wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Unsur-unsur Cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

"Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan."

"Maksud ibu apa?"

"Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya."

1. Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah?

a)

A. Sabar dan penyayang.

b)

B. Angkuh dan disiplin.

c)

C. Tegas dan pemberani.

d)

D. Penakut.

2.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

"Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan."

"Maksud ibu apa?"

"Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya." 

2. Karakter tokoh Pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat ...

a)

A. Pendendam.

b)

B. Keras kepala dan mudah marah.

c)

C. Tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi.

d)

D. Ingin menang sendiri.

3.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

"Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan."

"Maksud ibu apa?"

"Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya." 

3. Bagaimana gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen di atas?

a)

A. Kuat menerima cobaan.

b)

B. Gampang putus asa.

c)

C. Lemah dan penuh penderitaan.

d)

D. Trauma dalam menjalani kehidupanya.

4.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

"Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan."

"Maksud ibu apa?"

"Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya." 

4. Kedudukan tokoh Pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ...

a)

A. Tokoh antagonis, tokoh penengah.

b)

B. Tokoh protagonis, tokoh penengah.

c)

C. Tokoh antagonis, tokoh protagonis.

d)

D. Tokoh protagonis, tokoh protagonis.

5.

 "Hanya itu alasan Mama melarang Dewi menikah dengan Lukas?" Bibir Dewi menyinggung sinis. "Oh, alangkah picik pikiran Mama!"

Lalu, apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Dewi kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Lukas yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap.

Begitu pula dengan kakakku yang selama ini mendukungku, sekarang justru berbalik arah.

5. Konflik di dalam kutipan cerpen tersebut yaitu ...

a)

A. Dewi dilarang menikah oleh mama dan kakaknya.

b)

B. Dewi dan Lukas batal menikah menikah.

c)

C. Mama berpikiran picik terhadap Lukas.

d)

D. Mama ingin agar Dewi hidup bahagia.

6.

Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambil membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.

 

6. . Sifat-sifat berikut yang tidak dimiliki oleh Baik Hati adalah ...

a)

A. Sabar

b)

B. Suka menolong

c)

C. Kreatif

d)

D. Rajin

7.

Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambil membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.

7. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

A. Melalui pembicaraan dengan tokoh lain.

b)

B. Melukiskan jalan pikiran tokoh.

c)

C. Melukiskan keadaan sekitar pelaku.

d)

D.. Reaksi tokoh terhadap suatu kejadian.

8.

 Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambil membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.

8. Sudut pandang pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ... .

a)

A. Sudut pandang orang ketiga

b)

B. Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

c)

C. Sudut pandang orang kedua.

d)

D. Sudut pandang orang pertama pelaku utama.

9.

Dua minggu setelah telegram dari Imam datang pula wesel dan surat dari Santo, ibu sangat bangga sampai meneteskan air mata bahagia, ibu menyatakan pada anak-anaknya agar tetap hidup seperti apa yang dilakukan selama ini. Jangan congkak karena kakak mereka banyak membantu.

9. Tentukan pesan atau amanat yang terkandung dalam cuplikan cerpen tersebut!

a)

A. Hidup ini hendaknya penuh prihatin dan dijalani apa adanya.

b)

B. Dalam hidup ini harus menunjukan kemampuan pada orang lain.

c)

C. Dalam memberikan bantuan harus ikhlas.

d)

D. Hendaknya tetap hidup dalam kesederhanaan.

10.

Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

     10.    Latar waktu kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A.      Siang hari

b)

B.      Pagi hari

c)

C.      Sore hari

d)

D.     Malam hari

11.

11. Gagasan atau makna sebuah cerita merupakan pengertian....

a)

A. latar

b)

B. tema

c)

C. alur

d)

D. amanat

12.

Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")

 

12. Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

A.  Ramah, telaten, dan dermawan

b)

B.   Ceroboh, malas, kaya

c)

C.  Rajin, pemarah, teliti

d)

D.  Cermat, pelit, perhitungan

13.

Pemandangan kamar Yuli cukup indah. Hiasan dinding dan poster-poster dipasang menarik. Tempat tidur selalu dibersihkan dan tertata rapi. Di samping tempat tidur, terdapat meja belajar yang diberi hiasan keramik. Setiap pagi pintu kamar selalu dibuka sehingga udara segar masuk ke kamar, membuat suasana kamar sejuk.

 

13. Sudut pandang pengarang cuplikan cerita tersebut adalah...

a)

A. Orang pertama pelaku utama

b)

B. Orang pertama pelaku sampingan

c)

C. Orang kedua sebagai pengamat

d)

D. Orang ketiga serba tahu.

14.
  1. 14. Sebelum duduk di bawah tugu, sebagai orang kota sejati, aku beberkan sapu tanganku ke rumput supaya pantalon tropical yang kupakai tidak kotor. Kemudian, aku memandang pada makam sambil menyalakan sigaret lagi. Di sekitar tempat rindang itu matahari memanas terik.

Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A. malam hari

b)

B.siang hari

c)

C. sore hari

d)

D. senja hari

15.

Riri adalah temanku dari SD. Dia baik dan ceria. Kami saling berbagi suka dan duka, meski terkadang ada juga perselisihan.

  1. 15. Tema cerita tersebut adalah...

a)

A. Kebaikan

b)

B. Persahabatan

c)

C. Perselisihan

d)

D. Hiburan

16.

Tiba-tiba petir menyambar si Malin. Berlahan tubuhnya mengeras. "Ibu maafkan aku, aku telah melukai hatimu!" Namun penyesalan itu terlambat. Malin pun menjadi batu.

  1. 16. Amanat cerita tetsebut adalah...

a)

A. Kita harus saling memaafkan

b)

B. Jangan berteriak pada ibu

c)

C. Jangan jadi anak durhaka

d)

D. Jangan mau jadi batu

17.

Diky berteriak memanggil Hasan unk meminjam pena. Tentu saja bu guru marah dan membuat riuh sekelas.

17.Latar tempat cerita tersebut adalah...

a)

A. Di sekolah

b)

B. Di kelas

c)

C. Di kantin

d)

D. Di ruang guru

18.

Bulan bersinar sempurna menemaniku dalam kesunyian.

18.Latar waktu cerita tersebut adalah...

a)

A. Pagi

b)

B. Siang

c)

C. Sore

d)

D. Malam

19.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
19. Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

A. Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

B. Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

C. Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

D. Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

20.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.

20. Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah

a)

A. Menakutkan

b)

B. Mengenaskan

c)

C. Mengharukan

d)

D. Menegangkan