wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Keperawatan Keluarga

Total questions: 40

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 44 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Hasil pengkajian didapatkan klien sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat, dan masih merokok. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

c)

Kesiapan peningkatan manajemen Kesehatan

d)

Ketidakpatuhan

e)

Perilaku kesehatan cenderung berisiko

2.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 44 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku, sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Anjurkan untuk banyak istirahat

b)

Berikan kompres hangat pada tengkuk

c)

Ajarkan relaksasi nafas dalam

d)

Lakukan masase pada bagian kepala

e)

Jelaskan pentingnya patuh minum obat

3.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 55 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh sakit kepala berat dan hasil pemeriksaan menunjukkan TD 200/100 mmHg. Perawat menganjurkan keluarga untuk membawa klien ke puskesmas namun keluarga menolak. Perawat menghargai keputusan yang diambil keluarga. Apakah prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?

a)

Beneficience

b)

Maleficience

c)

Justice

d)

Otonomy

e)

Veracity

4.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 43 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku, sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Perawat telah menjelaskan pentingnya patuh minum obat dan dampak yang terjadi jika tidak minum obat hipertensi. Apakah indikator keberhasilan tindakan keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Sakit kepala berkurang

b)

Skala nyeri menurun

c)

Tekanan darah stabil

d)

Klien rutin periksa ke puskesmas

e)

Klien minum obat sesuai dosis

5.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 55 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh sakit kepala berat dan hasil pemeriksaan menunjukkan TD 200/100 mmHg. Perawat menganjurkan keluarga untuk membawa klien ke puskesmas namun klien menolak. Apakah sikap perawat yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menerima keputusan klien dan keluarga

b)

Menjelaskan kondisi klien berbahaya jika tidak segera diatasi

c)

Meminta keluarga untuk membujuk klien agar mau berobat

d)

Melakukan koordinasi dengan kader agar memantau kondisi klien

e)

Memberikan alternatif tindakan untuk mengatasi masalah klien

6.

Perawat keluarga melakukan kunjungan rumah mendapatkan seorang laki-laki, umur 55 tahun mengalami DM sejak 8 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh kesemutan dan baal pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan: tidak terdapat luka pada kaki, GDS 248 mg/dL. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Anjurkan minum obat sesuai dosis

b)

Ajarkan perawatan kaki

c)

Demonstrasi senam kaki

d)

Kompres hangat pada kaki

e)

Motivasi klien untuk rutin cek gula darah

7.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 45 tahun yang mempunyai penyakit DM sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh sering lemas dan mudah lelah saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan: TD 100/90 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 20x/menit, tampak lemah, dan hasil GDS 380 mg/dL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Risiko ketidakstabilan kadar gula darah

b)

Pemeliharaan kesehatan tidak efektif

c)

Intoleransi aktivitas

d)

Ketidakberdayaan

e)

Risiko defisit nutrisi

8.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 46 tahun yang mengeluh sering lemas, sering lapar dan berat badan menurun. Hasil pemeriksaan: tampak lemah, TB 160 cm, BB 45 kg, hasil pemeriksaan GDS 350 mg/dL. Klien mengatakan baru tahu jika gula darahnya tinggi karena tidak pernah periksa. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengajarkan diet DM

b)

Memberikan edukasi tentang DM

c)

Menganjurkan klien untuk istirahat

d)

Memotivasi keluarga membawa klien ke puskesmas

e)

Mengidentifikasi perilaku makan yang perlu diubah

9.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 45 tahun yang mempunyai penyakit DM sejak 3 tahun yang lalu. Saat dikaji, klien tiba-tiba mengeluh lemas, gemetar dan berkeringat dingin. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak pucat, GDS 70 mg/dL. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Berikan makanan atau minuman manis

b)

Periksa ulang kadar gula darah

c)

Anjurkan klien istrirahat

d)

Monitor tanda-tanda vital

e)

Observasi tanda hipoglikemi

10.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun yang mengalami DM sejak 6 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh kaki terasa baal dan kebas. Hasil pemeriksaan: terdapat luka menghitam pada kaki, telapak kaki tebal dan pecah-pecah, GDS 304 mg/dL. Perawat telah melatih klien tentang perawatan kaki diabetik. Apakah indikator keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?

a)

Penurunan kadar gula darah

b)

Pengetahuan meningkat

c)

Keluarga membawa klien berobat

d)

Integritas kulit utuh

e)

Peningkatan perfusi perifer

11.

Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 35 tahun, yang mengalami gout arthritis sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan nyeri pada sendi kaki dengan skala 5, kaki sulit digerakkan karena terasa kaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan kaki tampak kemerahan, bengkak, teraba panas, kadar asam urat 10 mg/dL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Gangguan mobilitas fisik

c)

Intoleransi aktivitas

d)

Risiko injury

e)

Gangguan rasa nyaman

12.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 35 tahun, yang mengalami gout arthritis sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan nyeri pada sendi kaki dengan skala 5, kaki sulit digerakkan karena terasa kaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan kaki tampak kemerahan, bengkak, kadar asam urat 10 mg/dL. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Observasi tanda-tanda vital

b)

Monitor nyeri secara berkala

c)

Lakukan kompres hangat

d)

Motivasi untuk berobat ke puskesmas

e)

Anjurkan untuk banyak istirahat

13.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 2 bulan yang lalu. Klien mengatakan mual, tidak nafsu makan dan hanya dapat menghabiskan ¼ porsi makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak kurus, konjuntiva anemis. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan klien makan sedikit tapi sering

b)

Memotivasi klien untuk menghabiskan makanan

c)

Kolaborasi pemberian antiemetik

d)

Menjelaskan kepada klien pentingnya diet TKTP

e)

Meminta keluarga mendampingi klien saat makan

14.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 26 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 2 minggu yang lalu. Klien mengatakan batuk dan sulit mengeluarkan dahak. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak kurus, lemah, TD 120/90 mmH, frekuensi nadi 86x/menit, frekuensi napas 25x/menit, dan suara napas ronkhi. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pola nafas tidak efektif

b)

Bersihan jalan tidak efektif

c)

Keletihan

d)

Risiko defisit nutrisi

e)

Gangguan pertukaran gas

15.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 36 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 8 bulan yang lalu. Klien mengatakan sesak dan batuk berdahak kambuh kembali. Sebelumnya klien mendapatkan OAT namun mengalami putus obat, saat periksa ke puskemas hasilnya TB Aktif. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menjelaskan dampak TB Paru jika tidak diobati

b)

Menjelaskan bahaya putus obat

c)

Melatih keluarga menjadi PMO

d)

Mengajarkan batuk efektif

e)

Memotivasi rutin berobat

16.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 33 tahun, yang baru didiagnosis TB Paru. Klien mengatakan batuk berdahak dan tidak nafsu makan. Klien mendapatkan pengobatan OAT sehingga perawat menjelaskan pentingnya minum OAT dan mengingatkan agar tidak putus obat. Apakah indikator keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?

a)

Pengetahuan klien meningkat

b)

Keluhan batuk berkurang

c)

  Nafsu makan meningkat

d)

Klien patuh minum obat

e)

Tidak terjadi penularan penyakit

17.

Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun, yang mengalami TB Paru dan mendapatkan OAT sejak 3 bulan yang lalu. Klien mengatakan sudah tidak batuk berdahak namun tidak nafsu makan masih dirasakan. Hasil pemeriksaan: rumah tampak gelap, lembab dan jendela tertutup. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Anjurkan minum obat sampai tuntas

b)

Jelaskan cara memodifikasi lingkungan rumah sehat

c)

Ingatkan kontrol ulang sebelum obat habis

d)

Minta keluarga untuk menyediakan makanan bergizi

e)

Motivasi keluarga untuk memantau klien minum obat

18.

Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 4 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan berat badan tidak naik sejak 4 bulan yang lalu. Anak hanya mau makan dengan makanan cepat saji seperti sosis dan mie. Keluarga bingung bagaimana cara agar anaknya mau makan makanan bergizi. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Konsultasikan dengan ahli gizi

b)

Jelaskan komponen makanan gizi seimbang

c)

Ajak anak makan sambil bermain

d)

Berikan hadiah jika anak berhasil menghabiskan makan

e)

Anjurkan keluarga membuat kreasi menu makanan

19.

Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 4 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan baru tahu jika anaknya mengalami stunting. Keluarga merasa anaknya tidak ada masalah karena anaknya tidak sulit makan. Selanjutnya perawat memberikan edukasi tentang stunting dan pencegahannya. Apakah formatif yang diharapkan dari tindakan pada kasus tersebut?

a)

Pengetahuan keluarga meningkat

b)

Berat badan anak meningkat

c)

Sikap keluarga menjadi positif

d)

Stunting teratasi

e)

Keluarga melakukan upaya pencegahan

20.

Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang laki-laki, umur 5 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan, berat badan tidak naik sejak 2 bulan yang lalu, dan tidak aktif saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan: anak tampak kurus, lemah, BB 14 kg, TB 98 cm, Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Keletihan

b)

Defisit nutrisi

c)

Intoleransi aktivitas

d)

Koping keluarga tidak efektif

e)

Pemerliharaan kesehatan tidak efektif

21.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun dengan diagnosis TB Paru yang baru pulang dari rawat inap di RS. Klien mengeluh masih lemah, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan konjungtiva pucat, TD 100/70 mmHg, Hb 11 g/dL. Keluarga memberikan makanan nasi dan tempe tanpa sayur. Keluarga kurang paham tentang diet pada klien tersebut. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan untuk banyak beristirahat

b)

Memotivasi untuk makan sedikit tapi sering

c)

Menganjurkan klien makan dalam keadaan hangat

d)

Memberikan pendidikan kesehatan cara merawat klien TB Paru di rumah

e)

Menjelaskan jenis dan manfaat makanan yang harus dikonsumsi oleh klien

22.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang seorang laki-laki, umur 45 tahun, dengan penyakit DM sejak 1 tahun lalu. Klien mengeluh sering lapar dan haus. Hasil pengkajian GDS 300 mg/dL, kebiasaan klien suka makan kue dan minum teh manis karena sering merasa lapar walaupun sudah makan. Keluarga tidak tahu makanan pantangan bagi anggota keluarga yang menderita DM. Perawat merencanakan pendidikan kesehatan pada keluarga. Apakah topik utama pendidikan kesehatan yang diberikan pada kasus tersebut?

a)

Bahaya DM jika tidak diatasi

b)

Pentingnya pemeriksaan gula darah secara rutin

c)

Cara perawatan DM

d)

Diet untuk penderita DM

e)

Cara minum obat teratur

23.

Perawat melakukan kunjungan keluarga, mendapatkan seorang laki-laki, umur 40 tahun, didiagnosis hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Perawat sudah mengingatkan untuk mengurangi kebiasaan merokok, makan gorengan dan makanan berlemak agat tekanan darahnya terkontrol. Namun klien masih melakukan kebiasaan tersebut. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Ketidakpatuhan

b)

Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

c)

Defisit pengetahuan keluarga

d)

Defisiensi kesehatan keluarga

e)

Kesiapan meningkatkan pengetahuan

24.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 50 tahun, menderita hipertensi sejak 3 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering pusing dan kaku pada bagian tengkuk. Hasil pengkajian didapatkan TD 170/100 mmHg, klien sering mengonsumsi makanan yang digoreng, dan diasinkan, jarang memeriksakan kondisi kesehatannya dan minum obat tidak teratur. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Nyeri akut

b)

Kurang pengetahuan

c)

Perilaku cenderung berisiko

d)

Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

e)

Ketidakefektifan manajemen kesehatan

25.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun dengan diagnosis stroke. Klien mengeluh tidak mampu berjalan, tangan dan kaki kanan lemah. Hasil pengkajian kekuatan otot 3, klien tampak bedrest, keluarga tidak pernah melatih klien untuk dapat berjalan, karena tidak mengetahui caranya. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Merujuk klien ke RS

b)

Memberikan edukasi tentang latihan pergerakan sendi

c)

Memodifikasi lingkungan yang aman bagi klien untuk berjalan

d)

Mengajarkan keluarga cara perawatan klien stroke di rumah

e)

Menganjurkan keluarga untuk menyiapkan alat bantu berjalan

26.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang dan mendemonstrasikan kreasi menu makanan bergizi. Apakah evaluasi sumatif yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Keluarga menjelaskan pengertian gizi seimbang

b)

Keluarga menyebutkan jenis makanan bergizi

c)

Keluarga memberikan anak makanan bergizi

d)

Keluarga mendemonstrasikan kreasi menu makan

e)

Keluarga menyebutkan menu makan untuk anak usia 4 tahun

27.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang dan mendemonstrasikan kreasi menu makanan bergizi. Apakah evaluasi psikomotor yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Keluarga menjelaskan pengertian gizi seimbang

b)

Keluarga menyebutkan jenis makanan bergizi

c)

Keluarga mendemonstrasikan kreasi menu makan

d)

Keluarga menjelaskan manfaat diet gizi seimbang

e)

Keluarga menyebutkan menu makan untuk anak usia 4 tahun

28.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 55 tahun, dengan keluhan telinga berdengung, pusing, rasa berat ditengkuk dan penglihatan kabur. Hasil riwayat keluarga bahwa orang tua klien mengalami stroke. Apakah pemeriksaan fisik yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menginspeksi area dada

b)

Mengukur tekanan darah

c)

Menghitung frekuensi napas

d)

Melakukan tes rinne dan swabach

e)

Mengukur tekanan vena jugularis (JVP)

29.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 45 tahun, dengan keluhan sering lapar, haus dan sering kencing pada malam hari. Hasil pengkajian orang tua  memiliki riwayat diabetes melitus dan klien belum pernah periksa ke puskesmas. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengukur tanda-tanda vital

b)

Mengkaji status nutrisi

c)

Mengukur intake cairan

d)

Mengecek kadar gula darah

e)

Menghitung output cairan

30.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 39 tahun, dengan diagnosis fraktur yang baru pulang dari rawat inap di RS. Klien mengeluh nyeri saat bergerak dengan skala 5. Perawat mengajarkan relaksasi nafas dalam. Perawat telah menjelaskan prosedur, menciptakan lingkungan yang tenang dan mengatur posisi nyaman. Apakah perawat tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Mencuci tangan dengan 6 langkah

b)

Menginstruksikan untuk menahan nafas selama 2 detik

c)

Memonitor respons pasien selama dilakukan prosedur

d)

Menganjurkan menghirup udara melalui hidung secara perlahan

e)

Menganjurkan menghembuskan udara dengan cara mulut mencucu secara perlahan

31.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 19 tahun, dengan diagnosis ISPA, mengeluh batuk dan dahak sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 22 x/menit, suara nafas ronkhi. Perawat mengajarkan teknik batuk efektif pada klien. Perawat mengajarkan menarik nafas dari mulut, menahan nafas dan menghembuskan dari mulut. Perawat telah meminta mengulangi tindakan selama 3 kali. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan batuk dengan kuat setelah tarik nafas dalam yang ke-3

b)

Memberikan sputum pot untuk menampung dahak saat klien batuk

c)

Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

d)

Mengatur posisi semi fowler atau fowler

e)

Mengidentifikasi kemampuan batuk

32.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 33 tahun, yang baru didiagnosis TB Paru, mengeluh mual dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan klien tampak kurus, konjungtiva anemis. Perawat memberikan edukasi tentang diet TKTP pada klien. Apakah evaluasi formatif yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Keluarga menyedikan makanan diet TKTP

b)

Berat badan klien meningkat

c)

Keluarga menjelaskan jenis makanan diet TKTP

d)

Keluhan mual dan nafsu makan teratasi

e)

Defisit nutrisi pada klien teratasi

33.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan data seorang laki-laki, umur 57 tahun dengan post stroke, mengeluh tangan dan kaki kanan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan klien tampak berbaring di tempat tidur dan tercium bau. Keluarga mengatakan menyeka badan klien dengan handuk basah setiap pagi. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Latih klien teknik ambulasi

b)

Ajarkan keluarga cara memandikan pasien

c)

Bantu klien melakukan ROM pasif ekstermitas kanan

d)

Anjurkan keluarga untuk mengubah posisi klien tiap 2 jam

e)

Motivasi keluarga untuk menyeka badan 2 kali seha

34.

Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan data seorang laki-laki, umur 57 tahun dengan post stroke, mengeluh tangan dan kaki kanan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan klien tampak duduk di kursi roda, pemenuhan kebutuhan sehari-hari dibantu oleh istrinya. Tiga hari yang lalu klien mengalami jatuh dan tangan kanan mengalami luka memar. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Berikan kompres hangat

b)

Lakukan perawatan luka memar

c)

Berikan edukasi pencegahan risiko jatuh

d)

Ajarkan latihan rentang pergerakan sendi

e)

Latih klien melakukan mobilisasi

35.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun baru terdiagnosis TB Paru 2 minggu yang lalu dan mendapatkan terapi OAT. Perawat dan keluarga menyepakati untuk dilakukan kunjungan rumah 1 minggu sekali agar dapat memantau pengobatan klien. Pada kunjungan berikutnya perawat datang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat pada kasus tersebut?

a)
  1. Videlity

b)

Veracity

c)
  1. Otonomy

d)
  1. Justice

e)
  1. Maleficience

36.

Perawat melakukan kunjungan keluarga, mendapatkan seorang perempuan, umur 50 tahun, didiagnosis hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Klien mengatakan jika terasa pusing diatasi dengan tidur dan tidak mau minum obat hipertensi karena tidak mau ketergantungan obat dan takut efek samping dari minum obat terus menerus. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Mengajarkan relaksasi untuk mengurangi keluhan pusing

b)

Memberikan edukasi pengobatan herbal untuk hipertensi

c)

Menjelaskan bahaya hipertensi jika tidak diobati

d)

Menjelaskan efek samping obat hipertensi

e)

Memotivasi klien untuk ke puskesmas agar mendapat pengobatan

37.

Perawat mengunjungi satu keluarga, mendapatkan seorang laki-laki, umur 17 tahun dengan diagnosis ISPA, mengeluh sesak dan batuk berdahak sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan didapatkan frekuensi napas 24 x/menit, batuk produktif, suara napas ronchi. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Atur posisi semi fowler

b)

Catat pergerakan dinding dada

c)

Anjurkan klien untuk bernapas pelan

d)

Keluarkan secret dengan batuk efektif

e)

Monitor kecepatan dan kedalaman napas

38.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang. Perawat telah menyampaikan kontrak dan tujuan penyuluhan. Apakah tindakan perawat selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya

b)

Menjelaskan materi gizi seimbang

c)

Mendemonstrasikan contoh menu gizi seimbang

d)

Mengajukan pertanyaan evaluasi

e)

Menyampaikan rencana tindak lanjut

39.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun yang mengalami DM sejak 6 tahun yang lalu. Klien mengeluh kaki terasa kebas dan kulit kakinya terlihat menghitam. Hasil pemeriksaan: terdapat luka kering yang menghitam pada kaki, telapak kaki tebal dan pecah-pecah. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Mengajarkan perawatan kaki

b)

Menganjurkan menggunakan alas kaki

c)

Meminta klien mandi dengan sabun antiseptic

d)

Melakukan perawatan luka

e)

Memotivasi klien untuk periksa ke puskesmas

40.

Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 17 tahun, dengan diagnosis gastritis, mengeluh nyeri pada ulu hati. Hasil pemeriksaan skala nyeri 4, klien tampak meringis. Keluarga belum membawa klien berobat ke pelayanan kesehatan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan terapi pengobatan analgetik

b)

Menganjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering

c)

Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri

d)

Memotivasi klien untuk berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan

e)

Memberikan edukasi makanan pantangan bagi klien gastritis