WorksheetsSoal Literasi Kelas 5
Total questions: 60
Worksheet time: 1hrs 15mins
Indah sedang belajar tentang literasi di sekolah. Apa yang dimaksud dengan literasi?
Literasi adalah proses belajar di sekolah.
Literasi hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung.
Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis.
Literasi adalah kemampuan berbicara dan mendengarkan.
Agung sedang belajar tentang berbagai jenis teks. Sebutkan tiga jenis teks yang sering dibaca!
Teks laporan
Teks dialog
Teks naratif, teks deskriptif, teks eksposisi
Teks puisi
Dewi sedang membaca sebuah teks narasi. Apa tujuan membaca teks narasi tersebut?
Untuk mengetahui karakter tokoh dalam cerita.
Untuk menilai kualitas penulisan teks.
Untuk menghafal setiap kata dalam teks narasi.
Tujuan membaca teks narasi adalah untuk memahami alur cerita dan pesan yang disampaikan.
Yuni sedang berdiskusi dengan teman-temannya tentang perbedaan antara fakta dan opini. Jelaskan perbedaan antara fakta dan opini!
Fakta adalah informasi yang objektif dan dapat dibuktikan, sedangkan opini adalah pandangan subjektif yang tidak dapat dibuktikan.
Fakta dan opini adalah hal yang sama dan tidak dapat dibedakan.
Fakta adalah pendapat yang dapat dibuktikan.
Opini adalah informasi yang objektif dan dapat dibuktikan.
Rina ingin meningkatkan kemampuannya dalam membaca efektif. Sebutkan langkah-langkah yang harus dia lakukan!
Membaca tanpa tujuan
1. Menentukan tujuan membaca, 2. Memilih materi yang relevan, 3. Membaca dengan fokus, 4. Menggunakan teknik skimming dan scanning, 5. Mencatat poin penting, 6. Merenungkan dan mereview.
Membaca sambil multitasking
Mengabaikan materi yang tidak relevan
Dewi sedang belajar tentang kosakata dalam bahasa Indonesia. Apa yang dimaksud dengan kosakata?
Kosakata adalah kumpulan kata-kata dalam suatu bahasa.
Kosakata adalah aturan tata bahasa yang digunakan.
Kosakata adalah pengucapan kata-kata dalam suatu bahasa.
Kosakata adalah cara berbicara dalam suatu bahasa.
Indah sedang membaca sebuah artikel tentang pentingnya memahami isi bacaan. Mengapa penting untuk memahami isi bacaan?
Penting untuk memahami isi bacaan agar dapat memperoleh informasi yang akurat dan meningkatkan pemahaman.
Memahami isi bacaan hanya diperlukan untuk ujian saja.
Hanya penting untuk memahami bacaan yang menyenangkan.
Memahami isi bacaan tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis.
Yuni sedang belajar di rumah dan ingin tahu contoh kalimat yang menggunakan sinonim!
Dia sangat malas dan tidak peduli dengan pelajaran.
Dia sangat cepat dan lambat dalam belajar.
Dia sangat bodoh dan tidak pintar dalam pelajaran.
Dia sangat pintar dan cerdas dalam pelajaran.
Rizal sedang belajar tentang ringkasan. Apa yang dimaksud dengan ringkasan?
Ringkasan adalah penjelasan panjang dari suatu topik.
Ringkasan adalah pengulangan informasi yang sama.
Ringkasan adalah penyajian singkat dari informasi atau ide utama.
Ringkasan adalah daftar semua detail yang tidak penting.
Yuni sedang membaca sebuah artikel tentang cara menemukan ide pokok dalam bacaan. Jelaskan cara menemukan ide pokok dalam bacaan!
Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi fokus dalam bacaan.
Ide pokok tidak berhubungan dengan tema bacaan.
Ide pokok hanya terdapat di awal bacaan.
Ide pokok adalah informasi tambahan dalam bacaan.
Faisal sedang belajar tentang teks deskripsi. Sebutkan ciri-ciri teks deskripsi!
Ciri-ciri teks deskripsi antara lain: penggunaan bahasa yang jelas, fokus pada penggambaran, penggunaan kata sifat, dan struktur yang teratur.
Penggunaan bahasa yang ambigu
Fokus pada analisis
Penggunaan kata kerja
Dian sedang membaca buku, tetapi dia tidak memahami suatu kata. Apa yang harus dilakukan Dian?
Cari arti kata di kamus atau tanyakan kepada orang lain.
Biarkan saja dan tidak usah peduli.
Ulangi kata itu tanpa mencari tahu.
Coba tebak arti kata tersebut.
Ina sedang mencari tahu manfaat membaca buku!
Membaca buku dapat menyebabkan kebosanan
Manfaat membaca buku antara lain meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan mengurangi stres.
Membaca buku tidak ada hubungannya dengan kreativitas
Membaca buku hanya membuang waktu
Rina sedang membaca sebuah artikel tentang pengaruh cuaca terhadap kesehatan. Apa yang dimaksud dengan inferensi dalam membaca?
Inferensi adalah proses membaca teks dengan cepat.
Inferensi adalah pengulangan informasi yang sudah ada dalam teks.
Inferensi adalah cara untuk menilai kualitas teks yang dibaca.
Inferensi adalah penarikan kesimpulan dari informasi yang tidak secara eksplisit dinyatakan dalam teks.
Rina selalu membaca buku setiap hari. Jelaskan pentingnya membaca setiap hari!
Membaca setiap hari penting untuk pengembangan diri dan kesehatan mental.
Membaca setiap hari membuat seseorang malas.
Membaca tidak berpengaruh pada kesehatan fisik.
Membaca setiap hari hanya membuang waktu.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Apa yang membuat Aldo kecewa?
Aldo tidak memiliki skill (keterampilan) sebagai penyerang.
Sekolah sepak bola Aldo tidak membutuhkan pemain penyerang.
Ia sudah rajin berlatih, namun seringkali tidak dipilih untuk bertanding oleh pelatih.
Aldo ingin menjadi pemain penyerang, namun pelatih menjadikannya pemain belakang.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Siapa saja tokoh dalam cerita "Harus Bisa" ?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Lintang berasal dari mana?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana cara menuju tempat tinggal Lintang?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana gambaran ayah tokoh "Aku"?
Pria berusia 47 tahun.
Pria itu ingin menjadi juragan pantai.
Pekerjaannya adalah buruh tambang.
Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Perhatikan pernyataan berikut ini!
Pilih jawaban yang sesuai dengan bacaan di atas!
Ayah tokoh "Aku" merasa senang karena anaknya masuk sekolah.
Lintang tinggal di wilayah pesisir pulau Belitong, Sulawesi.
"Aku" tinggal sekampung dengan Lintang
Jalan menuju tempat tinggal Lintang melewati rute yang sulit dan cukup berbahaya.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Mana sajakah pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan?
Setiap hari, Lintang selalu hadir di sekolah.
Ketika rantai sepedanya putus, Lintang kembali ke rumah.
Lintang selalu hadir tepat waktu di sekolah.
Jarak dari rumah Lintang ke sekolah adalah 40 km.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Kesulitan apa saja yang dialami Lintang saat pergi ke sekolah?
(a)
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Apa yang membuat Aldo kecewa?
Aldo tidak memiliki skill (keterampilan) sebagai penyerang.
Sekolah sepak bola Aldo tidak membutuhkan pemain penyerang.
Ia sudah rajin berlatih, namun seringkali tidak dipilih untuk bertanding oleh pelatih.
Aldo ingin menjadi pemain penyerang, namun pelatih menjadikannya pemain belakang.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Siapa saja tokoh dalam cerita "Harus Bisa" ?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Lintang berasal dari mana?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana cara menuju tempat tinggal Lintang?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana gambaran ayah tokoh "Aku"?
Pria berusia 47 tahun.
Pria itu ingin menjadi juragan pantai.
Pekerjaannya adalah buruh tambang.
Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Perhatikan pernyataan berikut ini!
Pilih jawaban yang sesuai dengan bacaan di atas!
Ayah tokoh "Aku" merasa senang karena anaknya masuk sekolah.
Lintang tinggal di wilayah pesisir pulau Belitong, Sulawesi.
"Aku" tinggal sekampung dengan Lintang
Jalan menuju tempat tinggal Lintang melewati rute yang sulit dan cukup berbahaya.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Mana sajakah pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan?
Setiap hari, Lintang selalu hadir di sekolah.
Ketika rantai sepedanya putus, Lintang kembali ke rumah.
Lintang selalu hadir tepat waktu di sekolah.
Jarak dari rumah Lintang ke sekolah adalah 40 km.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Kesulitan apa saja yang dialami Lintang saat pergi ke sekolah?
(a)
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?
Ingin bersekolah
Ingin bernyanyi
Ingin bekerja
Ingin bertamasya
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa yang dilakukan Siti dan Udin di jalan?
(a)
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Apa yang menyebabkan mata kita terlihat seperti mata panda?
(a)
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Apa tujuan penulis pada teks tersebut?
Menunjukkan kepada pembaca data rata-rata orang tidur per hari.
Memengaruhi pembaca untuk memiliki waktu tidur yang cukup.
Menjelaskan kepada pembaca cara untuk terhindar dari kurang tidur.
Menginformasikan pembaca pentingnya waktu tidur yang cukup.
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Manakah pernyataan yang benar tentang manfaat tidur cukup bagi kesehatan?
Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.
Membantu kita untuk fokus dalam belajar.
Membuat kita lebih mudah mengingat sesuatu.
Menyebabkan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata.
Membuat kita lebih sabar dan tidak mudah marah.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
'Perempuan – perempuan perkasa'
karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan – perempuan perkasa
Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum
peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
kemanakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara,
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa
akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
( Hartoyo Andangjaya, 1963 )
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa saja yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
*Pilih lebih dari satu jawaban yang sesuai!
kerja keras
hemat
rajin
santai
Senam Poco-Poco
Tina sudah siap hari ini. Di sekolahnya akan ada lomba senam poco-poco. Bapak Guru sudah mengajarkan senam ini kepada Tina dan teman-temannya. Pada awalnya, senam poco-poco biasa dilakukan oleh tentara dan polisi setiap pagi.
Senam poco-poco tidak susah. Tina sudah berlatih bersama teman-temannya. Semua sudah menghafal gerakannya.
Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Setelah itu, Tina harus melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan.
Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco. Senam poco-poco dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama.
Manakah yang termasuk manfaat senam yang dilakukan bersama-sama?
Pilih jawaban lebih dari satu!
Menjaga kekompakan antarteman.
Membuat hati riang gembira.
Menjadi lebih bersemangat.
Menambah pintar dan cerdas.
Kue Ulang Tahun Widi
Penerbit: Litara, Tahun terbit: 2015, Diedit oleh: Nurhayati Pujiastuti
Widi hari ini berulang tahun. Widi senang melihat nenek pulang dari pasar. Widi membayangkan nenek akan membuat kue ulang tahun yang lezat hari ini. Tapi tunggu dulu. Apa itu yang dikeluarkan nenek dari tas belanja? Beras, kelapa yang diparut dan diperas jadi santan, dan daun pandan. Nenek mengaduk semua bahan menjadi sebuah adonan. Nenek lalu menyalakan kompor. Nenek bilang, hari ini nenek akan membuat bubur. “Mengapa nenek malah membuat bubur, bukan kue seperti keinginanku?” pikir Widi.
Nenek meminta Widi membantu nenek. Widi membantu mengaduk bubur. Widi mencium bau wangi dari bubur. Kata nenek, daun pandan yang membuat bubur menjadi wangi.
Setelah matang, bubur dibagi menjadi dua bagian. Lalu ke dalam salah satu bubur dimasukkan gula jawa. Gula jawa ini membuat bubur menjadi kecokelatan. Namun orang menyebutnya bubur merah. Digabungkan dengan bagian yang putih, maka menjadi bubur merah putih.
Bubur merah putih buatan Nenek sudah jadi. Kata Nenek, bubur merah putih ini untuk memperingati hari lahir. Yummy, ternyata Widi suka rasanya.
Pernyataan mana yang sesuai dengan bacaan di atas? Pilih lebih dari satu!
Bubur yang berwarna kecokelatan disebut bubur merah.
Nenek membelikan kue ulang tahun Widi dari pasar.
Bubur merah putih biasa dibuat untuk memperingati ulang tahun.
Nenek Widi sedang berulang tahun.
Robot Pemadam Kebakaran
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sekarang memiliki robot canggih. Robot itu disebut Dok-Ing MVF-3. Bentuknya seperti mobil. Fungsinya memudahkan pekerjaan para petugas pemadam kebakaran. Robot ini telah diuji coba di Pusdiklatsar Ciracas, Jakarta pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.
Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Cara tersebut memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya. Kebakaran yang terjadi di area pabrik, SPBU, atau tempat-tempat berbahan kimia lainnya dapat diminimalisasi dengan robot Dok-Ing MVF-3. Dengan robot Dok-Ing MVF-3, api akan lebih mudah dipadamkan dan potensi ledakan yang dihasilkan dari bahan-bahan kimia dapat diminimalisasi.
Robot canggih ini dilengkapi dengan GPS dan kamera. Kamera yang digunakan adalah kamera anti air dan kuat dalam berbagai kondisi. Sang operator dapat memantau keberadaan robot tersebut dengan menggunakan GPS dan melihat kawasan yang sedang dipadamkan melalui kamera.
Robot ini sangat kuat. Dia dapat menampung 2500 liter air dan 500 liter busa. Robot ini juga bisa menyemprotkan air sejauh 55 meter dan dapat menyemprotkan busa sejauh 45 meter. Beban yang dapat ditariknya adalah 6 ton, beban yang dapat didorong mencapai 10 ton.
(https://bobo.grid.id/read/082022410/dki-jakarta-punya-robot-pemadam-kebakaran-yang-canggih-ini-dia-keunggulannya?page=3)
Robot pemadam kebakaran Dok-Ing MVF-3 dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km menggunakan pengendali jarak jauh. Hal tersebut berfungsi untuk …
menunjukkan bahwa robot ini memiliki fitur yang sangat canggih.
membantu pemantauan robot menggunakan GPS.
memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya.
meningkatkan keselamatan warga DKI Jakarta.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Bersepeda
Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Sepeda bisa dikatakan sebagai alat transportasi darat yang murah, praktis, dan mudah dikendarai. Banyak orang memanfaatkan sepeda untuk pergi ke kantor, sekolah, pasar, dan lain-lain. Sepeda juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak sehingga tidak menimbulkan polusi. Selain itu, dengan bersepeda juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Beberapa manfaat bersepeda antara lain dapat mengencangkan otot-otot tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga stamina dan daya tahan tubuh, menurunkan berat badan, menurunkan risiko terkena penyakit diabetes, dan mengurangi stres.
Tips aman bersepeda di pandemi COVID-19 antara lain: menggunakan alat pelindung diri seperti masker, helm, dan lampu sepeda wajib ada. Selalu membawa air minum agar tidak dehidrasi dan membawa hand sanitizer. Mencari rute perjalanan yang sepi, menghindari daerah yang ramai atau rute populer yang banyak dilalui pesepeda lainnya. Mengatur waktu bersepeda. Carilah waktu yang tidak banyak orang lain melakukan kegiatan serupa. Menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain. Sebaiknya bersepeda dengan keluarga atau kerabat yang serumah. Apabila ingin bersepeda dengan berkelompok, batasi kelompok bersepeda maksimal lima orang. Apabila ingin bersepeda dengan teman atau kerabat yang tidak serumah, pastikan sudah melakukan tes pemeriksaan COVID-19 sebelumnya dengan hasil negatif agar tetap aman. Langsung pulang ke rumah dan mandi setelah bersepeda. Bersepeda yang baik adalah secara rutin dua kali seminggu dan menempuh jarak yang lebih jauh pada akhir pekan secara konsisten.
Salah satu manfaat bersepeda adalah . . . .
menjaga daya tahan tubuh
menyebabkan tubuh mudah lelah
dapat menimbulkan serangan jantung
meningkatkan berat badan
Anton adalah siswa kelas 5 SDN Harapan Jaya. Dia tinggal di Situbondo. Besok, dia akan diajak ayahnya untuk mengunjungi saudaranya yang ada di Lumajang. Sebelum Anton berangkat ke Lumajang, dia ingin melihat letak Kabupaten Lumajang pada peta. Karena Anton tidak mempunyai atlas, Anton meminta tolong kakaknya untuk menunjukkan peta di perangkat gawai milik kakaknya. Lewat perangkat gawai tersebut, kakak Anton mengakses Google, dan Anton serta kakaknya dapat melihat peta antara Lumajang dan Situbondo. Anton dan kakaknya juga melihat jarak Situbondo dan Lumajang sebenarnya lewat Google. Jarak Situbondo dan Lumajang sebenarnya adalah 131,3 KM.
Agar Anton dan ayahnya sampai di Lumajang pukul 10.00, maka pukul berapakah Anton harus berangkat dari Situbondo jika kecepatannya 65 km/jam?
06.00
07.00
08.00
09.00
‘’Lebai Malang’’
Tersebutlah kisah seorang guru agama yang hidup di tepi sungai, di sebuah desa di Sumatera Barat. Pada suatu hari, ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya dari desa-desa tetangga.
Sayangnya, pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan. Pak Lebai menimang-nimang untung dan rugi dari setiap undangan. Ia berpikir, kalau ia ke pesta di desa hulu sungai, tuan rumah akan memberinya hadiah dua ekor kepala kerbau. Namun, ia belum begitu kenal dengan tuan rumah tersebut. Menurut berita, masakan orang-orang hulu sungai tidak seenak orang hilir. Kalau ia pergi ke pesta di hilir sungai, ia akan mendapat hadiah seekor kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Ia juga kenal betul dengan tuan rumah tersebut. Tetap, tuan rumah di hulu sungai akan memberikan tamunya tambahan kue-kue.
Pak Lebai berpikir keras untuk mendapatkan semuanya. Setelah beberapa saat, ia mengayuh sampannya menuju hilir sungai lebih dahulu dari tetangganya. Karena ia kenal baik dengan tuan rumah itu, ia diterima dengan baik oleh tuan rumah. Sesaat kemudian, Pak Lebai mulai bersandiwara. Ia tidak bisa lama-lama menghadiri pesta ini karena suatu hal. Oleh karena itu, tuan rumah pun mengizinkannya.
Dan karena sudah menghadiri pestanya, maka tuan rumah memberikan hadiah satu kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Setelah pamitan, Pak Lebai pun segera pergi ke pesta di hulu sungai. Ia mengayuh dengan cepat, agar tidak terlambat. Ketika sampai di sana, acara nampaknya baru saja dimulai. Maka, legalah hatinya. Setelah selesai pesta, Pak Lebai mendapat dua kepala kerbau dan kue yang sedap.
…………………….
Dalam kisah di atas, Pak Lebai dilukiskan sebagai tokoh yang mempunyai watak..
Ramah
Congkak
Tamak
Budiman
Menggosok Gigi
Apakah dengan menggosok gigi semakin lama semakin keras gigi kita akan semakin bersih?
Peneliti dari Inggris menjawab tidak. Mereka sudah mencoba berbagai alternative, dan akhirnya menemukan cara yang sempurna untuk menggosok gigi. Cukup menggosok gigi selama dua menit, tanpa harus menggosok dengan keras, aka memberikan hasil terbaik. Menggosok terlalu keras akan membahayakan email gigi dan gusi kita tanpa melepaskan sisa makanan dan plak yang menempel.
Bente Hansen, seorang pakar di bidang menggosok gigi, mengatakan bahwa cara paling baik untuk memegang sikat gigi adalah seperti kita memegang pukpen.’’Dimulai dari satu sudut dan gosok seluruh barisan gigi’’. Jangan lupa menggosk lidah. Pada lidah biasanya terkandung banyak bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut!.
Bagaimanakah rekomendasi dari peneliti dari Inggris?
Menggosok gigi sesering mungkin
Jangan pernah mencoba untuk menggosok lidah
Jangan menggosok gigi terlalu keras
Gosoklah lidah lebih sering dari menggosok gigi
Siti dan Udin
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah
dan punya rumah berjendela. (Februari 2003)
Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?
Ingin bersekolah
Ingin bernyanyi
Ingin bekerja
Ingin bertamasya
Hujan Beras
Subuh-subuh, Mak Onah sudah mempersiapkan perbekalan. Ia membawa nasi bungkus daun jati, berlauk kering tempe, sambal, dan lalap daun singkong. Sebotol plastik air putih matang. Kata Yu Jiah, kecamatan puluhan kilo dari dusun mereka. Pulang pergi naik truk membutuhkan waktu sekitar lima jam. Belum lagi antre di kantor pos. Jadi mereka harus membawa bekal, daripada jajan yang akan mengeluarkan uang tambahan.
“Mak, apa tidak lebih baik kalau Neneng yang berangkat?” Neneng memberi usul. Selain kasihan pada Mak, ia juga sebenarnya ingin pergi ke kecamatan. Terakhir ke kecamatan saat kelas empat SD, lima tahun silam. Kala itu diajak guru melihat karnaval Agustusan. Pasti kecamatan sekarang lebih ramai. Banyak bangunan megah. Jalanan bagus. Punya alun-alun luas yang menggelar tontonan, ombak banyu atau komidi putar....
Mengapa mereka harus membawa bekal?
Kantor kecamatan jauh dari rumah mereka.
Mereka tidak perlu keluar uang untuk jajan.
Mereka akan pergi menggunakan truk.
Mereka harus antre lama di kantor pos.
Ramin Tak Kunjung Pulang
Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira dahan itu adalah mulut buaya yang siap menelan lengannya.
Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.
Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.
Gara-gara Aco juga, petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.
Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah semringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.
Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.
(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)
---
Mengapa Ramin dikejar-kejar oleh petugas?
Ramin adalah teman Aco
Ramin tak membayar denda
Ramin menjadi tenaga kerja ilegal
Ramin mencuri di perkebunan cengkeh
Bacaan untuk soal 1 - 4
Pada suatu hari, di sebuah kandang ayam ada satu ayam yang tidak memiliki bulu. Bulu yang tumbuh pendek dan tidak mehutupi seluruh bagian tubuhnya. la seperti ayam yang dicabuti bulunya. Akibatnya, tidak ada satu pun ayam yang mau mematuk bersamanya.
Ayam itu pun memiliki sifat pemalu dan penakut. Dia lebih sering diam dan melamun. Akan tetapi, ada satu ayam cantik dengan bulu berwarna-warni yang selalu berusaha menghiburnya. Ayam cantik itu terlihat selalu percaya diri, tetapi sama sekali tidak sombong. la selalu menghiburayam bulu pendek dan memberikan kepercayaan diri. "Kamu hanya berbeda, bukan berarti kamu tidak berharga kawan. Jangan bersedih dpngan keadaanmu!"kata ayam cantik itu.
Ayam bulu pendek pun tergugah, ia tak lagi malu dan takut pada ayam lain, la sekarang lebih sering mematuk-matuktanah untuk mencari biji-bijian atau serangga. Badannya juga menjadi gemukdan disukai pemiliknya
1. Mengapa ayam bulu pendek sering diam dan melamun?
A. Karena dia pemalu dan penakut.
B. Karena ada ayam cantik yang baik terhadap dirinya.
C. Karena ayam cantik selalu membuatnya tidak percaya diri.
D. Karena dia tidak memiliki bulu seperti ayam lain
Masyarakat suku asmat terkenal pandai berburu. Namun ada masanya busur panah yang diarahkan ke hewan buruannya melesat. Jadi ada masanya mereka tidak membawa hasil.
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Sambil menyelam minum air.
Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung
Setinggi-tingginya tupai melompat sekali-kali jatuh juga.
Sejauh-jauhnya bangau terbang akhirnya ke kubangan juga.
8. Dimana ditemukan ide pokok dalam paragraf?
(a)
Apa tujuan penulis pada teks tersebut?
Menunjukkan kepada pembaca data rata-rata orang tidur per hari.
Memengaruhi pembaca untuk memiliki waktu tidur yang cukup.
Menjelaskan kepada pembaca cara untuk terhindar dari kurang tidur.
Menginformasikan pembaca pentingnya waktu tidur yang cukup
Manakah pernyataan yang benar tentang manfaat tidur cukup bagi kesehatan? Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.
Membantu kita untuk fokus dalam belajar
Membuat kita lebih mudah mengingat sesuatu.
Menyebabkan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata.
Membuat kita lebih sabar dan tidak mudah marah.
Tahap evaporasi pada siklus air memerlukan ....
tanaman
matahari
laut
awan
