WorksheetsAnekdot
Total questions: 20
Worksheet time: 1hrs 27mins
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
Badailah yang membuatnya ulung
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas
“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Salah satu kaidah dalam cerita anekdot adalah penggunaan waktu lampau. berikut yang termasuk penggunaan waktu lampau adalah ...
Pada suatu waktu ada seorang raja bermimpi
Sekaranglah saatnya belajar membuat anekdot
Besok ramai-ramai mereka berdemo
Mengapa semua terjadi?
Anekdot memang perlu dibaca agar memberi nilai tambah
Bacalah kalimat berikut!
Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.
Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...
Suatu hari
Asyik
Mengobrol
Warung kopi
Berkendara
PUNTUNG ROKOK
Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, meskipun hanya membuang puntung rokok. Suatu ketika Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kirinya.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas, "Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?"
"Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?" jawab Azam.
"Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok," tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam menjawab, "Oh... Maaf terjatuh."
Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Isi dari teks anekdot tersebut ...
Perlunya aturan membuang sampah.
Singapura adalah salah satu negara yang bersih.
Menyindir orang yang tidak menaati aturan membuang sampah.
Denda terhadap kesalahan membuang sampah sembarangan.
Petugas yang heran dengan sikap Azam.
Bacalah kutipan teks berikut!
Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.
"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.
Adiknya hanya diam ketakutan.
"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.
"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.
Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...
banyaknya kasus pencurian sandal di masjid
anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal
kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri
kepala kampung yang mengayomi warganya
hukuman untuk pencuri sandal
Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.
"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"
tanya Andi kepada petugas.
"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.
"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.
Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...
Andi kehilangan sepeda motor
Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian
Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan
Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi
Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati
Bacalah teks berikut ini!
“Nah, mengertikan?” tanya Dodi sambil menyimpan pensilnya. Sudah dua jam dia menerangkan logaritma pada Yusuf. “Entahlah, saya masih ragu” jawab Yusuf, “aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, Dod”
“Kamu ini kepala angin atau memang tidak konsentrasi? Kamu ini rupanya harus minum ramuan jahe dulu supaya tidak kepala angin!”kata Dodi sambil siap-siap menerangkan kembali teorinya.
Kepala angin memiliki makna…
bodoh
sering lupa
masuk angin
tidak konsentrasi
pusing
Bacalah teks di bawah ini!
1. Pelajaran moral berlangsung.
2. Siswa mendengarkan ceramah guru dengan tenang.
3. Guru: setiap manusia pasti menjadi pemimpin. Paling tidak dia memimpin dirinya sendiri.
Agung menimpali pernyataan gurunya.
4. Agung: tidak hanya itu saja, pak. Setiap manusia pasti jadi CAMAT
Guru: apa itu?
Agung: Calon Mati.
5. Para siswa tertawa, geli dan guru pun tersenyum
Bagian orientasi adalah….
1
2
3
4
5
Bacalah teks berikut ini.
Semut bertemu lebah di ranting pohon.
(1) Lebah: Wah, maduku sangat bermanfaat.
(2) Semut: Apa aku bisa mengambilnya sedikit saja?
(3) Lebah: Tidak boleh.
(4) Semut: Mengapa?
(5) Lebah: Karena kau tinggal dalam kolong jembatan.
Semut berlalu meninggalkan kecongkakan lebah.
Sindiran terdapat pada kalimat ke .…
1
2
3
4
5
Bacalah paragraf berikut ini.
1) Hari ini Sekolah Bahagia mengadakan rekreasi ke Bali. 2) Para siswa terlihat gembira dan mengenakan pakaian yang terbagus. 3) Di antara mereka ada yang membawa tongsis. 4) Tiba-tiba Nasrudin berkata, “Iya, tongsis itu memang cocok untuk kita, supaya kita semua pandai berkaca diri”. 5) Anak yang membawa tongsis hanya tersenyum kemudian mengajak Nasrudin selfie.
Konjungsi temporal terdapat pada kalimat ke ….
1
2
3
4
5
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas
“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
Badailah yang membuatnya ulung
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
1-2-4-5-3-6
3-2-1-4-5-6
Bacalah teks berikut!
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…
1 dan 2
2 dan 3
4
5 dan 6
7
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.
Halyang membedakan kedua teks tersebut yaitu ... .
pesan moral
bahasa
unsur lucu dan konyol
penggunaan perumpamaan
penggunaan konjungsi
Isi teks anekdot tersebut adalah ... .
Holmes dan Watson sedang berkemah
Holmes membangunkan Watson dan menanyakan sesuatu padanya
Watson menjawab pertanyaan Holmas dengan rinci
Watson menguasai beberapa ilmu
Watson tidak menyadari tenda mereka dicuri
Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...
Kelucuan dan nilai didiknya
Pelaku dan alurnya
Panjang cerita dan bagusnya
Gaya bercerita
Model tulisannya
