WorksheetsTeks Cerita Sejarah
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Cermati teks berikut!
Arya tadah rupanya benar-benar sakit, Arya tadah bermaksud berdiri, tetapi rasa nyeri di ulu hati memaksa Arya tadah duduk kembali.
“Tidak apa-apa paman. Silakan paman bicara sambil duduk” kata Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa.
Arya tadah mendahului suaranya dengan batuk. “Hamba, Tuan Putri Prabu”, ucap Mahapatih Arya Tadah. “Tak hanya karena usia dan kesehatan hamba, tetapi ke depan, membutuhkan tangan yang lebih kekar dan orang yang mampu bekerja lebih keras untuk kesejahteraan dan kejayaan Majapahit. Oleh karena itu, hamba mohon diperkenankan untuk lenser dari jabatan hamba sebagai Patih Amangkubumi. Selanjutnya, silakan Prabu Putri memilih siapa orang yang pantas menjadi pengganti hamba. Prabu Putri Sri Gitarja Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardani dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa saling pandang untuk beberapa jenak.
Isi kutipan di atas adalah ....
Arya tadah ingin mundur dari jabatannya karena dorongan dari Prabu Putri Srigitarja.
Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa akan menggantikan Arya Tadah yang sudah usia tua dan sakit-sakitan.
Arya tadah merasa sudah memajukan kerajaan Majapahit dan rakyat sudah sejahtera.
Arya tadah ingin mundur dari jabatannya karena usia dan kesehatannya sudah menurun.
Prabu Putri Sri Gitarja memerintahkan Arya Tadah untuk mendur dari jabatannya karena desakan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa.
Cermati teks berikut!
Arya tadah rupanya benar-benar sakit, Arya tadah bermaksud berdiri, tetapi rasa nyeri di ulu hati memaksa Arya tadah duduk kembali.
“Tidak apa-apa paman. Silakan paman bicara sambil duduk” kata Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa.
Arya tadah mendahului suaranya dengan batuk. “Hamba, Tuan Putri Prabu”, ucap Mahapatih Arya Tadah. “Tak hanya karena usia dan kesehatan hamba, tetapi ke depan, membutuhkan tangan yang lebih kekar dan orang yang mampu bekerja lebih keras untuk kesejahteraan dan kejayaan Majapahit. Oleh karena itu, hamba mohon diperkenankan untuk lenser dari jabatan hamba sebagai patih amangkubumi. Selanjutnya, silakan Prabu Putri memilih siapa orang yang pantas menjadi pengganti hamba. Prabu Putri Sri Gitarja Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardani dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa saling pandang untuk beberapa jenak.
Dari kutipan novel sejarah di atas dapat disimpulkan perwatakan Arya Tadah adalah ....
Tidak peduli dengan kondisi dan situasi kerajaan Majapahit.
Berkemauan keras ingin lengser dari jabatannya.
Rendah hati dan mawas diri karena sudah tidak mampu menjabat karena usia tua.
Senang dengan pujian dari sang Prabu Putri Sri Gitarja.
Tinggi hati dan ingin disanjung karena telah memajukan kerajaan Majapahit.
Cermati kutipan teks berikut!
(1) Dyah Wiyat melanjutkan berdoa. (2) Kami memutuskan ...,” ucap Dyah wiyat dengan suara pelan, tetapi jelas.
(3) Semua degup jantung berhenti sejenak. (4) Tidak ada seorangpun yang membiarkan degup jantung terdengar keras untuk bisa menangkap dengan jelas siapa nama yang akan disebut oleh Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa.
(5) “Demi membangun Majapahit yang besar,” sambung Dyah Wiyat. (6) “Majapahit yang Jaya dan Gemilang, diperlukan tangan yang kukuh, kuat, dan kekar. Majapahit menunjuk Gajah Mada!”
Mula-mula pelan goyangan itu. Namun yang pelan itu makin lama makin keras menyebabkan pilar pendapa Bale Manguntur berderak keras seiring bumi tempat mereka berpijak bergoyang makin keras. Penyebutan nama Gajah Mada menyebabkan hening beberapa jenak. Namun yang hening itu dengan segera berubah menjadi hingar-bingar oleh tepuk tangan yang diawali oleh Bhayangkara Kendit Galih.
Pucat pasi wajah Mahamenteri Halu yang sebelumnya merasa yakin dirinyalah yang akan diangkat menjadi mahapatih. Pucat pasi dan senyum kecut Mahamenteri Hino Dyah Janardana yang tidak menyangka orang yang dipilih sebagai mahapatih berasal dari arah yang sama sekali tidak terduga.
Orang yang dengan seketika melonjak berteriak adalah Mahamentri Sirikan Dyah Mano, yang akhirnya melihat orang yang dijagokan Arya Tadah benar. Andaikan Arya Tadah tidak menyebut nama Gajah Mada, ia akan menempatkan diri ikut bersaing.
Suasana menegangkan dalam kutipan di atas dapat dibuktikan pada kalimat bernomor ....
(1) dan (3)
(2) dan (5)
(5) dan (6)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Cermati kutipan teks berikut!
(1) Dyah Wiyat melanjutkan berdoa. (2) Kami memutuskan ...,” ucap Dyah wiyat dengan suara pelan, tetapi jelas.
(3) Semua degup jantung berhenti sejenak. (4) Tidak ada seorangpun yang membiarkan degup jantung terdengar keras untuk bisa menangkap dengan jelas siapa nama yang akan disebut oleh Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa.
(5) “Demi membangun Majapahit yang besar,” sambung Dyah Wiyat. (6) “Majapahit yang Jaya dan Gemilang, diperlukan tangan yang kukuh, kuat, dan kekar. Majapahit menunjuk Gajah Mada!”
Mula-mula pelan goyangan itu. Namun yang pelan itu makin lama makin keras menyebabkan pilar pendapa Bale Manguntur berderak keras seiring bumi tempat mereka berpijak bergoyang makin keras. Penyebutan nama Gajah Mada menyebabkan hening beberapa jenak. Namun yang hening itu dengan segera berubah menjadi hingar-bingar oleh tepuk tangan yang diawali oleh Bhayangkara Kendit Galih.
Pucat pasi wajah Mahamenteri Halu yang sebelumnya merasa yakin dirinyalah yang akan diangkat menjadi mahapatih. Pucat pasi dan senyum kecut Mahamenteri Hino Dyah Janardana yang tidak menyangka orang yang dipilih sebagai mahapatih berasal dari arah yang sama sekali tidak terduga.
Orang yang dengan seketika melonjak berteriak adalah Mahamentri Sirikan Dyah Mano, yang akhirnya melihat orang yang dijagokan Arya Tadah benar. Andaikan Arya Tadah tidak menyebut nama Gajah Mada, ia akan menempatkan diri ikut bersaing.
Permasalahan yang tampak dalam kutipan teks novel sejarah di atas adalah ....
Orang yang memutuskan pengangkatan mahapatih hanyalah seorang perempuan.
Penyebutan nama Gajah Mada menyebabkan hening beberapa jenak.
Dyah Wiyat termakan bujukan orang terdekatnya untuk mengangat Gajah Mada menjadi mahapatih.
Pemilihan mahapatih yang tidak mencerminkan kehendak rakyat.
Beberapa pejabat menunjukkan rasa tidak suka atas diangkatnya Gajah Mada menjadi mahapatih
Cermati kutipan berikut!
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapa pun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardhana.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan teks di atas adalah ....
budaya
moral
politik
sosial
estetika
Cermati pernyataan-pernyataan berikut berkaitan dengan pengertian novel sejarah!
1) Rekon imajinatif
2) Fakta-fakta sejarah sebagai latar untuk mengisahkan tokoh-tokoh fiksinya.
3) Mengisahkan kembali seorang tokoh sejarah dalam berbagai dimensi kehidupannya.
4) Menjelaskan fakta-takta kejadian masa lalu yang perlu direkonstruksi
5) Ada rekayasa pengarang tentang fakta-fakta sejarah yang relevan
Pernyataan yang mengacu pada pengertian novel sejarah yaitu nomor ....
(1) (2) (5)
(2) (4) (5)
(3) (4) (5)
(1) (3) (4)
(2) (3) (4)
Salah satu ciri kebahasaan novel sejarah adalah menggunakan kata kerja mental (menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan). Kalimat berikut yang menggunakan kata kerja mental adalah ....
Raja kertarajasa membacakan keputusan itu dengan lantang
Dyah Wiyat menitikkan air matanya menahan sedih hatinya.
Gajah Mada mengharapkan semua anak buahnya setia kepadanya
Senopati Gajah Engon mengarahkan senjatanya kepada musuh di depannya
Para prajurit membersihkan gedung bekas asrama
Perhatikan kutipan teks berikut dengan seksama!
(1) Yang mencuri perhatian kali ini bukan hanya soal desas-desus itu. (2) Sepeninggal Kalagemet Sri Jayanegara dengan segera muncul pertanyaan, siapa yang akan naik tahta menggantikannya. (3) Dua pewaris yang masing-masing berwajah cantik itu memang bersih tetapi apa yang terlihat tidak sesederhana yang tampak. (4) Pancaksara bahkan melihat persaingan amat tajam bakal terjadi, terutama riuhnya barisan orang-orang di belakang Kudamerta dan barisan orang-orang di belakang Cakradara? (5) Karena beristrikan ratu pewaris tahta tidak ubahnya ikut numpang mewarisi tahta itu sendiri.
Kalimat bermakna lampau dalam kutipan di atas adalah ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Cermati kutipan teks novel berikut!.
(1) “Ditemukan mayat lagi, Kakang Gajah,” Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya. “Mayat siapa?”
(2) “Prajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya." jawab Gajah Enggon.
(3) Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.
(4) Gajah Mada merasa tak nyaman memperoleh laporan itu. (5) Orang yang mampu melepas anak panah dengan sasaran sulit pastilah orang yang sangat menguasai sifat gendewa dan anak panahnya. (6) Orang yang mampu melakukan hal khusus semacam itu amat terbatas dan umumnya ada di barisan pasukan Bhayangkara. (7) Adakah prajurit bhayangkara yang terlibat?
(8) “Dan kami temukan mayat kedua.”Gagak Bongol menambahkan.
(9) Pelaku pembunuhan menggunakan anak itu mati dipatuk ular.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah ....
(1) (2) (8)
(2) (3) (4)
(2) (5) (6)
(3) (5) (9)
(6) (7) (8)
Cermati kutipan teks berikut
Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagi-bagikan pangkat kepada mereka. Ronggolawe diangkat menjadi adipati di Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai Raden Wijaya menjadi raja, amatlah erat dan baik.
Kata bercetak miring dalam kutipan teks di atas yang merupakan verba mental adalah ....
berhasil
bergelar
melupakan
membantunya
diangkat
Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut! Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?” Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.” Hm?” “Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”
Makna peribahasa ” Bagai menimba air dengan keranjang” adalah ….
Perbuatan orang-orang zaman dahulu.
Perbuatan yang bodoh
Pekerjaan orang yang tidak cerdas.
Pekerjaan sia-sia.
Perbuatan yang tidak perlu dilakukan.
Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadi di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah ….
moral
pendidikan
estetika
agama
budaya
Perhatikan kutipan cerpen sejarah berikut!
Pelarian-pelarian politik dari Nederland, Sneevliet, clan Baars itu semakin giat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Mereka membuka pidato di mana-mana, seperti takkan kering-kering kerongkongan mereka. Lari dari pertentangan intern di Nederland ke Hindia, mereka anggap diri seakan-akan jago-jago tanpa lawan, seakan-akan Hindia negerinya sendiri yang dipayungi oeh hukum demokratis. Bemntung mereka bergerak hanya di kalangan orang- orang yang berbahasa Belanda, yang menduduki tempat sosial yang rendah clan hidup dalam kemasygulan. Teks tersebut termasuk bagian ….
pengenalan situasi
pengungkapan peristiwa
menuju konflik
puncak konflik
penyelesaian
.
Di antara para Ibu Ratu yang terpukul hatinya, hanya ibu ratu Rajapatni Biksuni Gayatri yang bisa berpikir sangat tenang.
Makna kata kias yang digunakan penulis untuk membangkitkan imajinasi pembaca dalam teks novel sejarah di atas adalah ….
sangat kecewa
sangat berduka
sangat menderita
sangat muram
sangat sedih
(1) Siasat Teuku Umar untuk menghancurkan Belanda dengan menyerahkan diri bersama 250 orang pasukannya. (2) Dengan dibantu istrinya Cut Nyak Dien, dia melawan Belanda. (3) Akibatnya, dia dianggap pengkhianat negara oleh rakyat Aceh. (4) Padahal,siasat ini dipakai untuk mengetahui taktik dan kekuatan Belanda. (5) Dengan cara ini, Teuku Umar dapat menekan Belanda.
Kalimat tidak padu pada teks cerita sejarah di atas ialah ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Yang bukan merupakan fungsi teks cerita sejarah adalah ...
rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca.
inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi.
instruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
edukatif, dapat dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku.
nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat seperti nilai pendidikan, religius, moral dan lain-lain
Perhatikan teks berikut!
"Yang hamba maksudkan tidak lain
adalah pengangkatan Nambi sebagai
pepatih paduka! Keputusan yang
Paduka ambil ini sungguh-sungguh
tidak tepat, tidak bijaksana, dan hamba
yakin bahwa Paduka tentu telah
terbujuk dan dipengearuhi oleh suara
dari belakang!"
Arti kata kias suara dari belakang yaitu...
suara sumbang
perlawanan
mata-mata
hasutan
bantuan
Mata uang rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kerajaan Mataran lama, Sriwijaya, dan Majapahit telah mengenal dan menggunakan berbagai tipe “uang” yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan penjajah di Indonesia pun, Indonesia telah mengenal berbagai macam mata uang, termasuk sen dan gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda (Indonesia saat itu).
Informasi yang disampaikan oleh kutipan teks tersebut adalah ….
Rupiah merupakan mata uang yang digunakan sejak zaman dahulu kala.
Hindia Belanda menggunakan “uang” berupa logam.
Kerajaan Mataram lama, Sriwijaya, dan Majapahit menggunakan mata uang gulden.
Tiap masa dalam sejarah Indonesia menggunakan jenis alat tukar atau uang yang berbeda-beda.
Penggunaan Rupiah ditetapkan pada zaman penjajahan Belanda.
Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal adalah ….
Hampir 100 kepala negara menghadiri upacara penghormatan resmi yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras di Stadion FNB, Soweto, Afsel.
Nelson Mandela wafat dalam usia 95 tahun.
Pemakaman terletak di tanah luas keluarga yang dibangun Mandela tahun 1990.
Sebelumnya, jenazah disemayamkan selama tiga hari di Union Buildings di Prectoria, tempat Dia dilantik menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.
Mandela dimakamkan dengan adat Xhosa di sebuah makam di Desa Qunu, tempat Ia menghabiskan masa kecilnya.
Sebelum Ibu Hamid meninggal dunia, ia berpesan agar Hamid jangan menikah dengan Zainab karena orang tua Zainab telah menolong mereka memberi nafkah, serta menyekolahkannya. Lagi pula, keluarga Zainab orang kaya dan terpandang. Atas pesan almarhumah ibunya, Hamid menyadari keadaan dirinya dan menjauhi Zainab dengan pergi ke tanah Arab setelah menasehati Zainab agar mau menerima pinangan pemuda pilihan ibu Zainab yang masih saudara.
Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah ....
tahu diri dan mau mendengarkan nasihat
menurut kemauan sendiri
merelakan orang yang dicintai
menuruti kehendak orang yang berjasa
kasih tak sampai
