WorksheetsAkuntansi Perusahaan Dagang
Total questions: 20
Worksheet time: 41mins
Berdasarkan kegiatan usahanya, transaksi terbagi menjadi tiga yaitu transaksi pada perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Berikut ini contoh transaksi yang hanya terjadi pada perusahaan dagang adalah ….
pembelian barang dagang secara kredit
pembayaran rekening listrik, air, dan telepon
pengembalian bahan baku yang telah dibeli
penjualan jasa secara kredit
Berdasarkan analisis dokumen nota kredit di atas, transaksi yang terjadi pada UD Buana adalah ….
UD Buana mengembalikan barang yang telah dibeli dari Digital Elex
UD Buana membeli barang dagangan secara kredit kepada Digital Elex
Digital Elex mengembalikan barang yang telah dibeli dari UD Buana
Digital Elex melakukan pembayaran kepada UD Buana atas barang yang dipesan
Bagaimana cara menghitung laba kotor pada perusahaan dagang?
Gross Profit = Total Revenue - Total Expense
Gross Profit = Total Revenue - Cost of Goods Sold
Gross Profit = Total Assets - Total Liabilities
Gross Profit = Total Revenue + Cost of Goods Sold
Berdasarkan analisis dokumen bukti faktur di atas, jika sistem pencatatan persediaan menggunakan perpetual maka akun yang tidak terpengaruh pada UD Buana adalah ….
sales bertambah di kredit
purchase bertambah di debet
account receivable bertambah di debet
merchandise invantory berkurang di kredit
Manakah metode penilaian persediaan berikut yang tepat dalam akuntansi perusahaan dagang!
Metode Specific Identification adalah metode penilaian persediaan di mana setiap barang diidentifikasi secara spesifik dengan harga jual masing-masing.
Metode LIFO adalah metode penilaian persediaan di mana barang yang terakhir masuk ke gudang akan dianggap sebagai barang yang terakhir keluar dari gudang.
Metode FIFO dalam akuntansi perusahaan dagang adalah metode penilaian persediaan di mana barang yang pertama masuk ke gudang akan dianggap sebagai barang yang pertama keluar dari gudang.
Metode Average Cost adalah metode penilaian persediaan di mana harga rata-rata dari semua barang yang di beli baik ada di gudang ataupun masih dalam pesanan digunakan untuk menilai persediaan.
Berdasarkan analisis faktur di atas, akun yang dicatat pada jurnal oleh UD Buana adalah ….
account receivable (D) Rp188.100.000,00; sales (C) Rp171.000.000,00; PPN Income (C) Rp17.100.000,00 pada jurnal penjualan
merchandise inventory (D) Rp171.000.000,00; PPN Outcome (D) Rp17.100.000,00; account payable (C) Rp188.100.000,00 pada jurnal pembelian
account receivable (D) Rp188.100.000,00; sales (C) Rp171.000.000,00; PPN Outcome (C) Rp17.100.000,00 pada jurnal penjualan
merchandise inventory (D) Rp171.000.000,00; PPN Income (D) Rp17.100.000,00; account payable (C) Rp188.100.000,00 pada jurnal pembelian
Bagaimana cara menghitung harga pokok penjualan?
HPP = Persediaan awal barang dagangan + Pembelian + Potongan (Disc.) Pembelian - Persediaan akhir
HPP = Persediaan awal barang dagangan + Pembelian - Retur Pembelian + Persediaan akhir
HPP = Persediaan awal barang dagangan + Pembelian + Retur Pembelian - Persediaan akhir
HPP = Persediaan awal barang dagangan + Pembelian - Retur Pembelian - Persediaan akhir
Berdasarkan analisis jurnal penjualan di atas, transaksi yang telah terjadi pada UD Buana adalah ….
tanggal 3 Desember 2022 UD Buana menjual barang dagangan secara kredit sebesar Rp18.000.000,00 (sudah termasuk PPN 10%) dengan harga pokok penjualan sebesar Rp14.887.500,00 kepada Maju Elex
tanggal 3 Desember 2022 UD Buana menjual barang dagangan secara tunai sebesar Rp18.000.000,00 (belum termasuk PPN 10%) dengan harga pokok penjualan sebesar Rp14.887.500,00 kepada Maju Elex
tanggal 3 Desember 2022 UD Buana menjual barang dagangan secara kredit sebesar Rp18.000.000,00 (belum termasuk PPN 10%) dengan harga pokok penjualan sebesar Rp14.887.500,00 kepada Maju Elex
tanggal 3 Desember 2022 UD Buana menjual barang dagangan secara tunai sebesar Rp18.000.000,00 (sudah termasuk PPN 10%) dengan harga pokok penjualan sebesar Rp14.887.500,00 kepada Maju Elex
Pada pencatatan persediaan di perusahaan dagang terdapat dua sistem pencatatan yaitu perpetual dan periodik. Berikut ini yang termasuk sistem pencatatan perpetual adalah ….
transaksi pembelian barang dagangan dicatat pada akun merchandise inventory di posisi debit
transaksi penjualan barang dagangan dicatat tanpa akun merchandise inventory dan cost of goods sold
transaksi pembelian barang dagangan dicatat pada akun purchase di posisi debit
jumlah persediaan dan harga pokok penjualan diketahui saat periode tertentu
Berdasarkan kartu persediaan di atas, metode penilaian yang diterapkan oleh UD Buana adalah ….
LIFO
FIFO
Average
Perpetual
Jika pada tanggal 15 Desember 2022 UD Buana akan menjual 2 unit barang dagangan tersebut kepada JB Elex, maka besaran harga pokok penjualan per unit barang tersebut dengan menggunakan metode penilaian persediaan FIFO adalah ….
Rp15.180.000,00
Rp13.500.000,00
Rp15.900.000,00
Rp27.000.000,00
Apa yang dimaksud dengan piutang usaha?
Piutang usaha adalah uang yang harus disimpan oleh perusahaan untuk keperluan operasional sehari-hari.
Piutang usaha adalah uang yang harus dibayarkan kepada pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang telah dilakukan oleh perusahaan.
Piutang usaha adalah uang yang harus diberikan kepada pemasok atas pembelian barang atau jasa yang telah dilakukan oleh perusahaan.
Piutang usaha adalah uang yang harus diterima dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang telah dilakukan oleh perusahaan.
Satu dari perkiraan-perkiraan di bawah ini tidak tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan adalah .....
Interest Revenue
Account Receivable
Accrued Expense
Accumulated Depreciation
Seorang staff pembukuan yang belum berpengalaman membuat neraca saldo berikut ini. Periksa dan tentukan yang harus diperbaiki
(i), (ii), (iii) dan (iv)
(ii), (iv), (vii) dan (ix)
(v), (vi), (vii) dan (ix)
(ii), (iv), (vi) dan (ix)
Jika sales sebesar Rp650.000,00, cost of goods sold sebesar Rp325.000,00 dan total operating expense sebesar Rp80.000. Berapakah laba/rugi perusahaan?
rugi Rp245.000,00
laba Rp245.000,00
laba Rp254.000,00
laba Rp235.000,00
Laporan laba rugi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Single step dan multiple step. Berikut ini yang tidak diinformasikan dalam laporan laba rugi multiple step adalah ....
laba kotor
total penjualan
harga pokok penjualan
total aktivitas investasi
Tanggal 1 Februari 2023, PT Jaya membayar asuransi selama 3 tahun sebesar Rp18.000.000,00. Jika perusahaan dan akuntan mencatat transaksi dengan pendekatan neraca / harta, jurnal penyesuaian pada tahun 2023 adalah ....
Insurance expense Rp5.500.000,00 di debet dan Prepaid insurance Rp5.500.000,00 di kredit
Insurance expense Rp6.000.000,00 di debet dan Prepaid insurance Rp6.000.000,00 di kredit
Prepaid insurance Rp6.500.000,00 di debet dan Insurance expense Rp6.500.000,00 di kredit
Insurance expense Rp6.500.000,00 di debet dan Prepaid insurance Rp6.500.000,00 di kredit
Jika total pendapatan sebesar $45.000, total beban $37.500 dan penarikan pribadi pemilik $10.000. Apabila modal awal pemilik $100.000 Maka total modal akhir pemilik adalah ....
$7.500
$97.500
$82.500
$90.000
Laporan keuangan yang menginformasikan rincian aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan suatu perusahaan disebut ....
laporan laba rugi
laporan perubahan modal
laporan posisi keuangan
laporan arus kas
Apabila saldo account receivable Rp72.000.000,00, allowance for doubtful debt (C) Rp2.000.000,00, dan sales Rp96.000.000,00. Jurnal penyesuaian untuk akun allowance for doubtful debt jika ketentuan perusahaan menetapkan besarnya cadangan kerugian sebesar 3% dari saldo piutang dagang adalah ...
Bad Debt Expense (D) Rp160.000,00 dan Allowance for Doubtful Debt (C) Rp160.000,00
Bad Debt Expense (D) Rp2.160.000,00 dan Allowance for Doubtful Debt (C) Rp2.160.000,00
Allowance for Doubtful Debt (D) Rp160.000,00 dan Bad Debt Expense (C) Rp160.000,00
Allowance for Doubtful Debt (D) Rp2.160.000,00 dan Bad Debt Expense (C) Rp2.160.000,00
