NEW
Font size
WorksheetsINACBGs
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Apa tujuan utama dari implementasi sistem pembiayaan kesehatan prospektif dengan INA-CBG?
Meningkatkan biaya kesehatan
Mendorong perawatan tanpa standar
Mengendalikan biaya kesehatan
Mengurangi administrasi klaim
Metode pembayaran retrospektif di rumah sakit adalah pembayaran yang dilakukan berdasarkan:
Biaya yang diketahui sebelum pelayanan
Jumlah layanan kesehatan yang diberikan
Kapitasi dan global budget
Pengelompokan kasus
Apa yang menjadi dasar pengelompokan dalam sistem INA-CBGs?
Tingkat pendidikan pasien
Jenis pelayanan medis
Diagnosis akhir dan tindakan
Metode pembayaran global budget
Salah satu manfaat sistem INA-CBG adalah:
Meningkatkan frekuensi layanan
Mengurangi kualitas pelayanan
Membatasi layanan yang tidak diperlukan
Mengutamakan biaya perawatan
Berapa jumlah total kelompok kasus dalam INA-CBG?
500 kelompok
1.075 kelompok
289 kelompok
786
Contoh dari metode pembayaran prospektif adalah:
Fee for Services (FFS)
INA-CBGs
Pembayaran per tindakan
Pembayaran per hari
Digit pertama pada kode INA-CBGs menggambarkan:
Tingkat keparahan
Spesifikasi kelompok kasus
Kode CMG (Casemix Main Groups)
Tipe kelompok kasus
Landasan hukum dari pelaksanaan INA-CBGs di Indonesia tercantum dalam:
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 76 Tahun 2016
UU Jaminan Kesehatan Nasional
SK Kementerian Kesehatan Tahun 2015
UU Kesehatan 2021
Metode prospektif dalam pembayaran layanan kesehatan memungkinkan biaya ditentukan:
Setelah pasien menerima layanan
Sebelum pasien menerima layanan
Berdasarkan kebutuhan layanan langsung
Berdasarkan persentase keuntungan
INA-CBGs digunakan untuk mengelompokkan:
Jenis penyakit kronis saja
Diagnosis dan prosedur berdasarkan kesamaan sumber daya
Pasien yang tidak memiliki asuransi
Prosedur darurat saja
