NEW
Font size
WorksheetsPuisi
Total questions: 30
Worksheet time: 3hrs 30mins
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Politik
Pahlawan
Keagamaan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
gadis yang selalu tersenyum
seorang gadis pengemis
Sempit lautan tuduh
Tempat ku mandi,
mencuci lumut pada diri
Tempat ku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian
kemudian ditanya tentang pahlawan
Nama ku yang ku sebut paling dahulu
Lantaran ku tahu Engkau ibu dan aku anak mu.
Isi puisi di atas menggambarkan sebuah perasaan yakni…
Kesedihan seorang anak karena ketiadaan ibunya
Kegelisahan hati seorang anak atas kehadiran ibunya
Perasaan rindu seorang anak pada ibunya
Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya sendiri
Bacalah puisi di bawah ini!
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Guruku...
Tanpamu apa jadinya aku
Aku dapat membaca, menulis,
Dan mendapat segala pengetahuan darimu
Dari dulu hingga sekarang
Engkaulah yang mengajariku
Aku membuatmu marah
Engkau memaafkanku
Aku berterimakasih padamu
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Jasamu akan kukenang
Sampai akhir hayat nanti
Makna dari puisi di atas adalah...
Guru mengajarkan kesabaran
Guru mengajarkan pengetahuan
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bagi muridnya
Pahlawan Indonesia adalah guru
Bacalah Puisi dibawah ini !
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
......................................................
Senyum bekunya mau berkata,
kita sedang perang.
Kalimat yang tepat untuk mengisi penggalan puisi di atas adalah .........
Menangkap sepi padang senja
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar biasa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Gemericik air mengalir jernih
Percikkan ke muka segar rasanya
Ikan berlumban tak kenal sedih
Gerak gembira jiwa merdeka
Ibunda
Hatimu tak pernah kemarau
Meski waktu merambat makin tua
Aku kini bukan bocah lagi
Telah beranjak, berpikir, dan berasa
Terbayang dulu menangis manja disuapi
Tangan lembutmu menyentuh jiwaku
Tema puisi tersebut adalah ....
kasih sayang
lingkungan
balas budi
kenangan
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
Saat itu
Saat Mentari mulai terbit
Itulah awal aku mengenalmu dalam buku
Saat raja siang membakar
Itulah awal aku bersamamu
Saat hujan turun dengan lebat
Itulah saat aku menghawatirkanmu
Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum
Itulah saat aku memikirkanmu
Saat malam semakin larut
Saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu
Tema puisi tersebut adalah …
Orang yang sangat setia
Keakraban seseorang dengan waktu
Orang yang sedang marah
Kerinduan seseorang terhadap ilmu
Dalam suram dari murung senja
Bersama ketukan jari hujan
Dan di hati bangkit kemanisan
Yang berakhir negeri sendiri
Yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …
Janganlah suka bermain air hujan
Janganlah masalah disimpan dalam hati
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah membiarkan pintu terbuka
Masa kecilku begitu penuh ceria
Kala itu yang ada hanyalah nyata
Dan tak ada sedikit pun pura-pura
Salah satunya
Saat aku diboncengkan sepeda
Oleh ayah tercinta
Penuh kasih kami bergembira
Melihat alam penuh pesona
Sawah menguning sebagai pertanda
Sebentar lagi panen akan tiba
Semua pun menyambutnya dengan sukacita
Isi puisi tersebut adalah ...
Menceritakan seorang petani yang akan panen
Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa
Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan
Menggambarkan seorang sedang menyambut panen
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar bisa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya
(Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang senantiasa bertambang
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestapa
Seorang tiada hingganya
Tema puisi tersebut adalah …
Perang menimbulkan hutang
Perang menumbuhkan dendam
Kedamaian tumbuh setelah perang
Perang mengakibatkan kesengsaraan
Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah …
Gembira
Galau
Bimbang
Marah
Bacalah puisi berikut!
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas....
Metafora
Litotes
Personifikasi
Eufemisme
HIDUP DAN PESAN NABI
Hidup bagaikan garis lurus tak pernah kembali ke masa yang lalu
Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal
Hidup ini melangkah terus semakin mendekat ke titik akhir
Setiap langkah hilangkan jatah menikmati hidup nikmati dunia
Kalimat bermajas perbandingan pada kutipan puisi karya Taufiq Ismail di atas terdapat pada larik . . . .
kesatu
ketiga
kedua
keempat
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
Suatu senja di kala sunyi
Nelayan itu berjalan tegap
Ke arah debur ombak berbunyi
Dikelilingi cuaca gelap
(“Nelayan” karya Helmi Nasution)
Penggalan puisi di atas menceritakan . . . .
para nelayan yang pergi melaut setelah sore tiba di rumah
para nelayan yang seharian mencari ikan di laut lepas baru kembali setelah larut malam
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas pada malam hari dan pagi hari baru kembali
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas baru mendengar suara ombak setelah malam hari
Perhatikan penggalan puisi berikut!
1). Kutulis surat ini
2). Kala hujan gerimis
3). Dan angin bertiup
4). Mengelus daun cemara
Larik yang bermajas pada puisi tersebut terdapat pada nomor . . . .
1
2
3
4
BILA NABATI TERSUNGKUR
Kucoba berjalan menapaki pertiwi nan luas
sambil menatap perutnya yang berhias panorama indah
Jejeran pohon sambil melambai siapapun yang lewat
tersirat makna: Aku di sini, seolah dia berucap
Akulah pelindung dari surya yang memuntahkan sengatan panas
Akulah penelan gelombang air yang siap menenggelamkan
Akulah pelindung hewani yang berkeliaran tanpa arah
Cobalah gunakan setetes aqliyah
Karya: Faisal Hakiki
Pesan yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah . . . .
hutan adalah pelindung dari panas
bencana banjir adalah karena penebangan hutan
hutan adalah pelindung dari bencana banjir
bencana terjadi karena ulah manusia sendiri
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata kayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka
Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus.
(”Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini”, karya Taufiq Ismail) .
Realitas sosial yang ingin ditunjukkan oleh puisi tersebut adalah ....
orang-orang hidup damai dan layak
orang-orang yang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan
orang-orang yang mengaku sebagai pemilik republik
orang-orang yang nasibnya tidak diperhatikan oleh negara dan tidak mendapatkan kelayakan padahal sudah merdeka
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Teratai
Kepada Ki Hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, Laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
Teruslah, o, Teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman
Sanusi Pane, 1957
Puisi tersebut menggambarkan sosok Ki Hajar Dewantara yang dikagumi oleh penyair.Dalam puisinya, kerendahan hati Ki Hajar Dewantara digambarkan laksana sekuntum bunga teratai, tersembunyi kembang indah permai. Hal itu dapat diartikan sebagai ....
seseorang yang terkenal dalam masyarakat
seseorang yang memiliki cita-cita demi kemajuan bangsa Indonesia
seseorang yang memiliki gagasan dalam pendidikan
seseorang yang tidak dikenal oleh banyak orang, diabaikan, atau tidak diminati tetapi gagasannya diterima secara umum bahkan diakui dunia
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
(Menyesal, A. Hasyim)
Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….
kekesalan
kekhwatiran
kelalaian
keteledoran
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Samudera
Diri manusia adalah samudera
dalam dan luas
malaikat dan setan membunyikan
genderang perang
berkejaran di atas ombak-ombak
terpental ke pantai lantas
menggapai langit
dengan jemari dan kuku-kukunya
satu kalah
satu menang
(Tengsoe Tjahjono)
Kata yang memiliki makna kiasan dalam puisi di atas adalah ....
samudera
manusia
kalah
langit
Sebuah jendela kaca membentang dunia lama
dalam suram dari murung senja
bersama ketukan jari hujan
dan di hati bangkit kemanisan
yang berakhir negeri sendiri
yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .
Jangan suka bermain air
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah masalah di simpan dalam hati
Janganlah membiarkan jendela terbuka
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
Meski kini
Mampu aku berdiri, berjalan sendiri
Tetapi aku anakmu, butuh kasihmu
Ibu...
Pernyataan yang merupakan isi puisi tersebut adalah...
Sesukses apapun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang ibu.
Meskipun bisa berdiri dan berjalan, seorang anak tetap membutuhkan ibunya.
Kasih sayang ibu mampu membuat anaknya berdiri dan berjalan.
Seorang ibu tetap membutuhkan kasih sayang dari anaknya.
