NEW
Font size
WorksheetsPH 3 TEKS HIKAYAT
Total questions: 20
Worksheet time: 38mins
Cermati hikayat berikut ini!!
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Informasi yang terdapat dalam cuplikan cerita diatas adalah.....
Syah Peri melarang seseorang memukul gendang
Puteri Ratna Sari tiba-tiba keluar dari mahligai
Syah Peri tersesat setelah badai dan menemukan mahligai
Syah Peri menemukan mahligai dan bertemu Putri Ratna Sari
Syah Peri mengalahkan Garuda untuk menyelamatkan Puteri
Cermati hikayat berikut ini!
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Ciri hikyat yang terdapat pada cerita di atas adalah ….
bersifat nonfiksi
bertema kepahlawanan
terdapat keterangan tempat
bersifat pralogis
menceritakan masa lalu
Cermati hikayat berikut ini!
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Berdasarkan struktur hikayat cuplikan cerita di atas termasuk bagian ….
abstraksi
pengenalan cerita
rangkaian kejadian
evaluasi
konflik
Cermati hikayat berikut ini !
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Berdasarkan cerita tersebut yang termasuk unsur pralogis (kemustahilan) terdapat pada kalimat nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Cermati hikayat berikut ini !
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Berikut ini makna kata mahligai dalam kutipan cerita di atas adalah ….
halaman rumah
pelataran rumah
kediaman raja
bahtera kehidupan
singgasana raja
Cermati hikayat berikut ini !
(1) Beberapa lama di jalan, sampailah Syah Peri kepada suatu taman, dan bertemu mahligai. (2) Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. (3) Tiba-tiba ia mendengar orang melarangnya memukul gendang itu. (4) Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. (5) Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda.
Kata arkais dalam kutipan cerita tersebut terdapat pada kalimat nomor ….
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
5 dan 1
5 dan 3
Cermati hikayat berikut ini !
Selama raja pergi, para putri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para putri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana.
Nilai yang dicerminkan para putri dalam kutipan hikayat di atas adalah ….
para putri tidak seharusnya menyuruh inangnya
para putri dapat melakukan apapun pada pelayannya
para putri yang malas dan suka menyuruh-nyuruh untuk dilayani
para putri menjadi nakal dan malas karena punya banyak pelayan
para putri yang selalu bergantung pada inang pengasuh
Cermati hikayat berikut ini !
Selama raja pergi, para putri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para putri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana.
Nilai yang tercermin dalam hikayat di atas adalah nilai ….
moral
pendidikan
budaya
agama
sosial
Berikut ini jenis hikayat menurut isinya adalah ….
dongeng
mite
sage
epos
legenda
Berikut ini yang membedakan hikayat dan cerpen, kecuali ....
banyak menggunakan sudut pandang orang pertama
berkisah tentang kejayaan masa lampau
menggunakan bahasa Melayu dan kata arkais
merupakan cerita yang bersifat imajinatif
bercerita tentang kebaikan melawan kejahatan
Cermati hikayat berikut ini !
(1) Alkisah maka tersebutlah perkataan Batara Guru menitahkan Begawan Batara Narada dan BataraIndera.(2)Katanya,“Hai Tuan hamba kedua, pergilah Tuan hamba kedua turun kedunia menghidupkan Raden Samba Perwiraitu karena terlalu kasihan hamba melihat ayah bundanya terlalu sangat bercintakan anaknya itu”. (3) Setelah Bagawan Batara Narada dan Batara Indera mendengar titah Batara Guru itu, maka ia pun segera turunlah ke dunia. (4) …Hatta maka tatkala Batara Krisna melihat akan Begawan Batara Narada dan Batara Indera itu diiringkan oleh segala raja-raja datang mendapatkanmayatRadenSambaPerwira,makaiapunmemberihormatakanBegawanBatara NaradadanBataraInderaitu.(5)MakakataBataraKrisna,“YaTuanHambaBegawanBataraNarada dan Adinda Tuan Batara Indera, “apakah pekerjaan Tuan hamba kedua ini datang kepada hamba?”
Pada teks di atas pernyataan yang menggambarkan tokoh Batara Guru berwatak peduli pada orang lain terdapat pada kalimat nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Setelah Bagawan Batara Narada dan Batara Indera mendengar titah Batara Guru itu, maka ia pun segera turunlah ke dunia.
Pada kalimat di atas kata titah memiliki arti ….
perintah
permintaan
perkataan
keinginan
menuntun
Cermatilah teks hikayat ini !
Dengan membawa baki berisi dua gelas kopi, Trimah berjalan menuju ruang samping. Di sana telah menunggu Suryono dengan Jeanette. Dengan sopan Trimah berjongkok dan menghaturkan kopi. Suryono tersenyum. Dia menyuruh agar Trimah berdiri saja. Mendengar teguran majikannya ini, Trimah seketika menjadi panas, sepanas kopi yang dihidangkan kepada majikannya.
"Sudah aku bilang berkali-kali, jangan jongkok-jongkok begitu. Ayo, berdirilah."
Trimah gemetar. Suryono memegangi lengan yang sedang gemetar ini. Bibir Trimah terbuka sedikit tetapi dengan cepat kembali menutup. Dia tidak tahu harus mengucap apa.
"Siapa yang mengajarimu jongkok-jongkok begitu? Sebagai sesama manusia, kita ini sederajat.
Jadi, tidak perlu kamu menggelesot begitu. Mengerti? Kita hidup di negeri merdeka. Mengerti?"
Trimah hanya mengerjapkan matanya. Bagaimana mungkin dia bisa mengerti apa yang diucapkan majikannya? Ajaran sopan santun telah diterimanya sejak kecil. Ayahnya amat menghormati keluarga Ndoro Den Ayu Suryo yang masih berdarah ningrat.
Amanat yang ingin disampaikan dalam teks di atas adalah ....
Meski telah merdeka dan hidup di era modern, tetap harus menjaga sopan santun.
Bila memberikan minuman kepada majikan harus berjongkok dan berlaku sopan.
Jangan memberikan sesuatu kepada majikan dengan berdiri dan mulut terbuka.
Hormat dan santunlah hanya kepada orang-orang yang masih berdarah ningrat.
Bantulah orang-orang yang dalam ketakutan atau sedang sakit.
Cermatilah penggalan teks hikayat berikut !
Dengan membawa baki berisi dua gelas kopi, Trimah berjalan menuju ruang samping. Di sana telah menunggu Suryono dengan Jeanette. Dengan sopan Trimah berjongkok dan menghaturkan kopi. Suryono tersenyum. Dia menyuruh agar Trimah berdiri saja.
Mendengar teguran majikannya ini, Trimah seketika menjadi panas, sepanas kopi yang dihidangkan kepada majikannya.
"Sudah aku bilang berkali-kali, jangan jongkok-jongkok begitu. Ayo, berdirilah."
Trimah gemetar. Suryono memegangi lengan yang sedang gemetar ini. Bibir Trimah terbuka sedikit tetapi dengan cepat kembali menutup. Dia tidak tahu harus mengucap apa.
"Siapa yang mengajarimu jongkok-jongkok begitu? Sebagai sesama manusia, kita ini sederajat.
Jadi, tidak perlu kamu menggelesot begitu. Mengerti? Kita hidup di negeri merdeka. Mengerti?"
Trimah hanya mengerjapkan matanya. Bagaimana mungkin dia bisa mengerti apa yang diucapkan majikannya? Ajaran sopan santun telah diterimanya sejak kecil. Ayahnya amat menghormati keluarga Ndoro Den Ayu Suryo yang masih berdarah ningrat.
Kata dia yang digaris bawah dalam penggalan teks di atas merupakan kata ganti dari....
Trimah
Suryono
Jeanette
Ndoro Den Ayu Suryo
Tamu
Teks 1
(1) Alkisah maka tersebutlah perkataan Batara Guru menitahkan Begawan Batara Narada dan Batara Indera. (2) Katanya, “Hai Tuan hamba kedua, pergilah Tuan hamba kedua turun ke dunia menghidupkan Raden Samba Perwira itu karena terlalu kasihan hamba melihat ayah bundanya terlalu sangat bercintakan anaknya itu”. (3) Setelah Bagawan Batara Narada dan Batara Indera mendengar titah Batara Guru itu, maka ia pun segera turunlah ke dunia. (4) …Hatta maka tatkala Batara Krisna melihat akan Begawan Batara Narada dan Batara Indera itu diiringkan oleh segala raja-raja datang mendapatkan mayat Raden Samba Perwira, maka ia pun memberi hormat akan Begawan Batara Narada dan Batara Indera itu. (5) Maka kata Batara Krisna, “Ya Tuan Hamba Begawan Batara Narada dan Adinda Tuan Batara Indera, “apakah pekerjaan Tuan hamba kedua ini datang kepada hamba?”
Teks 2
Dengan membawa baki berisi dua gelas kopi, Trimah berjalan menuju ruang samping. Di sana telah menunggu Suryono dengan Jeanette. Dengan sopan Trimah berjongkok dan menghaturkan kopi. Suryono tersenyum. Dia menyuruh agar Trimah berdiri saja. Mendengar teguran majikannya ini, Trimah seketika menjadi panas, sepanas kopi yang dihidangkan kepada majikannya.
"Sudah aku bilang berkali-kali, jangan jongkok-jongkok begitu. Ayo, berdirilah."
Trimah gemetar. Suryono memegangi lengan yang sedang gemetar ini. Bibir Trimah terbuka sedikit tetapi dengan cepat kembali menutup. Dia tidak tahu harus mengucap apa.
"Siapa yang mengajarimu jongkok-jongkok begitu? Sebagai sesama manusia, kita ini sederajat.
Jadi, tidak perlu kamu menggelesot begitu. Mengerti? Kita hidup di negeri merdeka. Mengerti?"
Trimah hanya mengerjapkan matanya. Bagaimana mungkin dia bisa mengerti apa yang diucapkan majikannya? Ajaran sopan santun telah diterimanya sejak kecil. Ayahnya amat menghormati keluarga Ndoro Den Ayu Suryo yang masih berdarah ningrat.
Pernyataan yang benar sesuai dua teks di atas adalah ....
A
B
C
D
E
Apa yang dimaksud dengan teks hikayat?
Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang didalam masyarakat
Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas
Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima, dan penyusunan bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah
Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam bahasa melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongen
Karena telah menjadi milik masyarakat, hikayat disebut juga sebagai satu di antara ...
Legenda
Fabel
Dongen
Cerita rakyat
Bacalah kutipan teks hikayat berikut!
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Sembilan orang anak raja sudah berada di dalam negeri itu.
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat di atas adalah ...
Anonim
Kemustahilan
Kesaktian
Istana sentris
Unsur intrinsik dalam teks hikayat yang berupa pemberian watak, sifat, atau karakter tokoh disebut ...
Latar
Penokohan
Tokoh
Alur
Bacalah kutipan hikayat berikut! Setelah waktu yang ditentukan, baginda Raja ingin membuktikan Abunawas mampu mengangkat dan memindahkan masjid itu.
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat tersebut adalah ...
Kesaktian
Kemustahilan
Bahasa Melayu
Anonim
