NEW
Font size
WorksheetsKeperawatan Keluarga
Total questions: 40
Worksheet time: 30mins
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 44 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Hasil pengkajian didapatkan klien sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat, dan masih merokok. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Kesiapan peningkatan manajemen Kesehatan
Ketidakpatuhan
Perilaku kesehatan cenderung berisiko
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 44 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku, sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Anjurkan untuk banyak istirahat
Berikan kompres hangat pada tengkuk
Ajarkan relaksasi nafas dalam
Lakukan masase pada bagian kepala
Jelaskan pentingnya patuh minum obat
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 55 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh sakit kepala berat dan hasil pemeriksaan menunjukkan TD 200/100 mmHg. Perawat menganjurkan keluarga untuk membawa klien ke puskesmas namun keluarga menolak. Perawat menghargai keputusan yang diambil keluarga. Apakah prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?
Beneficience
Maleficience
Justice
Otonomy
Veracity
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 43 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku, sudah berobat ke puskesmas namun tidak rutin minum obat. Hasil pemeriksaan: TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 22x/menit. Perawat telah menjelaskan pentingnya patuh minum obat dan dampak yang terjadi jika tidak minum obat hipertensi. Apakah indikator keberhasilan tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Sakit kepala berkurang
Skala nyeri menurun
Tekanan darah stabil
Klien rutin periksa ke puskesmas
Klien minum obat sesuai dosis
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 55 tahun yang mempunyai penyakit hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Klien mengeluh sakit kepala berat dan hasil pemeriksaan menunjukkan TD 200/100 mmHg. Perawat menganjurkan keluarga untuk membawa klien ke puskesmas namun klien menolak. Apakah sikap perawat yang tepat pada kasus tersebut?
Menerima keputusan klien dan keluarga
Menjelaskan kondisi klien berbahaya jika tidak segera diatasi
Meminta keluarga untuk membujuk klien agar mau berobat
Melakukan koordinasi dengan kader agar memantau kondisi klien
Memberikan alternatif tindakan untuk mengatasi masalah klien
Perawat keluarga melakukan kunjungan rumah mendapatkan seorang laki-laki, umur 55 tahun mengalami DM sejak 8 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh kesemutan dan baal pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan: tidak terdapat luka pada kaki, GDS 248 mg/dL. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Anjurkan minum obat sesuai dosis
Ajarkan perawatan kaki
Demonstrasi senam kaki
Kompres hangat pada kaki
Motivasi klien untuk rutin cek gula darah
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 45 tahun yang mempunyai penyakit DM sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh sering lemas dan mudah lelah saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan: TD 100/90 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 20x/menit, tampak lemah, dan hasil GDS 380 mg/dL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Risiko ketidakstabilan kadar gula darah
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Intoleransi aktivitas
Ketidakberdayaan
Risiko defisit nutrisi
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 46 tahun yang mengeluh sering lemas, sering lapar dan berat badan menurun. Hasil pemeriksaan: tampak lemah, TB 160 cm, BB 45 kg, hasil pemeriksaan GDS 350 mg/dL. Klien mengatakan baru tahu jika gula darahnya tinggi karena tidak pernah periksa. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Mengajarkan diet DM
Memberikan edukasi tentang DM
Menganjurkan klien untuk istirahat
Memotivasi keluarga membawa klien ke puskesmas
Mengidentifikasi perilaku makan yang perlu diubah
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 45 tahun yang mempunyai penyakit DM sejak 3 tahun yang lalu. Saat dikaji, klien tiba-tiba mengeluh lemas, gemetar dan berkeringat dingin. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak pucat, GDS 70 mg/dL. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Berikan makanan atau minuman manis
Periksa ulang kadar gula darah
Anjurkan klien istrirahat
Monitor tanda-tanda vital
Observasi tanda hipoglikemi
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun yang mengalami DM sejak 6 tahun yang lalu. Saat ini, klien mengeluh kaki terasa baal dan kebas. Hasil pemeriksaan: terdapat luka menghitam pada kaki, telapak kaki tebal dan pecah-pecah, GDS 304 mg/dL. Perawat telah melatih klien tentang perawatan kaki diabetik. Apakah indikator keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
Penurunan kadar gula darah
Pengetahuan meningkat
Keluarga membawa klien berobat
Integritas kulit utuh
Peningkatan perfusi perifer
Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 35 tahun, yang mengalami gout arthritis sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan nyeri pada sendi kaki dengan skala 5, kaki sulit digerakkan karena terasa kaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan kaki tampak kemerahan, bengkak, teraba panas, kadar asam urat 10 mg/dL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Gangguan mobilitas fisik
Intoleransi aktivitas
Risiko injury
Gangguan rasa nyaman
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 35 tahun, yang mengalami gout arthritis sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan nyeri pada sendi kaki dengan skala 5, kaki sulit digerakkan karena terasa kaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan kaki tampak kemerahan, bengkak, kadar asam urat 10 mg/dL. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Observasi tanda-tanda vital
Monitor nyeri secara berkala
Lakukan kompres hangat
Motivasi untuk berobat ke puskesmas
Anjurkan untuk banyak istirahat
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 2 bulan yang lalu. Klien mengatakan mual, tidak nafsu makan dan hanya dapat menghabiskan ¼ porsi makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak kurus, konjuntiva anemis. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Menganjurkan klien makan sedikit tapi sering
Memotivasi klien untuk menghabiskan makanan
Kolaborasi pemberian antiemetik
Menjelaskan kepada klien pentingnya diet TKTP
Meminta keluarga mendampingi klien saat makan
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 26 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 2 minggu yang lalu. Klien mengatakan batuk dan sulit mengeluarkan dahak. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien tampak kurus, lemah, TD 120/90 mmH, frekuensi nadi 86x/menit, frekuensi napas 25x/menit, dan suara napas ronkhi. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Pola nafas tidak efektif
Bersihan jalan tidak efektif
Keletihan
Risiko defisit nutrisi
Gangguan pertukaran gas
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 36 tahun, yang mengalami TB Paru sejak 8 bulan yang lalu. Klien mengatakan sesak dan batuk berdahak kambuh kembali. Sebelumnya klien mendapatkan OAT namun mengalami putus obat, saat periksa ke puskemas hasilnya TB Aktif. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Menjelaskan dampak TB Paru jika tidak diobati
Menjelaskan bahaya putus obat
Melatih keluarga menjadi PMO
Mengajarkan batuk efektif
Memotivasi rutin berobat
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 33 tahun, yang baru didiagnosis TB Paru. Klien mengatakan batuk berdahak dan tidak nafsu makan. Klien mendapatkan pengobatan OAT sehingga perawat menjelaskan pentingnya minum OAT dan mengingatkan agar tidak putus obat. Apakah indikator keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
Pengetahuan klien meningkat
Keluhan batuk berkurang
Nafsu makan meningkat
Klien patuh minum obat
Tidak terjadi penularan penyakit
Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun, yang mengalami TB Paru dan mendapatkan OAT sejak 3 bulan yang lalu. Klien mengatakan sudah tidak batuk berdahak namun tidak nafsu makan masih dirasakan. Hasil pemeriksaan: rumah tampak gelap, lembab dan jendela tertutup. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Anjurkan minum obat sampai tuntas
Jelaskan cara memodifikasi lingkungan rumah sehat
Ingatkan kontrol ulang sebelum obat habis
Minta keluarga untuk menyediakan makanan bergizi
Motivasi keluarga untuk memantau klien minum obat
Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 4 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan berat badan tidak naik sejak 4 bulan yang lalu. Anak hanya mau makan dengan makanan cepat saji seperti sosis dan mie. Keluarga bingung bagaimana cara agar anaknya mau makan makanan bergizi. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Konsultasikan dengan ahli gizi
Jelaskan komponen makanan gizi seimbang
Ajak anak makan sambil bermain
Berikan hadiah jika anak berhasil menghabiskan makan
Anjurkan keluarga membuat kreasi menu makanan
Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang perempuan, umur 4 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan baru tahu jika anaknya mengalami stunting. Keluarga merasa anaknya tidak ada masalah karena anaknya tidak sulit makan. Selanjutnya perawat memberikan edukasi tentang stunting dan pencegahannya. Apakah formatif yang diharapkan dari tindakan pada kasus tersebut?
Pengetahuan keluarga meningkat
Berat badan anak meningkat
Sikap keluarga menjadi positif
Stunting teratasi
Keluarga melakukan upaya pencegahan
Seorang perawat mengunjungi satu keluarga dan mendapatkan seorang laki-laki, umur 5 tahun, yang mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan, berat badan tidak naik sejak 2 bulan yang lalu, dan tidak aktif saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan: anak tampak kurus, lemah, BB 14 kg, TB 98 cm, Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Keletihan
Defisit nutrisi
Intoleransi aktivitas
Koping keluarga tidak efektif
Pemerliharaan kesehatan tidak efektif
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun dengan diagnosis TB Paru yang baru pulang dari rawat inap di RS. Klien mengeluh masih lemah, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan konjungtiva pucat, TD 100/70 mmHg, Hb 11 g/dL. Keluarga memberikan makanan nasi dan tempe tanpa sayur. Keluarga kurang paham tentang diet pada klien tersebut. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Menganjurkan untuk banyak beristirahat
Memotivasi untuk makan sedikit tapi sering
Menganjurkan klien makan dalam keadaan hangat
Memberikan pendidikan kesehatan cara merawat klien TB Paru di rumah
Menjelaskan jenis dan manfaat makanan yang harus dikonsumsi oleh klien
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang seorang laki-laki, umur 45 tahun, dengan penyakit DM sejak 1 tahun lalu. Klien mengeluh sering lapar dan haus. Hasil pengkajian GDS 300 mg/dL, kebiasaan klien suka makan kue dan minum teh manis karena sering merasa lapar walaupun sudah makan. Keluarga tidak tahu makanan pantangan bagi anggota keluarga yang menderita DM. Perawat merencanakan pendidikan kesehatan pada keluarga. Apakah topik utama pendidikan kesehatan yang diberikan pada kasus tersebut?
Bahaya DM jika tidak diatasi
Pentingnya pemeriksaan gula darah secara rutin
Cara perawatan DM
Diet untuk penderita DM
Cara minum obat teratur
Perawat melakukan kunjungan keluarga, mendapatkan seorang laki-laki, umur 40 tahun, didiagnosis hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Perawat sudah mengingatkan untuk mengurangi kebiasaan merokok, makan gorengan dan makanan berlemak agat tekanan darahnya terkontrol. Namun klien masih melakukan kebiasaan tersebut. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
Ketidakpatuhan
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Defisit pengetahuan keluarga
Defisiensi kesehatan keluarga
Kesiapan meningkatkan pengetahuan
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 50 tahun, menderita hipertensi sejak 3 tahun yang lalu. Klien mengeluh sering pusing dan kaku pada bagian tengkuk. Hasil pengkajian didapatkan TD 170/100 mmHg, klien sering mengonsumsi makanan yang digoreng, dan diasinkan, jarang memeriksakan kondisi kesehatannya dan minum obat tidak teratur. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Kurang pengetahuan
Perilaku cenderung berisiko
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun dengan diagnosis stroke. Klien mengeluh tidak mampu berjalan, tangan dan kaki kanan lemah. Hasil pengkajian kekuatan otot 3, klien tampak bedrest, keluarga tidak pernah melatih klien untuk dapat berjalan, karena tidak mengetahui caranya. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Merujuk klien ke RS
Memberikan edukasi tentang latihan pergerakan sendi
Memodifikasi lingkungan yang aman bagi klien untuk berjalan
Mengajarkan keluarga cara perawatan klien stroke di rumah
Menganjurkan keluarga untuk menyiapkan alat bantu berjalan
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang dan mendemonstrasikan kreasi menu makanan bergizi. Apakah evaluasi sumatif yang tepat pada kasus tersebut?
Keluarga menjelaskan pengertian gizi seimbang
Keluarga menyebutkan jenis makanan bergizi
Keluarga memberikan anak makanan bergizi
Keluarga mendemonstrasikan kreasi menu makan
Keluarga menyebutkan menu makan untuk anak usia 4 tahun
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang dan mendemonstrasikan kreasi menu makanan bergizi. Apakah evaluasi psikomotor yang tepat pada kasus tersebut?
Keluarga menjelaskan pengertian gizi seimbang
Keluarga menyebutkan jenis makanan bergizi
Keluarga mendemonstrasikan kreasi menu makan
Keluarga menjelaskan manfaat diet gizi seimbang
Keluarga menyebutkan menu makan untuk anak usia 4 tahun
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 55 tahun, dengan keluhan telinga berdengung, pusing, rasa berat ditengkuk dan penglihatan kabur. Hasil riwayat keluarga bahwa orang tua klien mengalami stroke. Apakah pemeriksaan fisik yang tepat pada kasus tersebut?
Menginspeksi area dada
Mengukur tekanan darah
Menghitung frekuensi napas
Melakukan tes rinne dan swabach
Mengukur tekanan vena jugularis (JVP)
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 45 tahun, dengan keluhan sering lapar, haus dan sering kencing pada malam hari. Hasil pengkajian orang tua memiliki riwayat diabetes melitus dan klien belum pernah periksa ke puskesmas. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus tersebut?
Mengukur tanda-tanda vital
Mengkaji status nutrisi
Mengukur intake cairan
Mengecek kadar gula darah
Menghitung output cairan
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 39 tahun, dengan diagnosis fraktur yang baru pulang dari rawat inap di RS. Klien mengeluh nyeri saat bergerak dengan skala 5. Perawat mengajarkan relaksasi nafas dalam. Perawat telah menjelaskan prosedur, menciptakan lingkungan yang tenang dan mengatur posisi nyaman. Apakah perawat tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Mencuci tangan dengan 6 langkah
Menginstruksikan untuk menahan nafas selama 2 detik
Memonitor respons pasien selama dilakukan prosedur
Menganjurkan menghirup udara melalui hidung secara perlahan
Menganjurkan menghembuskan udara dengan cara mulut mencucu secara perlahan
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 19 tahun, dengan diagnosis ISPA, mengeluh batuk dan dahak sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 22 x/menit, suara nafas ronkhi. Perawat mengajarkan teknik batuk efektif pada klien. Perawat mengajarkan menarik nafas dari mulut, menahan nafas dan menghembuskan dari mulut. Perawat telah meminta mengulangi tindakan selama 3 kali. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Menganjurkan batuk dengan kuat setelah tarik nafas dalam yang ke-3
Memberikan sputum pot untuk menampung dahak saat klien batuk
Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur
Mengatur posisi semi fowler atau fowler
Mengidentifikasi kemampuan batuk
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 33 tahun, yang baru didiagnosis TB Paru, mengeluh mual dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan klien tampak kurus, konjungtiva anemis. Perawat memberikan edukasi tentang diet TKTP pada klien. Apakah evaluasi formatif yang tepat pada kasus tersebut?
Keluarga menyedikan makanan diet TKTP
Berat badan klien meningkat
Keluarga menjelaskan jenis makanan diet TKTP
Keluhan mual dan nafsu makan teratasi
Defisit nutrisi pada klien teratasi
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan data seorang laki-laki, umur 57 tahun dengan post stroke, mengeluh tangan dan kaki kanan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan klien tampak berbaring di tempat tidur dan tercium bau. Keluarga mengatakan menyeka badan klien dengan handuk basah setiap pagi. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Latih klien teknik ambulasi
Ajarkan keluarga cara memandikan pasien
Bantu klien melakukan ROM pasif ekstermitas kanan
Anjurkan keluarga untuk mengubah posisi klien tiap 2 jam
Motivasi keluarga untuk menyeka badan 2 kali seha
Pada kunjungan rumah, perawat mendapatkan data seorang laki-laki, umur 57 tahun dengan post stroke, mengeluh tangan dan kaki kanan tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan klien tampak duduk di kursi roda, pemenuhan kebutuhan sehari-hari dibantu oleh istrinya. Tiga hari yang lalu klien mengalami jatuh dan tangan kanan mengalami luka memar. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Berikan kompres hangat
Lakukan perawatan luka memar
Berikan edukasi pencegahan risiko jatuh
Ajarkan latihan rentang pergerakan sendi
Latih klien melakukan mobilisasi
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang laki-laki, umur 35 tahun baru terdiagnosis TB Paru 2 minggu yang lalu dan mendapatkan terapi OAT. Perawat dan keluarga menyepakati untuk dilakukan kunjungan rumah 1 minggu sekali agar dapat memantau pengobatan klien. Pada kunjungan berikutnya perawat datang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat pada kasus tersebut?
Videlity
Veracity
Otonomy
Justice
Maleficience
Perawat melakukan kunjungan keluarga, mendapatkan seorang perempuan, umur 50 tahun, didiagnosis hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Klien mengatakan jika terasa pusing diatasi dengan tidur dan tidak mau minum obat hipertensi karena tidak mau ketergantungan obat dan takut efek samping dari minum obat terus menerus. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Mengajarkan relaksasi untuk mengurangi keluhan pusing
Memberikan edukasi pengobatan herbal untuk hipertensi
Menjelaskan bahaya hipertensi jika tidak diobati
Menjelaskan efek samping obat hipertensi
Memotivasi klien untuk ke puskesmas agar mendapat pengobatan
Perawat mengunjungi satu keluarga, mendapatkan seorang laki-laki, umur 17 tahun dengan diagnosis ISPA, mengeluh sesak dan batuk berdahak sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan didapatkan frekuensi napas 24 x/menit, batuk produktif, suara napas ronchi. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Atur posisi semi fowler
Catat pergerakan dinding dada
Anjurkan klien untuk bernapas pelan
Keluarkan secret dengan batuk efektif
Monitor kecepatan dan kedalaman napas
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang anak perempuan, umur 4 tahun mengalami stunting. Keluarga mengatakan anaknya sulit makan dan hanya mau makan dengan mie instan. Perawat memberikan edukasi tentang diet gizi seimbang. Perawat telah menyampaikan kontrak dan tujuan penyuluhan. Apakah tindakan perawat selanjutnya pada kasus tersebut?
Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya
Menjelaskan materi gizi seimbang
Mendemonstrasikan contoh menu gizi seimbang
Mengajukan pertanyaan evaluasi
Menyampaikan rencana tindak lanjut
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 58 tahun yang mengalami DM sejak 6 tahun yang lalu. Klien mengeluh kaki terasa kebas dan kulit kakinya terlihat menghitam. Hasil pemeriksaan: terdapat luka kering yang menghitam pada kaki, telapak kaki tebal dan pecah-pecah. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Mengajarkan perawatan kaki
Menganjurkan menggunakan alas kaki
Meminta klien mandi dengan sabun antiseptic
Melakukan perawatan luka
Memotivasi klien untuk periksa ke puskesmas
Pada kunjungan keluarga, perawat mendapatkan seorang perempuan, umur 17 tahun, dengan diagnosis gastritis, mengeluh nyeri pada ulu hati. Hasil pemeriksaan skala nyeri 4, klien tampak meringis. Keluarga belum membawa klien berobat ke pelayanan kesehatan. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan terapi pengobatan analgetik
Menganjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering
Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri
Memotivasi klien untuk berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan
Memberikan edukasi makanan pantangan bagi klien gastritis
