wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Analisis Kasus Pendidikan 2025

Total questions: 75

Worksheet time: 1hrs 2mins

Name
Class
Date
1.

Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi.  Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut.  Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas.  Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi.  Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran.  Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Dalam konteks kasus itu, manakah yang BUKAN termasuk asesmen?

a)

Laporan wali kelas

b)

Nilai raport yang di bawah rata-rata

c)

Skrining kematangan sosial

d)

Diajak komunikasi guru

2.

Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi.  Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut.  Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas.  Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi.  Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran.  Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Manakah yang tepat menjadi tujuan asesmen pada ini?

a)

Screening

b)

Diagnosis

c)

Monitoring

d)

Intervensi

3.

Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi.  Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut.  Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas.  Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi.  Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran.  Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Siapa yang menjadi sumber rujukan atau referral dari kasus di atas?

a)

Guru BK

b)

Siswa

c)

Psikolog

d)

Wali kelas

4.

Guru BK mengeluhkan persoalan siswanya di SMP yang sulit mengikuti materi pelajaran meski sudah dicoba ada pengulangan materi.  Ia meminta psikolog untuk mengatasi persoalan siswanya tersebut.  Selama ini sering tugas-tugas sekolahnya tidak tuntas.  Wali kelas melaporkan seringkali sulit untuk diajak komunikasi.  Beberapa kali ia melamun ketika guru menjelaskan pelajaran.  Nilai raportnya di bawah rata-rata nilai kelas semuanya. Psikolog kemudian mengobservasi siswa itu dan memberikan skrining kematangan sosial. Tujuan asesmen pada kasus tersebut adalah

a)

Menjawab pertanyaan Guru BK

b)

Dasar melakukan intervensi

c)

Mengetahui permasalahan siswa

d)

Menjawab pertanyaan wali kelas

5.

Ketika Anda melakukan asesmen dengan menggunakan skrining perkembangan sosial, maka hal berikut ini penting dipertimbangkan adalah

a)

Alat tes valid

b)

Alat tes punya dasar teori yang baik

c)

Alat terstandar

d)

Semua benar

6.

Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan.  Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan.  Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier dari  konsep Response to Intervention, tentukan mana program Tier-1 (tingkat 1) yang tepat?

a)

Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas

b)

Fokus menerapkan program Ramah pada semua kelas

c)

Fokus menerapkan program Ramah pada siswa tertentu pelaku perundungan

d)

Fokus menerapkan program Ramah pada siswa tertentu korban perundungan

7.

Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan.  Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan.  Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier, tentukan mana program Tier-2 (tingkat 2) yang tepat?

a)

Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas

b)

Fokus menerapkan program Ramah pada semua kelas

c)

Fokus menerapkan program Ramah pada semua guru

d)

Fokus menerapkan program Ramah pada wali kelas pelaku perundungan

8.

Sekolah ABC banyak terjadi kasus perundungan.  Beberapa pekan ini melaporkan rata-rata ada 3 siswa pada tiap kelas yang melakukan perundungan.  Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membuat kebijakan program baru “Ramah” yang fokus melatih ketrampilan sosial dan emosi siswa. Berdasarkan hal itu, sekolah ingin menggunakan model three-tier, tentukan mana program Tier-3 (tingkat 3) yang tepat?

a)

Fokus menerapkan program Ramah pada 3 siswa pada tiap kelas

b)

Fokus menerapkan program Ramah pada tiap siswa pada semua kelas

c)

Fokus menerapkan program Ramah pada individu siswa yang tidak memenuhi target program, setelah fokus pada 3 siswa pelaku

d)

Fokus menerapkan program Ramah pada guru yang terdapat siswa pelaku perundungan di kelas

9.

Tahapan pada metode pemecahan masalah (problem-solving method) yang fokus mengidentifikasi anteceden dan kosekuen dari sebuah perilaku adalah tahap menjawab pertanyaan berikut

a)

Is there a problem and what is it?

b)

Why is the problem happening?

c)

What can be done about the problem?

d)

Did the intervention work?

10.

Ada pergeseran paradigma dalam melihat asesmen, yaitu

a)

Melihat sumber masalah adalah individu

b)

fokusnya memberikan layanan individual

c)

menggunakan pendekatan klinis-medis

d)

pertimbangkan lingkungan yang menyertai

11.

Berikut merupakan indikasi kemampuan kognitif anak kecuali:

a)

Adaptasi terhadap lingkungan

b)

Berpikir secara intuitif

c)

Merubah/mengolah informasi yang telah didapat

d)

Menggunakan informasi yang didapatkan

12.

Fungsi kognisi siswa berkaitan dengan taraf kecerdasan yang dimilikinya. Menurut Spearman, kecerdasan tersebut adalah

a)

Bersifat genetis, tidak dipengaruhi lingkungan

b)

Bersifat tidak tetap, bisa berubah

c)

Bersifat tunggal, tidak majemuk

d)

Ada bagian yang dipengaruhi genetis/biologi, ada yang dipengaruhi faktor lingkungan

13.

Samsi adalah siswa TK yang sulit diajak komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah menunjukkan bahwa ia masih kesulitan mengeja kata dengan tepat. Hasil tes IQ menunjukkan angka 89. Berdasarkan data tersebut, maka Samsi ada kecenderungan ke persoalan berikut

a)

Mengalami intellectual disability

b)

Mengalami intellectual deficit

c)

Mengalami gangguan intelektual

d)

Tidak mengalami gangguan intelektual

14.

Samsi adalah siswa TK yang sulit diajak komunikasi.  Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah menunjukkan bahwa ia masih kesulitan mengeja kata dengan tepat.  Hasil tes IQ menunjukkan angka 89. .Berdasarkan kasus Samsi di atas, tes IQ yang tepat digunakan adalah

a)

Tes WAIS

b)

Tes CFIT

c)

Tes WISC

d)

Tes WPPSI

15.

Berikut merupakan metode asesmen yang tepat untuk mengetahui apakah siswa mengalami hambatan intelektual adalah

a)

Tes potensi akademik

b)

Tes grafis

c)

Tes kemampuan adaptasi

d)

Tes visual-motorik

16.

Ketika siswa mengalami kegagalan bicara ketika sekolah dan konsisten juga berlaku di rumah, maka ia termasuk ke dalam gangguan berikut

a)

Selective mutism

b)

Elective mutism

c)

Tidak bisa didiagnosis Selective mutism

d)

Bukan keduanya

17.

Hal berikut termasuk ke dalam persoalan eksternal anak, yaitu

a)

Phobia spesifik

b)

Selective mutism

c)

ODD

d)

Social anxiety disorder

18.

Hal berikut termasuk ke dalam persoalan internal anak, yaitu

a)

Kecemasan

b)

ADHD

c)

ODD

d)

Conduct Disorder

19.

Manakah yang bukan termasuk gejala siswa mengalami ADHD?

a)

Seringkali tampak tidak mendengarkan saat diajak bicara

b)

Sering kehilangan barang yang penting

c)

Gejala muncul minimal 1 tahun awal

d)

Sering bicara berlebihan

20.

Siri siswa yang tampak sering kesulitan fokus pada pelajaran, meski demikian Ia anak yang masih dapat duduk dengan teratur di kelas. Pada saat guru memberikan tugas ia sering gagal mengikuti intruksi, karena mudah teralihkan perhatian oleh teman-temannya. Siri terindikasi mengalami

a)

ADHD tipe inatensi

b)

ADHD tipe hiperaktif

c)

ADHD tipe kombinasi

d)

Oppositional conduct disorder

21.

Sima sering dikeluhkan guru di sekolah karena perilakunya yang suka menyendiri. Ia menghindar untuk bertemu dengan teman-temannya. Ketika Guru mengajaknya bicara, Sima tidak berani menatap Guru, hanya menunduk. Sima terindikasi mengalami gangguan berikut

a)

ADHD

b)

Oppositional conduct disorder

c)

Conduct disorder

d)

Social anxiety disorder

22.

Asesmen untuk mengetahui gangguan ADHD yang tepat adalah

a)

Observasi

b)

Wawancara

c)

Kuesioner

d)

Benar semua

23.

Ketika anak sering melakukan perilaku membantah guru atau orang tua, menentang otoritas orang yang lebih dewasa, cenderung mengarah pada gangguan berikut

a)

ADHA

b)

ODD (oppositional defiant disorder)

c)

Conduct disorder

d)

Selective mutism

24.

Budi siswa SD yang sering mencuri barang-barang milik temannya di kelas. Selain itu ketika guru bertanya kepadanya, ia sering berbohong meskipun ada bukti pencurian yang dilakukannya. Perilaku Budi tersebut mengarah pada persoalan anak berikut

a)

ADHA

b)

ODD

c)

Conduct disorder

d)

Selective mutism

25.

Siswa yang mengalami perilaku ODD, menurut hasil penelitian dapat diprediksi dari ciri perilaku berikut

a)

Regulasi diri anak rendah

b)

Orang tua ekonomi tinggi

c)

Gaya pengasuhan autoritatif

d)

Lekat dengan ibu

26.

Gejala siswa yang alami ODD adalah berikut ini, KECUALI

a)

anak sering berperilaku memusuhi

b)

anak sering membantah

c)

anak sering marah

d)

anak suka merusak barang orang lain

27.

Asesmen yang perlu dilakukan untuk mengetahui persoalan gangguan emosi dan perilaku pada anak adalah

a)

Wawancara

b)

Observasi

c)

Kuesioner

d)

Benar semua

28.

Pihak yang paling kurang kepentingannya untuk diwawancara ketika ingin mengetahui persoalan gangguan perilaku dan emosi anak adalah

a)

Guru

b)

Orang tua

c)

Pengasuh

d)

Teman kelas

29.

Pada saat asesmen persoalan gangguan perilaku dan emosi anak, area berikut yang tidak relevan untuk digali informasinya adalah

a)

Hubungan dalam keluarga anak

b)

Perkembangan fisik anak

c)

Sejarah rekam medis anak

d)

Perkembangan sosial-emosi orang tua

30.

Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan gangguan perilaku dan emosi anak, khususnya ditujukan pada anak itu sendiri adalah

a)

Terapi emosi

b)

Behavioral parent training

c)

Soial skill intervention

d)

Parent management training

31.

Endi adalah tipikal anak yang pendiam di kelas. Tiap kali teman dan gurunya bertanya atau menyapa, Endi hanya merespon dengan isyarat tangan atau gerakan kepala. Sangat jarang ia bersuara. Sehingga ketika di sekolah, Endi hanya bermain sendiri. Berbeda pada saat di rumah, Endi begitu lancar bicara dan lincah bermain dengan temannya. Gangguan yang dialami Endi adalah

a)

ADHD

b)

selective mutism

c)

Oppositional Defiant Disorder

d)

Conduct disorder

32.

Menurut DSM, anak yang alami selective mutism paling tidak perilakunya terjadi selama

a)

1 minggu

b)

1 bulan

c)

6 bulan

d)

1 tahun

33.

Penyebab anak mengalami selective mutism adalah

a)

faktor biologis, neurologis

b)

faktor psikologis

c)

faktor lingkungan

d)

semua benar

34.

Metode asesmen berikut TIDAK TEPAT digunakan untuk mengidenifikasi gangguan selective mutism adalah

a)

observasi

b)

wawancara

c)

tes Denver

d)

tes CPM

35.

Ketika melakukan asesmen siswa yang diduga mengalami selective mutism, penting fokus pada area berikut, kecuali

a)

kemampuan bicara/bahasa

b)

dampak akademis

c)

komunikasi sosial

d)

gerak motorik

36.

Pada dasarnya asesmen psikologi adalah tes psikologi itu sendiri

a)

benar

b)

salah

37.

Asesmen psikologi tidak dapat dilakukan tanpa ada tes psikologi

a)

benar

b)

salah

38.

Tujuan asesmen psikologi pada dasarnya adalah mengumpulkan data klien saja

a)

benar

b)

salah

39.

Intervensi persoalan siswa di sekolah dengan model Three-tiers, lebih menekankan pada pengobatan daripada penanganan masalah individu

a)

benar

b)

salah

40.

intervensi dengan model Three-tiers dimulai dari intervensi individual terlebih dahulu sebelum intervensi kelompok

a)

benar

b)

salah

41.

Diagnosis Gangguan kognitif berupa intellectual disability dapat ditegakkani cukup dengan tes kecerdasan

a)

benar

b)

salah

42.

Pengetahuan yang diperoleh ketika kuliah menurut konsep Cattel, termasuk ke dalam jenis  Crystallize intelligency

a)

benar

b)

salah

43.

Asesmen perilaku adaptif siswa SD dapat dilakukan dengan tes WISC

a)

benar

b)

salah

44.

Selective mutism pada dasarnya sama dengan kecemasan sosial

a)

benar

b)

salah

45.

Siswa yang sulit diam di kelas, pada dasarnya bisa langsung kita diagnosis mengalami ADHD

a)

benar

b)

salah

46.

Anak yang pemalu memiliki persoalan komunikasi yang mengarah pada gangguan selective mutism

a)

benar

b)

salah

47.

Perilaku conduct disorder lebih merugikan orang lain dibandingkan ODD

a)

benar

b)

salah

48.

Anak yang nakal secara psikologis dapat didiagnosis mengalami conduct disorder

a)

benar

b)

salah

49.

Salah satu perubahan paradigma asesmen dalam pendidikan adalah fokus pada upaya pencegahan masalah

a)

benar

b)

salah

50.

Batas skor IQ siswa dengan hambatan kognitif adalah 60, sehingga skor IQ di atas itu tidak temasuk ke dalam kriteria intellectual disability

a)

benar

b)

salah

51.

Secara umum fungsi perilaku dapat dikelompokkan menjadi 4 hal berikut, kecuali:

a)

Pelarian

b)

Perhatian

c)

Otomatis

d)

Intangible

52.

Hal berikut adalah hal yang tepat berkaitan dengan Functional Behavior Assessment (FBA) yaitu

a)

Dikembangkan berdasarkan pendekatan perilaku

b)

Dikembangkan berdasarkan konsep kognitif

c)

Mencari tahu hubungan perilaku dengan proses kognitif

d)

Merupakan metode asesmen yang berbasis neurosains

53.

Berikut ini merupakan syarat FBA yaitu

a)

Mendefinisikan target perilaku dengan detil dan jelas

b)

Menentukan target keyakinan yang keliru

c)

Menentukan jenis penguatan terlebih dulu

d)

Menetapkan alat ukur dengan jelas

54.

Berdasarkan konsep FBA, perilaku manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh hal berikut

a)

Stimulus & respon

b)

Penguatan & hukuman

c)

Anteseden

d)

Behavior (perilaku)

55.

Berikut ini merupakan salah satu tipe asesmen dalam FBA, yaitu

a)

Konsekuen

b)

Anteseden

c)

Experiment

d)

Behavior

56.

Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah.  Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi.  Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Perilaku yang dianggap eksesif pada kasus tersebut adalah

a)

Kurang fokus di kelas

b)

Tidak mengerjakan tugas

c)

Kehadiran di kelas

d)

Prestasi belajar

57.

Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah.  Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi.  Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Sikap orangtua dalam memberikan apresiasi ketika Budi berhasil tidak bermain judi online termasuk hal berikut

a)

Penguatan negatif

b)

Penguatan positif

c)

Perilaku eksesif

d)

Perilaku deficit

58.

Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah.  Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi.  Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Berdasarkan konsep FBA, fungsi perilaku Budi bermain judi online adalah

a)

Pelarian

b)

Perhatian

c)

Otomatis

d)

Tangible

59.

Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah.  Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi.  Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Anteseden perilaku judi online Budi adalah

a)

Gurunya beri nasihat

b)

Orangtuanya beri apresiasi

c)

Kegiatan sekolah berakhir

d)

Ingin mendapatkan uang

60.

Budi, seorang siswa SMP yang awalnya berprestasi, mulai sering membolos dan mengalami penurunan nilai setelah terjebak dalam judi online. Hampir setiap hari Budi bermain judi online sepulang sekolah.  Ia menjadi kurang fokus di kelas dan sering tidak mengerjakan tugas sekolah. Setelah berbicara dengan guru wali kelasnya, yang memberikan dukungan dan saran, Budi berusaha mengurangi kebiasaannya berjudi dan mulai memperbaiki perilakunya. Tiap kali Budi berhasil tidak bermain judi online, orangtuanya memberikan apresiasi.  Sehingga mulai berkurang perilaku judi onlinenya. Berikut termasuk perilaku defisit Budi yaitu

a)

Perilaku membolos

b)

Perilaku fokus belajar

c)

Bermain judi online

d)

Apresiasi orangtua

61.

Functional Behavior Assessment (FBA) adalah proses untuk menentukan apakah perilaku seseorang mengalami gangguan atau tidak

a)

benar

b)

salah

62.

Jenis asesmen dalam FBA, ketika kita mencoba manipulasi lingkungan anak untuk ketahui pengaruhnya pada target perilaku adalah termasuk tipe direct.

a)

benar

b)

salah

63.

Dalam FBA, kita mengandalkan observasi dengan individu yang bersangkutan untuk mengidentifikasi fungsi perilaku

a)

benar

b)

salah

64.

FBA tidak relevan dalam konteks orang dewasa,  hanya cocok digunakan untuk mengamati perilaku anak-anak

a)

benar

b)

salah

65.

FBA hanya tepat dilakukan ketika seorang individu menunjukkan gangguan perilaku.

a)

benar

b)

salah

66.

Asesmen gangguan perilaku dan emosi paling tepat menggunakan tes psikologi saja

a)

benar

b)

salah

67.

FBA dikembangkan dalam konteks pendidikan.

a)

benar

b)

salah

68.

Salah satu tujuan penting melakukan FBA adalah mengetahui fungsi perilaku

a)

benar

b)

salah

69.

Asesmen pada anak TK, akan lebih mampu menggali data jika menggunakan observasi dibandingkan kuesioner

a)

benar

b)

salah

70.

Ketika anak jarang masuk kelas dengan tepat waktu, maka masuk kelas tepat waktu itu termasuk ke dalam perilaku yang eksesif

a)

benar

b)

salah

71.

Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas.  Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya.  Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo.  Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo.  Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua.  Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan 1 perilaku Dodo yang terkategori eksesif

4 lines
72.

Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas.  Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya.  Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo.  Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo.  Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua.  Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan 1 perilaku Dodo yang terkategori defisit

4 lines
73.

Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas.  Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya.  Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo.  Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo.  Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua.  Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan anteseden perilaku membolos.

4 lines
74.

Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas.  Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya.  Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo.  Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo.  Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua.  Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan konsekuen perilaku membolos.

4 lines
75.

Sudah sebulan ini Dodo jarang terlihat hadir di kelas.  Ia dikenal sebagai anak geng motor di sekolahnya.  Ketika ia hadir di kelas, hampir semua tugas tidak tuntas dikerjakan Dodo.  Guru di kelas sudah sering menegurnya, akan tetapi belum ada perubahan perilaku Dodo.  Nilai ujian pada akhirnya berada di bawah rata-rata kelas semua.  Ia mengaku tidak suka dengan pelajaran sekolah sehingga lebih senang membolos. Sebutkan apa fungsi perilaku Dodo jarang hadir di kelas berdasarkan analisis FBA

4 lines