WorksheetsHikayat kelas X
Total questions: 61
Worksheet time: 3hrs 33mins
Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....
Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....
keluarga istana
kaum bangsawan
orang-orang ternama
orang suci di sekitar istana
masyarakat umum
Cerita Melayu Klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya disebut ....
dongeng
legenda
fabel
hikayat
sage
Seperti halnya cerita rakyat yang lain, teks hikayat juga tidak memiliki nama pengarang yang disebut dengan istilah (a)
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian.
Nilai yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah (a)
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti
Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra
laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
kemustahilan dalam cerita
kesaktian tokoh
anonim
istana sentris
statis (bersifat tetap)
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan yang disebut dengan istilah ...
(a)
Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti
Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra
laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
kemustahilan dalam cerita
kesaktian tokoh
anonim
istana sentris
statis (bersifat tetap)
Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
bersifat tradisional
bersifat universal
kesaktian tokoh
kemustahilan
istana sentris
Berikut ini yang bukan karakteristik dari hikayat adalah . . .
istana sentris
tokohnya sakti
anonim
Memakai bahasa baku
bersifat rekaan/khayalan
Simaklah penggalan Hikayat si Miskin berikut ini!
Asalnya raja kayangan dan jadi demikian disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya dangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan di kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggalah dua suami istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah -buahan.
Ciri-ciri / karakteristik hikayat yang menonjol pada penggalan di atas adalah . . .
memakai kata-kata arkais
tokohnya binatang
bersifat istana sentris
tokoh sakti
kemustahilan
Alur yang digunakan dalam hikayat adalah . . .
alur campuaran
alur sorot balik
alur mundur
alur rapat
alur maju.
Simaklah penggalan Hikayat si Miskin berikut ini!
Asalnya raja kayangan dan jadi demikian disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya dangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan di kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggalah dua suami istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah -buahan.
Nilai yang menonjol pada penggalan hikayat di atas adalah . . .
Nilai pendidikan
Nilai moral
nilai religius
nilai sosial
nilai budaya
Wajahmu pucat seperti mayat hidup.
Majas di atas adalah . . .
hiperbola
antonomasia
simile
personifikasi
metafora
Yang membedakan hikayat dan cerpen adalah...
Memiliki struktur
Penggunaan bahasa
Unsur Intrinsik
Penggunaan gaya bahasa.
Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan teks narasi fiksi. Keduanya mempunyai unsur intrinsik yang sama yaitu…
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, gaya bahasa dan imaji.
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, amanat dan anekdot.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, dan alur.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, alur, dan diksi.
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
setelah itu
selanjutnya
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
Struktur hikayat terdapat evaluasi, evaluasi adalah
Puncak konflik
Pendahuluan
penutup
penyelesaian atau jalan keluar masalah
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.
Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....
Nilai Religius
Nilai moral
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Edukasi
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.
Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.
Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.
Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.
Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.
Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah …
takut pada suami
keras hati
taat beribadah
suka berkhayal
tinggi hati
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
Janganlah memuja dewa-dewa.
Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.
Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
Janganlah memuja dewa-dewa.
Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.
Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara
Ayam-ayam : "kenapa kamu tidak mau habiskan kami?"
Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."
Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
sarkasme
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara
Ayam-ayam : "kenapa kamu tidak mau habiskan kami?"
Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."
Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
sarkasme
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.
(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)
Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"
Buyung : (Mengangguk tanda setuju dengan ucapan Kendi )
Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan
sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman
hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan
seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja
janganlah mendengarkan nasihat teman
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
nilai religius
nilai moral
nilai estetika
nilai edukasi
nilai budaya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
nilai religius
nilai moral
nilai estetika
nilai edukasi
nilai budaya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu. Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
kekinian
istana sentris
pralogis
statis
dinamis
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
istana sentris
pralogis
dinamis
statis
kekinian
Jawaban lebih dari satu!
Cermati cuplikan cerpen berikut!
“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang
picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu
tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu
ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,
bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”
Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Ibu menunjuk purnama yang benderang. Aku mengikuti telunjuknya. Batinku
terasa lebih segar.
Rembulan merah jambu ... itukah yang diinginkan Ibu, menjadi seseorang.
Menjadi orang dalam arti yang sebenarnya. Punya karakter dan prinsip yang berbeda.
Siap mengarungi kerasnya hidup? Itukah maksud Ibu dari sikap kerasnya selama ini?
Hatiku berbunga-bunga. Semua kehampaan, kebencian, dan kekesalanku pada
wanita tua itu tiba-tiba terbang ke awan. Aku tak lagi membencinya! Ternyata aku
cukup punya arti di mata Ibu. Aku rembulan di mata Ibu. Aku rembulan di hatinya!
Latar dan majas yang dapat dianalisis pada cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
pagi hari
malam hari
senja hari
metafora
simile
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Cukup! Aku tak bisa menahan kesabaranku lebih lama. Darahku seperti
mendidih mendengar kalimat-kalimat Ibu. Kalau saja Ibu cukup mengenalku, kalau
saja Ibu punya sedikit kepercayaan pada anaknya sendiri? Ibu cuma percaya pada
dirinya sendiri. Seakan semua orang akam mengalami nasib buruk.
Saat ditinggal Bapak! Ya, Bapak memang meninggalkan kami. Janjinya
bahwa lelaki itu akan kembali dari kota dengan membawa perubahan pada nasib
kami, cuma omong kosong. Di sana Bapak justru menikah lagi. Dan Ibu yang
menganggap dirinya sempurna sebagai wanita, merasa sakit hati. Setelah itu semua
yang berbau pembaruan dan kemajuan dimusuhinya habis-habisan. Termasuk niatku
ke kota untuk mencari ilmu.
Majas dan alur yang dapat dianalisis pada cuplikan tersebut adalah ... .
maju
mundur
metafora
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
“Ibuku sakit Li! Apa yang harus kulakukan?” tanyaku akhirnya tanpa daya.
Laili tersenyum. Tangannya kembali menggenggam jemariku.
“Itu aja kok, bingung! Barangkali dia kangen padamu. Tengoklah Ibu, Di! Eh,
kapan terakhir kali kalian bertemu?”
Teman baikku itu seperti teringat saat-saat libur kuliah yang tak pernah
kumanfaatkan untuk pulang kampung, sebaliknya malah berkunjung ke tempatnya
atau menghabiskan waktu di kos, merentang hari.
“Aku tak pernah pulang, Laili. Sudah lima tahun!”
Jawabanku membuat Laili tersedak. Pantas saja gadis itu kaget. Lima tahun
bukan waktu yang singkat.
“Kamu haru pulang secepatnya, Di! Biar aku yang memesankan tiket kereta.
Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Ibumu. Hm ... apa ya, kesukaan beliau?”
Tiba-tiba Laili dilanda kesibukan luar biasa.
Nilai sosial dan amanat yang dapat dianalisis dari cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
teman sejati selalu memahami
pertemanan tidak berlebihan
tunjukkanlah sikap ingin membantu untuk teman baikmu
sebaiknya tidak mencampuri urusan teman
hendaknya bertanya bila ingin mengunjungi orang tua
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
“Ibuku sakit Li! Apa yang harus kulakukan?” tanyaku akhirnya tanpa daya.
Laili tersenyum. Tangannya kembali menggenggam jemariku.
“Itu aja kok, bingung! Barangkali dia kangen padamu. Tengoklah Ibu, Di! Eh,
kapan terakhir kali kalian bertemu?”
Teman baikku itu seperti teringat saat-saat libur kuliah yang tak pernah
kumanfaatkan untuk pulang kampung, sebaliknya malah berkunjung ke tempatnya
atau menghabiskan waktu di kos, merentang hari.
“Aku tak pernah pulang, Laili. Sudah lima tahun!”
Jawabanku membuat Laili tersedak. Pantas saja gadis itu kaget. Lima tahun
bukan waktu yang singkat.
“Kamu haru pulang secepatnya, Di! Biar aku yang memesankan tiket kereta.
Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Ibumu. Hm ... apa ya, kesukaan beliau?”
Tiba-tiba Laili dilanda kesibukan luar biasa.
Nilai sosial dan amanat yang dapat dianalisis dari cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
teman sejati selalu memahami
pertemanan tidak berlebihan
tunjukkanlah sikap ingin membantu untuk teman baikmu
sebaiknya tidak mencampuri urusan teman
hendaknya bertanya bila ingin mengunjungi orang tua
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Bacalah teks hikayat berikut!
Syahdan maka Mahraja Bulia Kesna pun segeralah bersenang ditengah kolam itu. Setelah itu, Setelah sampai Baginda berhenti berpegang pada phn bunga itu.seketika maka diambl oleh baginda bunga itu,dibawaknya berenang kembali istrinya.Setelah sampai maka diberikannya pada istrinya.Maka disambut oleh permaisuri dengan sukanya lalulah disantap Baginda laki istri.Setelah sudah maka dititah Baginda.”Marilah tuan, kita turun mandi menyelam sama-sama!”Serta dipegang Bagida itu tangan istrinya itu menyelam kedalam air itu.Seketika timbul maka baginda laki-isteri pun menjadi gagah terlalu besarnya serta indah-indah rupanya.Setelah Maharaja Bulia kesana laki-isteri melihat akan halnya sudah menjadi gajah itu, kalakian maka keeduanya pun harus akan dirinya serta salahnya mandi kedalam kolam itu.
Karakteristik sastra Melayu klasik yang menunjukkan kejadian yang mustahil adalah
Raja berenang ke tengah kolam dengan berpegang pada pohon bunga
Raja memetik bunga ditengah kolam untuk diberikan kepada isterinya
Raja dan permaisuri sama-sama mandi dikolam setelah makan.
Raja dan permaisuri menjadi gajah setelah menyelam dikolam
keheranan raja atas perubahan dirinya menjadi gajah
Maka indera bangsawan, “hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Ada pun sebabnya hamba kemari inikarena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu; itulah maka hambadatang kemari hendak melihat tamsya anak raja itu.” Mengasihani hamba dan bicara akal hamba. Akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh anak buraksa itu. Jikalau lain daripada Indera Bangsawaan tiada akan dapat membunuh akan buraksa itu.”
Amanat yang tersirat dalam kutipan hikayat di atas adalah
Basmilah jika melihat kejahatan
Janganlah menyombongkan diri
Tunjukkan jika kita memiliki satu kesatuan
Hendaklah menolong orang dalam kesulitan
Bersykukur jika mendapat kesulitan
Bacalah teks hikayat berikut!
Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya, maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oelh rakyat sekalian. Setalh sampai pada tempat berburu itu, maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: “Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya.”
Maka titah baginda, “baiklah esok pagi-pagi kita berburu.”
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segela perburuanitu ari pagi-pagi hingga datang menggelincir matahari, seekor perburuan tiada melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan menyalak. Maka baginda pun segera mendapatkan sura anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda: “apa yang disalak oleh anjing itu?”
Maka sembah mereka sekalian itu: “Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelandut putih, besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang-gemilang. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.”
Isi kutipan hikayat tersebut mengisahkan seorang raja yang
Menyuruh rakyatnya untuk memburu seekor pelanduk putih
Diiringi para pengawalnya sedang melakukan pemburuan di hutan
Kesenangannya berburu pelanduk di hutan
Melakukan perburuan dengan menggunakan seekor anjing
Sedang berburu di hutan, hanya pelanduk putih
Bacalah teks hikayat berikut!
Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya, maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oelh rakyat sekalian. Setalh sampai pada tempat berburu itu, maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: “Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya.”
Maka titah baginda, “baiklah esok pagi-pagi kita berburu.”
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segela perburuanitu ari pagi-pagi hingga datang menggelincir matahari, seekor perburuan tiada melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan menyalak. Maka baginda pun segera mendapatkan sura anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda: “apa yang disalak oleh anjing itu?”
Maka sembah mereka sekalian itu: “Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelandut putih, besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang-gemilang. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.”
Isi kutipan hikayat tersebut mengisahkan seorang raja yang
Menyuruh rakyatnya untuk memburu seekor pelanduk putih
Diiringi para pengawalnya sedang melakukan pemburuan di hutan
Kesenangannya berburu pelanduk di hutan
Melakukan perburuan dengan menggunakan seekor anjing
Sedang berburu di hutan, hanya pelanduk putih
Bacalah teks hikayat berikut!
Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya, maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oelh rakyat sekalian. Setalh sampai pada tempat berburu itu, maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: “Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya.”
Maka titah baginda, “baiklah esok pagi-pagi kita berburu.”
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segela perburuanitu ari pagi-pagi hingga datang menggelincir matahari, seekor perburuan tiada melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan menyalak. Maka baginda pun segera mendapatkan sura anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda: “apa yang disalak oleh anjing itu?”
Maka sembah mereka sekalian itu: “Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelandut putih, besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang-gemilang. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.”
Isi kutipan hikayat tersebut mengisahkan seorang raja yang
Menyuruh rakyatnya untuk memburu seekor pelanduk putih
Diiringi para pengawalnya sedang melakukan pemburuan di hutan
Kesenangannya berburu pelanduk di hutan
Melakukan perburuan dengan menggunakan seekor anjing
Sedang berburu di hutan, hanya pelanduk putih
Bacala teks hikayat berikut!
Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya, maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oelh rakyat sekalian. Setalh sampai pada tempat berburu itu, maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: “Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya.”
Maka titah baginda, “baiklah esok pagi-pagi kita berburu.”
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segela perburuanitu ari pagi-pagi hingga datang menggelincir matahari, seekor perburuan tiada melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan menyalak. Maka baginda pun segera mendapatkan sura anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda: “apa yang disalak oleh anjing itu?”
Maka sembah mereka sekalian itu: “Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelandut putih, besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang-gemilang. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.”
Karakteristik cerita rakyat (hikayat) sesuai teks tersebut adalah
Tokoh utama adalah binatang
Berisikan kesaktian seorang tokoh
Kekejaman (kezaliman) raja
Cerita berkisar raja (istana sentris)
Latar cerita di hutan belantara
Bacala teks hikayat berikut!
Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya, maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oelh rakyat sekalian. Setalh sampai pada tempat berburu itu, maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: “Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya.”
Maka titah baginda, “baiklah esok pagi-pagi kita berburu.”
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segela perburuanitu ari pagi-pagi hingga datang menggelincir matahari, seekor perburuan tiada melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan menyalak. Maka baginda pun segera mendapatkan sura anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda: “apa yang disalak oleh anjing itu?”
Maka sembah mereka sekalian itu: “Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelandut putih, besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang-gemilang. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.” (Hikayat seribu satu malam)
Nilai budaya yang terungkap dalam kutipan cerita tersebut adalah
Keinganan seorang raja selalu dituruti oleh segenap rakyatnya dengan rela karena sayang
Menyembah raja merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh rakyatnya
Para menteri dan hulubalang boleh membantah segala apa yang perintah rajanya
Rakyat boleh meminta ampun atau keringanan hukum dosanya atas perintah raja
Semua rakyat harus taat dan mengabdi kepada raja yang sedang memrintah di wilayah mereka
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
sosial
moral
budaya
agama
Hikayat Abdulah
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.
Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai budaya
Nilai moral
Nilai agama
Nilai pendidikan
Definisi hikayat adalah ....
sebuah karya sastra berbentuk prosa yang mengandung rangkaian cerita yang panjang.
karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, agama, sejarah, biografi , atau gabungan dari semuanya.
cerita atau lakon yang memuat unsurunsur dari mulai penokohan sampai amanat (tujuan).
bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.
bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna
Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah kecuali ...
menggunakan bahasa Melayu
banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat
mengandung nilai-nilai kehidupan
menggunakan bahasa yang sukar dipahami
diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ..
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang membahas tokoh lain
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
anonim
istana sentris
bahasa arkais
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Ditambahkan nya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Sembilan orang anak raja sudah berada di dalam negeri itu.
Sumber: Hikayat Indera Bangsawan
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat di atas adalah ...
anonim
kemustahilan
kesaktian
bahasa Melayu
istana sentris
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Setelah waktu yang ditentukan, Baginda Raja ingin membuktikan Abunawas mampu mengangkat dan memindahkan masjid itu.
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat tersebut adalah ...
kesaktian
kemustahilan
bahasa Melayu
anonim
istana sentris
Salah satu ciri atau karakteristik cerita rakyat, termasuk hikayat yaitu bersifat anonim.
Anonim bermakna....
menggunakan bahasa asing yang sudah jarang digunakan
identik dengan kehidupan seputar istana atau kerajaan
mengungkapkan hal-hal yang mustahil atau di luar nalar
nama tokoh identik dengan nama-nama kerajaan
nama pencerita, pencipta, atau pengarangnya tidak diketahui dengan pasti
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Isi pokok dari kutipan hikayat di atas adalah ....
Seorang raja bernama Indera bungsu dari Negeri Kobat tiada juga beroleh putra setelah berpuluh tahun menikah.
Membaca doa kunut dan sedekah kepada kaum fakir dan miskin mendatangkan rezeki anak kembar yang kuat.
Seorang raja bernama Indera bungsu mempunyai seorang istri bernama Tuan Puteri Sitti Kendi dan seorang putra bernama Indera Bangsawan.
Raja Indera bungsu dikaruniai putra kembar bernama Syah Peri yang terlahir dengan panah dan Indera Bangsawan dengan pedang.
Raja Indera Bungsu memberikan masing-masing putranya sebuah senjata untuk melindungi dari.
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Isi pokok dari kutipan hikayat di atas adalah ....
Seorang raja bernama Indera bungsu dari Negeri Kobat tiada juga beroleh putra setelah berpuluh tahun menikah.
Membaca doa kunut dan sedekah kepada kaum fakir dan miskin mendatangkan rezeki anak kembar yang kuat.
Seorang raja bernama Indera bungsu mempunyai seorang istri bernama Tuan Puteri Sitti Kendi dan seorang putra bernama Indera Bangsawan.
Raja Indera bungsu dikaruniai putra kembar bernama Syah Peri yang terlahir dengan panah dan Indera Bangsawan dengan pedang.
Raja Indera Bungsu memberikan masing-masing putranya sebuah senjata untuk melindungi dari.
Bacalah kutipan hikayat berikut ini.
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung diadap oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (HIikayat Patani)
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra melayu klasik berupa hikayat adalah
istanasentris dan kesaktian
istanasentris dan struktur kalimat
struktur kalimat rancu dan kemustahilan
kemustahilan, tokohnya binatang
tokohnya binatang, kesaktian seseorang
