wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sumatif Akhir Semester 1 2024 2025

Total questions: 35

Worksheet time: 1hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودࣱ

Yang merupakan sambungan dari ayat berikut adalah...

a)

وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَ ٰ⁠لِكَ لَشَهِیدࣱ

b)

وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلۡخَیۡرِ لَشَدِیدٌ

c)

فَأَثَرۡنَ بِهِۦ نَقۡعࣰا

d)

إِنَّ رَبَّهُم بِهِمۡ یَوۡمَىِٕذࣲ لَّخَبِیرُۢ

2.

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Potongan ayat tersebut adalah ayat terakhir dari surat...

a)

al-Kautsar

b)

al-Ma'un

c)

al-Qari'ah

d)

at-Takatsur

3.

ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَة

Potongan ayat tersebut adalah penggalan ayat yang terdapat dalam surat...

a)

al-Balad ayat 17

b)

al-Fajr ayat 17

c)

al-Lail ayat 17

d)

asy-Syams ayat 17

4.

Mad secara umum terbagi 2, mad ashli dan mad far'i. Mad ashli sendiri adalah dasar dari mad yang nanti berkembang menjadi mad far'i karena beberapa faktor. Mad ashli memiliki 3 bentuk, huruf berbaris di atas (fathah) setelahnya alif, huruf berbaris di bawah (kasrah) setelahnya ya bertanda mati, dan huruf berbaris di depan (dhammah) setelahnya waw bertanda mati. Berikut ini ayat yang tidak mengandung mad ashli adalah...

a)

وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا

b)

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

c)

أَفَلَا يَعۡلَمُ إِذَا بُعۡثِرَ مَا فِي ٱلۡقُبُورِ

d)

ٱلۡقَارِعَةُ

5.

Mad liin adalah salah satu cabang dari mad. Mad liin terjadi saat kita berhenti (waqaf) pada akhir kalimat atau akhir ayat al-Qur'an. Ciri-ciri dari mad liin ini ada tiga. Pertama adalah huruf terakhir yang dimatikan karena kita waqaf atau menghentikan bacaan. Kedua, sebelum huruf yang dimatikan tersebut adalah huruf ya atau waw yang bertanda mati. Ketiga, sebelum ya atau waw bertanda mati haruslah huruf yang berbaris di atas (fathah). Berdasarkan pemahaman tersebut, tentukan ayat mana yang terdapat mad liin di dalamnya!

a)

إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا

b)

فَوَسَطۡنَ بِهِۦ جَمۡعًا

c)

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ

d)

فَلۡیَعۡبُدُوا۟ رَبَّ هَـٰذَا ٱلۡبَیۡتِ

6.

Mad iwadh adalah salah satu cabang dari mad. Mad iwadh terjadi saat kita berhenti (waqaf) pada akhir kalimat atau akhir ayat al-Qur'an. Ciri-ciri dari mad iwadh adalah berhenti (waqaf) pada kata yang baris akhirnya adalah fathatain (berbaris dua di atas). Saat kita berhenti pada kata yang huruf akhirnya berbaris dua di atas tersebut, huruf tersebut dibaca berbaris satu dan dibaca panjang selama 2 harakat. Sebagai pengecualian, mad iwadh hanya terjadi pada kata yang huruf akhirnya selain ta marbuthah. Ini berarti jika kita berhenti pada kata yang huruf akhirnya adalah ta marbuthah berbaris dua di atas, ia tidak dibaca berbaris satu apalagi dibaca panjang. Berdasarkan pemahaman tersebut, yang termasuk mad iwadh pada ayat-ayat berikut ini adalah...

a)

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ یُسۡرًا

b)

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

c)

لِإِیلَـٰفِ قُرَیۡشٍ

d)

رَسُولࣱ مِّنَ ٱللَّهِ یَتۡلُوا۟ صُحُفࣰا مُّطَهَّرَةࣰ

7.

Ghunnah atau dengung praktisnya terbagi 3. Pertama yaitu mim dan nun bertasydid, biasa juga disebut wajibul ghunnah. Kedua, ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf "selain" ء ح خ ع غ ه ل ر. Ketiga, ketika mim mati bertemu huruf mim atau ba. Pertanyaannya, manakah dari ayat-ayat berikut yang mengandung ghunnah di dalamnya?

a)

فَٱلۡمُورِیَـٰتِ قَدۡحࣰا

b)

وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا هِیَهۡ

c)

أَلَمۡ تَرَ كَیۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِیلِ

d)

وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ

8.

Salah satu pembagian ghunnah atau dengung adalah kategori nun mati atau tanwin, dengan ketentuan sebagai berikut: Pertama, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan mengganti bunyi nun menjadi bunyi mim saat bertemu dengan huruf ba (iqlab). Kedua, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan meleburkan bunyi nun menjadi bunyi huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf mim nun ya waw (idgham bighunnah). Ketiga, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan menyamarkan bunyi nun bercampur dengan huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf ta tsa jim dal dzal zai sin syin shad dhad tha zha fa qaf kaf (ikhfa). Berikut ini ayat-ayat yang tidak mengandung bacaan ikhfa adalah...

a)

إِن كُلُّ نَفۡسࣲ لَّمَّا عَلَیۡهَا حَافِظࣱ

b)

لَّیۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِیعࣲ

c)

وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكۡلࣰا لَّمࣰّا

d)

وَأَنتَ حِلُّۢ بِهَـٰذَا ٱلۡبَلَدِ

9.

Waqaf artinya menghentikan bacaan, bisa karena telah sampai di akhir ayat, bisa karena telah sempurnanya makna ayat, bisa karena terlalu panjangnya kalimat, maupun nafas yang tidak sampai membacanya. Ada beberapa tanda waqaf yang perlu kita ketahui. Pertama wajib berhenti, ditandai dengan tanda ( ۘ ). Ke-2 lebih baik berhenti, ditandai dengan tanda ( ۗ ). Ke-3 boleh berhenti boleh lanjut, ditandai dengan tanda ( ۚ ). Ke-4 lebih baik lanjut, ditandai dengan tanda ( ۖ ). Ke-5 dilarang berhenti, ditandai dengan tanda ( لا ). Pada suatu keadaan, ada ayat yang panjang dan tidak ditemukan tempat berhenti terdekat, seperti ayat berikut:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَيَشۡتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلًا أُوْلَٰٓئِكَ مَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Seandainya kita berhenti pada kata يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ, dari mana sebaiknya kita mengulang?

a)

يَوۡمَ

b)

ٱللَّهُ

c)

يُكَلِّمُهُمُ

d)

وَلَا

10.

Ra adalah salah satu huruf yang memiliki kekhasannya sendiri. Selain memiliki sifat takrir, ra juga memiliki kondisi bisa dibaca tebal (tafkhim) dan bisa dibaca tipis (tarqiq). Ra dibaca tipis (tarqiq) saat berbaris di bawah (kasrah); bertanda mati dan didahului huruf berbaris di bawah (kasrah); dimatikan karena berhenti (waqaf) dan didahului huruf ya bertanda mati; setelah ra bertanda mati bukan huruf isti'la (خص ضغط قظ); dan sebelumnya bukan hamzah washal. Berdasarkan pemahaman tersebut, ayat manakah yang mengandung bacaan ra yang dibaca tipis?

a)

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ

b)

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ

c)

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ

d)

وَفِرۡعَوۡنَ ذِي ٱلۡأَوۡتَادِ

11.

وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ

Ayat tersebut terdapat dalam surat al-Insyiqaq yang diulang sebanyak 2 kali. Adapun ayat-ayat yang menjadi lanjutan dari ayat tersebut adalah... (jawaban ada 2)

a)

إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتۡ

b)

وَإِذَا ٱلۡأَرۡضُ مُدَّتۡ

c)

وَأَلۡقَتۡ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتۡ

d)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ

12.

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٖ

Potongan ayat tersebut terdapat pada 2 surat yang berbeda. Surat tersebut adalah... (jawaban ada 2)

a)

al-A'la

b)

al-'Alaq

c)

al-Infithar

d)

al-Muthaffifin

13.

Mad secara umum terbagi 2, mad ashli dan mad far'i. Mad ashli sendiri adalah dasar dari mad yang nanti berkembang menjadi mad far'i karena beberapa faktor. Mad ashli memiliki 3 bentuk, huruf berbaris di atas (fathah) setelahnya alif, huruf berbaris di bawah (kasrah) setelahnya ya bertanda mati, dan huruf berbaris di depan (dhammah) setelahnya waw bertanda mati. Berikut ini ayat-ayat yang mengandung mad ashli adalah... (jawaban ada 2)

a)

وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا

b)

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

c)

لَتَرۡكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقࣲ

d)

وَیۡلࣱ لِّلۡمُطَفِّفِینَ

14.

Mad liin adalah salah satu cabang dari mad. Mad liin terjadi saat kita berhenti (waqaf) pada akhir kalimat atau akhir ayat al-Qur'an. Ciri-ciri dari mad liin ini ada tiga. Pertama adalah huruf terakhir yang dimatikan karena kita waqaf atau menghentikan bacaan. Kedua, sebelum huruf yang dimatikan tersebut adalah huruf ya atau waw yang bertanda mati. Ketiga, sebelum ya atau waw bertanda mati haruslah huruf yang berbaris di atas (fathah). Berdasarkan pemahaman tersebut, tentukan ayat mana saja yang terdapat mad liin di dalamnya! (jawaban ada 2)

a)

إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا

b)

أَلَمۡ نَجۡعَل لَّهُۥ عَیۡنَیۡنِ

c)

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ

d)

ٱلَّذِیۤ أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعࣲ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ

15.

Mad iwadh adalah salah satu cabang dari mad. Mad iwadh terjadi saat kita berhenti (waqaf) pada akhir kalimat atau akhir ayat al-Qur'an. Ciri-ciri dari mad iwadh adalah berhenti (waqaf) pada kata yang baris akhirnya adalah fathatain (berbaris dua di atas). Saat kita berhenti pada kata yang huruf akhirnya berbaris dua di atas tersebut, huruf tersebut dibaca berbaris satu dan dibaca panjang selama 2 harakat. Sebagai pengecualian, mad iwadh hanya terjadi pada kata yang huruf akhirnya selain ta marbuthah. Ini berarti jika kita berhenti pada kata yang huruf akhirnya adalah ta marbuthah berbaris dua di atas, ia tidak dibaca berbaris satu apalagi dibaca panjang. Berdasarkan pemahaman tersebut, tentukan ayat mana saja yang terdapat mad iwadh di dalamnya! (jawaban ada 2)

a)

وَیَصۡلَىٰ سَعِیرًا

b)

یَقُولُ أَهۡلَكۡتُ مَالࣰا لُّبَدًا

c)

تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِیَةࣰ

d)

رَسُولࣱ مِّنَ ٱللَّهِ یَتۡلُوا۟ صُحُفࣰا مُّطَهَّرَةࣰ

16.

Fawatih as-Suwar adalah ilmu al-Qur'an yang membicarakan kalimat-kalimat pembuka suatu surat. Sederhananya, Fawatih as-Suwar adalah karakteristik ayat pertama setiap surat. Ilmu ini berperan penting dalam susunan teks al-Qur'an karena ketika Allah memulai surat-surat di dalam al-Qur'an dengan bahasa yang indah dan bermakna, maka orang-orang akan tertarik untuk mendengar lanjutan dari surat-surat tersebut. Namun, jika Fawatih as-Suwar bukan merupakan lafaz-lafaz yang menarik, maka orang-orang tidak akan tertarik untuk mendengar isi dari al-Qur'an. Salah satu bentuk dari Fawatih as-Suwar adalah sumpah Allah terkait makhluk-Nya, seperti Allah yang bersumpah Demi Matahari (والشمس/awal surat asy-Syams), Demi Malam (والليل/awal surat al-Lail), dll. Pertanyaannya, manakah dari surat-surat berikut yang ayat pertamanya juga diawali sumpah Allah terkait makhluk-Nya? (jawaban ada 2)

a)

Al-Balad

b)

Al-'Ashr

c)

Adh-Dhuha

d)

Al-Insyirah

17.

Ghunnah atau dengung praktisnya terbagi 3. Pertama yaitu mim dan nun bertasydid, biasa juga disebut wajibul ghunnah. Kedua, ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf "selain" ء ح خ ع غ ه ل ر. Ketiga, ketika mim mati bertemu huruf mim atau ba. Pertanyaannya, manakah dari ayat-ayat berikut yang mengandung ghunnah di dalamnya? (jawaban ada 2)

a)

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

b)

إِنَّهَا عَلَیۡهِم مُّؤۡصَدَةࣱ

c)

ٱلَّذِیۤ أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعࣲ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ

d)

إِذَا جَاۤءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ

18.

Salah satu pembagian ghunnah atau dengung adalah kategori nun mati atau tanwin, dengan ketentuan sebagai berikut: Pertama, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan mengganti bunyi nun menjadi bunyi mim saat bertemu dengan huruf ba (iqlab). Kedua, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan meleburkan bunyi nun menjadi bunyi huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf mim nun ya waw (idgham bighunnah). Ketiga, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan menyamarkan bunyi nun bercampur dengan huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf ta tsa jim dal dzal zai sin syin shad dhad tha zha fa qaf kaf (ikhfa). Berikut ini ayat-ayat yang mengandung bacaan iqlab adalah... (jawaban ada 2)

a)

لَّیۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِیعࣲ

b)

وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكۡلࣰا لَّمࣰّا

c)

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَىٰهَا

d)

وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَاۤءَتۡهُمُ ٱلۡبَیِّنَةُ

19.

Waqaf mu’anaqah adalah kebolehan menghentikan bacaan al-Qur’an dengan memilih satu di antara dua lambang beriringan berupa tiga titik di atas kalimat. Alasan adanya waqaf mu'anaqah karena adanya ambiguitas dalam suatu kalimat/ayat, artinya apabila kita membaca kalimat/ayat al-Qur'an secara utuh akan menimbulkan kerancuan atau kebingungan dalam memahaminya sehingga dimunculkan tanda waqaf ini untuk menjaga agar kalimat/ayat tersebut bisa dipahami dengan benar. Ketentuan dari waqaf mu’anaqah adalah kita bisa menghentikan bacaannya tepat di tanda yang pertama dan tidak berhenti di tanda kedua, boleh juga berhenti pada tanda yang kedua tanpa berhenti di tanda yang pertama. Tetapi perlu diingat, bahwa kita dilarang berhenti di keduanya apalagi tidak berhenti di keduanya. Berikut ini adalah contoh dari waqaf mu'anaqah, surat al-Baqarah ayat 2.

Berdasarkan ayat tersebut, silahkan dipilih bagaimana cara yang benar dalam membacanya! (jawaban ada 2)

a)

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَ فِیهِ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

b)

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَ | فِیهِ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

c)

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَ فِیهِ | هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

d)

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَ | فِیهِ | هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

20.

Ra adalah salah satu huruf yang memiliki kekhasannya sendiri. Selain memiliki sifat takrir, ra juga memiliki kondisi bisa dibaca tebal (tafkhim) dan bisa dibaca tipis (tarqiq). Ra dibaca tipis (tarqiq) saat berbaris di bawah (kasrah); bertanda mati dan didahului huruf berbaris di bawah (kasrah); dimatikan karena berhenti (waqaf) dan didahului huruf ya bertanda mati; setelah ra bertanda mati bukan huruf isti'la (خص ضغط قظ); dan sebelumnya bukan hamzah washal. Berdasarkan pemahaman tersebut, tentukan ayat-ayat mana yang mengandung bacaan ra yang tidak dibaca tipis! (jawaban ada 2)

a)

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ

b)

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ

c)

وَفِرۡعَوۡنَ ذِي ٱلۡأَوۡتَادِ

d)

فَٱلۡمُورِیَـٰتِ قَدۡحࣰا

21.

Jodohkan ayat berikut sesuai dengan sambungannya!

a)

فَوَیۡلࣱ لِّلۡمُصَلِّینَ

1.

ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ

b)

سَیَصۡلَىٰ نَارࣰا ذَاتَ لَهَبࣲ

2.

وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ

c)

لَتَرَوُنَّ ٱلۡجَحِیمَ

3.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ ٱلۡيَقِينِ

d)

وَأَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ

4.

تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٖ مِّن سِجِّيلٖ

22.

Jodohkanlah awal surat dengan akhir suratnya!

a)

وَٱلتِّینِ وَٱلزَّیۡتُونِ

1.

أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَٰكِمِين

b)

أَرَءَیۡتَ ٱلَّذِی یُكَذِّبُ بِٱلدِّینِ

2.

وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ

c)

إِنَّاۤ أَعۡطَیۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

3.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَر

d)

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

4.

مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاس

23.

Jodohkanlah penggalan ayat-ayat berikut sesuai dengan nama suratnya!

a)

كـَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤

1.

al-Humazah

b)

إِۦلَٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيۡفِ ٢

2.

Quraisy

c)

وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ٥

3.

al-Kafirun

d)

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣

4.

al-Ikhlas

24.

Mad secara umum terbagi 2, mad ashli dan mad far'i. Mad ashli sendiri adalah dasar dari mad yang nanti berkembang menjadi mad far'i karena beberapa faktor. Mad ashli memiliki 3 bentuk, huruf berbaris di atas (fathah) setelahnya alif, huruf berbaris di bawah (kasrah) setelahnya ya bertanda mati, dan huruf berbaris di depan (dhammah) setelahnya waw bertanda mati. Pertanyaannya, jodohkanlah ayat-ayat berikut sesuai dengan jumlah mad yang ada di dalamnya!

a)

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

1.

1 mad

b)

لَكُمۡ دِینُكُمۡ وَلِیَ دِینِ

2.

2 mad

c)

تَرۡمِیهِم بِحِجَارَةࣲ مِّن سِجِّیلࣲ

3.

3 mad

d)

لَیۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَیۡرࣱ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرࣲ

4.

Tidak ada mad

25.

Mad secara umum terbagi 2, mad ashli dan mad far'i. Mad ashli sendiri adalah dasar dari mad yang nanti berkembang menjadi mad far'i karena beberapa faktor. Mad ashli memiliki 3 bentuk, huruf berbaris di atas (fathah) setelahnya alif, huruf berbaris di bawah (kasrah) setelahnya ya bertanda mati, dan huruf berbaris di depan (dhammah) setelahnya waw bertanda mati. Pertanyaannya, jodohkanlah ayat-ayat berikut sesuai dengan bentuk-bentuk mad ashlinya!

a)

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

1.

huruf berbaris di atas alif

b)

لَكُمۡ دِینُكُمۡ وَلِیَ دِینِ

2.

huruf berbaris di bawah ya mati

c)

لَیۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَیۡرࣱ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرࣲ

3.

Tidak ada mad

d)

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ

4.

huruf berbaris di depan waw mati

26.

Fawatih as-Suwar adalah ilmu al-Qur'an yang membicarakan kalimat-kalimat pembuka suatu surat. Sederhananya, Fawatih as-Suwar adalah karakteristik ayat pertama setiap surat. Ilmu ini berperan penting dalam susunan teks al-Qur'an karena ketika Allah memulai surat-surat di dalam al-Qur'an dengan bahasa yang indah dan bermakna, maka orang-orang akan tertarik untuk mendengar lanjutan dari surat-surat tersebut. Namun, jika Fawatih as-Suwar bukan merupakan lafaz-lafaz yang menarik, maka orang-orang tidak akan tertarik untuk mendengar isi dari al-Qur'an. Berikut ini adalah contoh Fawatih as-Suwar berbentuk sumpah Allah kepada makhluk-Nya, seperti Allah yang bersumpah Demi Matahari, Demi Malam, Demi Langit, dll. Pertanyaannya, jodohkanlah awal-awal surat yang mengandung Fawatih as-Suwar berbentuk sumpah dengan nama-nama suratnya!

a)

وَٱلشَّمۡسِ وَضُحَىٰهَا

1.

Asy-Syams

b)

وَٱلَّیۡلِ إِذَا یَغۡشَىٰ

2.

Al-Lail

c)

وَٱلسَّمَاۤءِ ذَاتِ ٱلۡبُرُوجِ

3.

Al-Buruj

d)

وَٱلسَّمَاۤءِ وَٱلطَّارِقِ

4.

Ath-Thariq

27.

Ghunnah atau dengung praktisnya terbagi 3. Pertama yaitu mim dan nun bertasydid, biasa juga disebut wajibul ghunnah. Kedua, ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf "selain" ء ح خ ع غ ه ل ر. Ketiga, ketika mim mati bertemu huruf mim atau ba. Pertanyaannya, jodohkanlah ayat-ayat berikut sesuai dengan berapa banyak ghunnah yang terdapat di dalamnya!

a)

سَیَصۡلَىٰ نَارࣰا ذَاتَ لَهَبࣲ

1.

1 ghunnah

b)

إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ

2.

2 ghunnah

c)

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ یَوۡمَىِٕذٍ عَنِ ٱلنَّعِیمِ

3.

3 ghunnah

d)

ٱلۡقَارِعَةُ

4.

Tidak ada ghunnah

28.

Salah satu pembagian ghunnah atau dengung adalah kategori nun mati atau tanwin, dengan ketentuan sebagai berikut: Pertama, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan mengganti bunyi nun menjadi bunyi mim saat bertemu dengan huruf ba (iqlab). Kedua, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan meleburkan bunyi nun menjadi bunyi huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf mim nun ya waw (idgham bighunnah). Ketiga, nun mati atau tanwin dibaca ghunnah dengan menyamarkan bunyi nun bercampur dengan huruf setelahnya saat bertemu dengan huruf ta tsa jim dal dzal zai sin syin shad dhad tha zha fa qaf kaf (ikhfa). Pertanyaannya, jodohkanlah penggalan ayat-ayat berikut sesuai dengan hukumnya!

a)

لَّیۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِیعࣲ

1.

Ikhfa

b)

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَىٰهَا

2.

Iqlab

c)

ٱلَّذِي جَمَعَ مَالٗا وَعَدَّدَهُۥ

3.

Idgham bighunnah

d)

فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ

4.

Tidak ada ghunnah

29.

Waqaf artinya menghentikan bacaan, bisa karena telah sampai di akhir ayat, bisa karena telah sempurnanya makna ayat, bisa karena terlalu panjangnya kalimat, maupun nafas yang tidak sampai membacanya. Ada beberapa tanda waqaf yang perlu kita ketahui. Pertama wajib berhenti, ditandai dengan tanda ( ۘ ). Ke-2 lebih baik berhenti, ditandai dengan tanda ( قلى ). Ke-3 boleh berhenti boleh lanjut, ditandai dengan tanda ( ح ). Ke-4 lebih baik lanjut, ditandai dengan tanda ( صلى ). Ke-5 dilarang berhenti, ditandai dengan tanda ( لا ). Pertanyaannya, jodohkanlah penggalan ayat-ayat berikut sesuai dengan tanda waqaf yang terdapat di dalamnya!

a)

وَأَمَّا ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ فَیَقُولُونَ مَاذَاۤ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلࣰاۘ

1.

Wajib berhenti

b)

ذَ ٰ⁠لِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُوا۟ یَكۡفُرُونَ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ وَیَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ بِغَیۡرِ ٱلۡحَقِّۗ

2.

Lebih baik berhenti

c)

قَالُوا۟ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ یُبَیِّن لَّنَا مَا هِیَۚ

3.

Boleh berhenti boleh lanjut

d)

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَۛ فِیهِۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

4.

Berhenti di salah satunya

30.

Ra adalah salah satu huruf yang memiliki kekhasannya sendiri. Selain memiliki sifat takrir, ra juga memiliki kondisi bisa dibaca tebal (tafkhim) dan bisa dibaca tipis (tarqiq). Ra dibaca tipis (tarqiq) saat berbaris di bawah (kasrah); bertanda mati dan didahului huruf berbaris di bawah (kasrah); dimatikan karena berhenti (waqaf) dan didahului huruf ya bertanda mati; setelah ra bertanda mati bukan huruf isti'la (خص ضغط قظ); dan sebelumnya bukan hamzah washal. Berdasarkan pemahaman tersebut, jodohkanlah kalimat/ayat yang mengandung bacaan ra dengan cara membacanya beserta alasannya!

a)

لَّیۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِیعࣲ

1.

Tipis, karena berbaris di bawah (kasrah)

b)

ٱرۡجِعِیۤ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِیَةࣰ مَّرۡضِیَّةࣰ

2.

Tebal, karena didahului hamzah washal

c)

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ

3.

Tebal, karena setelahnya huruf isti'la

d)

مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِیࣲّ وَلَا نَصِیرٍ

4.

Tipis, karena didahului ya mati

31.

Al-Qur'an adalah firman-firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., sebagai mukjizat bagi beliau, diriwayatkan oleh banyak orang, diturunkan secara berangsur-angsur, terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan sekitar 6236 ayat. Pertanyaannya, sebutkan 5 surat terakhir dalam al-Qur'an!

(a)  

32.

Mad secara umum terbagi 2, mad ashli dan mad far'i. Mad ashli sendiri adalah dasar dari mad yang nanti berkembang menjadi mad far'i karena beberapa faktor. Mad ashli memiliki 3 bentuk, sebutkan ke-3 bentuk tersebut!

(a)  

33.

Ghunnah atau dengung praktisnya terbagi 3. Pertama yaitu mim dan nun bertasydid, biasa juga disebut wajibul ghunnah. Kedua, ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf "selain" ء ح خ ع غ ه ل ر. Ketiga, ketika mim mati bertemu huruf mim atau ba. Pertanyaannya, sebutkan hukum-hukum nun mati atau tanwin yang antum ketahui!

(a)  

34.

Waqaf artinya menghentikan bacaan, bisa karena telah sampai di akhir ayat, bisa karena telah sempurnanya makna ayat, bisa karena terlalu panjangnya kalimat, maupun nafas yang tidak sampai membacanya. Dari beberapa tanda-tanda waqaf, apa maksud dari:

  1. 1.قلى

  2. 2.صلى

  3. 3.لا



(a)  

35.

Ra adalah salah satu huruf yang memiliki kekhasannya sendiri. Selain memiliki sifat takrir, ra juga memiliki kondisi bisa dibaca tebal (tafkhim) dan bisa dibaca tipis (tarqiq). Sebutkan 3 kondisi huruf ra dibaca tipis (tarqiq)!

(a)