wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Anekdot (2)

Total questions: 20

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Pada suatu hari di sebuah sekolah, ada seorang guru yang akan memberikan pengumuman kepada murid-muridnya.

Guru: “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita sebentar lagi akan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional. Oleh karena itu, saya mau bertanya pada kalian. Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut SBI ini?. Satria, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut SBI ini?”

Satria: “Saya akan belajar bahasa Inggris supaya saya mahir.”

Guru: “Wah, bagus sekali Satria. Kalau kamu bagaimana, Faqih?”

Faqih: “Harus siap uang, Bu.”

Semua siswa tertawa terbahak-bahak. Setelah selesai tertawa, para siswa kembali memperhatikan guru.

(Sumber: ekopolitan.com)

Kritik yang ingin disampaikan dalam teks anekdot di atas, yaitu ... .

a)

banyak siswa yang belum paham tentang konsep Sekolah Bertaraf Internasional

b)

banyak siswa di SBI yang malah tidak menyukai belajar bahasa Inggris

c)

para siswa mengeluh dengan biaya SBI yang setiap tahun makin mahal

d)

menjadi SBI identik dengan peningkatan biaya bukan peningkatan kualitas pendidikan

e)

terjadi ketimpangan antara sekolah biasa dan Sekolah Bertaraf Internasional

2.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Perwakilan dari negara-negara di ASEAN sedang berkumpul. Mereka mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Tuhan dan diperbolehkan bertanya sesuatu.

Perwakilan dari Malaysia: "Tuhan, kapan negaraku berubah menjadi negara maju?"

Tuhan: "Lima tahun lagi."

Perwakilan dari Malaysia langsung menangis karena terharu. 

Perwakilan dari Thailand: "Tuhan, kapan negaraku berubah menjadi negara maju?"

Tuhan: "Lima tahun lagi."

Perwakilan dari Thailand juga langsung menangis karena terharu. 

Perwakilan dari Indonesia: "Tuhan, kapan negaraku berubah menjadi negara maju?"

Tuhan tidak bisa menjawab dan hanya menangis.

Perwakilan dari Indonesia sudah paham dan tidak lanjut bertanya.

Maksud dari humor dalam teks anekdot di atas, yaitu ....

a)

kualitas bangsa Indonesia jauh dibanding negara-negara lain sehingga Tuhan saja pesimis dan tidak tahu kapan Indonesia akan menjadi negara maju

b)

banyak negara-negara lain tidak suka dengan Indonesia sehingga mereka meminta kepada Tuhan agar Indonesia tidak menjadi negara maju

c)

beberapa negara tidak suka jika Indonesia menjadi negara maju, padahal menjadi negara maju adalah keinginan semua negara termasuk Indonesia

d)

Indonesia ingin menjadi negara maju seperti negara-negara lain, tetapi Indonesia tidak menunjukkan usaha untuk menjadi negara maju

e)

setiap negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi negara maju, tetapi Indonesia malah menyia-nyiakan kesempatan itu

3.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Andi dan Ridwan baru saja tiba di sekolah. Ridwan protes pada Andi karena tadi dia melihat Andi menerobos lampu merah.

Ridwan: “Kamu gila, ya? Kenapa kamu tadi menerobos lampu merah? Itu sangat bahaya. Kalau ada polisi kamu bisa kena tilang.”

Andi: “Tenang saja kawan. Kita bisa kok membuat Undang-Undang sendiri sesuai kehendak kita."

Ridwan: "Kamu bercanda, ya? Yang bertugas membuat Undang-Undang itu DPR."

Andi: "Siapa bilang hanya DPR yang bisa membuat Undang-Undang? Kita juga bisa, kok. Caranya begini."

Andi mengeluarkan dompet dan memperlihatkan sejumlah uang. Ridwan yang paham dengan maksud Andi hanya menggeleng-gelengkan kepala. Kedua sahabat tersebut tertawa bersama dan berjalan menuju kelas.

(Sumber: ekopolitan.com, dengan penyesuaian)

Kritik yang ingin disampaikan dalam teks anekdot di atas, yaitu ....

a)

tidak semestinya kita melanggar lampu rambu lalu lintas karena sangat berbahaya

b)

penerapan undang-undang di Indonesia bisa diatur dengan uang sogokan

c)

belum banyak orang yang tahu pentingnya menaati peraturan lalu lintas

d)

rakyat Indonesia masih banyak yang belum percaya dan kecewa dengan DPR

e)

seorang teman sebaiknya menasehati teman yang melanggar peraturan lalu lintas

4.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Andi dan Ridwan baru saja tiba di sekolah. Ridwan protes pada Andi karena tadi dia melihat Andi menerobos lampu merah.

Ridwan: (1) “Kamu gila, ya? (2) Kenapa kamu tadi menerobos lampu merah? Itu sangat bahaya. Kalau ada polisi kamu bisa kena tilang.”

Andi: “Tenang saja kawan. Kita bisa kok membuat Undang-Undang sendiri sesuai kehendak kita."

Ridwan: (3) "Kamu bercanda, ya? Yang bertugas membuat Undang-Undang itu DPR."

Andi: (4)"Siapa bilang hanya DPR yang bisa membuat Undang-Undang? (5) Kita juga bisa, kok. Caranya begini."

Andi mengeluarkan dompet dan memperlihatkan sejumlah uang. Ridwan yang paham dengan maksud Andi hanya menggeleng-gelengkan kepala. Kedua sahabat tersebut tertawa bersama dan berjalan menuju kelas.

(Sumber: ekopolitan.com, dengan penyesuaian)

Pada teks di atas, kalimat retoris ditunjukkan oleh nomor .... (pilih beberapa jawaban)

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

5.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Iwan adalah peneliti dari Indonesia. Dia sedang melakukan penelitian arkeologis bersama para peneliti dari negara lain, yaitu Cina dan Amerika Serikat. Penelitian tersebut bertujuan untuk mencari tahu teknologi yang digunakan tiap negara sejak zaman dahulu.

Penggalian pertama dilakukan di negara Amerika Serikat. Saat dilakukan penggalian di kedalaman 3 kilometer ditemukan lempengan tembaga. Peneliti dari Amerika Serikat berkata, “Ini bukti bahwa negara kami adalah penemu telepon.”

Penggalian kedua dilakukan di negara Cina. Saat dilakukan penggalian di kedalaman 6 kilometer ditemukan lempengan besi. Peneliti dari Cina berkata, “Ini bukti bahwa negara kami adalah penemu mesiu.”

Penggalian ketiga dilakukan di negara Indonesia. Saat dilakukan penggalian di kedalaman 6 kilometer tidak ditemukan lempengan apapun. Bahkan, pada kedalaman 7, 8, hingga 9 kilometer tetap tidak ditemukan apapun. Karena malu, Iwan mulai mengarang cerita bohong. Iwan berkata “Ini adalah bukti bahwa negara kami telah menemukan wifi sejak dulu kala.”

Para peneliti dari negara lain merasa ragu dengan jawaban Iwan. Sejak saat itu, peneliti dari Indonesia tidak pernah diikutsertakan dalam penelitian internasional.

(Sumber: gurupendidikan.co.id, dengan penyesuaian)

Humor dalam teks anekdot di atas, yaitu ....

a)

peneliti Amerika Serikat menyombongkan diri karena negaranya sejak dulu berhasil menemukan telepon

b)

peneliti dari Cina menyombongkan diri karena negaranya sejak dulu berhasil menemukan mesiu

c)

peneliti dari Indonesia mengarang cerita bohong bahwa negaranya telah menemukan wifi sejak dulu

d)

baru setelah dilakukan penggalian di kedalaman 3 kilometer ditemukan lempengan tembaga di Amerika Serikat

e)

baru setelah dilakukan penggalian di kedalaman 6 kilometer ditemukan lempengan besi di China

6.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Mukiyo sedang naik kendaraan mewah melewati sebuah lapangan. Alangkah herannya ia ketika melihat seorang ibu sedang memakan rumput di lapangan. Ia langsung turun menghampiri ibu tersebut.

Mukiyo: “Maaf, Ibu. Boleh saya tanya, kenapa ibu memakan rumput?”

Ibu: “Saya sangat lapar, sudah 3 hari ini belum dapat makanan. Jadi, saya terpaksa makan rumput.”

Mukiyo: “Kalau begitu, Ayo, Ibu ikut ke rumah saya saja!”

Ibu: “Terima kasih sekali, Pak. Apa boleh saya mengajak 3 anak saya? Mereka juga belum makan sama sekali hari ini”.

Mukiyo: “Silakan, Bu. Tentu saja boleh.”

Ibu: “Alhamdulillah. Kalau boleh tahu, kenapa bapak mau mengajak orang miskin seperti kami ke rumah Bapak?”

Iya, Bu. Kebetulan rumput di rumah saya sudah panjang-panjang.

Si Ibu kaget. Namun, karena dia sangat lapar dia tetap makan rumput di Mukiyo sambil menangis.

(Sumber: gurupendidikan.co.id dengan penyesuaian)

Kritik atau sindiran yang terkandung dalam teks anekdot di atas, yaitu ....

a)

pemerintah kurang peduli pada orang miskin sehingga mereka tidak bisa makan

b)

orang kaya bukannya menolong orang miskin, tetapi malah mengeksploitasinya

c)

pemerintah hanya peduli dengan orang kaya tanpa memperdulikan orang miskin

d)

banyak orang membantu orang lain karena ada maksud tersembunyi

e)

banyak orang pura-pura miskin agar mendapat perhatian dari orang lain

7.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Mukiyo sedang naik kendaraan mewah melewati sebuah lapangan. Alangkah herannya ia ketika melihat seorang ibu sedang memakan rumput di lapangan. Ia langsung turun menghampiri ibu tersebut.

Mukiyo: “Maaf, Ibu. Boleh saya tanya, kenapa ibu memakan rumput?”

Ibu: “Saya sangat lapar, sudah 3 hari ini belum dapat makanan. Jadi, saya terpaksa makan rumput.”

Mukiyo: “Kalau begitu, Ayo, Ibu ikut ke rumah saya saja!”

Ibu: “Terima kasih sekali, Pak. Apa boleh saya mengajak 3 anak saya? Mereka juga belum makan sama sekali hari ini”.

Mukiyo: “Silakan, Bu. Tentu saja boleh.”

Ibu: “Alhamdulillah. Kalau boleh tahu, kenapa bapak mau mengajak orang miskin seperti kami ke rumah Bapak?”

Iya, Bu. Kebetulan rumput di rumah saya sudah panjang-panjang.

Si Ibu kaget. Namun, karena dia sangat lapar dia tetap makan rumput di Mukiyo sambil menangis.

(Sumber: gurupendidikan.co.id dengan penyesuaian)

Kritik atau sindiran yang terkandung dalam teks anekdot di atas, yaitu ....

a)

pemerintah kurang peduli pada orang miskin sehingga mereka tidak bisa makan

b)

orang kaya bukannya menolong orang miskin, tetapi malah mengeksploitasinya

c)

pemerintah hanya peduli dengan orang kaya tanpa memperdulikan orang miskin

d)

banyak orang membantu orang lain karena ada maksud tersembunyi

e)

banyak orang pura-pura miskin agar mendapat perhatian dari orang lain

8.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Dokter Aman sedang berbicara dengan pasiennya yang mengidap sakit jantung. Kebetulan hari ini pasiennya sudah diperbolehkan pulang.

Dokter Aman: (1) “Selamat, ya, Bayu. Anda sudah diperbolehkan pulang. Jangan lupa hindari faktor yang menyebabkan serangan jantung Anda menjadi kambuh”.

Bayu: (2)“Siap, dok. Terima kasih atas perawatannya”.

Beberapa saat kemudian, perawat datang dengan mendorong Bayu yang sedang pingsan.

Dokter Aman: “Ini pasien yang tadi, bukan? (3) Bukannya baru saja sembuh dan diperbolehkan pulang?”

Perawat: “Iya, Dok. (4) Namun, dia kena serangan jantung lagi setelah melihat tagihan rumah sakit.”

Dokter Aman: “Apakah dia tidak punya BPJS?

Perawat: “Ada, dok. Tapi, kata istrinya pasien ini sudah lama nunggak bayar BPJS karena tidak kuat membayar biaya BPJS yang naik 100 persen.

Dokter Aman: “Kasihan sekali. (5) Apa di negara ini orang miskin tidak boleh sakit?”

Dokter Aman dan para perawat hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

(Sumber: gurupendidikan.co.id dengan penyesuaian)

Pada teks di atas, kalimat yang menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu ditunjukkan oleh kalimat nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

9.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Pada suatu hari, Bu Tejo, Bu Sri, dan Bu Ning sedang belanja sayur di tukang sayur keliling. Saat memilih-milih sayuran, tiba-tiba tetangga mereka Pak Anto lewat sambil mengendarai mobil mewah. Bu Tejo yang memang suka bergosip langsung memberikan komentar.

Bu Tejo: "Ibu-Ibu, semenjak Pak Anto jadi anggota DPR, dia jadi orang yang sangat kaya, ya."

Bu Sri: "Iya, betul. (1) Sekarang ke mana-mana naik BMW padahal dulu hanya naik sepeda motor."

Bu Tejo: "Saya juga dengar kalau uangnya Pak Anto itu banyak sekali. (2) Bahkan, dua truk tidak cukup untuk mengangkut semua uangnya Pak Anto."

Bu Ning: "Tapi, saya dengar Pak Anto itu pekerja keras. (3) Sejak menjadi anggota DPR dia berusaha untuk mewakili kepentingan rakyat."

Bu Tejo: "Tugas anggota DPR kan memang mewakili kepentingan rakyat, Bu. Rakyat ingin punya rumah mewah anggota DPR yang mewakili. Rakyat ingin punya mobil mewah anggota DPR juga yang mewakili. (4) Tapi, kalau anggota DPR punya banyak hutang, giliran rakyat yang mewakili untuk bayar."

Bu Ning: (5) "Tidak heran, ya, Bu kalau rakyat banyak yang menderita. Soalnya, semua yang enak-enak sudah diwakilkan oleh anggota DPR."

Semua ibu-ibu langsung tertawa. Tapi, tiba-tiba Pak Anto lewat kembali di depan ibu-ibu. Ibu-ibu langsung membubarkan diri seolah tidak terjadi apa-apa.

Menurut teks di atas, makna kalimat nomor 2, yaitu ....

a)

saking banyaknya uang Pak Anto, seolah-olah dua truk tidak cukup mengangkutnya

b)

saking banyaknya uang Pak Anto, dia bisa dengan mudah membeli dua truk sekaligus

c)

jumlah uang Pak Anto sangat banyak bahkan dua truk tidak cukup menampung semua uangnya

d)

akhir-akhir ini, Pak Anto digosipkan sering mengendarai truk berisi uang yang sangat banyak

e)

Pak Anto sangat miskin, tapi perilakunya seolah-olah mampu membeli dua truk sekaligus

10.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Siang itu, Tomo baru saja selesai menunaikan salat zuhur di masjid. Sebelum pulang, dia menukar sendal miliknya yang sudah tidak bagus dengan sendal lain yang lebih bagus. Melihat hal itu, Ustaz Amir langsung menegur tomo dengan nada tinggi.

Ustaz Amir: “Tomo, kamu tidak boleh menukar sendalmu dengan sendal milik orang lain. Itu sama saja mencuri!”

Tomo: “Saya tidak bermaksud mencuri Pak Ustaz. Saya hanya mengikuti apa yang diajarkan Pak Ustaz saat pengajian kemarin.”

Ustaz Amir: “Kamu jangan sembarangan bicara, Tomo! Saya tidak pernah mengajarkan orang lain untuk mencuri.”

Tomo: “Pak Ustaz kan pernah bilang kalau kita harus meninggalkan hal yang buruk dan mengambil hal yang baik. Sendal saya kan sudah buruk, jadi saya harus mengambil sandal lain yang lebih baik.”

Pak Ustaz hanya bisa keheranan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Pelajaran atau nilai-nilai yang bisa dipetik dari cerita anekdot di atas yaitu ....

a)

jadilah orang yang baik dan bijaksana terlebih dahulu sebelum pergi beribadah

b)

pahamilah dengan sungguh-sungguh ilmu yang kita dapat sebelum mengamalkannya

c)

jangan memamerkan barang mewah kita pada orang lain supaya tidak membuat iri

d)

jangan mudah tersulut emosi jika kita menghadapi suatu masalah yang sangat berat

e)

jangan iri dengan barang mewah milik orang lain karena belum tentu miliknya sendiri

11.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Pada suatu hari, Yoga tidak sengaja bertemu Amir di kelurahan. Karena sudah lama tidak bertemu, Amir dan Yoga berbincang-bincang.

Yoga: "Apa yang sedang kamu lakukan di sini Amir?"

Amir: "Aku sedang membuat KTP. Sebenarnya, aku sudah membuat KTP sejak 3 minggu yang lalu. Namun, sampai sekarang KTP-ku belum juga jadi."

Yoga: "Aku tahu kenapa KTP-mu belum juga jadi."

Amir: "Apa karena ada pembaharuan sistem dari pusat?"

Yoga: "Bukan."

Amir: "Apa karena ada berkasku yang belum lengkap?"

Yoga: "Bukan juga."

Amir: "Lalu kenapa KTP-ku belum juga jadi?"

Yoga: "Karena tidak ada pelicinnya. Aku yakin setelah kamu beri pelicin besok pagi langsung jadi."

Amir: "Apa kamu yakin?"

Yoga: "Percayalah padaku. Aku sudah berpelangaman menggunakan pelicin saat mengurus administrasi."

Amir akhirnya mengikuti perkataan Yoga. Keesokan harinya ternyata benar, KTP Amir langsung jadi. Amir pun menjadi terheran-heran dengan sistem administrasi di Indonesia yang masih harus menggunakan pelicin.

Makna dari kata pelicin dalam teks di atas, yaitu ....

a)

bantuan dari orang dalam yang membantu mempermudah sistem administrasi

b)

informasi terbaru terkait dengan sistem administrasi di sebuah instansi negara

c)

ancaman agar seorang petugas administasi negara mempercepat urusan kita

d)

surat bukti bahwa seseorang adalah orang penting dan pantas didahulukan urusannya

e)

uang atau barang yang diberikan agar urusan menjadi lancar dan cepat selesai

12.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Siang itu, Tomo baru saja selesai menunaikan salat zuhur di masjid. Sebelum pulang, dia menukar sendal miliknya yang sudah tidak bagus dengan sendal lain yang lebih bagus. Melihat hal itu Ustaz Amir langsung menegur tomo dengan nada tinggi.

Ustaz Amir: “Tomo, kamu tidak boleh menukar sendalmu dengan sendal milik orang lain. Itu sama saja mencuri!”

Tomo: “Saya tidak bermaksud mencuri Pak Ustadz. Saya hanya mengikuti apa yang diajarkan Pak Ustaz saat pengajian kemarin.”

Ustaz Amir: “Kamu jangan sembarangan bicara, Tomo! Saya tidak pernah mengajarkan orang lain untuk mencuri.”

Tomo: “Pak Ustaz kan pernah bilang kalau kita harus meninggalkan hal yang buruk dan mengambil hal yang baik. Sendal saya kan sudah buruk, jadi saya harus mengambil sendal lain yang lebih baik.”

Pak Ustaz hanya bisa keheranan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

[....]

Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada teks di atas yaitu ...

a)

Pak Ustaz lalu berkata pada Tomo. "Tomo, kamu harus banyak belajar lagi supaya tidak salah mengartikan ilmu," kata Pak Ustaz.

b)

Akhirnya, agar Tomo tidak mengambil sandal orang lain, Pak Ustaz memberikan sandal yang baru saja dia beli untuk Tomo.

c)

Pak Ustaz lalu bertanya pada Tomo, "Tomo, apa kamu sadar bahwa mengambil barang orang lain termasuk mencuri?"

d)

Tomo menggaruk-garuk kepala karena bingung. Dia mengira tindakan yang dia lakukan sudah sesuai dengan ajaran Pak Ustaz.

e)

Tomo menggaruk-garuk kepala karena bingung. Dia mengira tindakan yang dia lakukan tidak menyalahi ajaran agama.

13.

Perhatikan bagian teks anekdot berikut ini!

  1. Pada suatu hari, Ani sedang beristirahat setelah seharian membantu ibu berjualan kue.

  2. Pada suatu hari, Lika sedang membersihkan kamar sebelum ibunya pulang dari pasar.

  3. Pada suatu sore, di sebuah rumah makan, ada anak sedang bertengkar dengan ayahnya.

  4. Pada suatu sore, di pinggir jalan raya ada seorang nenek yang ingin menyeberang jalan

  5. Pada suatu malam, ayah sedang beristirahat sambil menonton acara TV kesukaannya.

Contoh penulisan teks anekdot bagian abstraksi yang menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu ditunjukkan oleh nomor .... (pilih beberapa jawaban)

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

14.

Perhatikan teks anekdot berikut ini!

Pada suatu hari, di sebuah restoran, Jacob dan Takuya sedang makan bersama. Jacob adalah seorang pemuda dari Amerika dan Takuya adalah seorang pemuda dari Jepang. Sambil makan, Jacob dan Takuya sedang menunggu teman mereka dari Indonesia yang bernama Galih. Setelah satu jam menunggu, akhirnya Galih datang tanpa merasa bersalah.

Jacob: "Galih kenapa kamu terlambat?"

Takuya: "Kamu membuat acara kita jadi mengaret."

Galih: "Saya tidak bermaksud terlambat. Saya hanya ingin melestarikan kebiasaan orang Indonesia."

Galih dan Jacob kesal sekaligus bingung. Sejak saat itu, Jacob dan Takuya selalu mengundang Galih satu jam lebih awal dari acara supaya tidak terlambat lagi.

Menurut teks di atas, kebiasaan orang Indonesia yang ingin dilestarikan Galih yaitu ....

a)

ramah

b)

gotong-royong

c)

sabar

d)

menghargai perbedaan

e)

suka terlambat

15.

Perhatikan penggalan teks anekdot berikut ini!

Pada suatu hari, Ibu melihat Odi sedang bermain gim di telepon seluler. Karena Odi anak yang sangat pelupa, Ibu mengingatkan Odi untuk segera mengerjakan tugas sekolah.

Ibu: "Odi, apa kamu sudah mengerjakan tugas sekolahmu? Jika belum, ayo, segera kerjakan!"

Odi: "Oiya, aku lupa mengerjakan tugas sekolah. Untung Ibu ingatkan. Terima kasih, ya, Bu."

Odi memang sering lupa mengerjakan tugas sekolah. Ibu khawatir jika nilai sekolah Odi menjadi jelek karena Odi lupa mengerjakan tugas. Akhirnya, Ibu mengadukan masalah ini pada Ayah.

Ibu: "Yah, bagaimana caranya agar Odi tidak lupa mengerjakan tugas? Kalau dia sering lupa mengerjakan tugas, Ibu khawatir nilai sekolah Odi menjadi jelek."

Ayah: "Tenang, Bu. Ayah sudah punya ide. Ayah jamin Odi tidak pernah lagi lupa mengerjakan tugas sekolah."

Walaupun belum yakin, Ibu mencoba percaya dengan perkataan Ayah. Seminggu kemudian, Ibu ingin membuktikan perkataan Ayah.

Ibu: "Odi, apa kamu sudah mengerjakan tugas sekolahmu? Jika belum, ayo, segera kerjakan!"

Odi: "Aku sudah selesai mengerjakan tugas sekolah, Bu. Bahkan, sudah seminggu ini aku tidak pernah lupa lagi mengerjakan tugas sekolah."

Ibu: "Wah, hebat kamu. Bagaimana caranya kamu bisa ingat untuk mengerjakan tugas?"

Odi: "Ayah akan memberiku uang jika aku ingat untuk mengerjakan tugas sekolah."

Ibu: "Ternyata, kamu selalu ingat kalau urusan uang, ya."

Pernyataan yang sesuai dengan isi teks anekdot di atas yaitu ....

a)

Odi sangat pelupa karena sering bermain gim.

b)

Odi adalah anak yang sangat suka dengan uang.

c)

Odi pura-pura lupa mengerjakan tugas agar tidak harus mengerjakannya.

d)

Ayah adalah orang yang sangat bijaksana dan dermawan.

e)

Ibu adalah orang yang sangat sabar tetapi pelit pada Odi.

16.

Laki-Laki

Feri adalah siswa kelas X di SMA Tunas Jaya. Ia adalah anak dari keluarga kaya. Selama hidupnya, Feri selalu menikmati kekayaan keluarganya. Ia sering membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Feri membelinya hanya karena barang-barang itu bisa membuatnya lebih bergaya.

Feri memiliki teman bernama Budi. Budi adalah teman sekaligus tetangganya. Budi adalah pemuda yang rajin. Tidak seperti Feri, Budi sudah mandiri sedari muda. Ia sering ikut kakaknya berjualan dan tidak mengandalkan harta orang tuanya.

Feri sering mengajak Budi bermain. Sesekali, Budi mengiyakan ajakan Feri. Namun, Budi lebih sering menolak.

"Bud, ayo main. Nongki-nongkilah kita. Jangan kaya manusia kurang pergaulan gitu, lah."

"Maaf, Fer. Aku sudah janji mau menemani kakakku jualan. Lain kali saja, ya."

Feri cemberut. Sebenarnya dalam hati ia menggerutu. Kok bisa ya, di dunia ini ada pemuda seperti Budi yang tidak menikmati hidup? Feri sering bertanya-tanya. Namun, setelah ia dewasa, Feri baru menyadarinya. Feri kini tahu mengapa Budi begitu giat bekerja dan belajar saat SMA.

Suatu hari, Feri melihat Budi diberitakan di televisi. Budi kini menjadi pebisnis sukses. Bisnisnya sendiri sudah terkenal dan memiliki omzet milyaran. Feri tertegun. Ia merasa malu karena hanya main-main saja dan tidak berusaha seperti Budi.

Saat itu, Feri melihat berita tersebut bersama adiknya. Adik Feri yang melihat berita itu meledek Feri.

"Tuh, Kak. Contoh Kak Budi. Lelaki itu hakikatnya bekerja, bukan bergaya."

Budi yang mendengar ledekan adiknya hanya tersenyum masam.

Pada teks anekdot, kalimat yang ditulis miring dalam teks tersebut termasuk dalam bagian ....

a)

abstrak

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda

17.

Tanggal Muda

Sore itu, Kelvin berjalan pulang dengan suka cita. Hari itu adalah tanggal muda. Seperti kebanyakan pekerja lainnya, Kelvin gembira karena honornya sudah keluar. Ia lekas mencairkan honornya setelah pulang kerja. Sekarang, ia memikirkan untuk apa uang itu digunakan.

"Wah, kebetulan besok hari Minggu. Aku bisa jalan-jalan besok," batin Kelvin dengan girang.

Malamnya, Kelvin rebahan di kasur sembari membalas pesan para temannya. Dalam pesannya, teman-temannya memintanya untuk ikut nongkrong malam ini. Kelvin pun setuju. Beberapa menit kemudian, Kelvin sudah berganti baju. Ia pun ke luar dengan teman-temannya.

Kelvin menjadi pusat perhatian di tempat tongkrongan. Teman-teman Kelvin memuji-muji Kelvin yang kini sudah bekerja. Beberapa teman wanita Kelvin bahkan menggodanya.

"[...]" 

Kelvin yang sedang bergembira menimpali, "Tentu saja, ayo semuanya makan. Nanti saya yang bayar, ya!"

Teman-teman Kelvin pun bersorak gembira.

Sejam kemudian, Kelvin sudah berada di rumahnya. Tiba-tiba, ia teringat kalau ia harus membeli barang-barang kebutuhannya. Padahal, uangnya tinggal sedikit karena tadi untuk mentraktir teman-temannya. Kelvin lalu bergumam, "Ah, besok-besok pinjam saja kalau uangku mau habis. Pasti nanti juga dipinjamkan, apalagi tadi aku habis mentraktir mereka." 

Setelah berpikir demikian, Kelvin tidur dengan nyenyak.

Hari demi hari berganti. Lima belas hari kemudian, hal yang ditakutkan Kelvin terjadi. Uangnya semakin menipis sementara ia perlu uang untuk berbagai kebutuhan pokok. Akhirnya, ia menghubungi teman-temannya untuk meminjam uang. Sayangnya, setelah satu demi satu ditelepon, mereka menolak dengan berbagai alasan. Bahkan, ada yang tidak mengangkat teleponnya.

Kelvin terduduk lemas. Ia bertanya-tanya mengapa tidak ada yang membantunya. Lalu, ia berkata lirih, "Oh, iya. Aku kan tidak punya uang. Kalau tidak punya uang, jangankan manusia, setan saja pura-pura tidak kenal!"

Salah satu konjungsi temporal dalam teks tersebut, yaitu ....

a)

yang

b)

dengan

c)

sementara

d)

orientasi

e)

argumen

18.
a)

Pemerintah tidak selesai-selesai membahas kebijakan subsidi BBM di Indonesia.

b)

Pedagang menyindir pemerintah yang menguntungkan calo perdagangan luar negeri.

c)

Pedagang pasrah dengan kebiasaan pemerintah yang sering mengimpor barang.

d)

Pemerintah membuat kebijakan baru mengenai impor barang di Indonesia.

e)

Para mahasiswa berdemo tentang kebijakan subsidi BBM di Indonesia.

19.

a)

1-3-5-6-4-2-8-7

b)

5-1-3-6-7-8-4-2

c)

3-1-5-6-7-2-4-8

d)

6-7-4-5-2-1-8-3

e)

3-5-4-6-7-2-8-1

20.

Nasruddin Hoja

Pada suatu sore, Nasruddin Hoja menghadiri pesta. Namun, tak seorang pun mau menyambut atau memberikan tempat duduk untuknya. Nasruddin pun berpikir kalau itu disebabkan ia memakai baju lama yang sudah lusuh. Kemudian, Nasruddin memutuskan pulang untuk mengganti baju lusuhnya dengan baju baru.

Setelah berganti pakaian, Nasruddin kembali ke pesta tadi. Namun, berbeda dengan sebelumnya, kali ini tuan rumah menyambutnya dengan gembira. Bahkan, Nasruddin diberikan tempat duduk dan hidangan sebagaimana tamu-tamu lainnya.

Tapi aneh, Nasruddin tiba-tiba melepaskan baju barunya. Ia juga meletakkan bajunya di atas hidangan yang diberikan untuknya. Lelaki itu berkata, “Hai, baju, makanlah. Makanlah sampai kamu kenyang.”

Tamu-tamu lain merasa heran dengan perilaku Nasruddin. Mereka pun bertanya kepada lelaki itu, “Nasruddin, apa yang sedang kamu lakukan?”

Nasruddin menjawab, “Aku sedang menyuruh baju baruku memakan hidangan sampai kenyang. Ketika aku datang dengan baju lusuh, tak seorang pun menyilakan aku duduk dan memberikan hidangan. Sekarang setelah aku datang dengan baju baru, aku mendapatkan tempat duduk yang layak dan juga hidangan. Jadi, bukankah tuan rumah memberikan hidangan ini untuk bajuku dan bukan untukku?"

(Dikutip dari 360 Cerita Jenaka Nasruddin Hoja oleh Irwan Winardi dengan penyesuaian)

Judul yang tepat untuk menggantikan judul teks anekdot tersebut, yaitu ...

a)

Nasruddin Hoja dan Pesta

b)

Baju Baru Nasruddin

c)

Tuan Rumah yang Kikir

d)

Para Tamu Pesta

e)

Pakaian Lusuh Nasruddin