wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Cerita Sejarah

Total questions: 25

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Di tepi sungai yang tenang, terdapat sebuah desa bernama Kesawan. Desa ini dikenal karena keindahan alamnya dan masyarakatnya yang harmonis. Namun, tidak banyak yang tahu tentang asal usul nama Kesawan dan sejarah yang melatarbelakanginya.

Penggalan cerpen tersebut merupakan bagian struktur....

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

koda

d)

resolusi

e)

evaluasi

2.

Dahulu kala, di daerah tersebut hidup seorang raja yang bijaksana bernama Raja Manggala. Ia memerintah dengan adil dan selalu mendengarkan suara rakyatnya. Suatu ketika, sebuah bencana melanda desa-desa di sekitarnya. Hujan deras selama berhari-hari menyebabkan banjir yang melanda tempat tinggal rakyatnya. Penggalan cerpen tersebut merupakan bagian struktur....

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

e)

evaluasi

3.

Setelah Raja Manggala memutuskan untuk membangun benteng, semangat gotong royong di desa Kesawan mulai terlihat. "Saya bangga dengan semangat kalian. Kita akan selamat jika kita bersatu!" semangat Raja. Penduduk yang sebelumnya terpisah oleh kebiasaan dan pekerjaan sehari-hari kini bersatu untuk tujuan bersama melindungi desa dari banjir. "Apa yang bisa saya bantu dalam pembangunan benteng ini?" "Kita harus mengumpulkan lebih banyak kayu dan tanah untuk memperkuat struktur ini" ucap para warga di sela sela kegiatan mereka.

Penggalan cerpen tersebut merupakan penggalan bagian struktur....

a)

orientasi

b)

koda

c)

komplikasi

d)

resolusi

e)

koda

4.

Kini, Kesawan tidak hanya dikenal sebagai desa yang indah, tetapi juga sebagai tempat di mana sejarah, tradisi, dan keberanian rakyatnya terus hidup. Kisah asal usulnya selalu diceritakan dari generasi ke generasi, mengingatkan mereka akan pentingnya persatuan dalam menghadapi segala rintangan. Penggalan cerpen tersebut merupakan bagian struktur....

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

e)

evaluasi

5.

Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilo, ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Karena banyak jalan menuju ke sekolahnya, Gito bisa memilih jalan mana yang paling disukainya. Kalau perlu, dia juga lewat jalan-jalan kecil yang lebih jauh, untuk menyenangkan hatinya. Penggalan cerpen tersebut merupakan bagian struktur....

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

e)

evaluasi

6.

Akhir bulan September 1948 datang, dan di mana-mana terasa suasana panas dan serba mengancam. Banyak tentara memakai duk merah berdatangan, entah dari mana. Kata orang, itulah tentara PKI (Partai Komunis Indonesia). Mereka berkeliaran, masuk keluar kampung, dan kebanyakan bergerombol di daerah sandulok (=pelacuran), di pinggir kota sebelah timur. Kemudian, beberapa kali, selama dua puluh empat jam, terdengar tembakan- tembakan. Unsur intrinsik yang paling mendominasi pada penggalan cerpen tersebut adalah....

a)

latar

b)

alur

c)

sudut pandang

d)

gaya bahasa

e)

amanat

7.

Orang-orang PKI ditangkap, dan beberapa tokohnya diarak ke alun-alun, dibawa ke bawah pohon beringin, kemudian ditembak. Gito datang dan melihat pemandangan yang sukar dipercaya: tukang cukur, berpakain preman, tidak lagi memakai pakaian tentara PKI, memberi komando kepada orang-orang yang akan dihukum mati untuk berdiri dengan tegap dan rapi, kemudian melilitkan kain ke wajah-wajah mereka supaya mereka tidak bisa melihat regu penembak. Sudut pandang yang tepat pada penggalan cerpen tersebut adalah....

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang pertama pelaku tambahan

d)

Orang ketiga serba tahu

e)

Orang ketiga pelaku sampingan

8.

Cermati kutipan teks berikut

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagi-bagikan pangkat kepada mereka. Ronggolawe diangkat menjadi adipati di Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai Raden Wijaya menjadi raja, amatlah erat dan baik.


Kata bercetak miring dalam kutipan teks di atas yang merupakan verba mental adalah ... .

a)

berhasil

b)

bergelar

c)

melupakan

d)

membantunya

e)

diangkat

9.

“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)

Amanat dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….

a)

Perbuatan dosa dan dusta sama-sama akan melanggar keadilan.

b)

Janganlah berbuat dusta karena akan menutup kesucian hati nurani.

c)

Jangan takut membela kebenaran, karena sama buruknya dengan kejahatan.

d)

Segala amalan akan diperhitungkan di hari akhir, sehingga senantiasa berbuat baik.

e)

Seseorang yang memeliki kebenaran dalam hatinya akan selalu direstui Sang Kuasa.

10.

Perjanjian itu harus dibuat hitam di atas putih untuk pegangan kedua belah pihak.

Arti ungkapan tersebut adalah ....

a)

Tertulis

b)

Tulis

c)

Buku

d)

Ditulis dengan warna hitam

e)

Tulisannya harus hitam

11.

Ruangan penyekapan itu seperti kamar kontrakannya ketika masih di Sengkang. Sempit, pengap, dan berbau tidak menyenangkan; juga sama-sama berlantai plester-jenis lantai paling sederhana, jika lantai tanah tidak masuk dalam hitungan. Ukurannya sekitar tiga kali lima meter. Ada dua ventilasi, masing-masing seukuran layar televisi 14 inci, di sisi kiri dan kanan, dengan lima jeruji vertikal seukuran jempol orang dewasa.


Unsur dominan dalam kutipan teks sejarah di atas adalah....

a)

tema

b)

latar

c)

amanat

d)

penokohan

e)

sudut pandang

12.

Majas yang digunakan dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah....

a)

personifikasi

b)

metafora

c)

hiperbola

d)

asosiasi

e)

alegori

13.

Nilai yang masih relevan dengan kehidupan pada zaman sekarang adalah...

a)

Menghormati dan sopan kepada tamu yang sedang berkunjung ke rumah.

b)

Meninggalkan sisa makanan di piring sebagai tanda kebangsawanan.

c)

Memilih melakukan kebiasaan baik saat berkunjung ke rumah orang lain.

d)

Menghabiskan makanan yang disajikan tuan rumah dengan senang hati.

e)

Menghormati tuan rumah yang telah memberikan pertolongan kepada kita.

14.

Persamaan tema dalam kedua teks di atas adalah...

a)

melawan ketidakadilan dalam masyarakat

b)

mensyukuri nikmat yang diberikan tuhan

c)

menghormati hak dan kepentingan orang lain

d)

menolong sesama atas nama perikemanusiaan

e)

menghadapi suatu masalah dengan kepala dingin

15.

Nilai yang dominan dalam kutipan teks cerita sejarah tersebut adalah...

a)

moral

b)

sosial

c)

budaya

d)

religuis

e)

kepahlawanan

16.

Nilai moral dalam kutipan teks cerita sejarah tersebut adalah....

a)

memandang sama kedudukan orang lain

b)

membantu orang tanpa mengharap imbalan

c)

menyerahkan semua masalah kepada Tuhan

d)

menghormati orang yang lebih tua

e)

mensyukuri nikmat sehat yang diberikan Tuhan

17.

Cermati kutipan berikut!

Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapa pun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardhana.

Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan teks di atas adalah ....

a)

budaya

b)

moral

c)

politik

d)

sosial

e)

estetika

18.

Sejak kecil aku selalu suka menulis. Bahkan aku bisa menghabiskan waktu sepanjang hari di balik pintu kamarku hanya untuk membuat goresan pena. Sebuah buku catatan menjadi temanku yang paling setia selama ini. Hanya ada satu kata yaitu ”lega” jika kutorehkan deretan huruf membentuk diksi yang mengalun indah menciptakan kalimat. Pada tahap inilah aku bisa menumpahkan perasaan juga pikiranku. Jika kurasa sempurna, aku akan menyalinnya pada sebuah komputer jinjing berukuran 17 inci yang selalu berada di mejaku.

 

Sudut pandang kutipan cerita pendek di atas adalah ….

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

  Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga sebagai pengamat

d)

Orang ketiga sebagai serba tahu

e)

Orang ketiga pelaku utama

19.

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Tokoh aku berwatak….....

a)

individualis

b)

angkuh

c)

mandiri

d)

percaya diri

e)

egois

20.

Setelah wafatnya Tuanku Panglima Paderap - Saat itu terjadi perselisihan - Kemudian melalui perkawinan.... Kata yang bercetak miring pada kalimat-kalimat tersebut merupakan kaidah kebahasan....

a)

konjungsi kronologis

b)

kata ganti orang

c)

kata kerja mental

d)

kata sifat

e)

dialog

21.

Kantor Pos sebagai tempat interaksi masyarakat. Pada masa lalu, kantor pos bukan sekadar tempat mengirim surat, tetapi juga tempat masyarakat berkumpul, bertukar kabar, dan bersosialisasi. Ini menunjukkan peran kantor pos dalam mempererat hubungan sosial di masyarakat. Nilai kehidupan yang terkandung dalam penggalan cerpen tersebut adalah....

a)

agama

b)

budaya

c)

sosial

d)

moral

e)

pendidikan

22.

"Bangunan tua dengan dinding putih pudar dan jendela besar berdiri kokoh, menatap pergerakan kota dengan tenang" . Kata yang bercetak miring pada penggalan cerpen tersebut merupakan kaidah kebahasaan....

a)

konjungsi kronologis

b)

kata kerja mental

c)

kata ganti orang

d)

kata sifat

e)

kalimat kompleks

23.

"Saya selalu kagum dengan bangunan ini Pak, punya nilai sejarah yang kuat" Kata yang bercetak miring pada penggalan cerpen tersebut merupakan kaidah kebahasaan....

a)

konjungsi kronologis

b)

kata kerja mental

c)

kata sifat

d)

kalimat simpleks

e)

kata ganti orang

24.

Menghargai dan melestarikan warisan sejarah. Pak Arman menunjukkan rasa cinta dan hormat terhadap Kantor Pos Medan yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan Dimas belajar untuk menjaga serta menghormati bangunan tua itu dengan usaha kreatifnya. Nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah....

a)

agama

b)

moral

c)

budaya

d)

sosial

e)

ekonomi

25.

Perhatikan teks berikut!

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.


Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …

a)

Sabar dan penyayang

b)

Angkuh dan disiplin

c)

Tegas dan pemberani

d)

Penuh perhatiaan dan tegas

e)

Angkuh dan pemberani