WorksheetsUTS Farmasi Fisika 2024
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 58mins
Name
Class
Date
1.
Mengapa penting bagi farmasis untuk memahami prinsip fisika farmasi?
a)
Untuk meningkatkan penjualan obat
b)
Untuk memastikan keamanan dan efektivitas sediaan obat
c)
Untuk menghasilkan racikan obat yang memenuhi syarat
d)
Untuk mengurangi biaya produksi obat
e)
untuk mencegah pengurangan dosis dan toksisitas obat
2.
Apa yang menjadi fokus utama dari studi farmasi fisika?
a)
Pengembangan obat baru
b)
Penelitian klinis
c)
Karakterisasi sifat fisikokimia dan formulasi sediaan
d)
Pengujian efek samping obat
e)
Pemasaran obat
3.
Apa yang menjadi tujuan utama dari pengujian sifat molekul zat obat?
a)
Menentukan harga jual obat
b)
Memastikan kemurnian dan kualitas senyawa
c)
Meningkatkan daya tarik kemasan
d)
Menambah daya simpan senyawa
e)
Meningkatkan kenyamanan dan penerimaan obat
4.
Apa peran utama sifat fisikokimia zat aktif dalam desain sistem penghantaran obat?
a)
Untuk mengurangi efek samping obat
b)
Mempercepat proses metabolisme
c)
Mengurangi biaya produksi
d)
Memengaruhi bioavailabilitas dan pelepasan obat
e)
Untuk mengurangi jumlah eksipien yang digunakan
5.
Bagaimana perubahan suhu dapat mempengaruhi kelarutan zat aktif dalam formulasi obat?
a)
Meningkatkan interaksi dengan eksipien
b)
Menurunkan kadar air dalam sediaan
c)
Meningkatkan energi kinetik molekul
d)
Mengurangi jumlah zat aktif yang diperlukan
e)
Meningkatkan ukuran partikel obat
6.
Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor utama yang mempengaruhi stabilitas fisik dan kimia suatu sediaan obat?
a)
Tekanan
b)
Volume
c)
Suhu dan kelembaban
d)
Warna dan rasa
e)
Tekanan osmosis
7.
Stabilitas kimia dari suatu zat aktif dalam formulasi dipengaruhi oleh faktor apa?
a)
Ukuran partikel
b)
Waktu penyimpanan
c)
Kepolaran molekul
d)
Warna sediaan
e)
Tingkat ionisasi dalam medium
8.
Peranan ilmu farmasi fisika dalam formulasi sediaan obat sangat penting. Mengapa farmasi fisika digunakan dalam pengembangan sistem penghantaran obat yang terkontrol?
a)
Untuk mempercepat waktu sintesis obat
b)
Untuk menyesuaikan bentuk sediaan obat konvensional
c)
Untuk mengoptimalkan pelepasan obat secara teratur
d)
Untuk memastikan semua pasien mendapatkan dosis yang sama
e)
Untuk mendapatkan harga sediaan farmasi yang efisien
9.
Suatu zat aktif obat memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air. Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelarutannya dalam formulasi farmasi?
a)
Menurunkan suhu larutan.
b)
Menggunakan pelarut organik non-polar.
c)
Mengubah pH lingkungan agar sesuai dengan ionisasi zat.
d)
Menambah zat pengental untuk meningkatkan stabilitas.
e)
Mengurangi ukuran partikel tanpa mengubah sifat fisikanya.
10.
Dalam proses disolusi, molekul zat aktif mengalami pembasahan sebelum larut. Apa yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses pembasahan ini dalam formulasi tablet?
a)
Menambah surfaktan.
b)
Meningkatkan viskositas larutan.
c)
Menurunkan suhu larutan.
d)
Mengurangi area permukaan tablet.
e)
Menggunakan eksipien yang tidak larut dalam air.
11.
Apa yang terjadi jika ion sejenis ditambahkan ke dalam larutan elektrolit yang sukar larut?
a)
Meningkatkan kelarutan
b)
Mengurangi kelarutan
c)
Tidak ada perubahan pada kelarutan
d)
Membentuk larutan baru
e)
Meningkatkan viskositas larutan
12.
Apa yang menjadi faktor utama yang memengaruhi kelarutan gas dalam cairan?
a)
Ukuran molekul gas
b)
Suhu dan tekanan
c)
Kecepatan difusi gas
d)
Polaritas gas
e)
Reaksi kimia gas dengan pelarut
13.
Mahasiswa farmasi melakukan praktek kelarutan. Jika 2 gram zat x larut dalam 120 ml air, bagaimanakah kelarutan zat tersebut?
a)
Mudah larut
b)
Larut
c)
Agak sukar larut
d)
Sukar larut
e)
sangat sukar larut
14.
Mahasiswa farmasi melakukan praktek penentuan kelarutan. Didapat data sebagai berikut:
Massa zat x = 150 mg
Pelarut Aquadest = 10 ml
Berat kertas saring = 400 mg
Berat Kertas saring + Residu = 410 mg
Bagaimanakah kelarutan zat X tersebut?
a)
Mudah larut
b)
Larut
c)
Agak sukar larut
d)
Sukar larut
e)
sangat sukar larut
15.
Mahasiswa farmasi melakukan praktek kelarutan. Hasilnya didapat Asam benzoat kelarutannya sukar larut dalam aquadest. Berapa banyak pelarut untuk melarutkan 1g zat tersebut?
a)
10 ml
b)
20 ml
c)
50 ml
d)
150 ml
e)
1500 ml
16.
Pelarut polar melarutkan senyawa polar melalui cara ....
a)
Interaksi dipol induksi
b)
Pemutusan ikatan ion
c)
Menginduksi derajat polaritas dalam molekul pelarut
d)
Reaksi asam basa
e)
Meningkatkan gaya Tarik antar ion pelarut
17.
Peristiwa Kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modifikasi pelarut yaitu ………
a)
Kokristal
b)
Kosolvensi
c)
Amorfisasi
d)
Superkritical liquid
e)
Salting out
18.
Bagaimana konstanta dielektrik pelarut memengaruhi kelarutan zat hidrofobik?
a)
Meningkatkan kelarutan dengan menurunkan konstanta dielektrik
b)
Mengurangi kelarutan dengan meningkatkan konstanta dielektrik
c)
Meningkatkan kelarutan dengan meningkatkan konstanta dielektrik
d)
Tidak memengaruhi kelarutan zat hidrofobik
e)
Mengurangi kelarutan zat hidrofobik pada semua pelarut
19.
Apa peran dari polimorfisme dalam kelarutan zat padat?
a)
Tidak ada peran, kelarutan hanya bergantung pada suhu
b)
Polimorfisme memengaruhi struktur molekul tetapi tidak kelarutan
c)
Polimorfisme dapat memengaruhi kelarutan melalui perbedaan titik leleh
d)
Bentuk kristal yang berbeda tidak memengaruhi kelarutan
e)
Polimorfisme meningkatkan ukuran molekul solut dengan meningkatkan kelarutan
20.
Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi karena …
a)
kenaikan suhu akan menyebabkan konsentrasi pereaksi meningkat
b)
frekuensi tumbukan semakin tinggi menurunkan energi kinetik
c)
dalam reaksi kimia suhu berperan sebagai katalisator
d)
kenaikan suhu akan mengakibatkan turunnya energi aktivasi
e)
energi kinetik partikel-partikel yang bereaksi semakin tinggi
21.
Dalam suatu formula yang berisi ampisilina mempunyai kelarutan 0,55 g/100 ml pada suhu 25°C dan mempunyai laju reaksi 2 x 10-7 g/100 ml det-1. Larutan ampisilina tersebut stabil pada pH 6,8. Tentukan umur sediaan tersebut tetap baik sampai waktu tinggal 90% dari konsentrasi semula (reaksi dianggap orde nol) ?
a)
2,86 hari
b)
3,18 hari
c)
8,13 hari
d)
28,62 hari
e)
31,8 hari
22.
Larutan obat mengandung 500 unit ketika dibuat. Setelah 40 hari, dilakukan analisis kadar ternyata konsentrasinya tinggal 300 unit. Bila reaksi penguraian berjalan pada orde 1, berapa lama obat akan terurai sampai konsentrasi tinggal setengah dari konsentrasi awal?
a)
3,45 hari
b)
4, 53 hari
c)
34,5 hari
d)
45,3 hari
e)
54,3 hari
23.
Fungsi katalis yaitu mempercepat laju reaksi dan menurunkan. . .
a)
Energi aktivasi
b)
Tumbukan
c)
Suhu
d)
Konsentrasi
e)
Luas permukaan
24.
Sirup racikan parasetamol mempunyai pH stabilitasnya adalah 6,8 dan mempunyai konsentrasi 2,4 g/100 ml pada suhu 25 0C. Jika sirup tersebut mempunyai konstanta laju reaksi sebesar 2,43. 10-6 g/100 mL dt-1, maka tentukanlah umur dari sirup tersebut tetap baik sampai waktu dimana sirup tersebut terurai hingga tinggal 90% dari konsentrasi mula-mula ? (reaksi dianggap orde nol)
a)
1,14 hari
b)
4,11 hari
c)
10,26 hari
d)
11,4 hari
e)
41,1 hari
25.
Bagaimana hubungan antara suhu dan konstanta laju reaksi menurut persamaan Arrhenius?
a)
Kenaikan suhu menurunkan konstanta laju reaksi
b)
Kenaikan suhu meningkatkan konstanta laju reaksi
c)
Suhu tidak mempengaruhi konstanta laju reaksi
d)
Kenaikan suhu menurunkan energi aktivasi
e)
Kenaikan suhu hanya berpengaruh pada orde reaksi
26.
Mengapa faktor pelarut penting dalam kinetika reaksi?
a)
Pelarut menentukan stabilitas produk akhir
b)
Pelarut mempengaruhi polaritas dan laju reaksi molekul
c)
Pelarut tidak mempengaruhi reaksi sama sekali
d)
Pelarut hanya digunakan untuk menjaga kelembaban
e)
Pelarut memperlambat semua reaksi kimia
27.
Bagaimana penggunaan katalis heterogen dalam reaksi farmasi dapat meningkatkan efisiensi reaksi?
a)
Katalis heterogen meningkatkan suhu reaksi
b)
Katalis heterogen tidak terlibat dalam reaksi
c)
Katalis heterogen mengurangi energi aktivasi reaksi
d)
Katalis heterogen hanya bekerja dalam kondisi spesifik
e)
Katalis heterogen membuat reaksi berlangsung lebih lambat
28.
Apa yang terjadi pada energi aktivasi jika suhu reaksi dinaikkan 10°C sesuai dengan persamaan Q10?
a)
Energi aktivasi meningkat dua kali lipat
b)
Energi aktivasi tidak berubah
c)
Laju reaksi meningkat menjadi dua kali lipat
d)
Energi aktivasi menurun setengahnya
e)
Laju reaksi menurun drastis
29.
Bagaimana efek sterik mempengaruhi kinetika reaksi?
a)
Mempercepat laju reaksi
b)
Menghalangi interaksi antar molekul reaktan
c)
Meningkatkan energi aktivasi
d)
Menurunkan suhu reaksi
e)
Mengurangi polaritas reaksi
30.
Dalam reaksi orde nol, bagaimana perubahan konsentrasi pereaksi mempengaruhi laju reaksi?
a)
Laju reaksi bertambah
b)
Laju reaksi berkurang
c)
Laju reaksi tetap
d)
Laju reaksi menurun setengahnya
e)
Laju reaksi tergantung suhu
31.
Dilakukan inspeksi penyimpanan botol suspensi di gudang industri farmasi. Pada pemeriksaan sediaan terjadi endapan yang dikocok sulit terdispersi kembali. Ketidakstabilan apa yang terjadi ...
a)
Efektifitas
b)
Kimia
c)
Fisika
d)
Mikrobiologi
e)
Toksisitas
32.
Suatu industri farmasi akan melakukan uji stabilitas asetosal pada suhu 40, 60 dan 70°C selama 3 bulan. Disebut uji stabilitas apa percobaan tersebut..
a)
Real time
b)
Dipercepat
c)
Intermediat
d)
Jangka panjang
e)
Modifikasi
33.
Asetosal dapat terurai menjadi asam salisilat apabila disimpan pada ruangan dengan kelembaban tinggi. Ketidakstabilan kimia apakah yang dapat terjadi pada obat tersebut karena kondisi penyimpanan yang dimaksud ?
a)
oksidasi
b)
Fotolisis
c)
Polimerisasi
d)
Isomerasi
e)
Hidrolisis
34.
Suatu obat mengalami degradasi orde satu dengan waktu paruh 10 jam pada suhu 25°C. Jika suhu penyimpanan dinaikkan menjadi 37°C, waktu paruh obat tersebut diperkirakan menjadi lebih pendek. Fenomena ini dapat dijelaskan berdasarkan prinsip...
a)
Teori tumbukan
b)
Hukum laju orde satu
c)
Energi aktivasi
d)
Koefisien suhu Arrhenius
e)
konstanta laju reaksi
35.
Dalam reaksi farmasetika, absorpsi obat sering mengikuti kinetika reaksi orde pertama. Apa yang dimaksud dengan reaksi orde pertama ini?
a)
Reaksi yang tidak dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan.
b)
Reaksi yang laju reaksinya berbanding lurus dengan konsentrasi satu reaktan.
c)
Reaksi yang melibatkan dua reaktan dalam jumlah molar yang sama
d)
Reaksi yang menghasilkan produk dalam jumlah tetap.
e)
Reaksi yang membutuhkan kenaikan suhu untuk terjadi.
36.
Dalam reaksi farmasetika, apa yang dimaksud dengan waktu kadaluwarsa?
a)
Waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi konsentrasi reaktan menjadi 10% dari awal.
b)
Waktu yang dibutuhkan untuk obat menjadi tidak efektif.
c)
Waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi konsentrasi obat menjadi 90% dari awal.
d)
Waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan reaksi kimia.
e)
Waktu yang dibutuhkan untuk menambah konsentrasi produk sebesar 10%.
37.
Suatu obat mengalami degradasi orde nol dengan konstanta laju 0,01 M/jam. Jika konsentrasi awal obat adalah 0,8 M, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar konsentrasi obat menjadi 0,3 M?
a)
25 jam
b)
50 jam
c)
75 jam
d)
100 jam
e)
125 jam
38.
Suatu obat mengalami degradasi orde nol dengan konstanta laju 0,03 M/jam. Jika konsentrasi awal obat adalah 0,6 M, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar obat habis seluruhnya?
a)
15 jam
b)
20 jam
c)
25 jam
d)
30 jam
e)
35 jam
39.
Metode yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi disolusi adalah…
a)
Metode basket and paddle
b)
Metode silender
c)
Metode reciprocating holder
d)
Metode paddle over disk
e)
Metode sel frans
40.
Faktor fisika kimia yang mempengaruhi laju disolusi adalah…
a)
Ukuran dan tipe eksipien
b)
Ukuran granul dan distribusi ukuran granul
c)
Jumlah dan tipe penghancur serta metode pencampurannya
d)
Jumlah dan tipe surfaktan
e)
Ukuran kristal dan polimorfisme
41.
Suatu sediaan granul obat seberat 0,2 g dan luas permukaannya 0,15 m2 dibiarkan melarut dalam 500 ml air pada 25 oC. Sesudah menit pertama, jumlah yang ada dalam larutan adalah 0,65 gram. Kuantitas D/h dikenal sebagai konstanta laju disolusi, k. Jika kelarutan Cs dari obat tersebut adalah 10 mg/ml pada suhu 25 oC, berapa kah k? (cm/detik)
a)
7,22 x 10-4
b)
3,02 x 10-4
c)
14,44 x 10-4
d)
7,22 x 10-3
e)
7,22 x 10-2
42.
Uji disolusi dengan permukaan konstant dari suatu zat aktif atau campuranya dengan bahan pengisi yang dinyatakan dalam jumlah massa terlarut tiap satuan waktu dan tiap luas permukaan, yang nilainya dinyatakan dalam mg/waktu/cm2 disebut disolusi
a)
Disolusi sempurna
b)
Disolusi dipercepat
c)
Disolusi intrinsik
d)
Disolusi partikulat
e)
Disolusi eksternal
43.
Dibawah ini sediaan yang tidak diuji disolusinya adalah...
a)
Tablet oral
b)
Kapsul
c)
Kaplet
d)
tablet kunyah
e)
tablet effervescent
44.
Untuk mengatasi kekurangan uji disolusi metode basket pada sediaan tablet dilakukan ...
a)
Menambah jumlah basket
b)
Menambah jumlah tablet yang diuji
c)
Menambah gas yang terlarut dalam media disolusi
d)
Mengganti ke metode dayung
e)
Mengurangi kecepatan putaran
45.
Pada proses difusi molekuler melalui membran polimer, apa yang menjadi penggerak utama perpindahan molekul obat dari satu sisi membran ke sisi lainnya?
a)
Interaksi ionik
b)
ketebalan membran
c)
Perbedaan konsentrasi
d)
Sifat hidrofobik
e)
Koefisien partisi
46.
Difusi melalui pori membran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apa faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan laju difusi suatu molekul?
a)
Ketebalan membran
b)
Koefisien partisi
c)
Ukuran relatif molekul dan pori
d)
Luas permukaan membran
e)
Suhu media pelarut
47.
Pada disolusi intrinsik, apa yang menjadi parameter utama dalam mengukur laju disolusi suatu zat aktif?
a)
Volume media pelarut
b)
Konsentrasi zat aktif
c)
Suhu media pelarut
d)
Tekanan uap media
e)
Luas permukaan konstan
48.
Proses difusi obat melalui membran pasif terjadi terutama pada jenis obat yang memiliki karakteristik:
a)
Ukuran molekul besar
b)
Sifat hidrofobik
c)
Berat molekul rendah
d)
Sifat ionik tinggi
e)
Ukuran partikel besar
49.
Dalam suatu uji disolusi, penggunaan surfaktan bertujuan untuk:
a)
Mengurangi ukuran molekul
b)
Menambah viskositas media
c)
Meningkatkan kelarutan zat aktif
d)
Menambah ketebalan membran
e)
Mengurangi suhu media
50.
Suatu proses pelepasan senyawa obat dari sediaan dan melarut dalam media pelarut disebut sebagai proses ....
a)
difusi
b)
disolusi
c)
dialisis
d)
osmosis
e)
kelarutan
100 %
