Font size
WorksheetsSoal UP PPG PAI
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Perhatikan rumusan KD yang disusun guru!
KD 1.6. Meneladani nilai-nilai tentang akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaul mawaat
KD 2.6 Mengamalkan sikap tanggung jawab sebagai implementasi dari mempelajari konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaaul mawaat
KD 3.6 Menganalisis konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaaul mawaat
KD 4.6 Menyajikan konsep akad, kepemilikan, 'ihyaaul mawaat
Rumusan KD yang tidak tepat terdapat pada nomor ..., seharusnya ....
1, meyakini kebenaran konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaul mawat
2, menghayati konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaulmawat
3, memahami konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaulmawat
4, mengamalkan konsep akad, kepemilikan harta benda, dan ihyaulmawat
1, mengamalkan konsep akad,kepemilikan harta benda, dan ihyaulmawat
Perhatikan rumusan indikator KD 3.1 “Menganalisis jalur dan proses awal masuknya Islam di Indonesia” berikut!
1. Menjelaskan jalur masuknya Islam ke Indonesia
2. Membuat peta awal penyebaran Islam di Indonesia
3. Menjelaskan proses awal masuknya Islam ke Indonesia
4. Menganalisis sebab-sebab Islam masuk ke Indonesia
5. Membandingkan teori masuknya Islam ke Indonesia
6. Mengelompokkan bukti-bukti masuknya Islam di Indonesia sesuai jalurnya
7. Memberi alasan pentingnya menganalisis jalur masuknya Islam di Indonesia
8. Menganalisis beberapa kesenian pada masa awal masuknya Islam di Indoneisa
Rumusan Indikator essensial bermuatan 4C yang sesuai tuntutan kompetensi dasar terdapat pada nomor ....
1 dan 2
3 dan 4
5 dan 6
7 dan 8
8 dan 1
Menurut Piaget, peserta didik usia 12-18 tahun termasuk ke dalam tahap operasional formal yang sudah mampu berpikir secara deduktif dan induktif. Strategi pembelajaran yang kurang tepat digunakan guru pada usia tersebut adalah ....
pembelajaran ekspositori
pembelajaran berbasis masalah
Inquiry
Discovery
Pembelajaran berbasis project
Tawuran antar pelajar seringkali terjadi walaupun berbagai tindakan pencegahaan dan hukuman telah dilakukan. Dari aspek moral, tawuran antar pelajar merupakan cermin dari ketidakmampuan melakukan ....
kontrol diri
penghargaan
pengamanan
penghormatan
perdamaian
Dalam sebuah pembelajaran, tiba-tiba ada seorang siswa menangis tersedu-sedu sehingga guru langsung menyuruh siswa tersebut untuk berhenti menangis. Dari aspek pengelolaan emosi anak, tindakan guru dianggap kurang tepat. Tindakan yang tepat dilakukan guru untuk membantu peserta didik mengelola emosinya adalah ....
meminta siswa tersebut keluar kelas dan melanjutkan menangis di luar kelas agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran
membiarkan siswa tersebut menangis hingga reda, selanjutnya setelah pembelajaran selesai guru berusaha membantu mencari penyebab tangisnya
meminta teman sebangkunya membujuk agar berhenti menangis karena hanya akan mempermalukan diri sendiri
memanggil guru Bimbingan Konseling agar siswa tersebut segera ditangani karena menganggap hal itu bukan tugasnya
memberikan kesempatan untuk tidak mengikuti pembelajaran sampai siswa tersebut siap untuk belajar kembali
Pada suatu kegiatan belajar, siswa memperhatikan materi yang disampaikan guru melalui powerpoint dan media lain yang telah disusun secara rinci dan ketat dengan urutan yang jelas. Pada ahir pembelajaran, siswa mengerjakan tes objektif sebagai penguatan.
Berdasarkan narasi tersebut, guru menerapkan teori belajar ....
Behavioristik
Humanistik
Konstruktivistik
Kognitif
Sosial
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan secara singkat pokok kajian, meminta siswa untuk membahas materi yang dipelajari melalui kegiatan diskusi, lalu mengahiri pembelajaran dengan penilaian proses dan hasil.
Berdasarkan narasi tersebut, guru menerapkan teori belajar ....
Behavioristik
Humanistik
Konstruktivistik
Kognitif
Sosial
Setelah membuka pelajaran, guru mendorong siswa mengemukakan pengetahuan awalnya tentang materi yang dibahas. Selanjutnya siswa mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya tentang konsep tersebut. Berikutnya siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan penginterprestasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru, dan hasilnya dipresentasikan dalam kegiatan diskusi kelas. Guru memberi penguatan.
Narasi tersebut menggambarkan pembelajaran berdasarkan teori ....
Behavioristik
Humanistik
Konstruktivistik
Kognitif
Sosial
Inti belajar adalah mengasimilasikan dan menghubungkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya sehingga motivasi dan pengalaman emosional sangat penting dalam peristiwa belajar. Teori belajar apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk yaitu mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar, secara optimal.
Narasi tersebut menggambarkan penerapan teori belajar ....
Behavioristik
Humanistik
Konstruktivistik
Kognitif
Sosial
Dalam sebuah pembelajaran, guru menampilkan contoh perilaku yang baik dan yang buruk dari tokoh-tokoh yang dikenal oleh siswa dengan harapan siswa dapat meniru/meneladani perilaku baik atau menghindari perilaku buruk dari tokoh tersebut. Guru juga meminta siswa mengamati perilaku orang lain agar lebih mudah mempelajari konsekuansi-konsekuansi dari pengalaman orang lain tersebut.
Narasi tersebut menggambarkan penerapan teori belajar ....
Behavioristik
Humanistik
Konstruktivistik
Kognitif
Sosial
Guru PAI hendak membelajarkan materi tentang “hijrah Rasulullah ke Yatsrib” dari KD “memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Madinah”. Rumusan IPK yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis berkaitan dengan KD tersebut adalah ....
menganalisis pengertian hijrah
memahami sebab-sebab Rasulullah hijrah ke Yatsrib
menganalisis dipilihnya Yatsrib sebagai kota tujuan hijrah Rasulullah
menjelaskan prosesi hijrah Rasulullah ke Yatsrib
menganalisis usaha-usaha Rasulullah dalam memajukan kota Yatsrib
Guru PAI hendak membelajarkan materi tentang “hijrah Rasulullah ke Yatsrib” dan menghendaki agar siswa mampu menemukan jawaban dari berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pokok bahasan seperti; mengapa Yatsrib menjadi tujuan hijrah Rasulullah, bagaimana prosesi hijrah itu, bagaimana reaksi kaum kafir Quraisy terhadap hijrah Rasulullah dan mengapa mereka bereaksi seperti itu, bagaimana respon masyarakat Yatsrib terhadap hijrah Rasulullah?
Model pembelajaran yang tepat digunakan guru adalah ....
pembelajaran ekspositori
pembelajaran berbasis masalah
Inquiry
Discovery
Pembelajaran berbasis project
Guru PAI hendak membelajarkan materi pokok “pertumbuhan ilmu pengetahuan masa Abbasiyah” . Metode pembelajaran yang tepat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa adalah ....
Mind Mapping
Drill
Snowballing
The Power Of Two
Ceramah
Guru PAI hendak membelajarkan materi pokok “tata krama, sopan santun, dan rasa malu”. Strategi yang tepat agar siswa dapat kemampuan berfikir inovatif adalah ....
siswa menyusun naskah skenario sosio drama tentang tata krama, sopan santun, rasa malu di bawah bimbingan guru
siswa melakukan wawancara dengan masyarakat tentang manfaat bertatakrama, sopan santun dan memiliki rasa malu dalam pergaulan
siswa berdiskusi dalam kelompok membahas tata memiliki sikap tata krama, sopan santun, dan rasa malu
siswa membuat peta konsep tentang pengertian, dalil, dan cara menerapkan tata krama, sopan santuan dan rasa malu dalam pergaulan
siswa mengkaji lebih dalam terkait pokok bahasan dengan menggali dari berbagai sumber yang relevan
Pada masa pandemi Guru PAI membelajarkan materi waris melalui Google Meet. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menayangkan PPt. berisi konsep waris, dasar hukum waris, sebab-sebab mewarisi, dan hikmah penerapan waris sesuai syariah. Langkah selanjutnya guru memanfaatkan aplikasi KALKULATOR WARIS yang didownload melalui Playstore untuk menghitung pembagian warisan. Di akhir pembelajaran guru memberi tugas menghitung bagian waris dan hasilnya dikirim melalui link Google Form.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru ....
belum sepenuhnya berorientasi pada pendekatan TPACK karena aplikasi yang digunakan bukan karya guru sendiri
sudah sepenuhnya berorientasi pada pendekatan TPACK karena memanfaatkan berbagai teknologi yang tersedia
belum sepenuhnya berorientasi pada pendekatan TPACK karena masih terdapat langkah pembelajaran yang tidak tepat
sudah sepenuhnya berorientasi pada pendekatan TPACK karena dapat membuat peserta didik terlibat langsung dalam pembelajaran
belum sepenuhnya berorientasi pada pendekatan TPACK karena pembelajaran masih berfokus pada konten, bukan pada proses
Pesatnya kemajuan teknologi informasi berkonsekuensi pada perubahan cara pandang dan cara kerja di berbagai sektor, termasuk dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Pernyataan berikut yang tidak termasuk karakteristik guru abad 21 dari aspek teknologi informasi adalah ....
memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif
memfasilitasi siswa untuk dapat memanfaatkan sumber belajar yang beragam
mempertinggi minat baca agar mampu mentrasformasikan diri dalam era pedagogi
menuangkan dan menyebarkan gagasan- gagasan inovatif melalui media media online
menerapkan model pembelajaran yang menggunakan pola hibrida (hybrid learning)
Perhatian sub-sub materi tentang zakat berikut!
(1) Pengertian zakat
(2) Dasar hukum zakat
(3) Macam-macam zakat
(4) Syarat dan rukun zakat
(5) Mustahiq zakat
(6) Tata cara berzakat
(7) Hikmah zakat
Susunan materi ajar yang sesuai dengan struktur pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif adalah ....
(4), (3), (6), (7)
(3), (2), (4), (1)
(2), (5), (7), (6)
(1), (2), (3), (4)
(5), (2), (7), (4)
Pembelajaran abad 21 menuntut keterampilan berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, komunikasi dan kolaborasi, kreativitas dan inovasi, serta literasi media informasi, komunikasi, dan teknologi.
Keterampilan tersebut dapat dicapai dengan penerapan pendekatan pembelajaran yang sesuai dari sisi penguasaan materi dan ketrampilan. Dengan demikian pendekatan pembelajaran yang tidak disarankan adalah ....
pembelajaran ekspositori
pembelajaran berbasis masalah
Inquiry
Discovery
Pembelajaran berbasis project
Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan kepada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi komunikasi, dan berkolaborasi. Pencapaian ketrampilan tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dari sisi penguasaan materi dan ketrampilan.
Berikut adalah langkah-langkah penentuan strategi pembelajaran yang tepat sesuai tuntutan K-13 dan perkembangan abad 21, kecuali ....
mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran pada level HOTS
penguatan 5 nilai karakter utama yaitu religius, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, dan integritas
penguasaan teknologi komunikasi dan informasi oleh guru guna mengembangkan proses dan hasil pembelajaran
mengembangkan proses pembelajaran satu arah agar lebih efektif dan efisien guna memudahkan pencapaian tujuan
menghubungkan siswa dengan masalah yang dihadapai dan yang dijumpai dalam kehidupam sehari-hari
Perhatikan rumusan KD dan Indikator berikut!
KD 3.1 memahami Q.S. al-Furqan/25: 63, Q.S. al-Isra’/17: 26-27 dan Hadis terkait tentang rendah hati, hemat, dan hidup sederhana
3.1.1 Menjelaskan makna mufradat QS al-Furqan:63, Al-Isra: 26-2, dan hadits tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana
3.1.2 Menjelaskan makna kandungan QS al-Furqan:63, Al-Isra: 26-2, dan hadits tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana
3.1.3 Menganalisis keterkaitan makna kandungan QS al-Furqan:63, Al-Isra: 26-2, dan hadits tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana
KD 4.1 menyajikan keterkaitan rendah hati, hemat, dan hidup sederhana dengan pesan Q.S. al-Furqan/25: 63, Q.S. al-Isra’/17: 26-27
4.1.1 Membuat peta konsep keterkaitan rendah hati, hemat, dan hidup sederhana sesuai pesan Q.S. al-Furqan/25: 63, Q.S. al-Isra’/17: 26-27
4.1.2 Mempresentasikan peta konsep keterkaitan rendah hati, hemat, dan hidup sederhana sesuai pesan Q.S. al-Furqan/25: 63, Q.S. al-Isra’/17: 26-27
Pilihan sumber belajar konvensional dan berbasis IT yang relevan dimanfaatkan untuk mencapai IPK tersebut adalah ....
buku teks PAI, dan lembar peraga
penjelasan guru, dan internet
Al-Qur’an dan Terjemahnya, dan LKS
CD, dan Internet
buku teks PAI, dan handout
Pada satu sesi pembelajaran, guru PAI menginginkan adanya kesamaan pendapat dalam satu kelas pada permasalahan yang didiskusikan. Model pembelajaran yang tepat digunakan guru adalah ....
picture and picture
jigsaw
example non example
snowballing
The Power Of Two
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Memelihara perkembangan peserta didik yang terfokus pada intelektual, emosional, sosial, fisik, kreatifitas atau intuitif, estetika dan spiritual
(2) Menciptakan hubungan yang terbuka dan kolaboratif antara pendidik dan peserta didik
(3) Mendorong keinginan untuk memperoleh makna dan pemahaman agar dapat menjadi bagian dari dunia
(4) Memberdayakan peserta didik untuk berpikir secara kritis dalam konteks kehidupan mereka
Pernyataan di atas merupakan ciri-ciri pembelajaran ....
tuntas
kooperatif
kontekstual
futuristik
holistik
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Berbasis android
(2) konstruktivisme
(3) micro learning
(4) menyelidiki
(5) pemodelan
(6) Otomatis
(7) Blended
(8) penilaian autentik
Dari 8 poin tersebut dapat dijelaskan bahwa ....
(1), (2), (4), dan (7) adalah konsep pembelajaran kontekstual
(1), (3), (4), dan (6) adalah konsep pembelajaran futuristik
(2), (4), (5), dan (7) adalah konsep pembelajaran kontekstual
(1), (3), (6), dan (7) adalah konsep pembelajaram futuristik
(3), (4), (5), dan (8) adalah konsep pembelajaran kontekstual
Guna mengefektifkan pembelajaran, seorang guru PAI kelas VIII mengharuskan peserta didik mengirimkan hasil kerjanya melalui platform WhatsApp karena ternyata setiap peserta didik sudah memiliki HP android.
Menurut Saudara, yang dilakukan guru tersebut ....
sudah tepat karena setiap peserta didiknya memiliki HP android
kurang tepat karena siswa SMP belum mampu mengoperasionalkan WhatsApp
sudah tepat karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan teknologi
kurang tepat karena ada platform lain yang penggunaannya jauh lebih efektif dan efisien
sudah tepat karena aplikasi WhatsApp berbiaya murah dan tidak memberatkan siswa
Langkah awal rangkaian kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah mengamati. Kegiatan yang termasuk ke dalam mengamati adalah ....
merenung, memikirkan, mendengarkan paparan
menyimak, mengklarifikasi, berdiskusi, menyatakan
membaca, menyimak, mendengarkan penjelasan
mendengarkan, mengklarifikasi, menganalisis data
melihat, merespon, menyajikan, menyampaikan
Dalam pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik, menanya merupakan rangkian kegiatan pembelajaran yang sangat penting. Cara yang tepat perlu dilakukan guru agar muncul keberanian siswa untuk bertanya adalah ....
memberi kesempatan siswa bertanya dengan menulis pertanyaan pada kartu tanya yang telah disediakan guru
memfokuskan pada siswa tertentu untuk menanya
sesekali guru menyampaikan penjelasan yang tidak tepat sehingga siswa memberi bantahan/sangkalan
membuat kelompok-kelompok diskusi
memberi reward bagi yang mau bertanya
Berikut yang termasuk kegiatan "mengasosiasi" dalam langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah ....
mengolah informasi yang sudah dikumpulkan
melakukan wawancara dengan sumber
menyampaikan pendapat dalam diskusi kelas
membaca sumber-sumber lain
menyampaikan hasil pengamatan
TPACK merupakan sebuah kerangka kerja yang mendesain model pembelajaran baru yang menggabungkan beberapa aspek utama, yaitu ….
Metodologi, didaktik dan desain pembelajaran
Strategi pembelajaran dan hasil belajar
Teknologi, pedagogi, dan materi pengetahuan (ontologis)
Stimulus dan respon
Proses dan tujuan akhir Pendidikan
Perhatikan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru berikut!
1. Memberi tes awal agar dapat diperoleh skor awal tiap peserta didik
2. Membentuk beberapa kelompok beranggota 4-5 orang secara beragam
3. Menyampaikan tujuan, materi pembelajaran dan memotivasi peserta didik
4. Memberi tugas kelompok dan mendorong peserta didik bekerja dalam kelompok
5. Memberi tes secara individu dan melarang bekerja sama
6. Meminta tiap peserta didik membandingkan hasil tes awal dan tes ahir
7. Meminta setiap kelompok menjumlah skor kelompok dan dibagi jumlah anggota kelompok.
8. Memberi penghargaan kepada kelompok yang memperoleh skor tertinggi.
Langkah-langkah di atas menggambarkan contoh penggunaan model pembelajaran ....
STAD
think pair share
artikulasi
snowballing
jigsaw
Penilaian pembelajaran adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, yang bukan merupakan ciri penilaian pembelajaran adalah ....
alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional
penilaian dilakukan secara tidak langsung
menggunakan ukuran kuantitatif
menggunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap
bersifat relativ
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu satu fungsi evaluasi formatif, yaitu ....
menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu
memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran
memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat sesuai tingkat kemampuan peserta didik
memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan
Perhatikan data hasil belajar siswa berikut!
Data pada tabel di atas adalah penilaian aspek ... dengan menggunakan teknik ....
pengetahuan, observasi
sikap sosial, penilaian diri
sikap spiritual, observasi
keterampilan, tes kinerja
sikap sosial, pengamatan
Perhatikan contoh soal berikut!
Pada zaman Jahiliyah telah dikenal bebarapa praktik perkawinan yang merupakan warisan turun temurun dari perkawinan Romawi dan Persia seperti perkawinan khidn, nikah badl, nikah istibdha, nikah Raht (urunan), nikah baghaaya. Islam hadir menghapus semua bentuk pernikahan tersebut karena ....
a. hanya menguntungkan pihak laki-laki
b. hanya menguntungkan pihak perempuan
c. tidak sejalan dengan naluriah dan kehormatan manusia
d. pernikahan dalam Islam hanya sekali seumur hidup
e. Islam menentang pernikahan di bawah umur
Soal di atas termasuk katagori ... karena .....
HOTS, menggunakan stimulus yang kontekstual dan menuntut peserta untuk berpikir kritis dan sistematis
LOTS, menggunakan stimulus kontekstual tetapi tidak menuntut peserta berfikir kritis sistematis
HOTS, menggunakan stimulus untuk mengukur pengetahuan faktual, konsep, dan procedural
LOTS, soal menggunakan stimulus yang tidak kontekstual walaupun sesuai dengan dunia nyata
HOTS, menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tertentu untuk menyelesaikan masalah kontekstual
Perhatikan soal berikut!
Pada tahun ke-13 kenabian, Rasulullah ahirnya hijrah ke Yatsrib setelah sebelumnya pernah melakukan safari dakwah ke Thaif. Ditinjau dari aspek politis, pilihan hijrah Rasulullah ke Yatsrib itu tepat karena ....
a. Rasulullah dan kaum muslimin sudah tidak tahan lagi menghadapi siksaan dari kaum kafir quraisy
b. Yatsrib tidak dapat ditembus oleh musuh kecuali melalui jalur darat yang biasa dipakai sebagai jalur perdagangan
c. Yatsrib adalah daerah agraris yang menghasilkan berbagai komoditi unggulan dan utama bagi masyarakat Hijâz
d. sebagian masyarakat Yatsrib sudah mengenal dakwah Islam sehingga mudah bagi Rasulullah untuk melaksanakan dakwahnya.
e. Kedua orangtua Rasulullah meninggal dimakamkan di Yatsrib sehingga memudahkan bagi Rasulullah untuk menziarahi kuburnya.
Soal di atas soal HOTS yang mengukur ranah kognitif tingkat ....
memahami (C2)
aplikasi (C3)
analisis (C4)
evaluasi (C5)
mengkreasi (C6)
Untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya dan memiliki daya keajegan yang tinggi maka diperlukan uji …
Validitas
Reliabilitas
Emperical
Prediktif
Konkuren
Pemberian skor untuk Tes bentuk jawaban singkat dan menjodohkan pada umumnya tidak memperhitungkan sangsi berupa denda, dan menggunakan rumus S = R. Data hasil Tes bentuk jawaban singkat dengan jumlah soal sebanyak 50 butir. Banyaknya jawaban yang benar ada 30. Maka skor yang dicapai adalah .…
20
30
40
50
60
Tabel di atas adalah jenis penilaian ....
sikap spiritual
sikap sosial
kepribadian
pengetahuan
kinerja
Program remedial adalah aktifitas pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar guna menuntaskan belajar sesuai waktu yang telah ditentukan. Salah satu prinsip yang harus diterapkan dalam menyelenggarakan program remedial adalah adaptif, yang artinya ....
pendidik untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan memonitoring kemajuan belajarnya
menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik
memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing
dilakukan berkesinambungan dengan proses pembelajaran dan pendidik harus selalu menyediakan program remedial sesuai dengan kebutuhan
informasi kemajuan belajar peserta didik diberikan sesegera mungkin untuk menghindari kesalahan belajar yang berlarut-larut
Guru PAI menetapkan KKM suatu KD dengan nilai 75. Hasil penilaian diperoleh skor:
Ahmad 77
Basyar 40
Cantika 85
Dara 55
Skor Basyar dan Dara belum mencapai KKM sehingga harus ikut remedial. Dari remedial diketahui Basyar memperoleh skor 90 dan Dara memperoleh nilai 80. Untuk memenuhi unsur keadilan, maka guru menempuh cara:
Nilai yang digunakan Basyar dan Dara adalah nilai hasil remedial
Nilai Basyar dan Dara adalah jumlah nilai awal ditambah nilai hasil remedial dibagi 2
Basyar dan Dara menggunakan nilai hasil remedial, nilai Ahmad dan Cantika masing-masing ditambah 3 poin
Basyar dan Dara menggunakan nilai hasil remedial dengan masing-masing dikurangi 5 poin
Basyar dan Dara menggunakan nilai hasil remedial, Ahmad dan Cantika diberi ikut pengayaan untuk meningkatkan perolehan nilai
Alasan atau rasional mengapa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) disarankan sebagai kegiatan pengembangan profesi guru, karena ....
PTK adalah penelitian yang melibatkan kelas
Metodologi PTK sangat cocok dengan tugas-tugas keseharian guru
PTK dilakukan guru untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses pembelajaran
PTK berciri khas kolaboratif yang dapat melibatkan teman sejawat
Tindakan dan observasi dalam PTK tidak mengganggu kegiatan mengajar guru
Berikut ini yang termasuk masalah dalam lingkup PTK adalah ….
Kurangnya perhatian orang tua terhadap kebutuhan belajar anak
Minat dan aktivitas siswa dalam belajar PAI rendah
Kurangnya buku-buku dan fasilitas pembelajaran
Dana pendidikan yang tidak mencukupi
Nilai Ujian Semester yang tetap rendah dari tahun ke tahun
Bentuk intervensi tindakan dari judul PTK “Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran PAI” adalah ....
Kreativitas siswa
Kemampuan pemecahan masalah
Mata pelajaran PAI
Model Problem Based Learning
Penerapan pembelajaran
Tahapan penelitian berikut ini yang merupakan prosedur PTK adalah ….
Observasi – Tindakan – Analisis - Reflektif
Penetapan fokus masalah – Perencanaan – Tindakan - Observasi - Refleksi
Perencanaan – Refleksi – Observasi - Tindakan
Perencanaan – Observasi – Pelaksanaan – Refleksi
Identifikasi masalah – perumusan masalah- pengembangan intervensi
Langkah-langkah penyusunan proposal PTK yang tepat adalah ....
(1) menentukan judul penelitian, (2) menyusun latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, (3) menentukan teori pendukung, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan, (4) menentukan metode penelitian, dan (5) menyusun instrumen penelitian
(1) menentukan judul penelitian, (2) menyusun latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rumusan masalah, , (3) menentukan teori pendukung, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan, (4) menentukan metode penelitian, dan (5) menyusun instrumen penelitian
(1) mengidentifikasi masalah, (2) menentukan judul penelitian, (3) menyusun latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rumusan masalah, (4) menentukan teori pendukung, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan, dan (5) menentukan metode penelitian
(1) mengidentifikasi masalah, (2) menentukan judul penelitian, (3) menyusun latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, (4) menentukan teori pendukung, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan, dan (5) menentukan metode penelitian
(1) menentukan judul penelitian, (2) menyusun latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, (3) menentukan teori pendukung, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan, (4) menyusun instrumen penelitian, dan (5) menentukan metode penelitian
Berikut ini adalah teknik pengumpul data yang biasa digunakan dalam PTK, kecuali ....
Kuesioner
Tes
Biografi
Observasi
Wawancara
Jika salah satu indikator keberhasilan siklus adalah pemahaman konsep yang mengacu pada nilai KKM = 70, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah ....
pemahaman konsep pada siklus III sudah efektif karena sudah melewati ambang nilai KKM
pemahaman konsep pada siklus II sudah efektif karena sudah meningkat dari siklus I
pemahaman konsep pada siklus III sudah efektif karena sudah semakin banyak siswa yang mendapat nilai yang lebih baik
pemahaman konsep pada siklus I sudah dapat dianggap efektif
pemahaman konsep pada siklus III sudah efektif sehingga dapat diteruskan ke siklus berikutnya
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber,
(2) Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan,
(3) Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis, (4) Mendorong pembaca menarik kesimpulan seperti yang dikehendaki penulis,
(5) Memperoleh kepuasan intelektual,
(6) Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Berdasarkan pernyataan di atas, manfaat penyusunan karya tulis ilmiah bagi penulis adalah ....
(4)-(2)-(6)-(1)
(5)-(3)-(2)-(4)
(6)-(1)-(4)-(3)
(1)-(5)-(2)-(6)
(2)-(4)-(5)-(1)
Ada 5 ragam bentuk karya tulis ilmiah (KTI). KTI yang tidak membatasi penulis untuk mengemukakan ide dan gagasannya tanpa dibatasi jumlah halamannya adalah ....
makalah
artikel
buku akademik
laporan penelitian
review buku
Bu Rini membelajarkan pembiasaan bijaksana dengan membimbing peserta didik untuk menyusun cerita yang bertema dampak positif perilaku bijaksana. Kemudian mereka, secara kelompok mendiskusikannya.
Deskripsi tersebut menggambarkan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21, yaitu ...
Discovery Learning
Project Based Learning
Problem Based Learning
Inquiry Leaning
Contextual Teaching and Learning
1. Pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang disusun sedekimian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
Yang tidak termasuk dalam siklus kegiatan reflektif pembelajaran adalah …
Melaksanakan pembelajaran
Melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan
Tindak lanjut
Kegiatan Menyusun perencanaan
Membaca buku teks
Bapak Ahdan merupakan seorang karyawan BUMN dengan penerimaan tiap bulannya adalah 12.940.000,- dan pengeluaran tiap bulannya adalah 6.000.000,- sehingga penghasilan netto tiap bulannya adalah Rp. 6.940.000,-. Hasil netto Rp. 6.940.000,- ini bila dikalikan 12 bulan, maka totalnya adalah = Rp. 83.280.000,-. Dengan demikian, zakat profesi Bapak Ahdan tiap bulannya adalah sebesar:
Rp. 183.500,-
Rp. 2.082.000,-
Rp. 173.500,-
Rp. 180.000,-
Rp. 175.500,-
Pendistribusian zakat untuk mustahiq potensial dapat diberikan dengan cara melihat potensinya. Bapak Bakar yang pandai berdagang dapat diberikan dengan bentuk pemberian modal dagang. Sementara bagi Si Fasa yang masih muda dan yang cemerlang otaknya, maka zakat dapat diberikan dalam bentuk beasiswa. Dari sistem pemberian zakat kepada Bapak Bakar dan Si Fasa ini, maka bentuk dan macam pemberian zakat disebut:
Keduanya Produktif kreatif
Keduanya konsumtif tradisional
Produktif kreatif dan konsumtif kreatif
Keduanya konsumtif kreatif
Produktif konsumtif dan konsumtif tradisional
Dadu merupakan seorang pemuda yang sudah dewasa dan berpenghasilan tetap. Dadu juga sudah memiliki seorang calon isteri. Meski belum sah menjadi isterinya, tapi Dadu telah membawa ke mana-mana calon isterinya sehingga peluang melakukan perbuatan zina sering terbuka lebar. Sampai detik ini Dadu belum terjerumus ke perbuatan zina, tapi tetap tidak ada jaminan dia tidak akan melakukannya. Karena itu, hukum nikah bagi Dadu ini adalah:
Sunnah
Wajib
Mubah
Haram
Makruh
Arlal termasuk seorang laki-laki yang bernafsu seksual tinggi. Karena nafsu seksualnya yang tinggi ini dia merasa tidak cukup dengan satu isteri. Walhasil, dia menikah lagi. Hanya saja, dia tidak pernah berfikir tentang beban ekonomi berkeluarga dua. Arlal juga tidak menduga akan sulitnya berlaku adil terhadap dua isteri dan anak-anaknya. Akibatnya, bukan saja nafsu seksualnya yang melemah, tetapi dia pun sering pusing, vertigo, dan uring-uringan. Dari kasus Arlal ini membuktikan bahwa:
Persyaratan berpoligami bersifat tunggal
Persyaratan berpoligami tidak kompleks
Persyaratan berpoligami sederhana
Persyaratan berpoligami bukan tunggal
Persyaratan berpoligami nafsu yang tinggi
Laka meminjam uang ke suatu bank untuk tambah modal usaha. Bank itu menetapkan suku bunganya 5% tiap tahunnya. Dari sistemnya dapat disimpulkan bahwa Laka meminjam ke bank:
Islam
negeri
swasta
konvensional
rentenir
Kalir terpaksa meminjam ke bank seratus juta untuk tambahan biaya operasi ibunya dengan agunan sertifikat tanahnya. Karena sampai jatuh temponya Kalir tidak pernah menyicilnya, maka bunga bank itu menjadi berbunga-bunga. Dalam perspektif beberapa ulama, adanya prinsip keterpaksaan (dharurat) yang dialami Kalir ini membolehkannya untuk berhubungan dengan sistem bunga bank. Dengan demikian, sistem bunga bank itu dalam keadaan dharurat dipandang sebagai riba nasiah yang tidak mutlak keharamannya. Akan tetapi, Yusuf Qardhawi memandang tidak adanya prinsip dharurat dalam sistem bunga bank. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa Yusuf Qardhawi memandang sistem bunga bank sebagai:
riba nasiah yang dapat dibenarkan
riba nasiah yang mutlak keharamannya
riba nasiah yang dihalalkan
riba nasiah yang mutlak keharamannya
bukan riba yang dihalalkan
Gaji dan honor dewasa ini dibayarkan melalui bank sehingga mau tidak mau seorang pegawai harus memiliki rekening bank. Karena dipandang lebih mudah berhubungan dengan bank konvensional, maka rekening bank yang diwajibkan adalah bank konvensional. Menurut Abu Zahrah, berhubungan dengan sistem bunga bank itu dibolehkan dalam kondisi darurat. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan prinsip darurat pandangan Abu Zahrah tentang fee untuk bank adalah:
haram
wajib
boleh
halal
makruh
Khalifah merupakan orang yang dibaiat oleh umat untuk menjadi pemimpin umat. Selaku pemimpin, khalifah berkewajiban mewujudkan prinsip-prinsip pensyariatan syariat. Apalagi, tujuan disyariatkannya syariat itu merupakan hak-hak umat. Karenanya, khalifah berkewajiban mewujudkan cita-cita syariat yang juga merupakan hak umat, di antaranya:
memelihara jiwa dan infak umat
memelihara jiwa dan harta umat
memelihara jiwa dan ibadah umat
memelihara jiwa dan zakat umat
memelihara jiwa dan sedekah umat
Akibat memerangi nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab yang dikenal dengan Perang Yamamah, sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur’an banyak yang mati syahid. Berawal dari usul sahabat Umar r.a., Khalifah Abu Bakar r.a. memutuskan untuk mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an menjadi satu. Pengumpulan Al-Qur’an ini bukan saja terkoleksinya ayat-ayat Al-Qur’an secara orisinil sampai kapanpun, tetapi juga menginspirasi lahirnya strategi dakwah, yaitu dakwah:
bil lisan
bil kitabah
bil hal
bil uswah
bil jama’ah
Selaku khalifah yang berpusat di Madinah, Umar bin Khaththab r.a. mengangkat sahabat-sahabat pilihan sebagai gubernur-gubernur daerah-daerah yang telah dikuasai Islam. Mereka diperintah untuk membangun pusat-pusat pemerintahan di daerah, pusat-pusat kegiatan perekonomian, dan membangun infrastruktur-infrastruktur, seperti pembangunan jalan raya, irigasi, bendungan, masjid dan benteng. Hasilnya, terciptalah perkotaan-perkotaan di daerah dengan:
mengangkat derajat putra daerah
mengangkat harkat dan martabat putra daerah
mengangkat gubernur dari putra daerah
mengangkat pegawai-pegawai putra daerah
mengangkat rakyat daerah eksodus ke Madinah
Khalifah Ali bin Abi Thalib dipandang sebagai orang yang pertama menggagas ilmu nahwu. Namun, Khalifah Ali bukan yang pertama kali merumuskan pokok-pokok ilmu nahwu, melainkan memerintahkan Abu al-Aswad al-Duali untuk mengarang pokok-pokok Ilmu Nahwu (Qawaid Nahwiyah). Latar belakang penyusunan ilmu nahwu ini adalah dikarenakan wilayah Islam telah mencapai Sungai Efrat, Tigris, dan Amu Dariyah, bahkan sampai ke Indus dan banyak umat yang salah membaca:
Sumber-sumber kekuasaan Islam
Sumber-sumber ajaran Madinah
Sumber-sumber ajaran Islam
Sumber-sumber ajaran salafiah
Sumber-sumber ajaran ahlus sunnah
Sistem pemerintahan yang diterapkan Bani Umayyah adalah sistem monarkhi (Monarchiheridetis), yang mana suksesi kepemimpinan dilakukan secara turun-temurun. Semenjak Muawiyah berkuasa, raja-raja Umayyah yang berkuasa kelak menunjuk penggantinya dan para pemuka agama diwajibkan menyatakan sumpah setia di hadapan raja. Sistem pengangkatan penguasa seperti ini, bertentangan dengan prinsip dasar dan ajaran permusyawaratan. Sistem ini merupakan bentuk kedua dari sistem pemerintahan yang pernah dipraktikkan umat Islam sebelumnya, yakni musyawarah, dimana sepeninggal Nabi Muhammad saw, khulafur rasyidin dipilih sebagai pemimpin berdasarkan musyawarah. Akan tetapi, Muawiyah mempunyai alasan untuk menerapkan sistem monarkhi, yaitu:
Terlalu luas wilayahnya
Terlalu banyak suku bangsanya
Umat lebih memilih sistem monarkhi
Sistem musyawarah dan demokrasi terlalu mahal biayanya
Umat belum siap dengan sistem musyawarah dan demokrasi
Pada masa Bani Umayyah terdapat empat organisasi tata usaha, yaitu Ad-Dawawin, Al-Imarah Ala Al-Buldan, Barid, dan Syurthah. Di antara empat organisasi tata usaha ini ada yang mengelola wilayah-wilayah kekuasaan Islam dengan komando gubernur jendral yang bertangung jawab secara langsung kepada khalifah. Sistem ini dikenal dengan istilah:
Ad-Dawawin
Al-Imarah Ala Al-Buldan
Barid
Syurthah
Ad-Dawawin wa Al-Imarah Ala Al-Buldan
Perkembangan dakwah pada masa Dinasti Abbasiyah bukan hanya dengan cara tabligh bil lisan, tetapi dakwah bil ‘ilmi wa al-kitabah. Di era mereka bermunculan karya-karya monomental, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, filsafat dan ilmu pengetahuan, dengan para ulamanya yang berkaliber lintas-abad hingga sekarang. Model dakwah dan bermunculannya para ulama di berbagai bidang di masa Dinasti Abbasiyah ini tidak terlepas dari status non-Arab (‘ajami) mereka, yang 180 derajat berbeda dengan status Arabnya Dinasti Umayyah. Mereka (Dinasti Abbasiyah) merupakan orang-orang non-Arab yang mempunyai karakter:
Mencintai syair dan sastra
Mencintai filsafat dan ilmu pengetahuan
Mencintai bahasa Arab
Mencintai ulama
Mencintai fikih dan ibadah
Dinasti Abbasiyah mewarisi wilayah kekuasaan Bani Umayyah, meski diwarisi melalui proses peperangan. Boleh dikata, Dinasti Abbas tidak melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam. Bahkan, tidak semua wilayah yang dikuasai Bani Umayyah dapat dikuasai Dinasti Abbasiyah. Andalusia adalah wilayah kekuasaan Bani Umayyah yang tidak dapat dikuasai oleh Bani Abbas. Dengan demikian, Dinasti Abbasiyah tidak melakukan gerakan dakwah yang pernah dilakukan Khulafaur Rasyidin, yaitu melalui:
Perluasan keilmuan Islam
Perluasan wilayah Islam
Perluasan keamanan Islam
Perluasan harakah dakwah Islamiyah
Perluasan wilayah perdagangan
Terdapat beberapa teori yang mengungkap masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara, yaitu: teori Gujarat (India), teori Mekkah, teori Persia, dan teori China. Adapun masuknya Islam ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu: · Jalur Utara, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Damaskus à Bagdad à Gujarat (pantai Barat India) à Srilanka à Indonesia. · Jalur Selatan, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Yaman à Gujarat (pantai barat India) à Srilanka à Indonesia. Atas dasar adanya dua jalur masuknya Islam ke Nusantara ini, maka teori apa pun yang digunakan bahwa Islam di Nusantara berasal dari:
Gujarat
Persia
China
Srilanka
Arab
Taufik Abdullah menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia sejak abad 1 H atau abad ke-7 atau 8 M, tetapi Islam pada waktu itu baru dianut oleh para pedagang Timur Tengah di pelabuhan-pelabuhan. Menurut Taufik Abdullah, Islam barulah masuk secara besar-besaran dan mempunyai kekuatan politik pada abad ke-13 dengan berdirinya kerajaan Samudra Pasai. Di Pulau Jawa perkembangan Islam benar-benar massif setelah didirikannya Kerajaan Islam Demak. Selanjutnya, kerajaan-kerajaan Islam di seluruh wilayah Nusantara bersatu padu dengan para ulama (wali) menjadi pusat penggerak dakwah Islam di Nusantara. Karena itu, strategi Dakwah Islamiyah di Nusantara tidak bisa mengabaikan:
Peran ulama
Peran negara
Peran orang politik
Peran Dakwah
Peran para wali
Gerakan dakwah di Indonesia awal mulanya dilakukan oleh para wali (Waliyyullah). Di Pulau Jawa, para wali yang berjasa sangat besar dalam gerakan dakwah ini dikenal dengan istilah Wali Songo. Masing-masing Wali Songo memiliki strategi dan metode dakwah yang berbeda-beda, tapi tidak saling bertentangan. Di antara strategi dakwah yang tetap eksis hingga sekarang, meski semakin tidak populer, adalah strategi melalui kesenian pewayangan. Di Jawa Timur dikembangkan pewayangan Wayang Kulit, di Jawa Tengah Wayang Wong (Orang), dan di Jawa Barat Wayang Golek. Ketiga jenis wayang ini berbasis suatu falsafah dakwah yang sangat mendalam mengenai mana yang kulit (wayang kulit), mana yang isi/substansi (wayang wong), dan mana yang dicari (wayang golek). Karena itu, dilihat dari strategi dan metode dakwah, ketiga jenis wayang itu menggambarkan tentang:
pembedaan dakwah
pengidentifikasian dakwah
pengelompokan dakwah
Penahapan dakwah
Penggolongan dakwah
Umat Islam Indonesi harus bangga dan bersyukur dikarenakan perkembangan dan eksistensi Islam di Afrika Selatan tidak terlepas dari peran dua ulama Indonesia, yakni Syekh Yusuf al-Maqassari dan Imam Abdullah Kadi Abdussalam, yang lebih dikenal dengan julukan Tuan Guru. Tuan Guru merupakan orang kedua setelah Syekh Yusuf yang menyebarkan Islam di Afrika Selatan. Keduanya bernasib sama, dibuang Belanda ke Afrika Selatan. Meski sebagai buangan, keduanya tetap menjalankan misi dakwahnya. Bahkan, Tuan Guru—yang dibuang ke Afrika Selatan pada 6 April 1780 karena melawan Belanda bersama Pangeran Tidore dari Kepulauan Ternate dan tiga orang rekan Tuan Guru: Abdul Rauf, Badroedin, dan Nur Al-Iman—merupakan pendiri masjid pertama yang dibangun di Cape Town Afrika Selatan pada tahun 1794. Masjid ini tetap eksis hingga sekarang. Masjid ini diberi nama:
Masjid Awwal
Masjid Awal
Masjid Auwal
Masjid Awwali
Masjid Aulawi
Asal usul keberadaan Islam di Amerika Serikat tidak ada teori yang tegas menyatakannya. Di antara teori mengenai kedatangan Islam ke Amerika adalah sejarah perdagangan budak di Amerika Serikat. Disebutkan bahwa Tahun 1530 M budak-budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan, lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Sekitar 30 persen budak dari Afrika itu beragama Islam. Walhasil, pemeluk Islam di kawasan Amerika didominasi orang-orang yang berkulit hitam “black moslem.” Selain mereka adalah para imigran dari negara-negara Islam, seperti Libanon, Siria, Irak, Pakistan dan sebagainya. Kenyataan historis ini bukan saja sangat berpengaruh terhadap sikap orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam (Negro), tetapi juga terhadap Islam. Berabad-abad orang kulit putih Amerika memandang Islam sebagai agama para budak (orang-orang berkulit hitam/Negro) dan berstatus:
Imigran
Perbudakan
Kemunduran
Rendahan
Tidak beradab
Setelah usai Perang Dunia II negara-negara Eropa membutuhkan tenaga-tenaga murah untuk membangun perekonomian mereka. Dalam rangka itu, mereka mendatangkan buruh-buruh muslim dari negara-negara Islam ke Eropa. Setelah berada di Eropa, para buruh muslim dari berbagai negara Islam ini bukan saja bersatu untuk mengamalkan ajaran Islam, tetapi mereka juga bergerak untuk pengembangan Isam. Watak Islam yang rasional dan ilmiah, didukung dengan sikap umat yang terbuka dan fleksibel, mendorong orang-orang Eropa itu secara perlahan:
memeluk Islam
mengutuk Islam
memusuhi Islam
anti Islam
Bersimpati kepada Islam
Masuknya Islam ke Australia tidak dibawa oleh dai-dai professional dan para pedagang seperti di Indonesia. Meski belum ada bukti suku Aborigin, suku asli Australia, memeluk Islam, tetapi kita patut bersyukur karena masuknya Islam ke Australia pertama kalinya dibawa oleh:
buruh imigran dari Turki
para penunggang onta dari Pakistan
para penunggang onta dari Afganistan
para buruh dari Libanon
pelaut Makassar
Ibn Miskawaih mendefinisikan Akhlak sebagai keadaan jiwa yang mendorong untuk melakukan sesuatu perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Berdasar definisi ini berarti:
Setiap perbuatan baik termasuk Akhlak
Akhlak sama dengan perbuatan baik
Setiap perbuatan baik belum tentu termasuk Akhlak
Tidak ada hubungan sama sekali antara Akhlak dan perbuatan baik
Perbuatan baik pasti mendapatkan pahala, tapi Akhlak belum tentu mendapatkan pahala
Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah di suatu peperangan tidak jadi membunuh musuhnya karena ketika hendak dibunuh musuh itu meludahinya. Kisah Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah yang mengurungkan niat membunuh musuh yang meludahinya ini sangat tepat untuk disampaikan ke peserta didik supaya:
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling mudah sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu meluapkan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Sang Ustadz mengisahkan bahwa di hari Asyura ada seorang pengemis yang meminta sesuatu kepada seorang muslim yang kaya raya. Alih-alih mendapatkan sesuatu, pengemis itu malah dicaci oleh seorang muslim tersebut. Di tengah kekecewaan dan sakit hatinya, pengemis itu ketemu dengan seorang Yahudi. Oleh Sang Yahudi, pengemis itu diberinya semua permintaannya. Di tengah malam tidurnya, Sang Muslim bermimpi mendapatkan istana yang sangat megah, tetapi dia tidak diperkenankan memasukinya. Sementara, dia pun melihat dalam mipinya itu Sang Yahudi justeru disambut dengan istimewa dan langsung diarak ke dalam istana tersebut. Sang Muslim tidak habis pikir tentang anugerah yang diberikan kepada Yahudi tersebut. Tidak lama kemudian, dia mendengar bahwa Sang Yahudi itu telah mengucapkan dua kalimah syahadat. Atas dasar kisah Sang Guru ini, maka peserta didik dapat menyimpulkan bahwa kemuliaan akhlak seseorang:
atas dasar agamanya
atas dasar kebaikan hatinya
atas dasar amal salehnya
atas dasar keimanannya
atas dasar kepeduliannya terhadap sesama
Kali dan Limah sudah sepuluh tahun menikah, tapi belum juga dikaruniai momongan. Keduanya sudah berusaha berobat ke mana-mana, baik secara medis maupun non-medis, tetapi tetap belum membuahkan hasil. Karena merasa sudah berusaha sangat maksimal, maka keduanya menghentikan usahanya dan sepenuhnya memasrahkan keinginan punya momongan itu kepada Allah Swt. Aneh, setelah keduanya memasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. justeru keduanya dianugerahi momongan. Belajar dari sikap pasrah K dan L ini berarti orang beriman harus:
Berislam
Bertakwa
Berihsan
Ber asa
Bertawakal
Seorang guru membacakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang berbunyi: "إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ". Setelah itu, peserta didiknya diminta menyimpulkannya. Di antara kesimpulannya adalah:
Malu mendorong seseorang berpenampilan bebas
Malu mendorong seseorang berperilaku baik
Malu mendorong seseorang melakukan keburukan
Malu mendorong seseorang mengucilkan diri
Malu mendorong seseorang untuk tidak berpenampilan di depan umum
Setelah menyimak bacaan ayat Alqur’an Sang Guru yang berbunyi: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين آمنوا وكانوا يتقون, maka peserta didik menyimpulkan bahwa para wali Allah itu karena keimanan dan ketakwaan mereka tidak merasa:
Khawatir (khauf) dan bersenang hati
Khawatir (khauf) dan bersuka ria
Khawatir (khauf) dan bersedih hati
Khawatir (khauf) dan berduka
Khawatir (khauf) dan berbahagia
Sahabat Bilal r.a. baru saja terlepas dari siksaan tuannya. Hampir sekujur tubuhnya terluka dan melepuh. Melihat kondisi sahabat Bilal r.a. ini, Rasulullah Saw. memeluknya. Dipeluk Rasulullah Saw., sahabat Bilal r.a. terharu dan terasa langsung sembuh. Pelukan Rasulullah Saw. ini merupakan bukti:
Kasih sayangnya
Ketegaran imannya
Ketabahannya menerima cobaan
Tanggung jawabnya
Kerasulannya
QS. An-Nu/24 ayat 22 yang artinya “... dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” disinyalir diturunkan berkaitan dengan sifat sahabat Abu Bakar r.a., yaitu sifat:
Pendendam
Kedermawanan
Kejujuran
Pemaaf
Kebenaran
Dikisahkan bahwa ada seorang ahli ibadah di kalangan Bani Israil yang kalau berjalan selalu dinaungi oleh awan. Karamah ahli ibadah ini dilihat oleh seorang pelacur, yang kemudian berusaha mendekatinya. Namun, ahli ibadah itu mengusirnya. Padahal, sang pelacur tersebut tidak bermaksud jahat. Kisah sufistik ini selanjutnya dapat diduga bahwa sifat Kasih (Rahman) Allah Swt. dianugerahkan kepada:
Sang ahli ibadah
Sang pelacur
keduanya
tidak kedua-duanya
yang mengimani-Nya
Samad didukung teman-temannya melakukan lobi-lobi dan berbagai upaya supaya dia yang dipilih menjadi ketua dewan. Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, dia mendapatkan suara terbanyak. Akan tetapi, tatkala pemilihan calon ketua dia mendapatkan suara terbanyak ketiga. Ternyata, teman-temannya pada mengalihkan pilihannya. Padahal, dia tidak mengeluarkan uang yang sedikit. Dia pun tahu kalau rivalnya yang jadi itu tidak melakukan apa yang dia lakukan. Meski merasa dikhianati, dia tidak berbuat apa-apa. Sebagai orang beriman, akhirnya dia sadar bahwa Sang Penguasa/Raja Sejati adalah Allah Swt. sehingga kekuasaan dan jadi penguasa merupakan:
pemberian milik pelobi Allah Swt
pemberian milik hamba Allah Swt
pemberian milik mutlak Allah Swt
pemberian milik penguasa Allah Swt
pemberian hak Allah Swt
Sunan Kalijaga atas perintah gurunya, Sunan Bonang, melakukan tapa di pinggir kali. Beliau tidak boleh menghentikan tapanya sebelum diminta berhenti Sunan Bonang. Sunan Kalijaga melakukan tapa itu sampai badannya berlumut dan beliau tidak sakit, apalagi meninggal, padahal tidak makan dan tidak minum. Anugerah untuk Sunan Kalijaga ini merupakan:
Karamah
Ma’unah
Mukjizat
Syarifah
Barakah
Mbah Raiso terkenal sebagai orang pintar. Alka mengetahui kepinteran Mbah Raiso itu dari seorang temennya. Karenanya, ketika Alka merasa usaha warungnya tidak ada kemajuan, bahkan cenderung terus merosot, dia mendatangi Mbah Raiso. Oleh Mbah Raiso, Alka diminta menulis qulhu sungsang sebanyak sepuluh tulisan. Tulisan qulhu sungsang itu diminta dilipat dan ditempel di beberapa pojok warungnya, tetapi tidak boleh ada orang yang melihatnya. Alhamdulillah, tiga hari kemudian warung Alka menjadi laris manis. Apa yang dilakukan Alka ini termasuk kategori:
karamah
sihir
mukjizat
ma’unah
hidayah
Musibah yang menimpa bumi terjadi saling berganti di mana-mana. Akan tetapi, musibah yang tidak kalah dahsyatnya adalah perilaku menjijikkan yang dilakukan sebagian manusia di atas bumi ini. Boleh dikata, perzinahan telah tersebar di mana-mana. Bahkan, sudah ada negara yang melegalkan perzinahan atau pernikahan antar sejenis. Fenomena ini, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari mengenai tanda-tanda datangnya kiamat, merupakan sebagian dari:
Tanda besar akan datangnya hari kiamat
Tanda kecil akan datangnya hari kiamat
Tidak ada kaitannya dengan akan datangnya hari kiamat
Tanda perbuatan keji manusia sepanjang masa
Tanda manusia masih ada
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ustadz Jalil menjelaskan sepuluh tanda akan datangnya hari kiamat kubra kepada peserta didiknya. Dari sepuluh tanda itu ada yang bersifat anugerah, tapi ada yang merupakan muibah. Di akhir pelajaran, peserta didik yang bernama Salim diminta menyebutkan lima tanda akan datangnya hari akhir (kiamat kubra) yang berupa musibah, yaitu:
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., munculnya Yakjuj dan Makjuj, terbitnya matahari dari barat, Prosentase wanita dan pria 50 dibanding 1
Munculnya Imam Mahdi, munculnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya Isa a.s., dibangunnya gedung-gedung pencakar langit, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan kembali kufurnya penduduk bumi
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan merebaknya perzinahan di mana-mana
Munculnya Yakjuj dan Makjuj, Dajjal, Binatang yang dapat berbicara kepada manusia, Runtuhnya Kakbah, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Hidung yang pesek merupakan bagian dari takdir Allah. Namun, Anki tidak puas dengan bentuk hidungnya yang pesek itu. Anki ingin meubahnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi plastik supaya hidungnya mancung. Oleh Ustadzah Ani, keinginan Anki itu dilarang karena hidungnya yang kurang mancung itu bagian dari:
Taqdir mubram
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir baik
Taqdir muhram
Anki memiliki masalah dengan hidungnya. Ada aroma tak sedap keluar dari hidungnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi terhadap hidungnya supaya tidak mengeluarkan aroma tidak sedap. Keinginan Anki termasuk:
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir mubram
Taqdir baik
Taqdir muhram
Allah Swt. di satu sisi telah menetapkan qadha dan qadar-Nya untuk makhluk-Nya, termasuk manusia. Akan tetapi, qadha dan qadar Allah bersifat ghaib (manusia tidak tahu qadha dan qadar Allah atas dirinya). Karena itu, dalam doktrin Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak boleh menjadikan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Apalagi di dalam ajaran Islam terdapat istilah mukallaf (seseorang yang telah mampu diberi tanggung jawab). Dalam konteks manusia sebagai mukallaf dan dikaitkan dengan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah, maka pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang:
Bebas tanpa batas
Bebas terpaksa
Bebas percaya
Bebas durhaka
Bebas terbatas
Di dalam al-Quran terdapat lafal-lafal yang maknanya masih samar, yang dikenal dengan istilah ayat-ayat mutasyabihat. Misalnya, ayat tentang kursi Allah. M. Quraish Shihab, sebagaimana Al-Thabathaba’i, menakwilkan kata kursi pada Q.S. Al-Baqarah ayat 255 dengan kedudukan Ilahiyah untuk mengendalikan semua makhluk-Nya. Luasnya kursi Allah memiliki makna ketakterhinggaan kekuasaan-Nya. Karena itu, makna kursi pada ayat tersebut adalah kedudukan ketuhanan yang mengendalikan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Melalui penakwilan ini lafal kursi Allah yang secara lahiriah bermakna samar menjadi bermakna jelas dan mudah dimengerti. Dengan demikian, takwil adalah:
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) lain
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang dikandung secara tersembunyi oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang bersifat lahiriah yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Di dalam Al-Quran ada ayat-ayat yang bersifat muhkamat dan ada yang bersifat mutasyabihat, meski ayat dalam kategori ini tidak banyak. Contoh ayat dengan lafal muhkamat, seperti lafal “dirikanlah shalat” (أقيموا الصلوة), “tunaikanlah zakat” (ءاتوا الزكوة), “penuhilah janji” (أوفوا بالعهد), dan “berbuat adillah” (اعدلوا). Ayat-ayat ini disebut ayat muhkamat dikarenakan:
Makna lahiriah ayat telah jelas keinginannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas maksudnya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas isi kandungannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah disalahpahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah dipahami
ٰمٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ ( الفاتحة/1: 4)
Terjemahan ayat ke-4 di Surat Al-Fatihah itu adalah: “Pemilik hari Pembalasan.” Sayyid Qutub dalam kitab tafsir Fi Zilal al-Qur’an menjelaskan bahwa lafal malik (ملك) bermakna "penguasa atau yang menguasai." Dengan demikian, maksud ayat itu adalah {Tuhan) yang menguasai hari pembalasan atau Penguasa hari pembalasan. Kalimat “hari pembalasan” bukan saja menunjukkan derajat kuasa yang paling tinggi, tetapi juga penekanan untuk mempercayai adanya hari akhirat, hari dipenuhinya balasan. Penekanan pada hari akhirat (hari pembalasan) ini disebabkan tidak semua orang percaya akan adanya hari akhirat (hari pembalasan), meski percaya akan hancurnya alam semesta. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa Allah adalah Tuhan (pencipta dan pemelihara) seluruh alam semesta, tetapi tidak sertamerta mereka percaya bahwa Allah adalah Sang Penguasa hari pembalasan. Penafsiran model ini termasuk kategori tafsir:
Bi al-ijtihadi
Bi al-haditsi
Bi al-isyari
Bi al-ra’yi
Bi al-ma’tsuri
يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ مَنْ يَّأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُّضٰعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا ۔ ٣٠ ( الاحزاب/33: 30)
Artinya: “Wahai istri-istri Nabi, siapa di antara kamu yang melakukan perbuatan keji yang nyata, pasti azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Hal yang demikian itu sangat mudah bagi Allah” (Al-Ahzab/33:30). Bila ayat ini diuraikan secara terperinci, kata demi kata, dengan perspektif bahasa dan etika, dan penafsirannya dikelompokkan dengan ayat-ayat yang lafal/kalimatnya sama, maka penafsiran model ini termasuk tafsir:
Bi al-ra’yi wa al-ijtihadi
Bi al-ra’yi wa al-tahlili
Bi al-tahtili wa al-ra’yi
Bi al-tahlili wa al-ma’tsur
Bi al-tahlili wa al-maudhu’i
Kitab tafsir berikut ini: al-Insan fi al-Qur’an dan al-Mar’ah fi al-Qur’an; al-Riba fi al-Qur’an; Tafsir Ahkam al-Qur`an, dan al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, merupakan kitab tafsir yang penafsirannya menggunakan langkah-langkah, di antaranya: a. Menetapkan masalah yang akan dibahas. b. Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. c. Menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. d. Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. e.Melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan. Kitab-kitab tafsir termasuk yang menggunakan metode penafsiran:
Tahlili
Maudhu’i
Qira’ati
Ra’yi
Al-Ma’tsur
Safa, Marwa, Halwa dan Salwa berdomisili di daerah Tangerang Selatan. Keempatnya bertetangga dengan beberapa non-muslim. Tatkala di setiap malam minggu beberapa tetangganya yang non-muslim itu melakukan kegiatan keagamaan dengan suara yang cukup bising dan mengganggu orang lain, Safa mentolerirnya dan diam saja. Berbeda dengan Marwa. Meski dia pun mentolerir kegiatan itu, tetapi dia memberikan nasihat supaya tidak menggunakan pengeras suara yang mengganggu tetangga. Berbeda lagi dengan Halwa. Dia marah-marah, meski tidak melarang kegiatan tersebut. Di lain hal, Salwa justru bukan saja mentolerir kegiatan tersebut, tetapi ikut nimbrung di kegiatan tersebut. Berdasarkan sikap keempat wanita muslimah itu, maka toleransi yang tepat adalah yang dipraktikkan:
Halwa
Salwa
Safa
Marwa
Safa dan Marwa
Sebuah hadis dinilai sahih jika memenuhi lima kriteria berikut, yaitu: a. Sanadnya bersambung (ittishal al-sanad) b. Moralitas para perawinya baik (’adalah al-ruwwat) c. Intelektualitas para perawinya mumpuni (dhabt al-ruwwat) d. Tidak janggal (’adam al-syudzudz) e. Tidak cacat (’adam al-’illah). Bila di antara perawi ada yang kurang kuat hafalannya, maka status hadis yang diriwayatkannya adalah:
Shahih
Hasan
Masyhur
Mutawatir
Lemah
قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ini dinilai dhaif oleh Ibnu Majah sendiri. Namun, hadis ini sangat populer dan dijadikan dasar hukum di dalam menuntut ilmu. Hal ini dikarenakan:
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat memperlemah jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang tidak serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan hadis lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Umar yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Turmudzi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur yang sama, yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاء وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (أخرجه أبو داود).
Hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini memerinci kedudukan dan keutamaan para pencari ilmu dan orang-orang berilmu. Para pencari ilmu dipermudah perjalanannya menuju sorga dan para malaikat merendahkan sayapnya sebagai tanda keridhaan mereka terhadap para pencari ilmu. Adapun kedudukan/keutamaan orang-orang berilmu/ulama adalah:
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, kecuali ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding para pencari ilmu; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut yang dimintakan ampun; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan perintis para nabi
أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: أنا و كافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بأُصبعيه بالسبابة والوسطى (رواه البخاري)
Hadis ini menginformasikan kedudukan dan balasan para pemelihara (penanggung kehidupan dan pendidikan) anak yatim besok di akhirat, yaitu:
Berdampingan di sorga bersama sahabat Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama para ummahat
Berdampingan di sorga bersama ummul mukminat
Berdampingan di sorga bersama Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama umat Nabi Saw
«اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ (البخارى ومسلم)
Hadis ini berfungsi memperkuat ayat Al-Quran, di antaranya yang disebutkan di dalam Surat Al-An’am ayat 152: وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚ ( الانعام/6: 152), yakni tentang larangan:
Syirik
Menuduh wanita shalihah berbuat zina
Lari dari medan peperangan
Makan riba
Makan harta anak yatim
