wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL KOMPETENSI TEKNIS FIX

Total questions: 90

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Dalam proses perumusan kebijakan kesejahteraan sosial, langkah yang paling tepat setelah identifikasi masalah adalah....

a)

Penentuan tujuan kebijakan

b)

Analisis situasi dan pengembangan alternatif solusi

c)

Pemilihan kebijakan yang paling sesuai

d)

Implementasi kebijakan

e)

Evaluasi kebijakan

2.

Metode pengumpulan data yang paling efektif untuk monitoring pelaksanaan kebijakan kesejahteraan sosial di lapangan adalah....

a)

Survei online

b)

Wawancara mendalam dengan penerima manfaat

c)

Analisis dokumen kebijakan

d)

Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan

e)

Observasi langsung di lokasi pelaksanaan kebijakan

3.

Dalam evaluasi kebijakan kesejahteraan sosial, indikator yang paling relevan untuk menilai efektivitas kebijakan adalah....

a)

Jumlah anggaran yang terserap

b)

Jumlah staf yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan

c)

Perubahan positif pada kondisi kesejahteraan sosial masyarakat sasaran

d)

Tingkat kepuasan pejabat pemerintah terhadap kebijakan

e)

Jumlah kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana

4.

Pendekatan yang paling sesuai untuk evaluasi kebijakan kesejahteraan sosial yang berfokus pada penilaian proses implementasi kebijakan adalah....

a)

Evaluasi eksperimental dengan kelompok kontrol

b)

Evaluasi partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan

c)

Evaluasi berbasis teori (theory-based evaluation)

d)

Evaluasi ekonomi dengan analisis biaya-manfaat

e)

Evaluasi dampak dengan metode kuantitatif

5.

Sumber data sekunder yang paling relevan untuk perumusan kebijakan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Laporan tahunan perusahaan swasta

b)

Data sensus penduduk dan survei sosial ekonomi nasional

c)

Artikel opini di media massa

d)

Laporan keuangan lembaga pemerintah

e)

Buku teks akademik tentang teori kesejahteraan sosial

6.

Dalam implementasi kebijakan kesejahteraan sosial, strategi yang paling efektif untuk mengatasi resistensi dari kelompok yang terdampak negatif adalah....

a)

Mengabaikan kelompok tersebut dan fokus pada dukungan kelompok lain

b)

Melibatkan kelompok tersebut dalam dialog dan negosiasi untuk mencari solusi bersama

c)

Memberikan kompensasi finansial kepada kelompok tersebut

d)

Menerapkan sanksi hukum bagi kelompok yang menolak kebijakan

e)

Merevisi tujuan kebijakan agar sesuai dengan kepentingan kelompok tersebut

7.

Tantangan yang paling signifikan dalam monitoring kebijakan kesejahteraan sosial di daerah terpencil adalah....

a)

Keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan monitoring

b)

Kurangnya sumber daya manusia yang kompeten

c)

Aksesibilitas fisik yang terbatas dan infrastruktur yang kurang memadai

d)

Rendahnya tingkat literasi teknologi informasi pada masyarakat lokal

e)

Perbedaan bahasa dan budaya antara pelaksana monitoring dan masyarakat lokal

8.

Pada tahap evaluasi dampak kebijakan kesejahteraan sosial, pendekatan yang paling sesuai untuk mengukur peran kebijakan dalam menghasilkan perubahan adalah....

a)

Analisis deskriptif data sebelum dan sesudah intervensi kebijakan

b)

Survei kepuasan penerima manfaat kebijakan

c)

Evaluasi kualitatif dengan metode studi kasus

d)

Analisis kontrafaktual dengan menggunakan kelompok kontrol

e)

Audit keuangan untuk menilai efisiensi penggunaan anggaran

9.

Strategi yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kebijakan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Merekrut staf baru dengan kualifikasi yang lebih tinggi

b)

Memberikan insentif finansial bagi staf yang berkinerja baik

c)

Menerapkan sistem hukuman bagi staf yang berkinerja buruk

d)

Menyediakan pelatihan dan pendampingan yang relevan secara berkala

e)

Meningkatkan pengawasan dan kontrol oleh atasan

10.

Dalam konteks evaluasi kebijakan kesejahteraan sosial, triangulasi data mengacu pada....

a)

Penggunaan tiga atau lebih metode statistik dalam analisis data

b)

Pelibatan tiga pemangku kepentingan utama dalam proses evaluasi

c)

Penggunaan berbagai sumber dan jenis data untuk memverifikasi temuan

d)

Penerapan tiga kriteria evaluasi utama: efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan

e)

Pengulangan evaluasi sebanyak tiga kali untuk memastikan konsistensi hasil

11.

Unsur utama dalam rencana advokasi pelayanan kesejahteraan sosial yang penting namun sering terabaikan adalah....

a)

Penentuan tujuan dan sasaran advokasi yang spesifik

b)

Pembangunan aliansi strategis dengan organisasi masyarakat sipil

c)

Analisis risiko dan perencanaan mitigasi dampak negatif advokasi

d)

Penggunaan media sosial secara intensif untuk menyebarkan pesan advokasi

e)

Pembentukan slogan dan jargon yang menarik perhatian publik

12.

Dalam proses advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial, peran pekerja sosial yang paling strategis adalah....

a)

Melakukan penelitian dan mengumpulkan bukti untuk mendukung advokasi

b)

Memobilisasi masa untuk melakukan demonstrasi dan protes

c)

Melobi pengambil keputusan secara langsung untuk memengaruhi kebijakan

d)

Menyediakan layanan langsung kepada masyarakat sebagai contoh praktik terbaik

e)

Menggalang dana dari sumber-sumber eksternal untuk mendukung advokasi

13.

Indikator keberhasilan advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial yang paling utama adalah....

a)

Jumlah artikel media yang memuatisu yang diadvokasi

b)

Frekuensi pertemuan dengan pengambil keputusan

c)

Banyaknya dukungan dari tokoh masyarakat dan selebriti

d)

Terjadinya perubahan kebijakan yang sesuai dengan tujuan advokasi

e)

Meningkatnya anggaran pemerintah untuk pelayanan kesejahteraan sosial

14.

Tantangan utama dalam monitoring dan evaluasi hasil advokasi kebijakan pelayanan

a)

Kesulitan dalam mengukur dampak jangka panjang dari perubahan kebijakan

b)

Resistensi dari lembaga pemerintah untuk memberikan data yang diperlukan

c)

Kurangnya sumber daya keuangan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi

d)

Perbedaan pendapat di antara pemangku kepentingan tentang indikator

e)

Perubahan dinamika politik yang mempengaruhi keberlanjutan advokasi

15.

Strategi yang efektif untuk memastikan keberlanjutan hasil advokasi kebijakan pelayanan

a)

Melembagakan mekanisme pemantauan dan evaluasi partisipatif

b)

Mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan kebijakan baru

c)

Meningkatkan kapasitas lembaga pelaksana melalui pelatihan berkala

d)

Membangun koalisi permanen dengan organisasi masyarakat sipil

e)

Menjaga hubungan baik dengan media massa untuk liputan berkelanjutan

16.

Dalam pemilihan mitra advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial, kriteria yang paling penting adalah....

a)

Kesamaan visi dan tujuan advokasi dengan organisasi mitra

b)

Reputasi dan pengaruh organisasi mitra di masyarakat

c)

Ketersediaan sumber daya keuangan dan manusia dari organisasi mitra

d)

Pengalaman organisasi mitra dalam advokasi kebijakan sebelumnya

e)

Kedekatan hubungan personal antara pimpinan organisasi

17.

Pendekatan yang paling sesuai untuk memperkuat kapasitas pekerja sosial dalam advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Mengadakan seminar dan konferensi tentang isu-isu advokasi terkini

b)

Menyediakan hibah penelitian untuk studi terkait advokasi kebijakan

c)

Mengembangkan program mentoring antara pekerja sosial senior dan junior

d)

Menyelenggarakan pelatihan keterampilan advokasi secara teratur

e)

Membentuk komunitas praktik untuk berbagi pengalaman advokasi

18.

Strategi komunikasi yang paling efektif dalam advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Menggunakan bahasa teknis dan istilah hukum untuk menunjukkan keahlian

b)

Menyampaikan pesan dengan gaya konfrontatif untuk menarik perhatian

c)

Mengadaptasi pesan sesuai dengan karakteristik dan kepentingan pemangku kepentingan

d)

Mengandalkan data statistik sebagai argumen utama dalam komunikasi advokasi

e)

Menggunakan pendekatan emosional dengan menyoroti kisah individu yang terdampak

19.

Dalam monitoring dan evaluasi hasil advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial, metode pengumpulan data yang paling sesuai untuk menilai dampak jangka panjang adalah....

a)

Survei kepuasan penerima manfaat layanan

b)

Analisis tren anggaran dan belanja pemerintah

c)

Wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci

d)

Observasi langsung di lapangan

e)

Studi longitudinal dengan kelompok kontrol

20.

Salah satu etika penting yang harus dipegang teguh oleh pekerja sosial dalam advokasi kebijakan pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Memprioritaskan kepentingan pribadi dan organisasi di atas kepentingan masyarakat

b)

Menggunakan segala cara, termasuk manipulasi data, untuk mencapai tujuan advokasi

c)

Memastikan bahwa advokasi didasarkan pada bukti ilmiah dan nilai-nilai profesi pekerjaan sosial

d)

Menghindari kerjasama dengan pemangku kepentingan yang memiliki pandangan berbeda

e)

Menjaga netralitas politik dengan tidak terlibat dalam proses pembuatan kebijakan

21.

Dalam melakukan analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial, aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah....

a)

Ketersediaan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan rencana

b)

Kesesuaian rencana dengan visi dan misi organisasi pelaksana

c)

Keselarasan rencana dengan pedoman kerja/petunjuk teknis yang berlaku

d)

Potensi dampak positif rencana terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat

e)

Kemudahan dalam mengukur dan mengevaluasi hasil pelaksanaan rencana

22.

Teknik analisis yang paling tepat untuk menilai kelayakan finansial dari perencanaan pekerjaan sosial adalah....

a)

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

b)

Analisis Biaya-Manfaat (Cost-Benefit Analysis)

c)

Analisis Pohon Masalah (Problem Tree Analysis)

d)

Analisis Pemangku Kepentingan (Stakeholder Analysis)

e)

Analisis Kerangka Logis (Logical Framework Analysis)

23.

Ketika hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa rencana pekerjaan sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman kerja/petunjuk teknis, langkah yang paling tepat adalah....

a)

Membatalkan rencana dan mengembangkan rencana baru dari awal

b)

Mengabaikan ketidaksesuaian dan melanjutkan rencana seperti semula

c)

Merevisi rencana untuk mengatasi area ketidaksesuaian yang teridentifikasi

d)

Meminta pengecualian dari pedoman kerja/petunjuk teknis kepada atasan

e)

Menyesuaikan pedoman kerja/petunjuk teknis agar selaras dengan rencana

24.

Salah satu tantangan dalam melakukan analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial adalah ketersediaan data yang terbatas. Strategi yang paling efektif untuk mengatasi tantangan ini adalah....

a)

Membuat asumsi berdasarkan pengalaman dan intuisi perencana

b)

Menggunakan data dari konteks yang berbeda sebagai proksi

c)

Mengandalkan input kualitatif dari pemangku kepentingan sebagai pengganti data

d)

Mengumpulkan data primer melalui metode yang cepat dan hemat biaya

e)

Menyederhanakan rencana untuk mengurangi kebutuhan data

25.

Aspek penting yang sering diabaikan dalam analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial adalah....

a)

Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten untuk pelaksanaan rencana

b)

Potensi risiko dan tantangan dalam pelaksanaan rencana

c)

Keselarasan rencana dengan prioritas dan kebijakan pemerintah

d)

Kemampuan rencana untuk menghasilkan hasil yang berkelanjutan

e)

Tingkat dukungan dan penerimaan dari masyarakat sasaran

26.

Dalam konteks analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial, metode pengumpulan data yang paling sesuai untuk menilai kebutuhan dan preferensi masyarakat sasaran adalah....

a)

Survei terstruktur dengan kuesioner tertutup

b)

Analisis data sekunder dari sumber pemerintah dan lembaga penelitian

c)

Diskusi kelompok terfokus dengan perwakilan masyarakat

d)

Wawancara mendalam dengan informan kunci

e)

Observasi partisipatif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat

27.

Kriteria yang paling penting dalam menilai kelayakan rencana pekerjaan sosial dari perspektif keberlanjutan adalah....

a)

Ketersediaan sumber pendanaan jangka panjang untuk melanjutkan rencana

b)

Tingkat keterlibatan dan kepemilikan masyarakat terhadap rencana

c)

Kemampuan rencana untuk menghasilkan perubahan sistemik dalam kebijakan dan kelembagaan

d)

Potensi rencana untuk menghasilkan pendapatan dan kemandirian finansial

e)

Kompatibilitas rencana dengan nilai-nilai dan norma-norma budaya masyarakat

28.

Dalam melakukan analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial, pendekatan yang paling tepat untuk memastikan rencana responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan adalah....

a)

Menggunakan data terdisagregasi berdasarkan karakteristik kelompok rentan

b)

Berkonsultasi dengan organisasi yang mewakili kelompok rentan

c)

Memprioritaskan intervensi yang secara khusus menargetkan kelompok rentan

d)

Menugaskan staf dengan latar belakang dan pengalaman bekerja dengan kelompok rentan

e)

Melakukan analisis dampak sosial untuk mengidentifikasi konsekuensi tidak langsung bagi kelompok rentan

29.

Salah satu pertimbangan etis yang penting dalam analisis kelayakan perencanaan pekerjaan sosial adalah....

a)

Memastikan alokasi sumber daya yang adil dan merata untuk semua kelompok masyarakat

b)

Menghindari konflik kepentingan antara perencana dan pemangku kepentingan tertentu

c)

Memprioritaskan rencana yang memberikan manfaat terbesar bagi sebagian besar populasi

d)

Melindungi privasi dan kerahasiaan informasi yang dikumpulkan selama analisis

e)

Mempertimbangkan preferensi pribadi dan nilai-nilai perencana dalam pengambilan keputusan

30.

Ketika hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa rencana pekerjaan sosial memiliki potensi dampak negatif yang signifikan terhadap kelompok tertentu, langkah yang paling tepat adalah....

a)

Menghentikan rencana sepenuhnya untuk menghindari dampak negatif

b)

Melanjutkan rencana semula dengan mitigasi dampak seminimal mungkin

c)

Merevisi rencana secara substansial untuk menghilangkan atau meminimalkan dampak negatif

d)

Mengimbangi dampak negatif dengan memberikan kompensasi kepada kelompok yang terkena dampak

e)

Menyerahkan keputusan kepada pemangku kepentingan yang lebih berkuasa

31.

Dalam menyiapkan bahan terkait manajemen pekerjaan sosial, jenis data yang paling penting untuk dikumpulkan adalah....

a)

Data demografis dan sosial ekonomi masyarakat sasaran

b)

Data anggaran dan pengeluaran program pekerjaan sosial sebelumnya

c)

Data kepuasan klien terhadap layanan pekerjaan sosial yang ada

d)

Data kinerja staf pekerjaan sosial dalam periode sebelumnya

e)

Data tren permasalahan sosial utama di wilayah sasaran

32.

Pedoman kerja/petunjuk teknis yang paling relevan sebagai acuan dalam penyiapan bahan manajemen pekerjaan sosial adalah....

a)

Standar operasional prosedur (SOP) untuk pelaksanaan program pekerjaan sosial

b)

Kode etik profesi pekerjaan sosial yang ditetapkan oleh asosiasi profesi

c)

Peraturan perundang-undangan terkait kesejahteraan sosial dan perlindungan sosial

d)

Rencana strategis dan rencana kerja tahunan instansi pelaksana pekerjaan sosial

e)

Pedoman monitoring dan evaluasi program pekerjaan sosial

33.

Tantangan yang paling signifikan dalam mengumpulkan data untuk penyiapan bahan manajemen pekerjaan sosial di daerah terpencil adalah....

a)

Keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi

b)

Rendahnya tingkat melek huruf dan pemahaman masyarakat tentang pekerjaan sosial

c)

Kendala bahasa dan dialek lokal yang berbeda dengan bahasa resmi

d)

Keengganan masyarakat untuk berbagi informasi karena alasan budaya atau privasi

e)

Keterbatasan transportasi dan aksesibilitas fisik lokasi sasaran

34.

Dalam menyiapkan bahan anggaran untuk manajemen pekerjaan sosial, pendekatan yang paling tepat untuk memastikan efisiensi biaya adalah....

a)

Menggunakan data historis pengeluaran program sebagai dasar untuk proyeksi anggaran

b)

Menerapkan analisis biaya-manfaat untuk menentukan alokasi sumber daya

c)

Membandingkan biaya program dengan benchmark dari program serupa di daerah lain

d)

Melibatkan pemangku kepentingan dalam proses penganggaran partisipatif

e)

Memprioritaskan intervensi yang memiliki biaya per penerima manfaat terendah

35.

Manajemen pekerjaan sosial adalah....

a)

Memastikan partisipasi yang luas dan inklusif dari semua pemangku kepentingan

b)

Menjaga objektivitas dan netralitas dalam menganalisis data dan informasi

c)

Menghormati kerahasiaan dan privasi individu yang terlibat dalam program

d)

Mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan lainnya

e)

Mematuhi semua peraturan dan prosedur administrasi yang berlaku

36.

Dalam konteks penyiapan bahan manajemen pekerjaan sosial, fungsi utama dari analisis pemangku kepentingan adalah....

a)

Mengidentifikasi individu dan kelompok yang akan terdampak oleh program

b)

Menilai tingkat dukungan atau penolakan pemangku kepentingan terhadap program

c)

Memetakan peran dan tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program

d)

Mengukur potensi kontribusi sumber daya dari setiap pemangku kepentingan

e)

Memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh di antara pemangku kepentingan

37.

Ketika menyiapkan bahan terkait manajemen risiko dalam pekerjaan sosial, jenis risiko yang paling penting untuk diidentifikasi adalah....

a)

Risiko keuangan terkait pengelolaan anggaran program

b)

Risiko reputasi terkait persepsi publik terhadap program

c)

Risiko operasional terkait pelaksanaan program di lapangan

d)

Risiko strategis terkait keselarasan program dengan tujuan organisasi

e)

Risiko kepatuhan terkait pemenuhan peraturan dan standar yang berlaku

38.

Dalam menyiapkan bahan terkait sistem informasi manajemen untuk pekerjaan sosial, pertimbangan yang paling penting adalah....

a)

Kompatibilitas sistem dengan infrastruktur teknologi informasi yang ada

b)

Kemudahan penggunaan sistem bagi staf dengan berbagai tingkat keterampilan teknis

c)

Kemampuan sistem untuk menghasilkan laporan dan analisis data secara otomatis

d)

Biaya pengembangan dan pemeliharaan sistem dalam jangka panjang

e)

Kapasitas sistem untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber dan program

39.

Salah satu strategi untuk memastikan bahwa bahan yang disiapkan sesuai dengan pedoman kerja/petunjuk teknis terkait manajemen pekerjaan sosial adalah....

a)

Melakukan pelatihan dan orientasi secara berkala bagi staf yang terlibat dalam penyiapan bahan

b)

Mengembangkan daftar periksa (checklist) yang mencakup semua elemen yang diperlukan sesuai pedoman

c)

Menugaskan seorang manajer senior untuk meninjau dan menyetujui semua bahan sebelum finalisasi

d)

Menyediakan template dan contoh bahan yang telah sesuai dengan pedoman sebagai referensi

e)

Membentuk tim khusus yang bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman

40.

Ketika terdapat perbedaan antara kebutuhan aktual di lapangan dengan pedoman kerja/petunjuk teknis terkait manajemen pekerjaan sosial, pendekatan yang paling tepat adalah....

a)

Mengabaikan pedoman dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan aktual secara langsung

b)

Mengikuti pedoman secara kaku dan mengesampingkan kebutuhan aktual yang tidak sesuai

c)

Mengajukan perubahan atau pengecualian terhadap pedoman kepada otoritas yang berwenang

d)

Mencari solusi kreatif yang dapat mengakomodasi baik kebutuhan aktual maupun prinsip-prinsip dalam pedoman

e)

Menunda pelaksanaan program sampai pedoman dapat direvisi sesuai dengan kebutuhan aktual

41.

Tujuan utama dari sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang keberadaan dan manfaat program

b)

Mendapatkan dukungan politik dari tokoh masyarakat dan pembuat kebijakan

c)

Menjaring umpan balik dan masukan dari masyarakat untuk perbaikan program

d)

Memenuhi persyaratan administratif dan laporan kepada lembaga pendanaan

e)

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan program

42.

Dalam merancang strategi sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial, faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah....

a)

Ketersediaan anggaran dan sumber daya untuk pelaksanaan sosialisasi

b)

Karakteristik demografis dan preferensi komunikasi dari kelompok sasaran

c)

Jangkauan geografis dan aksesibilitas wilayah yang menjadi target sosialisasi

d)

Dukungan dan keterlibatan dari tokoh masyarakat dan pemimpin lokal

e)

Keberadaan media massa dan saluran komunikasi yang populer di masyarakat

43.

Metode sosialisasi yang paling efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang terpinggirkan dan rentan adalah....

a)

Iklan layanan masyarakat di media massa nasional

b)

Pengumuman resmi di kantor pemerintah daerah

c)

Pertemuan tatap muka dan diskusi kelompok kecil di tingkat komunitas

d)

Penyebaran brosur dan poster di tempat-tempat umum

e)

Kampanye media sosial dengan hashtag khusus

44.

Tantangan yang paling signifikan dalam melakukan sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial di daerah terpencil adalah....

a)

Keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi

b)

Rendahnya tingkat melek huruf dan pemahaman masyarakat tentang program

c)

Resistensi dari tokoh masyarakat dan pemimpin adat terhadap program

d)

Keterbatasan anggaran dan sumber daya untuk menjangkau daerah terpencil

e)

Keberagaman bahasa dan dialek lokal yang digunakan oleh masyarakat

45.

Indikator keberhasilan sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial yang paling utama adalah....

a)

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi

b)

Jumlah media massa yang meliput dan memberitakan program

c)

Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang program

d)

Jumlah tokoh masyarakat yang menyatakan dukungan terhadap program

e)

Jumlah anggaran yang terserap untuk pelaksanaan sosialisasi

46.

Dalam merancang materi sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial, prinsip yang paling penting untuk diikuti adalah....

a)

Menggunakan istilah teknis dan jargon profesional untuk menunjukkan kredibilitas

b)

Menyajikan sebanyak mungkin informasi secara mendetail untuk menghindari kebingungan

c)

Menggunakan pendekatan emosional untuk menarik minat dan simpati masyarakat

d)

Menyesuaikan bahasa dan gaya penyampaian dengan karakteristik kelompok sasaran

e)

Berfokus pada aspek positif dan manfaat program, sambil meminimalkan pembahasan tentang risiko dan tantangan

47.

Salah satu strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Menyediakan insentif material bagi peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi

b)

Melibatkan tokoh masyarakat sebagai pembicara utama dalam sosialisasi

c)

Mengadakan kegiatan sosialisasi pada hari dan waktu yang paling nyaman bagi masyarakat

d)

Menggunakan pendekatan hiburan seperti pertunjukan seni dan permainan dalam sosialisasi

e)

Membuat kehadiran dalam sosialisasi sebagai prasyarat untuk m

48.

Ketika menghadapi resistensi atau skeptisisme dari sebagian masyarakat terhadap program dalam sosialisasi, pendekatan yang paling tepat adalah....

a)

Mengabaikan keberatan tersebut dan tetap menyampaikan informasi sesuai rencana

b)

Menekankan kewajiban masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemerintah

c)

Mengadaptasi pesan dan memberikan ruang dialog untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat

d)

Melaporkan individu yang menunjukkan resistensi kepada otoritas terkait

e)

Membatalkan sosialisasi dan menunda pelaksanaan program di wilayah tersebut

49.

Pertimbangan etis yang paling penting dalam merancang dan melaksanakan sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Memastikan representasi yang seimbang dari berbagai kelompok masyarakat dalam materi sosialisasi

b)

Menjaga netralitas politik dan tidak memihak pada kepentingan partai tertentu

c)

Menghindari penggunaan dana publik untuk kepentingan promosi pribadi atau kelompok

d)

Menghormati keragaman budaya dan tradisi masyarakat setempat dalam pelaksanaan sosialisasi

e)

Menyampaikan informasi secara jujur dan transparan, termasuk keterbatasan dan potensi risiko program

50.

Pembelajaran utama yang dapat diambil dari evaluasi pasca sosialisasi program pelayanan kesejahteraan sosial adalah....

a)

Efektivitas metode sosialisasi yang digunakan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan

b)

Efisiensi penggunaan anggaran dan sumber daya dalam pelaksanaan sosialisasi

c)

Tingkat kepuasan peserta terhadap aspek teknis dan logistik sosialisasi

d)

Jumlah peserta yang hadir dan konsistensi kehadiran selama rangkaian sosialisasi

e)

Kontribusi sosialisasi terhadap peningkatan citra positif lembaga penyelenggara program

51.

Dalam menerapkan layanan pekerjaan sosial, prinsip etis yang paling penting untuk dipatuhi adalah....

a)

Menghormati kerahasiaan dan privasi klien

b)

Memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan klien di atas segalanya

c)

Menjaga hubungan profesional yang tepat dengan klien

d)

Menghargai keberagaman dan menghindari diskriminasi

e)

Berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi profesional secara berkelanjutan

52.

Pedoman kerja/petunjuk teknis yang paling relevan sebagai acuan dalam penerapan layanan pekerjaan sosial adalah....

a)

Kode etik profesi pekerjaan sosial

b)

Standar praktik pekerjaan sosial yang ditetapkan oleh asosiasi profesi

c)

Peraturan perundang-undangan terkait kesejahteraan sosial

d)

Panduan pelayanan lembaga atau organisasi tempat pekerja sosial bekerja

e)

Hasil penelitian terbaru tentang intervensi pekerjaan sosial yang efektif

53.

Metode asesmen yang paling tepat untuk memahami situasi dan kebutuhan klien secara komprehensif adalah....

a)

Wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner standar

b)

Observasi langsung terhadap perilaku dan lingkungan klien

c)

Analisis dokumen dan riwayat kasus klien

d)

Diskusi kelompok dengan anggota keluarga atau orang terdekat klien

e)

Pendekatan asesmen bio-psiko-sosial yang mengintegrasikan berbagai metode

54.

Dalam merancang rencana intervensi pekerjaan sosial, pertimbangan yang paling penting adalah....

a)

Kesesuaian intervensi dengan pedoman kerja/petunjuk teknis yang berlaku

b)

Ketersediaan sumber daya dan anggaran untuk melaksanakan intervensi

c)

Preferensi dan persetujuan klien terhadap intervensi yang diusulkan

d)

Kemudahan dalam mengevaluasi dan mengukur hasil intervensi

e)

Potensi intervensi untuk menghasilkan perubahan yang cepat dan signifikan

55.

Tantangan yang paling signifikan dalam menerapkan intervensi pekerjaan sosial berbasis bukti (evidence-based) adalah....

a)

Kurangnya akses terhadap hasil penelitian terbaru tentang intervensi yang efektif

b)

Resistensi dari klien yang lebih terbiasa dengan pendekatan tradisional

c)

Keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengikuti protokol intervensi secara ketat

d)

Kesulitan dalam menyesuaikan intervensi dengan konteks budaya dan individual klien

e)

Kurangnya pelatihan dan dukungan bagi pekerja sosial dalam menerapkan intervensi berbasis bukti

56.

Strategi yang paling efektif untuk membangun hubungan saling percaya dengan klien adalah....

a)

Menjaga jarak profesional dan menghindari pengungkapan diri

b)

Menunjukkan empati, penerimaan, dan penghargaan terhadap klien

c)

Menekankan keahlian dan otoritas pekerja sosial dalam membantu klien

d)

Memberikan janji dan jaminan tentang hasil positif dari intervensi

e)

Menggunakan teknik konfrontasi untuk mendorong klien menghadapi masalah

57.

Ketika menghadapi dilema etis dalam praktik pekerjaan sosial, langkah yang paling penting untuk diambil adalah....

a)

Berkonsultasi dengan supervisor atau kolega yang lebih berpengalaman

b)

Mencari panduan dari kode etik profesi pekerjaan sosial

c)

Mendiskusikan dilema dengan klien dan mencari solusi bersama

d)

Mengandalkan penilaian dan intuisi pribadi dalam membuat keputusan

e)

Mengabaikan dilema dan fokus pada pemberian layanan sesuai rencana

58.

Indikator yang paling valid untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pekerjaan sosial adalah....

a)

Tingkat kepuasan klien terhadap layanan yang diterima

b)

Jumlah klien yang dilayani dalam periode waktu tertentu

c)

Perubahan positif yang diukur pada hasil yang ditargetkan oleh intervensi

d)

Efisiensi biaya dalam memberikan layanan kepada klien

e)

Umpan balik positif dari pemangku kepentingan eksternal

59.

Dalam konteks pekerjaan sosial, supervisi yang efektif terutama berfungsi untuk....

a)

Memantau kinerja pekerja sosial dan memastikan kepatuhan terhadap aturan lembaga

b)

Memberikan dukungan emosional bagi pekerja sosial dalam menghadapi stres kerja

c)

Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi pekerja sosial dalam praktik

d)

Mengevaluasi beban kerja pekerja sosial dan mengatur distribusi kasus

e)

Menjadi penghubung antara pekerja sosial dan manajemen lembaga

60.
Di sebuah desa bernama Sukamakmur, hiduplah seorang anak bernama Budi. Keluarga Budi termasuk dalam kategori fakir miskin. Ayahnya sakit-sakitan dan tidak mampu bekerja, sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Budi sangat ingin melanjutkan sekolah, namun biaya sekolah yang mahal menjadi kendala besar. Suatu hari, seorang petugas dari desa datang ke rumah Budi. Petugas tersebut memberitahu Budi dan keluarganya tentang adanya program bantuan dari pemerintah yang ditujukan untuk warga miskin. Budi dan keluarganya sangat senang mendengar kabar tersebut. Mereka kemudian diverifikasi dan ternyata memenuhi persyaratan yang ditentukan. Tidak lama kemudian, Ibu Budi mendapat bantuan berupa uang. Budi sangat bersyukur dan bertekad untuk belajar lebih giat lagi. Ia ingin membahagiakan orang tuanya dan keluar dari kemiskinan. Berdasarkan cerita di atas, program bantuan apa yang diterima oleh keluarga Budi?
a)
Bantuan Pangan Non Tunai
b)
Bantuan Langsung Tunai Bersyarat
c)
Atensi
d)
Rumah Sejahtera Terpadu
e)
Bantuan Langsung Tunai
61.
Budi adalah seorang pekerja sosial pemula yang ditugaskan untuk menangani kasus keluarga miskin di sebuah desa. Dalam menjalankan tugasnya, Budi sering merasa kesulitan dalam mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi keluarga tersebut, serta dalam memilih intervensi yang tepat. Budi juga merasa kurang percaya diri dalam membuat laporan kasus. Atasan Budi, yaitu seorang supervisor senior, memperhatikan kesulitan yang dialami Budi. Supervisor kemudian memutuskan untuk memberikan supervisi kepada Budi. Dalam sesi supervisi, supervisor memberikan umpan balik terhadap kinerja Budi, memberikan saran dan masukan, serta membantu Budi dalam mengembangkan keterampilannya. Apa tujuan utama dari supervisi yang diberikan kepada Budi?
a)
Meningkatkan kompetensi Budi sebagai pekerja sosial, terutama dalam hal identifikasi masalah, pemilihan intervensi, dan pembuatan laporan kasus
b)
Menambah penghasilan Budi sebagai pekerja sosial karena nantinya akan mendapatkan honorarium dari tempatnya bekerja
c)
Menyerap ilmu tentang supervisi dengan meniru langkah-langkah yang diberikan oleh supervisor
d)
Mudah memberikan penanganan lanjutan saat menemukan permasalahan lapangan
e)
Mudah melakukan identifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan
62.
Permenpan RB yang mengatur tentang jabatan fungsional pekerja sosial adalah nomor ....
a)
30 Tahun 2020
b)
32 Tahun 2020
c)
33 Tahun 2020
d)
36 Tahun 2020
e)
35 Tahun 2020
63.
Tujuan utama diterbitkannya Permenpan RB tentang jabatan fungsional pekerja sosial adalah ....
a)
Membatasi ruang lingkup kerja pekerja sosial
b)
Memperjelas tugas, tanggung jawab, dan wewenang pekerja sosial
c)
Mengurangi jumlah pekerja sosial di Indonesia
d)
Meningkatkan gaji pekerja sosial
e)
Mengatur etika dan tata cara pekerja sosial
64.
Salah satu tujuan dari pelayanan pekerjaan sosial adalah...
a)
Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat
b)
Mengurangi jumlah penduduk miskin
c)
Menekan angka kriminalitas
d)
Meningkatkan pendapatan negara
e)
Menambah pendapatan keluarga miskin
65.
Manakah dari berikut ini yang TIDAK termasuk dalam ruang lingkup kerja pekerja sosial?
a)
Konseling Individu
b)
Pemberdayaan masyarakat
c)
Penanganan kasus kekerasan anak
d)
Penegakan hukum
e)
Penanganan Anak dengan kebutuhan khusus
66.
Asas utama yang mendasari Sistem Peradilan Anak adalah...
a)
Pembalasan
b)
Keadilan retributif
c)
Kepentingan terbaik bagi anak
d)
Hukuman maksimal
e)
Pemisahan antara anak dan orang dewasa
67.
Tujuan utama dari Sistem Peradilan Anak adalah...
a)
Menghukum anak yang berkonflik dengan hukum
b)
Memisahkan anak dari masyarakat
c)
Memberikan perlindungan dan pembinaan kepada anak
d)
Menjadikan anak sebagai contoh bagi yang lain
e)
Memenuhi tuntutan masyarakat
68.
Seorang pekerja sosial menangani kasus seorang remaja yang mengalami kesulitan beradaptasi di sekolah baru. Remaja tersebut cenderung menarik diri dan sulit berinteraksi dengan teman sebaya. Teknik mana yang paling efektif untuk membantu remaja ini mengatasi masalahnya?
a)
Konfrontasi langsung untuk memaksanya berinteraksi
b)
Terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir negatif
c)
Terapi kelompok untuk melatih keterampilan sosial
d)
Pemberian obat-obatan untuk mengatasi kecemasan
e)
Isolasi sementara untuk memberikan waktu berpikir
69.
Seorang pekerja sosial menangani kasus keluarga yang mengalami konflik berkepanjangan. Setelah melakukan asesmen, pekerja sosial menemukan bahwa akar masalahnya adalah perbedaan nilai dan keyakinan antara anggota keluarga. Teknik intervensi mana yang paling tepat untuk kasus ini?
a)
Mediasi untuk mencari solusi bersama
b)
Konseling individu untuk masing-masing anggota keluarga
c)
Terapi keluarga untuk memperbaiki komunikasi
d)
Pengaduan kepada pihak berwajib
e)
Pemisahan anggota keluarga yang berkonflik
70.
Sebuah komunitas mengalami konflik antar kelompok masyarakat. Seorang pekerja sosial ditugaskan untuk meredakan konflik tersebut. Teknik apa yang paling efektif untuk digunakan dalam situasi ini?
a)
Mengambil pihak pada salah satu kelompok
b)
Memberikan sanksi kepada kelompok yang memulai konflik
c)
Memfasilitasi dialog antar kelompok untuk mencari solusi bersama
d)
Memanggil pihak berwajib untuk menyelesaikan konflik
e)
Mengabaikan konflik tersebut
71.
Manakah dari faktor berikut yang paling berdampak pada stratifikasi pekerja sosial dalam suatu organisasi non-profit?
a)
Tingkat pendidikan formal
b)
Jumlah jam kerja
c)
Kemampuan berbahasa asing
d)
Pengalaman sukarela
e)
Nilai-nilai organisasi dan komitmen terhadap misi
72.
Bagaimana stratifikasi pekerja sosial dapat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada klien?
a)
Tidak ada pengaruh signifikan
b)
Pekerja sosial dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memberikan layanan yang lebih baik
c)
Stratifikasi dapat menciptakan persaingan yang sehat dan meningkatkan kualitas layanan
d)
Stratifikasi dapat menyebabkan kesenjangan dalam akses layanan dan kualitas layanan
e)
Stratifikasi hanya berpengaruh pada kepuasan kerja pekerja sosial
73.
Apa implikasi dari stratifikasi pekerja sosial terhadap kebijakan kesejahteraan sosial?
a)
Kebijakan kesejahteraan sosial tidak terpengaruh oleh stratifikasi pekerja sosial
b)
Stratifikasi dapat memperkuat kebijakan yang ada
c)
Stratifikasi dapat menghambat inovasi dalam kebijakan kesejahteraan sosial
d)
Stratifikasi dapat mendorong munculnya kebijakan yang lebih adil
e)
Stratifikasi tidak relevan dengan kebijakan kesejahteraan sosial
74.
Bagaimana seorang pekerja sosial dapat mengatasi dampak negatif dari stratifikasi dalam pekerjaannya?
a)
Menerima stratifikasi sebagai suatu kenyataan
b)
Berusaha untuk pindah ke organisasi lain
c)
Membangun jaringan dengan pekerja sosial dari berbagai tingkatan
d)
Mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan klien
e)
Mengkritik terbuka sistem stratifikasi yang ada
75.
Apa yang dapat dilakukan oleh organisasi untuk mengurangi dampak negatif dari stratifikasi pekerja sosial?
a)
Memperkuat hierarki organisasi
b)
Meningkatkan remunerasi untuk pekerja sosial senior
c)
Mendorong partisipasi pekerja sosial dalam pengambilan keputusan
d)
Membatasi mobilitas pekerja sosial antar posisi
e)
Memperkuat perbedaan antara pekerja sosial dengan latar belakang pendidikan yang berbeda
76.
Seorang pekerja sosial komunitas menghadapi resistensi dari warga dalam program pemberdayaan masyarakat. Teknik apa yang paling efektif untuk mengatasi situasi ini?
a)
Memaksakan program kepada warga
b)
Menyalahkan warga atas kegagalan program
c)
Mengubah program sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga
d)
Mencari warga yang mendukung program untuk mempengaruhi yang lain
e)
Menghentikan program karena tidak efektif
77.
Apa tantangan terbesar yang dihadapi pekerja sosial dalam menerapkan prinsip-prinsip etika dalam praktik lapangan?
a)
Kurangnya dukungan dari lembaga
b)
Tekanan untuk mencapai target kinerja
c)
Kurangnya pengetahuan tentang kode etik
d)
Perbedaan nilai antara pekerja sosial dan klien
e)
Semua jawaban di atas benar
78.
Bagaimana seorang pekerja sosial dapat meningkatkan efektivitas intervensi dalam konteks keragaman budaya?
a)
Mengabaikan perbedaan budaya dan menerapkan intervensi yang sama untuk semua klien
b)
Mempelajari dan memahami budaya klien
c)
Meminta klien untuk menyesuaikan diri dengan budaya mayoritas
d)
Memfokuskan pada aspek universal dari masalah sosial
e)
Mengandalkan pengetahuan pribadi tentang budaya klien
79.
Apa peran penting supervisi dalam meningkatkan kualitas praktik pekerja sosial di lapangan?
a)
Memberikan sanksi kepada pekerja sosial yang melakukan kesalahan
b)
Memastikan pekerja sosial mengikuti prosedur yang telah ditetapkan
c)
Membantu pekerja sosial dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan
d)
Memonitor kinerja pekerja sosial secara terus-menerus
e)
Semua jawaban di atas benar
80.
Bagaimana perubahan kebijakan sosial dapat mempengaruhi implementasi pekerjaan sosial di lapangan?
a)
Tidak ada pengaruh yang signifikan
b)
Kebijakan sosial hanya berpengaruh pada alokasi anggaran
c)
Perubahan kebijakan sosial dapat mengubah fokus dan prioritas pekerjaan sosial
d)
Pekerja sosial harus selalu mengikuti kebijakan yang berlaku, tanpa mempertanyakannya
e)
Kebijakan sosial tidak relevan dengan praktik sehari-hari pekerja sosial
81.
Budi, seorang pekerja sosial, menangani kasus seorang anak yang sering membolos sekolah. Setelah melakukan asesmen, Budi menemukan bahwa anak tersebut merasa kesepian dan tidak memiliki teman dekat. Metode apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini?
a)
Mengirim anak ke sekolah berasrama
b)
Memberikan hukuman agar anak takut membolos
c)
Meminta orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak
d)
Memfasilitasi anak untuk bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler
e)
Merujuk anak ke psikiater
82.
Seorang pekerja sosial komunitas ingin mengurangi angka kemiskinan di suatu desa. Setelah melakukan analisis, ia menemukan bahwa kurangnya akses terhadap informasi dan pelatihan keterampilan menjadi kendala utama. Metode apa yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini?
a)
Mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi warga desa
b)
Memberikan bantuan keuangan kepada keluarga miskin
c)
Membangun rumah layak huni bagi warga miskin
d)
Mengadvokasi pemerintah untuk meningkatkan anggaran desa
e)
Semua jawaban di atas benar
83.
Ibu Ani merasa sangat tertekan karena harus merawat ibunya yang sakit keras. Seorang pekerja sosial datang untuk membantu. Metode apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini?
a)
Menyarankan Ibu Ani untuk meletakkan ibunya di panti jompo
b)
Memberikan konseling individu kepada Ibu Ani
c)
Membentuk kelompok dukungan bagi pengasuh
d)
Meminta bantuan keluarga besar untuk merawat ibu Ani
e)
Semua jawaban di atas benar
84.
Sebuah keluarga mengalami konflik yang berkepanjangan akibat perbedaan pendapat tentang pengasuhan anak. Seorang pekerja sosial dipanggil untuk membantu. Metode apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini?
a)
Memilih salah satu pihak yang benar
b)
Melakukan konseling individu untuk masing-masing anggota keluarga
c)
Memfasilitasi komunikasi dan negosiasi antar anggota keluarga
d)
Meminta keluarga untuk mencari bantuan agama
e)
Mengadukan masalah ini kepada pihak berwajib
85.
Sebuah komunitas mengalami konflik antar etnis. Seorang pekerja sosial ditugaskan untuk meredakan konflik tersebut. Metode apa yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini?
a)
Mengadakan pertemuan antara pemimpin kedua etnis
b)
Mengutamakan kepentingan salah satu etnis
c)
Membentuk kelompok pemuda lintas etnis
d)
Mengadakan lomba antar etnis
e)
Semua jawaban di atas benar
86.
Siti adalah seorang siswa SMA yang prestasi akademiknya menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir. Orang tua dan gurunya merasa khawatir karena Siti sering absen dan terlihat lesu. Setelah diselidiki, ternyata Siti terjerat dalam penggunaan NAPZA. Teman-temannya mengetahui kondisi ini tetapi tidak tahu bagaimana membantu Siti. Apa langkah pertama yang seharusnya dilakukan oleh teman-temannya untuk membantu Siti?
a)
Melaporkan kondisi Siti kepada pihak berwajib
b)
Menghindari Siti agar tidak ikut terpengaruh
c)
Memberikan saran kepada Siti untuk berhenti menggunakan NAPZA
d)
Membawa Siti ke pusat rehabilitasi tanpa sepengetahuannya
e)
Menghubungi orang tua Siti dan berbicara dengan mereka tentang kondisi Siti
87.
Riko, seorang remaja berusia 15 tahun, sering tertangkap basah melakukan tindak kekerasan di sekolah. Setelah ditelusuri, Riko ternyata berasal dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan sering menjadi saksi kekerasan di rumah. Bagaimana sebaiknya sekolah menangani kasus ini?
a)
Mengeluarkan Riko dari sekolah agar tidak mengganggu siswa lain
b)
Memanggil orang tua Riko untuk memberikan hukuman kepada Riko
c)
Mengikutsertakan Riko dalam konseling psikologis dan mendukung program-program sekolah yang mempromosikan perdamaian
d)
Memberikan hukuman fisik agar Riko jera
e)
Memisahkan Riko dari teman-temannya yang berpengaruh buruk
88.
Budi, seorang anak berusia 14 tahun, ditangkap polisi karena terlibat dalam pencurian bersama kelompoknya. Ternyata, Budi melakukan ini karena desakan ekonomi di keluarganya. Apa langkah yang paling efektif untuk membantu Budi keluar dari masalah hukum dan memperbaiki masa depannya?
a)
Memberikan hukuman penjara agar jera
b)
Mengirim Budi ke sekolah khusus anak bermasalah
c)
Memberikan bimbingan konseling dan bantuan ekonomi kepada keluarganya
d)
Memisahkan Budi dari keluarganya dan mengirimnya ke panti asuhan
e)
Memberikan hukuman denda kepada keluarganya
89.
Ani, seorang anak berusia 13 tahun, sering dijauhi teman-temannya karena diketahui sering mengkonsumsi minuman keras. Ani merasa kesepian dan tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana teman-teman Ani dapat membantu Ani keluar dari masalah ini?
a)
Mengajak Ani untuk tetap minum bersama agar tidak merasa kesepian
b)
Menghindari Ani sepenuhnya agar tidak terpengaruh
c)
Mendekati Ani dan menawarkan dukungan untuk mencari bantuan profesional
d)
Melaporkan Ani kepada pihak berwajib agar mendapatkan hukuman
e)
Membiarkan Ani menyelesaikan masalahnya sendiri
90.
Lisa adalah seorang remaja yang terjerat masalah hukum karena terlibat dalam jaringan pengedar NAPZA. Dia direkrut oleh kelompok ini karena tekanan teman sebaya dan janji-janji manis. Bagaimana sebaiknya pemerintah dan masyarakat mendukung anak-anak seperti Lisa agar tidak terjerumus kembali dalam kasus serupa?
a)
Memberikan hukuman penjara yang berat agar menjadi contoh bagi yang lain
b)
Menyediakan program rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi anak-anak yang terjerat kasus NAPZA
c)
Mengisolasi anak-anak tersebut dari masyarakat agar tidak menulari yang lain
d)
Menyediakan layanan pendidikan khusus bagi anak-anak bermasalah
e)
Meningkatkan patroli polisi di lingkungan sekolah