Font size
WorksheetsAnalisis Kasus Pendidikan 2025
Total questions: 75
Worksheet time: 1hrs 2mins
Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi. Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut. Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas. Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi. Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Dalam konteks kasus itu, manakah yang BUKAN termasuk asesmen?
Laporan wali kelas
Nilai raport yang di bawah rata-rata
Skrining kematangan sosial
Diajak komunikasi guru
Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi. Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut. Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas. Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi. Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Manakah yang tepat menjadi tujuan asesmen pada ini?
Screening
Diagnosis
Monitoring
Intervensi
Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi. Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut. Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas. Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi. Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Siapa yang menjadi sumber rujukan atau referral dari kasus di atas?
Guru BK
Siswa
Psikolog
Wali kelas
Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi. Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut. Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas. Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi. Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Tujuan asesmen pada kasus tersebut adalah
Menjawab pertanyaan Guru BK
Dasar melakukan intervensi
Mengetahui permasalahan siswa
Menjawab pertanyaan wali kelas
Ketika Anda melakukan asesmen dengan menggunakan skrining perkembangan sosial, maka hal berikut ini penting dipertimbangkan adalah
Alat tes valid
Alat tes punya dasar teori yang baik
Alat terstandar
Semua benar
Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan. Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier dari konsep Response to Intervention, tentukan mana program Tier-1 (tingkat 1) yang tepat?
Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada semua kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada siswa tertentu pelaku perundungan
Fokus menerapkan program Ramah pada siswa tertentu korban perundungan
Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan. Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier, tentukan mana program Tier-2 (tingkat 2) yang tepat?
Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada semua kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada semua guru
Fokus menerapkan program Ramah pada wali kelas pelaku perundungan
Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan. Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier, tentukan mana program Tier-3 (tingkat 3) yang tepat?
Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada tiap siswa pada semua kelas
Fokus menerapkan program Ramah pada individu siswa yang tidak memenuhi target program, setelah fokus pada 3 siswa pelaku
Fokus menerapkan program Ramah pada guru yang terdapat siswa pelaku perundungan di kelas
Tahapan pada metode pemecahan masalah (problem-solving method) yang fokus mengidentifikasi anteceden dan kosekuen dari sebuah perilaku adalah tahap menjawab pertanyaan berikut
Is there a problem and what is it?
Why is the problem happening?
What can be done about the problem?
Did the intervention work?
Ada pergeseran paradigma dalam melihat asesmen, yaitu
Melihat sumber masalah adalah individu
fokusnya memberikan layanan individual
menggunakan pendekatan klinis-medis
pertimbangkan lingkungan yang menyertai
Berikut merupakan indikasi kemampuan kognitif anak kecuali:
Adaptasi terhadap lingkungan
Berpikir secara intuitif
Merubah/mengolah informasi yang telah didapat
Menggunakan informasi yang didapatkan
Fungsi kognisi siswa berkaitan dengan taraf kecerdasan yang dimilikinya. Menurut Spearman, kecerdasan tersebut adalah
Bersifat genetis, tidak dipengaruhi lingkungan
Bersifat tidak tetap, bisa berubah
Bersifat tunggal, tidak majemuk
Ada bagian yang dipengaruhi genetis/biologi, ada yang dipengaruhi faktor lingkungan
Samsi adalah siswa TK yang sulit diajak komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah menunjukkan bahwa ia masih kesulitan mengeja kata dengan tepat. Hasil tes IQ menunjukkan angka 89. Berdasarkan data tersebut, maka Samsi ada kecenderungan ke persoalan berikut
Mengalami intellectual disability
Mengalami intellectual deficit
Mengalami gangguan intelektual
Tidak mengalami gangguan intelektual
Samsi adalah siswa TK yang sulit diajak komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah menunjukkan bahwa ia masih kesulitan mengeja kata dengan tepat. Hasil tes IQ menunjukkan angka 89. .Berdasarkan kasus Samsi di atas, tes IQ yang tepat digunakan adalah
Tes WAIS
Tes CFIT
Tes WISC
Tes WPPSI
Berikut merupakan metode asesmen yang tepat untuk mengetahui apakah siswa mengalami hambatan intelektual adalah
Tes potensi akademik
Tes grafis
Tes kemampuan adaptasi
Tes visual-motorik
Ketika siswa mengalami kegagalan bicara ketika sekolah dan konsisten juga berlaku di rumah, maka ia termasuk ke dalam gangguan berikut
Selective mutism
Elective mutism
Tidak bisa didiagnosis Selective mutism
Bukan keduanya
Hal berikut termasuk ke dalam persoalan eksternal anak, yaitu
Phobia spesifik
Selective mutism
ODD
Social anxiety disorder
Hal berikut termasuk ke dalam persoalan internal anak, yaitu
Kecemasan
ADHD
ODD
Conduct Disorder
Manakah yang bukan termasuk gejala siswa mengalami ADHD?
Seringkali tampak tidak mendengarkan saat diajak bicara
Sering kehilangan barang yang penting
Gejala muncul minimal 1 tahun awal
Sering bicara berlebihan
Siri siswa yang tampak sering kesulitan fokus pada pelajaran, meski demikian Ia anak yang masih dapat duduk dengan teratur di kelas. Pada saat guru memberikan tugas ia sering gagal mengikuti intruksi, karena mudah teralihkan perhatian oleh teman-temannya. Siri terindikasi mengalami
ADHD tipe inatensi
ADHD tipe hiperaktif
ADHD tipe kombinasi
Oppositional conduct disorder
Sima sering dikeluhkan guru di sekolah karena perilakunya yang suka menyendiri. Ia menghindar untuk bertemu dengan teman-temannya. Ketika Guru mengajaknya bicara, Sima tidak berani menatap Guru, hanya menunduk. Sima terindikasi mengalami gangguan berikut
ADHD
Oppositional conduct disorder
Conduct disorder
Social anxiety disorder
Asesmen untuk mengetahui gangguan ADHD yang tepat adalah
Observasi
Wawancara
Kuesioner
Benar semua
Ketika anak sering melakukan perilaku membantah guru atau orang tua, menentang otoritas orang yang lebih dewasa, cenderung mengarah pada gangguan berikut
ADHA
ODD (oppositional defiant disorder)
Conduct disorder
Selective mutism
Budi siswa SD yang sering mencuri barang-barang milik temannya di kelas. Selain itu ketika guru bertanya kepadanya, ia sering berbohong meskipun ada bukti pencurian yang dilakukannya. Perilaku Budi tersebut mengarah pada persoalan anak berikut
ADHA
ODD
Conduct disorder
Selective mutism
Siswa yang mengalami perilaku ODD, menurut hasil penelitian dapat diprediksi dari ciri perilaku berikut
Regulasi diri anak rendah
Orang tua ekonomi tinggi
Gaya pengasuhan autoritatif
Lekat dengan ibu
Gejala siswa yang alami ODD adalah berikut ini, KECUALI
anak sering berperilaku memusuhi
anak sering membantah
anak sering marah
anak suka merusak barang orang lain
Asesmen yang perlu dilakukan untuk mengetahui persoalan gangguan emosi dan perilaku pada anak adalah
Wawancara
Observasi
Kuesioner
Benar semua
Pihak yang paling kurang kepentingannya untuk diwawancara ketika ingin mengetahui persoalan gangguan perilaku dan emosi anak adalah
Guru
Orang tua
Pengasuh
Teman kelas
Pada saat asesmen persoalan gangguan perilaku dan emosi anak, area berikut yang tidak relevan untuk digali informasinya adalah
Hubungan dalam keluarga anak
Perkembangan fisik anak
Sejarah rekam medis anak
Perkembangan sosial-emosi orang tua
Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan gangguan perilaku dan emosi anak, khususnya ditujukan pada anak itu sendiri adalah
Terapi emosi
Behavioral parent training
Soial skill intervention
Parent management training
Endi adalah tipikal anak yang pendiam di kelas. Tiap kali teman dan gurunya bertanya atau menyapa, Endi hanya merespon dengan isyarat tangan atau gerakan kepala. Sangat jarang ia bersuara. Sehingga ketika di sekolah, Endi hanya bermain sendiri. Berbeda pada saat di rumah, Endi begitu lancar bicara dan lincah bermain dengan temannya. Gangguan yang dialami Endi adalah
ADHD
selective mutism
Oppositional Defiant Disorder
Conduct disorder
Menurut DSM, anak yang alami selective mutism paling tidak perilakunya terjadi selama
1 minggu
1 bulan
6 bulan
1 tahun
Penyebab anak mengalami selective mutism adalah
faktor biologis, neurologis
faktor psikologis
faktor lingkungan
semua benar
Metode asesmen berikut TIDAK TEPAT digunakan untuk mengidenifikasi gangguan selective mutism adalah
observasi
wawancara
tes Denver
tes CPM
Ketika melakukan asesmen siswa yang diduga mengalami selective mutism, penting fokus pada area berikut, kecuali
kemampuan bicara/bahasa
dampak akademis
komunikasi sosial
gerak motorik
Pada dasarnya asesmen psikologi adalah tes psikologi itu sendiri
benar
salah
Asesmen psikologi tidak dapat dilakukan tanpa ada tes psikologi
benar
salah
Tujuan asesmen psikologi pada dasarnya adalah mengumpulkan data klien saja
benar
salah
Intervensi persoalan siswa di sekolah dengan model Three-tiers, lebih menekankan pada pengobatan daripada penanganan masalah individu
benar
salah
intervensi dengan model Three-tiers dimulai dari intervensi individual terlebih dahulu sebelum intervensi kelompok
benar
salah
Diagnosis Gangguan kognitif berupa intellectual disability dapat ditegakkani cukup dengan tes kecerdasan
benar
salah
Pengetahuan yang diperoleh ketika kuliah menurut konsep Cattel, termasuk ke dalam jenis Crystallize intelligency
benar
salah
Asesmen perilaku adaptif siswa SD dapat dilakukan dengan tes WISC
benar
salah
Selective mutism pada dasarnya sama dengan kecemasan sosial
benar
salah
Siswa yang sulit diam di kelas, pada dasarnya bisa langsung kita diagnosis mengalami ADHD
benar
salah
Anak yang pemalu memiliki persoalan komunikasi yang mengarah pada gangguan selective mutism
benar
salah
Perilaku conduct disorder lebih merugikan orang lain dibandingkan ODD
benar
salah
Anak yang nakal secara psikologis dapat didiagnosis mengalami conduct disorder
benar
salah
Salah satu perubahan paradigma asesmen dalam pendidikan adalah fokus pada upaya pencegahan masalah
benar
salah
Batas skor IQ siswa dengan hambatan kognitif adalah 60, sehingga skor IQ di atas itu tidak temasuk ke dalam kriteria intellectual disability
benar
salah
Secara umum fungsi perilaku dapat dikelompokkan menjadi 4 hal berikut, kecuali:
Pelarian
Perhatian
Otomatis
Intangible
Hal berikut adalah hal yang tepat berkaitan dengan Functional Behavior Assessment (FBA) yaitu
Dikembangkan berdasarkan pendekatan perilaku
Dikembangkan berdasarkan konsep kognitif
Mencari tahu hubungan perilaku dengan proses kognitif
Merupakan metode asesmen yang berbasis neurosains
Berikut ini merupakan syarat FBA yaitu
Mendefinisikan target perilaku dengan detil dan jelas
Menentukan target keyakinan yang keliru
Menentukan jenis penguatan terlebih dulu
Menetapkan alat ukur dengan jelas
Berdasarkan konsep FBA, perilaku manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh hal berikut
Stimulus & respon
Penguatan & hukuman
Anteseden
Behavior (perilaku)
Berikut ini merupakan salah satu tipe asesmen dalam FBA, yaitu
Konsekuen
Anteseden
Experiment
Behavior
Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah. Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi. Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Perilaku yang dianggap eksesif pada kasus tersebut adalah
Kurang fokus di kelas
Tidak mengerjakan tugas
Kehadiran di kelas
Prestasi belajar
Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah. Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi. Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Sikap orangtua dalam memberikan apresiasi ketika Budi berhasil tidak bermain judi online termasuk hal berikut
Penguatan negatif
Penguatan positif
Perilaku eksesif
Perilaku deficit
Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah. Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi. Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Berdasarkan konsep FBA, fungsi perilaku Budi bermain judi online adalah
Pelarian
Perhatian
Otomatis
Tangible
Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah. Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi. Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Anteseden perilaku judi online Budi adalah
Gurunya beri nasihat
Orangtuanya beri apresiasi
Kegiatan sekolah berakhir
Ingin mendapatkan uang
Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah. Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi. Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Berikut termasuk perilaku defisit Budi yaitu
Perilaku membolos
Perilaku fokus belajar
Bermain judi online
Apresiasi orangtua
Functional Behavior Assessment (FBA) adalah proses untuk menentukan apakah perilaku seseorang mengalami gangguan atau tidak
benar
salah
Jenis asesmen dalam FBA, ketika kita mencoba manipulasi lingkungan anak untuk ketahui pengaruhnya pada target perilaku adalah termasuk tipe direct.
benar
salah
Dalam FBA, kita mengandalkan observasi dengan individu yang bersangkutan untuk mengidentifikasi fungsi perilaku
benar
salah
FBA tidak relevan dalam konteks orang dewasa, hanya cocok digunakan untuk mengamati perilaku anak-anak
benar
salah
FBA hanya tepat dilakukan ketika seorang individu menunjukkan gangguan perilaku.
benar
salah
Asesmen gangguan perilaku dan emosi paling tepat menggunakan tes psikologi saja
benar
salah
FBA dikembangkan dalam konteks pendidikan.
benar
salah
Salah satu tujuan penting melakukan FBA adalah mengetahui fungsi perilaku
benar
salah
Asesmen pada anak TK, akan lebih mampu menggali data jika menggunakan observasi dibandingkan kuesioner
benar
salah
Ketika anak jarang masuk kelas dengan tepat waktu, maka masuk kelas tepat waktu itu termasuk ke dalam perilaku yang eksesif
benar
salah
Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas. Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya. Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo. Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo. Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua. Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan 1 perilaku Dodo yang terkategori eksesif
Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas. Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya. Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo. Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo. Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua. Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan 1 perilaku Dodo yang terkategori defisit
Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas. Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya. Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo. Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo. Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua. Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan anteseden perilaku membolos.
Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas. Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya. Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo. Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo. Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua. Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan konsekuen perilaku membolos.
Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas. Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya. Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo. Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo. Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua. Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan apa fungsi perilaku Dodo jarang hadir di kelas berdasarkan analisis FBA
