Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Cerita Rakyat

Total questions: 8

Worksheet time: 4mins

Name
Class
Date
1.

LEGENDA PERI BULAN

“Kurasa aku sudah tersesat!” gumam Wulan panik. Ternyata para kunang-lunang telah mengarahkannya masuk ke dalam hutan.

“Jangan takut, Wulan! Kami membawamu ke sini agar wajahmu bisa disembuhkan.” ujar seekor kunang-kunang

“Kau ? Kau bisa bicara ?” Wulan menatap heran pada kunang-kunang yang badannya paling besar.

“Kami adalah utusan Dewi Bulan,” jelas kunang-kunang itu

  1. 1. kenapa wulan panik?

a)

A.      Merasa tersesat di hutan

b)

 B     Kunang-kunang bisa bicara

c)

c..      Bertemu kunang-kunang di hutan

d)

D.      Dewi Bulan mengutus kunang-kunang

2.

LEGENDA PERI BULAN

“Kurasa aku sudah tersesat!” gumam Wulan panik. Ternyata para kunang-lunang telah mengarahkannya masuk ke dalam hutan.

“Jangan takut, Wulan! Kami membawamu ke sini agar wajahmu bisa disembuhkan.” ujar seekor kunang-kunang

“Kau ? Kau bisa bicara ?” Wulan menatap heran pada kunang-kunang yang badannya paling besar.

“Kami adalah utusan Dewi Bulan,” jelas kunang-kunang itu

2.   Informasi yang terdapat dalam kutipan cerita berjudul Legenda Peri Bulan yaitu …

a)
Para kunang-lunang membawa Wulan ke dalam hutan agar wajahnya bisa disembuhkan karena mereka adalah utusan Dewi Bulan.
b)
Kunang-kunang adalah utusan Dewi Angin, bukan Dewi Bulan.
c)
Wulan tersesat di hutan karena diarahkan oleh para burung hantu.
d)
Para kunang-lunang membawa Wulan ke dalam hutan agar wajahnya bisa disembuhkan karena mereka adalah utusan Dewi Matahari.
3.

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Medhang Kamulan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang jahat bernama Prabu Dewata Cengkar. Sang raja memiliki kebiasaan yang membuat rakyat Medhang Kamulan ketakutan, yaitu menyantap manusia.

Suatu malam, Prabu Dewata Cengkar tiba-tiba bermimpi, ada seorang lelaki yang menghancurkan takhtanya. “Pertanda apa ini!?” pikirnya.

Di sisi lain, tepatnya di sebuah desa, ada seorang pemuda bersama kedua abdi setianya. Pemuda itu bernama Aji Saka dan kedua abdinya bernama Dora dan Sembada. Mereka tinggal bersama seorang janda tua bernama Nyai Sengkaren.

Saat Dora sedang tertidur, Aji Saka menitipkan keris pusakanya kepada Sembada sambil berpesan, “Sembada, jagalah keris ini. Jika nanti ada yang memintanya, jangan pernah kau serahkan kecuali aku sendiri yang datang untuk mengambilnya.” “Baiklah,” jawab Sembada. Sembada pun dengan sigap menyanggupinya.

  1. 3. Unsur intrinsik berupa latar waktu terdapat pada paragaf....

a)
1
b)
2
c)

3

d)

4

4.

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Medhang Kamulan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang jahat bernama Prabu Dewata Cengkar. Sang raja memiliki kebiasaan yang membuat rakyat Medhang Kamulan ketakutan, yaitu menyantap manusia.

Suatu malam, Prabu Dewata Cengkar tiba-tiba bermimpi, ada seorang lelaki yang menghancurkan takhtanya. “Pertanda apa ini!?” pikirnya.

Di sisi lain, tepatnya di sebuah desa, ada seorang pemuda bersama kedua abdi setianya. Pemuda itu bernama Aji Saka dan kedua abdinya bernama Dora dan Sembada. Mereka tinggal bersama seorang janda tua bernama Nyai Sengkaren.

Saat Dora sedang tertidur, Aji Saka menitipkan keris pusakanya kepada Sembada sambil berpesan, “Sembada, jagalah keris ini. Jika nanti ada yang memintanya, jangan pernah kau serahkan kecuali aku sendiri yang datang untuk mengambilnya.” “Baiklah,” jawab Sembada. Sembada pun dengan sigap menyanggupinya.

  1. 4. Berikut ini analisis watak tokoh dan penggambaran wataknya yang benar berdasarkan teks di atas yaitu …

a)

TOKOH Prabu Dewata WATAK Cengkar

Bengis tidak berprikemanusiaan

PENGGAMBARAN WATAk Perilaku tokoh

b)

TOKOH Sembada

WATAK Pemberani

PENGGAMBARAN WATAk Dialog antartokoh

c)

TOKOH Aji Saka

WATAK Setia

PENGGAMBARAN WATAk Perilaku tokoh

d)

TOKOH Dora

WATAK Setia

PENGGAMBARAN WATAK Narasi pengarang

5.

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Medhang Kamulan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang jahat bernama Prabu Dewata Cengkar. Sang raja memiliki kebiasaan yang membuat rakyat Medhang Kamulan ketakutan, yaitu menyantap manusia.

Suatu malam, Prabu Dewata Cengkar tiba-tiba bermimpi, ada seorang lelaki yang menghancurkan takhtanya. “Pertanda apa ini!?” pikirnya.

Di sisi lain, tepatnya di sebuah desa, ada seorang pemuda bersama kedua abdi setianya. Pemuda itu bernama Aji Saka dan kedua abdinya bernama Dora dan Sembada. Mereka tinggal bersama seorang janda tua bernama Nyai Sengkaren.

Saat Dora sedang tertidur, Aji Saka menitipkan keris pusakanya kepada Sembada sambil berpesan, “Sembada, jagalah keris ini. Jika nanti ada yang memintanya, jangan pernah kau serahkan kecuali aku sendiri yang datang untuk mengambilnya.” “Baiklah,” jawab Sembada. Sembada pun dengan sigap menyanggupinya.

1.   Yang membuat Sembada menyanggupi perintah Ajisaka untuk menyimpan keris tersebut adala....

a)

Kesetiaan Sembada pada Ajisaka sehingga selalu patuh dan menuruti perintah Ajisaka.

b)

Prabu Dewatacengkar suka menyantab manusia sehingga Ajisaka ketakutan padanya.

c)

  Mereka tinggal bersama seorang janda tua bernama Nyai Sengkaren di Medhang Kamulan yang menakutkan.

d)

Ajisaka adalah rakyat Medhang Kamulan yang selalu hidup dalam ketakutan atas kejahatan Prabu Dewata Cengkar.

6.

Bagaimana reaksi Sembada ketika Aji Saka menitipkan keris pusakanya padanya?

a)

Menolak dan tidak mau menyimpan keris tersebut.

b)

Menyerahkan keris tersebut kepada orang lain.

c)

Menyanggupi dan berjanji untuk menjaga keris tersebut.

d)

Menggunakan keris tersebut untuk melawan Prabu Dewata Cengkar.

7.

Analisis watak tokoh Aji Saka berdasarkan teks di atas adalah...

a)

Aji Saka bengis dan tidak berprikemanusiaan.

b)

Aji Saka pemberani dan berani menghadapi raja jahat.

c)

Aji Saka tidak setia kepada kedua abdinya.

d)

Aji Saka tidak peduli dengan keadaan rakyat Medhang Kamulan.

8.

Unsur intrinsik berupa latar waktu terdapat pada paragraf berapa dalam cerita?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4