wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Berpikir Komputasional

Total questions: 11

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Apa itu Berpikir Komputasional?

Melalui Berpikir komputasional (BK), kalian akan berlatih berpikir seperti seorang ilmuwan Informatika, bukan berpikir seperti komputer karena komputer adalah mesin.

Kegiatan utama dalam BK ialah penyelesaian masalah (problem solving), untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal sehingga solusinya bisa dijalankan oleh manusia maupun mesin. Dengan kata lain, kegiatan dalam BK ialah mencari strategi untuk mengatasi persoalan. Persoalan apa yang akan diselesaikan? Sebetulnya, hampir semua persoalan sehari-hari mengandung konsep komputasi sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan mesin komputer. Sebagai contoh, robot yang bertugas melayani penjualan di restoran atau mengantar makanan dan obat untuk pasien di rumah sakit yang sudah dipakai di beberapa negara maju, sistem komputer untuk memantau perkebunan sawit yang siap panen dan sebagainya. Sistem komputer pada pada hakikatnya meniru dunia ini untuk dijadikan dunia digital sehingga bisa membantu atau menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit maupun membosankan.

Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar.

Kegiatan memilih bagian penting dari suatu permasalahan dan mengabaikan yang tidak penting sehingga memudahkan fokus kepada solusi adalah proses …

a)

abstraksi

b)

algoritma

c)

dekomposisi

d)

pengenalan pola

e)

stack

2.

Apa itu Berpikir Komputasional?

Melalui Berpikir komputasional (BK), kalian akan berlatih berpikir seperti seorang ilmuwan Informatika, bukan berpikir seperti komputer karena komputer adalah mesin.

Kegiatan utama dalam BK ialah penyelesaian masalah (problem solving), untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal sehingga solusinya bisa dijalankan oleh manusia maupun mesin. Dengan kata lain, kegiatan dalam BK ialah mencari strategi untuk mengatasi persoalan. Persoalan apa yang akan diselesaikan? Sebetulnya, hampir semua persoalan sehari-hari mengandung konsep komputasi sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan mesin komputer. Sebagai contoh, robot yang bertugas melayani penjualan di restoran atau mengantar makanan dan obat untuk pasien di rumah sakit yang sudah dipakai di beberapa negara maju, sistem komputer untuk memantau perkebunan sawit yang siap panen dan sebagainya. Sistem komputer pada pada hakikatnya meniru dunia ini untuk dijadikan dunia digital sehingga bisa membantu atau menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit maupun membosankan.

Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar.

Kegiatan menuliskan otomasi solusi melalui berpikir algoritmik (langkah-langkah yang terurut) untuk mencapai suatu tujuan (solusi) adalah proses …

a)

abstraksi

b)

algoritma

c)

dekomposisi

d)

pengenalan pola

e)

queue

3.

Apa itu Berpikir Komputasional?

Melalui Berpikir komputasional (BK), kalian akan berlatih berpikir seperti seorang ilmuwan Informatika, bukan berpikir seperti komputer karena komputer adalah mesin.

Kegiatan utama dalam BK ialah penyelesaian masalah (problem solving), untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal sehingga solusinya bisa dijalankan oleh manusia maupun mesin. Dengan kata lain, kegiatan dalam BK ialah mencari strategi untuk mengatasi persoalan. Persoalan apa yang akan diselesaikan? Sebetulnya, hampir semua persoalan sehari-hari mengandung konsep komputasi sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan mesin komputer. Sebagai contoh, robot yang bertugas melayani penjualan di restoran atau mengantar makanan dan obat untuk pasien di rumah sakit yang sudah dipakai di beberapa negara maju, sistem komputer untuk memantau perkebunan sawit yang siap panen dan sebagainya. Sistem komputer pada pada hakikatnya meniru dunia ini untuk dijadikan dunia digital sehingga bisa membantu atau menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit maupun membosankan.

Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar.

Kegiatan menyelesaikan persoalan yang sulit apalagi besar dengan cara menyelesaikan sebagian-sebagian secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan (solusi) adalah proses …

a)

abstraksi

b)

algoritma

c)

dekomposisi

d)

pengenalan pola

e)

stack

4.

Apa itu Berpikir Komputasional?

Melalui Berpikir komputasional (BK), kalian akan berlatih berpikir seperti seorang ilmuwan Informatika, bukan berpikir seperti komputer karena komputer adalah mesin.

Kegiatan utama dalam BK ialah penyelesaian masalah (problem solving), untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal sehingga solusinya bisa dijalankan oleh manusia maupun mesin. Dengan kata lain, kegiatan dalam BK ialah mencari strategi untuk mengatasi persoalan. Persoalan apa yang akan diselesaikan? Sebetulnya, hampir semua persoalan sehari-hari mengandung konsep komputasi sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan mesin komputer. Sebagai contoh, robot yang bertugas melayani penjualan di restoran atau mengantar makanan dan obat untuk pasien di rumah sakit yang sudah dipakai di beberapa negara maju, sistem komputer untuk memantau perkebunan sawit yang siap panen dan sebagainya. Sistem komputer pada pada hakikatnya meniru dunia ini untuk dijadikan dunia digital sehingga bisa membantu atau menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit maupun membosankan.

Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar.

Proses penyelesaian persoalan dengan cara mempelajari dari persoalan lain yang sejenis untuk mencapai pengenalan pola suatu tujuan (solusi) adalah proses …

a)

abstraksi

b)

algoritma

c)

dekomposisi

d)

pengenalan pola

e)

stack

5.

Ruang permasalahan di dunia ini luas sekali, dan tentunya tak seorang pun ingin hidupnya menghadapi persoalan. Setiap bidang juga mempunyai persoalan dari sudut pandang bidang masing-masing, dan akan mengusulkan penyelesaian dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan bidangnya.

Kita belajar dari persoalan-persoalan yang ada dan pernah diusulkan solusinya. Oleh karena itu, belajar penyelesaian persoalan ialah belajar dari kasus-kasus dan solusinya. Namun, persoalan yang dibahas itu perlu diadaptasi dengan konteks kita. Kita perlu membentuk pola persoalan dan pola solusi dari latihan penyelesaiannya.

Hidup adalah pencarian yang tiada henti. Mari, kita berpikir ke pengalaman “mencari” dalam

kehidupan sehari-hari. Perhatikan contoh berikut.

Pernahkah kalian merasa kebingungan saat mencari sebuah buku di lemari buku kalian?

Alternatif solusi yang efektif dari cara menemukan buku tersebut adalah ….

a)

bertanya kepada orang tua

b)

mencari di tas sekolah

c)

mencari pada tumpukan buku di meja belajar

d)

bertanya kepada teman

e)

mencari di almari berdasarkan jenis buku, ukuran buku, warna buku, ketebalan buku, judul buku

6.

Ruang permasalahan di dunia ini luas sekali, dan tentunya tak seorang pun ingin hidupnya menghadapi persoalan. Setiap bidang juga mempunyai persoalan dari sudut pandang bidang masing-masing, dan akan mengusulkan penyelesaian dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan bidangnya.

Kita belajar dari persoalan-persoalan yang ada dan pernah diusulkan solusinya. Oleh karena itu, belajar penyelesaian persoalan ialah belajar dari kasus-kasus dan solusinya. Namun, persoalan yang dibahas itu perlu diadaptasi dengan konteks kita. Kita perlu membentuk pola persoalan dan pola solusi dari latihan penyelesaiannya.

Hidup adalah pencarian yang tiada henti. Mari, kita berpikir ke pengalaman “mencari” dalam

kehidupan sehari-hari. Perhatikan contoh berikut.

Suatu hari, kalian kehilangan baju seragam yang harus dipakai pada hari itu dan kalian mencarinya. Apa strategi kalian supaya baju tersebut cepat ditemukan?

a)

bertanya kepada orang tua

b)

mencari di tas sekolah

c)

mencari di bak cuci

d)

bertanya kepada kakak/adik

e)

mencari di almari diurut dari atas dengan mencocokkan warna seragam, jenis seragam, ukuran seragam yang di cari

7.

Ruang permasalahan di dunia ini luas sekali, dan tentunya tak seorang pun ingin hidupnya menghadapi persoalan. Setiap bidang juga mempunyai persoalan dari sudut pandang bidang masing-masing, dan akan mengusulkan penyelesaian dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan bidangnya.

Kita belajar dari persoalan-persoalan yang ada dan pernah diusulkan solusinya. Oleh karena itu, belajar penyelesaian persoalan ialah belajar dari kasus-kasus dan solusinya. Namun, persoalan yang dibahas itu perlu diadaptasi dengan konteks kita. Kita perlu membentuk pola persoalan dan pola solusi dari latihan penyelesaiannya.

Hidup adalah pencarian yang tiada henti. Mari, kita berpikir ke pengalaman “mencari” dalam

kehidupan sehari-hari. Perhatikan contoh berikut.

Kalian mengingat sebuah potongan lirik lagu, tetapi tidak ingat judul lagu tersebut. Bagaimana kalian bisa menemukan lagu tersebut dengan cepat?

a)

Ask your parentsbertanya kepada orang tua

b)

mencari di buku catatan

c)

mencari di bak cuci

d)

bertanya kepada kakak/adik

e)

mencari di search engine dengan kata kunci teks lagu spesifik atau berdasarkan nama penyanyi dan jenis musik

8.

Skenario Permainan

Pada permainan ini, kalian harus berpasangan dengan salah seorang teman.

Teman kalian akan memilih sebuah angka bilangan bulat antara 1 – 100 (inklusif, angka 1 dan 100 juga boleh dipilih), dan angka tersebut akan ia rahasiakan. Tugas kalian ialah menemukan angka tersebut.

Untuk menemukan angka tersebut, kalian harus mengecek apakah angka tebakan kalian ialah angka yang dimiliki oleh teman kalian. Kalian hanya bisa mengecek angka satu per satu dengan menyebutkan angka tebakan kalian tersebut.

Setiap kali kalian menebak, teman kalian harus menjawab satu dari tiga kemungkinan berikut.

1. “Benar” apabila angka yang kalian tebak sama dengan angka yang dimiliki teman kalian.

2. “Angka milikku lebih kecil” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih kecil dari tebakan kalian.

3. “Angka milikku lebih besar” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih besar dari tebakan kalian.

Cara yang tepat dan cepat dalam menemukan angka adalah ….

a)

100 dibagi 2 - dicek apakah sudah benar, jika benar selesai - jika belum dicek jika angka lebih kecil maka 50 dibagi 2, jika benar selesai, sebaliknya jika belum dicek jika angka lebih besar maka 50 ditambah 50 dibagi 2 - dan seterusnya sampai ditemukan angka yang benar.

b)

100 dibagi 3 - dicek apakah sudah benar, jika benar selesai - jika belum dicek jika angka lebih kecil maka 50 dibagi 3, jika benar selesai, sebaliknya jika belum dicek jika angka lebih besar maka 50 ditambah 50 dibagi 3 - dan seterusnya sampai ditemukan angka yang benar.

c)

100 dibagi 4 - dicek apakah sudah benar, jika benar selesai - jika belum dicek jika angka lebih kecil maka 50 dibagi 4, jika benar selesai, sebaliknya jika belum dicek jika angka lebih besar maka 50 ditambah 50 dibagi 4 - dan seterusnya sampai ditemukan angka yang benar.

d)

100 dibagi 5 - dicek apakah sudah benar, jika benar selesai - jika belum dicek jika angka lebih kecil maka 50 dibagi 5, jika benar selesai, sebaliknya jika belum dicek jika angka lebih besar maka 50 ditambah 50 dibagi 5 - dan seterusnya sampai ditemukan angka yang benar.

e)

100 dibagi 6 - dicek apakah sudah benar, jika benar selesai - jika belum dicek jika angka lebih kecil maka 50 dibagi 6, jika benar selesai, sebaliknya jika belum dicek jika angka lebih besar maka 50 ditambah 50 dibagi 6 - dan seterusnya sampai ditemukan angka yang benar.

9.

Insertion Sort adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk permasalahan pengurutan dalam list (daftar objek). Sesuai namanya, insertion sort mengurutkan sebuah list dengan cara menyisipkan elemen satu per satu sesuai dengan urutan besar kecilnya elemen hingga semua elemen menjadi list yang terurut. Misalnya, dalam kasus mengurutkan elemen list dari yang terkecil hingga terbesar (ascending), tahap pertama ialah kita akan membaca suatu elemen dengan elemen yang berdekatan. Apabila elemen yang berdekatan dengan elemen saat ini lebih kecil, elemen yang lebih kecil akan ditukar dengan elemen yang lebih besar dan dibandingkan kembali dengan elemenelemen sebelumnya yang sudah terurut. Apabila elemen saat ini sudah lebih besar dari elemen sebelumnya, iterasi berhenti. Hal ini dijalankan satu persatu hingga semua list menjadi terurut.

Jika terdapat sebuah deret bilangan seperti berikut: 2, 3, 7, 6, 5 yang direpresentasikan dengan menggunakan kartu. Urutkan bilangan tersebut secara menaik dengan menggunakan algoritma insertion sort. Maka proses pengurutan pertama adalah ….

a)

2 ke 3

b)

3 ke 7

c)

7 ke 6

d)

6 ke 5

e)

7 ke 5

10.

Selection sort merupakan algoritma pengurutan yang juga cukup sederhana, dengan algoritma mencari (menyeleksi) bilangan terkecil/terbesar (bergantung pada urut naik atau turun) dari daftar bilangan yang belum terurut dan meletakkannya dalam daftar bilangan baru yang dijaga keterurutannya.

Algoritma ini membagi daftar bilangan menjadi dua bagian, yaitu bagian terurut dan bagian yang belum terurut. Bagian yang terurut di sebelah kiri dan bagian yang belum terurut di sebelah kanan. Awalnya, semua elemen bilangan dalam daftar ialah bagian yang belum terurut, dan bagian yang terurut kosong. 

Berikut langkah-langkah yang terdapat pada algoritma selection sort.

1. Cari bilangan terkecil yang ada pada bagian belum terurut.

2. Tukar bilangan tersebut dengan bilangan pertama bagian belum terurut, lalu masukkan ke bagian terurut.

3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai bagian yang belum terurut habis.

Ilustrasi urut-urutan selection sort dapat dilihat pada tabel berikut.

Pada huruf C seharusnya diisi dengan ….

a)

2

b)

3

c)

7

d)

6

e)

5

11.

Petugas loket menumpuk formulir-formulir tersebut di mana formulir yang baru diterima diletakkan di atas formulir yang sudah diterima sebelumnya, kemudian ketika ketika memanggil pasien, petugas tersebut memanggil dengan urutan mulai dari formulir yang berada di atas tumpukan.

Seharusnya petugas loket menggunakan teknik ….

a)

FIFO

b)

LIFO

c)

antrian

d)

queue

e)

sorting