Font size
WorksheetsQuiz Kode Etik dan Standar Audit Internal
Total questions: 101
Worksheet time: 51mins
Apa tujuan utama Kode Etik dalam audit internal?
Menetapkan kebijakan audit yang ketat
Mengarahkan perilaku profesional auditor internal
Memberikan panduan dalam menyusun laporan audit
Mengatur interaksi antara auditor dan auditee
Menurut Standar Audit Intern, independensi auditor berarti:
Auditor tidak boleh dipengaruhi oleh auditee dalam proses audit
Auditor harus menerima setiap arahan dari atasan
Auditor tidak perlu bekerja secara objektif
Auditor harus selalu mengikuti instruksi pemerintah
Salah satu prinsip etika dalam audit internal adalah integritas. Hal ini berarti auditor harus:
Bersikap terbuka terhadap semua informasi
Memastikan semua laporan audit dipublikasikan
Bertindak secara jujur dan berani dalam menghadapi tekanan
Menjaga hubungan baik dengan auditee untuk kenyamanan kerja
Kerahasiaan dalam Kode Etik mengharuskan auditor untuk:
Membagikan informasi audit dengan semua pihak
Menjaga informasi sensitif kecuali jika diizinkan oleh hukum
Memberikan akses informasi audit kepada siapa saja yang memintanya
Menyimpan semua informasi dalam basis data publik
Apa yang dimaksud dengan prinsip objektivitas dalam audit internal?
Auditor harus memihak pada klien
Auditor harus memberikan pendapat yang tidak bias
Auditor harus mengikuti instruksi pihak eksternal
Auditor harus memanipulasi data sesuai keinginan auditee
Standar audit mengharuskan auditor memiliki kompetensi. Kompetensi ini meliputi:
Kemampuan membuat keputusan secara independen
Pemahaman tentang risiko keuangan saja
Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk audit
Keahlian dalam manajemen proyek audit
Dalam audit internal, 'due professional care' mengacu pada:
Kewajiban auditor untuk menyelesaikan audit secepat mungkin
Standar profesional yang mengharuskan auditor bertindak hati-hati
Memastikan laporan audit tidak mengandung kesalahan
Menghindari konflik kepentingan dengan auditee
Kode Etik IIA (Institute of Internal Auditors) menekankan pada kepatuhan terhadap hukum. Hal ini berarti auditor harus:
Selalu berkoordinasi dengan pengacara saat melakukan audit
Memastikan audit tidak melanggar undang-undang atau peraturan yang berlaku
Membuat laporan yang melindungi kepentingan organisasi saja
Mengabaikan aturan jika dianggap tidak relevan
Mengapa auditor harus menjaga independensi mental (mental independence)?
Agar mereka tidak terpengaruh oleh opini atasan
Agar dapat membuat keputusan tanpa pengaruh eksternal
Untuk memudahkan kerja sama dengan auditee
Agar lebih mudah menyelesaikan laporan audit
Objektivitas auditor ditunjukkan dengan:
Membuat laporan audit yang sesuai keinginan pihak manajemen
Tidak memihak dan memberikan penilaian berdasarkan fakta
Menyembunyikan temuan audit yang bisa merusak reputasi klien
Selalu menunggu persetujuan auditee sebelum menyelesaikan laporan
Salah satu kriteria yang harus dipenuhi auditor internal menurut Standar Audit adalah:
Mengikuti arahan manajer dalam setiap keputusan audit
Memiliki akses tak terbatas ke semua informasi organisasi
Mempengaruhi hasil audit untuk kepentingan klien
Mengutamakan hubungan baik dengan auditee daripada independensi
Dalam Kode Etik IIA, pelanggaran terhadap integritas mencakup:
Mengabaikan permintaan tambahan audit dari auditee
Menggunakan informasi audit untuk keuntungan pribadi
Menjaga kerahasiaan informasi sensitif
Mengidentifikasi risiko yang relevan dalam audit
Objektivitas auditor internal dapat terganggu jika:
Auditor menerima hadiah dari auditee
Auditor menerima pelatihan dari pihak eksternal
Auditor menolak bantuan dari pihak ketiga
Auditor bekerja sama dengan tim manajemen risiko
Kepatuhan terhadap Standar Audit Intern mencakup:
Menyusun program audit berdasarkan petunjuk auditee
Menyampaikan hasil audit hanya kepada pihak internal
Melakukan audit sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku
Mengabaikan standar jika
Prinsip kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:
Mengungkap semua informasi kepada media
Membatasi akses informasi hanya kepada pihak yang berwenang
Menyebarkan informasi audit kepada seluruh karyawan
Menjaga kerahasiaan, kecuali diperintahkan oleh pimpinan auditee
Standar Kompetensi auditor internal mencakup:
Mengambil keputusan audit berdasarkan intuisi
Menyusun laporan audit tanpa bantuan auditor senior
Memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang memadai
Melakukan audit dengan menggunakan informasi minimal
Apa yang menjadi tujuan utama dari program pengembangan profesi berkelanjutan bagi auditor internal?
Untuk memastikan auditor mendapatkan promosi
Agar auditor terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya
Supaya auditor dapat menghindari kesalahan dalam audit
Agar auditor dapat menyesuaikan hasil audit sesuai keinginan atasan
Menurut Kode Etik IIA, konflik kepentingan dalam audit muncul ketika:
Auditor menerima tugas tambahan dari klien
Auditor memiliki kepentingan pribadi dalam hasil audit
Auditor bekerja sama dengan departemen lain
Auditor mengaudit sistem yang pernah dia kerjakan sebelumnya
Due professional care mengharuskan auditor untuk:
Bertindak cepat dalam melakukan audit
Menjaga keseimbangan antara biaya audit dan hasil audit
Menolak tugas audit yang dianggap sulit
Memastikan tidak ada kesalahan dalam laporan audit
Kriteria utama dalam evaluasi kinerja auditor internal mencakup:
Seberapa cepat auditor menyelesaikan audit
Seberapa baik auditor menjaga hubungan dengan auditee
Kesesuaian hasil audit dengan standar dan pedoman
Jumlah audit yang dilakukan dalam setahun
Standar independensi auditor mengharuskan auditor untuk:
Melaporkan temuan audit hanya kepada pimpinan auditee
Mengambil keputusan audit tanpa intervensi pihak lain
Melakukan audit sesuai instruksi manajemen
Meminta arahan dari pimpinan setiap kali ada keputusan sulit
Mengapa kompetensi merupakan salah satu syarat penting bagi auditor internal?
Untuk menjaga hubungan baik dengan auditee
Agar auditor dapat menyesuaikan hasil audit sesuai keinginan klien
Untuk memastikan kualitas dan efektivitas audit
Agar auditor dapat menghindari konflik dalam organisasi
Menurut Standar Audit Intern, tanggung jawab utama auditor dalam hal kerahasiaan adalah:
Membocorkan informasi audit kepada media jika ada pelanggaran
Menyimpan semua informasi audit tanpa kecuali
Membatasi penyebaran informasi hanya kepada pihak yang berwenang
Mengumumkan hasil audit kepada publik
Prinsip objektivitas dalam audit internal dapat dipertahankan dengan cara:
Menyelesaikan audit berdasarkan intuisi pribadi
Mengabaikan temuan audit yang bisa merusak hubungan dengan auditee
Melaporkan semua temuan audit berdasarkan bukti
Menghindari pengambilan keputusan yang sulit
Kode Etik IIA mengharuskan auditor untuk tidak memanfaatkan informasi yang diperoleh selama audit untuk:
Kepentingan organisasi
Keuntungan pribadi atau pihak ketiga
Menilai risiko organisasi
Pengembangan sistem kontrol internal
Apa yang harus dilakukan auditor jika terjadi konflik kepentingan dalam audit?
Menyelesaikan audit dengan menyesuaikan hasilnya
Melaporkan konflik tersebut kepada pihak yang berwenang
Mengabaikan konflik tersebut jika tidak berpengaruh besar
Menunda audit hingga konflik selesai
Auditor harus menggunakan "due professional care" untuk memastikan:
Audit dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan
Semua aspek dalam proses audit dijalankan secara hati-hati
Auditor hanya fokus pada area yang diinstruksikan auditee
Tidak ada kesalahan dalam penulisan laporan
Mengapa auditor harus mengikuti program pengembangan berkelanjutan?
Untuk mendapatkan insentif tambahan dari organisasi
Agar dapat mengikuti tren terbaru dalam dunia audit
Untuk meningkatkan kualitas audit dan menjaga kompetensi
Supaya auditor dapat bekerja lebih cepat
Mengapa auditor harus mengikuti program pengembangan berkelanjutan?
Untuk mendapatkan insentif tambahan dari organisasi
Agar dapat mengikuti tren terbaru dalam dunia audit
Untuk meningkatkan kualitas audit dan menjaga kompetensi
Supaya auditor dapat bekerja lebih cepat
Standar audit menuntut auditor untuk:
Selalu mendukung keputusan yang dibuat oleh manajemen
Melakukan audit berdasarkan informasi yang tidak diverifikasi
Menjaga integritas dalam semua aktivitas audit
Memanipulasi data agar sesuai dengan keinginan auditee
Kerahasiaan dalam audit berarti:
Membuka informasi audit hanya kepada pihak yang berkepentingan
Menyimpan semua informasi untuk digunakan dalam audit berikutnya
Mengungkapkan semua hasil audit kepada publik
Memastikan semua informasi aman dari akses tidak sah
Independensi auditor dapat terancam jika auditor:
Menerima hadiah dari auditee
Meminta bantuan dari tim lain
Menolak tugas dari atasan
Menggunakan data yang diberikan oleh auditee
Prinsip integritas mengharuskan auditor untuk:
Mengutamakan kepentingan organisasi di atas segalanya
Bertindak jujur dan transparan dalam semua aktivitas audit
Menyesuaikan laporan audit dengan keinginan atasan
Menjaga hubungan baik dengan auditee
Standar audit mengharuskan auditor untuk menghindari:
Menyampaikan temuan audit yang merugikan auditee
Melaporkan temuan yang didukung oleh bukti
Bekerja secara independen dari auditee
Menggunakan informasi yang tidak valid
Penggunaan informasi audit untuk tujuan pribadi dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip:
Objektivitas
Kompetensi
Integritas
Due professional care
Auditor wajib melaporkan konflik kepentingan kepada:
Pihak yang berwenang di organisasi
Manajemen auditee
Pihak eksternal
Rekan auditor lain
Standar Objektivitas mengharuskan auditor untuk:
Melakukan audit sesuai keinginan manajemen
Menyampaikan temuan berdasarkan bukti yang ada
Mengabaikan temuan yang dianggap tidak penting
Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee
Kompetensi auditor diperoleh melalui:
Pelatihan dan pengalaman yang relevan
Menyelesaikan audit dengan cepat
Mengikuti arahan manajemen auditee
Pengalaman kerja di luar bidang audit
Kerahasiaan informasi audit wajib dijaga kecuali:
Informasi diminta oleh auditee
Informasi diizinkan untuk diungkap oleh hukum
Informasi ingin digunakan untuk kepentingan pribadi
Informasi dibutuhkan oleh auditor lain
Standar independensi auditor memastikan auditor:
Tidak dipengaruhi oleh pihak lain dalam melakukan audit
Mendukung kepentingan auditee dalam semua laporan
Mengikuti semua instruksi yang diberikan manajemen
Membuka semua informasi audit kepada publik
Apa yang menjadi prinsip utama dalam due professional care?
Bertindak cepat dalam audit
Melakukan audit dengan hati-hati dan menyeluruh
Membatasi area audit sesuai keinginan auditee
Menggunakan informasi yang tidak diverifikasi
Standar etika menuntut auditor untuk memiliki integritas dalam:
Mengabaikan bukti yang memberatkan
Menyelesaikan audit berdasarkan intuisi pribadi
Bertindak dengan jujur dan bertanggung jawab dalam setiap tugas
Menjaga kerahasiaan informasi tanpa kecuali
Konflik kepentingan muncul ketika auditor:
Memiliki hubungan pribadi dengan auditee
Tidak setuju dengan hasil audit
Melaporkan temuan negatif
Menolak hadiah dari auditee
Standar kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:
Mengungkapkan informasi hanya jika diperintahkan oleh pimpinan
Membagikan semua informasi audit kepada media
Menyimpan informasi audit secara aman dari akses tidak sah
Mengabaikan kerahasiaan untuk kepentingan pribadi
Integritas dalam audit berarti:
Bertindak sesuai dengan keinginan klien
Menyampaikan semua temuan secara jujur dan akurat
Menunda penyelesaian laporan audit hingga ada arahan
Mengabaikan temuan yang merugikan auditee
Integritas dalam audit berarti:
Bertindak sesuai dengan keinginan klien
Menyampaikan semua temuan secara jujur dan akurat
Menunda penyelesaian laporan audit hingga ada arahan
Mengabaikan temuan yang merugikan auditee
Standar Objektivitas memastikan auditor untuk:
Menjaga ketidakberpihakan dalam pengambilan keputusan
Mengabaikan konflik kepentingan yang tidak signifikan
Mengikuti perintah manajemen secara langsung
Menghindari temuan yang dapat merusak hubungan dengan auditee
Mengapa independensi penting dalam audit?
Untuk memastikan auditor tidak terpengaruh oleh pihak lain
Agar auditor dapat menerima arahan langsung dari auditee
Agar auditor bisa menyesuaikan hasil audit dengan keinginan klien
Untuk memudahkan auditor dalam berkomunikasi dengan auditee
Menurut Kode Etik IIA, penggunaan informasi untuk tujuan pribadi merupakan pelanggaran terhadap prinsip:
Kompetensi
Objektivitas
Kerahasiaan
Integritas
Standar kompetensi mengharuskan auditor untuk:
Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk tugas audit
Menerima arahan dari manajemen auditee
Menyelesaikan audit tanpa mempertimbangkan hasil akhirnya
Menggunakan metode audit yang tidak lazim
Apa tanggung jawab auditor dalam menjaga integritas?
Melakukan audit sesuai keinginan manajemen
Mengabaikan temuan yang memberatkan auditee
Bertindak jujur dan tidak memihak dalam setiap keputusan
Menyesuaikan laporan audit sesuai dengan arahan pimpinan
Dalam pelaksanaan audit, prinsip due professional care mengharuskan auditor untuk:
Menyelesaikan audit sesuai dengan arahan auditee
Bertindak hati-hati dan profesional dalam setiap langkah audit
Menghindari semua bentuk temuan negatif
Membagikan hasil audit kepada publik sebelum dipublikasikan oleh auditee
Ketika auditor menemukan ketidaksesuaian dalam laporan keuangan auditee, auditor harus:
Menyembunyikan temuan untuk menjaga hubungan baik
Melaporkan temuan tersebut sesuai prosedur audit
Mengabaikan temuan yang tidak signifikan
Menunda pelaporan hingga ada arahan lebih lanjut
Independensi auditor internal dapat dipertahankan jika:
Auditor tidak memiliki konflik kepentingan
Auditor menerima saran dari auditee dalam semua aspek audit
Auditor hanya memeriksa bagian-bagian yang diizinkan oleh auditee
Auditor mengikuti arahan manajemen dalam pengambilan keputusan
Kapan auditor dapat mengungkapkan informasi audit kepada pihak ketiga?
Ketika auditee memberikan izin
Ketika auditor merasa informasi tersebut tidak rahasia
Ketika diizinkan oleh hukum atau ada kewajiban hukum
Kapan saja, asalkan informasi tersebut tidak sensitif
Menurut Standar Audit Intern, auditor wajib memelihara hubungan profesional yang baik, tetapi tidak boleh:
Memberikan opini yang tidak sesuai dengan keinginan auditee
Menerima hadiah atau gratifikasi yang dapat memengaruhi objektivitas
Melaporkan temuan negatif kepada pimpinan
Meminta bantuan dari tim manajemen risiko
Seorang auditor yang tidak mematuhi Kode Etik IIA dapat dikenakan:
Tindakan disiplin oleh auditee
Penghargaan dari organisasi atas kinerjanya
Sanksi profesional atau tindakan hukum
Pengabaian oleh organisasi atas tindakannya
Prinsip integritas auditor menuntut agar auditor selalu:
Bertindak jujur dan etis dalam semua aspek audit
Mengikuti arahan auditee dalam penilaian risiko
Menghindari mengungkapkan temuan yang merugikan
Menunda laporan hingga ada persetujuan manajemen
Jika auditor menerima informasi yang tidak akurat selama audit, mereka harus:
Menggunakan informasi tersebut apa adanya
Mengabaikan informasi tersebut dan mencari informasi lain
Menginformasikan kepada auditee bahwa data tersebut salah
Melakukan investigasi lebih lanjut untuk memverifikasi informasi
Objektivitas auditor dapat dipertahankan dengan cara:
Menolak semua bentuk hadiah atau imbalan dari auditee
Menyelesaikan audit sesuai dengan keinginan auditee
Melakukan audit sesuai dengan arahan pihak ketiga
Menyesuaikan hasil audit untuk menjaga hubungan baik
Objektivitas auditor dapat dipertahankan dengan cara:
Menolak semua bentuk hadiah atau imbalan dari auditee
Menyelesaikan audit sesuai dengan keinginan auditee
Melakukan audit sesuai dengan arahan pihak ketiga
Menyesuaikan hasil audit untuk menjaga hubungan baik
Dalam audit internal, penggunaan sumber daya yang terbatas harus selalu diseimbangkan dengan:
Keinginan auditee untuk menyelesaikan audit lebih cepat
Kebutuhan untuk mencapai hasil audit yang efektif
Instruksi dari manajemen terkait prioritas audit
Keinginan auditor untuk menyelesaikan audit sesuai waktu
Jika terjadi konflik antara kepentingan pribadi auditor dan kewajibannya, auditor harus:
Melaporkan konflik kepada pihak berwenang atau otoritas yang tepat
Mengabaikan konflik tersebut jika tidak relevan
Menyesuaikan hasil audit untuk menghindari masalah
Menunggu hingga konflik tersebut terselesaikan secara alami
Salah satu prinsip Kode Etik adalah "kecakapan profesional". Hal ini mengharuskan auditor untuk:
Menyelesaikan audit sesegera mungkin
Menjaga dan meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan
Menghindari audit yang dianggap sulit
Mengikuti arahan auditee dalam menyusun laporan audit
Apa yang dimaksud dengan prinsip independensi operasional dalam audit?
Auditor tidak memiliki hubungan kerja dengan auditee
Auditor bertindak sesuai dengan keinginan manajemen auditee
Auditor berhak menentukan sendiri proses audit tanpa campur tangan pihak lain
Auditor harus selalu berkoordinasi dengan tim manajemen risiko
Dalam pelaksanaan audit, prinsip keahlian (competency) menuntut auditor untuk:
Bertindak sesuai dengan pedoman auditee
Menyesuaikan hasil audit berdasarkan pengalaman pribadi
Menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang tepat dalam setiap penugasan
Menyelesaikan audit tanpa konsultasi dengan rekan kerja
Prinsip kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:
Mengungkapkan informasi audit jika diperlukan oleh media
Mengungkapkan informasi audit hanya kepada pihak yang berkepentingan sesuai aturan
Menyebarluaskan hasil audit untuk transparansi
Menyimpan semua informasi audit dalam arsip terbuka
Jika auditor menemukan ketidaksesuaian yang signifikan dalam proses audit, auditor harus:
Mengabaikan jika auditee menganggap hal tersebut tidak penting
Melaporkan ketidaksesuaian tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku
Menyelesaikan audit tanpa memasukkan ketidaksesuaian tersebut
Menunggu arahan dari manajemen untuk melaporkannya
Prinsip objektivitas dalam Kode Etik mengharuskan auditor untuk:
Menyelesaikan audit dengan hasil yang menguntungkan bagi auditee
Memberikan opini yang tidak bias berdasarkan bukti yang tersedia
Memperhatikan keinginan pimpinan auditee dalam menyusun laporan
Mengabaikan bukti yang tidak mendukung auditee
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi independensi auditor adalah:
Penerimaan hadiah atau imbalan dari auditee
Kurangnya pemahaman tentang standar audit
Kesalahan kecil dalam laporan audit
Komunikasi yang buruk dengan auditee
Kompetensi profesional auditor harus dijaga melalui:
Menghindari audit yang sulit
Pelatihan dan pengembangan berkelanjutan
Pengalaman yang diperoleh di luar audit
Mengikuti arahan manajemen dalam setiap audit
Standar kompetensi dalam audit menekankan bahwa auditor harus memiliki:
Keahlian teknis dalam semua bidang audit
Pengalaman minimal lima tahun dalam audit internal
Keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang sesuai untuk tugas audit yang dilakukan
Pengetahuan mendalam tentang setiap unit yang diaudit
Mengapa penting bagi auditor untuk menjaga kerahasiaan informasi audit?
Untuk melindungi kepentingan pribadi auditor
Agar informasi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang
Supaya hasil audit dapat dipublikasikan dengan aman
Untuk memastikan informasi tetap aman
Saat auditor mengetahui adanya risiko kecurangan dalam audit, tindakan yang harus diambil adalah:
Mengabaikan kecurangan karena dianggap tidak signifikan
Melaporkan kecurangan tersebut kepada pimpinan auditee
Menyelidiki lebih lanjut dan mendokumentasikan temuan sesuai prosedur audit
Menunda audit sampai situasi kecurangan dapat dikendalikan
Dalam Kode Etik IIA, salah satu prinsip penting yang harus dipatuhi auditor adalah kepatuhan terhadap hukum. Hal ini berarti auditor harus:
Menghindari semua tindakan yang melanggar peraturan
Mengikuti arahan auditee meskipun bertentangan dengan hukum
Mengabaikan peraturan yang tidak relevan dengan tugas audit
Melaporkan hanya pelanggaran yang signifikan
Prinsip objektivitas mengharuskan auditor untuk:
Tidak membiarkan opini pribadi mempengaruhi hasil audit
Mengikuti petunjuk manajemen dalam pengambilan keputusan audit
Menghindari pengungkapan informasi yang dapat merugikan auditee
Menyelesaikan audit tanpa mempertimbangkan risiko yang ada
Jika auditor memiliki hubungan pribadi dengan auditee, hal ini dapat mempengaruhi:
Independensi
Kompetensi
Kecepatan audit
Ketepatan hasil audit
Ketika auditor menemukan temuan yang dapat membahayakan organisasi, mereka harus:
Menunggu hingga audit selesai untuk melaporkan temuan tersebut
Segera melaporkan temuan kepada manajemen yang berwenang
Menyembunyikan temuan jika dianggap sensitif
Membagikan temuan kepada rekan kerja tanpa melapor
Standar audit internasional mengharuskan auditor untuk bertindak dalam batas kewenangan mereka, yang berarti:
Auditor dapat memeriksa semua aspek organisasi tanpa batas
Auditor hanya boleh melakukan audit atas area yang ditugaskan
Auditor dapat menunda audit jika diperlukan
Auditor wajib mengikuti semua instruksi dari manajemen
Salah satu ancaman terhadap independensi auditor adalah:
Pemberian opini yang tidak bias
Hubungan finansial dengan auditee
Penggunaan metodologi audit yang standar
Penyelesaian audit sesuai jadwal
Kepentingan pribadi auditor dalam keputusan audit dapat menyebabkan:
Peningkatan objektivitas
Konflik kepentingan
Hasil audit yang lebih cepat
Audit yang lebih terperinci
Auditor harus menjaga independensi mereka dari:
Pihak eksternal saja
Auditee dan pihak eksternal
Tim audit internal
Otoritas hukum
Standar kerahasiaan mengharuskan auditor untuk:
Mengungkapkan informasi hanya jika diminta oleh auditee
Menjaga semua informasi audit aman dan terbatas pada pihak yang berwenang
Menyebarluaskan informasi audit kepada semua karyawan organisasi
Membuka semua informasi kepada pimpinan tanpa pembatasan
Apa yang menjadi tanggung jawab auditor terkait dengan risiko dalam audit?
Mengabaikan risiko yang dianggap tidak signifikan
Mengidentifikasi dan menilai risiko secara memadai selama audit
Menyesuaikan temuan audit agar sesuai dengan keinginan auditee
Menghindari area audit yang memiliki risiko tinggi
Jika auditor tidak memiliki kompetensi yang diperlukan untuk audit tertentu, mereka harus:
Melanjutkan audit dengan keterbatasan yang ada
Menginformasikan kepada pihak yang berwenang dan meminta bantuan
Mengabaikan area yang tidak mereka pahami
Menunda audit hingga keterampilan yang diperlukan diperoleh
Menurut Kode Etik, auditor tidak boleh memanfaatkan informasi audit untuk:
Meningkatkan efektivitas organisasi
Keuntungan pribadi atau pihak ketiga
Mengidentifikasi area perbaikan dalam organisasi
Menilai risiko organisasi
Prinsip "due professional care" dalam audit berarti auditor harus:
Menyelesaikan audit dengan cepat
Bertindak dengan hati-hati, kompeten, dan profesional dalam seluruh proses audit
Menghindari pengambilan keputusan yang tidak tepat
Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee
l care" dalam audit berarti auditor harus:
Menyelesaikan audit dengan cepat
Bertindak dengan hati-hati, kompeten, dan profesional dalam seluruh proses audit
Menghindari pengambilan keputusan yang kompleks
Menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee
Jika auditor merasa adanya ancaman terhadap independensi mereka, auditor harus:
Mengabaikan ancaman tersebut jika tidak signifikan
Melaporkan ancaman tersebut kepada pihak yang berwenang
Menyesuaikan hasil audit untuk menghilangkan ancaman
Meminta auditee untuk mengatasi masalah tersebut
Apa yang dimaksud dengan prinsip "kecakapan profesional" dalam audit?
Menghindari kesalahan dalam audit
Memastikan bahwa auditor memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan
Bertindak sesuai dengan keinginan auditee
Menyelesaikan audit sesegera mungkin
Dalam hal terdapat temuan yang melanggar hukum, auditor harus:
Menyembunyikan temuan untuk menjaga reputasi organisasi
Segera melaporkan temuan tersebut kepada otoritas yang relevan
Menunggu hingga audit selesai untuk melaporkannya
Melaporkannya kepada auditee saja
Kerahasiaan dalam audit bertujuan untuk:
Melindungi privasi auditor
Menjaga informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang
Menyebarluaskan informasi audit kepada publik
Membantu auditee mempersiapkan hasil audit
Jika auditor menerima hadiah atau gratifikasi dari auditee, hal ini dapat mengganggu:
Objektivitas
Kecepatan audit
Keterbukaan informasi
Kompetensi
Standar integritas mengharuskan auditor untuk:
Mengikuti arahan auditee dalam menyusun laporan
Bertindak jujur dan bertanggung jawab dalam setiap situasi
Menyembunyikan informasi yang dapat merugikan auditee
Menghindari melaporkan temuan negatif
Dalam Standar Audit Intern, auditor harus mempertimbangkan risiko yang signifikan, yang artinya auditor harus:
Hanya fokus pada risiko yang diidentifikasi oleh auditee
Mengabaikan risiko yang dianggap tidak penting
Menilai dan melaporkan semua risiko yang relevan, termasuk risiko signifikan
Menunda pelaporan risiko sampai audit selesai
Prinsip objektivitas menuntut auditor untuk:
Mengungkapkan semua temuan meskipun dapat merugikan auditee
Menyesuaikan hasil audit agar sesuai dengan keinginan manajemen
Melibatkan opini pribadi dalam pengambilan keputusan audit
Hanya melaporkan temuan yang menguntungkan organisasi
Saat auditor menemukan pelanggaran etika oleh auditee, mereka harus:
Mengabaikan jika pelanggaran tersebut kecil
Segera melaporkan pelanggaran kepada pihak yang berwenang
Menunggu arahan dari atasan sebelum mengambil tindakan
Menyesuaikan hasil audit untuk menghindari konflik
Salah satu ciri utama dari integritas auditor adalah:
Kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan
Kejujuran dan kepatuhan terhadap nilai-nilai etis dalam semua tindakan
Fleksibilitas dalam menyesuaikan hasil audit dengan keinginan auditee
Kecepatan dalam menyelesaikan laporan audit
Kerahasiaan dalam audit mengharuskan auditor untuk menjaga informasi sensitif, kecuali:
Jika diizinkan oleh hukum untuk diungkapkan
Jika diminta oleh pimpinan organisasi
Jika informasi tersebut tidak dianggap penting oleh auditee
Jika informasi tersebut telah dipublikasikan secara resmi
Menurut Standar Audit Intern, auditor harus memiliki kemampuan untuk:
Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko dalam lingkungan audit
Menyesuaikan laporan audit dengan masukan dari manajemen
Menghindari penggunaan bukti yang tidak mendukung kesimpulan audit
Menerima hadiah sebagai tanda apresiasi dari auditee
Auditor dapat menjaga kompetensi mereka dengan:
Mengikuti pelatihan berkelanjutan dan memperbarui keterampilan audit mereka
Menghindari audit yang kompleks
Mengikuti instruksi auditee secara rinci
Menyelesaikan audit tanpa memeriksa data yang relevan
