wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Try Out IPA UTBK PPG Prajab

Total questions: 90

Worksheet time: 1hrs 8mins

Name
Class
Date
1.
Pak Budi sedang mengajar tentang konsep energi dalam kelas IPA. Saat pembelajaran berlangsung, ada seorang siswa, Andi, yang terus mengganggu teman-temannya dengan cara berbicara keras dan melemparkan benda-benda kecil. Hal ini membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif dan mengganggu konsentrasi siswa lainnya. Apa yang sebaiknya dilakukan Pak Budi untuk mengatasi perilaku Andi agar pembelajaran tetap berjalan efektif?
a)
A.   Mengabaikan perilaku Andi dan melanjutkan pembelajaran seperti biasa.
b)
B.   Menghentikan pembelajaran dan menegur Andi dengan nada keras di depan kelas
c)
C.   Memindahkan Andi ke tempat duduk di depan dan memberi tugas tambahan agar ia sibuk.
d)
D.   Mengajak Andi berdiskusi secara pribadi setelah kelas selesai untuk mencari tahu alasan perilakunya.
e)
E.   Memanggil orang tua Andi ke sekolah dan meminta mereka untuk memberikan sanksi.
2.
Ibu Siti mengajar tentang siklus air di kelas IPA. Namun, ia mendapati beberapa siswa kurang tertarik dan sibuk dengan aktivitas lain. Untuk menjaga keterlibatan siswa, Ibu Siti merencanakan untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif. Strategi apa yang sebaiknya digunakan oleh Ibu Siti untuk memastikan kelas tetap berpusat pada peserta didik dan siswa terlibat secara aktif?
a)
A.   Memberikan ceramah panjang dan meminta siswa mencatat semua penjelasan
b)
B.   Memutar video tentang siklus air dan meminta siswa mengerjakan soal setelahnya.
c)
C.   Mengadakan diskusi kelompok kecil di mana setiap kelompok diminta untuk membuat diagram siklus air dan mempresentasikannya.
d)
D.   Memberikan tugas individu kepada siswa untuk membaca materi dan membuat ringkasan.
e)
E.   Membacakan teks dari buku pelajaran dan meminta siswa menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan.
3.
Pak Agus sedang mengajar tentang konsep fotosintesis di kelas IPA. Di tengah pembelajaran, seorang siswa, Rani, tampak tidak nyaman dan terlihat gelisah. Rani sering kali menunduk dan tidak berani berbicara saat ditanya. Pak Agus ingin memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dan nyaman dalam belajar. Apa yang sebaiknya dilakukan Pak Agus untuk membantu Rani merasa lebih nyaman di kelas?
a)
A.   Menyuruh Rani untuk berbicara di depan kelas agar ia terbiasa dengan situasi tersebut.
b)
B.   Mengabaikan Rani karena kemungkinan besar ia akan menyesuaikan diri seiring waktu.
c)
C.   Menanyakan kepada Rani secara langsung di depan kelas mengapa ia tampak tidak nyaman.
d)
D.   Memberikan Rani tugas yang lebih mudah agar ia tidak merasa terbebani.
e)
E.   Berbicara dengan Rani secara pribadi di luar kelas untuk mengetahui apa yang membuatnya tidak nyaman dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.
4.
Bu Indah sedang merancang pembelajaran untuk kelas VII SMP dengan topik “Pencemaran Lingkungan”. Ia ingin memastikan bahwa pembelajarannya dapat menumbuhkan minat peserta didik dan memicu nalar kritis mereka. Bu Indah menyadari bahwa siswa kelas VII berada dalam tahap perkembangan kognitif menurut Piaget, yaitu tahap operasional konkret, di mana mereka mulai mampu berpikir logis mengenai objek yang konkret, tetapi mungkin masih kesulitan dengan konsep yang lebih abstrak. Manakah strategi pembelajaran yang paling tepat dilakukan oleh Bu Indah agar dapat menumbuhkan minat belajar dan nalar kritis siswa dengan mempertimbangkan teori perkembangan, motivasi belajar, dan karakteristik peserta didik?
a)
A.   Bu Indah memberikan ceramah panjang tentang jenis-jenis pencemaran dan dampaknya, lalu meminta siswa mencatat seluruh materi yang disampaikan.
b)
B.   Bu Indah memberikan siswa tugas membaca artikel ilmiah tentang pencemaran lingkungan dan menuliskan esai mengenai solusi pencemaran berdasarkan bacaan tersebut.
c)
C.   Bu Indah memulai pelajaran dengan memutar video pendek tentang pencemaran di lingkungan sekitar dan mengajak siswa untuk mendiskusikan solusi konkret yang bisa diterapkan di sekitar mereka.
d)
D.   Bu Indah memberikan soal ujian tertulis tentang pencemaran lingkungan dan meminta siswa mengerjakan secara individu.
e)
E.   Bu Indah meminta siswa mencari artikel di internet tentang pencemaran lingkungan dan menyajikannya dalam bentuk presentasi PowerPoint.
5.
Bu Shinta merupakan Guru IPA SMP di Yogyakarta. Pada pembelajaran rantai makanan, agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menurut Edgar Dale, Bu Shinta sebaiknya...
a)
A.   Memberikan ceramah tentang rantai makanan dan meminta siswa mencatat poin-poin penting.
b)
B.   Meminta siswa membaca buku teks tentang rantai makanan dan menjawab pertanyaan di akhir bab.
c)
C.   Mengajak siswa untuk menonton film dokumenter tentang ekosistem dan rantai makanan di dalamnya.
d)
D.   Mengajak siswa melakukan simulasi peran sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer dalam rantai makanan di lingkungan sekolah.
e)
E.   Memberikan tugas rumah kepada siswa untuk membuat rangkuman tentang rantai makanan dari berbagai sumber.
6.
Di sebuah kelas, terdapat peserta didik yang terus mendapatkan nilai rendah di Pelajaran IPA. Ia sering melamun dan mencoret-coret tanpa makna di buku Latihan IPA. Apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap peserta didik ini?
a)
A.   Mengingatkan dia agar berusaha lebih giat termasuk belajar di rumah dengan bantuan orang tuanya atau Lembaga les privat.
b)
B.   Mencari tahu kesulitan peserta didik tersebut dan membantunya belajar menulis.
c)
C.   Meminta bantuan seorang teman sekelas untuk menjadi tutor sebaya
d)
D.   Mencari tahu kemampuan dasar peserta didik dan berusaha menyesuaikan materi pembelajaran.
e)
E.   Memberikan soal-soal Latihan yang banyak untuk membiasakan dia dengan soal-soal yang tidak bisa dikerjakan.
7.
Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi Dimana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan /hipotesis, mencoba-coba (trial and eror), mencari dan menemukan keteraturan/pola, menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum, membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar
a)
A. Sibernetik
b)
B. Kognitif
c)
C. Humanistik
d)
D. Behaviorisme
e)
E. Konstruktivisme
8.
Beberapa siswa memiliki kecenderungan belajar berupa pengerjaan soal atau tugas dengan cepat, tetapi hasilnya banyak kesalahan. Gaya belajar para siswa tersebut adalah?
a)
A.   Impulsif
b)
B.   Reflektif
c)
C.   Gaya berpikir terikat
d)
D.   Gaya berpikir bebas
e)
E.   Egosentris
9.
Penggunaan potongan sapu lidi, kelereng, globe, gambar-gambar yang menyangkut pembelajaran IPA serta IPS sebagai media adalah sesuai dengan tahapan perkembangan berpikir anak yang dikenal dengan?
a)
A.   Anak memahami bilangan dan angka tetapi masih terkait dengan obyek bersifat konkrit /operasional konkrit
b)
B.   Pengamatan dan penginderaan yang intensif terhadap lingkungan (sensomotor)
c)
C.   Dominasi pengamatan egosentris
d)
D.   Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan objek yang bersifat konkrit (operasional formal)
e)
E.   Semua jawaban benar
10.
Seorang siswa kedapatan membawa HP ke sekolah. Padahal sudah ada peringatan serta aturan agar peserta didik tidak membawa HP ke sekolah. Sebagai guru bagaimana Anda menanggapi permasalahan tersebut?
a)
A.   Saya memanggil siswa dan menasihatinya agar tidak membawa HP ke sekolah karena akan menganggu konsentrasi belajar.
b)
B.   Apabila mengetahui siswa yang membawa HP, saya lansung menyampaikan hal ini kepada wali kelas serta guru BK untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
c)
C.   Saya akan lebih aktif dalam mencegah siswa tidak membawa HP ketika disekolah dengan cara melakukan pemeriksaan sebelum bel masuk kelas dan menyita hp untuk sementara waktu.
d)
D.   Saya menemui siswa yang membawa HP saat di sekolah maupun di kelas serta memberikan teguran langsung dengan harapan tidak mengulangi pelanggaran tersebut.
e)
E.   Saya mengambil HP siswa tersebut.
11.
Pada saat guru mengajar, dijumpai masalah bahwa terdapat siswa yang sering berbicara selama pembelajaran meskipun di luar gilirannya berbicara. Strategi apakah yang harus diambil guru selama pembelajaran berlangsung?
a)
A.   Memberikan hukuman kepada siswa yang berbicara di luar giliran.
b)
B.   Mengabaikan perilaku tersebut dan melanjutkan pelajaran.
c)
C.   Menerapkan aturan kelas yang jelas dan memberikan konsekuensi jika aturan dilanggar.
d)
D.   Menyuruh siswa yang berbicara untuk berdiri di depan kelas.
e)
E.   Memberi kesempatan 5 menit siswa berbicara selanjutnya siswa diminta diam selama pembelajaran.
12.
Lingkungan belajar yang positif akan memberikan kesempatan bagi anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi minat mereka, dan mengembangkan kreativitas melalui berbagai aktivitas. Apa yang sebaiknya dilakukan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif di kelas?
a)
A.   Mengatur tempat duduk siswa secara acak setiap hari.
b)
B.   Membuat aturan kelas bersama siswa dan mendiskusikan pentingnya aturan tersebut.
c)
C.   Menghukum siswa yang melanggar aturan kelas.
d)
D.   Hanya menghukum siswa dengan kesalahan yang signifikan.
e)
E.   Membiarkan siswa menentukan materi pelajaran sesuai keinginan mereka.
13.
Tidak jarang sebagai Guru kita menjumpai siswa yang kesulitan untuk fokus dan cenderung seenaknya sendiri. Dalam menghadapi siswa yang sulit diatur, guru sebaiknya:
a)
A.   Mengabaikan siswa tersebut dan fokus pada siswa lainnya.
b)
B.   Malaporkan pada Guru Konseling.
c)
C.   Memindahkan siswa ke kelas lain tanpa penjelasan.
d)
D.   Menerapkan pendekatan individual dengan berbicara langsung kepada siswa tentang perilaku mereka.
e)
E.   Menggunakan metode hukuman yang ketat untuk mendisiplinkan siswa.
14.
Seorang siswa sering merasa tertekan dan tidak nyaman saat berbicara di depan kelas. Apa yang sebaiknya dilakukan guru untuk membantu siswa tersebut merasa lebih nyaman?
a)
A.   Menghindari meminta siswa tersebut berbicara di depan kelas.
b)
B.   Mengkritik siswa tersebut jika mereka tidak dapat berbicara dengan lancar.
c)
C.   Menurunkan nilai siswa tersebut karena ketidakmampuannya berbicara di depan umum.
d)
D.   Selalu memberikan tugas kelompok pada siswa tersebut.
e)
E.   Memberikan dukungan dan latihan berbicara di depan umum dengan pendekatan yang mendukung.
15.
Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, seorang guru menemukan bahwa beberapa siswa merasa tertekan karena tekanan akademik. Apa langkah terbaik yang dapat diambil guru untuk mengatasi masalah ini?
a)
A.   Mengadakan sesi konseling atau bimbingan untuk membantu siswa mengelola stres.
b)
B.   Menambahkan lebih banyak tugas dan ujian untuk memotivasi siswa.
c)
C.   Mengabaikan keluhan siswa dan melanjutkan pelajaran seperti biasa.
d)
D.   Menerapkan hukuman untuk siswa yang tidak dapat memenuhi ekspektasi akademik.
e)
E.   Meminta temannya untuk menemani.
16.
Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar konstruktivisme dan kurikulum dengan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini, "memahami" merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Terkait hal tersebut, pernyataan yang benar dalam kurikulum Merdeka adalah…
a)
A.   Hierarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan pembelajaran turunan dari CP
b)
B.   Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang kompleks tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah
c)
C.   Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik
d)
D.   Memberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut teori yang disukai
e)
E.   Menganggap bahwa “memahami” dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan pengalaman belajar yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, menginterpretasi, dan mengaplikasikan informasi dengan berbagai perspektif.
17.
Implementasi Kurikulum Merdeka mengedepankan paradigma baru dalam pembelajaran, bukan dalam arti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya untuk memastikan terciptanya praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penerapan paradigma baru dalam pembelajaran dimaksud tergambar pada beberapa kegiatan berikut, kecuali….
a)
A.   Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam mengatasi permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain.
b)
B.   Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya.
c)
C.   Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
d)
D.   Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk membantu peserta didik mengembangkan kompetensinya.
e)
E.   Guru perlu mengevaluasi hasil penilaian formatif, memperhatikan perilaku peserta didik, dan mendengarkan keluhan mereka untuk mengetahui kebutuhan belajarnya
18.
Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Terkait hal tersebut, guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang hendak dicapai agar keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi yang dimaksud. Kaitan antara pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali….
a)
A.   Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal.
b)
B.   Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.
c)
C.   Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika diperlukan.
d)
D.   Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.
e)
E.   Proses pembelajaran sebaiknya dilakukan tanpa memperhatikan hasil asesmen, karena hal itu dapat menghambat kreativitas peserta didik.
19.
Salah satu prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun karakter peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan prinsip tersebut, beberapa pernyataan berikut merupakan kegiatan yang dapat dilakukan guru, kecuali...
a)
A.   Guru mendorong peserta didik melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan potensi yang perlu dikembangkan
b)
B.   Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian tugas untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari
c)
C.   Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
d)
D.  Guru memberikan proyek yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan
e)
E.   Guru memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan tugas untuk mengakomodasi peserta didik dengan berbagai tingkat kesiapan belajar
20.
Diberikan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Peserta didik menentukan tujuan yang akan dicapai dan hal apa yang ingin diketahui. 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuannya. 3. Guru memberikan gambaran rubrik sebagai harapan kompetensi dari capaian peserta didik 4.Guru menginformasikan tujuan belajar yang akan dicapai bersama. Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk merumuskan tujuan belajar adalah….
a)
A.   1-2-3-4
b)
B.   1-3-2-4
c)
C.   4-3-2-1
d)
D.  4-2-3-1
e)
E.   3-2-1-4
21.
Bu Farida menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Dengan demikian, ia membagi peserta didik dalam beberapa kelompok belajar. Ternyata Bu Farida masih mengalami kesulitan karena semua peserta didik masih bertanya kepadanya. Sehingga proses belajar masih berpusat pada guru. Hal yang dapat Ibu Farida lakukan adalah….
a)
A.   Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya pengawasan dari guru. Porsi tanggung jawab guru lebih besar dari peserta didik.
b)
B.   Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri dengan hasil karya yang sudah ditentukan dan tidak boleh diubah. Peserta didik tidak perlu bekerja sama untuk dapat memahami konsep.
c)
C.   Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama selama proses pembelajaran.
d)
D.  Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep. Guru mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding peserta didik.
e)
E.   Semua salah
22.
Anda merasa bahwa tes tertulis yang digunakan selama ini belum dapat mengungkapkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Tahun ini, Anda ingin menggunakan strategi asesmen lain yang dapat menilai pemahaman sekaligus kemampuan mentransfer pengetahuan peserta didik. Sebagai guru IPA, apa prioritas tindakan yang Anda lakukan?
a)
A.   Menggunakan metode presentasi secara individual
b)
B.   Melakukan tanya jawab secara lisan untuk mengungkap kedua unsur penilaian tersebut
c)
C.   Memikirkan asesmen lain yang lebih tepat dalam mengungkap pemahaman sekaligus mentransfer pengetahuan
d)
D.   Menambah jumlah dan variasi soal tes tertulis, serta mengatur ulang waktu pengerjaannya
e)
E.   Membuat kasus untuk didiskusikan dan dipresentasikan
23.
Sebelum melaksanakan pembelajaran, Pak Hafiz mengadakan asesmen awal untuk mengetahui profil belajar peserta didiknya. Dari hasil asesmen awal tersebut diketahui bahwa 45% peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, 15% kinestetik, dan 40% auditori. Pak Hafiz juga memperoleh informasi bahwa secara umum peserta didiknya memiliki kecenderungan minat yang relevan dengan gaya belajar masing-masing. Berdasarkan data tersebut, Pak Hafiz merencanakan pembelajaran berdiferensiasi pada elemen proses sebagai berikut, kecuali….
a)
A.   Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sumber belajar dalam bentuk modul digital interaktif
b)
B.   Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh pengetahuan baru
c)
C.   Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan praktik bermain peran agar mereka lebih memahami penjelasan guru
d)
D.  Guru membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat-tempat berbeda untuk memberikan kesempatan peserta didik bergerak saat mengakses informasi
e)
E.   Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi, seperti laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lain sesuai dengan bakat dan minat
24.
Berdasarkan hasil asesmen, Anda mengetahui bahwa sebagian peserta didik di kelas Anda memiliki gaya belajar visual. Sementara itu, sebagian yang lain lebih suka belajar secara auditori. Anda merasa perbedaan gaya belajar ini menjadi sebuah tantangan karena Anda terbiasa mengelola kelas yang lebih homogen. Apa prioritas tindakan yang Anda lakukan bila menghadapi situasi ini?
a)
A.   Menyediakan sumber belajar yang mencakup berbagai jenis media seperti teks, video, dan presentasi lisan
b)
B.   Mengusulkan kepada koordinator kelas untuk lebih homogen dalam membagi kelas untuk mempermudah proses pembelajaran
c)
C.   Membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan gaya belajar mereka
d)
D.   Berupaya merencanakan aktivitas yang memungkinkan tiap peserta didik bekerja secara individual sesuai gaya belajar masing-masing
e)
E.   Memikirkan metode pengajaran yang tidak hanya mengandalkan satu jenis media
25.
Seorang guru melaksanakan pembelajaran pada topik tertentu. Ia mendapati bahwa peserta didik belum pernah mempelajari topik tersebut. Hal yang perlu dilakukan guru pada kegiatan awal pembelajaran adalah….
a)
A.   Menyampaikan bahwa materi ini susah maka perlu belajar yang konsisten
b)
B.   Menjelaskan bahwa materi ini membutuhkan praktik yang banyak, sehingga peserta didik perlu untuk menguasai semua perangkat dalam laboratorium sebelum kelas dimulai
c)
C.   Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan peserta didik terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
d)
D.  Langsung menjelaskan materi tersebut sehingga peserta didik terbiasa
e)
E.   Memberi soal pretest terkait materi tersebut sehingga dapat memicu motivasi peserta didik
26.
Anda mengetahui adanya dua suku asal peserta didik yang sama-sama dominan di kelas Anda. Kedua kelompok ini sering terlibat konflik, baik secara sengaja maupun tidak, sehingga kerap berdampak terhadap proses pembelajaran di kelas. Beberapa kali Anda berusaha untuk memediasi, namun tingginya prasangka yang dimiliki antar kelompok membuat kondisi tidak kunjung membaik. Selaku guru IPA, apa yang akan Anda lakukan jika menemui situasi ini?
a)
A.   Meminta peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan kasus-kasus yang relevan
b)
B.   Berupaya menyelipkan cerita-cerita tentang dampak negatif prasangka di sela-sela penyampaian materi
c)
C.   Menyampaikan materi dan mendampingi belajar sebagaimana biasanya tanpa terlalu memikirkan situasi tersebut
d)
D.   Membuat kelompok dengan anggota yang membaur antar kedua suku tersebut dan memberikan tugas kolaboratif
e)
E.   Memikirkan ide tentang aktivitas pembelajaran tertentu yang dapat memediasi dua kelompok tersebut
27.
Sebagai seorang guru, Ibu Dewi menyadari bahwa peserta didiknya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Namun pada pelaksanaannya, ia mengalami kesulitan karena begitu banyak pertanyaan yang muncul dari setiap kelompok. Hal yang perlu dilakukan Ibu Dewi adalah…
a)
A.   Memberikan bantuan pada setiap peserta didik secara bergiliran dan meminta peserta didik untuk saling menunggu giliran
b)
B.   Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan mengkonfirmasi pemahamannya pada guru
c)
C.   Meminta peserta didik untuk bekerja sebisanya terlebih dahulu baru nanti dijelaskan secara umum
d)
D.  Semua benar
e)
E.   Semua salah
28.
Diberikan langkah-langkah berikut ini: 1) Menentukan tujuan pembelajaran. 2) Melakukan asesmen awal kemampuan awal. 3) Melakukan asesmen sumatif 4) Merancang kegiatan pembelajaran 5) Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran. Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran berbasis TaRL adalah…
a)
A.   1-3-5
b)
B.   4-3-2
c)
C.   1-2-3
d)
D.  1-2-4
e)
E.   3-4-5
29.
Seorang guru mengadopsi elemen-elemen diferensiasi dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti menggunakan bahan bacaan yang berbeda untuk peserta didik dengan kemampuan membaca yang beragam. Namun, beberapa peserta didik masih kesulitan mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah….
a)
A.   Meminta peserta didik yang kesulitan untuk belajar lebih keras
b)
B.   Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran
c)
C.   Mengurangi tingkat kompleksitas tugas
d)
D.  Meminta peserta didik untuk bekerja sendiri
e)
E.   Melanjutkan dengan kurikulum yang telah direncanakan
30.
Ibu Tina menemukan beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga mereka memerlukan kegiatan remedial. Langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah….
a)
A.   Memberikan PR yang banyak agar peserta didik belajar sendiri di rumah
b)
B.   Menghubungi orang tua anak dan melaporkan bahwa anaknya tidak mengikuti proses belajar dengan baik
c)
C.   Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk peserta didik yang memerlukan remedial
d)
D.  Meminta setiap peserta didik untuk mengumpulkan tugas setiap akhir pembelajaran
e)
E.   Meminta setiap peserta didik untuk membuat review materi pembelajaran
31.
Mengapa guru dan orang dewasa lainya di sekolah harus mempelajari ketrampilan sosial emosional ?
a)
A.   Agar mereka dapat mengawasi peserta didik lebih ketat
b)
B.   Agar meningkatkan interaksi antar guru
c)
C.   Agar mereka dapat memberikan contoh positif dan mendukung pembelajaran peserta didik secara optimal dan holistik
d)
D.   Agar mereka dapat memenuhi persyaratan pekerjaan mereka.
e)
E.   Agar mereka dapat menjalankan tugas mengajarnya
32.
Bagaimana pengembangan kecerdasan sosial emosional melalui pembelajaran sosial dan emosional berkontribusi terhadap kemampuan seseorang dalam menavigasi situasi yang kompleks?
a)
A.   Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesehatan fisik seseorang sehingga ia tidak mudah sakit.
b)
B.   Kecerdasan emosional membantu meningkatkan ketrampilan seseorang untuk memahami dan mengelola emosi.
c)
C.   Kecerdasan emosional sangat berguna dalam mengatasi situasi yang sulit dalam keluarga.
d)
D.   Kecerdasan emosional membantu menurunkan keterampilan interpersonal dan meningkatkan keterampilan interpersonal seseorang.
e)
E.   keterampilan interpersonal membantu meningkatkan kesabaran seseorang.
33.
Dalam konteks sekolah, siapa yang perlu mempelajari keterampilan sosial emosional?
a)
A.   Pendidik dan tenaga kependidikan.
b)
B.   Peserta didik dan orang tua.
c)
C.   Peserta didik dan semua orang dewasa yang ada di Sekolah (Pendidik dan tenaga kependidikan).
d)
D.  Orang tua dan tenaga kependidikan
e)
E.  Pendidik dan orang tua.
34.
Dari contoh-contoh di bawah ini, menurut Anda, mana yang bukan merupakan alasan tepat bagi pentingnya meningkatkan keterampilan sosial emosional orang dewasa di Sekolah?
a)
A.  Keterampilan sosial emosional membantu pendidik memodelkan karakter positif untuk peserta didiknya sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif.
b)
B.  Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan keterampilan pendidik dalam menangani konflik, kegagalan, dan frustasi yang dihadapi dirinya sehingga dapat mengurangi resiko masalah kesehatan mental.
c)
C.  Keterampilan sosial emosional membantu peserta didik untuk memahami dan berinteraksi dengan pendidik secara efektif.
d)
D.  Keterampilan sosial emosional membantu pendidik dan tenaga kependidikan mengelola stres dan tekanan sehari-hari.
e)
E.  Seua Jawaban Salah
35.
Jika ditarik ke dalam lingkup yang lebih luas dan lebih besar, pengembangan keterampilan sosial emosional membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang menurut Anda tidak mencerminkan hal tersebut?
a)
A.  Pembelajaran sosial emosional membantu meningkatkan tingkat kesehatan fisik masyarakat sehingga individu di masyarakat lebih sehat.
b)
B.  Pembelajaran sosial emosional membantu Individu membentuk hubungan interpersonal yang leb positif dan sehat. Hal ini dapat mengurangi konflik antar individu dan menciptakan lingkun masyarakat yang lebih harmonis.
c)
C.  Pembelajaran sosial emosional membantu individu dalam mengelola emosi dan konflik dengan cara yang konstruktif. Dengan demikian, dapat berkontribusi pada penurunan tingkat konflik dalam masyarakat.
d)
D.  Pembelajaran sosial emosional membantu mengembangkan keterampilan berempati, sehingga meningkatkan pemahaman terhadap keanekaragaman masyarakat, dan mendorong penerimaan terhadap perbedaan. Inidapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah.
e)
E.  Pembelajaran sosial emosional membantu individu dalam mengelola stres, kecemasan, dan depresi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan mental individu meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara keseluruhan.
36.
Mengapa penting bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional peserta didik?
a)
A.  Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada meningkatnya citra sekolah.
b)
B.  Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada berkurangnya kasus bunuh diri.
c)
C.  Karena keterampilan sosial emosional berdampak bagi turunnya tingkat stres dan kesejahteraan guru.
d)
D.  Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada tingginya kepuasan peserta didik terhadap pendidik
e)
E.  Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada keberhasilan akademis.
37.
Dari pernyataan berikut ini, manakah yang tidak merefleksikan hubungan antara keterampilan sosial dan emosional peserta didik dan proses pembelajaran?
a)
A.  Keterampilan sosial dan emosional peserta didik membantu mendukung kesejahteraan emosional guru.
b)
B.  Keterampilan sosial-emosional dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.
c)
C.  Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterlibatan positif peserta didik dalam proses pembelajaran.
d)
D.  Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik meningkatan kinerja akademis karena mereka dapat lebih fokus dalam belajar sehingga cenderung mencapai hasil yang lebih baik di sekolah.
e)
E.  Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik mengelola stres, meningkatkan daya tahan, dan merespon tekanan belajar dengan lebih efektif.
38.
Pernyataan di bawah ini yang paling tepat adalah....
a)
A.  Sistem among dalam pendidikan bebasis pada ajaran Tamansiswa mengandung arti pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan kemerdekaan penuh untuk bertindak.
b)
B.  Peran guru dalam pembelajaran sistem among lebih sebagai fasilitator yang memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk berkembang sesuai dengan minat, bakat sesuai kodrat masing-masing.
c)
C.  Pembelajaran merdeka mengandung arti bahwa peserta didik dapat mengembangkan potensi masing-masing dan bebas dalam menentukan berbagai tindakan, guru memiliki peran yang seminimal mungkin.
d)
D.  Sistem among lebih kepada pembelajaran yang bersifat kekeluargaan di mana peran guru sebagai pembimbing dan pengendali penuh atas perkembangan peserta didiknya.
e)
E.  Masing-masing peserta didik memiliki kelebihan sesuai kodrat alam masing-masing, guru sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk berkembang sekaligus menjaga agar peserta didik tidak salah arah.
39.
Manakah kondisi yang paling sesuai bagi guru untuk menerapkan trilogi kepemimpinan “tut wuri handayani”?
a)
A.  Guru IPA memiliki kelas yang mayoritas peserta didiknya sangat bersemangat dalam pelajaran, akan tetapi ketika dalam praktikum kebanyakan dari mereka masih kurang menguasai penggunaan alat-alat lab dan keterampilan proses lainnya.
b)
B.  Ketika pelajaran IPA materi sistem peredaran darah, mayoritas peserta didik sudah memiliki tanggung jawab belajar dan motivasi tinggi, karena mereka merupakan siswa kelas pilihan maka pemahaman dan ketrampilan mereka terkait materi IPA sudah cenderung tinggi.
c)
C.  Guru memiliki masalah kelas yang kompleks, peserta didik memiliki kemampuan kognitif, motivasi belajar, dan keterampilan yang berbeda-beda. Oleh karena itu guru memberikan dukungan lebih kepada peserta didik yang masih tertinggal.
d)
D.  Sebagian besar peserta didik kurang bersemangat dalam pelajaran IPA, akan tetapi mereka sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup apabila termotivasi untuk belajar dengan baik. Oleh karena itu guru berupaya untuk membangkitkan semangat belajar mereka dengan ice breaking.
e)
E.  Kelas dengan kondisi peserta didik yang memiliki semangat belajar yang kurang, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Secara umum pembelajaran dengan melibatkan ceramah dan peserta didik cenderung pasif dalam pembelajaran.
40.
Perhatikan hal-hal berikut! 1)Pendidikan yang demokratis dan berkeadilan. 2)Student center learning. 3) Pendidikan yang menghargai peserta didik 4) Keberagaman budaya peserta didik 5) Pengembangan diri secara holistik 6) Kodrat alam dan kemerdekaan 7) Pembelajaran kontekstual. Alasan yang mendukung kedekatan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran tamansiswa adalah....
a)
A.  1, 2, 3, 4
b)
B.  2, 3, 4, 6
c)
C.  4, 5, 6, 7
d)
D.  1, 2, 5, 7
e)
E.  1, 3, 5, 6
41.
Bagaimana langkah-langkah yang paling tepat untuk mengatasi kelas dengan masalah yang kompleks, jika guru menerapkan konsep tri pusat pendidikan?
a)
A.  Melibatkan orang tua dalam mengatasi masalah akademik di kelas sehingga guru mengetahui betul penyebab masalahnya. Selanjutnya guru mengambil solusi masalah bersama dengan orang tua.
b)
B.  Mengidentifikasi penyebab masalah, mencari solusi, menerapkan solusi dan mengevaluasi kembali, dengan melibatkan pihak yang terkait seperti keluarga atau masyarakat.
c)
C.  Guru bekerjasama dengan pihak keluarga dan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan akademik di kelas dan mencari solusi bersama melalui forum komite sekolah.
d)
D.  Mencari akar penyebab masalah, mencari solusi yang tepat, dan menerapkannya. Guru juga perlu menerapkan skala prioritas bagi tiap masalah yang ada, serta melibatkan pihak terkait seperti orangtua dan masyarakat melalui forum yang tepat.
e)
E.  Guru bekerjasama dengan pihak sekolah untuk menggandeng orangtua dan pihak masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang ada di kelas. Dengan melibatkan pihak-pihak terkait maka diperoleh solusi yang paling ideal.
42.
Guru merancang pembelajaran berbasis masalah dengan melibatkan orang tua sebagai fasilitator. Bagaimana peran orang tua yang sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara?
a)
A.   Membimbing peserta didik secara aktif dengan cara mengarahkan setiap langkah yang perlu diambil sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.
b)
B.   Berperan sebagai fasilitator yang mendukung dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan menemukan solusi secara mandiri, tanpa mengambil alih proses pembelajaran.
c)
C.   Mengambil keputusan penting dalam menyelesaikan masalah sehingga peserta didik mengikuti arahan tanpa banyak terlibat dalam proses pemikiran.
d)
D.   Memberikan informasi pendukung dan dorongan motivasi, serta memastikan siswa memiliki ruang untuk eksplorasi dan membuat keputusan sendiri dalam pembelajaran.
e)
E.   Menjadi pengawas pasif, tidak memberikan arahan atau dukungan berarti, dan membiarkan peserta menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri sepenuhnya.
43.
Bu Lina, seorang guru IPA, ingin meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas air di lingkungan sekolah. Ia merencanakan untuk mengadakan seminar tentang cara menjaga kualitas air dan dampaknya terhadap kesehatan. Untuk sukses dalam acara ini, Bu Lina perlu menginformasikan dan melibatkan semua pihak di sekolah, termasuk siswa, guru, dan orang tua. Apa langkah pertama yang sebaiknya diambil Bu Lina untuk memastikan komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah?
a)
A.   Mengirimkan undangan seminar melalui email kepada semua warga sekolah dan menunggu respons mereka.
b)
B.   Mengadakan rapat khusus dengan para guru untuk mendiskusikan acara tersebut dan meminta mereka menyebarluaskan informasi.
c)
C.   Membuat poster seminar dan menempelkannya di papan pengumuman sekolah tanpa melakukan promosi tambahan.
d)
D.   Menghubungi orang tua siswa secara langsung untuk meminta mereka datang ke seminar.
e)
E.   Mengatur presentasi singkat tentang acara seminar dalam pertemuan rutin guru dan staf.
44.
Di sekolah, ada proyek untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah. Tim proyek terdiri dari beberapa guru dan siswa. Tugas ini melibatkan pembuatan materi edukasi, pengorganisasian workshop, dan pengumpulan data sampah. Bagaimana sebaiknya tim proyek mengorganisir tugas-tugas mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim dapat berkontribusi secara efektif?
a)
A.   Mengalokasikan tugas secara acak dan meminta setiap anggota tim untuk menyelesaikannya tanpa koordinasi lebih lanjut.
b)
B.   Menyusun jadwal tugas dan mendiskusikannya dalam pertemuan tim, dengan memastikan setiap anggota mengetahui tanggung jawabnya.
c)
C.   Meminta setiap anggota tim untuk bekerja secara mandiri pada bagian mereka tanpa melibatkan anggota tim lainnya.
d)
D.   Menyusun rencana tugas dan membagikannya melalui grup chat tanpa pertemuan tatap muka.
e)
E.   Membagi tugas berdasarkan minat pribadi tanpa mempertimbangkan beban kerja atau keterampilan anggota tim.
45.
Pak Joko, seorang guru, ingin memperkenalkan program daur ulang minyak jelantah sebagai bagian dari kegiatan kelas sains. Dia ingin melibatkan siswa dan guru lain dalam program ini. Bagaimana Pak Joko bisa menunjukkan inisiatif untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan pembelajaran?
a)
A.   Menyusun proposal program daur ulang minyak jelantah dan menunggu persetujuan dari kepala sekolah.
b)
B.   Mengadakan workshop daur ulang minyak jelantah dan mengundang siswa serta guru untuk berpartisipasi secara sukarela.
c)
C.   Mempresentasikan ide program kepada siswa dan meminta mereka untuk melaksanakan program tanpa melibatkan guru lain
d)
D.   Membagikan informasi tentang daur ulang minyak jelantah melalui media sosial dan menunggu respons dari masyarakat.
e)
E.   Menghubungi beberapa orang tua siswa untuk meminta saran tentang program tanpa melibatkan siswa atau guru lainnya.
46.
Setelah melaksanakan program pengurangan sampah di sekolah, Bu Maya ingin mengevaluasi efektivitas kegiatan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap siswa. Apa langkah yang sebaiknya diambil Bu Maya untuk mengevaluasi dan merefleksikan pelaksanaan kegiatan?
a)
A.   Mengumpulkan laporan dari siswa tentang kegiatan dan menghitung jumlah sampah yang dikurangi.
b)
B.   Mengadakan diskusi kelompok dengan siswa dan guru untuk mendapatkan umpan balik tentang kegiatan tersebut.
c)
C.   Menyusun laporan akhir dan menyerahkannya kepada kepala sekolah tanpa melakukan evaluasi lebih lanjut.
d)
D.   Meminta siswa untuk menulis esai tentang kegiatan dan mengumpulkan hasilnya untuk evaluasi.
e)
E.   Mengadakan survei online kepada orang tua tentang kegiatan dan menunggu hasilnya.
47.
Bu Nina mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas program baru tentang pengelolaan sampah di rumah. Dia ingin memastikan bahwa komunikasi dengan orang tua berjalan lancar dan efektif. Apa yang harus dilakukan Bu Nina untuk memastikan komunikasi yang efektif dengan orang tua dalam pertemuan tersebut?
a)
A.   Mengirimkan surat undangan pertemuan dan hanya mengandalkan orang tua untuk hadir.
b)
B.   Mengatur pertemuan tatap muka dengan agenda yang jelas dan memberikan kesempatan bagi orang tua untuk bertanya dan memberikan masukan.
c)
C.   Menghubungi orang tua melalui telepon untuk memberitahukan program tanpa mengadakan pertemuan resmi.
d)
D.   Menyebarkan informasi tentang program melalui grup media sosial sekolah dan menunggu respons dari orang tua.
e)
E.   Mengirimkan ringkasan pertemuan setelah acara selesai tanpa memastikan semua orang tua memahami informasi yang diberikan.
48.
Di sekolah, sebuah tim proyek dipimpin oleh Pak Arief bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran tentang daur ulang di kalangan siswa. Tim tersebut merencanakan berbagai aktivitas seperti workshop, kampanye, dan pembuatan poster. Pak Arief perlu memastikan bahwa proyek ini dapat mencapai hasil yang diinginkan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Bagaimana Pak Arief sebaiknya menerapkan prinsip BAGJA dalam proyek ini untuk memastikan keberhasilan dan dampak positif?
a)
A.   Berpikir: Menyusun rencana proyek secara detail dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tanpa melibatkan siswa.
b)
B.   Aksi: Mengorganisir kegiatan dan langsung melaksanakan workshop serta kampanye tanpa mengumpulkan umpan balik dari siswa dan guru.
c)
C.   Gelombang: Melakukan kegiatan secara berurutan tanpa memantau dampak dan membuat penyesuaian selama pelaksanaan proyek.
d)
D.   Jangkauan: Memastikan bahwa informasi tentang proyek hanya disebarluaskan di lingkungan sekolah tanpa melibatkan masyarakat sekitar.
e)
E.   Adaptasi: Mengumpulkan umpan balik selama dan setelah kegiatan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan dan meningkatkan efektivitas proyek.
49.
Bu Rina, seorang guru kesehatan, memimpin program peningkatan kebiasaan makan sehat di sekolah dengan tema "Zero Hunger". Program ini melibatkan edukasi tentang nutrisi, penyuluhan kepada siswa dan orang tua, serta penyediaan makanan sehat di kantin sekolah. Bu Rina ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal. Apa langkah-langkah yang sebaiknya diambil Bu Rina untuk menerapkan prinsip BAGJA dalam program "Zero Hunger" untuk mencapai hasil yang maksimal?
a)
A.   Berpikir: Mengidentifikasi tujuan program dan menyusun strategi tanpa melibatkan orang tua dan siswa dalam perencanaan awal.
b)
B.   Aksi: Melaksanakan program dan langsung mengimplementasikan semua kegiatan tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
c)
C.   Gelombang: Menjalankan program dengan pendekatan yang sama sepanjang waktu tanpa mengevaluasi dampak dari berbagai aktivitas yang dilakukan.
d)
D.   Jangkauan: Melakukan kampanye program secara terbatas hanya di dalam kelas tanpa memperluas informasi ke komunitas sekolah secara keseluruhan.
e)
E.   Adaptasi: Memantau hasil dari setiap kegiatan, mengevaluasi efektivitasnya, dan menyesuaikan strategi berdasarkan umpan balik dari siswa, orang tua, dan staf sekolah.
50.
Sekolah Damai Makmur sedang mengalami ketegangan antara dua guru mengenai model pembelajaran di kelas IPA. Guru A merasa bahwa model pembelajaran tanpa memanfaatkan teknologi lebih efektif, sementara Guru B berpendapat bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan teknologi lebih sesuai untuk siswa saat ini. Ketegangan ini mulai mempengaruhi suasana kerja di sekolah dan menciptakan ketidaknyamanan di kalangan staf pengajar. Apa langkah pertama yang harus diambil oleh kepala sekolah untuk menangani konflik antara Guru A dan Guru B?
a)
A.   Mengabaikan masalah dan berharap akan selesai dengan sendirinya.
b)
B.   Mengambil keputusan sepihak tanpa mendiskusikan masalah dengan kedua guru.
c)
C.   Mengadakan pertemuan dengan kedua guru untuk mendengarkan pandangan mereka dan mencari solusi bersama.
d)
D.   Memindahkan salah satu guru ke kelas lain untuk menghindari konflik.
e)
E.   Berdiskusi dengan salah satu guru untuk meminta maaf.
51.
Dalam sebuah komunitas, ketua komunitas menghadapi masalah dengan anggota yang kurang berpartisipasi dalam rapat. Kurangnya partisipasi ini berdampak pada efektivitas rapat dan kemajuan program-program komunitas. Ketika rapat diadakan, hanya sebagian kecil anggota yang hadir dan aktif berkontribusi, sementara yang lainnya tampak kurang tertarik atau tidak hadir sama sekali. Apa langkah yang sebaiknya diambil oleh ketua komunitas untuk meningkatkan partisipasi anggota dalam rapat?
a)
A.   Mengabaikan masalah dan berharap anggota akan lebih berpartisipasi di masa depan tanpa perubahan lebih lanjut.
b)
B.   Mengirimkan pengumuman resmi kepada anggota bahwa mereka diwajibkan hadir di setiap rapat, dengan sanksi bagi yang tidak mematuhi.
c)
C.   Mengadakan pertemuan dengan beberapa anggota untuk meminta saran mereka tentang alasan kurangnya partisipasi dan mencari cara untuk memperbaikinya.
d)
D.   Mengubah jadwal rapat secara acak setiap kali tanpa memberitahukan anggota sebelumnya untuk menguji apakah hal ini meningkatkan kehadiran.
e)
E.   Meminta beberapa anggota aktif untuk menghubungi anggota lainnya secara pribadi dan meminta mereka untuk lebih sering hadir di rapat.
52.
Di sebuah komunitas lokal, pemimpin komunitas menghadapi konflik antara dua kelompok dengan kepentingan yang berbeda terkait pengembangan fasilitas untuk masyarakat disabilitas. Kelompok A ingin fokus pada pembangunan ramp dan aksesibilitas fisik di gedung-gedung umum, sementara Kelompok B merasa bahwa perhatian utama harus pada penyediaan teknologi bantu dan pelatihan untuk disabilitas agar lebih mandiri. Konflik ini mulai mempengaruhi kemajuan proyek dan menciptakan ketegangan di kalangan anggota komunitas serta pengambilan keputusan yang lambat. Apa pendekatan yang paling sesuai untuk menyelesaikan konflik ini dan memastikan bahwa kebutuhan semua pihak diperhatikan dalam pengembangan fasilitas untuk masyarakat disabilitas?
a)
A.   Mengabaikan masalah dan melanjutkan proyek sesuai rencana awal tanpa mempertimbangkan masukan dari kedua kelompok.
b)
B.   Mengambil keputusan sepihak dengan memilih salah satu kelompok dan melanjutkan proyek hanya berdasarkan kebutuhan kelompok tersebut.
c)
C.   Mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari kedua kelompok untuk mendengarkan pandangan mereka, mencari kesepakatan bersama, dan merumuskan solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.
d)
D.   Memisahkan proyek menjadi dua bagian terpisah, satu untuk fokus pada aksesibilitas fisik dan satu untuk teknologi bantu, tanpa koordinasi antara kedua kelompok.
e)
E.   Melakukan survei kepada seluruh anggota komunitas untuk menentukan prioritas fasilitas, tanpa melibatkan diskusi langsung dengan kedua kelompok yang terlibat.
53.
Seorang guru menemukan cara baru untuk melibatkan siswa dalam diskusi kelas dengan menggunakan teknologi. Apa langkah yang tepat untuk memastikan bahwa inovasi ini bermanfaat bagi guru lain di sekolah dan jejaring lebih luas?
a)
A.   Hanya menggunakan metode tersebut di kelas tanpa melibatkan guru lain.
b)
B.   Menyusun laporan dan membagikannya kepada kepala sekolah, berharap mereka akan menyebarkannya.
c)
C.   Mengorganisasi sesi pelatihan atau pertemuan untuk mendemonstrasikan metode dan berbagi hasil dengan kolega dan jaringan pendidikan.
d)
D.   Menunggu hingga ada kesempatan untuk presentasi dalam konferensi tanpa persiapan sebelumnya.
e)
E.   Berbagi informasi dengan teman terdekat.
54.
Seorang guru ingin meningkatkan kolaborasi dengan sekolah lain dalam menggunakan praktik baik yang telah diterapkan. Apa langkah yang tepat untuk membangun jejaring dan kolaborasi yang efektif?
a)
A.   Mengundang guru dari sekolah lain untuk mengunjungi kelas secara informal tanpa agenda yang jelas.
b)
B.   Membentuk kelompok kerja atau komunitas praktik dengan sekolah lain untuk berbagi dan mendiskusikan praktik baik secara terstruktur.
c)
C.   Mengirimkan email massal kepada sekolah-sekolah lain tanpa menyertakan detail yang relevan.
d)
D.   Meminta bantuan kepala sekolah untuk menghubungi pihak sekolah yang dimaksud.
e)
E.   Menunggu hingga ada kesempatan dari pihak luar untuk melakukan kolaborasi.
55.
Seorang guru diundang untuk bergabung dalam tim proyek yang bertujuan untuk meningkatkan metode pengajaran di sekolah. Apa peran yang sebaiknya diambil guru untuk berkontribusi secara efektif dalam proyek tersebut?
a)
A.   Mengabaikan kontribusi karena merasa tidak memiliki pengalaman yang relevan.
b)
B.   Fokus pada tugas administratif tanpa terlibat dalam diskusi atau pengembangan metode.
c)
C.   Menunggu arahan dari anggota tim lain dan tidak berpartisipasi aktif.
d)
D.   Mengambil inisiatif untuk membagikan pengalaman dan ide terkait metode pengajaran yang telah berhasil diterapkan.
e)
E.   Menyimak saja hingga diperoleh keputusan hasil diskusi.
56.
Dalam organisasi profesi pendidikan, seorang anggota tim diminta untuk menyusun rencana tindak lanjut setelah seminar tentang pembelajaran berbasis teknologi. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan rencana tindak lanjut yang efektif?
a)
A.   Mengumpulkan masukan dari semua anggota tim dan pihak terkait untuk memastikan bahwa rencana mencakup kebutuhan dan pandangan yang beragam.
b)
B.   Menentukan jadwal tindak lanjut dengan pertimbangan semakin cepat dilakukan semakin baik
c)
C.   Menyusun rencana tanpa berkonsultasi dengan anggota tim lain untuk menghemat waktu.
d)
D.   Menyusun rencana berdasarkan pengalaman pribadi tanpa mempertimbangkan umpan balik dari seminar.
e)
E.   Menunda penyusunan rencana hingga waktu yang tidak ditentukan.
57.
Jika seorang guru diundang untuk menjadi pembicara di konferensi pendidikan mengenai inovasi pembelajaran, bagaimana sebaiknya guru mempersiapkan diri untuk berperan secara efektif?
a)
A.   Menyusun presentasi hanya berdasarkan materi yang sudah ada tanpa melakukan penelitian tambahan.
b)
B.   Mengandalkan informasi yang telah usang untuk menyiapkan presentasi.
c)
C.   Fokus pada satu topik tanpa mempertimbangkan relevansi dengan audiens konferensi.
d)
D.   Berpesan pada panitia agar sesi diskusi diganti dengan korespondensi.
e)
E.   Mengumpulkan data terbaru dan mengintegrasikan pengalaman pribadi serta umpan balik dari rekan-rekan untuk membuat presentasi yang komprehensif.
58.
Dalam melakukan perancangan pembelajaran, guru dapat merancang dengan menggunakan diferensiasi baik konten, proses, dan produk. Bu Sinta akan menggunakan pendekatan TaRL dalam pembelajarannya, maka diferensiasi pembelajaran yang dapat digunakan yaitu...
a)
A. Diferensiasi konten saja, diferensiasi proses dan produk tidak mungkin bisa digunakan
b)
B. Diferensiasi proses saja, diferensiasi konten dan produk tidak mungkin bisa digunakan
c)
C. Diferensiasi produk saja, diferensiasi proses dan konten tidak mungkin bisa digunakan
d)
D. Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan tapi tidak dapat digunakan semua dalam satu pembelajaran
e)
E. Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapi pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan.
59.
Bu Sinta akan mengajarkan materi baru kepada peserta didiknya, namun Bu Sinta belum mengetahui kemampuan sejauh mana peserta didik menguasai materi prasyaratnya. Hal yang perlu dilakukan Bu Sinta adalah....
a)
A. Melakukan wawancara pada beberapa peserta didik terkait pengalaman belajar pada topik prasyarat
b)
B. Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikai kemampuan awal peserta didik
c)
C. Meminta data pada pihak sekolah terkait minat dan bakat peserta didik
d)
D. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran sambil mengira-ngira kebutuhan peserta didik
e)
E. Langsung mengajar dan melakukan improvisasi di tempat menemukan adanya perbedaan kemampuan peserta didik
60.
Hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika merancang aktivitas pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
a)
A. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan kurang
b)
B. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan sedang
c)
C. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan cepat
d)
D. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan beragam
e)
E. Aktivitas dirancang tanpa mempertimbangkan kemampuan peserta didik
61.
Diberikan langkah-langkah pembelajaran berikut ini: 1) merumuskan tujuan pembelajaran 2) melakukan asesmen awal 3) melakukan asesmen sumatif 4) merancang kegiatan pembelajaran 5) Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran. Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran berbasis TaRL adalah...
a)
A. 1-2-4
b)
B. 1-3-5
c)
C. 4-3-2
d)
D. 1-2-3
e)
E. 3-4-5
62.
Tujuan dilakukan asesmen awal pada pembelajaran berbasis TaRL adalah....
a)
A. Mendapatkan data kepribadian peserta didik
b)
B. Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik
c)
C. Mendapatkan data keluarga peserta didik
d)
D. Mendapatkan data minat dan bakat peserta didik
e)
E. Mendapatkan data prestasi peserta didik
63.
Ibu Erma melaksanakan pembelajaran sistem tata surya. Beliau mendapati sebagian peserta didik sulit mengikuti pembelajaran karena kurang menguasai materi prasyaratnya, sebaliknya sebagian peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan Bu Erma pada pembelajaran berikutnya untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali....
a)
A. Mengembangkan pembelajaran dengan diferensiasi konten
b)
B. Mendesain diferensiasi kegiatan pembelajaran
c)
C. Menerapkan asesmen awal
d)
D. Merumuskan diferensiasi asesmen formatif
e)
E. Merumuskan diferensiasi produk/proyek
64.
Berikut merupakan hal yang perlu dilakukan guru pada persiapan pelaksanaan rencana asesmen awal, kecuali....
a)
A. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik
b)
B. Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik
c)
C. Merencanakan bentuk asesmen yang diberikan
d)
D. Merencanakan jadwal, lokasi, dan waktu asesmen
e)
E. Merancang instrumen asesmen penilaian sesuai capaian pembelajaran
65.
Makna yang paling menggambarkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
a)
A. pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik
b)
B. Pembelajaran sesuai usia peserta didik
c)
C. Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam
d)
D. Pembelajaran sesuai latar belakang budaya peserta didik
e)
E. Pembelajaran sesuai dengan kepribadian peserta didik
66.
Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali....
a)
A. Kebiasaan
b)
B. Karakter
c)
C. Pengalaman
d)
D. Perspektif
e)
E. Prestasi
67.
Daeng adalah seorang peserta didik asal Sulawesi, Dia mengikuti orang tuanya pindah rumah ke Yogyakarta. Teman-teman di sekolahnya mayoritas merupakan suku Jawa. Daeng merasa kesulitan beradaptasi karena perbedaan budaya. Berikut ini hal yang diprioritaskan guru untuk membantu Daeng, kecuali....
a)
A. Menciptakan hubungan yang saling menghargai antar peserta didik apapun kondisi latar belakang mereka
b)
B. Memberikan sikap ramah untuk membuat ia merasa nyaman
c)
C. Memberi sambutan yang baik dari sesama peserta didik maupun guru
d)
D. Memberikan motivasi agar ia tidak merasa rendah diri di hadapan teman-temannya
e)
E. Memberi kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya
68.
Manfaat dari pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah, kecuali....
a)
A. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik
b)
B. Meningkatkan keterlibatan peserta didik
c)
C. Meningkatkan keterampilan sosial emosional peserta didik
d)
D. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan guru
e)
E. Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah
69.
Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali....
a)
A. Kebiasaan
b)
B. Karakter
c)
C. Pengalaman
d)
D. Perspektif
e)
E. Prestasi
70.
Salah satu tahapan pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah identitas peserta didik, pada tahapan ini diharapkan....
a)
A. Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengambil maknanya
b)
B. Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengaitkannya dengan bidaya sendiri
c)
C. Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan merefleksikan hal tersebut dengan karakter dirinya
d)
D. Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
e)
E. Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan budaya negaranya
71.
Ketika merancang asesmen dalam konteks Understanding by Design (UbD), guru harus memastikan bahwa penilaian tersebut relevan dengan desired result. Mengapa penilaian autentik sering digunakan dalam menggunakan pendekatan UbD?
a)
A. Karena penilaian autentik lebih mudah untuk dinilai dibandingkan penilaian lainnya
b)
B. Karena penilaian autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam konteks dunia nyata
c)
C. Penilaian autentik tidak memerlukan persiapan yang rumit dari guru
d)
D. Penilaian autentik memastikan semua siswa mencapai hasil yang sama
e)
E. Penilaian autentik hanya menguji penegtahuan faktual peserta didik
72.
Salah satu prinsip penting UbD adalah backward design. Apa manfaat utama dari pendekatan backward design dalam merancang pembelajaran....
a)
A. memungkinkan guru untuk memulai perencanaan dari materi ajar yang paling sederhana
b)
B. Mengarahkan guru untuk merancang pembelajaran berdadsarkan urutan kronologis
c)
C. Memastikan bahwa pembelajaran berfokus pada pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan
d)
D. Memungkinkan guru untuk menyesuaikan rencana pembelajaran saat pelaksanaan
e)
E. Membantu peserta didik untuk lebih mudah memahami materi dengan memulai konsep dasar
73.
Dalam proses pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan UbD, guru seringkali menggunakan pendekatan diferensiasi, apa tujuan utama dari penerapan pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran
a)
A. Untuk memastikan bahwa semua siswa belajar pada tingkat yang sama
b)
B. Untuk memberikan materi yang berbeda kepada siswa berdasarkan kemampuan peserta didik
c)
C. Untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran agar semua peserta didik dapat mencapai desired result yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik
d)
D. Untuk mengevaluasi peserta didik berdasarkans tandar yang sama tanpa mempertimbangkan kemampuan individual
e)
E. Mengurangi beban kerja guru dengan membagi peserta didik menjadi eklompok-kelompok kecil
74.
Bu Erlina merupakan guru SLTP mendapati bahwa sebagian peserta didik sudah mampu menganalisis unsur, senyawa, dna campuran, sementara sebagian lainnya masih kesulitan memahami konsep dasar tersebut. Bagaima Bu Erlina menerapkan pendekatan TaRL untuk memastikan peserta didiknya mencapai kemajuan?
a)
A. Mengajari kembali konsep dasar unsur, senyawa, dan campuran kepada seluruh peserta didik tanpa pengecualian
b)
B. Mengelompokan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuannya dan memberikan tugas yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok
c)
C. Memberikan soal unsur, senyawa, dan campuran yang lebih kompleks kepada seluruh peserta didik untuk meningkatkan kemampuan mereka
d)
D. Membiarkan peserta didik yang sudah mahir membantu temannya yang belum paham
e)
E. Mengurangi jumlah soal yang diberikan agar peserta didik yang kesulitan dapat mengikuti pelajaran
75.
Dalam sebuah kelas, Bu Rina menemukan bahwa siswa yang kesulitas memahami materi pembelajaran meskipun sudha dijelaskan berulang kali. Apa yang sebaiknya Bu Rina lakukan untuk menerapkan pendekatan TaRL dalams situasi ini?
a)
A. Mengidentifkasi kesulitas yang dihadapi siswa melalui asesmen formatif dan memberikan instruksi yang lebih sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik
b)
B. Menggunakan metode pengajaran yang sama dengan harapan peserta didik akan memahaminya pada akhirnya
c)
C. mengulang pelajaran dari awal kepada seluruh kelas
d)
D. Memberikan lebih banyak tugas kepada peserta didik tersebut agar mereka terbiasa dengan materi
e)
E. Meminta peserta didik untuk belajar mandiri di rumah
76.
Pak Dian mengimplementasikan pendekatan TaRL dan ingin mengevaluasi efektifitas pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan mereka. Apa indikator utama keberhasilan strategi ini?
a)
A. Semua peserta didik dapat menyelesaikan tugas sengan hasil yang sama
b)
B. Guru dapat menyelesaikan seluruh kurikulum dalam waktu yang telah ditentukan
c)
C. Siswa menunjukan peningkatan dalam hasil asesmen secara berkelompok dan individu sesuai dengan tingkat kemampuan awal mereka
d)
D. Tidak ada peserta didik yang minta bantuan tambahan di luar kelas
e)
E. Peserta didik yang lebih cepat memahami materi dapat membantu siswa yang lambat
77.
Bu Elva seorang guru menemukan bahwa meskipun telah mengelompokan peserta didiknya sesusai tingkat kemampuan mereka, namun beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan memahami materi, apa yang sebaiknya Bu elva lakukan untuk terus mendukung pembelajaran peserta didik tersebut dalam konteks TaRL?
a)
A. Mengganti materi pelajaran untuk seluruh kelas agar lebih mudah dipahami
b)
B. Menggabungkan kelompok yang lebih lemah dengan kelompok yang lebih kuat untuk meningkatkan pembelajaran
c)
C. Menunda pembelajaran materi baru hingga semua peserta didik berada pada tingkat yang sama
d)
D. Memberikan lebih banyak pekerjaan rumah kepada peserta didik yang kesulitan
e)
E. Mengidentifikasi hambatan spesifik yang dihadapi oleh peserta didik tersebut dan memberikan intervensi yang lebih dipersonalisasi.
78.
Anda datang ke sekolah setengah jam lebih lambat dikarenakan harus mengantar anak anda ke dokter. Anda sebenarnya sudah berusaha untuk mengantar lebih pagi namun ternyata tetap terlambat. Di satu sisi, ada jesepakatan yang berlaku di kelas Anda bahwa toleransi keterlambatan adalah 15 menit. Sebagai guru kelas, apa yang akan anda lakukan ketika menemui situasi tersebut?
a)
A.   Meminta maaf dan membuat kesepakatan konsekuensi dengan peserta didik
b)
B.   Meminta maaf sambil menjelaskan alasan kepada peserta didik di kelas
c)
C.   Berupaya untuk menerangkan alasan keterlambatan saya kepada peserta didik
d)
D.   Merasa tidak enak karena melanggar kesepakatan kelas
e)
E.   Langsung memberi materi pelajaran begitu masuk kelas.
79.
Dalam konteks pembelajaran Sosial Emosional, mengapa penting memahami perspektif perkembangan peserta didik darin waktu ke waktu?
a)
A.   Agar peserta didik dapat lebih fokus pada keunggulan akademik
b)
B.   Untuk mengevaluasi kinerja adminisatratif sekolah
c)
C.   Agar dapat merumuskan standar yang sesuai dan tugas perkembangan peserta didik
d)
D.   Untuk menunjukkan empati terhadap kondisi individu dengan latar belakang yang berbeda
e)
E.   Agar peserta didik dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab.
80.
Anda ingin mengganti tata ruang kelas dengan melibatkan pendapat peserta didiknya. Dengan antusias, peserta didik memberikan usulan dan pendapatnya. Anda sangat mengapresiasi hal tersebut, namun anda menyadari bahwa ide dari peserta didik ternyata kurang sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai guru kelas, apa tindakan yang anda lakukan?
a)
A.   Langsung mengganti tata ruang kelas dengan ide yang lebih baik dari usulan peserta didik
b)
B.   Menyadari bahwa ide peserta didik harus dihargai meskipun kurang sesuai
c)
C.   Berupaya untuk menghargai hasil pemikiran peserta didik meskipun merasa kurang puas
d)
D.   Tetap menggunakan tata ruang dari peserta didik untuk menghargai mereka
e)
E.   Melakukan evaluasi peserta didik tentang ide mereka
81.
Ada beberapa teknik untuk melatih ketrampilan sosial emosional (KSE), salah satunya diantaranya adalah teknik STOP. Teknik ini diterapkan untuk melatih keterampilan sosisal emosional berikut ini.
a)
A.   Kesadaran sosial
b)
B.   Kesadara diri
c)
C.   Manajemen diri
d)
D.   Ketrampilan sosial
e)
E.   Pengambilan keputusan yang bertanggungjawab
82.
Sebelum berangkat ke sekolah hari ini saudara berkonflik dengan pasangan, yang berdampak terhadap suasana hati yang kuarng baik. Anda sebenarnya sedang tidak ingin bertemu dengan banyak orang namun peserta didik saudara menunggu di kelas. Jika menemui situasi tersebu, apa yang akan saudara lakukan sebagai guru kelas?
a)
A.  Berusaha tetap tersenyum meskipun sulit untuk dilakukan
b)
B.   Mengosongkan jam pelajaran daripada tidak dapat mengendalikan emosi dengan baik
c)
C.   Melupakan konflik sementara dan membuka aktivitas pembelajaran yang hangat
d)
D.  Tetap menyapa nama setiap peserta didik dan menanyakan kabar mereka
e)
E.   Menyadari bahwa saya harus mengendalikan emosi dengan baik
83.
Anda ditugaskan Kepala Sekolah untuk mengikuti lomba menulis artikel ilmiah dan andapun mendaftar di kegiatan tersebut. Dikarenakan banyaknya kegiatan administrasi di sekolah yang harus diselesaikan, anda baru menulis artikel di hari terakhir. Hasilnya cukup mengecewakan karena anda tidak memenagkan lomba tersebut. Sebagai satu-satunya guru yang mengikuti lomba itu, apa yang akan anda lakukan?
a)
A.   Berusaha mencermati kelemahan artikel saya meskipun tidak menemukannya
b)
B.   Akan mencatat semua tugas-tugas agar tidak ada yang terlupa lagi
c)
C.   Mengakui bahwa hal tersebut dikarenakan kekurangmapuan dalam mengatur waktu
d)
D.   Menganggap panitia kurang memiliki keadilan dalam penilaian lomba itu
e)
E.   Menyadari bahwa seharusnya saya menolak permintaan Kepala Sekolah dari awal
84.
Berikut ini adalah kompetensi sosial emosional menurut CASEL, kecuali:
a)
A.   Kesadaran sosial
b)
B.   Kesadara diri
c)
C.   Manajemen diri
d)
D.   Ketrampilan sosial
e)
E.   Pengambilan keputusan yang bertanggungjawab
85.
Dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak, saudara diminta kepala sekolah untuk menggali data tentang kebahagiaan peserta didik di sekolah. Saudarapun melakukan survei kepada seluruh warga sekolah dan memperoleh data yang banyak sekali. Hanya saja, anda kebingungan menindaklanjuti data-data tersebut. Sebagai guru yang ditunjuk sebagai koordinator, tindakan apa yang anda prioritaska?
a)
A.   Menganalisis data hasil survei tersebut
b)
B.   Mengajak guru lain untuk mendiskusikan hasil survei
c)
C.   Berupaya melakukan evaluasi semampunya
d)
D.   Menyadari bahwa data tersebut perlu diinterpretasi
e)
E.   Mengumpulkan data mentah kepada Kepala Sekolah
86.
Apabila seorang guru telah mampu menjalin dan mempertahankan hubungan/ relasi yang sehat dan efektif dengan individu dari latar belakang yang berbeda, seperti dengan peserta didik, orang tua, masyarakat dan lainnya. Artinya guru tersebuttelah memiliki kompetensi sosial emosional yaitu kompetensi...
a)
A.   Relantionship skills
b)
B.   Self-management
c)
C.   Sosial awarenes
d)
D.   Responsible decision making
e)
E.   Self-awareness
87.
Seorang guru harus mampu merancang pembelajaran dengan menggunakan kerangka 3 signature practices yaitu pembukaan yang hangat dan inklusif, kegiatan yang menantang serta melibatkan peserta didik, dan penutupan yang optimis, dengan alasan...
a)
A.    Pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang akan dilakukan
b)
B.    Pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi dengan pembelajaran yang telah dilakukan
c)
C.    Kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan perlu untuk membangun kesimbangan antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan guru
d)
D.    Penutupan yang optimistik perlu untuk menyoroti pemahaman guru dan tentang pentingnya apa yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran kedepan
e)
E.    A, B, dan C benar, karena 3 signature practice merupakan strategi yang perlu diterapkan untuk pembelajaran orang dewasa.
88.
Guru ingin mengakhiri sesi pembelajaran dan penutupan yang optimis sesuai dengan kerangka 3 signatures practices. Sebelum penutupan, guru menrencanakan sebuah refleksi bersama tentang pembelajaran hari itu. Namun, beberaapa peserta didik terlihat masih belum sepenuhnya memahami konsep yang diajarkan. Sebaliknya, beberapa peserta didik lainnya tampak antusias dan siap untuk belajar lebih lanjut. Bagaimana guru dapat mengelola situasi ini dengan menciptakan penutupan yang tetap optimis sambil memastikan bahwa setiap peserta didik merasa diakui dan didukung?
a)
A.   Memberikan apresiasi umum untuk partisipasi seluruh kelas dan mengabaikan perbedaaan pemahaman individu
b)
B.   Mengajukan pertanyaan terbuka kepada seluruh kelas untuk memotivasi peserta didik yang masih memnbutuhkan pemahaman tambahan
c)
C.   Mengajak peserta didik yang telah memahami konsep untuk berbagi pemahaman mereka, sementara memberikan waktu tambahan untuk peserta didik yang masih kesulitan
d)
D.   Mengalihkan perhatian dari pemahaman individu ke rencana pembelajaran mendatang agar suasana tetap positif
e)
E.   Menyimpan refleksi bersama untuk sesi pembelajaran berikutnya ketika semua peserta didik diharapkan dapat memahami kensep secara menyeluruh
89.
Bagaiman penerapan teknik ‘Empati Walk” secara efektif dapat berkontribusi pada pengembangan kompetensi sosial emosional peserta didik dengan menggabungkan elemen kegiatan lapangan dan refleksi?
a)
A.   Memahami variasi budaya di lingkungan sekitar dan meresapi i pengalaman tersaebut
b)
B.   Menilai dampak positif pada kesejahteraan mental peserta didik
c)
C.   Mendorong peserta didik membuat keputusan yang bertanggungjawab
d)
D.  Agar peserta didik dapat lebih fokus pada keunggulan akademik
e)
E.   Menyortir pilihan2 yang diberikan dan menggambarkan pengalaman pribadi.
90.
Di sekolah, Reza seringkali merasa stres karena tekanan tugas-tugas akademis yang menumpuk. Salah seorang guru memberikan saran kepada Reza untuk mencoba teknik “menghitung 10” ketika merasa tertekan. Reza mencoba teknik tersebut untuk menyadari bahwa itu membantunya untuk lebih tenang dan fokus. Berdasarkan contoh ini, manajemen diri dan motivasi apa yang sedang Reza kembangkan?
a)
A.   Merancang tujuan belajar secara konsisten
b)
B.   Mempertimbangkan pandangan orang lain melalui Think-Pair-Share
c)
C.   Melibatkan diri dalam permainan kelompok
d)
D.  Mengidentifikasi kekuatan dan budaya diri melalui aktivitas refleksi
e)
E.   Mengelola emosi diri melalui teknik menghitung sampai 10