wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Mengenal Teks Anekdot

Total questions: 83

Worksheet time: 7hrs 59mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan teks anekdot?

a)

Teks anekdot adalah cerita pendek yang mengandung humor atau sindiran.

b)

Teks anekdot adalah novel yang penuh dengan deskripsi.

c)

Teks anekdot adalah laporan ilmiah yang formal.

d)

Teks anekdot adalah jenis puisi yang panjang.

2.

Sebutkan ciri-ciri teks anekdot!

a)

Ciri-ciri teks anekdot adalah bersifat humoris, menceritakan pengalaman, menghibur, dan mengandung pesan moral.

b)

Ciri-ciri teks anekdot adalah bersifat serius dan formal.

c)

Ciri-ciri teks anekdot hanya menceritakan fakta tanpa humor.

d)

Ciri-ciri teks anekdot tidak mengandung pesan moral.

3.

Apa tujuan dari penulisan teks anekdot?

a)

Tujuan dari penulisan teks anekdot adalah untuk menghibur dan menyampaikan pesan moral.

b)

Untuk menulis laporan resmi tentang suatu kejadian.

c)

Untuk memberikan informasi ilmiah yang kompleks.

d)

Untuk menjelaskan sejarah suatu peristiwa.

4.

Berikan contoh tema yang sering diangkat dalam teks anekdot!

a)

Persahabatan antar manusia

b)

Kecerdasan hewan

c)

Keberanian dalam menghadapi tantangan

d)

Kebodohan manusia, kesalahpahaman, situasi konyol.

5.

Jelaskan struktur umum dari teks anekdot!

a)

Struktur umum dari teks anekdot terdiri dari latar belakang, konflik, dan kesimpulan.

b)

Struktur umum dari teks anekdot terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.

c)

Struktur umum dari teks anekdot hanya mencakup orientasi dan resolusi.

d)

Struktur umum dari teks anekdot terdiri dari pengantar, isi, dan penutup.

6.

Apa perbedaan antara teks anekdot dan teks naratif?

a)

Teks anekdot selalu berisi fakta sejarah, sedangkan teks naratif tidak.

b)

Teks anekdot bersifat humoris dan menghibur, sedangkan teks naratif menceritakan cerita dengan alur dan karakter.

c)

Teks anekdot ditulis dalam bentuk puisi, sedangkan teks naratif dalam bentuk prosa.

d)

Teks anekdot hanya digunakan untuk pendidikan, sedangkan teks naratif untuk hiburan.

7.

Sebutkan beberapa tokoh terkenal yang sering dijadikan objek anekdot!

a)

Prabowo Subianto

b)

Soekarno, Joko Widodo, Habibie, W.S. Rendra, Sapardi Djoko Damono

c)

Susi Pudjiastuti

d)

B.J. Habibie

8.

Bagaimana cara menyusun teks anekdot yang baik?

a)

Langkah-langkah menyusun teks anekdot yang baik.

b)

Membaca teks anekdot yang sudah ada.

c)

Menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi.

d)

Menyusun laporan ilmiah tentang anekdot.

9.

Apa yang membuat teks anekdot menarik untuk dibaca?

a)

Fakta ilmiah yang rumit.

b)

Unsur humor dan kejadian unik.

c)

Kejadian biasa dan tidak menarik.

d)

Cerita yang panjang dan membosankan.

10.

Sebutkan satu contoh teks anekdot yang kamu ketahui!

a)

Contoh teks anekdot: Seorang guru bertanya kepada muridnya, 'Jika kamu memiliki 10 apel dan temanmu meminta 2, berapa banyak apel yang kamu miliki?' Murid itu menjawab, '10, karena saya tidak mau memberikannya!'.

b)

Contoh teks anekdot: Seorang dokter yang tidak pernah sakit, meskipun merokok setiap hari.

c)

Contoh teks anekdot: Seorang raja yang sangat pelit, selalu menghitung uangnya setiap malam.

d)

Contoh teks anekdot: Seorang pelukis yang hanya melukis dengan warna hitam dan putih.

11.

Bagian orientasi pada teks anekdot berisi tentang ...

a)

bagian yang memperlihatkan tanggapan atau respons dari suatu masalah

b)

bagian yang menjelaskan mengenai masalah utama

c)

bagian akhir teks yang memberikan simpulan

d)

bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita/latar belakang cerita

e)

bagian yang menunjukkan penyelesaian masalah

12.

Perbedaan anekdot dengan cerpen terletak pada ...

a)

kelucuannya

b)

pelakunya

c)

alurnya

d)

bentuknya

e)

temanya

13.

Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...

a)

Kelucuan dan nilai didiknya

b)

Pelaku dan alurnya

c)

Panjang cerita dan bagusnya

d)

Gaya bercerita

e)

Model tulisannya

14.

Suatu hari Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.

Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.

Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)

Sopir : "Itu jelas salahmu!"

Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)

Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"

Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah ...

a)

Budi

b)

Sopir

c)

Seseorang

d)

Mobil

e)

Orang sial

15.

Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.


Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...

a)

Sedangkan

b)

Lalu

c)

Tetapi

d)

Dan

e)

Kemudian

16.

Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!

1. Bu guru pun tersenyum

2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.

a)

1-2-3-4-5-6

b)

2-4-5-3-6-1

c)

2-4-3-5-1-6

d)

1-2-4-5-3-6

e)

3-2-1-4-5-6

17.

Gambar tersebut merupakan....

a)

Karikatur

b)

Foto

c)

Lukisan Abstrak

d)

Gambar Alam

e)

Komik

18.

Teks anekdot disebut juga teks . . .

a)

Lelucon

b)

Serius

c)

Formal

d)

Resmi

e)

Kolosal

19.

Teks anekdot biasanya berisi ...

a)

humor dan lelucon berdasarkan khayalan penulis

b)

sebuah permasalahan yang diakhiri dengan persetujuan atau kesepakatan.

c)

humor bersifat menghibur tanpa berisi kritik atau pun saran.

d)

saran yang disampaikan melalui cerita lucu.

e)

kritik sosial mengenai kehidupan sehari-hari.

20.

Bagian terjadinya masalah atau hal unik dalam struktur teks anekdot disebut.....

a)

krisis

b)

abtraksi

c)

koda

d)

reaksi

e)

Definisi

21.

Sindiran dalam teks anekdot dapat diungkapkan dengan antonim. Pasangan kata di bawah ini yang merupakan antonim, kecuali....

a)

Benar – Salah

b)

Kaya – Miskin

c)

Gagal - Sukses

d)

Rajin – Malas

e)

Target – Sasaran

22.

Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...

a)

Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata

b)

Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila

c)

Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis

d)

Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut

e)

Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan

23.

Perhatikan teks anekdot berikut!

Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si Tua itu si keledai, “Jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si Tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani? Toh bebanku sama saja.” Si Tua pun berlari meninggalkan keledai.

Konjungsi antar kalimat yang digunakan pada teks tersebut adalah….



(a)  

24.

Menyampaikan kritikan secara tidak langsung dengan cara menyindir, tetapi dapat membangkitkan tawa merupakan ... teks anekdot.

a)

pengertian

b)

ciri-ciri

c)

tujuan

d)

kaidah kebahasaan

e)

karakteristik

25.

Cermati ciri-ciri teks anekdot berikut!

1. Berupa teks yang berisi pengetahuan

2. Menampilkan tokoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting

3. Menggunakan bahasa yang baku

4. Terselip kritik atau pesan

Ciri-ciri teks anekdot secara umum terdapat pada nomor ...

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

1 dan 3

e)

2 dan 4

26.

Makna tersirat dalam teks anekdot tersebut adalah….

a)

Para pejabat negara banyak yang melakukan korupsi sehingga dianggap merampok uang rakyat.

b)

Para pejabat negara tidak takut dengan perampok karena merekalah perampok sesungguhnya.

c)

Pejabat negara selalu menggunakan barang mewah dan mengendarai mobil mewah.

d)

Sebaiknya para pejabat negara lebih berhati-hati ketika melewati jalan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga

27.

Bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik disebut …

a)

Abstraksi

b)

Orientasi

c)

Krisis

d)

Reaksi

e)

Koda

28.

Bagian yang menunjukkan konflik cerita disebut….

a)

Abstraksi

b)

Orientasi

c)

Krisis

d)

Reaksi

e)

Koda

29.

Bacalah teks berikut!

Cuma Takut Tiga Roda


(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.

(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.

(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”

Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

4

d)

5 dan 6

e)

7

30.

Bacalah teks anekdot tersebut!

Kisah Pemulung

Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.

Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”

Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”

Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”

Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”

Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”

Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”

Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.

Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...

a)

Masih banyak orang miskin di sekitar kita!

b)

Pemulung dilarang masuk!

c)

Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.

d)

Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.

e)

Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.

31.

Apa pengertian dari teks anekdot?

a)

Teks anekdot adalah cerita pendek yang mengandung humor atau sindiran.

b)

Teks anekdot adalah laporan ilmiah yang formal.

c)

Teks anekdot adalah novel yang penuh dengan deskripsi.

d)

Teks anekdot adalah jenis puisi yang panjang.

32.

Sebutkan tiga gagasan yang sering muncul dalam teks anekdot!

a)

Resep masakan, olahraga, musik

b)

Humor, kritik sosial, pengalaman pribadi

c)

Sejarah, geografi, sains

d)

Fiksi, puisi, drama

33.

Bagaimana cara menyampaikan pendapat dalam teks anekdot?

a)

Hanya tulis pendapat tanpa kesimpulan.

b)

Gunakan bahasa yang sangat formal dan rumit.

c)

Sampaikan pendapat dengan jelas, dukung dengan contoh, dan akhiri dengan kesimpulan.

d)

Sampaikan pendapat secara acak tanpa contoh.

34.

Apa pesan moral yang biasanya terdapat dalam teks anekdot?

a)

Pesan tentang teknologi modern.

b)

Pesan tentang cara memasak yang baik.

c)

Pesan moral tentang perilaku manusia dan pelajaran hidup.

d)

Pesan tentang pentingnya kekayaan.

35.

Jelaskan perbedaan antara teks anekdot dan teks naratif!

a)

Teks anekdot ditulis untuk tujuan akademis, sementara teks naratif hanya untuk hiburan.

b)

Teks anekdot selalu berisi fakta sejarah, sedangkan teks naratif tidak memiliki struktur.

c)

Teks anekdot bersifat lucu dan pribadi, sedangkan teks naratif memiliki alur cerita yang jelas dan bertujuan menyampaikan pesan.

d)

Teks anekdot dan teks naratif keduanya memiliki alur cerita yang sama dan tidak ada perbedaan.

36.

Mengapa teks anekdot sering digunakan dalam pendidikan?

a)

Teks anekdot menarik dan membantu pemahaman siswa.

b)

Teks anekdot hanya untuk hiburan.

c)

Teks anekdot sulit dipahami oleh siswa.

d)

Teks anekdot tidak relevan dalam pembelajaran.

37.

Sebutkan contoh situasi yang bisa dijadikan teks anekdot!

a)

Seorang guru memberikan hadiah kepada siswa yang rajin.

b)

Seorang siswa membantu temannya mengerjakan PR.

c)

Seorang siswa mencoba menyontek di kelas tetapi ketahuan oleh guru.

d)

Seorang siswa mendapatkan nilai tertinggi di kelas.

38.

Apa saja ciri-ciri khas dari teks anekdot?

a)

Mengandung unsur fiksi ilmiah

b)

Ciri-ciri khas dari teks anekdot adalah mengandung humor, menceritakan pengalaman pribadi, memiliki struktur yang jelas, dan menggunakan bahasa santai.

c)

Menceritakan kisah sejarah

d)

Menggunakan bahasa formal

39.

Bagaimana struktur umum dari teks anekdot?

a)

Pengantar, Konflik, Penyelesaian, Penutup

b)

Deskripsi, Tantangan, Penyelesaian, Refleksi

c)

Pendahuluan, Masalah, Solusi, Kesimpulan

d)

Orientasi, Komplikasi, Resolusi, Koda

40.

Mengapa humor penting dalam teks anekdot?

a)

Humor penting dalam teks anekdot karena dapat menarik perhatian dan membuat pesan lebih mudah diingat.

b)

Humor hanya penting dalam teks ilmiah, bukan anekdot.

c)

Humor tidak berpengaruh pada daya tarik teks anekdot.

d)

Humor membuat teks anekdot menjadi lebih panjang dan membosankan.

41.

Sebutkan dua contoh tema yang sering diangkat dalam teks anekdot!

a)

Persahabatan, petualangan

b)

Humor, kritik terhadap kebijakan

c)

Romansa, sejarah

d)

Teknologi, sains

42.

Bagaimana cara membuat teks anekdot yang menarik?

a)

Gunakan bahasa yang kaku dan formal.

b)

Fokus pada pengalaman pribadi yang lucu dan gunakan gaya bercerita yang santai.

c)

Hanya menceritakan fakta tanpa emosi.

d)

Gunakan banyak istilah teknis dan ilmiah.

43.

Apa yang membedakan teks anekdot dengan teks humor lainnya?

a)

Teks anekdot selalu memiliki pesan moral, sedangkan teks humor lainnya tidak.

b)

Teks anekdot lebih panjang dibandingkan teks humor lainnya.

c)

Teks anekdot biasanya menceritakan pengalaman pribadi dan memiliki struktur yang jelas.

d)

Teks anekdot tidak mengandung unsur humor.

44.

Fungsi sindiran dalam teks anekdot yaitu ....

a)

agar mudah dimengerti

b)

agar tidak menyingung perasaan orang lain

c)

agar membuat orang lain sedih

d)

agar menyinggung perasaan orang lain

e)

agar menyakiti hati orang lain

45.

Subjek teks anekdot biasanya berkaitan dengan ....

a)

orang biasa

b)

orang tidak berpengaruh

c)

orang yang tidak memiliki jabatan

d)

orang terkenal

e)

orang tidak terkenal

46.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

Tempat parkir menjadi pusat pencurian sepeda motor.

b)

Hendaknya menjaga keamanan barangnya sendiri-sendiri.

c)

Petugas kepolisian seharusnya tidak melakukan pungutan liar dalam melayani masyarakat.

d)

Ucapan terima kasih sangat berarti bagi petugas.

e)

Kehilangan motor merupakan pengalaman yang berharga.

47.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

a)

Isi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

b)

Kondisi peradilan di negara kita.

c)

Kondisi jurusan hukum di sebuah universitas.

d)

Situasi perkuliahan di sebuah universitas.

e)

Proses belajar mengajar di sebuah universitas.

48.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

a)

Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.

b)

Menyindir Ali yang bertanya tentang kepanjangan KUHP.

c)

Mengkritik Bapak dosen yang sedang memberikan kuliah hukum pidana.

d)

Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.

e)

Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.

49.

Gambar anekdot di bawah ini berisikan ....

a)

kecaman

b)

nasihat

c)

pesan moral

d)

imbauan

e)

sindiran

50.

Makna tersirat pada gambar anekdot di bawah ini adalah ...

a)

Menyindir anggota PMR yang tidak mau sekolah.

b)

Menyindir anggota DPR yang sering bolos dalam bekerja.

c)

Menyindir seorang bapak yang selalu menasehati.

d)

Mengkritik anggota DPR yang sering bolos sekolah.

e)

Mengkritik anggota DPR yang tidak memerhatikan pelajar.

51.

Bacalah dengan cermat kutipan berikut!

a)

Kawasan hutan tempat hidup harimau semakin sempit.

b)

Harimau adalah binatang buas yang berbahaya bagi manusia.

c)

Banyak perburuan harimau untuk diambil kulitnya.

d)

Banyak harimau kelaparan masuk desa dan memangsa manusia.

e)

Habitat harimau di hutan semakin berkurang karena seleksi alam.

52.

Bacalah dengan cermat kutipan berikut!

a)

banyaknya kasus pencurian sandal di masjid

b)

anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal

c)

kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri

d)

kepala kampung yang mengayomi warganya

e)

hukuman untuk pencuri sandal

53.

Perhatikan kalimat berikut!

a)

pekerjaan

b)

jabatan

c)

gaji

d)

honor

e)

tugas

54.

Berikut ini yang bukan fungsi teks anekdot adalah ….

a)

menghibur pendengar atau pembaca

b)

mencairkan suasana

c)

menyampaikan sindiran kepada pihak tertentu

d)

mengkritik penguasa

e)

mendokumentasikan peristiwa masa lalu

55.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

a)

Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.

b)

Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.

c)

Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.

d)

Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.

e)

Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.

56.

“Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam untuk membicarakan sepak bola. Itu namanya orang yang fanatik terhadap sepak bola,” katanya. Kata fanatik pada kalimat tersebut menyatakan makna ….

a)

orang yang ingkar janji

b)

orang yang jujur

c)

orang yang tidak bisa dipercaya

d)

orang yang sangat kuat keyakinannya

e)

orang yang amanah

57.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

kritikan

b)

kecaman

c)

nasihat

d)

sindiran

e)

imbauan

58.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

Persahabatan Roni dan Jajang dapat terusik.

b)

Roni dan Jajang sebenarnya bukan sahabat.

c)

Pilihan Roni lebih baik dari pilihan Jajang.

d)

Pilihan Jajang lebih baik dari pilihan Roni.

e)

Persahabatan Roni dan Jajang tidak dapat terusik.

59.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

pesan untuk selalu mengalah kepada sahabat

b)

sindiran kepada kelompok tertentu

c)

kritik sosial kepada masyarakat terkait politik

d)

pesan agar selalu mengabaikan pinjaman

e)

pesan agar menjaga perdamaian dunia

60.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

Masih banyak orang miskin di sekitar kita.

b)

Pemulung dilarang masuk

c)

Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.

d)

Ternyata angka buta aksara di sekitar kita masih banyak.

e)

Ternyata masih banyak pemulung di sekitar kita.

61.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

Danang ulangan harian.

b)

Papa bertanya kepada Danang.

c)

Danang bertanya kepada papa.

d)

Papa memperingatkan Danang.

e)

Danang tidak mengenal papa.

62.

Bacalah teks anekdot berikut!

a)

Papa memperingatkan Danang supaya ulangannya tidak gagal lagi.

b)

Danang pura-pura lupa ingatan karena ulangannya gagal lagi.

c)

Papa tidak mengenal Danang karena ulangannya gagal lagi.

d)

Danang tidak mengenal papa karena ulangannya gagal lagi.

e)

Papa menanyakan hasil ulangan Danang yang gagal lagi.

63.

Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah ....

a)

Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.

b)

Secara umum menceritakan hewan dan manusia.

c)

Berdasarkan kejadian yang sebenarnya, terkadang juga berasal dari imajinasi.

d)

Merupakan sebuah dongeng.

e)

Memiliki tujuan tertentu atau bertujuan mengkritik.

64.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Makna lain (idomatis) paruh baya adalah…

a)

Setengah tua

b)

Sepuh

c)

Kakek-kakek

d)

Tua Bangka

e)

Buyut

65.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”

Kata yang menunjukkan peristiwa masa lalu pada teks di atas adalah…

a)

Alkisah

b)

Kepada

c)

Lantas

d)

Tunggu

e)

Kembali

66.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


kalimat seruan pada teks di atas adalah...

a)

“Kembali lima ribu ya Pak!”

b)

“Minta sedekahnya…”

c)

“Ini kembaliannya silakan diambil.”

d)

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.”

e)

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”

67.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Rangkaian peristiwa yang tepat pada anekdot tersebut adalah…

a)

Pengemis paruh baya -> meminta uang pada anak kecil -> diberikan uang -> lalu diberikan kembalian

b)

Pengemis paruh baya -> meminta sedekah -> diberikan uang kepada pedagang kaki lima -> meminta kembalian

c)

Pengemis paruh baya -> meminta sedekah kepada pedagang kaki lima -> pedagang kaki lima memberikan uang -> lalu meminta kembalian -> pengemis paruh baya memberikan uang kembalian berlebih

d)

Pengemis paruh baya -> pedagang kaki lima meminta sedekah -> diberikan uang pada pengemis -> diberikan kembalian

e)

Pengemis paruh baya -> meminta kembalian -> pedagang kaki lima meminta sedekah -> diberikan kembalian -> pengemis kaget

68.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Lelucon anekdot tersebut tampak pada kalimat…

a)

“Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut

b)

Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

c)

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima

d)

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

e)

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”

69.

Bersedekah

Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.

Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.

Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”

“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.

“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”


Pesan tersirat yang tepat pada teks di atas adalah…

a)

Bekerjalah tanpa mengenal lelah

b)

Jangan putus asa dalam mencapai tujuan

c)

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah

d)

Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia

e)

Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar

70.

Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.

"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.

"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.

"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.

"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.


Pesan yang sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah…

a)

Bertamulah kepada orang yang dianggap penting.

b)

Jika bertamu, hendaknya mengetuk pintu dahulu.

c)

Hormatilah setiap tamu yang datang.

d)

Bertamulah sesuai tata krama.

e)

Hargailah tamu meski datang tengah malam.

71.

Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.

"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.

"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.

"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.

"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.


“Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU.” Kata komitmen pada kalimat tersebut menyatakan makna…

a)

orang yang taat pada janji

b)

orang yang jujur

c)

orang yang ingkar janji

d)

orang yang amanah

e)

orang yang tidak bisa dipercaya

72.

Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.

"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.

"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.

"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.

"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.


Objek penceritaan pada teks cerita tersebut adalah…

a)

Gus Dur

b)

Tipe orang NU

c)

Orang Gila

d)

Orang Fanatik

e)

tiga orang

73.

Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.

"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.

"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.

"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.

"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.


“Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. Itu namanya orang yang gila NU.” tegas Gus Dur.

Ungkapan gila NU, dapat ditafsirkan sebagai orang yang…

a)

sering membicarakan NU

b)

tidak suka pada NU

c)

mendorong kemajuan NU

d)

suka pada NU

e)

sangat suka pada NU

74.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"

"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."

"Memang jatuhnya di mana?”

”Jatuhnya, sih, di dalam.”

”Lo, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”

”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."


Tema yang tepat untuk anekdot tersebut adalah…

a)

Nasrudin kehilangan cincin

b)

Nasrudin mendapat cincin

c)

Cincin dan Nasrudin

d)

Nasrudin "dikerjain"cincin

e)

Nasrudin mancari cincin

75.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"

"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."

"Memang jatuhnya di mana?”

”Jatuhnya, sih, di dalam.”

”Loh, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”

”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."


Isi anekdot tersebut tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari pada pernyataan berikut adalah…

a)

Setiap usaha harus dilakukan dengan tekun dan sabar.

b)

Bekerja dan berusahalah sesuai dengan aturan yang tepat.

c)

Berusahalah mencapai sesuatu dengan cara apa pun.

d)

Berusahalah jangan mudah menyerah.

e)

Berisi nasihat kepada para remaja agar mau bekerja keras.

76.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"

"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."

"Memang jatuhnya di mana?”

”Jatuhnya, sih, di dalam.”

”Loh, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”

”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."


Isi anekdot tersebut sesuai dengan pernyataan berikut…

a)

Tindakan Nasrudin mencari cincin di luar rumah merupakan cara yang cerdas.

b)

Berisi sindiran kepada para remaja yang malas bekerja keras.

c)

Tindakan Nasrudin mencari cincin di dalam rumah merupakan tindakan bodoh.

d)

Nasrudin merupakan tokoh yang mau bekerja keras.

e)

Setiap usaha tidak perlu dilakukan dengan sabar.

77.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"

"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."

"Memang jatuhnya di mana?”

”Jatuhnya, sih, di dalam.”

”Lo, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”

”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."


Pesan berikut tidak sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah…

a)

Jangan putus asa dalam mencapai tujuan.

b)

Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia.

c)

Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar.

d)

Mencari cincin yang jatuh hendaknya di tempat cincin tersebut jatuh.

e)

Manfaatkanlah masa mudamu untuk mencari ilmu.

78.

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”.

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

“Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.


Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…

a)

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.

b)

“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.

c)

Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.

d)

"Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”

e)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

79.

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”.

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

“Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.


Kalimat yang menunjukan reaksi adalah...

a)

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

b)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi

80.

Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!

1. Bu guru pun tersenyum

2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.


urutkan sesuai dengan struktur yang tepat!

a)

1-2-3-4-5-6

b)

2-4-5-3-6-1

c)

2-4-3-5-1-6

d)

1-2-4-5-3-6

e)

3-2-1-4-5-6

81.

KUHP

Seoraang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.


Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah...

a)

Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.

b)

Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.

c)

Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.

d)

Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.

e)

Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.

82.

KUHP

Seoraang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.


Siapakah partisipan yang digambarkan dalam anekdot tersebut, adalah…

a)

Pak Dosen

b)

Ali

c)

Ahmad

d)

Ali dan ahmad

e)

Ali, ahmad, dan pak dosen

83.

KUHP

Seoraang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.


Pada kalimat, “mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala ”, adalah termasuk kalimat struktur teks...

a)

asbtraksi

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda