wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL SENI BUDAYA [SENI MUSIK]

Total questions: 15

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Tulisan yang tertuang pada partitur adalah....

a)

Nada Nada

b)

Birama

c)

Notasi

d)

Monolog

2.

Jenis pernapasan yang baik digunakan saat bernyanyi adalah...

(a)  

3.

Gambar bentuk nilai notasi 1/4 adalah..

a)

b)

c)

d)

4.

Alat musik tradisional Jawa Barat​ yang dimainkan dengan cara digoyangkan adalah​

(a)  

5.

Gong berasal dari daerah...

a)

Jawa Barat

b)

Jawa Tengah

c)

Jawa Timur

d)

Papua

6.

Tulisan yang digunakan oleh musisi untuk mennyampaikan nada-nada disebut?

(a)  

7.

Nada yang tidak bisa diubah adalah nada...

(a)  

8.

Tulisan yang digunakan oleh musisi untuk menyampaikan nada-nada adalah?

a)

Partitur

b)

Birama

c)

Notasi

d)

Paranada

9.

Bernyanyi satu suara disebut (a)  

10.

Orang yang memimpin jalannya suatu pertunjukkan musik melalui gerak isyarat disebut...

(a)  

11.

Rangkaian yang terdiri dari beberapa nada yang ditentukan berdasarkan tinggi rendahnya bunyi secara berurutan disebut dengan...

a)

Irama

b)

Ritme

c)

Melodi

d)

Birama

12.

Gamelan merupakan alat musik yang berasal dari ?

a)

Sumatra

b)

Kalimantan

c)

Papua

d)

Jawa

13.

Alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik adalah...​

(a)  

14-16.

Memahami Alat Musik Saron

Saron adalah salah satu instrumen penting dalam gamelan, ansambel musik tradisional Jawa dan Bali. Alat musik ini terbuat dari logam, biasanya perunggu, dan terdiri dari bilah-bilah yang diletakkan di atas resonator kayu. Setiap bilah menghasilkan nada yang berbeda ketika dipukul dengan palu khusus yang disebut tabuh. Saron memiliki peran penting dalam menciptakan melodi dasar dalam komposisi gamelan, memberikan struktur dan ritme yang khas.

Cara memainkan saron memerlukan teknik khusus dan pemahaman mendalam tentang musik gamelan. Pemain saron menggunakan tabuh untuk memukul bilah-bilah logam dengan lembut namun tegas. Teknik memukul yang tepat sangat penting untuk menghasilkan suara yang jernih dan harmonis. Selain itu, pemain harus memperhatikan tempo dan dinamika agar dapat berkolaborasi dengan instrumen gamelan lainnya.

Dalam pembelajaran saron, penting untuk memahami notasi dan pola ritmis yang digunakan dalam gamelan. Pemain harus menghafal pola-pola ini dan mampu berimprovisasi sesuai dengan konteks pertunjukan. Latihan rutin dan mendengarkan pertunjukan gamelan secara langsung dapat membantu pemain mengasah keterampilan mereka. Dengan dedikasi dan latihan, pemain saron dapat berkontribusi secara signifikan dalam ansambel gamelan, menciptakan musik yang memukau dan penuh makna.

14.

Apa bahan utama yang digunakan untuk membuat saron dalam gamelan?

a)

Perunggu

b)

Kayu

c)

Besi

d)

Tembaga

15.

Apa peran utama saron dalam komposisi gamelan?

a)

Menciptakan melodi dasar

b)

Mengatur tempo

c)

Menambah volume

d)

Menghasilkan efek suara

16.

Apa yang harus diperhatikan pemain saron saat memainkan instrumen ini?

a)

Teknik memukul, tempo, dan dinamika

b)

Warna bilah logam

c)

Ukuran resonator kayu

d)

Berat palu tabuh

17-20.

Sejarah dan Keunikan Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia, khususnya dari daerah Sunda di Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Setiap angklung menghasilkan satu nada tertentu, dan untuk memainkan sebuah lagu, diperlukan beberapa angklung dengan nada yang berbeda. Angklung telah menjadi bagian penting dari budaya Sunda dan sering dimainkan dalam berbagai upacara dan perayaan tradisional. Keunikan angklung terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan harmoni yang indah meskipun terbuat dari bahan yang sederhana.

Sejarah angklung dapat ditelusuri kembali ke zaman kerajaan Sunda, di mana alat musik ini digunakan dalam ritual keagamaan dan upacara adat. Pada masa itu, angklung dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat mendatangkan kesuburan dan kesejahteraan. Seiring berjalannya waktu, angklung mulai dikenal di luar Jawa Barat dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Pada abad ke-20, angklung mengalami perkembangan yang signifikan dengan diperkenalkannya angklung diatonis oleh Daeng Soetigna, yang memungkinkan angklung dimainkan dalam skala musik Barat.

Pengakuan internasional terhadap angklung semakin meningkat ketika UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2010. Pengakuan ini tidak hanya meningkatkan popularitas angklung di kancah internasional tetapi juga mendorong pelestarian dan pengembangan alat musik ini di Indonesia. Banyak sekolah dan komunitas musik di Indonesia yang kini mengajarkan cara memainkan angklung kepada generasi muda. Hal ini bertujuan untuk menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat luas.

Selain sebagai alat musik, angklung juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Bermain angklung secara berkelompok mengajarkan kerjasama dan koordinasi antar pemain, karena setiap orang memegang satu atau lebih angklung yang harus dimainkan secara harmonis. Angklung juga sering digunakan dalam kegiatan pendidikan untuk memperkenalkan musik dan budaya Indonesia kepada anak-anak. Dengan demikian, angklung tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pelestarian budaya yang kaya akan nilai-nilai tradisional.

17.

Dari mana asal angklung?

a)

Jawa Barat, Indonesia

b)

Bali, Indonesia

c)

Sumatera, Indonesia

d)

Kalimantan, Indonesia

18.

Apa yang membuat angklung unik?

a)

Kemampuannya menghasilkan harmoni indah dari bahan sederhana

b)

Dibuat dari logam dan menghasilkan suara keras

c)

Hanya bisa dimainkan oleh satu orang

d)

Memiliki bentuk yang sangat rumit

19.

Siapa yang memperkenalkan angklung diatonis?

a)

Daeng Soetigna

b)

Raden Saleh

c)

Ki Hajar Dewantara

d)

Wage Rudolf Supratman

20.

Kapan angklung diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO?

a)

2010

b)

2000

c)

1995

d)

2015