wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Kode Etik dan Standar Audit Internal

Total questions: 101

Worksheet time: 51mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama Kode Etik dalam audit internal?

a)

Menetapkan kebijakan audit yang ketat

b)

Mengarahkan perilaku profesional auditor internal

c)

Memberikan panduan dalam menyusun laporan audit

d)

Mengatur interaksi antara auditor dan auditee

2.

Menurut Standar Audit Intern, independensi auditor berarti:

a)

Auditor tidak boleh dipengaruhi oleh auditee dalam proses audit

b)

Auditor harus menerima setiap arahan dari atasan

c)

Auditor tidak perlu bekerja secara objektif

d)

Auditor harus selalu mengikuti instruksi pemerintah

3.

Salah satu prinsip etika dalam audit internal adalah integritas. Hal ini berarti auditor harus:

a)

Bersikap terbuka terhadap semua informasi

b)

Memastikan semua laporan audit dipublikasikan

c)

Bertindak secara jujur dan berani dalam menghadapi tekanan

d)

Menjaga hubungan baik dengan auditee untuk kenyamanan kerja

4.

Kerahasiaan dalam Kode Etik mengharuskan auditor untuk:

a)

Membagikan informasi audit dengan semua pihak

b)

Menjaga informasi sensitif kecuali jika diizinkan oleh hukum

c)

Memberikan akses informasi audit kepada siapa saja yang memintanya

d)

Menyimpan semua informasi dalam basis data publik

5.

Apa yang dimaksud dengan prinsip objektivitas dalam audit internal?

a)

Auditor harus memihak pada klien

b)

Auditor harus memberikan pendapat yang tidak bias

c)

Auditor harus mengikuti instruksi pihak eksternal

d)

Auditor harus memanipulasi data sesuai keinginan auditee

6.

Standar audit mengharuskan auditor memiliki kompetensi. Kompetensi ini meliputi:

a)

Kemampuan membuat keputusan secara independen

b)

Pemahaman tentang risiko keuangan saja

c)

Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk audit

d)

Keahlian dalam manajemen proyek audit

7.

Dalam audit internal, 'due professional care' mengacu pada:

a)

Kewajiban auditor untuk menyelesaikan audit secepat mungkin

b)

Standar profesional yang mengharuskan auditor bertindak hati-hati

c)

Memastikan laporan audit tidak mengandung kesalahan

d)

Menghindari konflik kepentingan dengan auditee

8.

Kode Etik IIA (Institute of Internal Auditors) menekankan pada kepatuhan terhadap hukum. Hal ini berarti auditor harus:

a)

Selalu berkoordinasi dengan pengacara saat melakukan audit

b)

Memastikan audit tidak melanggar undang-undang atau peraturan yang berlaku

c)

Membuat laporan yang melindungi kepentingan organisasi saja

d)

Mengabaikan aturan jika dianggap tidak relevan

9.

Mengapa auditor harus menjaga independensi mental (mental independence)?

a)

Agar mereka tidak terpengaruh oleh opini atasan

b)

Agar dapat membuat keputusan tanpa pengaruh eksternal

c)

Untuk memudahkan kerja sama dengan auditee

d)

Agar lebih mudah menyelesaikan laporan audit

10.

Objektivitas auditor ditunjukkan dengan:

a)

Membuat laporan audit yang sesuai keinginan pihak manajemen

b)

Tidak memihak dan memberikan penilaian berdasarkan fakta

c)

Menyembunyikan temuan audit yang bisa merusak reputasi klien

d)

Selalu menunggu persetujuan auditee sebelum menyelesaikan laporan

11.

Salah satu kriteria yang harus dipenuhi auditor internal menurut Standar Audit adalah:

a)

Mengikuti arahan manajer dalam setiap keputusan audit

b)

Memiliki akses tak terbatas ke semua informasi organisasi

c)

Mempengaruhi hasil audit untuk kepentingan klien

d)

Mengutamakan hubungan baik dengan auditee daripada independensi

12.

Dalam Kode Etik IIA, pelanggaran terhadap integritas mencakup:

a)

Mengabaikan permintaan tambahan audit dari auditee

b)

Menggunakan informasi audit untuk keuntungan pribadi

c)

Menjaga kerahasiaan informasi sensitif

d)

Mengidentifikasi risiko yang relevan dalam audit

13.

Objektivitas auditor internal dapat terganggu jika:

a)

Auditor menerima hadiah dari auditee

b)

Auditor menerima pelatihan dari pihak eksternal

c)

Auditor menolak bantuan dari pihak ketiga

d)

Auditor bekerja sama dengan tim manajemen risiko

14.

Kepatuhan terhadap Standar Audit Intern mencakup:

a)

Menyusun program audit berdasarkan petunjuk auditee

b)

Menyampaikan hasil audit hanya kepada pihak internal

c)

Melakukan audit sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku

d)

Mengabaikan standar jika

15.

Prinsip kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengungkap semua informasi kepada media

b)

Membatasi akses informasi hanya kepada pihak yang berwenang

c)

Menyebarkan informasi audit kepada seluruh karyawan

d)

Menjaga kerahasiaan, kecuali diperintahkan oleh pimpinan auditee

16.

Standar Kompetensi auditor internal mencakup:

a)

Mengambil keputusan audit berdasarkan intuisi

b)

Menyusun laporan audit tanpa bantuan auditor senior

c)

Memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang memadai

d)

Melakukan audit dengan menggunakan informasi minimal

17.

Apa yang menjadi tujuan utama dari program pengembangan profesi berkelanjutan bagi auditor internal?

a)

Untuk memastikan auditor mendapatkan promosi

b)

Agar auditor terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya

c)

Supaya auditor dapat menghindari kesalahan dalam audit

d)

Agar auditor dapat menyesuaikan hasil audit sesuai keinginan atasan

18.

Menurut Kode Etik IIA, konflik kepentingan dalam audit muncul ketika:

a)

Auditor menerima tugas tambahan dari klien

b)

Auditor memiliki kepentingan pribadi dalam hasil audit

c)

Auditor bekerja sama dengan departemen lain

d)

Auditor mengaudit sistem yang pernah dia kerjakan sebelumnya

19.

Due professional care mengharuskan auditor untuk:

a)

Bertindak cepat dalam melakukan audit

b)

Menjaga keseimbangan antara biaya audit dan hasil audit

c)

Menolak tugas audit yang dianggap sulit

d)

Memastikan tidak ada kesalahan dalam laporan audit

20.

Kriteria utama dalam evaluasi kinerja auditor internal mencakup:

a)

Seberapa cepat auditor menyelesaikan audit

b)

Seberapa baik auditor menjaga hubungan dengan auditee

c)

Kesesuaian hasil audit dengan standar dan pedoman

d)

Jumlah audit yang dilakukan dalam setahun

21.

Standar independensi auditor mengharuskan auditor untuk:

a)

Melaporkan temuan audit hanya kepada pimpinan auditee

b)

Mengambil keputusan audit tanpa intervensi pihak lain

c)

Melakukan audit sesuai instruksi manajemen

d)

Meminta arahan dari pimpinan setiap kali ada keputusan sulit

22.

Mengapa kompetensi merupakan salah satu syarat penting bagi auditor internal?

a)

Untuk menjaga hubungan baik dengan auditee

b)

Agar auditor dapat menyesuaikan hasil audit sesuai keinginan klien

c)

Untuk memastikan kualitas dan efektivitas audit

d)

Agar auditor dapat menghindari konflik dalam organisasi

23.

Menurut Standar Audit Intern, tanggung jawab utama auditor dalam hal kerahasiaan adalah:

a)

Membocorkan informasi audit kepada media jika ada pelanggaran

b)

Menyimpan semua informasi audit tanpa kecuali

c)

Membatasi penyebaran informasi hanya kepada pihak yang berwenang

d)

Mengumumkan hasil audit kepada publik

24.

Prinsip objektivitas dalam audit internal dapat dipertahankan dengan cara:

a)

Menyelesaikan audit berdasarkan intuisi pribadi

b)

Mengabaikan temuan audit yang bisa merusak hubungan dengan auditee

c)

Melaporkan semua temuan audit berdasarkan bukti

d)

Menghindari pengambilan keputusan yang sulit

25.

Kode Etik IIA mengharuskan auditor untuk tidak memanfaatkan informasi yang diperoleh selama audit untuk:

a)

Kepentingan organisasi

b)

Keuntungan pribadi atau pihak ketiga

c)

Menilai risiko organisasi

d)

Pengembangan sistem kontrol internal

26.

Apa yang harus dilakukan auditor jika terjadi konflik kepentingan dalam audit?

a)

Menyelesaikan audit dengan menyesuaikan hasilnya

b)

Melaporkan konflik tersebut kepada pihak yang berwenang

c)

Mengabaikan konflik tersebut jika tidak berpengaruh besar

d)

Menunda audit hingga konflik selesai

27.

Auditor harus menggunakan "due professional care" untuk memastikan:

a)

Audit dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan

b)

Semua aspek dalam proses audit dijalankan secara hati-hati

c)

Auditor hanya fokus pada area yang diinstruksikan auditee

d)

Tidak ada kesalahan dalam penulisan laporan

28.

Mengapa auditor harus mengikuti program pengembangan berkelanjutan?

a)

Untuk mendapatkan insentif tambahan dari organisasi 

b)

Agar dapat mengikuti tren terbaru dalam dunia audit 

c)

Untuk meningkatkan kualitas audit dan menjaga kompetensi 

d)

Supaya auditor dapat bekerja lebih cepat 

29.

Mengapa auditor harus mengikuti program pengembangan berkelanjutan?

a)

Untuk mendapatkan insentif tambahan dari organisasi

b)

Agar dapat mengikuti tren terbaru dalam dunia audit

c)

Untuk meningkatkan kualitas audit dan menjaga kompetensi

d)

Supaya auditor dapat bekerja lebih cepat

30.

Standar audit menuntut auditor untuk:

a)

Selalu mendukung keputusan yang dibuat oleh manajemen

b)

Melakukan audit berdasarkan informasi yang tidak diverifikasi

c)

Menjaga integritas dalam semua aktivitas audit

d)

Memanipulasi data agar sesuai dengan keinginan auditee

31.

Kerahasiaan dalam audit berarti:

a)

Membuka informasi audit hanya kepada pihak yang berkepentingan

b)

Menyimpan semua informasi untuk digunakan dalam audit berikutnya

c)

Mengungkapkan semua hasil audit kepada publik

d)

Memastikan semua informasi aman dari akses tidak sah

32.

Independensi auditor dapat terancam jika auditor:

a)

Menerima hadiah dari auditee

b)

Meminta bantuan dari tim lain

c)

Menolak tugas dari atasan

d)

Menggunakan data yang diberikan oleh auditee

33.

Prinsip integritas mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengutamakan kepentingan organisasi di atas segalanya

b)

Bertindak jujur dan transparan dalam semua aktivitas audit

c)

Menyesuaikan laporan audit dengan keinginan atasan

d)

Menjaga hubungan baik dengan auditee

34.

Standar audit mengharuskan auditor untuk menghindari:

a)

Menyampaikan temuan audit yang merugikan auditee

b)

Melaporkan temuan yang didukung oleh bukti

c)

Bekerja secara independen dari auditee

d)

Menggunakan informasi yang tidak valid

35.

Penggunaan informasi audit untuk tujuan pribadi dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip:

a)

Objektivitas

b)

Kompetensi

c)

Integritas

d)

Due professional care

36.

Auditor wajib melaporkan konflik kepentingan kepada:

a)

Pihak yang berwenang di organisasi

b)

Manajemen auditee

c)

Pihak eksternal

d)

Rekan auditor lain

37.

Standar Objektivitas mengharuskan auditor untuk:

a)

Melakukan audit sesuai keinginan manajemen

b)

Menyampaikan temuan berdasarkan bukti yang ada

c)

Mengabaikan temuan yang dianggap tidak penting

d)

Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee

38.

Kompetensi auditor diperoleh melalui:

a)

Pelatihan dan pengalaman yang relevan

b)

Menyelesaikan audit dengan cepat

c)

Mengikuti arahan manajemen auditee

d)

Pengalaman kerja di luar bidang audit

39.

Kerahasiaan informasi audit wajib dijaga kecuali:

a)

Informasi diminta oleh auditee

b)

Informasi diizinkan untuk diungkap oleh hukum

c)

Informasi ingin digunakan untuk kepentingan pribadi

d)

Informasi dibutuhkan oleh auditor lain

40.

Standar independensi auditor memastikan auditor:

a)

Tidak dipengaruhi oleh pihak lain dalam melakukan audit

b)

Mendukung kepentingan auditee dalam semua laporan

c)

Mengikuti semua instruksi yang diberikan manajemen

d)

Membuka semua informasi audit kepada publik

41.

Apa yang menjadi prinsip utama dalam due professional care?

a)

Bertindak cepat dalam audit

b)

Melakukan audit dengan hati-hati dan menyeluruh

c)

Membatasi area audit sesuai keinginan auditee

d)

Menggunakan informasi yang tidak diverifikasi

42.

Standar etika menuntut auditor untuk memiliki integritas dalam:

a)

Mengabaikan bukti yang memberatkan

b)

Menyelesaikan audit berdasarkan intuisi pribadi

c)

Bertindak dengan jujur dan bertanggung jawab dalam setiap tugas

d)

Menjaga kerahasiaan informasi tanpa kecuali

43.

Konflik kepentingan muncul ketika auditor:

a)

Memiliki hubungan pribadi dengan auditee

b)

Tidak setuju dengan hasil audit

c)

Melaporkan temuan negatif

d)

Menolak hadiah dari auditee

44.

Standar kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengungkapkan informasi hanya jika diperintahkan oleh pimpinan

b)

Membagikan semua informasi audit kepada media

c)

Menyimpan informasi audit secara aman dari akses tidak sah

d)

Mengabaikan kerahasiaan untuk kepentingan pribadi

45.

Integritas dalam audit berarti:

a)

Bertindak sesuai dengan keinginan klien

b)

Menyampaikan semua temuan secara jujur dan akurat

c)

Menunda penyelesaian laporan audit hingga ada arahan 

d)

Mengabaikan temuan yang merugikan auditee 

46.

Integritas dalam audit berarti:

a)

Bertindak sesuai dengan keinginan klien

b)

Menyampaikan semua temuan secara jujur dan akurat

c)

Menunda penyelesaian laporan audit hingga ada arahan

d)

Mengabaikan temuan yang merugikan auditee

47.

Standar Objektivitas memastikan auditor untuk:

a)

Menjaga ketidakberpihakan dalam pengambilan keputusan

b)

Mengabaikan konflik kepentingan yang tidak signifikan

c)

Mengikuti perintah manajemen secara langsung

d)

Menghindari temuan yang dapat merusak hubungan dengan auditee

48.

Mengapa independensi penting dalam audit?

a)

Untuk memastikan auditor tidak terpengaruh oleh pihak lain

b)

Agar auditor dapat menerima arahan langsung dari auditee

c)

Agar auditor bisa menyesuaikan hasil audit dengan keinginan klien

d)

Untuk memudahkan auditor dalam berkomunikasi dengan auditee

49.

Menurut Kode Etik IIA, penggunaan informasi untuk tujuan pribadi merupakan pelanggaran terhadap prinsip:

a)

Kompetensi

b)

Objektivitas

c)

Kerahasiaan

d)

Integritas

50.

Standar kompetensi mengharuskan auditor untuk:

a)

Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk tugas audit

b)

Menerima arahan dari manajemen auditee

c)

Menyelesaikan audit tanpa mempertimbangkan hasil akhirnya

d)

Menggunakan metode audit yang tidak lazim

51.

Apa tanggung jawab auditor dalam menjaga integritas?

a)

Melakukan audit sesuai keinginan manajemen

b)

Mengabaikan temuan yang memberatkan auditee

c)

Bertindak jujur dan tidak memihak dalam setiap keputusan

d)

Menyesuaikan laporan audit sesuai dengan arahan pimpinan

52.

Dalam pelaksanaan audit, prinsip due professional care mengharuskan auditor untuk:

a)

Menyelesaikan audit sesuai dengan arahan auditee

b)

Bertindak hati-hati dan profesional dalam setiap langkah audit

c)

Menghindari semua bentuk temuan negatif

d)

Membagikan hasil audit kepada publik sebelum dipublikasikan oleh auditee

53.

Ketika auditor menemukan ketidaksesuaian dalam laporan keuangan auditee, auditor harus:

a)

Menyembunyikan temuan untuk menjaga hubungan baik

b)

Melaporkan temuan tersebut sesuai prosedur audit

c)

Mengabaikan temuan yang tidak signifikan

d)

Menunda pelaporan hingga ada arahan lebih lanjut

54.

Independensi auditor internal dapat dipertahankan jika:

a)

Auditor tidak memiliki konflik kepentingan

b)

Auditor menerima saran dari auditee dalam semua aspek audit

c)

Auditor hanya memeriksa bagian-bagian yang diizinkan oleh auditee

d)

Auditor mengikuti arahan manajemen dalam pengambilan keputusan

55.

Kapan auditor dapat mengungkapkan informasi audit kepada pihak ketiga?

a)

Ketika auditee memberikan izin

b)

Ketika auditor merasa informasi tersebut tidak rahasia

c)

Ketika diizinkan oleh hukum atau ada kewajiban hukum

d)

Kapan saja, asalkan informasi tersebut tidak sensitif

56.

Menurut Standar Audit Intern, auditor wajib memelihara hubungan profesional yang baik, tetapi tidak boleh:

a)

Memberikan opini yang tidak sesuai dengan keinginan auditee

b)

Menerima hadiah atau gratifikasi yang dapat memengaruhi objektivitas

c)

Melaporkan temuan negatif kepada pimpinan

d)

Meminta bantuan dari tim manajemen risiko

57.

Seorang auditor yang tidak mematuhi Kode Etik IIA dapat dikenakan:

a)

Tindakan disiplin oleh auditee

b)

Penghargaan dari organisasi atas kinerjanya

c)

Sanksi profesional atau tindakan hukum

d)

Pengabaian oleh organisasi atas tindakannya

58.

Prinsip integritas auditor menuntut agar auditor selalu:

a)

Bertindak jujur dan etis dalam semua aspek audit

b)

Mengikuti arahan auditee dalam penilaian risiko

c)

Menghindari mengungkapkan temuan yang merugikan

d)

Menunda laporan hingga ada persetujuan manajemen

59.

Jika auditor menerima informasi yang tidak akurat selama audit, mereka harus:

a)

Menggunakan informasi tersebut apa adanya

b)

Mengabaikan informasi tersebut dan mencari informasi lain

c)

Menginformasikan kepada auditee bahwa data tersebut salah

d)

Melakukan investigasi lebih lanjut untuk memverifikasi informasi

60.

Objektivitas auditor dapat dipertahankan dengan cara:

a)

Menolak semua bentuk hadiah atau imbalan dari auditee 

b)

Menyelesaikan audit sesuai dengan keinginan auditee 

c)

Melakukan audit sesuai dengan arahan pihak ketiga 

d)

Menyesuaikan hasil audit untuk menjaga hubungan baik 

61.

Objektivitas auditor dapat dipertahankan dengan cara:

a)

Menolak semua bentuk hadiah atau imbalan dari auditee

b)

Menyelesaikan audit sesuai dengan keinginan auditee

c)

Melakukan audit sesuai dengan arahan pihak ketiga

d)

Menyesuaikan hasil audit untuk menjaga hubungan baik

62.

Dalam audit internal, penggunaan sumber daya yang terbatas harus selalu diseimbangkan dengan:

a)

Keinginan auditee untuk menyelesaikan audit lebih cepat

b)

Kebutuhan untuk mencapai hasil audit yang efektif

c)

Instruksi dari manajemen terkait prioritas audit

d)

Keinginan auditor untuk menyelesaikan audit sesuai waktu

63.

Jika terjadi konflik antara kepentingan pribadi auditor dan kewajibannya, auditor harus:

a)

Melaporkan konflik kepada pihak berwenang atau otoritas yang tepat

b)

Mengabaikan konflik tersebut jika tidak relevan

c)

Menyesuaikan hasil audit untuk menghindari masalah

d)

Menunggu hingga konflik tersebut terselesaikan secara alami

64.

Salah satu prinsip Kode Etik adalah "kecakapan profesional". Hal ini mengharuskan auditor untuk:

a)

Menyelesaikan audit sesegera mungkin

b)

Menjaga dan meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan

c)

Menghindari audit yang dianggap sulit

d)

Mengikuti arahan auditee dalam menyusun laporan audit

65.

Apa yang dimaksud dengan prinsip independensi operasional dalam audit?

a)

Auditor tidak memiliki hubungan kerja dengan auditee

b)

Auditor bertindak sesuai dengan keinginan manajemen auditee

c)

Auditor berhak menentukan sendiri proses audit tanpa campur tangan pihak lain

d)

Auditor harus selalu berkoordinasi dengan tim manajemen risiko

66.

Dalam pelaksanaan audit, prinsip keahlian (competency) menuntut auditor untuk:

a)

Bertindak sesuai dengan pedoman auditee

b)

Menyesuaikan hasil audit berdasarkan pengalaman pribadi

c)

Menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang tepat dalam setiap penugasan

d)

Menyelesaikan audit tanpa konsultasi dengan rekan kerja

67.

Prinsip kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengungkapkan informasi audit jika diperlukan oleh media

b)

Mengungkapkan informasi audit hanya kepada pihak yang berkepentingan sesuai aturan

c)

Menyebarluaskan hasil audit untuk transparansi

d)

Menyimpan semua informasi audit dalam arsip terbuka

68.

Jika auditor menemukan ketidaksesuaian yang signifikan dalam proses audit, auditor harus:

a)

Mengabaikan jika auditee menganggap hal tersebut tidak penting

b)

Melaporkan ketidaksesuaian tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku

c)

Menyelesaikan audit tanpa memasukkan ketidaksesuaian tersebut

d)

Menunggu arahan dari manajemen untuk melaporkannya

69.

Prinsip objektivitas dalam Kode Etik mengharuskan auditor untuk:

a)

Menyelesaikan audit dengan hasil yang menguntungkan bagi auditee

b)

Memberikan opini yang tidak bias berdasarkan bukti yang tersedia

c)

Memperhatikan keinginan pimpinan auditee dalam menyusun laporan

d)

Mengabaikan bukti yang tidak mendukung auditee

70.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi independensi auditor adalah:

a)

Penerimaan hadiah atau imbalan dari auditee

b)

Kurangnya pemahaman tentang standar audit

c)

Kesalahan kecil dalam laporan audit

d)

Komunikasi yang buruk dengan auditee

71.

Kompetensi profesional auditor harus dijaga melalui:

a)

Menghindari audit yang sulit

b)

Pelatihan dan pengembangan berkelanjutan

c)

Pengalaman yang diperoleh di luar audit

d)

Mengikuti arahan manajemen dalam setiap audit

72.

Standar kompetensi dalam audit menekankan bahwa auditor harus memiliki:

a)

Keahlian teknis dalam semua bidang audit

b)

Pengalaman minimal lima tahun dalam audit internal

c)

Keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang sesuai untuk tugas audit yang dilakukan

d)

Pengetahuan mendalam tentang setiap unit yang diaudit

73.

Mengapa penting bagi auditor untuk menjaga kerahasiaan informasi audit?

a)

Untuk melindungi kepentingan pribadi auditor

b)

Agar informasi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang

c)

Supaya hasil audit dapat dipublikasikan dengan aman

d)

Untuk memastikan informasi tetap aman

74.

Saat auditor mengetahui adanya risiko kecurangan dalam audit, tindakan yang harus diambil adalah:

a)

Mengabaikan kecurangan karena dianggap tidak signifikan

b)

Melaporkan kecurangan tersebut kepada pimpinan auditee

c)

Menyelidiki lebih lanjut dan mendokumentasikan temuan sesuai prosedur audit

d)

Menunda audit sampai situasi kecurangan dapat dikendalikan

75.

Dalam Kode Etik IIA, salah satu prinsip penting yang harus dipatuhi auditor adalah kepatuhan terhadap hukum. Hal ini berarti auditor harus:

a)

Menghindari semua tindakan yang melanggar peraturan

b)

Mengikuti arahan auditee meskipun bertentangan dengan hukum

c)

Mengabaikan peraturan yang tidak relevan dengan tugas audit

d)

Melaporkan hanya pelanggaran yang signifikan

76.

Prinsip objektivitas mengharuskan auditor untuk:

a)

Tidak membiarkan opini pribadi mempengaruhi hasil audit

b)

Mengikuti petunjuk manajemen dalam pengambilan keputusan audit

c)

Menghindari pengungkapan informasi yang dapat merugikan auditee

d)

Menyelesaikan audit tanpa mempertimbangkan risiko yang ada

77.

Jika auditor memiliki hubungan pribadi dengan auditee, hal ini dapat mempengaruhi:

a)

Independensi

b)

Kompetensi

c)

Kecepatan audit

d)

Ketepatan hasil audit

78.

Ketika auditor menemukan temuan yang dapat membahayakan organisasi, mereka harus:

a)

Menunggu hingga audit selesai untuk melaporkan temuan tersebut

b)

Segera melaporkan temuan kepada manajemen yang berwenang

c)

Menyembunyikan temuan jika dianggap sensitif

d)

Membagikan temuan kepada rekan kerja tanpa melapor

79.

Standar audit internasional mengharuskan auditor untuk bertindak dalam batas kewenangan mereka, yang berarti:

a)

Auditor dapat memeriksa semua aspek organisasi tanpa batas

b)

Auditor hanya boleh melakukan audit atas area yang ditugaskan

c)

Auditor dapat menunda audit jika diperlukan

d)

Auditor wajib mengikuti semua instruksi dari manajemen

80.

Salah satu ancaman terhadap independensi auditor adalah:

a)

Pemberian opini yang tidak bias

b)

Hubungan finansial dengan auditee

c)

Penggunaan metodologi audit yang standar

d)

Penyelesaian audit sesuai jadwal

81.

Kepentingan pribadi auditor dalam keputusan audit dapat menyebabkan:

a)

Peningkatan objektivitas

b)

Konflik kepentingan

c)

Hasil audit yang lebih cepat

d)

Audit yang lebih terperinci

82.

Auditor harus menjaga independensi mereka dari:

a)

Pihak eksternal saja

b)

Auditee dan pihak eksternal

c)

Tim audit internal

d)

Otoritas hukum

83.

Standar kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengungkapkan informasi hanya jika diminta oleh auditee

b)

Menjaga semua informasi audit aman dan terbatas pada pihak yang berwenang

c)

Menyebarluaskan informasi audit kepada semua karyawan organisasi

d)

Membuka semua informasi kepada pimpinan tanpa pembatasan

84.

Apa yang menjadi tanggung jawab auditor terkait dengan risiko dalam audit?

a)

Mengabaikan risiko yang dianggap tidak signifikan

b)

Mengidentifikasi dan menilai risiko secara memadai selama audit

c)

Menyesuaikan temuan audit agar sesuai dengan keinginan auditee

d)

Menghindari area audit yang memiliki risiko tinggi

85.

Jika auditor tidak memiliki kompetensi yang diperlukan untuk audit tertentu, mereka harus:

a)

Melanjutkan audit dengan keterbatasan yang ada

b)

Menginformasikan kepada pihak yang berwenang dan meminta bantuan

c)

Mengabaikan area yang tidak mereka pahami

d)

Menunda audit hingga keterampilan yang diperlukan diperoleh

86.

Menurut Kode Etik, auditor tidak boleh memanfaatkan informasi audit untuk:

a)

Meningkatkan efektivitas organisasi

b)

Keuntungan pribadi atau pihak ketiga

c)

Mengidentifikasi area perbaikan dalam organisasi

d)

Menilai risiko organisasi

87.

Prinsip "due professional care" dalam audit berarti auditor harus:

a)

Menyelesaikan audit dengan cepat

b)

Bertindak dengan hati-hati, kompeten, dan profesional dalam seluruh proses audit

c)

Menghindari pengambilan keputusan yang tidak tepat

d)

Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee 

88.

l care" dalam audit berarti auditor harus:

a)

Menyelesaikan audit dengan cepat

b)

Bertindak dengan hati-hati, kompeten, dan profesional dalam seluruh proses audit

c)

Menghindari pengambilan keputusan yang kompleks

d)

Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee

89.

Jika auditor merasa adanya ancaman terhadap independensi mereka, auditor harus:

a)

Mengabaikan ancaman tersebut jika tidak signifikan

b)

Melaporkan ancaman tersebut kepada pihak yang berwenang

c)

Menyesuaikan hasil audit untuk menghilangkan ancaman

d)

Meminta auditee untuk mengatasi masalah tersebut

90.

Apa yang dimaksud dengan prinsip "kecakapan profesional" dalam audit?

a)

Menghindari kesalahan dalam audit

b)

Memastikan bahwa auditor memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan

c)

Bertindak sesuai dengan keinginan auditee

d)

Menyelesaikan audit sesegera mungkin

91.

Dalam hal terdapat temuan yang melanggar hukum, auditor harus:

a)

Menyembunyikan temuan untuk menjaga reputasi organisasi

b)

Segera melaporkan temuan tersebut kepada otoritas yang relevan

c)

Menunggu hingga audit selesai untuk melaporkannya

d)

Melaporkannya kepada auditee saja

92.

Kerahasiaan dalam audit bertujuan untuk:

a)

Melindungi privasi auditor

b)

Menjaga informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang

c)

Menyebarluaskan informasi audit kepada publik

d)

Membantu auditee mempersiapkan hasil audit

93.

Jika auditor menerima hadiah atau gratifikasi dari auditee, hal ini dapat mengganggu:

a)

Objektivitas

b)

Kecepatan audit

c)

Keterbukaan informasi

d)

Kompetensi

94.

Standar integritas mengharuskan auditor untuk:

a)

Mengikuti arahan auditee dalam menyusun laporan

b)

Bertindak jujur dan bertanggung jawab dalam setiap situasi

c)

Menyembunyikan informasi yang dapat merugikan auditee

d)

Menghindari melaporkan temuan negatif

95.

Dalam Standar Audit Intern, auditor harus mempertimbangkan risiko yang signifikan, yang artinya auditor harus:

a)

Hanya fokus pada risiko yang diidentifikasi oleh auditee

b)

Mengabaikan risiko yang dianggap tidak penting

c)

Menilai dan melaporkan semua risiko yang relevan, termasuk risiko signifikan

d)

Menunda pelaporan risiko sampai audit selesai

96.

Prinsip objektivitas menuntut auditor untuk:

a)

Mengungkapkan semua temuan meskipun dapat merugikan auditee

b)

Menyesuaikan hasil audit agar sesuai dengan keinginan manajemen

c)

Melibatkan opini pribadi dalam pengambilan keputusan audit

d)

Hanya melaporkan temuan yang menguntungkan organisasi

97.

Saat auditor menemukan pelanggaran etika oleh auditee, mereka harus:

a)

Mengabaikan jika pelanggaran tersebut kecil

b)

Segera melaporkan pelanggaran kepada pihak yang berwenang

c)

Menunggu arahan dari atasan sebelum mengambil tindakan

d)

Menyesuaikan hasil audit untuk menghindari konflik

98.

Salah satu ciri utama dari integritas auditor adalah:

a)

Kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan

b)

Kejujuran dan kepatuhan terhadap nilai-nilai etis dalam semua tindakan

c)

Fleksibilitas dalam menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee

d)

Kecepatan dalam menyelesaikan laporan audit

99.

Kerahasiaan dalam audit mengharuskan auditor untuk menjaga informasi sensitif, kecuali:

a)

Jika diizinkan oleh hukum untuk diungkapkan

b)

Jika diminta oleh pimpinan organisasi

c)

Jika informasi tersebut tidak dianggap penting oleh auditee

d)

Jika informasi tersebut telah dipublikasikan secara resmi

100.

Menurut Standar Audit Intern, auditor harus memiliki kemampuan untuk:

a)

Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko dalam lingkungan audit

b)

Menyesuaikan laporan audit dengan masukan dari manajemen

c)

Menghindari penggunaan bukti yang tidak mendukung kesimpulan audit

d)

Menerima hadiah sebagai tanda apresiasi dari auditee

101.

Auditor dapat menjaga kompetensi mereka dengan:

a)

Mengikuti pelatihan berkelanjutan dan memperbarui keterampilan audit mereka

b)

Menghindari audit yang kompleks

c)

Mengikuti instruksi auditee secara rinci 

d)

Menyelesaikan audit tanpa memeriksa data yang relevan