wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

henni

Total questions: 72

Worksheet time: 1hrs 5mins

Name
Class
Date
1.

Kegiatan pelaksanaan penugasan audit intern meliputi ....

a)

Mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan melaporkan informasi yang memadai

b)

Mengidentifikasi, menganalisis, mendokumentasikan, dan melaporkan informasi yang memadai

c)

Mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mendokumentasikan informasi yang memadai

d)

Mengidentifikasi, mengevaluasi, mendokumentasikan, dan menindaklanjuti informasi yang memadai

2.

Pokok-pokok yang melandasi perilaku auditor merupakan ....

a)

Kode etik auditor

b)

Aturan perilaku bagi auditor

c)

Prinsip-prinsip etika auditor

d)

Perilaku etis auditor

3.

Di bawah ini yang merupakan faktor utama penyebab orang berperilaku tidak etis adalah ....

a)

Standar etika setiap orang adalah sama dengan masyarakat pada umumnya

b)

Adanya kesengajaan berperilaku tidak etis karena ingin membanggakan diri sendiri

c)

Adanya kesengajaan berperilaku tidak etis karena ingin mencari keuntungan diri sendiri

d)

Adanya ketidaksengajaan berperilaku tidak etis karena ingin mencari keuntungan diri sendiri

4.

Yang tidak termasuk dalam jasa atestasi adalah?

a)

Consultation

b)

Examination

c)

Review

d)

Agreed Upon Procedure

5.

Audit yang bertujuan menentukan apakah klien telah mengikuti prosedur/ tata cara/ peraturan yang dibuat otoritas tertentu disebut?

a)

Forensic Audit

b)

Operational Audit

c)

Compliance Audit

d)

Financial statement audit

6.

Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) disusun oleh:

a)

Ikatan Akuntan Indonesia

b)

Institute of Internal Auditors Indonesia

c)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

d)

Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia

7.

Berikut merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan Audit kecuali?

a)

Paragraf Pengantar

b)

Paragraf Lingkup

c)

Paragraf Pendapat

d)

Paragraf Penutup

8.

Apabila pada saat melakukan audit, auditor mengalami pembatasan-pembatasan (seperti pembatasan dokumen transaksi, klien tidak bersedia diwawancara, tidak diperbolehkan melakukan observasi), opini yang paling mungkin dikeluarkan auditor adalah?

a)

Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

b)

Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

c)

Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)

d)

Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)

9.

Yang tidak termasuk prinsip dasar etika dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2020 adalah?

a)

Independensi

b)

Objektivitas

c)

Kerahasiaan

d)

Perilaku Profesional

10.

Penelusuran informasi sejak data direkam hingga pengolahan data dalam proses akuntansi, disebut dengan?

a)

Observation

b)

Inquiry

c)

Inspection

d)

Tracing

11.

Inspeksi dokumen pendukung dan membandingkannya dengan catatan akuntansi yang berkaitan

a)

Counting

b)

Vouching

c)

Reperfoming

d)

Confirming

12.

Berikut merupakan tujuan pembuatan Kertas Kerja Audit, kecuali?

a)

Penguat simpulan auditor

b)

Alat koordinasi dan supervisi

c)

Pedoman audit tahun berikutnya

d)

Alat komunikasi dengan klien

13.
1.     Yang harus diperhatikan dalam mengomunikasikan hasil penugasan audit intern adallah kriteria komunikasi hasil penugasan audit intern, komunikasi atas kelemahan sistem pengendalian intern, komunikasi dan ketidakpatuhan auditan komunikan terhadap peraturan perundang – undangan, kecuarangan dan ketidakpatuhan; kualitas komunkasi; metodologi; bentuk; isi dan frekuennsi komunkasi; tanggapan audit; kesesuaian dengan standar audit, serta :
a)
Pemantauan tindalanjut
b)
Penditribusian hasil audit intern
c)
Kmunikasi kreatif
d)
Pengkomunikasian ketidakpatuhan auditan
14.
2.     Standar pemeriksaan keuangan negara (SPKN) diterbitkan oleh :
a)
Menteri Keuangan
b)
BPKP
c)
BPK
d)
KPK
15.
3.       Landasan hukum SPKN antara lain adalah ::
a)
UUD RI 1945
b)
Peratuan menteri negara pendayagunaan aparatur negara no.PER/03.1/M.PAN/03/2007
c)
Instruksi presiden no 5 tahun 2004
d)
Peratuan menteri negara pendayagunaan aparatur negara no, PER/04/M.PAN.03/2008
16.
4.       SPKN memuat 7 butir pernyataan standar pemeriksaan yaitu standar umum, standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan, standar pelaporan pemeriksaan keuangan , standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja, standar pelaporan pemeriksaan kinerja, standar pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu serta ::
a)
Ruang lingkup standar audit APIP
b)
Ruang lingkup kode etik APIP
c)
Rung lingkup SPKN
d)
Standar pelaporan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
17.
5.     Pernyataan standar pemeriksaan no 1 tentang staandar umum mengatur kriteria yang bersifat umum untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan ::
a)
Pemeriksaaan dengan tujuan tertentu
b)
Kompetensi auditor
c)
Independensi
d)
Akuntabilitas
18.
6.     Pernyataan standar pemeriksaaan no 5 tentang stndar pelaporan pemeriksaan kinerja aantara lai mengatur hal-hal berikut ::
a)
Kewajiban APIP dan auditor
b)
Penerbitan dan pendistribusian laporan hasil pemerikasaan
c)
Audit kinerja dan kewajiban auditor
d)
Audit infestigatif dan kewajiban auditor
19.
7.       Dalam standar profesi auditor internal SPAI yang diterbitkan oleh konsorsium organisasi profesi auditor internal, membagi standar audit menjadi 2 kelompok besar yaitu ;:
a)
a)      Kriteria atau ukuran mutu minimal dan kriteria pelaksanaan pemeriksaaan
b)
Aturan untuk APIP secara umum dan aturan secara khusus
c)
Standar atribut dan standar kinerja
d)
Urutan tindakan yang harus dilaksanakan APIP dan urutan pelaporan
20.
8.       Auditor internal harus memiliki sikap mental yang objektif, tidak memihak dan menghindari kemungkinan timbulnya pertentangan kepentingan. Hal ini diuraikan dalam standar profesi audit internal sebagai ::
a)
Kebijakan dalam kegiatan audit
b)
Status APIP dalam organisasi
c)
Pengembangan program dan pengendalian kualitas audit
d)
Objektivitas auditor internal
21.
9.       Independensi di mana fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggungjawabnya disebut ::
a)
a)      Independence in facts
b)
Independesi profesi
c)
Independensi praktisi
d)
Independensi orgaanisasi
22.
10.    Menurut standar profesi audit internal (SPAI) dalam melaksanakan audit, auditor internal harus mengidetifikaasi informasi, menganalisis dan mengefaluasi, mendokumentasikan informasi, serta ::
a)
Melakukan superfisi penugasan
b)
Transparan
c)
Mematuhi kode etik
d)
Mengkomunikasikan hasil audit
23.
11.    Standar merupakan kriteria atau ukuran mutu kinerja yang harus dicapai. Tujuan standar audit antara lain adalah untuk :
a)
Menjaga Mutu pekerjaan agar tetap mendapat kepercayan dari masyarakat
b)
membuat suatu bidang pelayanan tertentu agar dibutuhkan masyarakat.
c)
Menjalankan suatu bidang pekerjaan agar dapat melayani seseorang atau badan
d)
Mencipatakan suatu pekerjaan yang memerlukan kepandaian khusus untk menjalankannya.
24.
12.    Pada umumnya tidak semua pengguna jasa audit memahami hal2 yang berkaitan dengan auditing. Untuk itu profesi audit mengatur dan menetapkan kode etik dan standar audit serta melaksanakan program jaminan mutu. Program jaminan mutu dibangun dan dilaksanakan :
a)
Agar standar etika audit berbeda dengan standar profesi lainnya yang ada di masyarakat.
b)
Agar masyarakat juga bangga terhadap profesi auditor.
c)
Dalam upaya pemenuhan standar audit yang mengharuskan auditor menggunakan keahlian profesional dengan cermat dan seksama
d)
Untuk memaksa masyarakat mematuhi standar audit.
25.
13.    Kode etik APIP diberlakukan bagi seluruh auditor. Dan seluruh pegawai negeri sipil yang diberi tugas oleh APIP untuk melaksanakan pengawasan dan pemantauan tindak lanjutnya. Kode etik APIP terdiri dari :
a)
Aturan perilaku yang menjelaskan lebih lanjut prinsip2 kerja auditor.
b)
Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan yang menyangkut kepentingan orang banyak.
c)
Prinsip2 etika yang merupakan pokok2 yang melandasi perilaku auditor dan aturan perilaku yang menjelaskan lebih lanjut prinsip2 perilaku auditor.
d)
Ukuran mutu minimal yang harus dicapai auditor dalam menjalankan tugasnya.
26.
14.    Salah satu landasan hukum yang menjadi kode etik APIP adalah:
a)
e)     UU NO 14 TH 2008
b)
f)       UU No 60 th 2008
c)
g)     PP RI No. 14 th 2008
d)
h)     PP RI no. 60 th 2008
27.
15.  Prinsip etika yang melandasi sikap dan perilaku auditor dalam menjalankan tugas pengawsan adalah objektivitas, kerahasiaan, kompetensi akuntabel dan perilaku profesional, serta:
a)
Disiplin
b)
Anggun
c)
Tegas
d)
Integritas
28.
16.        Aturan perilaku untuk individu auditor intern yang mewajibkan auditor intern pemerintah untuk memberikan layanan yang dapat diselesaikan sepanjang memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan, serta pengalaman yang diperlukan disebut :
a)
Objektivitas
b)
Kerahasiaan
c)
Kompetensi
d)
Akuntable
29.
17.        Apabila ketua tim audit intern yang menyarankan anggota timnya untuk membakar bukti penyerahan uang yang dilakukan pimpinan unit kerja kepada pihak ke 3 demi kepentinganorganisasi merupakan pelanggaran KE-AIPI sebagai berikut ::
a)
Tindakan yang tidak sesuai dengan KE-AIPI tersebut merupakan pelanggaran KE-AIPI tersebut tidak dapat diberikan toleransi meskipun denganalasan tindakan tersebut dilakukan demi kepentingan organisasi atau diperintahkan oleh pejabat yang lebih tinggi.
b)
Amembat suatu bidang pelayanan tertentu agar dibutuhkan masyarakat.
c)
Penggaran terhadap KE AIPI tidak mengakibatkan auditor pemerintah diberi peringatan atau diberhentikan dari tuga pengawasan dan atau orngaisasi
d)
Tindakan ketua tim tersebut dibenarkan dalam KE AIPI
30.
18.        Dalam buku Sawyers Internal auditing karangan profesor welenski ada 7 syarat suatu pekerjaan keahlian dapat digolongkan menjadi suatu profesi, salah satunya adalah ::
a)
Bagi yang ingin terlibat dalam profesi dimaksud mengerti ruang lingkupnya.
b)
Pekerjaan tersebut adalah untuk melayani kepentingn orang banyak.
c)
Perlu menjadi anggota dalam organisasi profesi lain
d)
Untuk meningkatkan keahlian selalu mengiuti pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh organisasi lain.
31.
19.        Konsorsium organisasi profesi audit internal menyusun kode etik dengan pendekatan yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan latar belakang organisasi yang berbeda dengan APIP. Istilah yang digunakan konsorsum adalah ::
a)
Perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap anggota.
b)
Standar etika yang harus diberlakukan
c)
Standar perilaku audit intrnal
d)
Rasionalisasi perbuatan yang tidak etis
32.
20.    Etika profesi bagi akuntan indonesia dikeluarkan oleh ikatan akuntan indonesia (IAI) tahun 1973 . Berdasarkan hasil kongres ke 7 IAI tahun 1988, IAI telah dilakukan beberapa perubahan pada beberapa kerangka kode etik IAI . Adapun etika profesi yang merupakan landasan perilaku etika profesional , terdiri dari :
a)
5 prinsip
b)
6 prinsip
c)
7 prinsip
d)
8 prinsip
33.
21.    Ukuran mutu minimal untuk melakukkan audit intern yang wajib dipedomni oleh Auditor Intern Pemerintah Indinesia (AIPI) disebut:
a)
Kode Etik Auditir Intern Pemerintah Indonesia
b)
Standar audit auditor intern pemerintah indonesia
c)
Kode etik pegawai negeri sipil
d)
Sistem pengendalian intern pemerintah
34.
22.    Menyediakan kerangka kerja pelaksanaan dan peningkatan kegiatan audit intern yang memiliki nilai tambah, merupakan : :
a)
Tujuan Standar Audit AIPI
b)
Fungsi AIPI
c)
Ruang lingkup AIPI
d)
Peran AIPI
35.
23.    Pengelompokkan kegiatan ke dalam kegiatan penjaminan kualitas dan kegiatan pengawasan lainnya yang tidak memberikan penjaminan kwalitas. ( a.l, konsultasi, sosialisasi dan asistensi), merupakan ::
a)
Tujuan Standar Audit AIPI
b)
Fungsi AIPI
c)
Ruang Lingkup kegiatan Audit Intern
d)
Peran AIPI.
36.
24.    Standar audit berfungsi sebagai ukuran mutu minimal bagi para auditor dan APIP dalam ::
a)
Integritas
b)
Objektifitas
c)
Pelaksanaan perencanaan audit intern oleh pimpinan APIP
d)
Kompetensi
37.
25.    Standar audit AIPI yang yang mengatur mengenai karakteristik umum yang meliputi tanggung jawab, sikap dan tindakkan dari penugasan audit intern serta organisasi dan pihak-pihak yang melakukan audit intern dan berlaku umum untuk semua penugasan audit intern dan dibagi menjadi prinsip2 dasar dan standar umum disebut ::
a)
Standar pelaksanaan
b)
Standar atribut
c)
Standat pelaksanaan audit intern
d)
Standar komunikasi audit intern
38.
26.    Terdapat 6 prinsip dasar yang ditetapkan dalam standar audit AIPI yaitu visi, misi, tujuan, kewenangan dan tanggungjawab APIP;independensi dan objektivitas; independensi APIP; objektivitas auditor; gangguan terhadap independensi dan objektivitas; serta ::
a)
Kompetensi auditor
b)
Kecermatan profesonal auditor
c)
Kepatuhan terhadap standar audit
d)
Kepatuhan terhadap kode etik
39.
27.    Standar audit AIPI yang menggambarkan sifat khusus kegiatan audit intern dan menyediakan kriteria untuk menilai kinerja audit intern; yang dibagi menjadi standar pelaksanaan audit intern dan standar komunikasi audit intern disebut ::
a)
Performance standar
b)
Attribute standar
c)
Audit charter
d)
Kuality assurance
40.
28.    Standar atribut dalam standar audit AIPI yang meliputi kompetensi dan kecermatan profesional, kewajiban auditor serta program pengembangan dan penjaminan kwalitas merupakan ::
a)
Standar kompetensi auditor
b)
Standar due profesional care
c)
Standar per revew
d)
Standar umum
41.
29.    Dalam standar pelaksanaan audit intern, diatur mengenai pengelolaan kegiatan audit intern, sifat kerja audit intern , perencanaan penugasan audit intern dan ::
a)
Pelaksanaan penugasan audit intern
b)
Mengelola sumber daya
c)
Menyampaikan laporan berkala
d)
Melakukan koordinasi
42.
30.    Standar komunikasi audit intern mengatur mengenai komunikasi hasil penugasan audit intrn serta pemantauan tindak lanjut . Auditor harus mengkomunikasikan hasil ppeugasan audit internnya, karena berguna untuk ::
a)
Membuat semakin kompleksnya pemantauan tindak lanjut
b)
Menghindari kesalahpahaman atas hasil penugasan audit intern
c)
Mencakup sasaran dan ruang lingkup penugsan audit
d)
Membuat pelaksanaan penugasan menjadi tepat waktu
43.
1.     Yang harus diperhatikan dalam mengomunikasikan hasil penugasan audit intern adallah kriteria komunikasi hasil penugasan audit intern, komunikasi atas kelemahan sistem pengendalian intern, komunikasi dan ketidakpatuhan auditan komunikan terhadap peraturan perundang – undangan, kecuarangan dan ketidakpatuhan; kualitas komunkasi; metodologi; bentuk; isi dan frekuennsi komunkasi; tanggapan audit; kesesuaian dengan standar audit, serta :
a)
Pemantauan tindalanjut
b)
Penditribusian hasil audit intern
c)
Kmunikasi kreatif
d)
Pengkomunikasian ketidakpatuhan auditan
44.
2.     Standar pemeriksaan keuangan negara (SPKN) diterbitkan oleh :
a)
Menteri Keuangan
b)
BPKP
c)
BPK
d)
KPK
45.
3.       Landasan hukum SPKN antara lain adalah ::
a)
UUD RI 1945
b)
Peratuan menteri negara pendayagunaan aparatur negara no.PER/03.1/M.PAN/03/2007
c)
Instruksi presiden no 5 tahun 2004
d)
Peratuan menteri negara pendayagunaan aparatur negara no, PER/04/M.PAN.03/2008
46.
4.       SPKN memuat 7 butir pernyataan standar pemeriksaan yaitu standar umum, standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan, standar pelaporan pemeriksaan keuangan , standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja, standar pelaporan pemeriksaan kinerja, standar pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu serta ::
a)
Ruang lingkup standar audit APIP
b)
Ruang lingkup kode etik APIP
c)
Rung lingkup SPKN
d)
Standar pelaporan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
47.
5.     Pernyataan standar pemeriksaan no 1 tentang staandar umum mengatur kriteria yang bersifat umum untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan ::
a)
Pemeriksaaan dengan tujuan tertentu
b)
Kompetensi auditor
c)
Independensi
d)
Akuntabilitas
48.
6.     Pernyataan standar pemeriksaaan no 5 tentang stndar pelaporan pemeriksaan kinerja aantara lai mengatur hal-hal berikut ::
a)
Kewajiban APIP dan auditor
b)
Penerbitan dan pendistribusian laporan hasil pemerikasaan
c)
Audit kinerja dan kewajiban auditor
d)
Audit infestigatif dan kewajiban auditor
49.
7.       Dalam standar profesi auditor internal SPAI yang diterbitkan oleh konsorsium organisasi profesi auditor internal, membagi standar audit menjadi 2 kelompok besar yaitu ;:
a)
a)      Kriteria atau ukuran mutu minimal dan kriteria pelaksanaan pemeriksaaan
b)
Aturan untuk APIP secara umum dan aturan secara khusus
c)
Standar atribut dan standar kinerja
d)
Urutan tindakan yang harus dilaksanakan APIP dan urutan pelaporan
50.
8.       Auditor internal harus memiliki sikap mental yang objektif, tidak memihak dan menghindari kemungkinan timbulnya pertentangan kepentingan. Hal ini diuraikan dalam standar profesi audit internal sebagai ::
a)
Kebijakan dalam kegiatan audit
b)
Status APIP dalam organisasi
c)
Pengembangan program dan pengendalian kualitas audit
d)
Objektivitas auditor internal
51.
9.       Independensi di mana fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggungjawabnya disebut ::
a)
a)      Independence in facts
b)
Independesi profesi
c)
Independensi praktisi
d)
Independensi orgaanisasi
52.
10.    Menurut standar profesi audit internal (SPAI) dalam melaksanakan audit, auditor internal harus mengidetifikaasi informasi, menganalisis dan mengefaluasi, mendokumentasikan informasi, serta ::
a)
Melakukan superfisi penugasan
b)
Transparan
c)
Mematuhi kode etik
d)
Mengkomunikasikan hasil audit
53.
11.    Standar merupakan kriteria atau ukuran mutu kinerja yang harus dicapai. Tujuan standar audit antara lain adalah untuk :
a)
Menjaga Mutu pekerjaan agar tetap mendapat kepercayan dari masyarakat
b)
membuat suatu bidang pelayanan tertentu agar dibutuhkan masyarakat.
c)
Menjalankan suatu bidang pekerjaan agar dapat melayani seseorang atau badan
d)
Mencipatakan suatu pekerjaan yang memerlukan kepandaian khusus untk menjalankannya.
54.
12.    Pada umumnya tidak semua pengguna jasa audit memahami hal2 yang berkaitan dengan auditing. Untuk itu profesi audit mengatur dan menetapkan kode etik dan standar audit serta melaksanakan program jaminan mutu. Program jaminan mutu dibangun dan dilaksanakan :
a)
Agar standar etika audit berbeda dengan standar profesi lainnya yang ada di masyarakat.
b)
Agar masyarakat juga bangga terhadap profesi auditor.
c)
Dalam upaya pemenuhan standar audit yang mengharuskan auditor menggunakan keahlian profesional dengan cermat dan seksama
d)
Untuk memaksa masyarakat mematuhi standar audit.
55.
13.    Kode etik APIP diberlakukan bagi seluruh auditor. Dan seluruh pegawai negeri sipil yang diberi tugas oleh APIP untuk melaksanakan pengawasan dan pemantauan tindak lanjutnya. Kode etik APIP terdiri dari :
a)
Aturan perilaku yang menjelaskan lebih lanjut prinsip2 kerja auditor.
b)
Ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan yang menyangkut kepentingan orang banyak.
c)
Prinsip2 etika yang merupakan pokok2 yang melandasi perilaku auditor dan aturan perilaku yang menjelaskan lebih lanjut prinsip2 perilaku auditor.
d)
Ukuran mutu minimal yang harus dicapai auditor dalam menjalankan tugasnya.
56.
14.    Salah satu landasan hukum yang menjadi kode etik APIP adalah:
a)
e)     UU NO 14 TH 2008
b)
f)       UU No 60 th 2008
c)
g)     PP RI No. 14 th 2008
d)
h)     PP RI no. 60 th 2008
57.
15.  Prinsip etika yang melandasi sikap dan perilaku auditor dalam menjalankan tugas pengawsan adalah objektivitas, kerahasiaan, kompetensi akuntabel dan perilaku profesional, serta:
a)
Disiplin
b)
Anggun
c)
Tegas
d)
Integritas
58.
16.        Aturan perilaku untuk individu auditor intern yang mewajibkan auditor intern pemerintah untuk memberikan layanan yang dapat diselesaikan sepanjang memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan, serta pengalaman yang diperlukan disebut :
a)
Objektivitas
b)
Kerahasiaan
c)
Kompetensi
d)
Akuntable
59.
17.        Apabila ketua tim audit intern yang menyarankan anggota timnya untuk membakar bukti penyerahan uang yang dilakukan pimpinan unit kerja kepada pihak ke 3 demi kepentinganorganisasi merupakan pelanggaran KE-AIPI sebagai berikut ::
a)
Tindakan yang tidak sesuai dengan KE-AIPI tersebut merupakan pelanggaran KE-AIPI tersebut tidak dapat diberikan toleransi meskipun denganalasan tindakan tersebut dilakukan demi kepentingan organisasi atau diperintahkan oleh pejabat yang lebih tinggi.
b)
Amembat suatu bidang pelayanan tertentu agar dibutuhkan masyarakat.
c)
Penggaran terhadap KE AIPI tidak mengakibatkan auditor pemerintah diberi peringatan atau diberhentikan dari tuga pengawasan dan atau orngaisasi
d)
Tindakan ketua tim tersebut dibenarkan dalam KE AIPI
60.
18.        Dalam buku Sawyers Internal auditing karangan profesor welenski ada 7 syarat suatu pekerjaan keahlian dapat digolongkan menjadi suatu profesi, salah satunya adalah ::
a)
Bagi yang ingin terlibat dalam profesi dimaksud mengerti ruang lingkupnya.
b)
Pekerjaan tersebut adalah untuk melayani kepentingn orang banyak.
c)
Perlu menjadi anggota dalam organisasi profesi lain
d)
Untuk meningkatkan keahlian selalu mengiuti pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh organisasi lain.
61.
19.        Konsorsium organisasi profesi audit internal menyusun kode etik dengan pendekatan yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan latar belakang organisasi yang berbeda dengan APIP. Istilah yang digunakan konsorsum adalah ::
a)
Perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap anggota.
b)
Standar etika yang harus diberlakukan
c)
Standar perilaku audit intrnal
d)
Rasionalisasi perbuatan yang tidak etis
62.
20.    Etika profesi bagi akuntan indonesia dikeluarkan oleh ikatan akuntan indonesia (IAI) tahun 1973 . Berdasarkan hasil kongres ke 7 IAI tahun 1988, IAI telah dilakukan beberapa perubahan pada beberapa kerangka kode etik IAI . Adapun etika profesi yang merupakan landasan perilaku etika profesional , terdiri dari :
a)
5 prinsip
b)
6 prinsip
c)
7 prinsip
d)
8 prinsip
63.
21.    Ukuran mutu minimal untuk melakukkan audit intern yang wajib dipedomni oleh Auditor Intern Pemerintah Indinesia (AIPI) disebut:
a)
Kode Etik Auditir Intern Pemerintah Indonesia
b)
Standar audit auditor intern pemerintah indonesia
c)
Kode etik pegawai negeri sipil
d)
Sistem pengendalian intern pemerintah
64.
22.    Menyediakan kerangka kerja pelaksanaan dan peningkatan kegiatan audit intern yang memiliki nilai tambah, merupakan : :
a)
Tujuan Standar Audit AIPI
b)
Fungsi AIPI
c)
Ruang lingkup AIPI
d)
Peran AIPI
65.
23.    Pengelompokkan kegiatan ke dalam kegiatan penjaminan kualitas dan kegiatan pengawasan lainnya yang tidak memberikan penjaminan kwalitas. ( a.l, konsultasi, sosialisasi dan asistensi), merupakan ::
a)
Tujuan Standar Audit AIPI
b)
Fungsi AIPI
c)
Ruang Lingkup kegiatan Audit Intern
d)
Peran AIPI.
66.
24.    Standar audit berfungsi sebagai ukuran mutu minimal bagi para auditor dan APIP dalam ::
a)
Integritas
b)
Objektifitas
c)
Pelaksanaan perencanaan audit intern oleh pimpinan APIP
d)
Kompetensi
67.
25.    Standar audit AIPI yang yang mengatur mengenai karakteristik umum yang meliputi tanggung jawab, sikap dan tindakkan dari penugasan audit intern serta organisasi dan pihak-pihak yang melakukan audit intern dan berlaku umum untuk semua penugasan audit intern dan dibagi menjadi prinsip2 dasar dan standar umum disebut ::
a)
Standar pelaksanaan
b)
Standar atribut
c)
Standat pelaksanaan audit intern
d)
Standar komunikasi audit intern
68.
26.    Terdapat 6 prinsip dasar yang ditetapkan dalam standar audit AIPI yaitu visi, misi, tujuan, kewenangan dan tanggungjawab APIP;independensi dan objektivitas; independensi APIP; objektivitas auditor; gangguan terhadap independensi dan objektivitas; serta ::
a)
Kompetensi auditor
b)
Kecermatan profesonal auditor
c)
Kepatuhan terhadap standar audit
d)
Kepatuhan terhadap kode etik
69.
27.    Standar audit AIPI yang menggambarkan sifat khusus kegiatan audit intern dan menyediakan kriteria untuk menilai kinerja audit intern; yang dibagi menjadi standar pelaksanaan audit intern dan standar komunikasi audit intern disebut ::
a)
Performance standar
b)
Attribute standar
c)
Audit charter
d)
Kuality assurance
70.
28.    Standar atribut dalam standar audit AIPI yang meliputi kompetensi dan kecermatan profesional, kewajiban auditor serta program pengembangan dan penjaminan kwalitas merupakan ::
a)
Standar kompetensi auditor
b)
Standar due profesional care
c)
Standar per revew
d)
Standar umum
71.
29.    Dalam standar pelaksanaan audit intern, diatur mengenai pengelolaan kegiatan audit intern, sifat kerja audit intern , perencanaan penugasan audit intern dan ::
a)
Pelaksanaan penugasan audit intern
b)
Mengelola sumber daya
c)
Menyampaikan laporan berkala
d)
Melakukan koordinasi
72.
30.    Standar komunikasi audit intern mengatur mengenai komunikasi hasil penugasan audit intrn serta pemantauan tindak lanjut . Auditor harus mengkomunikasikan hasil ppeugasan audit internnya, karena berguna untuk ::
a)
Membuat semakin kompleksnya pemantauan tindak lanjut
b)
Menghindari kesalahpahaman atas hasil penugasan audit intern
c)
Mencakup sasaran dan ruang lingkup penugsan audit
d)
Membuat pelaksanaan penugasan menjadi tepat waktu