wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH BAB Istihsan

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Berdasarkan pengertian etimologis, istihsan berarti…

a)

Menganggap baik sesuatu

b)

Mengabaikan ketentuan hukum yang ada

c)

Menyesuaikan hukum berdasarkan hawa nafsu

d)

Mengikuti hukum yang lebih mudah

e)

Menetapkan hukum tanpa alasan yang jelas

2.

Dalam konteks ushul fikih, contoh dari penerapan istihsan adalah…

a)

Membolehkan sisa air minum burung buas karena cara minumnya berbeda dengan hewan buas lain

b)

Mengharamkan air sisa minum dari manusia

c)

Mengharamkan semua air sisa minum tanpa pengecualian

d)

Membolehkan semua air sisa minuman hewan buas

e)

Menganggap semua air sisa minuman adalah najis

3.

Istihsan dalam ushul fikih adalah ketika seorang mujtahid berpindah dari…

a)

Hukum yang tidak memiliki dalil ke hukum yang berdali

b)

Hukum kulli (umum) ke hukum istisna' (pengecualian) karena adanya dalil khusus

c)

Pendapat pribadi ke pendapat mayoritas

d)

Hukum yang mudah ke hukum yang sulit

e)

Penafsiran bebas ke penafsiran yang terikat

4.

Di bawah ini yang menunjukkan alasan penggunaan qiyas khafi dalam istihsan adalah…

a)

Hukum kulli dianggap kurang sesuai dengan kondisi masyarakat

b)

Tidak ada hukum khusus dalam syariat untuk semua permasalahan

c)

Adanya dalil khusus yang dianggap lebih tepat daripada qiyas jali

d)

Hukum syariat sulit diterapkan tanpa istihsan

e)

Semua hukum boleh diabaikan jika dirasa sulit

5.

Lengkapi definisi istihsan dalam bahasa Arab berikut ini:

هُوَ عُدُوْلُ الْمُجْتَهِدِ عَنْ مُقْتَضَى قِيَاسٍ ______ إِلَى مُقْتَضَى قِيَاسٍ ______، أَوْ عَنْ حُكْمٍ ______ إِلَى حُكْمٍ ______ لِدَلِيْلٍ اِنْقَدَحَ فِيْ عَقْلِهِ رَجَّحَ لَدَيْهِ هَذَا الْعُدُوْلَ.

a)

جَلِيٍّ - خَفِيٍّ - كُلِّيٍّ - اِسْتِثْنَائِيٍّ

b)

بَاطِنٍ - ظَاهِرٍ - عَامٍّ - خَاصٍّ

c)

عَامٍّ - خَاصٍّ - اَصْلِيٍّ - فَرْعِيٍّ

d)

صَحِيْحٍ - بَاطِلٍ - شَامِلٍ - جُزْئِيٍّ

e)

قَدِيْمٍ - جَدِيْدٍ - عَامٍّ - خَاصٍّ

6.

Istihsan yang didasarkan pada dalil naṣṣ al-Qur'an atau hadis, seperti jual beli salam, merupakan contoh dari istihsan yang…

a)

Disandarkan kepada ijma'

b)

Disandarkan kepada qiyas khafi

c)

Disandarkan kepada darurat

d)

Disandarkan kepada naṣṣ

e)

Disandarkan kepada adat

7.

Seorang mujtahid memutuskan membolehkan wakaf dengan barang-barang bergerak karena sudah menjadi kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Istihsan ini disandarkan kepada…

a)

Qiyas jali

b)

Qiyas khafi

c)

Adat ('urf)

d)

Darurat

e)

Naṣṣ

8.

Istihsan yang mengabaikan qiyas karena alasan adanya kondisi darurat, misalnya kasus sumur yang kemasukan najis, termasuk istihsan yang disandarkan pada…

a)

Naṣṣ

b)

Adat

c)

Ijma'

d)

Darurat

e)

Qiyas khafi

9.

Di bawah ini, mana yang merupakan alasan penggunaan istihsan dengan sandaran ijma'?

a)

Mengikuti adat masyarakat dalam kebiasaan sehari-hari

b)

Menghindari kesulitan karena kebutuhan mendesak

c)

Mengikuti aturan khusu

10.

manakah yang merupakan alasan penggunaan istihsan dengan sandaran ijma'?

a)

Mengikuti adat masyarakat dalam kebiasaan sehari-hari

b)

Menghindari kesulitan karena kebutuhan mendesak

c)

Mengikuti aturan khusus dari al-Qur'an dan hadis

d)

Mengabaikan qiyas karena adanya kesepakatan ulama dalam sebuah kasus

e)

Mengutamakan qiyas khafi dalam hal-hal yang tidak jelas

11.

Menurut ulama Hanafi, Maliki, dan Hanbali, istihsan dapat dijadikan sebagai sumber hukum Islam karena…

a)

Berdasarkan keputusan para mujtahid

b)

Merupakan pandangan individu tanpa dasar

c)

Meninggalkan perkara sulit menuju kemudahan, sesuai ajaran agama

d)

Dianggap sebagai keputusan terbaik tanpa dalil yang jelas

e)

Menurut pendapat Imam Syafi'i

12.

Istihsan yang digunakan untuk membolehkan tindakan tertentu demi kemaslahatan, seperti pengecualian untuk memeriksa aurat pasien demi kesehatan, bertujuan untuk…

a)

Menciptakan aturan baru dalam agama

b)

Mengutamakan kemudahan sesuai maqasid al-syari'ah

c)

Mengikuti kebiasaan umum

d)

Mengubah hukum syara' yang telah ada

e)

Menolak semua bentuk qiyas

13.

Imam Syafi'i dan beberapa ulama menolak kehujjahan istihsan karena berpendapat bahwa…

a)

Rasulullah memerintahkan sahabat untuk melakukan istihsan

b)

Istihsan dapat membawa kepada penyimpangan dalam syariat

c)

Istihsan disandarkan pada ijtihad seluruh umat Islam

d)

Istihsan selalu digunakan dalam semua permasalahan fiqih

e)

Istihsan hanya dilakukan oleh ulama tertentu

14.

Hadis yang menyatakan,  فما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن "Apa yang dianggap baik oleh kaum muslimin maka hal itu di sisi Allah baik," mendukung pendapat ulama yang menerima istihsan karena…

a)

Menunjukkan bahwa semua keputusan mujtahid pasti benar

b)

Kaum muslimin berhak membuat syariat baru

c)

Pandangan kaum muslimin atas suatu kebaikan memiliki nilai di sisi Allah

d)

Istihsan selalu mengutamakan logika murni tanpa dasar

e)

Rasulullah meminta sahabat melakukan istihsan

15.

Perbedaan pendapat antara ulama tentang istihsan terutama disebabkan oleh…

a)

Perbedaan dalam menafsirkan qiyas

b)

Kekurangan dalil dalam al-Qur'an dan Sunnah

c)

Variasi dalam pemahaman maqasid al-syari'ah

d)

Perbedaan dalam mendefinisikan istihsan

e)

Penolakan atas konsep maslahat

16.

Meskipun Imam Syafi'i menolak istilah istihsan, beliau menggunakan pendekatan serupa dalam beberapa keputusan hukum. Salah satu contohnya adalah…

a)

Pembatasan waktu syuf'ah menjadi tiga hari

b)

Melarang penggunaan qiyas secara mutlak

c)

Melakukan jual beli salam tanpa syarat

d)

Menerapkan qiyas zah

17.

Pernyataan mana yang paling sesuai dengan pandangan Imam Syafi'i mengenai penggunaan istihsan?

a)

Istihsan dapat digunakan tanpa dalil asalkan hasilnya baik

b)

Istihsan diperbolehkan jika berdasarkan nafsu dan keinginan

c)

Istihsan tidak boleh digunakan karena hanya menuruti nafsu semata

d)

Istihsan diperbolehkan jika didasari dalil kuat dan tidak melanggar syariat

e)

Istihsan selalu lebih utama daripada qiyas

18.

Ulama yang menggunakan istihsan secara mutlak tanpa membedakan jenis maslahat, termasuk dalam kelompok…

a)

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan sebagian Hanabilah

b)

Ulama Syafi'iyah dan Imam Ghazali

c)

Ulama Mu'tazilah dan Zahiriyah

d)

Semua mazhab

e)

Ulama yang menolak istihsan

19.

Salah satu contoh dari maslahah daruriyah (primer) adalah…

a)

Kemudahan dalam berjual beli

b)

Melindungi harta dan keturunan

c)

Menjaga kebiasaan baik di masyarakat

d)

Meningkatkan kebahagiaan individu

e)

Mempermudah urusan duniawi

20.

Mengapa Imam Syafi'i dan Imam Ghazali membatasi penerapan istihsan hanya pada maslahat primer dan sekunder?

a)

Karena mereka berpendapat bahwa istihsan hanya berlaku untuk hal-hal yang berhubungan dengan hukum keluarga

b)

Karena mereka percaya bahwa maslahat tersier tidak mempengaruhi kepentingan umat

c)

Karena hanya maslahat primer dan sekunder yang dianggap relevan dengan tujuan syariat

d)

Karena mereka tidak menerima penggunaan qiyas dalam masalah hukum

e)

Karena mereka menganggap maslahat tersier bertentangan dengan kemaslahatan umum

21.

Imam Syafi'i menolak istihsan karena beliau percaya bahwa menggunakan istihsan yang hanya didasarkan pada keinginan pribadi adalah sama saja dengan membuat syariat baru.

a)

Benar

b)

Salah

22.

Imam Syafi'i menolak kehujjahan istihsan sebagai sumber hukum Islam karena menganggap bahwa istihsan didasarkan pada hawa nafsu, bukan kepentingan syariat.

a)

Benar

b)

Salah

23.

Istihsan dibangun semata-mata berdasarkan hawa nafsu belaka dan tidak memiliki dalil-dalil yang kuat.

a)

Benar

b)

Salah

24.

Istihsan yang disandarkan kepada adat membolehkan wakaf dengan barang-barang bergerak karena hal ini telah menjadi kebiasaan masyarakat.

a)

Benar

b)

Salah

25.

Istihsan dapat diterapkan pada masalah yang termasuk dalam kategori maslahah tahsiniyyah (tersier) menurut pandangan Imam Syafi'i dan Imam Ghazali.

a)

Benar

b)

Salah