WorksheetsKARBOHIDRAT
Total questions: 25
Worksheet time: 20mins
Dibawah ini yang termasuk klasifikasi karbohidrat adalah...
Berdasarkan reaksi hidrolisisnya ada monosakarida, oligosakarida dan polisakarida
Berdasarkan gugus fungsinya ada aldosa dan ketosa
Berdasarkan gugus fungsinya ada gliserosa dan ribosa
Berdasarkan jumlah atam karbon nya ada glukosa dan fruktosa
Berikut ini yang tergolong monosakarida adalah ....
galaktosa dan laktosa
maltosa dan sukrosa
glukosa dan fruktosa
glukosa dan laktosa
glukosa dan maltosa
Hidrolisis sukrosa akan menghasilkan ....
glukosa + fruktosa
glukosa + galaktosa
glukosa + glukosa
galaktosa + fruktosa
fruktosa + galaktosa
Beberapa senyawa karbohidrat:
1) Amilum 4) Maltosa
2) Sukrosa 5) Laktosa
3) Fruktosa
Kelompok senyawa yang tergolong disakarida adalah….
1, 2, 3
1, 3, 5
2, 4, 5
2, 3, 5
3, 4, 5
Apa fungsi karbohidrat di dalam tubuh?
Menghasilkan energi
Memberikan efek kenyang
Menyimpan informasi genetik
Mempercepat reaksi
kesetimbangan tubuh
Dibawah ini 2 contoh polisakarida yang benar adalah...
Selulosa dan Amilosa
Selulosa dan Ribosa
Maltosa dan Amilosa
Sukrosa dan Amilosa
fruktosa dan laktosa
Jenis gula yang paling manis adalah
Laktosa
Glukosa
Sukrosa
Fruktosa
Amilum
Gula yang hanya ditemukan pada susu adalah
Maltosa
Threhalosa
Glukosa
Laktosa
Ribosa
Jika jumlah atom c terdapat 5 buah maka disebut sebagai
pentosa
heksosa
heptosa
fruktosa
disakarida beikut yang disusun oleh dua monosakarida yang sama adalah
sukrosa
maltosa
laktosa
Glukosa, fruktosa atau gula inversi yang terkandung dalam sebuah sampel, jika titrasi blanko dan sampel berturut – turut 25 ml dan 10 ml adalah…
35.7 mg
38,5 mg
41,3 mg
56 mg
59.8 mg
Pada penentuan karbohidrat, jika selisih titrasi Na2S2O3 0,1N pada blanko dan sampel 10 ml, massa sampel yang dianalisa 5,00 g, sedangkan factor pengencerannya 100. Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut...
0,45%
4,5%
5%
45%
50%
Pada penentuan karbohidrat sampel Mie Instan, dengan metode Luff Schoorl, titrasi menggunakan Na2S2O30,1N. Berikut data yang diperoleh :
Volume Titrasi Blanko = 25 ml
Volume Titrasi Sampel = 23,5 ml
Massa sampel yang dianalisa 2,00 g,
Sampel diencerkan 1000 ml, kemudian disaring dan filtrate diambil 2 ml untuk dianalisa.
Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut…
0,6 %
8,1 %
54%
60%
81 %
Pada penentuan karbohidrat sampel biskuit, dengan metode Luff Schoorl, titrasi menggunakan Na2S2O30,01N. Berikut data yang diperoleh :
Volume Titrasi Blanko = 25 ml
Volume Titrasi Sampel = 23,5 ml
Massa sampel yang dianalisa 2 g,
faktor pengencerannya adalah 500.
Berikut ini tabel Luff Schoorl :
A. 0,6 %
8,1 %
54%
60%
81 %
Pada penentuan karbohidrat, jika selisih titrasi Na2S2O3 0,01N pada blanko dan sampel 2,5 ml, massa sampel yang dianalisa 2,00 g, sedangkan factor pengencerannya 10. Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut...
1,35%
2,7%
27%
35%
50%
Glukosa, fruktosa atau gula inversi yang terkandung dalam sebuah sampel, jika titrasi blanko dan sampel berturut – turut 25 ml dan 10 ml adalah…
35.7 mg
38,5 mg
41,3 mg
56 mg
59.8 mg
Pada penentuan karbohidrat, jika selisih titrasi Na2S2O3 0,1N pada blanko dan sampel 10 ml, massa sampel yang dianalisa 5,00 g, sedangkan factor pengencerannya 100. Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut...
0,45%
4,5%
5%
45%
50%
Pada penentuan karbohidrat sampel Mie Instan, dengan metode Luff Schoorl, titrasi menggunakan Na2S2O30,1N. Berikut data yang diperoleh :
Volume Titrasi Blanko = 25 ml
Volume Titrasi Sampel = 23,5 ml
Massa sampel yang dianalisa 2,00 g,
Sampel diencerkan 1000 ml, kemudian disaring dan filtrate diambil 2 ml untuk dianalisa.
Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut…
0,6 %
8,1 %
54%
60%
81 %
Pada penentuan karbohidrat sampel biskuit, dengan metode Luff Schoorl, titrasi menggunakan Na2S2O30,01N. Berikut data yang diperoleh :
Volume Titrasi Blanko = 25 ml
Volume Titrasi Sampel = 23,5 ml
Massa sampel yang dianalisa 2 g,
faktor pengencerannya adalah 500.
Berikut ini tabel Luff Schoorl :
A. 0,6 %
8,1 %
54%
60%
81 %
Pada penentuan karbohidrat, jika selisih titrasi Na2S2O3 0,01N pada blanko dan sampel 2,5 ml, massa sampel yang dianalisa 2,00 g, sedangkan factor pengencerannya 10. Tentukan kadar karbohidrat sampel tersebut...
1,35%
2,7%
27%
35%
50%
Analisa karbohidrat yang berprinsip menghitung jumlah endapan Cu2O, bisa dengan cara di titrasi atau di timbang adalah...
(a)
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing
Menimbang endapan Cupro
Melarutkan kembali endapan cupro dan menitrasinya
Menghitung sisa Cupri yang tidak mengendap
Menitrasi Reagen Fehling dengan gula standard
Larutan harus berwarna biru
Memisahkan endapan dengan dekantasi
Memisahkan endapan dengan penyaringan
TAT berwarna merah bata
Menghitung kadar endapan setelah pengeringan
Urutkan jenis karbohidrat berikut menurut jumlah monosakarida yang menyusun karbohidrat dari yang terkecil
Fruktosa
Sukrosa
Rafinosa
Amilum
Analisa gula pereduksi metode lane eynon didasarkan pada prinsip ...
Menitrasi pereaksi luff schoorl dengan gula yang dianalisis
Menitrasi gula yang dianalisis menggunakan pereaksi sokhlet
Menitrasi gula yang dianalisa menggunakan pereaksi sulfonat
Menitrasi pereaksi sulfonat menggunakan gula yang dianalisis
Menitrasi pereaksi soxhlet dengan gula yang akan dianalisa
Maka urutan langkah yang benar pada analisa gula metode lane eynon adalah ...
7 – 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 8
7 – 1 – 3 – 2 – 4 – 5 – 6 – 8
7 – 1 – 3 – 4 – 2 – 5 – 6 – 8
7 – 1 – 2 – 4 – 3 – 5 – 6 – 8
E. 7 – 1 – 3 – 2 – 5 – 4 – 6 – 8
