WorksheetsKepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan
Total questions: 53
Worksheet time: 29mins
Apa definisi kepemimpinan?
Proses memotivasi orang lain untuk bekerja menuju tujuan bersama
Memaksa orang lain untuk mengikuti instruksi
Mengelola sumber daya dengan efektif
Membuat keputusan tanpa melibatkan tim
Gaya kepemimpinan yang berfokus pada memberi kebebasan kepada anggota tim disebut:
Autokratis
Demokratis
Laissez-faire
Transaksional
Seorang pemimpin karismatik dikenal karena:
Kekuatan teknisnya
Kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi pengikut
Kekuasaan yang memaksa
Tidak melibatkan diri dalam urusan tim
Kepemimpinan transaksional fokus pada:
Motivasi melalui visi
Pengembangan jangka panjang
Kebebasan penuh bagi tim
Menghadiahkan dan menghukum berdasarkan hasil kinerja
Salah satu karakteristik utama pemimpin yang efektif adalah:
Tidak fleksibel
Otoriter
Kurang empati
Komunikasi yang baik
Menurut teori kepemimpinan situasional, pemimpin yang efektif harus:
Menggunakan satu gaya dalam semua situasi
Hanya fokus pada hasil
Menyesuaikan gaya kepemimpinan berdasarkan keadaan
Menolak masukan dari tim
Pemimpin yang memotivasi orang lain melalui inspirasi dan visi disebut:
Transaksional
Laissez-faire
Transformasional
Autokratis
Seorang pemimpin demokratis biasanya:
Mengambil semua keputusan sendiri
Melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan
Mengabaikan pendapat anggota tim
Tidak peduli dengan pendapat orang lain
Salah satu keuntungan dari kepemimpinan otokratis adalah:
Keputusan cepat dalam situasi darurat
Partisipasi tinggi dari tim
Meningkatkan motivasi karyawan
Komunikasi dua arah yang baik
Teori "Great Man" tentang kepemimpinan menyatakan bahwa:
Kepemimpinan dapat dipelajari oleh siapa saja
Pemimpin dilahirkan, bukan dibuat
Kepemimpinan selalu situasional
Pemimpin berasal dari latar belakang sosial tertentu
Kepemimpinan delegatif adalah:
Pemimpin memutuskan segalanya
Pemimpin memonitor setiap tugas tim
Pemimpin tidak memberi wewenang kepada tim
Pemimpin mendelegasikan sebagian keputusan kepada tim
Kepemimpinan otoriter sering dikritik karena:
Mengabaikan masukan dari tim
Melibatkan terlalu banyak orang dalam keputusan
Memberikan otonomi penuh kepada anggota tim
Membingungkan tujuan organisasi
Pemimpin yang fleksibel dalam gaya kepemimpinan mereka sering kali disebut sebagai:
Pemimpin transaksional
Pemimpin situasional
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin otoriter
Salah satu elemen utama dari kepemimpinan transformasional adalah:
Fokus pada tugas sehari-hari
Membuat keputusan tanpa konsultasi
Menghindari konflik
Menginspirasi perubahan jangka panjang
Pemimpin yang baik harus memiliki:
Keterampilan komunikasi yang kuat
Gaya kepemimpinan yang statis
Pendekatan otoriter
Tidak ada empati
Teori kepemimpinan kontingensi berfokus pada:
Satu pendekatan kepemimpinan untuk setiap situasi
Penyesuaian gaya kepemimpinan berdasarkan situasi dan lingkungan
Penggunaan otoritas mutlak oleh pemimpin
Mengabaikan variabel lingkungan
Kepemimpinan laissez-faire memiliki kelemahan dalam:
Kurangnya pengarahan
Pengambilan keputusan yang cepat
Keputusan yang didikte oleh pemimpin
Memotivasi tim
Kepemimpinan visioner berfokus pada:
Hasil langsung
Membangun visi jangka panjang
Peningkatan kinerja harian
Pengambilan keputusan otoriter
Pemimpin yang mendengarkan dan merespon kebutuhan tim
Kepemimpinan visioner berfokus pada:
Hasil langsung
Membangun visi jangka panjang
Peningkatan kinerja harian
Pengambilan keputusan otoriter
Pemimpin yang mendengarkan dan merespon kebutuhan tim mereka dikenal sebagai:
Autokratis
Demokratis
Pemimpin yang melayani (servant leader)
Laissez-faire
Karakteristik utama dari pemimpin yang melayani adalah:
Fokus pada kebutuhan pribadi
Melayani kebutuhan tim terlebih dahulu
Memonopoli keputusan
Menghindari tanggung jawab
Salah satu tantangan terbesar dalam kepemimpinan global adalah:
Kesamaan budaya
Pengambilan keputusan cepat
Memahami perbedaan budaya
Komunikasi yang tidak perlu
Pemimpin yang efektif biasanya:
Mengabaikan konflik
Menghindari komunikasi dua arah
Fokus hanya pada hasil
Mengelola konflik dengan cara yang konstruktif
Teori kepemimpinan transaksional mengasumsikan bahwa:
Kepemimpinan adalah pertukaran antara upaya dan imbalan
Kepemimpinan adalah tentang memberikan motivasi intrinsik
Pemimpin harus menginspirasi perubahan besar
Pemimpin tidak perlu memberikan imbalan
Pemimpin yang berfokus pada nilai-nilai moral dan etika disebut sebagai:
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transformasional
Pemimpin etis
Pemimpin otoriter
Karakteristik utama dari pemimpin otokratis adalah:
Mengandalkan keputusan bersama
Membuat semua keputusan sendiri
Melibatkan seluruh tim dalam diskusi
Fleksibilitas tinggi
Salah satu keuntungan dari kepemimpinan transformasional adalah:
Fokus jangka pendek
Meminimalkan partisipasi tim
Tidak ada perubahan dalam organisasi
Menginspirasi pengikut untuk tumbuh dan berkembang
Pemimpin yang otoriter biasanya:
Memotivasi tim melalui inspirasi
Menjaga komunikasi dua arah
Berfokus pada hubungan jangka panjang
Mengambil keputusan sendiri tanpa masukan dari tim
Gaya kepemimpinan laissez-faire cocok untuk tim yang:
Sangat terampil dan mampu bekerja tanpa banyak pengawasan
Tidak terorganisir dan membutuhkan pengarahan
Baru dalam tugas mereka
Tidak percaya diri
Kepemimpinan partisipatif melibatkan:
Membuat keputusan tanpa masukan dari tim
Melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan
Memberikan semua tanggung jawab kepada tim
Mengabaikan pendapat tim
Kepemimpinan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan lingkungan dikenal sebagai:
Kepemimpinan laissez-faire
Kepemimpinan transformasional
Kepemimpinan situasional
Kepemimpinan otoriter
Seorang pemimpin yang etis harus menunjukkan:
Ketidakpedulian terhadap dampak keputusan
Kejujuran dan integritas dalam semua tindakan
Fokus pada keuntungan pribadi
Pengabaian terhadap kepentingan tim
Gaya kepemimpinan yang paling cocok dalam situasi krisis adalah:
Laissez-faire
Demokratis
Autokratis
Transformasional
Salah satu keahlian utama yang dibutuhkan oleh pemimpin global adalah:
Kurangnya keterampilan komunikasi
Kemampuan memahami dan beradaptasi dengan perbedaan budaya
Pengetahuan yang terbatas tentang pasar internasional
Kurangnya fleksibilitas
Pemimpin yang baik harus mampu:
Menghindari konfrontasi
Mengabaikan masalah tim
Menggunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi
Menyelesaikan konflik secara efektif
Pemimpin yang berfokus pada tujuan jangka panjang sering kali disebut:
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transformasional
Pemimpin otoriter
Pemimpin transaksional
Pemimpin yang berfokus pada tujuan jangka panjang sering kali disebut:
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transformasional
Pemimpin otoriter
Pemimpin transaksional
Keuntungan utama dari kepemimpinan partisipatif adalah:
Membuat keputusan dengan cepat tanpa konsultasi
Memberikan sedikit wewenang kepada anggota tim
Meningkatkan keterlibatan dan komitmen tim
Mengabaikan pendapat anggota tim
Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengelola tim lintas budaya dengan baik dikenal sebagai:
Pemimpin global
Pemimpin otokratis
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transaksional
Dalam kepemimpinan demokratis, keputusan:
Hanya dibuat oleh pemimpin
Dibuat oleh pemimpin tanpa masukan
Dibuat dengan melibatkan tim
Dibuat oleh orang luar
Pemimpin yang sering kali tidak terlibat dalam keputusan operasional sehari-hari adalah:
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transformasional
Pemimpin otoriter
Pemimpin demokratis
Pemimpin yang baik harus memiliki kemampuan untuk:
Menghindari masukan dari tim
Menyusun dan mengkomunikasikan visi yang jelas
Fokus hanya pada keuntungan jangka pendek
Mengabaikan konflik dalam tim
Pemimpin otokratis sering kali menggunakan:
Pengambilan keputusan kolektif
Masukan dari tim dalam setiap keputusan
Pendekatan konsensus
Kekuasaan untuk memaksakan keputusan
Kepemimpinan transformasional berfokus pada:
Pengelolaan tugas sehari-hari
Memberi otoritas penuh kepada tim
Memonopoli proses pengambilan keputusan
Mentransformasi nilai dan tujuan organisasi
Pemimpin yang efektif harus mampu berkomunikasi dengan:
Otoritas yang berlebihan
Kejelasan dan empati
Sikap acuh tak acuh
Keegoisan
Pemimpin situasional harus:
Menggunakan satu gaya kepemimpinan untuk semua situasi
Menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan kebutuhan tim dan situasi
Mengabaikan masukan dari tim
Berfokus pada satu tujuan tanpa variasi
Pemimpin yang baik akan selalu:
Memimpin dengan contoh
Menghindari tantangan
Mengabaikan visi jangka panjang
Fokus pada keuntungan pribadi
Pemimpin yang berfokus pada pemberian penghargaan atas hasil baik adalah:
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin transformasional
Pemimpin transaksional
Pemimpin otokratis
Pemimpin yang melibatkan tim dalam pengambilan keputusan sering kali disebut:
Pemimpin demokratis
Pemimpin otoriter
Pemimpin transaksional
Pemimpin laissez-faire
Pemimpin global harus memiliki kemampuan untuk:
Beradaptasi dengan berbagai budaya
Menghindari komunikasi dengan tim
Berfokus hanya pada tujuan lokal
Mengabaikan perbedaan budaya
Kepemimpinan etis mengharuskan pemimpin untuk:
Fokus pada keuntungan pribadi
Memastikan keputusan didasarkan pada prinsip moral dan integritas
Mengabaikan kepentingan tim
Mengambil jalan pintas untuk hasil cepat
Pemimpin transformasional berbeda dari pemimpin transaksional karena:
Fokus pada tugas sehari-hari
Fokus pada perubahan jangka panjang dan pengembangan tim
Tidak melibatkan tim dalam proses pengambilan keputusan
Menghindari tanggung jawab
