Font size
WorksheetsPembelajaran 1. Teori Belajar
Total questions: 87
Worksheet time: 47mins
Thorndike (Schunk, 2012) kemudian merumuskan peran yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran, yaitu kecuali
Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya.
Berhati-hati jangan sampai membentuk kebiasaan yang nantinya harus diubah, karena mengubah kebiasaan yang telah terbentuk adalah hal yang sangat sulit.
Jangan membentuk kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan peserta didik
Salah satu contoh pembelajaran behavioristik adalah pembelajaran terprogram (PI/Programmed Instruction), dimana pembelajaran terprogram ini merupakan pengembangan dari prinsip-prinsip pembelajaran Operant conditioning yang di bawa oleh
Skiner shuck
Thorndike
Siregar & Hartini,
J. Piaget,
Skinner (Collin, 2012). Skinner mengembangkan model pembelajaran yang disebut
teaching machine
genetik
mimetic
leartik
Tokoh teori belajar Behavioristik
Jerome Bruner
Thorndike, Skinner (Collin,)
Jean Piaget
David Ausubel
Tokoh Teori Kognitif
Jean Piaget,Jerome Bruner,David Ausubel,siregar
skiner,Thurdike,siregar
Vicocty,skiner,david Ausubel
Menurut Piaget, proses belajar terdiri dari 3 tahap, yakni
asimilasi
inlumunisasi
akomodasi
equilibrasi
Proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada
Asimilasi
equilibrasi
akomodasi
iluminisasi
proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam siatuasi yang baru.
asimilasi
equilibrasi
akomodasi
Dalam pembelajaran matematika seorang anak jika sudah memahami prinsip pengurangan maka ketika mempelajari prinsip pembagian akan terjadi proses pengintegrasian antara prinsip pengurangan yang sudah dikuasainya dengan prinsip pembagian (informasi baru). Inilah yang disebut proses
akomodasi
equilibrasi
verifikasi
asimilasi.
Jika anak tersebut diberikan soal-soal pembagian,anak tersebut sudah dapat mengaplikasikan atau memakai prinsip-prinsip pembagian dalam situasi yang baru dan spesifik
asimilasi
akomodasi
equilibrasi
Salah satu implikasi teori belajar yeng mengemukakan bahwa untuk menjelaskan suatu konsep, guru sebaiknya mengambil contoh yang sekiranya sudah sering dijumpai dalam kehidupan sehari - hari adalah dari teori belajar .....
Torndike
Skiner
Bandura
Ausubel
Teori ini mengedepankan proses belajar dimulai dari memanusiakan manusia, dengan aktif dalam kegiatan seperti diskusi atau berdialog. Teori ini dikemukakan oleh ....
David A.Kolb
Peter Honey
J. Habermas
B.S Bloom
Tahap dimana anak mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan melipat dan membagi merupakan tahap......
sensorimotorik
Praoperasional
Operasional formal
Operasional konkrit
Operasional terbimbing
Pemikiran Prakonseptual dan periode pemikiran intuitif dan Penggunaan symbol/Bahasa tandamerupakan bagian dari tahap perkembangan Piaget, yang berada pada tahapan........
Properasional 2 - 7/8 tahun
Properasional 2 - 7/8 tahun
Properasional 2 - 7/8 tahun
Operasional formal 11/12 - 18 tahun
Pemikiran
1.Berdasarkan tindakan
2.Langkah demi langkah merupakan bagian dari tahap perkembangan Piaget, yang berada pada tahapan........
Operasional Kongkrit 7/8 - 11/12 tahun
Properasional 2 - 7/8 tahun
Properasional 3 - 7/8 tahun
Operasional formal 11/12 - 18 tahun
Sensorimotor 0-2 tahun
Pemikiran Prakonseptual dan periode pemikiran Pakai aturan jelas/logis • Revesibel dan kekekalanmerupakan bagian dari tahap perkembangan Piaget, yang berada pada tahapan........
Sensorimotor 0-2 tahun
Operasional Kongkrit 7/8 - 11/12 tahun
Operasional Kongkrit 5/8 - 11/12 tahun
Properasional 2 - 7/8 tahun
Pemikiran Prakonseptual dan periode pemikiran Hipotesis • Abstract • Deduktif dan induktif • Logis dan probalitasmerupakan bagian dari tahap perkembangan Piaget, yang berada pada tahapan........
Operasional formal 11/12 - 18 tahun
Operasional Kongkrit 7/8 - 11/12 tahun
Properasional 2 - 7/8 tahun
Sensorimotor 0-2 tahun
Tokoh selanjutnya dalam teori kognitif adalah Jerome Bruner. Beliau adalah seorang pengikut setia teori kognitif, khususnya dalam studi perkembangan fungsi kognitif. Ia menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut:
Perkembangan intelektual ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapi rangsangan.
Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan system penyimpanan informasi secara realis.
Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain memalui kata-kata atau lambang tentang apa yang akan dilakukan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan pada diri sendiri.
Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya.
Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya.
Perkembangan kognitif ditandai dnegan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi
Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya
Berhati-hati jangan sampai membentuk kebiasaan yang nantinya harus diubah, karena mengubah kebiasaan yang telah terbentuk adalah hal yang sangat sulit
Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif, karena bahasa merupakan alat komunikasi antara manusia. Untuk memhami konsep-konsep yang ada diperlukan bahasa. Bahasa diperlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsep kepada orang lain.
Perkembangan kognitif ditandai dnegan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu
Tahap enaktif
Tahap ikonik
Tahap simbolik,
seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitarnya. Artinya, dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya
Tahap enaktif
Tahap ikonik
Tahap simbolik,
seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasangagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol bahasa, logika, matematika,
Tahap enaktif
Tahap ikonik
Tahap simbolik,
seseorang memahami obyek-obyek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal.
Tahap enaktif,
Tahap ikonik
Tahap simbolik,
Seseorang makin lama akan semakin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya,ia berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut, berada pada tahap
Ikonik
Enaktif
Pengamatan aktif
Pengalaman kongkrit
Pengetahuan siswa dapat dibentuk melalui kegiatan aktif siswa dalam menggunakan benda-benda nyata. Misalkan keterampilan berhitung dengan menghitung banyaknya pensil warna yang dimiliki siswa. Menurut Brunner termasuk pada tahapan belajar.
Simbolik
Ikonik
Enaktif
Intuitif
Memformulasikan Advance Organizer. Advance organizer dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu
mengkaitkan atau menghubungkan materi pelajaran dengan struktur pengetahuan peserta didik
mengorganisasikan materi yang dipelajari peserta didik
mengorganisasikan materi yang dipelajari peserta guru
Ciri Belajar Kontruktivisme yang dikemukakan oleh Driver and Oldhan sebagai berikut kecuali
A. Orientasi
B. Elitasi
C. Review
D. Penggunaaan Ide Baru
E. Membuat Struktur baru
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan (1994) adalah sebagai berikut urutan yang benar adalah
orientasi,review,Restrukturisasi ide,Penggunaan ide,elitasi
orientasi,elitasi,Penggunaan ide,Restrukturisasi ide,Review
orientasi,review,Restrukturisasi ide,Penggunaan ide,Review
orientasi,elitasi,Restrukturisasi ide,Penggunaan ide,Review
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan Orientasi yang maknanya
peserta didik mengungkapkan idenya denegan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster, dan lain-lain.
peserta didik mengungkapkan idenya denegan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster, dan lain-lain.
peserta didik diberik kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topik dengan memberi kesempatan melakukan observasi.
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan Elitasi artinya
peserta didik diberik kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topik dengan memberi kesempatan melakukan observasi
peserta didik mengungkapkan idenya denegan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster, dan lain-lain.
klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru.
Penggunaan ide baru dalam setiap situasi, yaitu ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan adalah sebagai berikut Restrukturisasi ide maknanya
klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru
mengapliasikan pengetahuan, gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubah
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situas
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan (1994) adalah sebagai berikut Penggunaan ide baru dalam setiap situasi artinya
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
Ciri-ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan adalah sebagai berikut Review
pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
mengapliasikan pengetahuan, gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubah
klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru.
u klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru.
Paradigma konstruktivistik memandang peserta didik sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kamampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkonstruksi pengetahuan yang baru. Oleh sebab itu meskipun kemampuan awal tersebut masih sangat sederhana atau tidak sesuai dengan pendapat guru, sebaiknya diterima dan dijadikan dasar pembelajaran dan pembimbingan. Peranan kunci guru dalam interaksi pedidikan adalah pengendalian yang meliputi kecuali
Menumbuhkan kemandirian dengan menyediakan kesempatan untuk megambil keputusan dan bertindak.
Menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan dan bertindak, dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Membuat struktur materi, membuat struktur materi secara hierarkis merupakan salah satu pendukung untuk melakukan rekonsiliasi integratif dari teori Ausubel
Menyediakan sistem dukungan yang memberikan kemudahan belajar agar peserta didik mempunyai peluang optimal untuk berlatih
Terdapat dua fase dalam menerapkan teori belajar Ausubel pada fase pelaksanaan adalah
Menetapkan Tujuan Pembelajaran,
Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik
Membuat struktur materi,
Memformulasikan Advance Organizer
Menghubungkan atau membandingkan konsep-konsep itu melalui rekonsiliasi integrative
Terdapat dua fase dalam menerapkan teori belajar Ausubel pada tahap pelaksanaan yaitu
Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik,
Menetapkan Tujuan Pembelajaran,
Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik,
Melanjutkan dengan difernsiasi progresif sehingga konsep tersebut menjadi lebih luas
Terdapat dua fase dalam menerapkan teori belajar Ausubel pada fase perencanaan adalah
Menetapkan Tujuan Pembelajaran, tahapan pertama dalam kegiatan perencanaan adalah menetapkan tujuan pembelajaran
Memformulasikan Advance Organizer
Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik,
Membuat struktur materi, membuat struktur materi secara hierarkis merupakan salah satu pendukung untuk melakukan rekonsiliasi integratif dari teori Ausubel
Menghubungkan atau membandingkan konsep-konsep itu melalui rekonsiliasi integrative
Evaluasi belajar pandangan konstruktivistik menggunakan goal-free evaluation, yaitu
suatu konstruksi untuk mengatasi kelemahan evaluasi pada tujuan spesifik.
suatu konstruksi untuk mengatasi kekurangan evaluasi pada tujuan spesifik.
suatu konsep untuk mengatasi kelemahan evaluasi pada tujuan spesifik.
suatu generasi untuk mengatasi kelemahan evaluasi pada tujuan spesifik.
Beberapa hal penting tentang evaluasi dalam aliran konstruktivistik yaitu
diarahkan pada tugas- tugas autentik
mengkonstruksikan pengetahuan yang menggambarkan proses berpikir yang lebih tinggi
mengkonstruksi pengalaman peserta didik,
mengarhkan evaluasi pada konteks yang luas dengan berbagai perspektif
Tokoh teori Konstruktivistik
Driver dan Oldhan,Siregar,Lev Vygotsky
jean piaget, bruner,gagne
bruner,Lev Vygotsky, bruner
bruner,Siregar, Lev Vygotsky
perkembangannya membutuhkan orang lain untuk memahami sesuatu dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
Zona Proksimal Developmen (ZPD)
)Zona perkembangan proksimal
hukum genetik tentang perkembangan,
mediasi.
Salah satu teori belajar yang menyatakan bahwa dalam menyajikan objek ada tiga tahap, yakni enaktif, ikonik, dan simbolik adalah .....
Thorndike
Bruner
Ausubel
Skinner
Perkembangan menurut Vygotsky tidak bisa hanya dilihat dari fakta-fakta atau keterampilan-keterampilan, namun lebih dari itu, perkembangan seseorang melewati dua tataran. Tataran sosial dan tataran psikologis adalah
Memformulasikan Advance Organizer
Hukum Genetik tentang Perkembangan
Zona Perkembangan Proksimal
Vygotsky berpendapat bahwa setiap anak dalam suatu domain mempunyai ‘level perkembangan aktual’ yang dapat dinilai dengan menguji secara individual dan potensi terdekat bagi perkembangan domain dalam tersebut.
Hukum Genetik tentang Perkembangan
mediasi
Zona Perkembangan Proksimal
Zona Proksimal Developmen
Vygotsky mengemukakan ada empat tahapan Zona Proximal Development ZPD yang terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran
Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain.
Tindakan anak yang didasarkan atas inisiatif sendiri.
Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi.
Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir abstrak.
tanda-tanda atau lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya
Mediasi
semantik
deconding
ecoding
Tiga tahap teori belajar konstruktivis vygotski yang benar
Hukum genetik pertumbuhan,ZPD, mediasi
Hukum genetik perkembangan, mediasi, scafholding
Hukum genetik perkembangan, ZPD, mediasi
Scafholding, mediasi, hukum genetik pertumbuhan
Yang bukan termasuk tahap ZPD vygotski
Tindakan anak di bantu orang lain
Tindakan anak di bantu teman sebay
Tindakan anak inisiatif sendiri
Tindakan anak berkembang spontan
Teori belajar yang titik tekan utamanya adalah pada bagaimana seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu Zona keterbatasan dirinya
ZPD dan meditasi
ZPD dan mediasi
Mediasi dan pertumbuhan
Meditasi dan scafholding
Urutan-urutan konstruktivisme yang benar menurut driver y Oldhan
Orientasi, elitasi, review, rekonstruksi ide, penggunaan ide
Orientasi, review, elitasi, rekonstruksi ide, penggunaan ide
Elitasi, orientasi, rekonstruksi i ide, penggunaan ide, review
Orientasi, elitasi, rekonstruks i ide, penggunaan ide, review
Klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru. Menurut ciri belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Driver dan Oldhan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik tersebut adalah ….
orientasi
restrukturisasi ide
penggunaan ide baru
. elitasi
Implikasi teori belajar konstruktivis pada pembelajaran modern
Powerpoint dan multimedia
Multimedia dan web learning
Eksperimen dan web learning
Web learning dan social meddia learning
di mana tandatanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu diluar pemahamannya ini didapat dari hal yang belum ada di sekitar kita
Mediasi
semiotik
Scafholding
mimetik
di mana tanda-tanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya ini didapat dari hal yang memang sudah ada di suatu lingkungan,
Mediasi
Scafholding
semiotik
Tokoh teori Belajar humanistik
David A. Kolb
Peter Honey dan Alan Mumford
Jurgen Hubermas
Jerome bruner
Pandangan David A. Kolb terhadap Belajar Kolb membagikan tahapan belajar menjadi empat tahap diantaranya kecuali
Pengalaman konkrit,
Pengamatan aktif dan reflektif
Konseptualisasi
Eksperimen aktif,
konseptual
Peserta didik yang biasanya sangat kritis, suka menganalisis dan tidak suka spekulatif
Peserta didik tipe aktivitas
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta didik tipe reflektor
Peserta didik tipe teoris
Seseorang makin lama akan semakin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang di alaminya,ia berusaha mencari jawaban dari kejadian tersebut, berada pada tahap
Pengalaman kongkrit
Pengamatan aktif
Enaktif
Ikonik
seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian sebagaima adanya
Pengalaman konkrit
Pengalaman aktip
Konseptualisasi
tipe replektor
seseorang sudah mulai berupaya untuk membuat abstraksi, mengembangkan suatu teori, konsep, atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yang menjadi obyek perhatiannya
Konseptualisasi
Eksperimen aktif
Pengamatan aktif dan reflektif
Pengalaman konkrit
Seseorang sudah mampu mengaplikasikan konsep-konsep, teoriteori atau aturan-aturan ke dalam situasi nyata. Berfikir deduktif banyak digunakan untuk mempraktekkan dan menguji teori-teori serta konsep-konsep di lapangan
Konseptualisasi,
Eksperimen aktif
Pengalaman konkrit,
Pengamatan aktif dan reflektif
Yang termasuk tokoh teori humanistik
Ausubel, bruner, haburmas
Piaget,skiner,Peter honey
Alan Mumford, David kolb, bruner
Haburmas,Alan Mumford, David kolb
Belajar sangat di pengaruhi oleh interaksi, sosial atau lingkungan, menurut pendapat tokoh belajar
David kolb
Peter honey
Alan Mumford
Haburmas
Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe yaitu sebagai berikut
Peserta didik tipe aktivis,
Peserta didik tipe reflektor
Peserta didik tipe teoris,
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta didik tipe teknis
peserta didik yang cenderung melibatkan diri pada dan berpartisipasi aktif dengan berbagai kegiatan, dengan tujuan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru
Peserta didik tipe aktivis
Peserta didik tipe reflektor
Peserta didik tipe Reflektor
Peserta didik tipe teknis
perhatian besar terhadap aspekaspek praktis dalam segala hal, mereka tidak suka bertele-tele dalam membahas aspek toeritis-filosofis dari sesuatu. Bagi mereka, sesuatu dikatakan ada gunanya dan baik hanya jika bisa dipraktikkan.
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta didik tipe teoris,
Peserta didik tipe praktis
Peserta didik tipe aktip
tipe ini cenderung berhati hati mengambil langkah dan penuh pertimbangan. Dalam mengambil keputusan cenderung konservatif, maksudnya mereka sangat mempertimbangkan baik-buruk dan untung rugi
Peserta didik tipe pragmatis
Peserta didik tipe teoris
Peserta didik tipe reflektor,
Peserta didik tipe emansipatori
Menurut Hubermas, belajar sangat dipengaruihi oleh interaksi, baik lingkungan ataupun dengan sesama. Hubermas membagi tiga macam tipe belajar yaitu
Technical learning (belajar teknis)
Practical elarning (belajar praktis)
Emancpatory learning (belajar emansipatori)
Peserta didik tipe pragmatis
Pengetahuan dan keterapilan apa yang dibutuhkan dan perlu dipelajari agar mereka dapat menguasai dan mengelola lingkungan alam sekitarnya dengan baik tipe belajar
Technical learning (belajar teknis)
Technical learning (belajar teknis)
Technical learning (belajar teknis)
Peserta didik tipe reflektor,
seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang di sekelilingnya dengan baik. kegiatan belajar ini lebih mengutamakan terjadinya interaksi yang harmonis antar sesama manusia
Practical elarning (belajar praktis
Peserta didik tipe teoris
Practical elarning (belajar praktis
Peserta didik tipe teoris
Anderson dan Krathwohl (2001) melakukan revisi kawasan kognitif. Terdapat 6 tingkatan pada kawasan kognitif, yaitu
Mengingat,Mengerti,Memakai,Menganalisis,Menilai, Mencipta
mengingat,mengerti,menganalisis,menilai,memakai,mencipta
Mengerti,,Memakai,Menganalisis,Menilai, Mencipta
meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama diajarkan makna
Mengingat,
Mengerti,
Memakai,
Menganalisis,
mampu membangun arti dai pesan pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tulisan maupun grafis kawasan kognitip tingkatan
Mengerti,
Mengingat,
Mengingat,
Menganalisis
Menganalisis
menggunakan prosedur untuk mengerjakan latihan maupun memecahkan masalah kawasan kogintip tingkatan
mencipta
menilai
mengingat
Memakai,
memecah bahan-bahan ke dalam unsur-unsur pokoknya dan menetukan bagaimaa bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain dan kepada seluruh struktur kawasan kognitip tingkatan
Mencipta,
Menganalisis,
Memakai,
Mengingat,
membuat suatu pokok yang baru dengan mengatur kembali unsurunsur atau bagian-bagian ke dalam suatu pola atau struktur yang belum pernah ada ranah kognitip tingkatan
Mencipta,
Menganalisis,
Memakai,
Memakai,
Kawasan afektif terdiri dari 5 tingkatan, yaitu:
Penerimaan (receiving),
Pemberian respons (responding)
Pemberian nilai atau penghargaan (valuing),
Pengorganisasian (organization),
Karakterisasi (characterization),
Kawasan afektif meliputi kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya tingkatan
Penerimaan (receiving)
Pemberian respons (responding),
Pemberian respons (responding),
Pengorganisasian (organization),
Pengorganisasian (organization),Kawasan afektif maknaya
meliputi sikap ingin merespons, puas dalam memberi respons.
meliputi kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya
meliputi kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya
meliputi kesadaran akan adanya sesuatu, ingin menerima, dan memperhatikannya
meliputi menjadikan nilai-nilai sebagai bagian pola hidupnya kawasan afektip maknaya
Karakterisasi (characterization),
Pengorganisasian (organization)
Pemberian respons (responding)
Pemberian nilai atau penghargaan (valuing),
Pengorganisasian (organization),kawasan afektip maknaya adalah
meliputi menghubungkan nilai- nilai yang dipercayainya
meliputi sikap ingin merespons, puas dalam memberi respons
meliputi menghubungkan nilai- nilai yang dipercayainya
meluputi menjadikan nilai-nilai sebagai bagian pola hidupnya.
Kawasan psikomotor kemampuan mengamati gerakan.
maknanya
Peniruan
Peniruan
Ketepatan,
Perangkaian
kemampuan mengikuti pengarahan, gerakan pilihan dan pendukung. kawasan psikomotor tingkatan
Penggunaan
Ketepatan,
Perangkaian,
Naturalisasi,
kemampuan memberikan respons atau melakukan gerak dengan benar kawasan afektip
Perangkaian,
Ketepatan,
Naturalisasi,
Naturalisasi,
melakukan gerakan secara rutin dengan menggunakan energi fisik dan psikis yang minimal.kawasan psikomotor
Naturalisasi,
Perangkaian,
Ketepatan,
Peniruan,
Kawasan kognitif,afektif,psikomotor
Pandangan Benjamin Samuel Bloom David Krathwohl
Pandangan Peter Honey dan Alan Mumford
Pandangan David A. Kolb terhadap Belaja
Pemikiran Prakonseptual dan periode pemikiran intuitif dan Penggunaan symbol/Bahasa tandamerupakan bagian dari tahap perkembangan Piaget, yang berada pada tahapan........
Properasional 2 - 7/8 tahun
operasional kongrit 7/ 11/12 tahun
Properasional 3 - 7/8 tahun
Operasional formal 11/12 - 18 tahun
