Font size
WorksheetsASESMEN ANEKDOT DAN HIKAYAT
Total questions: 25
Worksheet time: 22mins
Ketika Mak Inang sudah berada di hadapannya, ia berkata,
“Ibuku, sudah genaplah aku berdoa sesuai dengan apa yang
diminta orang tua itu. Sekarang pergilah ke rumah perempuan itu
dan sampaikan kepadanya bahwa nanti malam aku akan datang
ke rumahnya.”
Penggunaan kaidah kebahasaan pada kutipan teks hikayat tersebut adalah....
Konjungsi waktu
keterangan dan suasana
alur
tema
majas
Mak Inang tampak tetap tenang walaupun hatinya penuh
dengan kegembiraan. Ia membayangkan betapa tuannya senang
mendengar ceritanya nanti. Ia berkata kepada perempuan itu,
“Anakku, tentu saja Putra Raja masih mencintaimu. Kini ia sedang
menantikanmu di istana. Sebaiknya, nanti malam saja kau temui
dia.”
Penokohan Mak Inang sesuai kutipan teks hikayat tersebut adalah....
Pendendam
Penyayang
Rajin
Teliti
Tidak mudah percaya
Khoja Maimun melihat di sekelilingnya tidak ada manusia.
“Lalu siapakah yang mengucapkan salam kepadaku?” bisiknya
dalam hati.
“Assalamualaikum, Tuan,” suara itu kembali terdengar.
Khoja Maimun mencari asal suara itu dan ia melihat
ke atas pohon. Betapa lebih terkejutnya ia ketika di dahan itu
ia melihat burung yang tadi dilepasnya dan telah diusirnya kini
berada di dahan pohon di pekarangan rumahnya. Ia pun hampir
tidak percaya karena burung itu bisa berbicara seperti layaknya
manusia.
Karakteristik hikayat yang ada pada kutipan tersebut adalah....
kesaktian
istanasentris
kemustahilan
anonim
cerita bersifat statis
Saudagar yang membeli burung bayan di pasar itu bernama
Khoja Maimun. Saudagar itu membeli burung bayan tidak karena
ia senang memelihara burung, tetapi karena rasa kasihannya
kepada binatang yang terus dikurung. Biarlah burung itu bebas
terbang, begitu pikirnya. Oleh karena itu, dalam perjalanan pulang
ke rumahnya, Khoja Maimun melepas burung itu.
Apakah metode yang digunakan pengarang untuk menggambarkan watak tokoh Khoja Maimun?
(a)
Anak raja itu sangat senang. Pada saat ia sedang
memandang anak-anak berlarian, tiba-tiba jatuh di hadapannya
anak burung yang masih sangat kecil. Anak raja itu pun menyuruh
para dayangnya untuk mencari di mana sarang burung itu.
Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah....
orang pertama
orang kedua
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua pelaku utama
orang ketiga
Istri Khoja Maimun terharu bercampur senang mendengar
cerita burung bayan. Lalu ia berkata, “Tuan Bayan, kami sangat
senang kamu mau tinggal bersama kami di rumah ini. Rumah ini
sepi. Kebetulan kami tak mempunyai anak. Jadi, keberadaanmu
bisa meramaikan rumah ini."
Setting pada kutipan teks hikayat tersebut adalah....
rumah
tempat
pagi
sejak
dramatik
Maka sekalian ahli nujum pun menyembah, lalu melihat di dalam nujumnya, setelah sudah dilihatnya, maka segala ahli nujum itu pun menyembah masing-masing menundukkan kepalanya.
Nilai yang ada pada kutipan teks hikayat tersebut adalah (a)
Maka dinamai oleh baginda, Tuan Putri Gemala Rakna Pelinggam. Maka dipeliharalah putrinya oleh ayahanda bundanya dengan sangat kasih sayang kepada anakanda baginda itu.
Nilai yang tekandung pada kutipan teks hikayat tersebut adalah (a)
Tak lama kemudian dua orang dayang datang menghadap
raja memberi kabar bahwa putranya akan segera tiba di istana.
Raja dan Permaisuri bergegas berjalan menuju pelataran
menyambut kedatangan putranya. Ketika melihat putranya dari
8kejauhan, Permaisuri tidak kuasa menahan gejolak rindunya. Ia
pun berlari menuju putranya lalu mendekapnya serta menciumi
kedua pipinya.
Penggunaan konjungsi menyatakan urutan waktu adalah....
dan, bahwa, lalu
kemudian, ketika, lalu
lama, kemudian, dari
kemudian, melihat, kedua
ketika, dan, di
Di dalam hatinya ia berkata, “Alangkah sempurnanya perempuan
di hadapanku ini. Wajahnya cantik dan lembut. Tutur katanya
sangat halus.” Tiba-tiba sang Putri membayangkan apabila sang
Raja, suaminya sekarang berada pada posisinya seperti ini, pasti
baginda akan tertarik kepada perempuan ini.
Kata baginda termasuk pada jenis kata (a)
Mentari sudah sepenggal memanjat langit di ufuk timur,
Jenis majas pada kalimat tersebut adalah....
paradoks
hiperbola
metafora
simile
personifikasi
Ciri hikayat yang berisikan menerusakan budaya, tradisi, dan kebiasaan yang dianggap baik termasuk ciri hikayat yang bersifat?
(a)
Suatu hari Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji. Bersamanya ikut mendampingi Menteri Penerangan Harmoko, seorang menteri yang dikenal rajin "minta pertunjuk" pada Soeharto. Setelah melewati beberapa ritual haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan lontar jumrah, yakni simbol untuk mengusir setan dengan cara melempar batu ke sebuah tiang mirip patung.
Kutipan teks anekdot tersebut merupakan bagian?
abstraksi
orientasi
krisis
reaksi
koda
1. Pada suatu sore Slamet memacu mobilnya di tengah kota. Budi dan Jono ikut menumpang di mobil Slamet.
2. Slamet mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan. Budi dan Jono jadi ketar-ketir melihat cara menyetir Slamet.
Kalimat nomor 2 termasuk bagian?
abstraksi
orientasi
krisis
reaksi
koda
Kalimat yang berisi perintah, permohonan, dan larangan negatif. Istilah tersebut dimaksudkan pada jenis kalimat?
(a)
"Loh bukannya menyontek itu bibit korupsi?"
Jenis kaidah kebahasaan anekdot pada kalimat tersebut adalah?
kalimat tanya
konjungsi waktu
kalimat imperatif
kalimat retoris
majas ironi
Berikut yang termasuk majas ironi adalah….
A. Aroma makanannya tidak menarik hingga membuatku takut untuk menyantapnya.
B. Suaranya keras menggelegar seperti petir yang menyambar.
C. Kamu sudah pandai, tak perlu meminta nasihat dari orang tua sepertiku
D. Kamu datang terlalu cepat sehingga para tamu undangan telah meninggalkan acara
E. Udara pagi yang dingin menusuk tulangku hingga aku lemas menggigil
A
B
C
D
E
1.Setelah 77 tahun kemerdekaan, banyak sekali pembangunan yang sudah dilakukan. 2.Namun sayangnya, pembangunan tersebut belum sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia. 3. Masih banyak penduduk yang belum bisa menghargai pembangunan yang sudah dilakukan.
4. Rasa kepemilikan atas fasilitas umum, misalnya, belum terlalu dirasakan. 5. Masih banyak yang dengan mudahnya merusak fasilitas umum yang baru dibuat, entah itu dengan coretan atau benar-benar pengrusakan.
Kalimat nomor 2 termasuk jenis kalimat….
A. Retoris
B. Fakta
C. Opini
D. Majas
E. Kalimat verba
A
B
C
D
E
Pak guru sedang menceritakan sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda.
Kata menceritakan termasuk dalam penggunaan….
(a)
1. Pak Herman : "Adi dan Ida jawaban kamu betul sekali, tetapi kamu Reno mengapa tidak menggambar segitiga sama kaki yang bapak perintahkan?"
2. Reno: "Maaf Pak saya tidak bisa."
3. Pak Herman : "Loh kenapa?"
4. Reno : "Anu Pak, saya bisanya menggambar segitiga sama tangan, tidak bisa sama kaki."
5. Mendengar jawaban Reno siswa lainnya pun tertawa dan Pak Herman pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pada kutipan dialog no 1-4 termasuk anekdot yang ditulis pada bagian….
A. Krisis
B. Reaksi
C. Orientasi
D. Interpretasi
E. Evaluasi
A
B
C
D
E
Bagian pada anekdot yang menceritakan respon pada masalah adalah (a)
Murid A: "Apakah skenario drama ini perlu dihafalkan pak?"
Pak guru: "iya betul karena sebelum mendalami dialognya perlu dihafalkan dulu."
Dialog murid A termasuk pada penggunaan kalimat?
(a)
Teks anekdot tersebut berisi?
A
B
C
D
E
Kalimat yang menunjukkan kalimat seru adalah?
A
B
C
D
E
"Bagaimana pengangguran tidak makin meningkat , Pak? Sampai saat ini mereka masih mengadakan pesta merayakan kemenangan kita. Akibatnya, pagi ini harinya mereka lemas sehingga malas bekerja. Akhirnya, mereka lama-lama kehilangan pekerjaan dan menganggur," jawab wakilnya. "Anda benar! Pendukung kita memang memiliki kebiasaan sperti itu!"
Makna tersirat dalam teks anekdot tersebut adalah....
memberikan kritikan kepada masyarakat agar tidak berlarut dalam kemenangan kepala daerah pilihannya
memberikan pesan kepada masyarakat agar memilih kepala dan wakil kepala daerah yang baik
menyindir masyarakat yang lebih suka menerima bantuan dari pemerintah daripada bekerja
mengkritik kepala daerah yang menggelar pesta kemenangan selama berhari-hari
memberikan hiburan kepada kepala daerah karena telah memenangkan pemilihan kepala daerah
