NEW
Font size
WorksheetsKisi kisi TO 2 FARMAKOGNOSI
Total questions: 45
Worksheet time: 23mins
Proses pembuatan sediaan galenika yang melibatkan pemisahan komponen aktif menggunakan pelarut tertentu disebut:
Ekstraksi
Tinctura
Infusa
Dekokt
Fitofarmaka
Sediaan yang diperoleh dengan merendam bahan simplisia dalam air panas hingga 15 menit adalah:
Infusa
Ekstrak
Tinctura
Ekstraksi
Simplisia
Tinctura adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara:
Penyulingan simplisia
Pengendapan
Perkolasi dengan alkohol
Pengeringan simplisia
Dekoktasi
Perbedaan utama antara infusa dan dekokt adalah:
Suhu air yang digunakan
Lama perendaman
Jenis pelarut
Jenis bahan simplisia
Konsentrasi bahan aktif
Ekstraksi dengan perkolasi lebih unggul dibandingkan ekstraksi dengan maserasi karena:
Menggunakan pelarut lebih sedikit
Tidak membutuhkan alat tambahan
Meningkatkan efisiensi waktu
Menghasilkan ekstrak dengan konsentrasi rendah
Memerlukan energi panas lebih besar
Simplisia yang berasal dari bagian tubuh hewan disebut:
Simplisia nabati
Simplisia hewani
Simplisia mineral
Simplisia serangga
Simplisia tanaman
Penggunaan alkohol dalam pembuatan tinctura bertujuan untuk:
Mempercepat reaksi
Menyempurnakan rasa
Menyebabkan pengendapan
Mengekstraksi senyawa aktif yang larut dalam alkohol
Menghasilkan ekstrak kering
Salah satu keuntungan menggunakan simplisia mineral dalam formulasi obat adalah:
Kandungan senyawa aktif lebih tinggi
Tidak terpengaruh oleh proses degradasi biologis
Mudah larut dalam air
Lebih mudah dicerna
Tidak memerlukan pengujian kualitas
Sediaan herbal yang telah terbukti secara ilmiah melalui uji klinis disebut:
Obat Herbal Terstandar
Simplisia nabati
Fitofarmaka
Obat Tradisional
Simplisia hewani
Proses yang dilakukan untuk melihat bentuk organ pada simplisia disebut:
Pengujian organoleptis
Pengujian mikroskopis
Pengujian ekstraksi
Pengujian kandungan kimia
Pengujian sensori
Infusa berbeda dengan ekstrak karena pada infusa, pelarut yang digunakan umumnya adalah:
Alkohol
Air panas
Air dingin
Minyak esensial
Asam asetat
Simplisia yang berasal dari tanaman disebut sebagai:
Simplisia nabati
Simplisia hewani
Simplisia mineral
Simplisia fitofarmaka
Simplisia tradisional
Ekstrak pekat sering dihasilkan melalui metode:
Infusa
Ekstraksi kontinu
Dekokt
Pengendapan
Sublimasi
Pengujian organoleptis dilakukan untuk:
Mendeteksi senyawa beracun
Menentukan tekstur, warna, dan bau
Mengukur kandungan senyawa aktif
Menguji toksisitas bahan
Menguji efek farmakologi
Kategori sediaan obat yang dihasilkan dari bahan alam, tetapi harus memiliki standar kualitas adalah:
Simplisia
Fitofarmaka
Ekstrak kasar
Obat Herbal Terstandar
Obat Tradisional
an obat yang dihasilkan dari bahan alam, tetapi harus memiliki standar kualitas adalah:
Simplisia
Fitofarmaka
Ekstrak kasar
Obat Herbal Terstandar
Obat Tradisional
Simplisia nabati sering kali diuji secara mikroskopis untuk melihat:
Kandungan kimia
Struktur jaringan
Efek farmakologi
Stabilitas
Pengotor
Obat tradisional umumnya berbeda dengan fitofarmaka karena:
Obat tradisional selalu dalam bentuk simplisia
Fitofarmaka memerlukan uji klinis
Obat tradisional tidak boleh diuji
Fitofarmaka dibuat dari bahan kimia sintetis
Obat tradisional lebih mahal
Pengujian mikroskopis pada simplisia dilakukan untuk memastikan:
Kemurnian simplisia
Rasa dari bahan
Konsentrasi senyawa
Kandungan air
Berat jenis simplisia
Senyawa aktif dalam sediaan infusa yang dihasilkan dari daun disebut sebagai:
Alkaloid
Fitokimia
Glikosida
Simplisia
Flavonoid
Standarisasi sediaan herbal dilakukan untuk:
Mencegah degradasi senyawa
Menjaga kualitas dan konsistensi
Mengurangi rasa pahit
Meningkatkan warna
Mengurangi biaya produksi
Sediaan herbal yang telah melewati uji praklinis dan standar kualitas bahan disebut:
Obat Herbal Terstandar
Simplisia nabati
Obat tradisional
Fitofarmaka
Simplisia hewani
Simplisia mineral banyak digunakan dalam pembuatan obat karena:
Memiliki kandungan biologis tinggi
Stabil pada berbagai kondisi lingkungan
Mudah dicerna oleh tubuh
Mudah diubah menjadi senyawa aktif
Tidak memerlukan proses pemurnian
Ekstraksi bahan dengan perkolasi memungkinkan senyawa aktif diekstraksi secara efisien karena:
Perkolasi dilakukan dengan suhu tinggi
Bahan selalu tersaturasi dengan pelarut
Perkolasi memerlukan waktu singkat
Bahan tidak pernah bersentuhan dengan udara
Bahan yang dihasilkan berbentuk padat
Jenis sediaan yang dibuat dengan cara mengekstraksi bahan simplisia menggunakan etanol 70% adalah:
Tinctura
Infusa
Fitofarmaka
Simplisia
Dekokt
Penggunaan metode maserasi dalam ekstraksi terutama dipilih untuk:
Senyawa yang tahan panas
Simplisia yang berukuran besar
Ekstrak yang mudah menguap
Senyawa yang larut dalam minyak
Simplisia yang sensitif terhadap panas
Simplisia hewani dapat diperoleh dari bagian berikut, kecuali:
Kulit binatang
Darah
Tulang
Organ dalam
Minyak nabati
Fitofarmaka berbeda dengan Obat Herbal Terstandar karena:
Fitofarmaka melalui uji klinis lengkap
Obat Herbal Terstandar lebih murah
Fitofarmaka dibuat dari bahan sintetis
Obat Herbal Terstandar lebih aman
Fitofarmaka digunakan dalam pengobatan tradisional
Simplisia yang digunakan sebagai bahan obat harus memenuhi syarat kualitas seperti:
Stabilitas warna dan aroma
Mudah larut dalam air
Kadar senyawa aktif yang ko
Simplisia yang digunakan sebagai bahan obat harus memenuhi syarat kualitas seperti:
Stabilitas warna dan aroma
Mudah larut dalam air
Kadar senyawa aktif yang konsisten
Bentuk dan ukuran yang seragam
Bebas dari bahan nabati
Pengujian organoleptis terutama dilakukan untuk mengamati:
Kadar air
Aroma dan tekstur
Kandungan alkohol
Daya serap
Berat jenis simplisia
Infusa biasanya dibuat dari bagian tanaman berikut, kecuali:
Daun
Batang
Bunga
Akar
Biji
Obat Herbal Terstandar perlu melalui pengujian laboratorium untuk memastikan:
Aroma dan rasa sesuai
Kandungan bahan aktif konsisten
Sumber bahan tidak berubah
Efek warna lebih kuat
Proses produksi cepat
Fungsi utama dari pengujian mikroskopis pada simplisia adalah untuk:
Mengidentifikasi kontaminan
Mengukur kandungan alkohol
Mendeteksi perubahan aroma
Mengamati morfologi jaringan
Menilai stabilitas bahan
Pengujian organoleptis tidak melibatkan penilaian terhadap:
Aroma
Warna
Rasa
Kandungan senyawa aktif
Tekstur
Simplisia mineral berbeda dari simplisia nabati dan hewani karena:
Tidak mengandung bahan organik
Tidak bisa diproses menjadi sediaan obat
Berasal dari bahan sintetis
Selalu berbentuk cair
Mengandung zat aktif dengan efek farmakologis tinggi
Uji organoleptis simplisia mineral biasanya bertujuan untuk:
Menentukan bentuk kristal dan warna
Mengukur kadar senyawa aktif
Mengetes rasa dan aroma
Mendeteksi efek farmakologi
Menguji stabilitas
Pengujian mikroskopis pada simplisia nabati perlu dilakukan terutama untuk memastikan:
Keamanan saat dikonsumsi
Tidak adanya pengotor fisik
Kemurnian bahan nabati
Warna dan aroma tetap
Ketahanan bahan terhadap suhu
Yang termasuk kategori simplisia mineral adalah:
Gaharu
Cendana
Belerang
Daun sirih
Minyak kelapa
Salah satu metode untuk meningkatkan mutu simplisia adalah dengan:
Memodifikasi warna
Menyimpan dalam wadah terbuka
Menjaga suhu rendah selama penyimpanan
Menambahkan pengawet kimia
Mencampur dengan simplisia lain
Simplisia nabati sering diuji organoleptis terutama untuk memastikan:
Kandungan serat tinggi
Tidak adanya pengotor
Stabilitas senyawa aktif
Kualitas aroma dan warna
Reaksi terhadap asam
Manfaat utama dari menggunakan infusa dibandingkan dekokt adalah:
Infusa mempertahankan senyawa yang sensitif terhadap panas
Dekokt lebih mudah dibuat
Infusa menggunakan pelarut yang mahal
Dekokt lebih larut dalam air
Infusa lebih kuat aromanya
Proses pengeringan simplisia bertujuan untuk:
Mengurangi berat bahan
Meningkatkan kandungan air
Mencegah pertumbuhan mikroba
Mempercepat proses ekstraksi
Meningkatkan rasa
Jenis ekstraksi yang menggunakan suhu tinggi dan waktu lama disebut:
Infusa
Dekokt
Tinctura
Ekstrak kering
Perkolasi
Simplisia yang tidak memenuhi syarat kualitas dapat menyebabkan:
Efek samping yang tidak diinginkan
Peningkatan efektivitas obat
Penghematan biaya produksi
Stabilitas yang lebih baik
Rasa yang lebih enak
