wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Puisi

Total questions: 30

Worksheet time: 3hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

senja yang pilu

membuat hari kian membiru

langit tampak keruh

mengantar kepergianmu pahlawanku

 

gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi

melagukan nada-nada lara hati

saat doa-doa ikut tertanam

bersama bayangmu yang kian tenggelam.

tema puisi tersebut adalah ....

a)

Perjuangan

b)

Politik

c)

Pahlawan

d)

Keagamaan

2.

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil

Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka

Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.

Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..

a)

gadis yang membawa kaleng

b)

seorang anak kecil

c)

gadis yang selalu tersenyum

d)

seorang gadis pengemis

3.

Sempit lautan tuduh

Tempat ku mandi,

mencuci lumut pada diri

Tempat ku berlayar,

menebar pukat dan melempar sauh

Kalau aku ujian

kemudian ditanya tentang pahlawan

Nama ku yang ku sebut paling dahulu

Lantaran ku tahu Engkau ibu dan aku anak mu.

Isi puisi di atas menggambarkan sebuah perasaan yakni…

a)

Kesedihan seorang anak karena ketiadaan ibunya

b)

Kegelisahan hati seorang anak atas kehadiran ibunya

c)

Perasaan rindu seorang anak pada ibunya

d)

Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya sendiri

4.

Bacalah puisi di bawah ini!

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guruku...

Tanpamu apa jadinya aku

Aku dapat membaca, menulis,

Dan mendapat segala pengetahuan darimu

Dari dulu hingga sekarang

Engkaulah yang mengajariku

Aku membuatmu marah

Engkau memaafkanku

Aku berterimakasih padamu

Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Jasamu akan kukenang

Sampai akhir hayat nanti

Makna dari puisi di atas adalah...

a)

Guru mengajarkan kesabaran

b)

Guru mengajarkan pengetahuan

c)

Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bagi muridnya

d)

Pahlawan Indonesia adalah guru

5.

Bacalah Puisi dibawah ini !

Pahlawan Tak Dikenal

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

......................................................

Senyum bekunya mau berkata,

kita sedang perang.

Kalimat yang tepat untuk mengisi penggalan puisi di atas adalah .........

a)

Menangkap sepi padang senja

b)

Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

c)

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

d)

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

6.

Seratus Juta

Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar biasa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....

a)

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

b)

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

c)

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

d)

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

7.

Gemericik air mengalir jernih

Percikkan ke muka segar rasanya

Ikan berlumban tak kenal sedih

Gerak gembira jiwa merdeka

Ibunda

Hatimu tak pernah kemarau

Meski waktu merambat makin tua

Aku kini bukan bocah lagi

Telah beranjak, berpikir, dan berasa

Terbayang dulu menangis manja disuapi

Tangan lembutmu menyentuh jiwaku


Tema puisi tersebut adalah ....

a)

kasih sayang

b)

lingkungan

c)

balas budi

d)

kenangan

8.

Memandang senja bersama jingganya

Menikmati pasir putihnya dengan manja

Mendengar riuh ombak yang pulang

Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda

Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya

Bagi insan yang mempunyai rasa


Isi puisi tersebut adalah ....

a)

seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai

b)

seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai

c)

seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai

d)

seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai

9.

Saat itu


Saat Mentari mulai terbit

Itulah awal aku mengenalmu dalam buku

Saat raja siang membakar

Itulah awal aku bersamamu

Saat hujan turun dengan lebat

Itulah saat aku menghawatirkanmu

Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum

Itulah saat aku memikirkanmu

Saat malam semakin larut

Saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu

Tema puisi tersebut adalah …

a)

Orang yang sangat setia

b)

Keakraban seseorang dengan waktu

c)

Orang yang sedang marah

d)

Kerinduan seseorang terhadap ilmu

10.

Dalam suram dari murung senja

Bersama ketukan jari hujan

Dan di hati bangkit kemanisan

Yang berakhir negeri sendiri

Yang lalu tak kan surut lagi

Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …

a)

Janganlah suka bermain air hujan

b)

Janganlah masalah disimpan dalam hati

c)

Janganlah terlalu memikirkan masa lalu

d)

Janganlah membiarkan pintu terbuka

11.

Masa kecilku begitu penuh ceria

Kala itu yang ada hanyalah nyata

Dan tak ada sedikit pun pura-pura

Salah satunya

Saat aku diboncengkan sepeda

Oleh ayah tercinta

Penuh kasih kami bergembira

Melihat alam penuh pesona

Sawah menguning sebagai pertanda

Sebentar lagi panen akan tiba

Semua pun menyambutnya dengan sukacita


Isi puisi tersebut adalah ...

a)

Menceritakan seorang petani yang akan panen

b)

Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa

c)

Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan

d)

Menggambarkan seorang sedang menyambut panen

12.

Deretan bukit menghijau

Hamparan kerikil dan batu

Air sungai gemericik merdu

Di sanalah tempat kami bersatu

Sungguh indah dikenangkan

Takkan mungkin terlupakan

Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

13.

Berkenalan dengan sepi

(…)

Jalanan berderu tak berhenti

Lewat nasip menatapnya


Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …

a)

Pada malam aku terkenang

b)

Gelap di malam dingin

c)

Sepi yang diam seribu bahasa

d)

Melewati jalanan yang berbatu

14.

Seratus Juta


Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa

Kini kutundukkan kepala, karena

Ada sesuatu besar luar bisa

Hilang terasa dari rongga dada

Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini

Seratus juta banyaknya

Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya

(Taufik Ismail)

Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..

a)

Tetap berjuang tanpa kenal putus asa

b)

Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa

c)

Pasrah pada keadaan yang menyulitkan

d)

Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia

15.

Setelah perang memberi kita

Puing demi puing kepapaan dan air mata

Daftar jenazah yang senantiasa bertambang

Hutang dalam ratusan jam kerja

Timbullah kini kesabaran dan kekuatan

Memikul berat beban nestapa

Seorang tiada hingganya


Tema puisi tersebut adalah …

a)

Perang menimbulkan hutang

b)

Perang menumbuhkan dendam

c)

Kedamaian tumbuh setelah perang

d)

Perang mengakibatkan kesengsaraan

16.

Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah …

a)

Gembira

b)

Galau

c)

Bimbang

d)

Marah

17.

Bacalah puisi berikut!

Perpisahan

Akhirnya peluit pun dibunyikan

Buat penghabisan kali kugenggam jarimu

Lewat celah kaca jendela

Lalu perlahan-lahan jarak antar kita

Mengembang jua

Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu

Yang menggigil di angin senja


Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas....

a)

Metafora

b)

Litotes

c)

Personifikasi

d)

Eufemisme

18.

HIDUP DAN PESAN NABI

Hidup bagaikan garis lurus tak pernah kembali ke masa yang lalu

Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal

Hidup ini melangkah terus semakin mendekat ke titik akhir

Setiap langkah hilangkan jatah menikmati hidup nikmati dunia


Kalimat bermajas perbandingan pada kutipan puisi karya Taufiq Ismail di atas terdapat pada larik . . . .

a)

kesatu

b)

ketiga

c)

kedua

d)

keempat

19.

SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas anakku sayang

pergi ke hidup bebas

selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinari daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau


Suasana puisi tersebut adalah . . . .

a)

mengharukan

b)

mengecewakan

c)

menyedihkan

d)

menjengkelkan

20.

Suatu senja di kala sunyi

Nelayan itu berjalan tegap

Ke arah debur ombak berbunyi

Dikelilingi cuaca gelap

(“Nelayan” karya Helmi Nasution)


Penggalan puisi di atas menceritakan . . . .

a)

para nelayan yang pergi melaut setelah sore tiba di rumah

b)

para nelayan yang seharian mencari ikan di laut lepas baru kembali setelah larut malam

c)

para nelayan yang mencari ikan di laut lepas pada malam hari dan pagi hari baru kembali

d)

para nelayan yang mencari ikan di laut lepas baru mendengar suara ombak setelah malam hari

21.

Perhatikan penggalan puisi berikut!

1). Kutulis surat ini

2). Kala hujan gerimis

3). Dan angin bertiup

4). Mengelus daun cemara


Larik yang bermajas pada puisi tersebut terdapat pada nomor . . . .

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

22.

BILA NABATI TERSUNGKUR


Kucoba berjalan menapaki pertiwi nan luas

sambil menatap perutnya yang berhias panorama indah

Jejeran pohon sambil melambai siapapun yang lewat

tersirat makna: Aku di sini, seolah dia berucap

Akulah pelindung dari surya yang memuntahkan sengatan panas

Akulah penelan gelombang air yang siap menenggelamkan

Akulah pelindung hewani yang berkeliaran tanpa arah

Cobalah gunakan setetes aqliyah

Karya: Faisal Hakiki


Pesan yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah . . . .

a)

hutan adalah pelindung dari panas

b)

bencana banjir adalah karena penebangan hutan

c)

hutan adalah pelindung dari bencana banjir

d)

bencana terjadi karena ulah manusia sendiri

23.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus

Berjalan terus

Kita adalah manusia bermata kayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka

Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara


Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus

Berjalan terus.


(”Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini”, karya Taufiq Ismail) .

Realitas sosial yang ingin ditunjukkan oleh puisi tersebut adalah ....

a)

orang-orang hidup damai dan layak

b)

orang-orang yang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan

c)

orang-orang yang mengaku sebagai pemilik republik

d)

orang-orang yang nasibnya tidak diperhatikan oleh negara dan tidak mendapatkan kelayakan padahal sudah merdeka

24.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Teratai


Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai


Tiada terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun berseri, Laksmi mengarang

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia


Teruslah, o, Teratai bahagia

Berseri di kebun Indonesia

Biarkan sedikit penjaga taman


Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau turut menjaga jaman


Sanusi Pane, 1957

Puisi tersebut menggambarkan sosok Ki Hajar Dewantara yang dikagumi oleh penyair.Dalam puisinya, kerendahan hati Ki Hajar Dewantara digambarkan laksana sekuntum bunga teratai, tersembunyi kembang indah permai. Hal itu dapat diartikan sebagai ....

a)

seseorang yang terkenal dalam masyarakat

b)

seseorang yang memiliki cita-cita demi kemajuan bangsa Indonesia

c)

seseorang yang memiliki gagasan dalam pendidikan

d)

seseorang yang tidak dikenal oleh banyak orang, diabaikan, atau tidak diminati tetapi gagasannya diterima secara umum bahkan diakui dunia

25.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!

Aku lalai di hari pagi

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu miskin harta


(Menyesal, A. Hasyim)

Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….

a)

kekesalan

b)

kekhwatiran

c)

kelalaian

d)

keteledoran

26.

Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!


Samudera


Diri manusia adalah samudera

dalam dan luas

malaikat dan setan membunyikan

genderang perang

berkejaran di atas ombak-ombak

terpental ke pantai lantas

menggapai langit

dengan jemari dan kuku-kukunya

satu kalah

satu menang


(Tengsoe Tjahjono)

Kata yang memiliki makna kiasan dalam puisi di atas adalah ....

a)

samudera

b)

manusia

c)

kalah

d)

langit

27.

Sebuah jendela kaca membentang dunia lama

dalam suram dari murung senja

bersama ketukan jari hujan

dan di hati bangkit kemanisan

yang berakhir negeri sendiri

yang lalu tak kan surut lagi


Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .

a)

Jangan suka bermain air

b)

Janganlah terlalu memikirkan masa lalu

c)

Janganlah masalah di simpan dalam hati

d)

Janganlah membiarkan jendela terbuka

28.

Sepuluh November

Saat itu

Api yang membakar dadamu

Mengukuhkan semangat juangmu

Saat ini

Meskipun jasmanimu cacat

Jiwamu, pahlawan

Memihak yang benar

Semangat yang benar

Semangat itu bergemuruh di dada

Di hati para pemuda


Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .

a)

semangat

b)

zat yang panas

c)

suara

d)

perjuangan

29.

Perhatikan penggalan puisi berikut!


Sajak putih

Karya : Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda


Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....

a)

gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang

b)

pada sore hari

c)

bola matanya yang indah

d)

indahnya menjalani kehidupan

30.

Meski kini

Mampu aku berdiri, berjalan sendiri

Tetapi aku anakmu, butuh kasihmu

Ibu...


Pernyataan yang merupakan isi puisi tersebut adalah...

a)

Sesukses apapun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang ibu.

b)

Meskipun bisa berdiri dan berjalan, seorang anak tetap membutuhkan ibunya.

c)

Kasih sayang ibu mampu membuat anaknya berdiri dan berjalan.

d)

Seorang ibu tetap membutuhkan kasih sayang dari anaknya.