WorksheetsLatihan Teks Cerpen
Total questions: 131
Worksheet time: 1hrs 6mins
Resolusi pada teks cerpen adalah bagian di mana ...
Pengarang memulai cerita dengan memperkenalkan para tokoh
Berbagai kerumitan mulai bermunculan
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
Konflik mencapai sebuah solusi atau penyelesaian
Struktur teks cerpen yang tepat adalah . . . .
Orientasi - klimaks - resolusi - komplikasi
Orientasi - komplikasi - klimaks - resolusi
Komplikasi - orientasi - klimaks - resolusi
Komplikasi - resolusi - klimaks - orientasi
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Menakutkan
Mengenaskan
Mengharukan
Menegangkan
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Orang pertama tunggal
Orang ketiga tunggal
Orang ketiga jamak
Campuran
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Watak tokoh Karjan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Mudah pasrah
Mudah mengalah
Mudah menangis
Mudah menyerah
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang.
di perkampungan.
di hutan rimba.
di jalan pedasaan.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, perjalanan
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
kalimat pertama pada paragraf pertama
Kalimat ketiga pada paragraf kedua.
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Kalimat terakhir paragraf pertama.
Bacalah kutipan cerita berikut!
“Kenapa kamu kesal? Kenapa harus marah?” tanya Ratih. “Mendoakan orang yang sakit kan bagus.”
“Bukan cuma bagus, tapi harus. Masalahnya, apakah yang mereka ucapkan itu benar-benar mereka jalani? Apa pernah kegiatan berdoa untuk kesembuhan bu Siska itu benar-benar mereka lakukan, entah itu di rumah, di masjid, di gereja, di wihara atau di mana pun mereka berada? Atau mereka sekadar mengetikkan kata-kata di keyboard smartphone dan memencet tombol send untuk menyenang-nyenangkan bu Siska? Aku yakin yang mereka lakukan basa-basi belaka!!!”
“Jangan suka curiga….”
“Mereka sendiri yang bicara.”
(Basa-Basi, Jujur Prananto)
Watak tokoh Aku dalam kutipan cerita tersebut digambarkan penulis melalui ….
perbuatan tokoh
cakapan/dialog tokoh
penamaan tokoh
pandangan/dialog tokoh tertentu terhadap tokoh lain
penamaan tokoh
Nilai moral yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ....
Beni segera meminta pertolongan untuk mengobati Heru.
Heru mengakui bahwa dirinya tidak melakukan pemanasan.
Heru meminta maaf kepada pemain tim A karena dia cedera.
Beni tidak mengacuhkan Heru, meskipun ia tahu Heru terkilir.
Apa perbedaan cerpen dan novel?
Cerpen memiliki unsur intrinsik sedangkan novel tidak
Cerpen dan novel mempunyai tokoh utama
Cerpen menceritakan konflik tokoh yang terbatas sedangkan novel menceritakan tokoh yang lebih kompleks
Cerpen tidak bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sedangkan novel bisa dibaca dalam sekali duduk
Di bawah ini yang bukan bagian dari unsur intrinsik cerpen adalah....
Tokoh
Latar
Alur dan Plot
Rima dan irama
Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....
Dialog tokoh
Dialog tokoh lain
Penggambaran fisik tokoh
Komentar pembaca
Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang yang digunakan penulis dalam sebuah cerita pendek adalah....
Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang ke tiga
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang ke empat
Bentuk alur sorot balik digunakan apabila pengarang bermaksud....
membayangkan cerita mendatang
menerangkan peristiwa masa lalu dengan ragaan
mengemukakan khayalan-khayalan
menerangkan cerita yang sedang terjadi
Berikut ini adalah karakteristik cerpen, kecuali....
mempunyai satu alur
memusatkan pada satu tokoh
terdiri atas maksimal 5.000 kata
permasalahannya berkisar pada kehidupan sehari-hari
Unsur intrinsik cerpen yang membahas watak atau karakteristik tokoh disebut....
tema
alur
tokoh
penokohan
Fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik dan tidak baik untuk dirinya. fungsi tersebut merupakan salah satu fungsi cerpen yaitu menempati fungsi ...
estetis
moralitas
rekreatif
religiusitas
Cermatilah kutipan cerpen berikut!
Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalanannya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kiri ke kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna. Senyuman Karyamin, Ahmad Tohari
Amanat yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah …
Tukang batu harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseim-bangan yang sempurna.
Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu agar kamu merasa tidak terbebani.
Manusia harus senantiasa bersemangat, pantang menyerah, dan belajar dari pengalaman hidup sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.
Tukang batu harus selalu ikhlas, bekerja keras, dan tahan uji.
Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!
“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.
“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.
“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.
“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.
“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.
“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.
Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.
Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.
Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.
"Akhir-akhir ini kamu kok kelihatan tidak begitu suka dengan hidangan makan siang Ibu. Kenapa nak?"tanya Ibu sambil membelai Sandi lembut.
Dari kutipan cerita tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa watak Ibu adalah ...
penyabar
penasaran
perhatian
pemarah
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.
Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....
A. penakut
B. pemarah
C. ragu-ragu
D. tidak percaya pada tahayul
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek
tema
tokoh
amanat
latar budaya pengarang
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ...
sosial
budaya
agama
moral
Hal yang pertama yang dilakukan dalam dalam menulis teks cerpen adalah ...
melakukan riset
mengolah ide
mengembangkan ide
menentukan ide
Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...
tema
amanat
alur
penokohan
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Tokoh yang menjadi pemeran utama dan mempunyai sifat baik disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Figuran
Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.
Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.
Latar tempat yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah....
kantor
pabrik
rumah
kantor pos
ruang administrasi
Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.
Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.
Watak tokoh Ayah dalam kutipan teks tersebut adalah....
penurut dan pendiam
pemaaf dan pendiam
perasa dan pendiam
pemurung dan pendiam
penolong dan pendiam
Kulihat ayah yang terus memandangiku. Aku melihat wajah ayah yang sebenarnya watak seorang guru mengaji. Ayah memang benar-benar seorang guru ngaji. Seorang guru agama! Dia tidak terpengaruh oleh perubahan zaman walaupun pekerjaannya telah dirampas kemajuan zaman. Di mana kapas digantikan karet busa untuk sebuah kasur.
Unsur intrinsik yang tampak dalam kutipan cerita tersebut adalah...
latar
tema
perwatakan
alur
amanat
Bagian yang menunjukkan konflik dalam cerpen adalah...
awal cerita
akhir cerita
puncak cerita
penyelesaian cerita
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.
Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....
A. penakut
B. pemarah
C. ragu-ragu
D. tidak percaya pada tahayul
Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....
Dialog tokoh
Dialog tokoh lain
Penggambaran fisik tokoh
Komentar pembaca
1. Menentukan perwatakan
2. Menentukan sudut pandang
3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur
4. Menentukan latar
5. Menentukan tema
Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah . . . .
5)-2)-1)-4)-3)
5)-3)-1)-4)-2)
1)-2)-3)-4)-5)
5)-1)-2)-4)-3)
Pada teks cerpen, pembaca dapat mengetahu karakter atau watak pelaku cerita dalam ...
Komplikasi
Abstrak
Orientasi
Evaluasi
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
Berbagai kerumitan bermunculan
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
Abstrak
Evaluasi
Resolusi
Koda
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
1. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
Kehidupan seorang guru BK di sekolah
Kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
Keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
Seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
Memerlukan penanganan khusus.
Ciri-ciri cerpen yang tepat adalah sebagai berikut, kecuali:
Ceritanya Fiktif
Berfokus pada satu aspek cerita
Jumlah katanya panjang dan rinci
Peristiwa disajikan dengan cermat dan jelas
Nilai yang berkaitan dengan akhlak, budi pekerti, atau baik buruk tingkah laku seseorang disebut sebagai...
Nilai Sosial
Nilai Estetis
Nilai Moral
Nilai Edukasi
Menurut kalian, manakah pengertian Cerpen di bawah ini..
Sebuah teks yang biasanya dijadikan landasan untuk melakukan debat
cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama kejadian di zaman dahulu yang aneh-aneh
Sebuah genre dari cerita rakyat yang terdiri atas narasi yang menampilkan perbuatan-perbuatan manusia yang diyakini atau dipercayai oleh si pencerita dan pendengarnya sebagai suatu kisah nyata yang pernah terjadi.
Proses fiksi yang menceritakan tentang suatu peristiwa yang di alami oleh tokoh utama
Berikut ini yang merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen, kecuali...
Nilai Moral
Nilai Religius
Sebab/Akibat
Nilai Edukasi/Pendidikan
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....
latar
alur
tokoh
tema
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Sosial
Politik
Pendidikan
Agama
Struktur pada cerpen yang memberikan gambaran konflik yang dihadapi tokoh adalah orientasi.
BENAR
SALAH
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….
Kesedihan dan penyesalan
Kehilangan dan kesedihan
Kesedihan dan penderitaan
kehampaan dan kesepian
Beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi.
Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek. (Robohnya Surau Kami
Oleh: A.A. Navis)
Orientasi
Komplikasi
Evaluasi
Resolusi
Beberapa waktu lalu, orang tua Abadi memintanya untuk bekerja. Apalagi adiknya masih kelas 6 SD dan membutuhkan biaya besar karena tahun depan dia masuk ke jenjang SMP. Hal inilah yang membuat pilihan berat karena sebenarnya Abadi ingin kuliah dan belum siap jika harus bekerja.
Setelah itu Abadi melamar ke sejumlah pabrik yang ada di dekat rumahnya. Bahkan juga mengirimkan lamaran pekerjaan di luar kota namun belum juga mendapatkan panggilan. (Antara Kuliah dan Kerja)
Abstrak
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Akhirnya saat sedang galau, Abadi memutuskan untuk bermain ke beberapa teman sekolah dulu untuk menanyakan lowongan pekerjaan. Tibalah di rumah Isman, salah satu teman sekelasnya dulu. Isman kini bekerja bersama ayahnya, salah satu orang pemilik pabrik besar. Kebetulan sedang membutuhkan karyawan untuk mengisi beberapa lowongan yang kosong.
Keesokan harinya Abadi diminta datang ke pabrik milik ayah Isman.
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Beberapa bulan setelah bekerja, akhirnya Abadi bisa menabung dari gaji yang sudah ia kumpulkan. Biaya sekolah adiknya bisa ditanggung, dan bisa menyisihkan uang untuk membayar biaya pendaftaran kuliah. Akhirnya pada tahun berikutnya, Abadi bisa bekerja sambil kuliah setelah memiliki penghasilan sendiri. (Antara Kuliah atau Kerja)
Koda
Orientasi
Komplikasi
Evaluasi
SUDUT PANDANG
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah
a. orang pertama pelaku utama
b. orang ketiga pelaku sampingan
c. orang ketiga pelaku utama
d. orang pertama dan ketiga
Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.
Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...
pintu masuk
hotel bintang empat
arah kiri
kursi samping
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan
Kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang .…
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
(1). Harum bunga kopi merayap dibawa angin.
(2). Bintang bertaburan di langit.
(3). Suara jangkrik dan kodok menjadi musik alam.
(4). Aku serasa sedang berada di surga
Bukti latar waktu pada kutipan cerpen tersebut malam hari ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1
Malam ini Vina tengah menengadahkan kepalanya, berusaha menyapa bulan. (2) Kendati penantiannya telah habiskan lebih dari separuh kesabarannya, bulan tak kunjung membalas sapanya. (3) Rupanya, awanlah yang menghalangi terangnya bulan. (4) Sebenarnya, malam ini terasa lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. (5) Namun, entah mengapa dingin itu tak ia rasakan sedikit pun. (6) Mungkin pikiran tentang kejadian tadi siang yang hilangkan rasa itu.
2
3
5
6
Malam ini Vina tengah menengadahkan kepalanya, berusaha menyapa bulan. (2) Kendati penantiannya telah habiskan lebih dari separuh kesabarannya, bulan tak kunjung membalas sapanya. (3) Rupanya, awanlah yang menghalangi terangnya bulan. (4) Sebenarnya, malam ini terasa lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. (5) Namun, entah mengapa dingin itu tak ia rasakan sedikit pun. (6) Mungkin pikiran tentang kejadian tadi siang yang hilangkan rasa itu.
Majas personifikasi terdapat pada kalimat yang ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(5) dan (6)
(1) dan (6)
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar, areanya kecil, lebih tepat disebut bukit. Tapi sejak dulu sampai sekarang penduduk kampung menyebutnya dengan Gunung Beser.
Pada kutipan ini terdapat unsur cerpen ……
latar tempat
latar waktu
latar suasana
latar tempat dan waktu
Penentuan peristiwa, menciptakan gambaran visual latar, pengenalan karakter terdapat pada struktur cerpen bagian ….
orientasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
Mereka dan termasuk saya, tidak menyadari di kampung semakin terdengar berita perkelahian petani gara-gara berebut air, para remaja putus sekolah kebingungan cari pekerjaan karena lahan garapan pertanian sudah tiada, musim yang datang tidak lagi bersahabat.
Kutipan ini termasuk struktur cerpen bagian ….
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tetapi Jaya Sakti tidak pernah menyerah.
Berdasarkan kutipan cerita pendek di atas, tokoh Jaya Sakti mempunyai karakter ….
penakut
pemberani
sesumbar
pengecut
Tujuan dasar teks naratif adalah ....
memberikan pengetahuan
memikat pembaca atau pendengar
untuk mendidik
sekedar bacaan saja
Solusi untuk masalah atau tantangan dicapai berhasil. Cara pengarang mengakhiri cerita
orientasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
Seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya. Dia terbang bagai batu lepas dari katapel sambil menjerit sejadi-jadinya.
Kalimat di atas termasuk majas ....
metafora
personifikasi
simile
hiperbola
Sore itu, Yani sedang duduk di teras. Seseorang yang melihat jalan sambil menunggu seseorang. Berdiri sebentar, lalu duduk sebentar. Dia melihat beberapa. Majalah yang sering diadakan dibuka saat tidak mau dibaca. Dia sudah berada di sana selama setengah jam. Ketakutan mulai menembus.
orientasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
Kedamaian kampung saya mulai terusik saat jalan besar menghubungkan dengan kota kecamatan dan kota kabupaten diperbesar dan diaspal.
Kata saya pada kalimat di atas merupakan unsur sudut pandang (point of view) sebagai ….
orang pertama pelaku sampingan
orang pertama pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pengamat
Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pentakziah sudah pulang. Sementara Ogal masih duduk sambil sesekali menyeka air matanya. Ibu yang selama ini paling dia hormati dan cintai, tadi malam telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
memohon dan berdoa
berserah diri kepada Tuhan
meninggal dunia
merasa tidak berdaya
“Kemungkinan rambut Anda rontok setelah dikemoterapi,” kata dokter dengan lembut. “Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawab Fati. “Oya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit,” lanjut dokter. “Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”
“Kalau begitu, selamat istirahat.” Dokter meninggalkan ruangan tempat Fati dirawat menuju ke ruangan sebelah untuk memeriksa pasien-pasien yang lain
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh pada kutipan cerpen tersebut melalui . . . .
dialog antartokoh
tingkah laku tokoh
diceritakan pengarang
diungkapkan tokoh-tokoh yang lain
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan
Kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pengamat
Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan
Berdasarkan strukturnya, kutipan cerpen tersebut merupakan bagian….
orientasi
komplikasi
rangkaian peristiwa
resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan seksama!
(1). Harum bunga kopi merayap dibawa angin.
(2). Bintang bertaburan di langit.
(3). Suara jangkrik dan kodok menjadi musik alam. (4). Aku serasa sedang berada di surga
Bukti latar waktu pada kutipan cerpen tersebut malam hari,ditandai dengan nomor .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1)
Ingin rasanya aku berteriak mendengar pertanyaan bodoh adikku ini. Biasanya aku akan bilang, “Ya enggak gitu, bodoh!” Tapi mama sudah melarangku mengatakan kata itu lagi. Katanya, anak baik tidak boleh berkata kasar. “ Priska tidak bodoh, Vin. Dia ingin pintar seperti kamu, “kata Mama
Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut . . .
tegang dan kesal
tegang dan haru
sedih dan kecewa
senang dan tenang
Dengan cermat Hesty memperhatikan sekeliling, akan tetapi ia tidak melihat seorang saudara atau kerabat pun yang ia kenal. Sempat terbersit rasa iri dan kecewa ketika ia menyaksikan beberapa rekannya yang dijemput dan disambut kedatangannya oleh orang tua, anak atau suami mereka. Namung dengan segera ia membuang jau-jauh pikiran tersebut. Ia tidak ingin berprasangka buruk terhadap suaminya. Segera ia memanggil taksi, dan meninggalkan Stasiun Gambir yang mulai sepi
Nilai moral kutipan cerpen tersebut adalah...
Dengan cermat Hesty memperhatikan sekeliling
Hesty memperhatikan rekannya dijemput dan disambut
Hesty tidak ingin berprasangka buruk terhadap suaminya
Hesty memanggil taksi,dan meninggalkan Stasiun Gambir
Aku Aku bertanya seperti biasanya. “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong, Zarah,” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku seperti biasanya.
Di tengah orang-orang yang berlomba-lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah…
bijaksana
rendah hati
sombong
jujur
Mulutnya tiba-tiba rasa terkunci.
Maksud kalimat tersebut adalah…
dia gagu tidak bisa berbicara
dia mau berbicara tetapi terhalang oleh kunci
dia tidak dapat berkata-kata karena mulutnya terasa kaku
dia tidak ingin berbicara lagi.
Teks "Kamboja di Atas Nisan" termasuk jenis teks....
cerita pendek
ajakan
pemaparan
penggambaran
Cerpen merupakan jenis teks....
deskripsi
narasi
eksposisi
eksplanasi
Berikut ini adalah karakteristik cerpen, kecuali....
mempunyai satu alur
memusatkan pada satu tokoh
terdiri atas maksimal 5.000 kata
permasalahannya berkisar pada kehidupan sehari-hari
Unsur intrinsik cerpen yang membahas watak atau karakteristik tokoh disebut....
tema
alur
tokoh
penokohan
Kamboja masih berusaha menahan tangis. Tubuhnya bergetar semakin kencang. Tangan kanannya terus menelusuri lekuk batu nisan di tanah gundukan di hadapannya. Tangan kirinya semakin kuat mencengkeram tanah di sampingnya.
Suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
sunyi
haru
muram
sedih
Kamboja menjatuhkan kepalanya di batu nisan tersebut. Beberapa kali ia benturkan kepalanya ke batu itu. Ia bisikkan sesuatu di sana. Suaranya pelan. Hampir tak terdengar di antara angin siang yang sedikit kencang.
Latar tempat dari kutipan cerpen tersebut adalah....
pekarangan
pemakaman
tanah lapang
bebatuan
Apa perbedaan cerpen dan novel?
cerpen memiliki unsur intrinsik sedangkan novel tidak
cerpen dan novel mempunyai tokoh utama
cerpen menceritakan konflik tokoh yang terbatas sedangkan novel menceritakan tokoh yang lebih kompleks
cerpen tidak bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sedangkan novel bisa dibaca dalam sekali duduk
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor….
1
2
3
4
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor.…
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui….
tingkah laku tokoh kamu
tingkah laku tokoh aku
dialog tokoh kamu
dialog tokoh aku
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat.…
pemberani
baik
sombong
egois
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut....
tema
tokoh
latar
amanat
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerpen tersebut adalah.…
Bapak memotret senja itu.
Bapak tertidur.
Bapak selalu menikmatinya.
Bapak dan ibu duduk berdua.
Perhatikan teks berikut!
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah.…
sabar dan penyayang
tegas dan pemberani
angkuh dan disiplin
penuh perhatian dan tegas
Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah.…
adanya alur
adanya tema
adanya amanat
adanya imajinasi
majas yang seolah-olah benda mati seperti manusia disebut dengan ...
simile
personifikasi
heperbola
metonimia
"Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
Ica
Bunda
Nanda
Seorang Siswa
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Buruknya pelayanan rumah sakit
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
sombong
rajin berusaha
mudah dipengaruhi
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun
Berdasar penggalan teks cerpen di atas, Banun adalah …
Gadis muda belia
Nenek tua
Lelaki Muda
Kakek tua
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
Orientasi
Komplikasi
rangkaian peristiwa
resolusi
(1) Betapa gembiranya Ardi. (2) saat pulang sekolah ia mendapat tawaran dari pamannya Abdurrahman untuk sekolah di Jakarta. (3) bagaimanapun di Jakarta harus berjuang . (4) Jakarta adalah kota besar, yang selama ini ia impikan untuk bisa melihat dan tinggal di jakarta.
Bukti bahwa latar waktu kutiban tersebut pada siang hari ditunjukan pada nomor. ….
4
1
2
3
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Adit menyadari semua, bahwa yang terpenting didunia ini adalah keluarga. Adit beranikan diri setelah lulus SMA. berkerja menjadi penjual buah.
lalu rejeki yang didapatkan melimpah hingga mampun membuka toko jus.
hingga membuka cabangan dimana-mana. bahkan diantara teman-teman Adit yang dulu meninggalkannya. Hanya Adit yang kini menjadi mandiri dan bisa membantu keluarga. Tak pernah menyerah untuk keluarga.
Struktur teks cerpen yang tepat untuk penggalan cerpen tersebut adalah ....
Orientasi.
Rangkaian peristiwa.
Komplikasi.
Resolusi.
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Sinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasaan telah lenyap. Selain itu, televisi dan beberapa peralatan elektronik ada di ruang tengah. Bu Sinta terduduk lemas tatkala melihat sebuah catatan kecil di atas bantal. “Sekarang kalian tahu siapa pengirim karcis itu.”
Kata yang dicetak tebal termasuk kaidah kebahasaan ....
Konjungsi penanda urutan waktu.
Penggunaan kata ganti orang.
Penggunaan dialog/kalimat langsung.
Kata kerja aksi.
Kedamaian kampung saya mulai terusik, saat jalan besar menghubungkan dengan kota kecamatan dan kabupaten diperbesar dan diaspal. Memang aspal ala kadarnya, tidak sebagus sekarang. Akan tetapi, jalan itu memberi gejolak tersendiri. Para petani hilir mudik ke kota kabupaten menjual hasil bumi. Selain itu, pembangunan pabrik-pabrik semakin santer diinformasikan orang kecamatan.
Kata yang dicetak tebal termasuk kaidah kebahasaan ....
Konjungsi penanda urutan waktu.
Penggunaan kata ganti orang.
Penggunaan dialog/kalimat langsung.
Kata kerja aksi.
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Sinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasaan telah lenyap. Selain itu, televisi dan beberapa peralatan elektronik ada di ruang tengah. Bu Sinta terduduk lemas tatkala melihat sebuah catatan kecil di atas bantal. “Sekarang kalian tahu siapa pengirim karcis itu.”
Kata yang dicetak tebal termasuk kaidah kebahasaan ....
Konjungsi penanda urutan waktu.
Penggunaan kata ganti orang.
Penggunaan dialog/kalimat langsung.
Kata kerja aksi.
(1) Pagi tadi Eyang menyuruh Bi Jum, pembantunya, mengantar Via berobat ke puskesmas. (2) Sudah dua hari Via pilek. (3) Biasanya Eyang sendiri yang mengantar Via berobat. (4) Namun tetangga sebelah meninggal. Eyang melayat ke tetangga sebelah.
Kalimat yang menggunakan keterangan waktu adalah kalimat ...
Pertama dan kedua.
Kedua dan Ketiga.
Ketiga dan keempat.
Kedua dan keempat.
(1) "Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4) Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca, hal tersebut termasuk majas ....
metafora
ironi
personifikasi
hiperbola
Air mukɑ sukri kembɑli murɑm, seperti ɑwɑn mendung yɑng bergerɑk-gerɑk cepɑt menutupi bulɑn purnɑmɑ.
Kalimat diatas mengandung majas ....
perumpamaan
metafora
personifikasi
litotes
Di pegunungan itu terdapat beberapa sayauran yang di tanam. Udara dalam pegunungan sangat sejuk dan menenangkan. Apalagi pada senja hari di pegunungan masih terasa asri.
Latar waktu dalam penggalan cerpen tersebut adalah .…
di pegunungan
senja hari
menenangkan
sejuk
Gaya bahasa di bagi menjadi empat, kecuali ....
perbandingan
pertautan
persatuan
pertentangan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah.
Kutipan teks cerpen tersebut memiliki sudut pandang ….
orang ketiga pengamat
orang ketiga serbatahu
orang pertama pelaku utama
orang kedua
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tetapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah hanya untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain.
Kutipan cerpen tersebut memiliki sudut pandang ….
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang kedua
Orang ketiga serbatahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….
orang pertama pelaku sampingan
orang pertama pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang kedua
Faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat penulis yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen tersebut disebut ….
penokohan
sudut pandang
latar belakang penulis
latar belakang masyarakat
Berikut yang tidak termasuk setting adalah ….
tempat
tokoh
suasana
latar
"Semuanya juga sudah tahu jika aku adalah anak dari seorang jenderal. Kamu seharusnya mengikuti perkataanku," kata Ibas.
Berdasarkan penggalan tersebut, bagaimana watak karakter Ibas?
rendah hati
tinggi hati
berat hati
sakit hati
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang.
di perkampungan.
di hutan rimba.
di jalan pedasaan.
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak, diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah…..
sebagai manusia harus saling tolong-menolong
seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi permasalahan hidup
Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
