Font size
WorksheetsMitigasi Struktural dan Non-Struktural
Total questions: 15
Worksheet time: 17mins
Bangunan tahan gempa biasanya didesain untuk mengatasi getaran dalam skala berapa pada skala Richter?
3-4
5-6
6-7
8-9
Salah satu teknik rekayasa bangunan tahan gempa yang paling umum digunakan adalah:
Penggunaan dinding bata biasa
Menggunakan bahan konstruksi ringan
Memasang peredam getaran
Memperkuat fondasi dengan beton biasa
Mitigasi struktural bertujuan untuk mengurangi risiko bencana melalui:
Pembenahan ekonomi masyarakat
Perubahan perilaku masyarakat
Perbaikan infrastruktur fisik
Pelatihan evakuasi
Salah satu kelemahan dari perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana adalah:
Membatasi pembangunan di kawasan rentan
Biaya pembangunan lebih tinggi
Kesulitan dalam implementasi di wilayah padat penduduk
Membutuhkan teknologi canggih
Peran teknologi dalam mitigasi bencana gempa bumi mencakup, kecuali:
Pemantauan aktivitas seismik
Mengembangkan peralatan komunikasi darurat
Merancang sistem peringatan dini
Mempercepat proses evakuasi fisik
Di antara langkah-langkah mitigasi non-struktural berikut, yang paling penting dalam menurunkan kerentanan sosial adalah:
Pelatihan simulasi bencana
Pembangunan gedung tahan gempa
Penempatan alat pemantau seismik
Pemindahan penduduk ke wilayah rawan
Mengapa bangunan dengan struktur tahan gempa membutuhkan fondasi yang fleksibel?
Untuk menghemat biaya pembangunan
Agar bangunan bisa bergerak saat terjadi gempa tanpa runtuh
Agar bangunan lebih ringan
Agar dapat dibangun lebih cepat
Sistem peredam getaran pada bangunan berfungsi untuk:
Meningkatkan estetika bangunan
Menyerap energi gempa untuk mengurangi guncangan
Mencegah bangunan mengalami kerusakan ringan
Menambah berat bangunan agar lebih stabil
Teknik "base isolation" dalam rekayasa bangunan tahan gempa adalah:
Menempatkan bangunan di atas bantalan yang menyerap guncangan
Memperkuat dinding luar bangunan
Membuat lantai bangunan lebih fleksibel
Menggunakan material bangunan yang lebih ringan
Salah satu teknik mitigasi struktural untuk mengurangi kerusakan saat gempa adalah:
Memindahkan masyarakat dari kawasan rawan
Membangun gedung dengan bahan dasar kayu ringan
Menggunakan material beton yang keras dan padat
Memasang sistem peredam di lantai atas gedung
Dalam konsep bangunan tahan gempa, mengapa fondasi bangunan yang fleksibel lebih baik daripada fondasi kaku, dan bagaimana fondasi fleksibel berperan dalam mitigasi bencana gempa? Jelaskan dengan contoh konkret.
Banyak yang berpendapat bahwa pelatihan kesiapsiagaan bencana lebih penting daripada penerapan mitigasi struktural. Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini? Jelaskan pendapat Anda berdasarkan konsep mitigasi non-struktural dan struktural.
Dalam konteks mitigasi bencana gempa, peraturan tata ruang sering kali dianggap tidak efektif di wilayah padat penduduk. Mengapa ini terjadi, dan solusi apa yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut?
Bagaimana pemanfaatan teknologi seperti GIS (Geographic Information System) dapat membantu dalam mitigasi non-struktural bencana gempa, dan mengapa teknologi ini penting dalam konteks perencanaan kebijakan mitigasi? Berikan contoh penggunaannya yang nyata.
Bangunan tahan gempa sering kali lebih mahal daripada bangunan biasa, namun kebijakan mitigasi non-struktural seperti pelatihan masyarakat dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah. Jika Anda harus memilih salah satu sebagai prioritas utama untuk diterapkan di sebuah daerah rawan gempa, mana yang akan Anda pilih dan mengapa? Jelaskan keputusan Anda dengan mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan masing-masing.
