusi daerah, hak mengadakan pinjaman, hak mengelola

sumber daya alam

11.

Pemegang kekuasaan pengelola keuangan daerah adalah

a)

Kepala Dinas Pendapatan

b)

Kepala Badan Keuangan

c)

Kepala Daerah

d)

Kepala Daerah

12.

Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional bertanggung

jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada

a)

Kepala Daerah

b)

Kepala Dinas

c)

Menteri Keuangan selaku bendahara umum Negara (BUN)

d)

PPKD selaku Bendahara umum daerah (BUD)

13.

Tugas dari pejabat penatausaha keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK‐SKPD)

adalah :

a)

Menyiapkan SPM, Memverifikasi SPJ, Melaksanakan Akuntansi dan Pelaporan

Keuangan

b)

Menyiapkan SPM, Mengendalikan Pelaksanaan Kegiatan, Melaksanakan Akuntansi

dan Pelaporan Keuangan

c)

Menyiapkan SPM, Membuat dokumen, Memverifikasi SPJ, Melaksanakan Akuntansi

dan Pelaporan Keuangan

d)

Mengendalikan Pelaksanaan Kegiatan, Memverifikasi SPJ, Mencatat Pembukuan

14.

Koordinator pengelolaan keuangan daerah membantu kepala daerah menyusun

kebijakan dan mengoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah

termasuk pengelolaan keuangan daerah. Yang bertindak selaku coordinator pengelolaan

keuangan daerah tersebut adalah :

a)

Kepala Daerah

b)

Sekretaris Daerah

c)

Asisten Daerah

d)

Kepala Badan/Dinas Keuangan Daerah

15.

Pendapatan Daerah bersumber dari :

a)

Pendapatan asli daerah (PAD), Dana perimbangan, Pendapatan daerah lainnya yang

sah

b)

Pajak daerah, Retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang

dipisahkan

c)

Dana bagi hasil pajak, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus

d)

Hibah, Dana Darurat, dan Bantuan Keuangan

16.

Pajak daerah menurut UU No. 28 Tahun 2009 terbagi menjadi :

a)

Pajak kendaraan bermotor dan Pajak bahan bakar kearaan bermotor

b)

Pajak hotel dan Pajak restoran

c)

Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/Kota

d)

Pajak Pusat dan Pajak Daerah

17.

Pada lampiran IV PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP),

belanja diklasifikasikan menurut ekonomi yaitu menurut jenis belanja, organisasi, dan

menurut fungsi. Contoh klasifikasi menurut jenis belanja adalah :

a)

Belanja operasi, Belanja modal, Belanja lain-lain/tak terduga

b)

Belanja pegawai, Belanja barang dan Belanja lain-lain

c)

Belanja asset tetap dan Belanja lainnya

d)

Belanja pegawai, belanja modal dan Belanja lain-lain/tak terduga

18.

Pengadaan barang/jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip‐prinsip pengadaan yang

dipraktikkan secara internasional. Prinsip dasar pengadaan barang/jasa tersebut adalah :

a)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan dan Andal

b)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan dan Adil/Tidak

Diskriminatif

c)

Efisien, Efektif, Bersaing, Tidak Mahal, Terbuka, Transparan dan Benar

d)

Efisien, Efektif, Tidak Mahal, Akuntabel, Terbuka, Lengkap dan Adil/Tidak

Diskriminatif

19.

Proses pengolahan data transaksi keuangan daerah dalam rangka penyusunan sebuah

laporan keuangan yang berfungsi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan

pemerintah daerah merupakan defenisi :

a)

Standart Akuntansi Daerah

b)

Sistem Informasi Manajemen

c)

Standar Akuntansi Pemerintah Daerah

d)

Sistem Akuntansi Keuangan daerah

20.

Laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset,

kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu disebut :

a)

Laporan Operasional

b)

Neraca

c)

Laporan Realisasi Anggaran

d)

Laporan Arus Kas

21.

Laporan keuangan disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Badan Pemeriksa

Keuangan (BPK) selambat-lambatnya :

a)

1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir

b)

14 hari kerja setelah dilakukan reviu

c)

4 (empat) bulan setelah tahun anggaran berakhir

d)

3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir

22.

Proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen,

objektif, dan profesional berdasarkan standar audit, untuk menilai kebenaran,

kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan

tugas dan fungsi instansi pemerintah adalah defenisi dari :

a)

Evaluasi

b)

Reviu

c)

Audit

d)

Pemantauan

23.

Unsur-unsur SPIP menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 adalah :

a)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Pengendalian Melekat, Pengendalian

Terpadu, Pemantauan Pengendalian Intern

b)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Risiko, Informasi Risiko,

Pemantauan Risiko

c)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Informasi dan

Komunikasi, Pemantauan Pengendalian Intern

d)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan

Komunikasi, Pemantauan Pengendalian Intern

24.

Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi, efisiensi, serta efektivitas.

Pemeriksaan kinerja sering juga disebut :Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi, efisiensi, serta efektivitas.

Pemeriksaan kinerja sering juga disebut :

a)

Value for money audit

b)

Time value for money audit

c)

general

d)

Operasional Audit

25.

Salah satu perbbuatan yang menimbulkan kerugian Negara/daerah yang dilakukan oleh

bendahara adalah :

a)

Wanprestasi

b)

Menaikan harga, mengubah kualitas/mutu

c)

Tidak melakukan pencatatan dan penyetoran atas penerimaan uang/barang

d)

Meningggalkan tugas belajar sebelum selesai batas waktu yang telah ditentukan

26.

Suatu tata cara perhitungan terhadap bendahara, jika dalam pengurusannya terdapat

kekurangan perbendaharaan dan kepada bendahara yang bersangkutan diharuskan

mengganti kerugian adalah defenisi :

a)

Tuntutan ganti rugi

b)

Tuntutan perbendaharaan

c)

Tuntutan hukum perdata

d)

Tuntutan pengembalian

27.

Masa kedaluarsa (lewat waktu) atas Tuntuntan perbendaharaan biasa apabila kerugian

tersebut baru diketahui sejak kekurangan Kas/ barang tersebut, dalam hal kasus tersebut

tidak pernah dilakukan upaya-upaya damai adalah setelah lewat waktu :

a)

30 Tahun

b)

3 Tahun

c)

30 Hari

d)

14 Hari

28.

Yang menjadi ketua dari Majelis Pertibangan Tingkat Provinsi yang berkaitan dengan

penyelesaian permasalahan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah adalah

a)

Kepala Bawasda Provinsi

b)

Kepala Biro keuangan

c)

ekwilda

29.

anda ὑbukti perjanjian barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya sampai dengan Rp. 200.000.000,-

dan jasa konsultasi sampai dengan Rp. 50.000.000,- adalah berupa:

a)

1/4 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

b)

1/2 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

30.

Tingkat kas minimal merupakan cadangan kas untuk berjaga-jaga, bila terjadi pengeluaran kas

mendadak atau penerimaan kas gagal dikenal sebagai:

a)

Idle cash

b)

Cash mismatch

c)

Buffer cash

d)

Cash basis

31.

Penerimaan/ pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/ kepada entitas pelaporan lain,

termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil, dalam laporan realisasi anggaran disebut:

a)

Pendapatan

b)

Transfer

c)

Belanja

d)

Pembiayaan

32.

Penerimaan/ pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/ kepada entitas pelaporan lain,

termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil, dalam laporan realisasi anggaran disebut:

a)

Pendapatan

b)

Transfer

c)

Belanja

d)

Pembiayaan

33.

Laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan oleh kepala daerah kepada BPK selambat-

lambatnya:

a)

3 bulan setelah tahun anggaran berakhir

b)

6 bulan setelah tahun anggaran berakhir

c)

Prinsip pengecualian

d)

Prinsip manfaat

34.

Dibawah ini yang termasuk dalam contoh audit kinerja adalah:

a)

Audit investigatif

b)

Audit ketaatan

c)

Audit keuangan

d)

Audit operasional

35.

Opini yang diberikan BPK atas kewajaran penyajian laporan keuangan jika terdapat permasalahan yang

belum dapat dituntaskan, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kewajaran laporan

keuangan adalah:

a)

Wajar Tanpa Pengecualian

b)

Wajar Tanpa Pengecualiain dengan paragraf penjelas

c)

Wajar Dengan Pengecualian

d)

Tidak Wajar

36.

Tuntutan ganti rugi dalam hal terjadi kerugian daerah mengalami daluwarsa apabila:

a)

5 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

b)

8 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

c)

5 Tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut

d)

3 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

37.

Apabila penyelesaian kerugian daerah melalui upaya damai yang dilakukan secara tunai sekaligus atau

angsuran tidak berhasil, maka akan dilakukan:

a)

Hukuman disiplin

b)

Tuntutan perbendaharaan

c)

Tuntutan ganti rugi

d)

Melalui cara lain

38.

Terdapat banyak karakteristik dan prinsip tentang Good Governance, salah satu yang menjadi tonggak

penting yang dirumuskan dalam deklarasi manila yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan

kepemerintahan, semua institusi dan proses yang dilaksanakan pemerintah harus melayani semua

stakeholders secara tepat, baik, dan dalam waktu yang tepat adalah:

a)

Transparan

b)

Akuntabel

c)

Tanggap/ peka/ responsif

d)

Partisipatif

39.

Dokumen penetapan kinerja atau kontrak kerja yang disusun setiap tahun oleh unit kerja berisi

sasaran berupa:

a)

Visi dan misi

b)

Outcome dan output

c)

Kegiatan

d)

Tujuan

40.

Pada akhir suatu periode, capaian kinerja dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan atau yang

meminta dalam bentuk:

a)

Dokumen penetapan kinerja

b)

Rencana strategis

c)

Kontrak kerja

d)

LAKIP

41.

Karakteristik yang harus dipenuhi dalam penyusunan sasaran yang artinya sasaran harus memiliki

jangka waktu yang jelas dan jangka pendek adalah:

a)

Timebound

b)

Aggressive and Attainable

c)

Measurable

d)

Specific

42.

Semua penerimaan dan pengeluaran daerah yang harus dicatat dan dikelola dalam APBD adalah yang

berkaitan dengan tugas-tugas:

a)

Dekonsentrasi

b)

Tugas pembantuan

c)

Desentralisasi

d)

Pemerintah pusat di daerah

43.

Fungsi anggaran daerah yang menyatakan bahwa APBD diarahkan untuk mengurangi pengangguran

dan pemborosan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan efektivitas perekonomian disebut:

a)

Fungsi otorisasi

b)

Fungsi alokasi

c)

Fungsi stabilisasi

d)

Fungsi perencanaan

44.

Prinsip dasar atau asas penyusunan anggaran yang mewajibkan kredit anggaran yang disediakan

terinci secara jelas peruntukkannya adalah:

a)

Kesatuan

b)

Akrual

c)

Kas

d)

Spesialitas

45.

Penyusunan RKA SKPD berdasarkan prestasi kerja harus memperhatikan ukuran keberhasilan yang

akan dicapai dari program dan kegiatan yang direncanakan atau disebut:

a)

Target kinerja

b)

Indikator kinerja

c)

Analisis standar biaya

d)

Standar satuan harga

46.

Rancanganan DPA SKPD memuat rincian tentang sasaran yang hendak dicapai, program dan kegiatan

yang direncanakan, anggaran yang tersedia untuk mencapai sasaran tersebut, rencana penarikan dana

dari tiap SKPD, serta:

a)

Biaya yang diperkirakan

b)

Hutang dan modal

c)

Pendapatan yang diperkirakan

d)

Piutang yang diperkirakanfs

47.

Urusan yang menjadi kewenangan daerah meliputi urusan wajib dan urusan pilihan dibawah ini yang

merupakan urusan pilihan adalah:

a)

Pendidikan dasar dan kesehatan

b)

Potensi unggulan dan kekhasan daerah

c)

Pemenuhan kebutuhan hidup minimal

d)

Prasarana lingkungan dasar

48.

Pernyataan dibawah ini yang merupakan kewajiban daerah adalah:

a)

Menarik pajak dan retribusi daerah

b)

Mengadakan pinjaman

c)

Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia

d)

Memperoleh dana perimbangan

49.

Alokasi dana pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang merupakan sumber penerimaan APBD

adalah pelimpahan wewenang dalam rangka pelaksanaan:

a)

Desentralisasi

b)

Dekonsentrasi

c)

Tugas pembantuan

d)

Pemerintah daerah

50.

Berikut merupakan pendapatan daerah yang bersumber dar pendapatan daerah lainnya yang sah

adalah:

a)

Pajak daerah

b)

Hibah

c)

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

d)

Dana alokasi umum

51.

Hasil penerimaan pajak provinsi sebagian diperuntukkan bagi kabupaten/ kota diwilayah provinsi

terkait dengan ketentuan perimbangan sebagai berikut:

a)

30% dari pemerintah provinsi dan 70% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk PKB dan BBN-

KB

b)

70% dari pemerintah provinsi dan 30% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk PKB dan BBN-

KB

c)

70% dari pemerintah provinsi dan 30% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk Pajak rokok

d)

50% dari pemerintah provinsi dan 50% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk pajak air dan

permukaan

52.

Khusus untuk penerimaan pajak air permukaan dari sumber air yang berada hanya pada satu wilayah

kabupaten/ kota, hasil penerimaannya diserahkan kepada kabupaten/ kota yang bersangkutan

sebesar:

a)

50%

b)

70%

c)

80%

d)

30%

53.

Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan untuk pemerataan kemampuan

keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan

desentralisasi adalah pengertian:

a)

DAK

b)

DAU

c)

Dana Kontijensi

d)

Dana Perimbangan

54.

Jumlah penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak dalam APBN sebesar Rp. 350 triliyun dan

jumlah alokasi bagi hasil adalah Rp. 50 triliyun, maka jumlah DAU untuk seluruh kabupaten/ kota

adalah:

a)

Rp. 78 triliyun

b)

Rp. 7,8 triliyun

c)

Rp. 780 trilyun

d)

Rp. 70,2 triliyu

55.

Jenis belanja berikut yang diklasifikasikan sebagai belanja operasi adalah:

a)

Peralatan

b)

Pembelian tanah, gedung, dan bangunan

c)

Bantuan sosial

d)

Bencana Alam

56.

Salah satu prinsip pelaksanaan anggaran belanja daerah adalah pengeluaran kas atas beban APBD

harus didukung oleh bukti yang lengkap dan disahkan oleh pejabat yang berwenang dan

bertanggungjawab atas:

a)

Kebenaran formal

b)

Kebenarana material

c)

Kebenaran relatif

d)

Kebenaran absolut

57.

ULP wajib dibentuk untuk pengadaan barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya dengan nilai:

a)

Dibawah Rp. 200.000.000,-

b)

Dibawah Rp. 50.000.000,-

c)

Diatas Rp. 50.000.000,-

d)

Diatas Rp. 200.000.000,-

58.

Pajak Daerah menurut UU No. 28 Tahun 2009 terbagi menjadi:

a)

Pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor

b)

Pajak Hotel dan Pajak Restoran

c)

Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/ Kota

d)

Pajak Pusat dan Pajak Daerah

59.

Pada lampiran IV PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) belanja

diklasifikasikan menurut ekonomi yaitu menurut jenis belanja, organisas, dan menurut fungsi. Contoh

klasifikasi menurut jenis belanja adalah:

a)

Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja Lain-lain/ Tak Terduga

b)

Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Lain-lain

c)

Belanja Aset Tetap dan Belanja Modal

d)

Belanja Pegawai, Belanja Modal, dan Belanja Lain-lain/ Tak Terduga

60.

Pengadaan barang/ jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan yang dipraktikkan secara internasional. Prinsip dasar pengadaan barang/ jasa tersebut adalah:

a)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan, dan Andal

b)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan, dan Adil/ Tidak Diskriminatif

c)

Efisien, Efektif, Bersaing, Tidak Mahal, Terbuka, Transparan, dan Benar

d)

Efisien, Efektif, Tidak Mahal, Akuntabel, Terbuka, Lengkap, dan Adil/ Tidak Diskriminati

61.

Pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah pembayaran pokok

utang, dan pemberian pinjaman daerah merupakan jenis-jenis:

a)

Pengeluaran Pembiayaan Daerah

b)

Penerimaan Pembiayaan

c)

Manajemen Kas

d)

Investasi

62.

Proses pengolahan data transaksi keuangan daerah dalam rangka penyusunan sebuah laporan

keuangan yang berfungsi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan Pemda merupakan definisi:

a)

Standar Akuntansi Daerah

b)

Sistem Informasi Manajemen

c)

Standar Akuntansi Pemerintahan Daerah

d)

Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

63.

Laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban,

dan ekuitas dana pada tanggal tertentu disebut:

a)

Laporan Operasional

b)

Neraca

c)

Laporan Realisasi Anggaran

d)

Laporan Arus Kas

64.

Laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban,

dan ekuitas dana pada tanggal tertentu disebut:

a)

Laporan Operasional

b)

Neraca

c)

Laporan Realisasi Anggaran

d)

Laporan Arus Kas

65.

Laporan keuangan disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Badan Pemeriksa

Keuangan (BPK) selambat-lambatnya :

a)

1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir

b)

14 hari kerja setelah dilakukan reviu

c)

4 (empat) bulan setelah tahun anggaran berakhir

d)

3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir

66.

Proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen,

objektif, dan profesional berdasarkan standar audit, untuk menilai kebenaran,

kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan

tugas dan fungsi instansi pemerintah adalah defenisi dari :

a)

Evaluasi

b)

Reviu

c)

Audit

d)

Pemantauan

67.

Unsur-unsur SPIP menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 adalah :

a)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Pengendalian Melekat, Pengendalian

Terpadu, Pemantauan Pengendalian Intern

b)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Risiko, Informasi Risiko,

Pemantauan Risiko

c)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Informasi dan

Komunikasi, Pemantauan Pengendalian Intern

d)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan

Komunikasi, Pemantauan Pengendalian Intern

68.

Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi, efisiensi, serta efektivitas.

Pemeriksaan kinerja sering juga disebut :

a)

Value for money audit

b)

Time value for money audit

c)

General Audit

d)

Operasional Audit

69.

Salah satu perbbuatan yang menimbulkan kerugian Negara/daerah yang dilakukan oleh

bendahara adalah :

a)

Wanprestasi

b)

Menaikan harga, mengubah kualitas/mutu

c)

Tidak melakukan pencatatan dan penyetoran atas penerimaan uang/barang

d)

Meningggalkan tugas belajar sebelum selesai batas waktu yang telah ditentukan

70.

Suatu tata cara perhitungan terhadap bendahara, jika dalam pengurusannya terdapat

kekurangan perbendaharaan dan kepada bendahara yang bersangkutan diharuskan

mengganti kerugian adalah defenisi :

a)

Tuntutan ganti rugi

b)

Tuntutan perbendaharaan

c)

Tuntutan hukum perdata

d)

Tuntutan pengembalian

71.

Masa kedaluarsa (lewat waktu) atas Tuntuntan perbendaharaan biasa apabila kerugian

tersebut baru diketahui sejak kekurangan Kas/ barang tersebut, dalam hal kasus tersebut

tidak pernah dilakukan upaya-upaya damai adalah setelah lewat waktu :

a)

30 Tahun

b)

3 Tahun

c)

30 Hari

d)

14 Hari

72.

Yang menjadi ketua dari Majelis Pertibangan Tingkat Provinsi yang berkaitan dengan

penyelesaian permasalahan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah adalah

a)

Kepala Bawasda Provinsi

b)

Kepala Biro keuangan

c)

Sekwilda

d)

Asisten Sekwilda

73.

Berkurangnya kekayaan negara/daerah yang disebabkan oleh suatu tindakan melawan

hukum, penyalahgunaan wewenang/kesempatan atau sarana yang ada pada seseorang

karena jabatan atau kedudukan, kelalaian seseorang dan atau disebabkan oleh keadaan

di luar kemampuan manusia (force majeure) merupakan defenisi kerugian keuangan

Negara/daerah berdasarkan :

a)

UU Nomor 17 Tahun 2003

b)

UU Nomor 31 Tahun 1999

c)

UU Nomor 15 Tahun 2004

d)

UU Nomor 1 Tahun 2004

74.

Tanda ὑbukti perjanjian barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya sampai dengan Rp. 200.000.000,-

dan jasa konsultasi sampai dengan Rp. 50.000.000,- adalah berupa:

a)

Bukti pembelian

b)

Kuitansi

c)

Surat Perintah Kerja (SPK)

d)

Surat Perjanjian (Kontrak)

75.

Salah satu persyaratan pinjaman jangka panjang di daerah adalah jumlah maksimum pinjaman jangka

panjang yaitu sebesar:

a)

1/4 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

b)

1/6 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

c)

1/2 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

d)

1/3 dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan

76.

Tingkat kas minimal merupakan cadangan kas untuk berjaga-jaga, bila terjadi pengeluaran kas

mendadak atau penerimaan kas gagal dikenal sebagai:

a)

Idle cash

b)

Cash mismatch

c)

Buffer cash

d)

Cash basis

77.

Penerimaan/ pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/ kepada entitas pelaporan lain,

termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil, dalam laporan realisasi anggaran disebut:

a)

Pendapatan

b)

Transfer

c)

Belanja

d)

Pembiayaan

78.

Laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan oleh kepala daerah kepada BPK selambat-

lambatnya:

a)

3 bulan setelah tahun anggaran berakhir

b)

6 bulan setelah tahun anggaran berakhir

c)

1 bulan setelah tahun anggaran berakhir

d)

5 bulan setelah tahun anggaran berakhir

79.

Salah satu prinsip penyusunan LAKIP yang menyatakan bahwa yang dilaporkan adalah hal-hal yang

penting dan relevan bagi pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban instansi yang

bersangkutan adalah:

a)

Prinsip pertanggungjawaban

b)

Prinsip perbandingan

c)

Prinsip pengecualian

d)

Prinsip manfaat

80.

Dibawah ini yang termasuk dalam contoh audit kinerja adalah:

a)

Audit investigatif

b)

Audit ketaatan

c)

Audit keuangan

d)

Audit operasional

81.

Opini yang diberikan BPK atas kewajaran penyajian laporan keuangan jika terdapat permasalahan yang

belum dapat dituntaskan, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kewajaran laporan

keuangan adalah:

a)

Wajar Tanpa Pengecualian

b)

Wajar Tanpa Pengecualiain dengan paragraf penjelas

c)

Wajar Dengan Pengecualian

d)

Tidak Wajar

82.

Tuntutan ganti rugi dalam hal terjadi kerugian daerah mengalami daluwarsa apabila:

a)

5 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

b)

8 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

c)

5 Tahun sejak diketahuinya kerugian tersebut

d)

3 Tahun sejak terjadinya kerugian tersebut

83.

Apabila penyelesaian kerugian daerah melalui upaya damai yang dilakukan secara tunai sekaligus atau

angsuran tidak berhasil, maka akan dilakukan:Apabila penyelesaian kerugian daerah melalui upaya damai yang dilakukan secara tunai sekaligus atau

angsuran tidak berhasil, maka akan dilakukan:

a)

Hukuman disiplin

b)

Tuntutan perbendaharaan

c)

Tuntutan ganti rugi

d)

Melalui cara lain

84.

Terdapat banyak karakteristik dan prinsip tentang Good Governance, salah satu yang menjadi tonggak

penting yang dirumuskan dalam deklarasi manila yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan

kepemerintahan, semua institusi dan proses yang dilaksanakan pemerintah harus melayani semua

stakeholders secara tepat, baik, dan dalam waktu yang tepat adalah:

a)

Transparan

b)

Akuntabel

c)

Tanggap/ peka/ responsif

d)

Partisipatif

85.

Dokumen penetapan kinerja atau kontrak kerja yang disusun setiap tahun oleh unit kerja berisi

sasaran berupa:

a)

Visi dan misi

b)

Outcome dan output

c)

Kegiatan

d)

Tujuan

86.

Pada akhir suatu periode, capaian kinerja dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan atau yang

meminta dalam bentuk:

a)

Dokumen penetapan kinerja

b)

Rencana strategis

c)

Kontrak kerja

d)

LAKIP

87.

Karakteristik yang harus dipenuhi dalam penyusunan sasaran yang artinya sasaran harus memiliki

jangka waktu yang jelas dan jangka pendek adalah:

a)

Timebound

b)

Aggressive and Attainable

c)

Measurable

d)

Specific

88.

Semua penerimaan dan pengeluaran daerah yang harus dicatat dan dikelola dalam APBD adalah yang

berkaitan dengan tugas-tugas:

a)

Dekonsentrasi

b)

Tugas pembantuan

c)

Desentralisasi

d)

Pemerintah pusat di daerah

89.

Fungsi anggaran daerah yang menyatakan bahwa APBD diarahkan untuk mengurangi pengangguran

dan pemborosan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan efektivitas perekonomian disebut:

a)

Fungsi otorisasi

b)

Fungsi alokasi

c)

Fungsi stabilisasi

d)

Fungsi perencanaan

90.

Prinsip dasar atau asas penyusunan anggaran yang mewajibkan kredit anggaran yang disediakan

terinci secara jelas peruntukkannya adalah:

a)

Kesatuan

b)

Akrual

c)

Kas

d)

Spesialitas

91.

Penyusunan RKA SKPD berdasarkan prestasi kerja harus memperhatikan ukuran keberhasilan yang

akan dicapai dari program dan kegiatan yang direncanakan atau disebut:

a)

Target kinerja

b)

Indikator kinerja

c)

Analisis standar biaya

d)

Standar satuan harga

92.

Rancanganan DPA SKPD memuat rincian tentang sasaran yang hendak dicapai, program dan kegiatan

yang direncanakan, anggaran yang tersedia untuk mencapai sasaran tersebut, rencana penarikan dana

dari tiap SKPD, serta:

a)

Biaya yang diperkirakan

b)

Hutang dan modal

c)

Pendapatan yang diperkirakan

d)

Piutang yang diperkirakanfs

93.

Urusan yang menjadi kewenangan daerah meliputi urusan wajib dan urusan pilihan dibawah ini yang

merupakan urusan pilihan adalah:

a)

Pendidikan dasar dan kesehatan

b)

Potensi unggulan dan kekhasan daerah

c)

Pemenuhan kebutuhan hidup minimal

d)

Prasarana lingkungan dasar

94.

Pernyataan dibawah ini yang merupakan kewajiban daerah adalah:

a)

Menarik pajak dan retribusi daerah

b)

Mengadakan pinjaman

c)

Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia

d)

Memperoleh dana perimbangan

95.

Alokasi dana pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang merupakan sumber penerimaan APBD

adalah pelimpahan wewenang dalam rangka pelaksanaan:

a)

Desentralisasi

b)

Dekonsentrasi

c)

Tugas pembantuan

d)

Pemerintah daerah

96.

Berikut merupakan pendapatan daerah yang bersumber dar pendapatan daerah lainnya yang sah

adalah:

a)

Pajak daerah

b)

Hibah

c)

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

d)

Dana alokasi umum

97.

Hasil penerimaan pajak provinsi sebagian diperuntukkan bagi kabupaten/ kota diwilayah provinsi

terkait dengan ketentuan perimbangan sebagai berikut:

a)

30% dari pemerintah provinsi dan 70% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk PKB dan BBN-KB

b)

70% dari pemerintah provinsi dan 30% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk PKB dan BBN-KB

c)

70% dari pemerintah provinsi dan 30% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk Pajak rokok

d)

50% dari pemerintah provinsi dan 50% bagian pemerintah kabupaten/ kota untuk pajak air dan

permukaan

98.

Khusus untuk penerimaan pajak air permukaan dari sumber air yang berada hanya pada satu wilayah

kabupaten/ kota, hasil penerimaannya diserahkan kepada kabupaten/ kota yang bersangkutan

sebesar:

a)

50%

b)

70%

c)

80%

d)

30%

99.

Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan untuk pemerataan kemampuan

keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan

desentralisasi adalah pengertian:

a)

DAK

b)

DAU

c)

Dana Kontijensi

d)

Dana Perimbangan

100.

Jumlah penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak dalam APBN sebesar Rp. 350 triliyun dan

jumlah alokasi bagi hasil adalah Rp. 50 triliyun, maka jumlah DAU untuk seluruh kabupaten/ kota

adalah:

a)

Rp. 78 triliyun

b)

7,8 triliyun

c)

780 triliyun

d)

70,2 triliyun

28. Jenis belanja

101.

Jenis belanja berikut yang diklasifikasikan sebagai belanja operasi adalah:

a)

Peralatan

b)

Pembelian tanah, gedung, dan bangunan

c)

Bantuan sosial

d)

Bencana alam

102.

Salah satu prinsip pelaksanaan anggaran belanja daerah adalah pengeluaran kas atas beban APBD

harus didukung oleh bukti yang lengkap dan disahkan oleh pejabat yang berwenang dan

bertanggungjawab atas:

a)

Kebenaran formal

b)

Kebenarana material

c)

Kebenaran relatif

d)

Kebenaran absolut

103.

ULP wajib dibentuk untuk pengadaan barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya dengan nilai:

a)

Dibawah Rp. 200.000.000,-

b)

Dibawah Rp. 50.000.000

c)

Diatas Rp. 50.000.000,-

d)

Diatas Rp. 200.000.000,-

104.

Pajak Daerah menurut UU No. 28 Tahun 2009 terbagi menjadi:

a)

Pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor

b)

Pajak Hotel dan Pajak Restoran

c)

Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/ Kota

d)

Pajak Pusat dan Pajak Daerah

105.

Pada lampiran IV PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) belanja

diklasifikasikan menurut ekonomi yaitu menurut jenis belanja, organisas, dan menurut fungsi. Contoh

klasifikasi menurut jenis belanja adalah:

a)

Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja Lain-lain/ Tak Terduga

b)

Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Lain-lain

c)

Belanja Aset Tetap dan Belanja Modal

d)

Belanja Pegawai, Belanja Modal, dan Belanja Lain-lain/ Tak Terduga

106.

Pengadaan barang/ jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan yang dipraktikkan

secara internasional. Prinsip dasar pengadaan barang/ jasa tersebut adalah:

a)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan, dan Andal

b)

Efisien, Efektif, Bersaing, Akuntabel, Terbuka, Transparan, dan Adil/ Tidak Diskriminatif

c)

Efisien, Efektif, Bersaing, Tidak Mahal, Terbuka, Transparan, dan Benar

d)

Efisien, Efektif, Tidak Mahal, Akuntabel, Terbuka, Lengkap, dan Adil/ Tidak Diskriminatif

107.

Pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah pembayaran pokok

utang, dan pemberian pinjaman daerah merupakan jenis-jenis:

a)

Pengeluaran Pembiayaan Daerah

b)

Penerimaan Pembiayaan

c)

Manajemen Kas

d)

Investasi

108.

Proses pengolahan data transaksi keuangan daerah dalam rangka penyusunan sebuah laporan

keuangan yang berfungsi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan Pemda merupakan definisi:

a)

Standar Akuntansi Daerah

b)

Sistem Informasi Manajemen

c)

Standar Akuntansi Pemerintahan Daerah

d)

Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

109.

Laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban,

dan ekuitas dana pada tanggal tertentu disebut:

a)

Laporan Operasional

b)

Neraca

c)

Laporan Realisasi Anggaran

d)

Laporan Arus Kas

110.

Laporan Keuangan disampaikan oleh Kepala Daerah kepada BPK selambat-lambatnya:

a)

1 bulan setelah tahun anggaran berakhir

b)

14 hari kerja setelah dilakukan Reviu

c)

4 bulan setelah tahun anggaran berakhir

d)

3 bulan setelah tahun anggaran berakhir

111.

Proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara indenpenden, objektoif, dan

profesional berdasarkan standar audit, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas,

efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah adalah definisi

dari:

a)

Evaluasi

b)

Reviu

c)

Audit

d)

Pemantauan

112.

Unsur-unsur SPIP menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 adalah:

a)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Pengendalian Melekat, Pengendalian Terpadu,

Pemantauan Pengendalian Intern

b)

Lingkungan Resiko, Penilaian Resiko, Kegiatan Resiko, Informasi Resiko, Pemantauan Resiko

c)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Manajemen Resiko, Informasi dan Komunikasi,

Pemantauan Pengendalian Intern

d)

Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi,

Pemantauan Pengendalian Intern

113.

Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi, efisiensi, serta efektivitas, Pemeriksaan

Kinerja sering juga disebut:

a)

Value for money audit

b)

Time value for money audit

c)

General Audit

d)

Operational Audit

114.

Salah satu perbuatan yang menimbulkan kerugian negara/ daerah yang dilakukan oleh Bendahara

adalah:

a)

Wanpretasi

b)

Menaikkan harga, mengubah kualitas/ mutu

c)

Tidak melakukan pencatatan dan penyetoran atas penerimaan uang/ barang

d)

Meninggalkan tugas belajar sebelum selesai batas waktu yang telah ditentukan

115.

Suatu tata cara perhitungan terhadap bendahara, jika dalam pengurusannya terdapat kekurangan

perbendaharaan dan kepada bendahara yang bersangkutan diharuskan mengganti kerugian adalah

definisi:

a)

Tuntutan Ganti Rugi

b)

Tuntutan Perbendaharaan

c)

Tuntutan Hukum Perdata

d)

Tuntutan Pengembalian

116.

Masa kedaluarsa atas tuntutan perbendaharaan biasa apabila kerugian tersebut baru diketahui sejak

kekurangan kas/ barang tersebut, dalam hal kasus tersebut tidak pernah dilakukan upaya-upaya damai

adalah setelah lewat waktu:

a)

30 Tahun

b)

3 Tahun

c)

30 Hari

d)

14 Hari

117.

Yang menjadi Ketua dari Majelis Pertimbangan Tingkat Provinsi yang berkaitan dengan penyelesaian

permasalahan penyimpangan pengelolaan keuangan daearah adalah:

a)

Kepala Bawasda Provinsi

b)

Kepala Biro Keuangan

c)

Sekwilda

d)

Asisten Sekwilda

118.

Berkurangnya kekayaan negara/ daerah yang disebabkan oleh suatu tindakan melawan hukum,

penyalahgunaan wewenang/ kesempatan atau saran yang ada pada seseorang karena jabatan atau

kedudukan, kelalaian dan atau disebabkan oleh keadaan di luar kemampuan manusia (forca majeure)

merupakan definisi kerugian negara/ daerah berdasarkan:

a)

UU Nomor 17 Tahun 2003

b)

UU Nomor 31 Tahun 1999

c)

UU Nomor 15 Tahun 2004

d)

UU Nomor 1 Tahun 2004

119.

Proses menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan

memperhitungkan sumber daya yang tersedia disebut:

a)

Penganggaran

b)

Perencanaan

c)

Pelaksanaan

d)

Akuntabilitas

120.

Pemerintahan yang modern, tidak hanya efesiensi dan peningkatan keekonomian, tetapi juga

berakuntabilitas dengan warga negaranya. Warga negara tidak diperlakukan hanya sebagai konsumen

tapi juga memiliki hak untuk mendapatkan jaminan atas kebutuhan dasar dan menuntut pemerintah

untuk bertanggungjawab atas berbagai kebijakan yang dilakukan. Pandangan ini dikenal dengan

sebutan:

a)

Government

b)

Governance

c)

Accountability

d)

Administrative Authority

121.

Karakteristik good governance yang dirumuskan dalam Deklarasi Manila adalah:

a)

Transparan, Merata, Akuntabel, Wajar, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

b)

Transparan, Akuntabel, Wajar, Sederhana, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

c)

ransparan, Akuntabel, Wajar, Adil, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

d)

Transparan, Proporsional, Akuntabel, Wajar, Demokratis, Partisipatif, Tanggap

122.

Siklus Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintaha adalah:

a)

Perencanaan Strategis, Pengukuran Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pemanfaatan Informasi Kinerja

b)

Perencanaan Strategis, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Pemanfaatan Informasi Kinerja

c)

Pengukuran Kinerja, Perencanaan Strategis, Pemanfaatan Laporan Kinerja, Pelaporan Kinerja

d)

Perencanaan Strategis, Pemanfaatan Laporan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja

123.

Setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat

dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai

dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku merupakan asas:

a)

Profesionalisme

b)

Tertib Penyelenggaraan Negara

c)

Keterbukaan

d)

Akuntabilitas

124.

Peraturan yang mendefinisikan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) sebagai

pertanggungjawaban keberhasilan atau kegagalan misi dan visi instansi pemerintah dalam mencapai

tujuan dan sasaran yang telah diterapkan melalui seperangkat indikator kinerja, adalah:

a)

Inpres Nomor 7 Tahun 1999

b)

UU Nomor 17 Tahun 2005

c)

UU Nomor 1 Tahun 2004

d)

UU Nomor 25 Tahun 2004

125.

Penyusunan RKA SKPD berdasarkan prestasi kerja harus memperhatikan hal-hal berikut:

a)

Indikator Kinerja, capaian atau Target Kinerja, Analisis Standar Belanja, Standar Satuan Harga,

Standar Pelayanan Minimal

b)

Indikator Kinerja, Capaian atau Target Kinerja, Jumlah Dana Tersedia, Standar Satuan Harga,

Standar Pelayanan Minimal

c)

Indikator Kinerja, Jumlah SDM, Jumlah Dana Tersedia, Standar Satuan Harga, Standar Pelayanan

Minimal

d)

Indikator Kinerja, Capaian atau Target Kinerja, Pagu Anggaran, Standar Satuan Harga, Standar

Pelayanan Minimal

126.

Anggaran berbasis kinerja memungkinkan pemda untuk melakukan pengukuran efisiensi penggunaan

sumber daya keuangan suatu program/ kegiatan dengan menghitung rasio efisiensi dana dengan cara:

a)

Mengalikan input dana dengan output program/ kegiatan

b)

Menambah input dana dengan output program/ kegiatan

c)

Mengurangi input dana dengan output program/ kegiatan

d)

Membagi input dana dengan output program/ kegiatan

127.

Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan uang dan segala

sesuatu berupa uang dan barang yang dapat dijadikan milik daerah yang berhubungan dengan

pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut, hal ini merupakan definisi keuangan daerah sesuai dengan:

a)

UU Nomor 17 Tahun 2005

b)

UU Nomor 1 Tahun 2004

c)

UU Nomor 32 Tahun 2004

d)

UU Nomor 25 Tahun 2004

128.

Hak daerah dalam rangka keuangan daerah adalah segala hak yang melekat pada daerah sesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang digunakan dalam usaha pemerintah daerah mengisi kas

daerah yang meliputi:

a)

Hak menarik pajak dan retribusi, hak mengadakan pinjaman, hak untuk memperoleh dana

perimbangan dari pusat

b)

Hak menyusun anggaran, hak mengadakan pinjaman, hak untuk memperoleh dana perimbangan

dari pusat

c)

Hak menarik pajak dan retribusi, hak membangun daerah, hak untuk memperoleh dana

perimbangan dari pusat

d)

Hak menarik pajak dan retribusi, hak mengadakan pinjaman, hak mengelola SDA

129.

Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah adalah:

a)

Kepala Dinas Pendapatan

b)

Kepala Badan Keuangan

c)

Kepala Daerah

d)

Sekretaris Daerah

130.

Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran secara fungsional bertanggungjawab atas

pelakasanaan tugasnya kepada:

a)

Kepala Daerah

b)

Kepala Dinas

c)

Menteri Keuangan selaku BUN

d)

PPKD selaku BUD

131.

Tugas dari Pejabat Penatausaha Keuangan SKPD adalah:

a)

Menyiapkan SPM, Memverifikasi SPJ, Melaksanakan Akuntansi, dan Pelaporan Keuangan

b)

Menyiapkan SPM, Mengendalikan Pelaksanaan Kegiatan, Melaksanakan Akuntansi dan Pelaporan

Keuangan

c)

Menyiapkan SPM, Membuat Dokumen, Memverifikasi SPJ, Melaksanakan Akuntansi dan

Pelaporan Keuangan

d)

Mengendalikan Pelaksanaan Kegiatan, Memverifikasi SPJ, Mencatat Pembukuan

132.

Koordinator pengelolaan keuangan daerah membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan

mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan

daerah. Yang bertindak selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah tersebut adalah:

a)

Kepala Daerah

b)

Sekretaris Daerah

c)

Asisten Daerah

d)

Kepala Badan/ Dinas Keuangan Daerah

133.

Pendapatan daerah bersumber dari:

a)

PAD, Dana Perimbangan, dan Pendapatan daerah lainnya yang sah

b)

Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan

c)

Dana bagi hasil pajak, DAU, dan DAK

d)

Hibah, Dana Darurat, dan Bantuan Keuangan