WorksheetsSoal UTS Supervisi Pendidikan
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Pendekatan supervisi yang menekankan pada pengembangan profesional guru melalui proses observasi, analisis, dan refleksi dikenal sebagai:
Supervisi administratif
Supervisi klinis
Supervisi ilmiah
Supervisi humanistik
Teknik supervisi yang dilakukan dengan mengamati langsung proses pembelajaran di kelas dan memberikan umpan balik setelahnya disebut:
Observasi kelas
Diskusi kelompok
Kunjungan rumah
Pengawasan administratif
Pendekatan supervisi yang bertujuan untuk memastikan bahwa guru mematuhi kebijakan dan aturan yang berlaku disebut:
Pendekatan klinis
Pendekatan administratif
Pendekatan humanistik
Pendekatan kolaboratif
Berikut ini adalah teknik supervisi yang bertujuan mengembangkan keterampilan guru melalui pertemuan dan diskusi dengan beberapa guru, kecuali:
Diskusi kelompok
Kunjungan kelas
Workshop
In-service training
Pendekatan yang menempatkan guru sebagai individu dengan potensi unik dan memperhatikan kebutuhan emosionalnya dalam proses supervisi dikenal sebagai:
Pendekatan klinis
Pendekatan administratif
Pendekatan humanistik
Pendekatan ilmiah
Supervisor yang memberikan perhatian pada pengembangan profesional guru melalui penggunaan data dan bukti ilmiah dalam menganalisis kinerja guru menggunakan pendekatan:
Pendekatan klinis
Pendekatan administratif
Pendekatan ilmiah
Pendekatan humanistik
Teknik supervisi yang dilakukan dengan mengadakan pertemuan tatap muka antara supervisor dan guru untuk membahas masalah spesifik dalam pembelajaran dikenal sebagai:
Diskusi kelompok
Observasi kelas
Kunjungan rumah
Bimbingan individual
Pendekatan yang melibatkan kerjasama antara supervisor dan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pengajaran disebut:
Pendekatan klinis
Pendekatan kolaboratif
Pendekatan humanistik
Pendekatan administratif
Manakah dari berikut ini yang merupakan tujuan utama dari pendekatan supervisi klinis?
Memastikan guru mematuhi aturan sekolah
Memberikan bimbingan dalam pengembangan profesional
Menggunakan data untuk menganalisis kinerja guru
Memfasilitasi kesejahteraan emosional guru
Supervisor menggunakan teknik diskusi kelompok untuk:
Mengadakan evaluasi pribadi terhadap guru
Membangun kerjasama antar guru dalam memecahkan masalah
Melakukan observasi tanpa partisipasi
Menilai kepatuhan terhadap kebijakan sekolah
Kepemimpinan dalam supervisi pendidikan bertujuan untuk:
Mengawasi guru dan staf agar patuh pada aturan sekolah
Menyediakan panduan dan dukungan dalam pengembangan profesional guru
Menyelesaikan tugas-tugas administratif sekolah
Menilai kinerja siswa dalam kegiatan pembelajaran
Seorang pemimpin yang baik dalam supervisi pendidikan harus memiliki kemampuan untuk:
Menghukum guru yang tidak patuh
Memberikan motivasi dan inspirasi kepada guru
Mengontrol sepenuhnya kegiatan pembelajaran guru
Memutuskan segalanya tanpa mempertimbangkan pendapat guru
Sebagai supervisor, kepala sekolah memiliki peran utama untuk:
Mengatur jadwal belajar siswa
Mengawasi pelaksanaan kurikulum dan meningkatkan kualitas pengajaran
Mengatur keuangan sekolah secara keseluruhan
Menentukan jumlah tenaga pengajar di sekolah
Dalam perannya sebagai supervisor, kepala sekolah bertanggung jawab untuk:
Memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar aturan
Memberikan bimbingan dan dukungan kepada guru dalam meningkatkan metode pembelajaran
Memantau nilai akhir siswa
Menentukan bahan ajar secara sepihak
Pendekatan kepemimpinan yang menekankan pada kolaborasi dan partisipasi guru dalam proses supervisi disebut:
Kepemimpinan otoriter
Kepemimpinan partisipatif
Kepemimpinan transaksional
Kepemimpinan laissez-faire
Dalam konteks supervisi pendidikan, pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan transformasional cenderung:
Mengubah visi dan misi organisasi sesuai dengan kebutuhan
Menekankan pada hukuman dan reward
Membiarkan guru beroperasi tanpa pengawasan
Mengontrol setiap kegiatan guru dengan ketat
Karakteristik penting yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam supervisi pendidikan adalah:
Berwibawa, otoriter, dan ketat dalam pengawasan
Ramah, pasif, dan tidak mencampuri urusan guru
Empati, kemampuan komunikasi, dan kolaboratif
Fokus pada tugas administratif dan manajemen waktu
Kepemimpinan dalam supervisi pendidikan dapat dikatakan efektif jika:
Guru-guru merasa diawasi setiap saat
Guru-guru dipaksa mengikuti semua arahan pemimpin
Supervisor mampu menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan guru
Semua masalah pembelajaran diselesaikan oleh pemimpin saja
Pemimpin yang otoriter dalam supervisi pendidikan biasanya akan:
Mendorong partisipasi aktif dari guru
Memberikan instruksi dan mengawasi tanpa melibatkan guru
Mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik dengan guru
Membangun kepercayaan melalui pendekatan humanistik
Gaya kepemimpinan yang memungkinkan guru untuk bekerja secara mandiri dengan sedikit intervensi dari supervisor dikenal sebagai:
Kepemimpinan otoriter
Kepemimpinan laissez-faire
Kepemimpinan partisipatif
Kepemimpinan transaksional
Dalam supervisi pendidikan, seorang pemimpin yang transaksional cenderung:
Menggunakan reward dan hukuman untuk mendorong kinerja
Menginspirasi guru untuk mencapai tujuan bersama
Membiarkan guru bekerja tanpa pengawasan
Mencari masukan dari guru dalam setiap keputusan
Seorang supervisor pendidikan dengan gaya kepemimpinan transformasional akan:
Mengabaikan masukan dari guru
Berfokus pada kontrol dan evaluasi ketat
Memotivasi guru untuk mencapai potensi maksimal mereka
Mengandalkan hukuman untuk meningkatkan kinerja
Salah satu peran kepala sekolah sebagai supervisor adalah melakukan observasi kelas. Tujuan utama dari observasi ini adalah:
Menentukan guru yang terbaik di sekolah
Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesional guru
Menilai penampilan guru di depan siswa
Memberikan instruksi kepada siswa secara langsung
Peran kepala sekolah dalam mengadakan pelatihan atau workshop bagi guru bertujuan untuk:
Menambah beban kerja guru
Menambah waktu belajar siswa di sekolah
Meningkatkan keterampilan dan profesionalisme guru
Menentukan metode pembelajaran tunggal
Ketika kepala sekolah mendorong guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang inovatif, kepala sekolah sedang menjalankan perannya sebagai:
Administrator sekolah
Fasilitator pembelajaran
Koordinator kegiatan ekstrakurikuler
Pengelola keuangan sekolah
Salah satu tugas kepala sekolah sebagai supervisor adalah mengadakan evaluasi berkala. Evaluasi ini bertujuan untuk:
Menilai kinerja guru dan memberi umpan balik konstruktif
Menghitung jumlah siswa yang hadir di kelas
Menambah jumlah tugas untuk siswa
Mengurangi waktu istirahat guru
Dalam konteks supervisi pendidikan, kepala sekolah diharapkan memiliki keterampilan:
Mengawasi tanpa memberikan masukan
Menyelesaikan semua tugas guru
Membangun hubungan yang harmonis dengan guru dan staf untuk mendorong perbaikan
Membuat kebijakan sekolah secara sepihak
Sebagai supervisor, kepala sekolah yang baik sebaiknya:
Menyampaikan kritik secara terbuka di depan siswa
Memberikan pujian atau saran perbaikan secara profesional dan tertutup
Menyalahkan guru yang tidak mencapai target
Mengabaikan kinerja guru di kelas
Kepala sekolah dapat melakukan pendampingan individual kepada guru dengan tujuan:
Mengetahui kehidupan pribadi guru
Memberikan instruksi secara langsung tanpa dialog
Membantu guru dalam mengatasi masalah pembelajaran dan memberi dukungan sesuai kebutuhan
Memerintahkan guru untuk mengikuti semua kebijakan kepala sekolah
Dalam perannya sebagai supervisor, kepala sekolah perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk:
Memaksakan kehendaknya pada guru dan siswa
Meningkatkan hubungan kerja yang positif dengan guru serta menciptakan suasana kolaboratif
Menghindari kritik dan saran dari guru
Mengambil keputusan tanpa masukan dari pihak lain
Langkah pertama dalam proses penyusunan hasil supervisi pendidikan adalah:
Memberikan umpan balik kepada siswa
Menyusun rencana tindak lanjut
Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan dalam pembelajaran
Menyebarkan hasil supervisi kepada semua pihak
Tujuan utama dari penyusunan hasil supervisi pendidikan adalah:
Menyalahkan pihak yang kurang optimal
Mengidentifikasi area untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pembelajaran
Menghukum guru yang performanya di bawah standar
Mengganti seluruh rencana pembelajaran
Dalam proses penyusunan laporan hasil supervisi, supervisor sebaiknya:
Hanya menuliskan kekurangan guru tanpa menyebutkan kelebihan
Menyusun laporan yang objektif dan mencakup aspek positif serta area yang perlu ditingkatkan
Menjaga kerahasiaan hasil tanpa dibagikan kepada guru yang bersangkutan
Membuat laporan secara lisan saja
Setelah hasil supervisi selesai disusun, langkah penting berikutnya adalah:
Mengabaikan temuan yang sudah dibuat
Menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil supervisi
Langsung menyimpan laporan tanpa memberitahukan kepada guru
Memfokuskan hanya pada kekurangan yang ditemukan
Salah satu komponen penting dalam laporan hasil supervisi pendidikan adalah:
Latar belakang pendidikan supervisor
Hasil analisis yang objektif tentang proses pembelajaran
Pendapat pribadi supervisor tentang kepribadian guru
Penilaian siswa terhadap guru
Dalam menyusun hasil supervisi pendidikan, supervisor diharapkan menggunakan bahasa yang:
Kritik tajam untuk mendorong perbaikan
Objektif dan konstruktif agar memotivasi guru untuk berkembang
Formal dan sulit dipahami
Tidak terbuka untuk kritik
Hasil supervisi pendidikan yang baik seharusnya berisi:
Catatan kekurangan guru secara mendetail
Umpan balik yang spesifik dan jelas mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan
Daftar aturan yang harus dipatuhi guru
Hanya hasil penilaian siswa terhadap guru
Saat merumuskan hasil supervisi pendidikan, supervisor perlu memperhatikan:
Hanya aspek-aspek positif tanpa menyebutkan area peningkatan
Aspek kekurangan guru saja
Keseluruhan aspek yang terkait, termasuk kelebihan dan kebutuhan peningkatan
Menyembunyikan kelemahan yang ditemukan
Supervisor perlu mendiskusikan hasil supervisi dengan guru yang bersangkutan untuk:
Menghakimi performa guru di depan siswa
Memastikan guru memahami dan menyetujui hasil serta rencana tindak lanjut
Menyuruh guru untuk meningkatkan kualitas tanpa penjelasan
Menyampaikan hasil supervisi kepada siswa juga
Rencana tindak lanjut dalam supervisi pendidikan sebaiknya disusun dengan tujuan untuk:
Memberikan hukuman pada guru yang dinilai kurang baik
Meningkatkan kompetensi dan efektivitas pembelajaran oleh guru
Mengubah gaya mengajar guru secara drastis
Menjaga agar guru tetap pada metode lama
Monitoring dalam konteks pembelajaran bertujuan untuk:
Menghukum siswa yang tidak mencapai standar
Menilai keberhasilan program pembelajaran secara keseluruhan
Memantau proses pembelajaran agar sesuai dengan rencana
Menggantikan peran guru dalam pembelajaran
Salah satu tujuan utama dari evaluasi pembelajaran adalah:
Mengidentifikasi kelemahan siswa saja
Mengukur keberhasilan proses pembelajaran dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Menyusun materi pembelajaran baru
Menilai kinerja kepala sekolah
Proses monitoring pembelajaran biasanya dilakukan oleh:
Guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah
Orang tua siswa
Siswa di kelas
Petugas administrasi sekolah
Dalam pelaksanaan monitoring pembelajaran, hal utama yang perlu diperhatikan adalah:
Jumlah siswa dalam kelas
Proses belajar-mengajar berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun
Jumlah pengawas yang melakukan monitoring
Sarana prasarana sekolah
Evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode berikut, kecuali:
Ujian atau tes tertulis
Observasi langsung
Diskusi dengan siswa
Hanya dengan memberikan nilai tanpa penjelasan
Dalam evaluasi pembelajaran, data yang diperoleh biasanya digunakan untuk:
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran
Menghentikan program yang sedang berjalan
Menggantikan guru yang kurang berkinerja
Mengubah seluruh metode pembelajaran
Salah satu alat yang sering digunakan dalam monitoring pembelajaran adalah:
Laporan kemajuan siswa
Laporan keuangan sekolah
Kalender akademik
Daftar presensi guru
Evaluasi pembelajaran sebaiknya dilakukan:
Hanya di akhir semester
Secara berkala, baik selama proses pembelajaran berlangsung maupun di akhir pembelajaran
Setelah ada keluhan dari siswa atau orang tua
Sekali saja selama masa pendidikan
Salah satu manfaat utama dari monitoring dan evaluasi pembelajaran adalah:
Menentukan sanksi bagi siswa yang tidak mencapai nilai yang ditentukan
Mengembangkan rencana peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang
Menyediakan laporan keuangan yang akurat
Mengurangi beban kerja guru
Hasil dari evaluasi pembelajaran sebaiknya digunakan untuk:
Memotivasi guru dan siswa untuk memperbaiki proses pembelajaran
Mengurangi waktu belajar siswa
Menghilangkan mata pelajaran tertentu
Menambah jumlah jam pelajaran tanpa analisis kebutuhan
